ANALISIS PENGARUH FUNDAMENTAL KEUANGAN, TINGKAT BUNGA SBI DAN TINGKAT INFLASI TERHADAP PERGERAKAN HARGA SAHAM Yogi

Permana1 Lana Sularto2 Mahasiswa 2 Dosen Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma 1 yogipermana31@yahoo.co.id 2 lana@staff.gunadarma.ac.id ABSTRACT
A number of relevant information is required by investors who are interested in investing their funds in a capital market, especially in the form of stocks. An efficient capital market is that market that provides all relevant information to stock prices. This information could be obtained through fundamental financial performance of emiten and macroeconomic conditions. The present study aims are to analyze the effect of fundamental financial performance, interest rate, and rate of inflation, both partially and simultaneously, on stock price changes. Object of the study were firms in cement industries listed and the Indonesia Stock Exchange (IDX). Variables of the study include stock return, price earnings ratio, book value of stock, book value of price, return on equity of fundamental financial performance, interest rate, BI rate, and stock price changes. Data from 2006 to 2008, which calculated in quarterlybased, were used in this study. Multiple linear regression analysis was applied to analyze data. Results of the study indicated that all variables understudy were found to have significant impacts on stock price changes. Key words: fundamental financial performance; BI rate; stock price changes; rate of inflation.
1

ABSTRAK
Investasi saham di pasar modal membutuhkan beberapa informasi untuk membantu para investor dalam melakukan pengambilan keputusan. Pasar modal yang efisien merupakan pasar yang mencerminkan semua informasi yang relevan terhadap harga sekuritas saham. informasi relevan tersebut dapat di peroleh dari kinerja fundamental keuangan emiten dan kondisi makro ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja fundamental keuangan dan faktor suku bunga serta inflasi secara simultan terhadap pergerakan harga saham. Penelitian ini juga dimaksudkan untuk mengetahui faktor yang mempunyai pengaruh signifikan secara parsial terhadap pergerakan harga saham kepada investor berinvestasi melalui pasar modal.. Perusahaan semen yang terdaftar di BEI menjadi objek penelitian. Variabel penelitian adalah pendapatan per saham, rasio penerimaan harga, nilai buku saham, nilai buku harga, dan pengembalian ekuitas dari fundamental keuangan. Variabel lainnya adalah kondisi ekonomi yang diwakili tingkat suku bunga SBI, tingkat inflasi, dan pergerakan harga saham. Data yang digunakan adalah periode 2006 -2008 yang dihitung secara kuartalan. Data dianalisis menggunakan model regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan semua variabel signifikan berpengaruh terhadap harga saham. Kata Kunci : Fundamental keuangan, tingkat bunga SBI, tingkat inflasi, saham

Permana, Sularto, Analisis Fundamental…

103

khususnya perusahaan yang memiliki prospek yang bagus misalnya perusaaan semen.6 %. Dalam Penelitian sebelumnya. obligasi. Pada tahun 2008 tercatat dari fundamental perusahaan semen yang baik kapitalisasi pasar yang masuk ke dalam sektor ini sebesar 46. Baik berupa tingkat suku bunga SBI yang berdampak pada naik turunnya bunga deposito yang menjadi efek pengalihan dana oleh investor keluar saham. Pangsa pasar produk rata-rata mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Lebih lanjut Suad Husnan (1998) inefisiensi terjadi ketika harga saham tidak secara penuh mencerminkan informasi yang tersedia mempengaruhi harga. kurs nilai tukar mata uang. masyarakat dapat menempatkan dana yang dimilikinya sesuai dengan karakteristik keuntungan dan risiko masing-masing instrument. pada tahun 2008 menunjukkan peningkatan dari sisi Pendapatan per