Anda di halaman 1dari 9

STRATEGI DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN

DALAM PENETAPAN HARGA GUNA MENGATASI


KELANGKAAN MINYAK GORENG
DI KABUPATEN BONE
(Studi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bone)

PROPOSAL

DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI SALAH SATU TUGAS MATA KULIAH


METODELOGI PENELITIAN KUALITATIF PADA PRODI EKONOMI
SYARIAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI BONE

Oleh:

RISDAYANTI
NIM. 602022019158

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM


INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) BONE
2022
1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan di bidang perekonomian selama ini telah banyak membawa

akibat yang cukup pesat dalam dunia usaha. Sehubungan dengan itu banyak

perusahaan baru berdiri dan kembalinya perusahaan yang direhabilitasi, maka

berakibat timbulnya persaingan yang ketat diantara perusahaan-perusahaan tersebut.

Baik itu persaingan antar perusahaan sejenis maupun perusahaan yang tidak sejenis.

Dalam masa persaingan yang sangat ketat saat ini, menyadari pemasaran semata-mata

tidak hanya melakukan proses penjualan saja, akan tetapi juga harus menuntut

kejelian perusahaan dalam menerapkan suatu kebijakan yang akan dibuatnya. Dalam

usaha memenangkan persaingan tersebut, perusahaan perlu menerapkan berbagai

konsep, strategi dan kebijakan pemasaran yang bertujuan agar produk yang dihasilkan

tetap diminati oleh pasar. Semua organisasi laba dan nirlaba menetapkan harga atas

produk atau jasa mereka.

Untuk memahami kepuasan konsumen, salah satu faktor yang menjadi

pertimbangan adalah harga. Harga menjadi salah satu isyarat paling dominan dalam

pemasaran, hal tersebut karena pada harga produk mempunyai nilai atau kualitas

tertentu. Jadi persepsi konsumen terhadap harga bagi perusahaan merupakan hal

penting agar pelanggan selalu menggunakan produk tersebut. Harga sebuah produk

atau jasa merupakan faktor penentu utama permintaan pasar.1

1
Vinna Sri Yuniarti, Perilaku Konsumen Teori dan Praktik (Cet. I; Bandung: CV. Pustaka
Setia, 2015), h. 233.

1
2

Umumnya harga ditetapkan oleh pembeli dan penjual yang saling

bernegosiasi. Melalui tawar menawar akhirnya penjual dan pembeli akan sampai pada

harga yang dapat diterima. Harga berperan sebagai penentu utama pilihan pembeli,

walaupun faktor-faktor non harga telah menjadi semakin penting dalam perilaku

pembeli Penentuan harga barang dan jasa merupakan suatu strategi kunci sebagai

akibat dari berbagai hal seperti persaingan yang semakin ketat, rendah dan tingginya

pertumbuhan ekonomi, dan peluang bagi suatu usaha untuk memantapkan posisinya

di pasar. Harga sangat mempengaruhi posisi dan kinerja keuangan, dan juga sangat

mempengaruhi persepsi pembeli dan penentuan posisi merek.

Harga menjadi suatu ukuran bagi konsumen tatkala mengalami kesulitan

dalam menilai mutu produk yang kompleks yang ditawarkan untuk memenuhi

kebutuhan dan keinginan. Apabila yang diinginkan oleh konsumen adalah barang

dengan kualitas atau mutu yang baik, maka tentunya harga barang tersebut adalah

mahal. Sebaliknya apabila yang diinginkan oleh konsumen adalah barang dengan

kualitas biasa-biasa saja atau tidak terlalu baik, maka harga barang tersebut adalah

tidak terlalu mahal. Dikemukakan oleh Nawawi dalam bauran pemasaran, harga

merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi pemasaran suatu produk.

