Anda di halaman 1dari 1

1.

DISKUSI 6 HUKUM ADMINISTRASI NEGARA

Persoalan yang menyangkut pengurusan keuangan Negara yang diurus langsung oleh
pemerintah yang dituangkan dalam anggaran yang sudah mendapat pertujuan legislative,
dalam realisasinya perlu mendapat control dari berbagai pihak.
Pertanyaanya :
Menurut saudara bagaimana kenyataannya sekarang ini control tersebut, baik pihak
legislative maupun pihak lainnya yang berkompeten?

Pembahasan :

Pengertian keuangan negara menurut UU No. 13 Tahun 2013 yaitu keuangan Negara adalah
hak dan kewajiban Negara yang dapat dinilai dengan uang serta segala sesuatu, berupa uang
atau barang yang dapat dijadikan milik Negara berhubungan dengan pelaksanaan hak dan
kewajiban tersebut. Unsur keuangan Negara meliputi: Anggaran Pendapatan Belanja Negara
(APBN), yaitu dalam peranannya sendiri melayani tugas pembangunan khususnya mengenai
dasar-dasar dan faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan APBN itu sendiri terhadap
struktur perekonomian suatu negara. Kebijakan-kebijakanAPBNAkibat dari kebijaksanaan
dibidang ekonomiHak dan kewajiban Negara, yaitu akibat dari kebijakan keuangan Negara
yang menimbulkan hak dan kewajiban dari oeranan suatu Negara yang mempunyai pengaruh
terhadap penerimaan dan pengeluaran Negara.Uang dan barang yang dapat dimiliki Negara,
yaitu bagian dari objek keuangan NegaraKegiatan mencari dan menggunakan dana untuk
mencapai tujuan
Keaungan yang dikelola oleh pemerintah pusat, daerah, dan badan-badan usaha lainnya.
Cara dalam control tersebut baik pihak legislative maupun pihak lainnya yang berkompeten
ialah persoalan yang terkoneksi pengurusan keuangan negara yang dikontrol langsung oleh
pemerintah yang dituangkan pada anggaran yang disetuji legislatif. Pada realisasi butuh
mendapat kontrol pada variasi pihak yang bersangkutan.
Isu-isu yang terkait dengan pengendalian langsung keuangan yang dikendalikan pemerintah
yang ditunjuk oleh anggaran yang disetujui legislatif harus dikelola oleh berbagai pemangku
kepentingan, terutama pemangku kepentingan, ketika direalisasikan. Kesepakatan yang
mencakup persetujuan atas usulan kegiatan yang diajukan oleh lembaga penegak hukum, dan
izin untuk mencari sumber pendanaan untuk mendanai kegiatan tersebut. Poin utama dari
perubahan ini adalah: Pertama, ada perubahan mendasar dalam aspek keuangan daerah. Ini
adalah adanya kekuasaan diskresi dan dana pemerataan karena kecenderungan pusat untuk
mensponsori dan mempekerjakan penduduk lokal dalam keuangan lokal. Manajemen
berkurang. Diskresi yang luas ini memungkinkan pemerintah daerah untuk mengatur
pengeluaran sesuai dengan kebutuhan dan prioritas daerah.

sumber :
UU No. 13 Tahun 2013
http://jagonyahukum.blogspot.com/2016/10/tanya-jawab-hukum-keuangan-negara.html