Saham (PS). ekspansi. Akan tetapi bukan hanya PS saja yang dapat mempengaruhi harga saham. Hartono (2007) menyatakan dari 7 variabel yang diteliti pada kelompok 104 Jurnal Ekonomi Bisnis No. Dana yang diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk pengembangan usaha. serta kondisi sosial politik suatu negara. turun 9. Agustus 2008 .36 % dibandingkan tahun 2007 (1. kedua pasar modal menjadi sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi pada instrument keuangan seperti saham. Hal ini akan membawa dampak turunnya harga saham tersebut. Faktor yang dapat mempengaruhi ekspektasi harga saham yang biasanya dipertimbangkan oleh investor yaitu adalah kinerja fundamental keuangan perusahaan untuk menghasilkan laba. pergerakan suku bunga bank. faktor fundamental keuangan lainya yang sering dikaitkan oleh analis adalah Rasio Pendapatan Harga (RPH). dan lain-lain. Pengembalian Ekuitas (PE) dalam mempengaruhi naik turunnya harga saham suatu perusahaan. yaitu pertama sebagai sarana bagi pendanaan usaha atau sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dari masyarakat pemodal (investor). Dengan demikian. Dalam hal ini investor saham harus jeli terhadap terutama kemampuan fundamental perusahaan untuk meningkatkan laba yang merupakan faktor penting dalam pembuatan keputusan strategik perusahaan ke depan. Pasar modal dikatakan efisien jika suatu nilai surat berharga mencerminkan informasi yang berakibat langsung terhadap reaksi pasar efek tersebut.988. Pendanaan dari pasar modal yang terhimpun dan masuk ke dalam perusahaan yang menjual saham ke publik pada tahun 2008 sebesar 1. 2 Vol.059 miliar.326 miliar rupiah). Hal ini menunjukkan ada sedikit pengalihan dana keluar bursa yang dapat dipengaruhi oleh peningkatan di pasar uang.525 miliar rupiah atau 57 % dari keseluruhan total dana yang masuk ke sektor industri dasar dan kimia yang terbesar ke dua di industri kertas 13. Inflasi akan menurunkan daya beli dan penurunan nilai asset perusahaan. (RPH) yang merupakan bagian laba yang dihasilkan untuk para pemegang saham merupakan indikasi perubahan harga saham. Nilai Buku Harga (NBH). Selain tingkat suku bunga faktor inflasi yang tinggi juga memungkinkan berpengaruh terhadap harga suatu saham. Harga saham dapat juga dipengaruhi suatu kondisi diluar kinerja perusahaan yang dinamakan risiko pasar. Ini menunjukkan bahwa perusahaan semen mempunyai nilai di mata investor. Dilihat dari fundamental perusahaan. reksa dana.PENDAHULUAN Pasar modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi. Nilai Buku Saham (NBS). 13. Rasio Pendapatan Harga. penambahan modal kerja dan lain-lain. tingkat inflasi.802.

rasio penerimaan harga. NBS. 0. RPH.usaha perbankan. NBS. dan Semen Gresik (Persero) Tbk. Variabel bebas terdiri dari rasio keuangan yang terdiri dari pendapatan per saham. Rasio Pembayaran Deviden (RPD). RPH. Model regresi berganda yang diuji dalam penelitian ini adalah : Y = α + b1 X 1 + b2 X 2 + b3 X 3 + b4 X 4 + b5 X 5 + b6 X 6 + b7 X 7 + e Simbol Y menunjukkan harga saham. yaitu PS.NBH. tingkat suku bunga SBI. X3 adalah NBS. uji asumsi klasik dilakukan. dan 0. tingkat bunga. Data digunakan per triwulan. NBS. dan PE memiliki rata– rata secara berturut-turu sebesar 0. -0. Berdasarkan uraian di atas maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1. Sularto. Pengembalian Aset (PA). NBH. Sebelum model ini digunakan. Untuk mengetahui faktor manakah yang mempunyai pengaruh signifikan secara parsial terhadap pergerakan harga saham kepada investor berinvestasi melalui pasar modal di perusahaan semen yang menjual saham ke publik. dan beta. PI. α adalah konstanta. X7 adalah inflasi. Analisis Fundamental… 105 . Tabel 1 menunjukkan nilai rata-rata beberapa rasio keuangan dan variabel penelitian lainnya selama periode tahun 2006-2008. NBS. RPH. X4 adalah NBH.04081. dan pengembalian ekuitas. METODE PENELITIAN Objek penelitian yang digunakan merupakan perusahaan semen yang menjual saham ke publik dan terdaftar di BEI. X1 adalah PS. tingkat inflasi terhadap harga saham secara simultan maupun parsial Ha :Ada pengaruh PS.0606. dan tingkat inflasi. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. X2 adalah RPH.04281 dengan standar deviasi yang merupakan batas penyimpangan maksimal dari harga saham sebesar 0.PE. RPH. Perusahaan semen yang menjadi objek juga dibatasi hanya perusahaan yang masuk dikelompok industri dasar dan kimia. X6 adalah SBI. 3. NBS. Objek penelitian ini dengan memperhatikan batasan di atas adalah perusahaan Holcim Indonesia Tbk. RPH.80742. Konstanta b1-7 merupakan koefisien regresi. ℮ adalah kesalahan pengganggu. Herviananda (2007) menggunakan 10 variabel bebas. NBH. PE. Variabel PS. yaitu PS.PE. Hipotesis yang diuji adalah: Ho :Tidak Ada pengaruh PS. nilai buku saham. tingkat bunga. Pengembalian Investasi (PI). Standar deviasi masing-masing variabel Permana.3356. NBH. autokolerasi. Rata-rata harga saham triwulan sebesar 0.NBH. dan heteroskedastisitas variabel penelitian. Rasio Pinjaman terhadap Ekuitas (RPE).79572. Variabel penelitian terdiri dari satu variabel terikat (Y) dan delapan variabel bebas (X). Variabel terikat adalah pergerakan harga saham kuartalan. tingkat inflasi terhadap harga saham secara simultan maupun parsial Model regresi berganda digunakan untuk menguji hipotesis. PE dan beta. HASIL DAN PEMBAHASAN Rasio keuangan dihitung dari laporan keuangan. dengan menguji multikolinearitas. X5 adalah PE.209811. nilai buku harga. Untuk mengetahui apakah kinerja fundamental keuangan dan faktor suku bunga serta inflasi secara simultan mempunyai pengaruh nyata (signifikan) terhadap pergerakan harga saham perusahaan semen yang yang terdaftar di BEI 2.

PE. dan PE terhadap harga saham sudah dibuktikan oleh lebih dulu oleh Hartono (2007). tingkat suku bunga SBI. Hartono (2007) menemukan bahwa secara simultan semua variabel tersebut mempengaruhi harga saham. dan beta berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham.561. 2 Vol.00292 Std. Tabel 1.749. Dengan demikian. 0.004013 . yakni 54.209811 3. NBH.74966. tingkat inflasi. sedangkan secara parsial hanya PS. dan Herviananda (2007).79572 -.215992. Pengaruh semua variabel keuangan. dan tingkat inflasi secara bersama-sama terhadap pergerakan harga saham dapat dilihat dari koefisien determinasi. tingkat suku bunga. NBS. Menggunakan koefisien determinasi yang disesuaikan dapat dinyatakan bahwa pergerakan harga saham dapat dijelaskan variasi yang terjadi pada PS. NBS. RPH. NBH dan RPD yang signifikan secara statistik.0606 . NBS. PE dan tingkat bunga SBI serta tingkat inflasi memiliki pengaruh terhadap harga saham perusahaan semen secara kuat.74966 . menyimpulkan bahwa secara simultan PS. tingkat suku bunga. PA.secara berturut-turut adalah 3. NBH. NBH. NBS. Koefisien korelasi berganda antara variabel bebas dengan variabel terikat adalah sebesar 0. RPH. Rahayu (2003) menunjukkan jika suku bunga naik 1% maka dapat menurunkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 12. dan harga saham dapat dilihat pada Tabel 2. Agustus 2008 . PI. dan besarnya adalah 43. kontribusi variabel terhadap harga saham lebih baik menggunakan koefisien determinasi yang disesuaikan.04081 3.1% variasi yang terjadi pada harga saham dapat dijelaskan oleh variasi yang terjadi pada PS. tingkat suku bunga. NBS. PE.97462. 