Anda di halaman 1dari 12

PERJANJIAN KERJASAMA

PENGADAAN BARANG (EQUIPMENT)


ANTARA
PT ………………………………….
DENGAN
PT …………………………………….
No. …………………………………
No. …………………………………

Pada hari ini, hari ……………., tanggal …………………. bulan ………….. tahun ……….., telah
diadakan Perjanjian Kerjasama Pengadaan Barang ( Equipment), oleh dan antara pihak-
pihak sebagai berikut: ------------------------------------------------------------------------------

1. Nama :
Kewarganegaraan :
Jabatan : Direktur PT ………
Alamat : Jl.

dalam hal ini bertindak dalam jabatannya tersebut diatas, dari dan selaku demikian
sah mewakili PT …………………………. selaku Pembeli selanjutnya disebut “PIHAK
PERTAMA”. -------------------------------------------------------------------------------------

2. Nama :
Kewarganegaraan :
Jabatan :
Alamat :
dalam hal ini bertindak dalam jabatannya tersebut diatas, dari dan selaku demikian
sah mewakili PT ……………………………… selaku Penjual selanjutnya disebut
“PIHAK KEDUA”. ------------------------------------------------------------------------------

(PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama selanjutnya akan disebut
sebagai “PARA PIHAK”.)--------------------------------------------------------------------------

PARA PIHAK bertindak dalam kedudukan mereka masing-masing sebagaimana


tersebut di atas, dengan ini menerangkan terlebih dahulu bahwa:--------------------------
1. PIHAK PERTAMA adalah suatu perusahaan yang didirikan dan tunduk pada
peraturan-peraturan dan hukum yang berlaku di wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia yang kegiatan usahanya bergerak dalam bidang industri …………..;- - - -
2. PIHAK PERTAMA berkehendak untuk mengadakan proyek pengadaan barang yang
berguna dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas Perusahaan sebagaimana
diterangkan dan dijelaskan lebih lanjut dalam Perjanjian Kerjasama Pengadaan
Barang (Equipment) ini;------------------------------------------------------------------------
3. PIHAK KEDUA adalah suatu perusahaan yang didirikan dan tunduk pada peraturan-
peraturan dan hukum yang berlaku di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
yang kegiatan usahanya bergerak dalam bidang …………………………
4. PIHAK KEDUA memiliki kemampuan dan keahlian serta ijin-ijin yang diperlukan
untuk pelaksanaan proyek pengadaan barang (equipment) tersebut, sehingga
dengan ini PIHAK KEDUA berkehendak untuk membantu PIHAK PERTAMA dalam
penyelesaiannya.--------------------------------------------------------------------------------

Berhubung dengan hal-hal tersebut di atas, selanjutnya PARA PIHAK tetap bertindak
dalam kedudukan mereka seperti tersebut di atas menerangkan bahwa dengan ini
telah saling setuju dan sepakat untuk mengadakan suatu Perjanjian Kerjasama
Pengadaan Barang (Equipment), yang selanjutnya akan disebut dengan “Perjanjian”,
dengan ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat sebagai berikut: ---------------------------

-----------------------------------------------PASAL 1-----------------------------------------------
--------------------------------JANJI DAN PENGIKATAN DIRI--------------------------------
PIHAK PERTAMA dengan ini berjanji dan mengikatkan diri untuk menyerahkan
pelaksanaan proyek pengadaan barang ( equipment) kepada PIHAK KEDUA, dan PIHAK
KEDUA dengan ini berjanji dan mengikatkan diri untuk menerima pengerjaan proyek
pengadaan barang (equipment) tersebut hingga selesai sampai barang tersebut dapat
digunakan oleh PIHAK PERTAMA dan membantu dalam peningkatan kualitas dan
produktivitasnya.-------------------------------------------------------------------------------------

-----------------------------------------------PASAL 2-----------------------------------------------
-----------------------------------------RUANG LINGKUP-----------------------------------------
Ruang lingkup kerjasama dalam proyek pengadaan barang ini, adalah setiap proses
pengerjaan barang (equipment) yang dibutuhkan oleh PIHAK PERTAMA dengan
pelaksanaan kerja sesuai deskripsi dan spesifikasi teknis yang disampaikan PIHAK
PERTAMA kepada PIHAK KEDUA, mulai dari awal sampai selesai. PIHAK KEDUA wajib
memberikan design awal atas barang (equipment) paling lambat 14 (hari) hari
kalender setelah deskripsi dan spesifikasi teknis tersebut disampaikan oleh PIHAK
PERTAMA, dan memulai pengerjaan setelah Purchase Order (PO) dikeluarkan oleh
PIHAK PERTAMA.-------------------------------------------------------------------------------------

-----------------------------------------------PASAL 3-----------------------------------------------
--------------------------------DESKRIPSI DAN SPESIFIKASI--------------------------------
Deskripsi dan spesifikasi teknis dalam proyek pengadaan barang ( equipment) ini akan
dijelaskan lebih lanjut oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dalam lampiran
tersendiri dan merupakan satu bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian, dan
disebut dengan “Lampiran 1 Deskripsi dan Spesifikasi Teknis”.-----------------------