Tinggi rendahnya harga selalu menjadi perhatian utama para konsumen saat mereka

mencari suatu produk, sehingga harga yang ditawarkan menjadi bahan pertimbangan

khusus, sebelum mereka memutuskan untuk membeli barang maupun menggunakan

suatu jasa. Dari kebiasaan para konsumen, strategi penetapan harga sangat

berpengaruh terhadap penjualan maupun pemasaran produk yang ditawarkan.2

2
Kristina Tri Wulandari, “Pengaruh Penentuan Harga Jual dan Biaya Promosi Terhadap
Volume Penjualan Pada Perusahaan Kapas Putih di Klaten”, Skripsi, Universitas Muhamadiyah
Surakarta, Surakarta, 2006, h. 1.
3

Penetapan harga tergantung kebijakan perusahaan. Harga merupakan faktor

yang berpengaruh terhadap kepuasan konsumen, salah satu tolak ukur mencapai

kepuasan konsumen yaitu harga, hal ini dikarenakan harga menjadi salah satu

pertimbangan bagi konsumen untuk membeli suatu produk, harga yang terjangkau

dan diimbangi kualitas yang baik akan memberikan kepuasan konsumen. Harga

produk diharapkan bisa membuat calon pelanggan menggunakan suatu produk

perusahaan dan meninggalkan produk pesaing yang sejenis.

Minyak goreng adalah bahan dapur yang sudah sangat lama melengkapi

kultur kuliner masyarakat Indonesia yang tidak lepas dari yang namanya gorengan

dan bahkan makan pun kalau tidak ada gorengan rasanya kurang lengkap. Dahulu

minyak goreng dibuat dari minyak kelapa dan generasi nenek moyang kita banyak

yang memproduksi sendiri minyak goreng dari buah kelapa dengan alat-alat yang

sederhana, tetapi sekarang minyak goreng sebagian besar bukan lagi diproduksi dari

minyak kelapa tetapi dari buah kelapa sawit dan sudah diproduksi dengan

menggunakan Teknologi Modern.

Berdasarkan realita yang ada sekarang ini kelangkaan dan lonjakan harga

minyak goreng muncul sejak akhir tahun 2021. Kendati pemerintah telah

mengeluarkan kebijakan untuk mengatasinya, namun hingga Maret 2022 kelangkaan

minyak goreng masih tetap ditemukan. Ada kebijakan pemerintah yang mendorong

kelangkaan namun menguntungkan korporasi sawit. Semenjak permasalahan minyak

goreng muncul, pemerintah sedikitnya telah mengeluarkan tiga kebijakan dalam

waktu berdekatan. Pertama, mensubsidi minyak goreng kemasan dengan dana

perkebunan kelapa sawit yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan

Kelapa Sawit (BPDPKS). Kedua, yaitu Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag)


4

Nomor 1 Tahun 2022 tentang Penyediaan Minyak Goreng Kemasan Sederhana Untuk

Kebutuhan Masyarakat Dalam Kerangka Pembiayaan Oleh Badan Pengelola Dana

Perkebunan Kelapa Sawit yang kemudian diubah menjadi Permendag Nomor 3

Tahun 2022, dan Permendag Nomor 6 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran

Tertinggi (HET) Minyak Goreng Sawit. Akan tetapi kebijakan tersebut belum mampu

menjawab permasalahan. Pada Maret 2022 antrian minyak goreng masih

terjadi. Sebelumnya, bahkan ada dugaan terdapat penimbunan di berbagai

tempat. Alih-alih mencari akar permasalahan, pemerintah justru mencurigai warga

melakukan penimbunan minyak goreng.3

Sejauh ini penelitian mengenai minyak goreng sudah banyak dilakukan

peneliti-peneliti sebelumnya diantaranya penelitian Rawang Sary yang membahas

mengenai pengaruh harga dan promosi terhadap minat beli minyak goreng kemasan

bimoli di Kelurahan Sukamaju Baru;4 Agung Eko Purwana yang membahas

mengenai pengaruh harga dan promosi terhadap kepuasan konsumen minyak goreng

fortune (Studi Kasus Minimarket Mekar Wangi Ds. Gandu, Mlarak, Ponorogo);5 dan

penelitian Udin yang membahas tentang pengaruh kepercayaan merek dan kualitas

produk terhadap keputusan pembelian minyak goreng bimoli pada PT. Indofood

Sukses Makmur Makassar;6 Novera Ayuningsih Fadli yang membahas mengenai

3
Indonesia Curruption Watch, Kelangkaan Minyak Goreng, (https://antikorupsi.org/id.),
diakses Tanggal 11 April 2022.
4
Rawang Sary, “Pengaruh Harga dan Promosi Terhadap Minat Beli Minyak Goreng Kemasan
Bimoli di Kelurahan Sukamaju Baru” Skripsi Program Studi Manajemen, Universitas Pembangunan
Nasional Veteran, Jakarta, 2018, h. 1-115.
5
Agung Eko Purwana, “Pengaruh Harga dan Promosi Terhadap Kepuasan Konsumen Minyak
Goreng Fortune (Studi Kasus Minimarket Mekar Wangi Ds. Gandu, Mlarak, Ponorogo)” Skripsi
Ekonomi Syariah, IAIN Ponorogo, 2020, h. 1-86.
6
Udin, “Pengaruh Kepercayaan Merek dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian
Minyak Goreng Bimoli pada PT. Indofood Sukses Makmur Makassar” Skripsi Manajemen,
Universitas Muhammadiyah, Makassar, 2019, h. 1-83.
5

analisis perilaku konsumen terhadap permintaan minyak goreng (Studi Kasus: Pasar

Pagi Kab. Aceh Tamiang);7 Putry Anggraini yang membahas mengenai faktor-faktor

yang mempengaruhi tingkat pembelian minyak goreng curah pada rumah tangga di

Kota Bengkulu;8 Asrindah Nasution yang membahas mengenai panic buying

masyarakat terhadap kenaikan harga dan kelangkaan minyak goreng di Kota Medan

Denai;9 Sedangkan penelitian mengenai penetapan harga juga sudah banyak

dilakukan peneliti sebelumnya diantaranya Yolandari yang membahas mengenai

tinjauan ekonomi islam terhadap penetapan harga penjualan batu bata di Desa Sinar

Pagi Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur; 10 Anja Putranda yang membahas

mengenai strategi penetapan harga dalam meningkatkan volume penjualan pada Gerai

212 Cabang Bengkulu perspektif Ekonomi Islam;11 Firdawati yang membahas tentang

analisis penetapan harga jual dalam meningkatkan volume penjualan toyota yaris

pada PT. Hadji Kalla Cabang Alauddin Makassar; 12 Ariani yang membahas mengenai

7
Novera Ayuningsih Fadli, “Analisis Perilaku Konsumen Terhadap Permintaan Minyak
Goreng (Studi Kasus: Pasar Pagi Kab. Aceh Tamiang)” Skripsi Fakultas Pertanian, Universitas
Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan, 2018, h. 1-71.
8
Putry Anggraini, “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pembelian Minyak Goreng
Curah Pada Rumah Tangga di Kota Bengkulu” Jurnal AGRISEP, Vol. 16 No. 1 Maret 2017, h. 97-96.
9
Asrindah Nasution, “Panic Buying Masyarakat Terhadap Kenaikan Harga dan Kelangkaan
Minyak Goreng di Kota Medan Denai” Jurnal Bisnis Corporate, Vol. 6, No. 2, 2021, h. 113-120.
10
Yolandari, “Tinjauan Ekonomi Islam Terhadap Penetapan Harga Penjualan Batu Bata di
Desa Sinar Pagi Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur” Skripsi Ekonomi Islam, IAIN Bengkulu,
2019, h. 1-81.
11
Anja Putranda, “Strategi Penetapan Harga dalam Meningkatkan Volume Penjualan pada
Gerai 212 Cabang Bengkulu perspektif Ekonomi Islam” Skripsi Ekonomi Syariah, IAIN Bengkulu,
2021, h. 1-95.
12
Firdawati, “Analisis Penetapan Harga Jual dalam Meningkatkan Volume Penjualan Toyota
Yaris pada PT. Hadji Kalla Cabang Alauddin Makassar” Skripsi Ekonomi dan Bisnis, Universitas
Muhammadiyah, Makassar, 2017, h. 1-85.
6

analisis pengaruh strategi harga terhadap volume penjualan pakaian pada PT.