0. tingkat suku bunga.1%.00667 dengan standar deviasi 0. Rata-rata tingkat bunga SBI sebesar -0. RPD. Pengaruh secara simultan PS. PE.9 %. sedangkan selebihnya. NBS. Herviananda (2007) dengan 64 perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitiannya selama periode 2006 – 2007.3356 . Lebih jauh. Deviasi . NBH. RPH. Hal ini juga menunjukkan bahwa ada faktor lain yang memberikan kontribusi pada perubahan harga saham.80742 -. harga saham dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam model penelitian. dan tingkat inflasi sebanyak 45.04281 . 2. maka PS. karena persamaan regresi menggunakan lebih dari satu variabel. tetapi hanya NBS dan NBH secara parsial yang signifikan mempengaruhi harga saham. PA. RPH. PE. 13.00667 -. dan tingkat inflasi. RPH. Statistik Deskriptif HS PS RPH NBS NBH PE SB TI Rata-rata .073603 .00292 dengan standar deviasi 0. Koefisien determinasi sebesar 0. NBH. dan tingkat inflasi dengan pergerakan harga saham adalah kuat.9%. 106 RPH.073603.004013. dan 4. Tingkat inflasi memiliki ratarata sebesar -0. artinya 56. NBS.215992 2.221943.97462 4. NBH.047356 . Angka ini menunjukkan hubungan secara bersama-sama PS. RPE.047356.3% dan menurunnya inflasi sebesar 1% akan Jurnal Ekonomi Bisnis No.221943 N 36 36 36 36 36 36 36 36 Ringkasan model hubungan semua variabel keuangan yang terpilih.

749(a) . RPH. Permana.115 dengan signifikansi probabilitas sebesar 0. PE. Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji F) ANOVA(b) Sum of df Mean Square Squares Regression .05 ( 5 % ) dan Ftabel (0. NBS. TI. Kedua variabel (suku bunga dan inflasi) dibuktikan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Karena tingkat sig probabilitas lebih kecil dari 0. Hasil uji F disajikan pada Tabel 3. Error of Model R R Square Square the Estimate Durbin-Watson 1 . PE. PS.024 Total 1.541 35 a Predictors: (Constant).451 . TI. Jadi perubahan pasar akan mempengaruhi variabilitas pengembalian suatu investasi (kondisi makro).124 Residual . Tingkat suku bunga SBI dan kurs terbukti mempengaruhi risiko sistematis saham namun hasilnya tidak konsisten pada dua karakteristik industri yang berbeda. NBH. Sularto.88%. SB b Dependent Variable: HS Pengaruh simultan variabel PS. SB b Dependent Variable: HS Model 1 F 5. NBH. PS. RPH. Ringkasan Model(b) Adjusted R Std. tingkat suku bunga. Analisis Fundamental… 107 .05. Output uji.7.863 a Predictors: (Constant).36 dengan kondisi dimana nilai F hitung lebih besar dari F tabel (F hitung > F table) maka kesimpulan yang dapat diambil adalah menolak HO.561 .115 Sig. Penelitian oleh Riyatno (2007) menunjukkan bahwa risiko sistematis (risiko pasar) merupakan risiko yang berkaitan dengan perubahan yang terjadi di pasar secara keseluruhan. NBS. PE dan tingkat bunga SBI serta inflasi secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham sehingga hipotesis 1 di terima. Pada perusahaan manufaktur. TABEL 3. NBS.001(a) Dari hasil uji anova didapatkan bahwa nilai F hitung sebesar 5. NBS. hanya kurs yang mempengaruhi risiko saham sedangkan pada perusahaan bukan manufaktur suku bunga SBI yang mempengaruhi risiko sistematis saham. yakni untuk melihat pengaruh dari seluruh variabel bebas terhadap variabel terikat.menurunkan IHSG sebesar 0. Akibatnya minat investor akan berpindah dari saham ke deposito. Uji pengaruh parsial dilakukan menggunakan uji t. .155394 1. PE. Atau dengan kata lain PS. RPH. NBH.28) adalah 2. Selain itu hasil menunjukkan bahwa hubungan antara suku bunga SBI dan risiko sistematis saham adalah negatif. Tabel 2.865 7 . RPH. yang merupakan koefisien regresi secara parsial dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil ini berbeda dengan penjelasan yang semestinya yaitu jika suku bunga naik maka pengembalian investasi yang terkait dengan suku bunga (misal deposito) juga akan naik. Uji F merupakan pengujian terhadap koefisien regresi secara bersama-sama. disajikan pada Tabel 4. Menolak H0 berarti koefisien korelasi signifikan secara statistik.676 28 . NBH.001. dan tingkat inflasi terhadap harga saham diukur menggunakan uji F.

