Anda di halaman 1dari 5

Visi dan Misi

VISI, MISI, STRATEGI DAN PROGRAM DIREKTORAT PENGAWASAN NORMA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Direktorat Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja mempunyai Visi, Misi, Strategi dan Program berdasarkan Keputusan Direktorat Jenderal Pembinaan dan Pengawasan Ketenagakerjaan No.:KEP.02/DJPPK -PNK3/X/2009 tentang Kebijakan Direktorat Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja Tahun 2010 - 2014, yaitu :
VISI Indonesia Berbudaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja Tahun 2015 MISI
1. Meningkatkan pelaksanaan pembinaan dan pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja; 2. Meningkatkan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja; 3. Meningkatkan peran serta pengusaha, tenaga kerja dan masyarakat untuk mewujudkan kemandirian dalam pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja.

STRATEGI

1.

Menyusun dan meningkatkan kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja;

2.

Meningkatkan Sumber Daya Manusia di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja;

3.

Meningkatkan sarana dan prasarana pembinaan dan pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja;

4.

Meningkatkan pembinaan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja;

5.

Meningkatkan jejaring kerja dan peran serta instansi, lembaga, personil dan pihak-pihak terkait.

PROGRAM

1.

Penyusunan dan penyempurnaan norma, standar, pedoman dan kriteria;

2.

Peningkatan kuantitas dan kualitas pengawas di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja;

3.

Peningkatan kuantitas dan kualitas Ahli K3, dokter, personil, petugas, teknisi, operator di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja;

4.

Peningkatan kuantitas dan kualitas pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja bagi pengusaha, tenaga kerja dan masyarakat;

5.

Peningkatan kuantitas dan kualitas perusahaan/ lembaga / badan bidang jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

6.

Peningkatan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pembinaan,pemeriksaan dan pengujian K3;

7.

Peningkatan pembinaan dan penilaian penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja;

8.

Peningkatan penilaian dan pemberian penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja;

9.

Peningkatan kerjasama dengan instansi, institusi, lembaga, asosiasi dan pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan pembinaan dan

k r ;

0 Peningk

n ker

deng n ins nsi,

,ins itusi, lemb g K

di tingk t nasional

dan internasional dalam rangka pengembangan pelaksanaan kesela matan dan kesehatan ker a.

tU

Fi

,F

P |667 Hit

Struktur

rg

ep

kertr

K3

ep

kertr

Prim k ry


g s k s d k s



 

      



 #! "   $ $ $ "!  

ilas T n an K3

Keselamatan dan kesehatan kerja secara filosofi diartikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budayanya menuju masyarakat adil dan m akmur. Sedangkan pengertian secara keilmuan adalah suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tidak dapat dipisahkan dengan proses produksi baik jasa maupun industri. Perkembangan pembangunan setelah Indonesia merdeka menimbulkan konsekuensi meningkatnya intensitas kerja yang al tersebut juga mengakibatkan pula meningkatnya resiko kecelakaan. mengakibatkan meningkatnya tuntutan yang lebih tinggi dalam mencegah terjadinya kecelakaan yang beraneka ragam bentuk maupun jenis kecelakaannya. Sejalan dengan perkembangan pembangunan yang dilaksanakan tersebut maka disusunlah

UU No. 14 tahun 19 9 tentang Pokok -Pokok Mengenai Tenaga Kerja yang selanjutnya mengalami perubahan menjadi UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dalam pasal 8 UU No. 13 tahun 2003, dinyatakan bahwa setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja, moral dan kesusilaa n dan perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat serta nilai -nilai agama.