-----------------------------------------------PASAL 4-----------------------------------------------
--------------KUANTITAS DAN HARGA PROYEK PENGADAAN BARANG--------------
Kuantitas dan harga proyek pengadaan barang ( equipment) ini akan dijelaskan lebih
lanjut dalam lampiran tersendiri dan merupakan satu bagian yang tidak terpisahkan
dari Perjanjian ini, dan disebut dengan “Lampiran 2 Kuantitas dan Harga Proyek”.
Barang (equipment) yang dimaksud dalam pasal ini baik masing-masing maupun
bersama-sama selanjutnya akan disebut sebagai " EQUIPMENT".--------------------------
-----------------------------------------------PASAL 5-----------------------------------------------
-----------------JANGKA WAKTU PROYEK PENGADAAN EQUIPMENT-----------------
1. Proyek pengadaan EQUIPMENT ini dilangsungkan dalam jangka waktu 12 (dua
belas) minggu, terhitung mulai dari tanggal dikeluarkannya Purchase Order (PO).
2. Apabila EQUIPMENT tersebut tidak dapat diselesaikan dalam jangka waktu tersebut
dalam ayat 1 pasal ini, maka PIHAK KEDUA wajib membayar denda
keterlambatan sebesar 1% (satu persen) per hari, dihitung dari keseluruhan
nilai harga proyek sebagaimana disebutkan dalam Lampiran 2 Kuantitas dan Harga
Proyek ini dengan jumlah agregat tidak melebihi 100% dari keseluruhan nilai harga
proyek.--------------------------------------------------------------------------------------------

-----------------------------------------------PASAL 6-----------------------------------------------
---------------------------------------CARA PEMBAYARAN---------------------------------------
3. Harga EQUIPMENT sebagaimana tersebut dalam Lampiran 2 Kuantitas dan Harga
Proyek, wajib dibayar PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dalam jangka waktu
30 (tiga puluh hari) setelah invoice diterima oleh PIHAK KEDUA.------------------------
4. Invoice dikeluarkan oleh PIHAK KEDUA setelah EQUIPMENT tersebut diterima,
telah terpasang dan dapat digunakan oleh PIHAK PERTAMA sesuai fungsinya
sebagaimana telah ditetapkan oleh PIHAK PERTAMA dan telah disepakati bersama
dalam Perjanjian ini.-----------------------------------------------------------------------------
5. Jumlah harga proyek pengadaan EQUIPMENT tersebut di atas sudah termasuk
segala biaya dan resiko yang mungkin timbul atas pengiriman dan pengangkutan
EQUIPMENT dari tempat PIHAK KEDUA ke lokasi kerja PIHAK PERTAMA.-------------
6. Segala pajak yang mungkin timbul dengan dilaksanakannya Perjanjian ini, akan
mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di wilayah
Negara Kesatuan Repubik Indonesia.--------------------------------------------------------

-----------------------------------------------PASAL 7-----------------------------------------------
-----------------------------------NEGARA ASAL PRODUSEN-----------------------------------
Negara asal produsen EQUIPMENT ini adalah

-----------------------------------------------PASAL 8-----------------------------------------------
-------------------------------------------PENGIRIMAN-------------------------------------------
Pengiriman EQUIPMENT tersebut, mulai dari tempat PIHAK KEDUA sebagai produsen
menuju ke tempat PIHAK PERTAMA menggunakan ketentuan-ketentuan sebagai
berikut:
1. Pelabuhan Pengiriman :
2. Pelabuhan Tujuan :
3. Metode Pengiriman :
4. Tanggal Pengiriman :
5. Tanggal Kedatangan :
6. Asuransi :
7. Lainnya :
8. Lokasi : Jl.
-----------------------------------------------PASAL 9-----------------------------------------------
----------------------------------KETENTUAN PENGIRIMAN----------------------------------
1. PIHAK KEDUA wajib menginformasikan kepada PIHAK PERTAMA melalui fax atau
email terkait deskripsi EQUIPMENT, jumlah, berat kotor, jumlah faktur, jumlah
kemasan karton, nama kapal, dan tanggal pengiriman dalam jangka waktu 48
(empat puluh delapan) jam setelah pengiriman dilakukan oleh PIHAK KEDUA.-------
2. Dalam hal setiap bagian EQUIPMENT mencapai berat lebih dari 20 ton, dan dengan
dengan dimensi panjang 12 meter, lebar 2,7 meter dan tinggi 3 meter, maka
PIHAK KEDUA wajib menyediakan rincian gambar packing yang menunjukkan
ukuran dan berat kepada PIHAK PERTAMA 2 hari sebelum pengiriman ( shipment).-
3. Apabila PIHAK KEDUA tidak memenuhi ketentuan PASAL 8 ayat 1 dan 2 ini
sehingga mengakibatkan PIHAK PERTAMA tidak dapat mengasuransikan
pengiriman EQUIPMENT ini tepat waktu, maka segala resiko yang mungkin timbul
atas EQUIPMENT tersebut menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA sepenuhnya,
dan segala kerugian dan potensi kerugian yang dialami PIHAK PERTAMA, akan
diganti rugi sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA.------------------------------------------------
4. Segala biaya dan pengeluaran lainnya untuk bongkar-muat EQUIPMENT di
pelabuhan tujuan, wajib ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA.-----------------

----------------------------------------------PASAL 10----------------------------------------------
----------------------------------------------PACKING----------------------------------------------
EQUIPMENT wajib dikemas dengan benar dan aman oleh PIHAK KEDUA agar
EQUIPMENT tersebut tetap aman dalam pengirimannya melalui transportasi laut dan
transportasi darat jarak jauh, sampai EQUIPMENT tersebut tiba di lokasi kerja PIHAK
PERTAMA dalam kondisi sebagaimana PIHAK KEDUA mengirimkannya, yaitu dalam
keadaan baik, aman, tanpa rusak oleh kelembaban air, korslet ( shock), karat,
penanganan yang kasar atau akibat lainnya. PIHAK KEDUA wajib bertanggung jawab
secara penuh atas segala resiko terhadap EQUIPMENT tersebut, baik berupa kerugian
langsung ataupun tidak langsung atau kerusakan yang disebabkan oleh kemasan yang
tidak tepat atau tidak sesuai fungsinya.----------------------------------------------------------

----------------------------------------------PASAL 11----------------------------------------------
----------------------------------------DOKUMEN TEKNIS----------------------------------------
1. Satu set dokumen teknis yang berisi daftar berikut, harus dikemas dan dikirim
bersama dengan EQUIPMENT, yaitu:---------------------------------------------------------
a). Gambar Desain Dasar;---------------------------------------------------------------------
b). Instruksi koneksi, diagram sirkuit, diagram sambungan barometrik/hidrolik;-----
c). Daftar komponen;---------------------------------------------------------------------------
d). Petunjuk pemasangan, pengoperasian, dan perbaikan;-------------------------------
e). Pemeliharaan dan perbaikan rincian layanan dan waktu respon.--------------------
2. PIHAK KEDUA wajib mengirim dokumen teknis yang tercantum dalam pasal ini
melalui pos surat terdaftar kepada PIHAK PERTAMA dalam waktu 30 (tiga puluh)
hari setelah Proyek pengadaan EQUIPMENT ini dilaksanakan, apabila PIHAK
KEDUA tidak memenuhinya, maka PIHAK PERTAMA berhak untuk menangguhkan
pembayaran yang jatuh tempo.---------------------------------------------------------------