Koefisien kemiringan NBS sebesar 0.484 SB − .482 .016 dengan nilai t hitung 1.551 . Agustus 2008 . terlihat bahwa t hitung < t tabel maka kesimpulan yang diambil menerima HO yang berarti koefisien konstanta tidak signifikan secara statistik.404 dengan nilai t hitung -2. Koefisien kemiringan PS sebesar 0. Koefisien kemiringan PE sebesar 0.001. Jika dibandingkan dengan nilai t hitung “konstanta”.484 dengan nilai t hitung -1.164 Standardized Coefficients Beta .603 dan nilai sig sebesar 0.484 -.449. 13.689.484 PE − . Error .491 .325.428 -3.467 .108 .35) 1.170 -.596 -.699 -1.116 NBH − .441 dengan nilai t hitung -0.116 dengan nilai t hitung 3.004 -. PE.004 PE − .208 -.441 .006 -.006 PS − . juga naiknya inflasi sebesar 1% akan menurunkan harga saham sebesar 40.449 . juga naiknya PE sebesar 1% akan menurunkan harga saham sebesar 0.003 dan nilai sig sebesar 0.404 a Dependent Variable: HS Dari tabel uji t di atas koefisien regresi memperlihatkan nilai koefisien konstanta sebesar -0. Untuk nilai t tabel sebesar t tabel (0.004 dengan nilai t hitung -0.699 dan nilai sig sebesar 0. Namun tidak demikian dengan NBH dan PS dimana naiknya NBH sebesar 1% akan 108 Jurnal Ekonomi Bisnis No. terbukti bahwa setiap variabel independen mempunyai pengaruh terhadap harga saham tetapi peranan variabel independen yang paling besar dalam mempengaruhi perubahan harga saham adalah variabel NBH (0. inflasi adalah konstan maka harga saham akan turun dengan perubahan sebesar 33% yang ditunjukkan dari nilai konstanta.083 -. PE. Koefisien kemiringan tingkat inflasi sebesar -0. Berdasarkan koefisien regresi.005 . Demikian juga naiknya NBS sebesar 1% akan menurunkan harga saham sebesar 44.574 .596 dan nilai sig sebesar 1.122 . suku bunga. Koefisien kemiringan RPH sebesar -0.1%. B -.05. juga naiknya suku bunga sebesar 1% akan menurunkan harga saham sebesar 48. Koefisien kemiringan NBH sebesar 0.4%.331 .008 . atau sebaliknya.404TI Bila perubahan dari PS.441NBS + . NBS.325 .22. NBS.537 -.684 dan nilai sig sebesar 0.005.003 -2. Hasil Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji t) Coefficients(a) Model 1 (Constant) PS RPH NBS NBH PE SB TI Unstandardized Coefficients Std.016 -.016 RPH − .551.010 .020.603 -1.072 dan nilai sig sebesar 0.467 dan nilai sig sebesar 0.684 -. atau sebaliknya.072 .099 .6%. Koefisien kemiringan tingkat bunga SBI sebesar 0.031 . NBH.4%. Ini berarti kenaikan RPH sebesar 1% dapat menurunkan harga saham sebesar 1. suku bunga dan inflasi mempunyai hubungan negatif terhadap harga saham tetapi tidak demikian dengan PS dan NBH yang justru mempunyai hubungan positif.767 dan nilai sig sebesar 0.001 .116) Selain itu RPH.006 dengan nilai t hitung 0. RPH.4%. 2 Vol. Model persamaan regresi berdasarkan analisis regresi di atas adalah Y = −.116 -.491.090 -.020 t Sig.331 dengan t hitung -3.007 .Tabel 4.767 3.331 + .