Barokah Biqalbin Salim Cabang Toddopuli Makassar;13

Berdasarkan hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa belum ada yang

membahas mengenai strategi dinas perindustrian dan perdagangan dalam penetapan

harga guna mengatasi kelangkaan minyak goreng di Kabupaten Bone. Untuk itu

penelitian ini hadir untuk membahas masalah tersebut. Pada penelitian ini akan

memberikan sumbangsi terhadap strategi dinas perindustrian dan perdagangan dalam

penetapan harga guna mengatasi kelangkaan minyak goreng di Kabupaten Bone.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis dapat menarik rumusan

masalah mengenai hal tersebut, antara lain sebagai berikut:

1. Bagaimana strategi penetapan harga dalam mengatasi kelangkaan minyak goreng

yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bone?

2. Bagaimana pandangan ekonomi Islam terhadap strategi penetapan harga yang

dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bone dalam

mengatasi kelangkaan minyak goreng?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

13
Ariani, “Pengaruh Strategi Harga Terhadap Volume Penjualan Pakaian pada PT. Barokah
Biqalbin Salim Cabang Toddopuli Makassar” Skripsi Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Makassar,
2018, h. 1-86.
7

a. Untuk mengetahui strategi penetapan harga dalam mengatasi kelangkaan

minyak goreng yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Kabupaten Bone.

b. Untuk mengetahui pandangan ekonomi Islam terhadap strategi penetapan

harga yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bone

dalam mengatasi kelangkaan minyak goreng.

2. Manfaat Penelitian

a. Secara ilmiah, yakni hasil penelitian diharapkan dapat memberi sumbangsi

dan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan khususnya ilmu

yang menyangkut strategi dinas perindustrian dan perdagangan dalam

penetapan harga guna mengatasi kelangkaan minyak goreng di Kabupaten

Bone dalam perspektif ekonomi Islam.

b. Secara praktis, yakni hasil penelitian diharapkan dapat memberi sumbangsi

pemikiran dan masukan terhadap individu dan instansi yang terkait strategi

dinas perindustrian dan perdagangan dalam penetapan harga guna mengatasi

kelangkaan minyak goreng di Kabupaten Bone dalam perspektif ekonomi

Islam.

D. Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup merupakan hal yang sangat penting dari suatu penelitian, untuk

menghindari melebarnya dari suatu pembahasan. Dalam penelitian ini mengkaji

strategi dinas perindustrian dan perdagangan dalam penetapan harga guna mengatasi

kelangkaan minyak goreng di Kabupaten Bone dalam perspektif ekonomi Islam.

Penelitian ini akan mengkaji dua aspek permasalahan yakni strategi penetapan harga
8

dalam mengatasi kelangkaan minyak goreng serta pandangan ekonomi Islam terhadap

strategi penetapan harga.

E. Sistematika Pembahasan

Sistematika pembahasan adalah pembagian atau pemetaan isi skripsi ke

dalam urutan bab dan sub-bab, sesuai dengan topik dan permasalahannya. Untuk

memudahkan pembahasan masalah dalam penelitian, penulis membagi ke dalam

beberapa bab yang didalamnya terdiri dari beberapa sub bab, yaitu:

Bab I Pendahuluan, pada bab ini akan dijelaskan mengenai latar belakang,

rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian

dan sistematika pembahasan.

Bab II Kajian pustaka, pada bab ini akan diuraikan kajian penelitian sebelumnya,

kajian teori, dan kerangka pikir.

Bab III Metode penelitian, pada bab ini akan dijelaskan mengenai jenis dan

pendekatan penelitian, lokasi dan waktu penelitian, data dan sumber data,

subjek dan objek penelitian, teknik pengumpulan data,teknik pengujian data,

dan teknik analisis data.

Bab IV Hasil dan pembahasan berisi tentang hasil penelitian dan pembahasan.

Bab V Penutup berisi tentang kesimpulan dan saran.