----------------------------------------------PASAL 12----------------------------------------------
--------------------------------------JAMINAN / GARANSI--------------------------------------
PIHAK KEDUA dengan ini memberikan jaminan bahwa:---------------------------------------
1. EQUIPMENT dan pengoperasiannya, dibuat sesuai dengan deskripsi dan spesifikasi
untuk mencapai dan memenuhi maksud tujuan sebagaimana disepakati dalam
Lampiran 1 Deskripsi dan Spesifikasi Teknis yang merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari Perjanjian ini; ---------------------------------------------------------------
2. EQUIPMENT dan semua bagiannya wajib terbebas dari :---------------------------------
i) Cacat dalam materi dan pengerjaan; dan ----------------------------------------------
ii) Cacat karena desain (kecuali desain tersebut ditentukan oleh PIHAK PERTAMA).
3. Apabila EQUIPMENT atau bagian daripadanya, tidak memenuhi salah satu atau
semua jaminan di atas, maka untuk setiap saat sebelum masa kadaluwarsa
berakhir (atas permintaan PIHAK PERTAMA selaku Pembeli), dilakukan pekerjaan
perbaikan atas EQUIPMENT tersebut, dengan segala biaya perbaikan yang mungkin
timbul menjadi kewajiban yang ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA selaku
Penjual, dengan segera melakukan :---------------------------------------------------------
a) perbaikan EQUIPMENT atau bagiannya, di tempat instalasi (apabila diperlukan)
untuk memenuhi jaminan sebelumnya; atau ------------------------------------------
b) memindahkan EQUIPMENT atau bagiannya dari tempat instalasi dengan tujuan
untuk:-----------------------------------------------------------------------------------------
i) menukar atau memperbaikinya, sejauh yang diperlukan untuk memenuhi
jaminan di atas dan instalasi ulang pada tempatnya, atau ----------------------
ii) menyelesaikan dan memasang EQUIPMENT di tempat yang telah ditentukan
untuk memenuhi jaminan sebelumnya dan segala ketentuan lainnya yang
termaktub dalam Perjanjian ini.------------------------------------------------------
4. Apabila perbaikan EQUIPMENT tidak selesai dalam jangka waktu 30 (tiga puluh)
hari sejak dimulainya perbaikan untuk pertama kali, baik dilakukan di lokasi PIHAK
PERTAMA atau dikembalikan kepada PIHAK KEDUA, maka PIHAK KEDUA akan
dikenakan biaya liquidasi kerusakan sebesar 0,5% (nol koma lima persen)
per hari, dihitung dari keseluruhan nilai harga proyek sebagaimana disebutkan
dalam Lampiran 2 Kuantitas dan Harga Proyek ini dengan jumlah agregat tidak
melebihi 100% dari keseluruhan nilai harga proyek .--------------------------------------
5. Apabila PIHAK KEDUA selaku Penjual tidak dapat memenuhi ketentuan ayat 3 item
a) atau b) pasal ini, maka PIHAK PERTAMA selaku Pembeli memiliki hak untuk
melakukan perbaikan secara langsung dan segera atas EQUIPMENT tersebut,
dengan biaya yang dibebankan sepenuhnya kepada PIHAK KEDUA yang wajib
dibayarkan kepada PIHAK PERTAMA atau vendor-nya, paling lambat dalam waktu
30 (tiga puluh) hari setelah diterimanya faktur.--------------------------------------------
"masa kadaluwarsa" sebagaimana dimaksud dalam pasal ini adalah 27 (dua
puluh tujuh) bulan setelah tanggal surat tanda serah terima ditandatangani oleh
pemegang proyek yang ditunjuk oleh PIHAK PERTAMA selaku Pembeli, yang dibuat
secara tersendiri dan menjadi “Lampiran 3 Surat Tanda Serah Terima” yang
merupakan satu bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian ini. Surat tanda terima
tersebut ditandatangani setelah EQUIPMENT tersebut terpasang dan dapat
digunakan secara optimal oleh PIHAK PERTAMA.------------------------------------------
Pelaksanaan pekerjaan perbaikan EQUIPMENT tidak diperhitungkan sebagai
tanggal kadaluwarsa, sehingga waktu efektif tanggal kadaluarsa diperpanjang
sesuai waktu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan perbaikan tersebut.----------------
6. Apabila spesifikasi sebagaimana tersebut termasuk tes kinerja, maka PIHAK KEDUA
selaku Penjual menjamin bahwa EQUIPMENT akan beroperasi sesuai dengan
spesifikasi tersebut secara terus-menerus selama tes kinerja tersebut dijalankan,
kecuali kegagalan tersebut terjadi karena desain yang ditentukan oleh PIHAK
PERTAMA selaku Pembeli. Tes kinerja tersebut di atas, akan dimulai pada atau
sebelum tanggal yang ditentukan dalam Perjanjian ini; atau jika tidak ada tanggal
tertentu yang ditentukan, maka masa kadaluwarsa dalam waktu 18 (delapan
belas) bulan setelah tanggal penyerahan EQUIPMENT ke tempat pengiriman yang
ditentukan dalam Perjanjian ini telah selesai. ----------------------------------------------
7. Jika peralatan tidak memenuhi ketentuan dalam garansi ini, maka, atas permintaan
PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA wajib, dengan biaya sendiri, segera melanjutkan
proyek pengadaan EQUIPMENT dengan ketentuan yang ditetapkan dalam item (a)
atau (b) di atas. Namun jika dalam batas waktu yang wajar, yaitu dalam jangka
waktu 15 (lima belas) hari kalender setelah tanggal pemberitahuan tertulis yang
dikirim oleh PIHAK PERTAMA, EQUIPMENT tersebut masih tidak memenuhi
spesifikasi teknis dan tidak dapat berfungsi sesuai harapan PIHAK PERTAMA, maka
PIHAK PERTAMA memiliki hak untuk membatalkan Perjanjian ini, tanpa kompensasi
apapun, dan PIHAK KEDUA wajib mengambil EQUIPMENT tersebut dari lokasi
PIHAK PERTAMA dengan segala biaya yang ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK
KEDUA, serta PIHAK KEDUA wajib mengembalikan segala bentuk pembayaran yang
telah dilakukan oleh PIHAK PERTAMA (apabila ada).--------------------------------------
8. Dalam hal Perjanjian ini mencakup lebih dari 1 (satu) unit EQUIPMENT, maka
semua jaminan tersebut di atas akan berlaku secara terpisah untuk masing-masing
unit EQUIPMENT tersebut.---------------------------------------------------------------------

----------------------------------------------PASAL 13----------------------------------------------
----------------------------------------------INSPEKSI----------------------------------------------
1. Sebelum pengiriman, PIHAK KEDUA wajib melakukan inspeksi menyeluruh dan teliti
terhadap EQUIPMENT tersebut untuk memastikan dan menjamin kualitas,
spesifikasi, fungsi, dan kuantitas, serta menandatangani sertifikat kualitas yang
membuktikan kepatuhannya terhadap Perjanjian ini. Namun demikian, sertifikat
kualitas tersebut bukan merupakan bukti akhir dari kualitas, spesifikasi, fungsi dan
kuantitas dari EQUIPMENT tersebut. PIHAK KEDUA wajib melampirkan dalam
laporan pengiriman, sertifikat kualitas tertulis serta rincian rekaman dan hasil dari
inspeksi tersebut.--------------------------------------------------------------------------------
2. Setelah EQUIPMENT tersebut tiba di pelabuhan tujuan, PIHAK KEDUA wajib
mendaftarkannya ke otoritas inspeksi komoditas impor dan ekspor setempat untuk
pemeriksaan awal kualitas, spesifikasi, dan kuantitas EQUIPMENT, dan
mendapatkan Sertifikat Inspeksi.--------------------------------------------------------------
3. Penerimaan setiap EQUIPMENT tidak akan pernah dianggap terjadi sampai PIHAK
PERTAMA diberikan kesempatan yang wajar untuk memeriksa dan menguji
EQUIPMENT setelah diterima di lokasi PIHAK PERTAMA, atau setelah selesai
dipasang di area yang ditunjuk PIHAK PERTAMA dan dapat digunakan untuk
mendapatkan hasil yang diharapkan sesuai deskripsi dan spesifikasi teknis, maka
PIHAK PERTAMA dapat menolak setiap EQUIPMENT yang tidak sesuai / cacat
tersebut. ------------------------------------------------------------------------------------------
Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat memperbaiki ketidaksesuaian atau cacat (cacat
tersirat atau penggunaan bahan baku yang tidak tepat) atas EQUIPMENT tersebut
setelah diberi kesempatan untuk melakukannya dalam jangka waktu 15 (lima
belas) hari kalender sejak tanggal permintaan tertulis untuk perbaikan
EQUIPMENT dikirim oleh PIHAK PERTAMA, selama masa garansi sebagaimana
diatur dalam PASAL 12 Perjanjian ini, maka PIHAK PERTAMA akan meminta
inspeksi dari otoritas inspeksi komoditas atau dari lembaga inspeksi independent
lainnya, dan melakukan klaim terhadap PIHAK KEDUA berdasarkan kesimpulan dari
hasil inspeksi tersebut.--------------------------------------------------------------------------
4. Dalam jangka waktu 2 (dua) hari setelah menerima permintaan perbaikan
EQUIPMENT dari PIHAK PERTAMA, maka PIHAK KEDUA wajib mengirimkan
Teknisi/Engineer (tanpa kewajiban apapun dan berjumlah berapapun dari PIHAK
PERTAMA) untuk memberikan pengarahan, cara penggunaan dan
menginstruksikan instalasi termasuk pengujian atas EQUIPMENT tersebut.
Teknisi/Engineer tersebut wajib untuk segera meminta dalam bentuk tertulis untuk
segala perbaikan atas setiap EQUIPMENT yang tidak sesuai dengan persyaratan /
deskripsi dan spesifikasi teknis dari EQUIPMENT tersebut. Pada tahap penyelesaian
pemasangan dan pengujian, dan setelah dipastikan EQUIPMENT tersebut sesuai
dengan deskripsi dan spesifikasi dan/atau mencapai maksud dan tujuan yang
dimaksud dalam Lampiran 1 Deskripsi dan Spesifikasi Teknis serta dapat digunakan
secara optimal, maka kedua pihak wajib menandatangani bukti penerimaan tertulis
atas EQUIPMENT tersebut sebagaimana dimaksud dalam Lampiran 3 Surat Tanda
Serah Terima.------------------------------------------------------------------------------------

----------------------------------------------PASAL 14----------------------------------------------
-------------------------PELATIHAN PENGGUNAAN EQUIPMENT-------------------------
PIHAK KEDUA wajib memberikan pelatihan gratis kepada PIHAK PERTAMA terkait
penggunaan EQUIPMENT (atas permintaan PIHAK PERTAMA) dengan menyiapkan dan
mengirimkan 2 (dua) orang tenaga ahli yang menguasai secara teknis atas
EQUIPMENT tersebut, untuk memberikan pelatihan penggunaan EQUIPMENT dengan
setiap sesi pelatihan tidak kurang dari 5 (lima) hari kerja, sampai PIHAK PERTAMA
memahami dan dapat menggunakan EQUIPMENT tersebut berikut troubleshooting-nya
dengan lancar.----------------------------------------------------------------------------------------

----------------------------------------------PASAL 15----------------------------------------------
------------------------------------------------KLAIM------------------------------------------------
1. Dalam hal EQUIPMENT yang dikerjakan/disiapkan oleh PIHAK KEDUA tidak sesuai
dengan deskripsi dan spesifikasi dan/atau tidak mencapai maksud dan tujuan yang
dimaksud dalam Lampiran 1 Deskripsi dan Spesifikasi Teknis yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian ini dan/atau tidak memenuhi salah
satu atau lebih ketentuan dalam Perjanjian ini, maka ketika PIHAK PERTAMA
mengajukan klaim selama masa garansi atau proses inspeksi sebagaimana
ditentukan dalam PASAL 12 dan PASAL 13, PIHAK KEDUA wajib memenuhi
permintaan PIHAK PERTAMA untuk melakukan satu dan/atau beberapa hal berikut:
a) untuk mengambil EQUIPMENT yang dikembalikan oleh PIHAK PERTAMA,
dengan segala biaya dan resiko yang ditanggung PIHAK KEDUA sepenuhnya,
selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setelah permintaan klaim tersebut
disampaikan;---------------------------------------------------------------------------------
b) pengembalian dana atas pembayaran yang diterima dari PIHAK PERTAMA
untuk EQUIPMENT yang dikembalikan, selambat-lambatnya 1 (satu) bulan
setelah permintaan klaim tersebut disampaikan;----------------------------------
c) membayar semua kerugian dan biaya langsung yang dikeluarkan atas
pengembalian EQUIPMENT tersebut termasuk bunga, biaya bank, angkutan,
asuransi, biaya inspeksi, biaya penyimpanan, bongkar muat, dan setiap biaya
lain yang telah dikeluarkan oleh PIHAK PERTAMA (apabila ada), selambat-
lambatnya 1 (satu) bulan setelah permintaan klaim tersebut disampaikan.
d) untuk mengurangi harga EQUIPMENT sesuai dengan kondisinya, kualitas yang
tidak memenuhi standar yang ditetapkan dalam deskripsi dan spesifikasi teknis,
kerusakan yang terjadi, dan kerugian baik langsung maupun tidak langsung
yang dialami oleh PIHAK PERTAMA.------------------------------------------------------
e) untuk mengganti setiap cacat bagian dari EQUIPMENT dengan komponen yang
baru sesuai dengan deskripsi dan spesifikasi teknis, dan memberikan ganti
kerugian kepada PIHAK PERTAMA atas kerugian langsung ataupun biaya
lainnya yang terkait.------------------------------------------------------------------------
2. Apabila PIHAK KEDUA tidak merespon ataupun memberikan jawaban atas
permintaan klaim yang dikirimkan PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu 1
(satu) minggu setelah permintaan klaim disampaikan melalui surat
cetak/elektronik (email) atau fax, maka klaim tersebut akan dianggap telah
diterima, disetujui dan diakui oleh PIHAK KEDUA.------------------------------------------
3. PIHAK KEDUA tidak akan bertanggung jawab atas kerusakan tidak langsung atau
kerugian yang disebabkan oleh PIHAK PERTAMA atau pihak ketiga lainnya sebagai
akibat dari kesalahan penggunaan EQUIPMENT atau Operasional Supply.-------------

----------------------------------------------PASAL 16----------------------------------------------
-----------------------------------------FORCE MAJEURE-----------------------------------------
1. Yang dimaksud dengan keadaan force majeure menurut Perjanjian ini adalah suatu
keadaan yang terjadi diluar kehendak PARA PIHAK yang mengakibatkan kewajiban
yang diatur dalam Perjanjian ini menjadi tidak dapat dipenuhi oleh salah satu
dan/atau PARA PIHAK, seperti peperangan, kerusuhan, revolusi, huru-hara,
bencana alam: banjir, gempa bumi, badai, tanah longsor, wabah penyakit, dan
angin topan, pemogokan, kebakaran, kekacauan politik, dan lain-lain hal di luar
kekuasaan manusia (act of God);-------------------------------------------------------------
2. Bilamana terjadi keadaan force majeure, maka pihak yang mengalami keadaan
tersebut harus memberitahu kepada pihak lainnya dalam Perjanjian ini secara
tertulis selambat-lambatnya dalam jangka waktu 7 X 24 jam setelah terjadinya hal
tersebut, dengan menyertakan pernyataan keadaan force majeure dari instansi
yang berwenang, dan jangka waktu yang dijalani pada masa tersebut disepakati
oleh PARA PIHAK tidak diperhitungkan dengan jangka waktu menurut Perjanjian
ini;--------------------------------------------------------------------------------------------------
3. Apabila dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari sejak pernyataan dan/atau
pemberitahuan tertulis itu dikirim/diajukan oleh pihak yang mengalami keadaan
force majeure tersebut tidak mendapatkan respon, maka dapat diartikan bahwa
pernyataan tersebut telah diterima dan disetujui oleh pihak lainnya.-------------------
4. Pada keadaan force majeure, maka Perjanjian ini akan dibicarakan kembali oleh
PARA PIHAK sesuai dengan situasi dan dampak operasional pada saat itu; -----------
5. Apabila keadaan force majeure berlangsung selama lebih dari 120 (seratus dua
puluh) hari, maka salah satu pihak dapat memberikan pemberitahuan kepada pihak
lainnya secara tertulis untuk mengakhiri Perjanjian ini tanpa kompensasi berupa
apapun dan berjumlah berapapun.-----------------------------------------------------------
----------------------------------------------PASAL 17----------------------------------------------
-------------------------------PENYELESAIAN PERSELISIHAN-------------------------------
1. Apabila terjadi perselisihan atau ketidaksepakatan diantara PARA PIHAK, maka
PARA PIHAK sepakat bahwa pada prinsipnya perselisihan tersebut akan
diselesaikan secara musyawarah dengan tetap memperhatikan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku di wilayah kerja PIHAK PERTAMA.----
2. Tentang Perjanjian ini serta segala akibatnya yang mungkin timbul, PARA PIHAK
sepakat memilih tempat kediaman hukum yang umum dan tetap di kantor
Kepaniteraan Pengadilan Negeri Batam di Batam------------------------------------------

----------------------------------------------PASAL 18----------------------------------------------
--------------------------------KETERLAMBATAN DAN DENDA--------------------------------
Dalam hal PIHAK KEDUA mengalami keterlambatan/penundaan dalam pengiriman
EQUIPMENT, kecuali akibat terjadinya keadaan force majeure, maka PIHAK PERTAMA
dapat menerima keterlambatan/penundaan pengiriman EQUIPMENT sepanjang PIHAK
KEDUA sepakat dan setuju untuk membayar denda atas keterlambatan/penundaan
tersebut sebesar 2% per minggu dari keseluruhan nilai harga proyek pengadaan
EQUIPMENT yang tertunda (ketentuan ini tetap berlaku untuk setiap keterlambatan/
penundaan kurang dari 1 (satu) minggu). Karena alasan apapun juga, apabila PIHAK
KEDUA mengalami keterlambatan/penundaan pengiriman EQUIPMENT ke lokasi PIHAK
PERTAMA lebih dari 3 (tiga) minggu, maka PIHAK PERTAMA berhak untuk mengakhiri
atau membatalkan Perjanjian ini secara sepihak tanpa pembayaran berupa apapun dan
berjumlah berapapun.-------------------------------------------------------------------------------

----------------------------------------------PASAL 19----------------------------------------------
------------------------------------KETENTUAN TAMBAHAN------------------------------------
1. Salah satu pihak berhak untuk mengakhiri atau membatalkan Perjanjian ini secara
sepihak dalam hal:-------------------------------------------------------------------------------
a. apabila terhadap pihak yang lainnya diajukan permohonan kepada instansi
pengadilan yang berwenang untuk diletakkan di bawah pengampuan ( curatele)
atau untuk dinyatakan pailit;--------------------------------------------------------------
b. bila pihak yang lainnya mengajukan salah satu dari permohonan yang
disebutkan dalam sub a di atas untuk dirinya sendiri kepada pengadilan yang
berwenang atau untuk diberikan penundaan pembayaran hutang-hutang;-------
c. bila pihak yang lainnya karena sebab apapun juga tidak berhak dan tidak
berwenang untuk mengurus dan menguasai sendiri harta kekayaannya;----------
d. bila harta kekayaan pihak yang lainnya, baik sebagian ataupun seluruhnya,
dengan nama dan sifat apapun juga disita oleh instansi yang bewenang atau
dengan nama dan sifat apapun sita itu diletakkan;------------------------------------
e. Bila terhadap pihak yang lainnya dilakukan atau diperintahkan untuk dilakukan
tindakan-tindakan eksekusi oleh instansi yang berwenang untuk membayar
sejumlah uang kepada orang atau pihak lain;------------------------------------------
f. bila pihak yang lainnya tidak atau lalai melaksanakan atau melanggar suatu
ketentuan yang termaksud dalam Perjanjian ini; --------------------------------------
2. Setelah Perjanjian ini berakhir atau diakhiri, PARA PIHAK wajib menyelesaikan dan
membereskan segala buku, laporan dan kewajiban keuangan dan lain-lainnya
sehubungan dengan Perjanjian ini.-----------------------------------------------------------
3. Semua perjanjian dan lampiran-lampiran yang dibuat berdasarkan Perjanjian ini
berikut semua perubahan, tambahan dan perpanjangannya adalah merupakan
bagian yang penting dan tidak terpisahkan dari Perjanjian ini;---------------------------
4. Segala sesuatu yang belum diatur dan/atau belum cukup diatur oleh PARA PIHAK
dalam Perjanjian ini, akan dirundingkan kembali secara musyawarah dan penuh
toleransi dalam suatu perjanjian tambahan tersendiri ( Addendum) yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian ini.------------------------------------------
5. Instalasi dan pekerjaan: dalam hal apapun yg dibutuhkan berkaitan dengan
EQUIPMENT, sehubungan dengan instalasi atau pekerjaan terkait lainnya, segala
bentuk layanan yang diberikan oleh seorang supervisor, tenaga ahli, profesional
atau orang lain yang digunakan atau dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA, maka
supervisor, tenaga ahli, profesional atau orang lain tersebut tidak akan pernah
dianggap sebagai agen atau karyawan PIHAK PERTAMA, dan PIHAK KEDUA
bertanggung jawab penuh atas tindakan ataupun kelalaian dengan tanggung jawab
secara eksklusif, termasuk setiap pajak, gaji ataupun kontribusi yang diberlakukan
oleh hukum yang berlaku.----------------------------------------------------------------------
6. Tanggung Jawab Ganti Rugi dan Kerusakan Fisik: PIHAK KEDUA menjamin
ganti kerugian dan keselamatan PIHAK PERTAMA dari segala resiko dan bahaya
atas pemasangan/instalasi EQUIPMENT yang dilakukan oleh karyawan atau
subkontraktor ataupun agen PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA juga bertanggung jawab
penuh terhadap semua klaim, kewajiban, kerugian, kerusakan dan biaya termasuk
biaya pengacara terhadap setiap resiko apapun, termasuk namun tidak terbatas
pada cedera tubuh, penyakit dan/atau penyakit menular, termasuk kematian yang
diakibatkan oleh pemasangan/instalasi EQUIPMENT di atas, kecuali hal tersebut
terjadi karena kelalaian PIHAK PERTAMA, seperti namun tidak terbatas pada
keadaan yang tidak aman atas properti atau tempat pemasangan EQUIPMENT.
PIHAK KEDUA wajib memenuhi ketentuan yang diatur dalam undang-undang
kesehatan dan keselamatan kerja dalam melaksanakan pekerjaan pemasangan
EQUIPMENT tersebut, apabila terjadi cidera, sakit penyakit dan/atau kematian
karena pelanggaran terhadap persyaratan yang ditentukan dalam undang-undang
tersebut, maka semua resiko dan ganti kerugian yang dialami oleh semua pihak
yang terkena dampaknya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA sepenuhnya.
Segala kehilangan, kerusakan atau kehancuran atas setiap peralatan atau alat
terkait lainnya yang digunakan oleh karyawan atau subkontraktor PIHAK KEDUA,
menjadi tanggung jawab mereka sendiri, kecuali kehilangan, kerusakan atau
kehancuran tersebut terjadi karena kelalaian PIHAK PERTAMA.-------------------------
7. Kerahasiaan: sebagaimana digunakan dalam Perjanjian ini, "informasi rahasia"
berarti dan mencakup setiap dan semua hal berikut: informasi, pengetahuan dan
data, baik teknis atau non-teknis, yang dengan cara apapun, diperoleh sebelum
atau sesudahnya, yang diungkapkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dalam
rangka, sebagai akibat dari, atau sehubungan dengan Perjanjian ini atau
sehubungan dengan usulan atau negosiasi untuk Perjanjian ini.------------------------
Kecuali sebagaimana diatur di bawah ini dan kecuali disetujui lain secara tertulis
oleh PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA akan menggunakan segala daya upaya
terbaiknya untuk menjaga kerahasiaan, dan untuk mencegah pengungkapan
informasi rahasia, kecuali kepada karyawan dan subkontraktor yang terlibat dalam
pelaksanaan proyek pengadaan EQUIPMENT dan pihak yang menandatangani
perjanjian kerahasiaan, mewajibkan mereka setidaknya sampai pada tingkat yang
sama seperti PIHAK KEDUA berkewajiban untuk menjaga informasi rahasia dalam
Perjanjian ini, dan PIHAK KEDUA tidak diizinkan untuk menjual,
memperdagangkan, mempublikasikan atau mengungkapkan dan menyebarkan
kepada pihak manapun dan atau siapapun dengan cara apapun juga selain PIHAK
PERTAMA.-----------------------------------------------------------------------------------------
8. PENUGASAN: PIHAK KEDUA tidak diizinkan untuk mengalihkan hak atau
kewajibannya sehubungan dengan Perjanjian ini tanpa persetujuan tertulis
sebelumnya dari PIHAK PERTAMA.-----------------------------------------------------------
9. Non-Pelepasan: tidak ada pelepasan hak oleh salah satu pihak atas setiap
pelanggaran ketentuan yang diatur dalam Perjanjian ini, yang akan dilakukan oleh
pihak lain akan ditafsirkan sebagai pelepasan hak atas pelanggaran berikutnya,
baik yang sama atau dari istilah lain dari Perjanjian ini.-----------------------------------
10. Pelanggaran Kontrak: dalam hal PIHAK KEDUA melanggar salah satu syarat dan
ketentuan yang diatur dalam Perjanjian ini, PIHAK PERTAMA berhak untuk
mengirim pemberitahuan untuk perbaikan secara tertulis melalui surat atau email
atau faks kepada PIHAK KEDUA dalam batas waktu yang ditentukan oleh PIHAK
PERTAMA (Pasal 17 akan berlaku secara langsung ketika PIHAK KEDUA terlambat
dalam pengiriman EQUIPMENT). -------------------------------------------------------------
11. Hukum yang berlaku: keabsahan, interpretasi, dan pelaksanaan Perjanjian ini
diatur oleh hukum Republik Indonesia, namun dalam hal tidak ada hukum
Indonesia yang mengatur suatu hal yang berkaitan dengan Perjanjian ini, referensi
harus dibuat untuk praktik komersial umum internasional.-------------------------------
12. Hak Paten: kecuali yang di batasi dalam Perjanjian ini, PIHAK KEDUA wajib
melindungi dan mengganti kerugian kepada PIHAK PERTAMA dari dan terhadap
semua klaim, kerusakan, penilaian, biaya termasuk biaya pengacara dan kerugian
yang timbul dari pelanggaran atau dugaan pelanggaran paten oleh salah satu
EQUIPMENT (atau bagian daripadanya). ----------------------------------------------------
PIHAK KEDUA memberikan jaminan kepada PIHAK PERTAMA bahwa EQUIPMENT
(atau bagian daripadanya) tersebut sepenuhnya bebas dari segala resiko dan
sengketa termasuk hak paten, sehingga PIHAK KEDUA dengan ini membebaskan
PIHAK PERTAMA dari segala tuntutan dalam bentuk apapun dan berjumlah
berapapun (acquit et de charge), sehingga apabila di kemudian hari terdapat
tuntutan dari pihak lainnya terkait EQUIPMENT (atau bagian daripadanya) tersebut,
maka PIHAK KEDUA yang akan menanggung segala resikonya baik secara materiil
maupun formil, dan PIHAK KEDUA wajib mengganti kerugian yang dialami oleh
PIHAK PERTAMA baik kerugian langsung maupun potensi kerugian akibat
EQUIPMENT (atau bagian daripadanya) tidak dapat digunakan karena terjadinya
tuntutan hukum atau hak paten. -------------------------------------------------------------

Demikian Perjanjian ini ditandatangani di ……………., pada hari, tanggal, bulan, dan
tahun sebagaimana dimaksud pada awal Perjanjian ini, dibuat dalam rangkap 2 (dua)
yang masing-masing sama bunyinya dan memiliki kekuatan hukum yang sama. PARA
PIHAK dengan ini pula menyatakan telah membaca dan memahami isi yang
terkandung didalamnya serta membubuhkan tanda-tangan di atas materai dengan
sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun juga sebagai tanda Perjanjian ini
mengikat kedua pihak.------------------------------------------------------------------------------
PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA,
PT …………………………………. PT ………………………………….

___________________ ___________________
Direktur Direktur