dan tingkat inflasi) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. Yogyakarta : ANDI Yogyakarta. diketahui bahwa kedua variabel variabel bebas yaitu hanya NBH yang memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham. 661673. J. D.6% nilai buku harga. E. terbukti bahwa setiap variabel bebas mempunyai pengaruh terhadap harga saham.4% tingkat suku bunga SBI. yang belum dimasukkan dalam model penelitian ini. Sularto. Fakhrudin.” Journal of Banking and Finance. Vol. Sedangkan pendapatan per saham dan nilai buku harga mempunyai hubungan positif terhadap harga saham. “Modeling Mean Reversion of Asset Prices Towards Their Fundamental Value. 1995. penelitian yang lebih panjang dengan tujuan untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Saran 1 Penelitian berikutnya diharapkan dapat menggunakan periode Permana. rasio pendapatan harga. pp. Dari hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan 1 Berdasarkan pengujian secara bersama-sama. Tjiptono dan Hendy M. nilai buku harga. Vol. atau sebaliknya. nilai buku saham. 19. Rasio pendapatan harga. Analisis Fundamental… lahan (a) sebesar 5%. Darmadji. 24. “Stock Prices. 4% pengembalian ekuitas. tingkat suku bunga SBI dan tingkat inflasi mempunyai hubungan negatif terhadap harga saham. and Okunev. 3967. Penelitian berikutnya diharapkan memasukkan variabel-variabel independen lain yang berpengaruh terhadap variabel dependen. 8. 43. ‘‘Changes in The ValueRelevance of Earnings and Book Values Over the Past Forty Years. R. I. Collins. Earning. Chiang. pengembalian ekuitas. dan 11. tingkat bunga SBI. Andweiss.’’ Journal of Accounting and Economics.. pp. R. Pedoman Praktis Memahami Laporan Keuangan.6%. and Expected Dividends. pp. 2005. and Shiller. 2 Berdasarkan pengujian secara parsial. diketahui bahwa ketujuh variabel bebas (pendapatan per saham. Liu. demikian juga meningkatnya PS sebesar 1% akan meningkatkan harga saham 0.” Journal of Finance. Jika harga saham naik 1% maka akan menurunkan masing – masing 16% rasio pendapatan harga. 109 .6%. 2 DAFTAR PUSTAKA Campbell. Jakarta : Salemba Empat. menunjukkan bahwa secara terpisah (parsial) terbukti hanya NBH yang menunjukkan pengaruh secara signifikan terhadap harga saham kelompok perusahaan semen di BEI.4 % tingkat inflasi dan sebaliknya. 1997. 1327-1340. Pendekatan Tanya Jawab. Maydew. Berdasarkan derajat kesaKESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan koefisien regresi. 2006. No. Darsono dan Ashari. Vol.Y. Pasar Modal di Indonesia. atau sebaliknya. Jika harga saham naik 1% maka akan menaikan masing– masing 6% PS. pengembalian ekuitas.1% nilai buku saham. 40. nilai buku saham. 48. Karena masih terdapat veriabel independen lain yang mungkin juga berpengaruh terhadap harga saham selain ketujuh variabel diatas. 44. No.meningkatkan harga saham sebesar 11. 3. P. J. 1988. pada perusahaan-perusahaan Semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Suad. 5 No. 13. 2002. Gallizo. S. Gorden. Vol. Investasi. 1997. Komaruddin. 1105-21. Pengaruh Suku bunga Sertifikat Bank Indonesia dan nilai kurs terhadap Risiko Sistematik saham perusahaan di BEJ. jurnal keuangan dan bisnis. and Nyquist. 3. Manajemen Edisi Ketiga. 661-87. Ahmad. 2007. Review of Quantitative Finance and Accounting. pp. 2003.L and Salvador. Basic Econometrics. Keuangan. Pengaruh Suku Bunga dan Nilai tukar Rupiah terhadap IHSG. Jakarta : PT Elexmedia Komputindo. pp. S.1997. 2006. Fama. Edisi Indonesia. 13. Vol. Riyatno.1996.’’ Contemporary Accounting Research. 4457. Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas. Agus. Vol. “Dividends Yields and Expected Stock Prices. Universitas Gunadarma Husnan. Yogyakarta : BPFE Yogyakarta. Jakarta : Rineka Cipta. Yogyakarta : BPFE Sharpe. 2007. S. ‘‘Earnings. pp. Liedtka.’’ Journal of Business Finance and Accounting. 268-278. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Gujarati. Vega. Dasardasar Manajemen Iinvestasi. Penulisan Ilmiah. Ghozali. Vol. 41-61. (1999). vol 5 tahun 2007 Santoso. Skripsi. Harris. Book Values. 2 Vol. SPSS Statistik Parametrik. and Ohlson. King. (1987). Is Bobi Tri. 2005. ‘‘Net value added and earnings determination’’. Edisi Pertama.R.” Journal of Financial Economics. 651-70. Vol. M. 1996. 14. Skripsi. Hartono. LXV. I. K. ‘‘Accounting Disclosures and the Market Valuation Of Oil and Gas Properties’’. Universitas Gunadarma Hartono. Yogyakarta : BPFE Yogyakarta. ‘‘The Value Relevance of Environmental Performance. L. “Common Stochastic Trends and Convregence of European Union Stock Markett.. Agustus 2008 .Eduardus.S. 393-9. Vol. 2001. Damodar N. pp. 2000. October. and French. 2007. Cetakan Pertama. pp. pp. “ Share Prices and Accounting Variables: A Hierarchical Bayesian Analysis. Herviananda. T. Tandeling. J.” Review of Accounting and Finance. Bailey Jeffrey V. The Accounting Review. Vol. 2006. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. N. 11. Hassel. A.’’ European Accounting Review. 29. 1.2001. Singapore : McGraw-Hill Book Co. pp. J. 2001.. Edisi Ketiga. William F. Third Edition. Alexander. pp. 1995. Muji Utami. 1995. 22. Sartono. Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio. Yogyakarta : UPP AMP YKPN. Analisis fundamental dan risiko sistematik terhadap harga saham industri barang konsumsi di BEI. and Serletis. E. 1988. Analisis fundamental dan risiko sistematik terhadap harga saham bank BUMN di bursa efek Jakarta. Jakarta : Prenhallindo 110 Jurnal Ekonomi Bisnis No. and Dividends in Equity Valuation.” The Manchester School. Henrik. No. M. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.2003. Jogiyanto. ‘‘The Information Content of Non Financial Information Performance Measures in the Airline Industry. 325. J. Ohlson. Rahayu. A. J. Universitas Gunadarma Riahi-Belkaoui.

The Accounting Review.Fred dan Thomas E. Sudarmanto. Vol. J. R. Yogyakarta: BPFE. Stewart. Widiatmodjo. K. and Chow. Vol. Cambridge. and Chan. Wasana. Edisi Kedelapan. Jilid 1. Cara Sehat Investasi Manajemen Portfolio. 2000. Performance Measurement and Management Incentive Compensation. (1989). July. 374-387. G. Manajemen Keuangan. MA. Jakarta :Erlangga. D. 20.B. Sloan. 339-46. 71. Liao.F. Yogyakarta : Graha Ilmu. J dan Kirbrandoko (Penterjemah). pp. 4. Analisis Regresi Linier Ganda dengan SPSS. Copeland. (Eds). 2005. G.H. Analisis Fundamental… 111 . Stewart. 289-315.G. in Stern. Permana.M. “Mean Reversion of Singapore Property Stock Prices Towards Their Fundamental Values. 1999.” Journal of Property Investment band Finance. No.Sing..B. Cetakan Pertama. Sularto. Jakarta : Binarupa Aksara. T.. J. (1996).H. S. pp. 1998.. 2002. Manajemen Keuangan. Weston. Ballinger Publi- shing Company. pp. Gunawan. W-J. ‘‘Do stock prices fully reflect information in accruals and cash flows about future earnings?’’. R.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful