Anda di halaman 1dari 24

BUKU INFORMASI

MEMBERSIHKAN SISA-SISA BENANG PADA


PAKAIAN
C.141110.033.01

KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN R.I.


DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS
DIREKTORAT BINA STANDARDISASI KOMPETENSI DAN PELATIHAN KERJA
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 51 Lt. 6.A Jakarta Selatan
2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Produksi Pakaian Jadi Massal C.141110.033.01

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI -------------------------------------------------------------------------------------- 2


BAB I PENDAHULUAN ------------------------------------------------------------------------ 4
A. Tujuan Umum --------------------------------------------------------------------- 4
B. Tujuan Khusus -------------------------------------------------------------------- 4
BAB II MENYIAPKAN TEMPAT KERJA ------------------------------------------------------- 5
A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Menyiapkan Tempat Kerja -------- 5
1. Mengidentifikasi meja kerja dan penerangan sesuai K3 --------------- 5
2. Membersihkan meja dan area kerja -------------------------------------- 9
B. Keterampilan yang Diperlukan dalam Menyiapkan Tempat Kerja -------- 10
C. Sikap Kerja dalam yang Diperlukan dalam Menyiapkan Tempat Kerja --- 10
BAB III MENYIAPKAN BAHAN PEKERJAAN DAN ALAT KERJA ---------------------------- 11
A. Pengetahuan yang Diperlukan dalam menyiapkan bahan pekerjaan dan
alat kerja -------------------------------------------------------------------------- 11
1. Mengetahui ketajaman alat gunting benang ---------------------------- 11
2. Melakukan proses penjahitan sesuai instruksi -------------------------- 16
B. Keterampilan yang Diperlukan dalam menyiapkan bahan pekerjaan dan
alat kerja --------------------------------------------------------------------------- 17
C. Sikap Kerja yang Diperlukan dalam menyiapkan bahan pekerjaan dan
alat kerja --------------------------------------------------------------------------- 17
BAB IV MENGGUNTING SISA-SISA BENANG PADA PAKAIAN ---------------------------- 18
A. Pengetahuan yang Diperlukan dalam menggunting sisa-sisa benang
pada pakaian ---------------------------------------------------------------------- 18
1. Cara menggunting benang ------------------------------------------------- 18
2. Cara menggunting agar pakaian tidak terpotong ----------------------- 19
3. Cara membersihkan sisa-sisa guntingan benang ----------------------- 20
4. Cara memeriksa kebersihan pakaian ------------------------------------- 20
5. Cara mencatat jumlah hasil kerja ----------------------------------------- 20
B. Keterampilan yang Diperlukan dalam menggunting sisa-sisa benang
pada pakaian ---------------------------------------------------------------------- 21

Judul Modul Membersihkan Sisa-sisa Benang Pada Pakaian


Halaman: 2 dari 24
Buku Informasi Versi: 2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Produksi Pakaian Jadi Massal C.141110.033.01

C. Sikap Kerja yang Diperlukan dalam Pe menggunting sisa-sisa benang


pada pakaian ---------------------------------------------------------------------- 21
DAFTAR PUSTAKA ------------------------------------------------------------------------------- 22
A. Dasar Perundang-undangan ---------------------------------------------------- 22
B. Buku Referensi ------------------------------------------------------------------- 22
C. Majalah atau Buletin -------------------------------------------------------------- 22
D. Referensi Lainnya ----------------------------------------------------------------- 22
DAFTAR PERALATAN/MESIN DAN BAHAN --------------------------------------------------- 23
A. Daftar Peralatan/Mesin ----------------------------------------------------------- 23
B. Daftar Bahan ----------------------------------------------------------------------- 23
DAFTAR PENYUSUN............................................................................................ 24

Judul Modul Membersihkan Sisa-sisa Benang Pada Pakaian


Halaman: 3 dari 24
Buku Informasi Versi: 2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Produksi Pakaian Jadi Massal C.141110.033.01

BAB I
PENDAHULUAN

A. Tujuan Umum
Setelah mempelajari modul ini peserta latih diharapkan mampu Membersihkan
Sisa-sisa Benang pada Pakaian dengan benar.

B. Tujuan Khusus
Adapun tujuan mempelajari unit kompetensi melalui buku informasi Membersihkan
Sisa-sisa Benang pada Pakaian ini guna memfasilitasi peserta latih sehingga pada
akhir pelatihan diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut:
1. Menyiapkan tempat kerja, termasuk mengidentifikasi meja kerja, penerangan
sesuai dengan persyaratan K3, menjelaskan cara memebersihkan meja dan
area kerja agar tidak mengotori pakaian.
2. Mengetahui ketajaman alat gunting benang dan cara melakukan proses
penjahitan sesuai instruksi.
3. Menjelaskan cara menggunting benang sesuai instruksi, cara agar pakaian
tidak ada yang terpotong, membersihkan sisa-sisa guntingan benang yang
menempel, memeriksa kebersihan pakaian dan mencatat jumlah hasil kerja
sesuai instruksi

Judul Modul Membersihkan Sisa-sisa Benang Pada Pakaian


Halaman: 4 dari 24
Buku Informasi Versi: 2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Produksi Pakaian Jadi Massal C.141110.033.01

BAB II
MENYIAPKAN TEMPAT KERJA

A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Menyiapkan Tempat Kerja


1. Mengidentifikasi meja kerja dan penerangan sesuai K3
a. Pengertian K3
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah bidang yang terkait dengan
kesehatan, keselamatan/keamanan dan kesejahteraan manusia yang bekerja
di sebuah institusi maupun lokasi proyek. Tujuan K3 adalah untuk
memelihara kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja. K3 juga
melindungi rekan kerja, keluarga pekerja, konsumen dan orang lain yang
juga mungkin terpengaruh kondisi lingkungan kerja.
Masalah keselamatan dan kesehatan kerja ternyata bukan masalah kecil,
akibat yang ditimbulkannya telah mengakibatkan kerugian yang cukup besar.
Kecelakaan kerja, misalnya kebakaran akan merugikan bagi pengusaha,
tenaga kerja, pemerintah dan masyarakat, antara lain: korban jiwa manusia,
hilang atau berkurangnya kesempatan kerja, tenaga terampil, modal yang
tertanam dan lainlain.

b. Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)


Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah:
1) Melindungi pekerja/praktikan dari kemungkinan-kemungkinan buruk yang
mungkin terjadi akibat kecerobohan pekerja.
2) Memelihara kesehatan pekerja/praktikan untuk memperolah hasil
pekerjaan yang optimal.
3) Mengurangi angka sakit atau angka kematian diantara pekerja.
4) Mencegah timbulnya penyakit menular atau penyakit-penyakit lain yang
diakibatkan oleh sesama pekerja.
5) Membina dan meningkatkan kesehatan fisik maupun mental.
6) Menjamin keselamatan setiap orang yang berada di tempat kerja.
7) Mencegah dan mengurangi kerugian/kerusakan yang diderita semua
pihak karena terjadinya kecelakaan/kebakaran.

Judul Modul Membersihkan Sisa-sisa Benang Pada Pakaian


Halaman: 5 dari 24
Buku Informasi Versi: 2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Produksi Pakaian Jadi Massal C.141110.033.01

8) Pemberian Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) sebagai


langkah pemberian pertolongan awal dalam penanggulangan kecelakaan
yang terjadi di laboratorium/bengkel kerja

c. Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Praktek Menjahit


Kecelakaan kerja dapat terjadi karena kelalaian sendiri, ini terjadi karena
bekerja dengan terburu-buru, kurang memahami kecelakaan yang dapat
ditimbulkan dari pekerjaan yang dilakukannya, kerusakan alat ataupun hal
lain. Dalam pekerjaan/praktek menjahit beberapa kemungkinan kecelakaan
yang dapat terjadi dan upaya pencegahannya antara lain:

No. Jenis Kecelakaan Pencegahan

1. Tertusuk Jarum Konsentrasi saat menjahit Pakailah bidal/tudung


jari/pelindung jari.
tangan
2. Tertusuk jarum Konsentrasi saat menjahit, Tidak meletakkan kaki
saat memasang/melepas jarum mesin, Matikan
mesin jahit
mesin saat memasang/melepas jarum.
3. Terkena gunting Tidak meletakkan gunting di atas meja mesin atau
dipangkuan saat menjahit. Letakkan gunting di laci
mesin, atau kantong alat yang tersedia di mesin.
4. Terpeleset Tidak terburu-buru saat berjalan. Hindarkan air,
minyak, atau benda yang dapat mengakibatkan
terjadinya kecelakaan. Usahakan lantai tempat
bekerja dalam keadaan kering.
5. Tersandung Tidak terburu-buru saat berjalan. Tidak meletakkan
benda yang menghalangi jalan. Hindari
pemasangan kabel yang mengganggu jalan
6. Terkena strum listrik Mengunakan alas kaki saat menjahit.
Menggunakan kabel sesuai kebutuhan. Memastikan
kabel yang digunakan dalam keadaan baik.

d. Meja kerja dan penerangan sesuai K3


Tempat kerja merupakan bagian yang penting dalam suatu usaha, secara
tidak langsung tempat kerja akan berpengaruh pada kesenangan,
kenyamanan dan keselamatan dari para siswa/pekerja. Keadaan atau
suasana yang menyenangkan (comfortable) dan aman (safe) akan
menimbulkan gairah produktivitas kerja. Suatu tempat kerja yang diatur teliti
dengan mengingat tertib kerja dan rasa keindahan, akan menyebabkan

Judul Modul Membersihkan Sisa-sisa Benang Pada Pakaian


Halaman: 6 dari 24
Buku Informasi Versi: 2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Produksi Pakaian Jadi Massal C.141110.033.01

pekerja yang sedang melakukan kegiatan membersihkan sisa-sisa benang


akan bekerja dengan perasaan senang. Tempat kerja yang dimaksud adalah
yang ergonomik dengan kata lain tempat kerja yang sesuai dengan
kebutuhan.
Dalam mempersiapkan tempat kerja sebaiknya harus sesuai degan standar
ergonomic, yaitu :
 Dalam segi penerangan atau pencahayaan
 Ukuran meja pola
Meja kerja untuk pembuatan pola memiliki ukuran tinggi 75 cm dan luas
meja paling sedikit berukuran 200 cm x 150 cm.

Syarat meja kerja:


 Kokoh dan kuat
 Permukaan daun meja harus datar dan tidak miring, Permukaan meja
harus licin, rata dan rapih agar tidak merusak pakaian
 Sirkulasi udara yang baik
 Posisi Duduk
 Peralatan kerja harus tertata rapi pada area kerja, seperti : Alat tulis,
Penggaris pola, Dressfoam, Meteran dan Bahan sesuai kebutuhan
 Area kerja dekat dengan bagian cutting dan penjahit sample

Pengaturan meja kerja yaitu:


1. Zona pertama: barang-barang yang sering digunakan diletakkan paling
dekat dengan karyawan sehingga mudah dijangkau dan digunakan,
misalnya mouse, dokumen kerja dan dokumen holder.Tangan
menjangkau masih dalam postur siku siku
2. Zona kedua: barang-barang yang lebih jarang dipergunakan, dapat
diletakkan setelahnya, seperti telepon. Tangan menjangkau dalam
postur yang terjulur ke depan
3. Zona ketiga: barang yang sesekali dijangkau, seperti map atau
dokumen tidak aktif atau referensi.

Judul Modul Membersihkan Sisa-sisa Benang Pada Pakaian


Halaman: 7 dari 24
Buku Informasi Versi: 2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Produksi Pakaian Jadi Massal C.141110.033.01

Selain meja kerja yang memenuhi persyaratan teleh disiapkan, yang tidak
kalah pentingnya adalah memperhataikan penerangan di tempat kerja.
Tingkat penerangan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah membuat
pekerja terpaksa membungkuk dan mencoba memfokuskan penglihatan
mereka. Hal ini akan dapat menimbulkan masalah pada punggung dan
mata dalam jangka panjang dan dapaat memperlambat pekerjaan dalam
membersihkan sisa-sisa benang pada pakaian.
Untuk mencegah atau mengurangi potensi kerugian dari penerangan yang
buruk, maka penerangan di tempat kerja harus memenuhi syarat untuk
melakukan pekerjaan. Penerangan yang baik dan sesuai sangat penting
untuk peningkatan kualitas dan produktivitas.
Dalam jurnal ILO yang berjudul "Improving Working Condition and
Productivity in the Garment Industry", menunjukkan bahwa perbaikan
penerangan di tempat kerja dapat meningkatkan produktivitas (10%) dan
pengurangan kesalahan kerja (30%).

Kep-Menkes RI No. 1405/Menkes/SK/XI/2002 menentukan intensitas


cahaya di ruang kerja minimal 100 lux.

Tingkat Pencahayaan
Jenis Kegiatan Keterangan
Minimal (Lux)
Ruang penyimpanan & ruang
Pekerjaan kasar dan peralatan/instalasi yang
100
tidak terus menerus memerlukan pekerjaan yang
kontinu.
Pekerjaan kasar dan
terus menerus Pekerjaan dengan mesin dan
200
perakitan kasar.

Pekerjaan rutin Ruang administrasi, ruang


300 kontrol, pekerjaan mesin &
perakitan/ penyusun.
Pembuatan gambar atau
Pekerjaan agak halus bekerja dengan mesin
500 kantor, pekerja pemeriksaan
atau pekerjaan dengan
mesin.
Pemilihan warna,
Pekerjaan halus
pemrosesan tekstil,
1000
pekerjaan mesin halus &
perakitan halus

Judul Modul Membersihkan Sisa-sisa Benang Pada Pakaian


Halaman: 8 dari 24
Buku Informasi Versi: 2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Produksi Pakaian Jadi Massal C.141110.033.01

*Pengukuran cahaya dilakukan dengan menggunakan Lux meter

Pencahayaan diukur dalam satuan LUX – lumen per meter persegi. Kadar
penerangan diukur dengan alat pengukur cahaya (Lux meter) yang diletakkan
dipermukaan tempat kerja (misalnya meja) atau setinggi perut untuk penerangan
umum (kurang lebih 1 meter). Agar pencahayaan memenuhi persyaratan
kesehatan perlu dilakukan tindakan sebagai berikut:
a. Pencahayaan alam maupun buatan diupayakan agar tidak menimbulkan
kesilauan dan memilki intensitas sesuaidengan peruntukannya.
b. Penempatan bola lampu dapat menghasilkan penyinaran yang optimum dan
bola lampu sering dibersihkan.
c. Bola lampu yang mulai tidak berfungsi dengan baik segera diganti.

2. Membersihkan meja dan area kerja


Area kerja atau tempat kerja adalah tempat dimana kita melakukan sebuah
pekerjaan/yang berkaitan dengan aktivitas pekerjaan. Salah satu persyaratan
tempat kerja yang baik adalah yang selalu bersih, untuk itu kita harus tahu
bagaimana cara membersihkan dengan benar. Merapihkan tempat kerja dan alat
kerja merupakah kegiatan yang harus dilakukan pada akhir melakukan
pekerjaan. Tempat dan alat kerja yang telah dipakai hendaknya dibersihkan dan
dikembalikan/disimpan pada tempat nya sesuai prosedur yang berlaku. Tempat
kerja yang bersih itu artinya area kerja terbebas dari sampah-sampah, sehingga
setiap pekerja merasa nyaman dalam bekerja.

Beberapa langkah yang harus dilakukan dalam membersihkan area kerja adalah
sebagai berikut:
1) Membersihkan debu ( dusting & damp dusting )
Setiap ruangan baik ruangan yang terbuka maupun ruang tertutup beserta
perabotannya dapat terkena debu setiap saat. Untuk menjaga kebersihan
ruangan atau peralatannya maka perlu diadakan pembersihan.
2) Menyapu
Dalam istilah perhotelan teknik pekerjaan menyapu dikenal dengan

Judul Modul Membersihkan Sisa-sisa Benang Pada Pakaian


Halaman: 9 dari 24
Buku Informasi Versi: 2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Produksi Pakaian Jadi Massal C.141110.033.01

istilah “sweeping”. Teknik ini diterapkan untuk membersihkan lantai.


Teknik ini sangat efektif untuk membersihkan kotoran yang belum
melekat/lengket pada semua jenis lantai kecuali karpet dan permadani.
3) Mengepel
Mengepel adalah membersihkan kotoran dengan lap lembab yang terdapat
pada lantai. Sebelum mengepel, harus dilakukan teknik menyapu terlebih
dahulu.

B. Keterampilan yang diperlukan dalam mengidentifikasi meja kerja dan


penerangan sesuai K3
1. Mengidentifikasi K3
2. Mengidentifikasi meja kerja dan penerangan sesuai dengan persyaratan K3.
3. Memastikan kebersihan meja dan area kerja

C. Sikap Kerja yang diperlukan dalam mengidentifikasi meja kerja dan


penerangan sesuai K3
4. Harus cermat dalam mengidentifikasi k3
5. Harus cermat dalam mengidentifikasi meja kerja
6. Harsu cermat dalam memilih penerangan
7. Harus teliti dalam memastikan kebersihan

Judul Modul Membersihkan Sisa-sisa Benang Pada Pakaian


Halaman: 10 dari 24
Buku Informasi Versi: 2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Produksi Pakaian Jadi Massal C.141110.033.01

BAB III
MENYIAPKAN BAHAN PEKERJAAN DAN ALAT KERJA

A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Menyiapkan Bahan Pekerjaan dan


Alat Kerja
1. Mengetahui ketajaman alat gunting benang
Alat potong dalam jahit menjahit ada bermacam-macam dengan fungsi yang
berbeda-beda pula seperti: gunting kain yaitu gunting yang digunakan untuk 367
menggunting kain, gunting zig zag, gunting rumah kancing, gunting bordir,
gunting tiras, gunting listrik, gunting benang jelujur, alat pembuka jahitan atau
pendedel. Gunting kain paling banyak digunakan sedangkan yang lainnya hanya
sesuai dengan keperluan, gunting harus tajam, untuk menguji ketajaman
gunting dengan cara menggunting perca pada bagian seluruh mata gunting jika
bekas guntingan pada perca tidak berbulu berarti gunting itu cukup tajam untuk
kain.
a. Gunting kain
Gunting kain merupakan jenis gunting yang didesain khusus untuk
menggunting kain. Gunting kain yang baik biasanya sedikit lebih berat
daripada gunting kertas.

Gambar 1.1
Alat jahit : gunting kain
Sumber: internet

b. Gunting kertas
Sesuai dengan namanya fungsi utamanya dari gunting ini adalah untuk
menggunting kertas. Gunting kertas sangat diperlukan sebagai alat untuk
memotong semua kertas dalam membuat pola.
Judul Modul Membersihkan Sisa-sisa Benang Pada Pakaian
Halaman: 11 dari 24
Buku Informasi Versi: 2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Produksi Pakaian Jadi Massal C.141110.033.01

Gambar 1.2
Alat jahit : gunting kertas
Sumber: internet

c. Gunting Bebek
Gunting bebek ini berfungsi untuk memotong kain tambahan dalam proses
pekerjaan menjahit. Gunting ini memiliki pisau berbentuk dayung (yang
menyerupai paruh bebek)

Gambar 1.3
Alat jahit : gunting bebek
Sumber: internet

d. Gunting Zig Zag


Gunting zig zag merupakan jenis gunting yang biasa dipergunakan untuk
menyelesaikan tepi bahan atau kampuh bahan yang tidak bertiras. Dengan
tepiannya yang berbentuk zig zag gunting ini sangat efektif untuk memotong
tepi kain agar lebih rapi.

Gambar 1.4
Alat jahit : gunting zig zag
Sumber: internet

e. Gunting Bordir
Gunting bordir berfungsi untuk membersihkan benang pada aplikasi bordiran
supaya lebih rapi. Gunting bordir tersedia dalam dua jenis yakni berupa
gunting bordir melengkung single dan gunting bordir melengkung ganda.

Judul Modul Membersihkan Sisa-sisa Benang Pada Pakaian


Halaman: 12 dari 24
Buku Informasi Versi: 2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Produksi Pakaian Jadi Massal C.141110.033.01

Gunting bordir melengkung single dengan ujungnya yang miring, gunting


bordir ini sangat berguna untuk memudahkan seorang penjahit dalam
melakukan pemotongan benang bordir.

Gambar 1.5
Alat jahit : gunting bordir
Sumber: internet

Gunting bordir melengkung ganda dengan pegangan gunting yang


melengkung memberikan kemudahan dalam menggunakan gunting jenis ini.

Gambar 1.6
Alat jahit : gunting bordir melengkung
Sumber: internet

f. Gunting Benang
Gunting benang merupakan gunting khusus yang dipergunakan untuk
menggunting benang atau bagian-bagian yang sulit digunting dengan gunting
besar.

Gambar 1.7
Alat jahit : gunting benang
Sumber: internet

Judul Modul Membersihkan Sisa-sisa Benang Pada Pakaian


Halaman: 13 dari 24
Buku Informasi Versi: 2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Produksi Pakaian Jadi Massal C.141110.033.01

g. Gunting Listrik
Gunting listrik sama-sama difungsikan sebagai alat potong kain. Gunting listrik
ini memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pemotongan bahan
kain dalam jumlah ukuran yang sangat banyak. Gunting listrik banyak
digunakan oleh industri skala besar.

Gambar 1.8
Alat jahit : gunting listrik
Sumber: internet

Lama-kelamaan, mata pisau pada gunting yang digunakan terus-menerus akan


semakin berkurang ketajamannya dibanding saat pertama kali Anda beli, hingga
akhirnya menjadi tumpul. Jika Anda kesulitan memotong sesuatu dengan gunting
yang tumpul, Anda mungkin ingin membeli yang baru karena harga gunting
biasanya tidak terlalu mahal. Namun, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan
untuk mengasah gunting di rumah mengunakan beberapa peralatan rumah
tangga biasa, serta sedikit latihan!
Hal yang Anda Butuhkan :
1) Gunting yang tumpul
2) Kertas Amplas
3) Aluminium foil

Berikut cara-cara yang bisa mengembalikan ketajaman gunting :


a. Menggunakan Ampelas
1) Siapkan selembar amplas. Kertas ampelas dengan nomor grit 150-200
bisa Anda gunakan, walaupun Anda bisa memilih amplas yang lebih halus
lagi (dengan nomor grit yang lebih besar) jika ingin mendapatkan hasil
mata pisau yang lebih halus. Lipat amplas menjadi separuhnya, dengan

Judul Modul Membersihkan Sisa-sisa Benang Pada Pakaian


Halaman: 14 dari 24
Buku Informasi Versi: 2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Produksi Pakaian Jadi Massal C.141110.033.01

bagian yang kasar menghadap ke arah luar. Arahkan sisi


kasar amplas menghadap ke luar, sehingga dapat bersinggungan dengan
kedua mata pisau gunting saat memotongnya.

Gambar 1.9
Alat : Ampelas
Sumber: internet

2) Potong amplas. Potong amplas menjadi lembaran panjang, sekitar 10-20


kali. Kedua mata pisau gunting akan terasah setiap kali memotong
ampelas. Buat potongan memanjang dari dasar hingga ujung mata pisau
gunting. Memotong amplas cocok digunakan untuk mengasah mata pisau
gunting yang belum terlalu tumpul, namun perlu sedikit diasah.
Amplas juga bisa menghaluskan cekungan atau goresan pada mata pisau.
Bahan yang bisa digunakan sebagai pengganti ampelas untuk digunting
adalah kain pengikir dan kawat halus.
3) Bersihkan gunting. Bersihkan mata pisau gunting menggunakan tisu
lembap untuk menyingkirkan butiran amplas yang mungkin menempel di
permukaannya saat mengasah.

Gambar 1.10
Alat : gunting dan tisu
Sumber: internet

Judul Modul Membersihkan Sisa-sisa Benang Pada Pakaian


Halaman: 15 dari 24
Buku Informasi Versi: 2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Produksi Pakaian Jadi Massal C.141110.033.01

b. Menggunakan Aluminium Foil


1) Siapkan selembar kertas aluminium foil. Siapkan selembar kertas
aluminium foil sepanjang 20-25 cm, dan lipat sama panjang beberapa kali,
sehingga membentuk lipatan foil yang tebal. Lapisan-lapisan pada
aluminium foil akan membantu mengasah mata pisau setiap kali gunting
digunakan untuk memotongnya.

Gambar 1.11
Alat : Alumunium Foil
Sumber: internet

2) Potong aluminium foil. Potong lembaran aluminium foil menggunakan


gunting hingga seluruhnya terpisah. Gunakan seluruh mata pisau gunting
saat memotong dimulai dari dasar hingga ke ujungnya. Anda bisa
mengasah mata pisau gunting dengan memotong banyak (lipatan tipis)
atau sedikit (lipatan tebal) lembaran aluminium foil, bergantung pada
ketebalan lembaran yang Anda potong.
3) Bersihkan gunting. Bersihkan mata pisau gunting dengan tisu yang
dibasahi air hangat. Gunting perlu dibersihkan untuk menyingkirkan
serpihan aluminium yang mungkin menempel di mata pisau saat Anda
menggunakannya untuk memotong.

2. Cara Mengambil pakaian hasil penjahitan sesuai instruksi


Penjahitan atau sewing adalah tahap penggabungan komponen-komponen
pakaian menjadi pakaian utuh. Bagian ini merupakan bagian yang paling banyak
jumlah tenaga kerjanya dan variasi mesin-mesin yang digunakannya. Jumlah
tenaga kerja yang banyak karena setiap mesin garmen dioperasikan oleh satu
orang. Setiap operator mesin hanya mengerjakan satu jenis pekerjaan misalnya

Judul Modul Membersihkan Sisa-sisa Benang Pada Pakaian


Halaman: 16 dari 24
Buku Informasi Versi: 2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Produksi Pakaian Jadi Massal C.141110.033.01

memasang saku saja, atau menyambung kerah saja, dan sejenisnya. Untuk itu
target waktu setiap proses sangat ditekankan.
Setelah dilakukan penjahitan, pakaian yang telah selesai dijahit akan masuk ke
tahap akhir atau finishing. Tahap akhir atau finishing meliputi quality control
(pengecekan) final pada pakaian yang sudah jadi dan proses pengepakan sesuai
permintaan buyer. Pada pakaian yang tidak lolos atau cacat produksi apabila
masih bisa diperbaiki maka dilakukan proses perbaikan sedangkan yang tidak bisa
diperbaiki dikelompokan ke produk reject. Produk reject ini tergantung dari buyer
ada yang dibolehkan beredar ada yang harus dimusnahkan.

B. Keterampilan yang diperlukan dalam mengetahui ketajaman alat gunting


benang
1. Mengetahui macam-macam alat gunting
2. Mengetahui ketrajaman alat gunting benang
3. Mengambil hasil penjahitan sesuai instruksi

C. Sikap Kerja yang diperlukan dalam mengetahui ketajaman alat gunting


benang
1. Harus cermat dalam mengetahui macam-macam gunting
2. Harus cermat dalam ketajaman alat gunting benang
3. Harus cermat dalam mengontrol proses penjahitan

Judul Modul Membersihkan Sisa-sisa Benang Pada Pakaian


Halaman: 17 dari 24
Buku Informasi Versi: 2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Produksi Pakaian Jadi Massal C.141110.033.01

BAB IV
MENGGUNTING SISA-SISA BENANG PADA PAKAIAN

A. Pengetahuan yang diperlukan dalam menggunting sisa-sisa benang pada


pakaian
1. Cara menggunting benang dan menggunting agar pakaian tidak terpotong
Memotong benang adalah salah satu pekerjaan yang memegang peran penting
baik dalam pembuatan busana maupun benda lainya yang ada hubungannya
dengan bidang usaha menjahit, sehingga persiapan harus dilakukan sebaik-
baiknya untuk menhindari kesalahan.
Menggunting benang harus dikerjakan dengan teliti agar pakaian tidak
terpotong.
Proses Trimming merupakan proses yang paling akhir dari sebuah jasa. Dalam
proses ini produk yang sudah dijahit dilakukan proses make over agar terlihat
lebih rapi. Beberapa tahapan dalam proses trimming ini antara lain:
1) Washing/Dyeing
Tahapan ini dilakukan apabila pemberi jasa menginginkan spesial treatment
untuk produk akhirnya. Sebagai contoh untuk produk denim, produk yang
sudah selesai dijahit biasanya dilakukan garment wash yang berfungsi
untuk melenturkan bahan yang semula kaku. Atau bisa juga untuk
memberikan efek/warna tertentu atas produk akhir garment dengan
menggunakan proses dyeing.
2) Buang Benang
Sebagaimana dengan namanya, tahapan buang benang ini bertujuan untuk
merapikan benang sisa jahitan yang masih belum rapih. Pekerjaan ini
dilakukan untuk lebih mempercantik produk garment yang akan dikirim.
3) Checking dan Ironing
Setelah dilakukan buang benang atas produk garment, tahapan selanjutnya
adalah Ironing/setrika dengan menggunakan setrika uap untuk
menghilangkan kusut, bercak noda serta memberikan efek yang lebih rapi.
4) Labeling dan Packing

Judul Modul Membersihkan Sisa-sisa Benang Pada Pakaian


Halaman: 18 dari 24
Buku Informasi Versi: 2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Produksi Pakaian Jadi Massal C.141110.033.01

Garment yang sudah disetrika kemudian dilipat. Cara pelipatan garmen


bervariasi tergantung keinginan buyer. setelah dilipat, dilakukan
pemasangan hang tag, spesial hang tag dan stiker harga dipasang dengan
benang dengan tag gun. Kemudian garment dikemas ke dalam polybag.
Selama pengepakan, garmen diperiksa secara acak oleh quality control (QC
checker) untuk memastikan bahwa barang-barang berkualitas saja yang
dikemas untuk dikirim.

2. Cara membersihkan sisa-sisa guntingan benang


Finishing adalah kegiatan penyelesaian akhir yang meliputi pemeriksaan
(inspection), pembersihan (triming), penyetrikaan (pressing) serta melipat dan
mengemas. Tujuannya adalah agar pakaian yang dibuat terlihat rapi dan bersih.
Kegiatan ini dilakukan setelah proses menjahit dengan mesin. Pemeriksaan atau
inpection merupakan kegiatan yang menentukan kualitas dari hasil jahitan. Pada
kegiatan pemeriksaan ini dilakukan pembuangan sisa-sisa benang dan
pemeriksaan bagian-bagian busana apakah terdapat kesalahan dalam menjahit
atau ketidakrapian dari hasil jahitan seperti ada bagian yang berkerut, ada
bagian yang tidak terjahit atau ada bagian-bagian busana yang tidak rapi.
Setelah dilakukan pemeriksaan ini, dilakukan pemisahan pakaian yang hasilnya
baik dan yang tidak baik. Kualitas pakaian yang tidak baik biasanya dikembalikan
ke bagian produksi untuk diperbaiki.

Langkah selanjutnya adalah pembersihan (trimming). Kegiatan ini dilakukan


khusus di bagian quality control yang mana sisa-sisa benang dibuang dan
pelengkap pakaian seperti kancing dan perlengkapan lainnya dipasangkan.
Pakaian yang sudah dibersihkan dilanjutkan ke bagian penyetrikaan (pressing).
Penyetrikaan yang dimaksud merupakan penyetrikaan akhir sebelum pakaian
dipasang label dan dikemas. Pressing ini bertujuan untuk menghilangkan
kerutan-kerutan dan menghaluskan bekas-bekas lipatan yang tidak diinginkan,
membuat lipatan-lipatan yang diinginkan, menambah kerapian dan keindahan
pada pakaian serta untuk memberikan finish akhir pada pakaian setelah proses
pembuatan.

Judul Modul Membersihkan Sisa-sisa Benang Pada Pakaian


Halaman: 19 dari 24
Buku Informasi Versi: 2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Produksi Pakaian Jadi Massal C.141110.033.01

Pekerjaan lain dalam penyelesaian atau finishing yaitu memasang kancing;


membersihkan sisa benang; memeriksa jahitan, apakah sudah tepat pada garis
pola, jahitan tidak berkerut, serta jarak setikan sudah tepat; pemeriksaan cacat,
apakah kotor atau ternoda minyak mesin, atau mengalami kerusakan selama
proses menjahit. Setelah itu dilakukan pengemasan busana sebelum diserahkan
kepada konsumen atau pemesan. Penyempurnaan pakaian setelah pengepresan
sangat diperlukan untuk mendapatkan kualitas yang diinginkan adapun langkah-
langkahnya sebagai berikut.
a) Membersihkan sisa-sisa benang, sisa benang dan dibersihkan (dipotong),
bekas jelujuran dibuka dan diperiksa apakah masih ada tiras-tiras yang
tidak dirapikan atau diobras dan belum rapi.
b) Memeriksa jahitan apakah jahitannya sudah tepat pada garisnya, sudah
datar, tidak berkerut atau jarak setikan sudah sesuai dan apakah setiap
ujung jahitan sudah dimatikan. Bila ada yang belum memenuhi standar
perlu diperbaiki.

3. Cara memeriksa kebersihan pakaian


Setelah proses menjahit dalam satu garment selesai di ujung line ,sebelum di
transfer ke finishing Quality control (QC) end line memeriksa kualitas seluruh
jahitan di meja QC depan line. Tujuan pengecekan pakaian adalah mengurangi
tingkat cacat(diffec) dari setiap line. QC end line memisahkan antara garment
yang cacat dan garment yang bagus.
Apabila pada garment jadi di temukan noda baik yang berupa intik-bintik
ataupun yang lainya maka akan dibersihkan dengan menggunakan
pistol tangan atau dengan menggunakan mesin penghapus noda . Debu dan
noda bisa dilepas dengan mesin cuci. Jadi, dilakukan berbagai cara mencuci di
bagian finishing sampai noda tersebut hilang .

4. Cara mencatat jumlah hasil kerja


Banyak perusahaan meminta karyawannya membuat laporan pencapaian kerja
dengan mengevaluasi diri sendiri agar bisa melaporkan apa saja yang sudah
mereka lakukan selama periode tertentu.

Judul Modul Membersihkan Sisa-sisa Benang Pada Pakaian


Halaman: 20 dari 24
Buku Informasi Versi: 2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Produksi Pakaian Jadi Massal C.141110.033.01

Cara menuliskan laporan perhatikan hal-hal sebagai berikut :


a. Pastikan dahulu format laporan yang digunakan oleh perusahaan.
Format laporan kinerja sangat beragam sesuai kebutuhan.
b. Jangan tergesa-gesa saat membuat laporan. Agar bisa menunjukkan kinerja
terbaik, berusahalah menyiapkan laporan dengan tata bahasa yang baik dan
benar tanpa kesalahan ketik.
c. Biasakan melakukan penataan yang baik saat bekerja. Untuk mempermudah
penulisan laporan, kumpulkan dahulu semua dokumen penting. Sebaiknya
Anda sudah mulai mengumpulkan dokumen sejak awal tahun.
d. Ketahui apa yang perusahaan harapkan dari Anda. Sebelum mulai menulis
laporan, Anda harus bisa menjawab pertanyaan: “Apa yang perusahaan
harapkan dari Anda?” Bertanyalah kepada atasan jika Anda belum tahu
jawabannya. Berusahalah memahami keterkaitan antara evaluasi kinerja
dengan target yang harus Anda capai agar tujuan perusahaan bisa terwujud.

B. Keterampilan yang diperlukan dalam menggunting sisa-sisa benang pada


pakaian
1. Menggunting benang sesuai instruksi
2. Memastikan pakaian tidak terpotong
3. Membersihkan sisa-sisa guntingan benang
4. Memeriksa kebersihan pakaian
5. Mencatat jumlah hasil kerja

C. Sikap Kerja yang diperlukan dalam menggunting sisa-sisa benang pada


pakaian
1. Harus hati-hati dalam menggunting benang
2. Harus teliti dan hati-hati dalam memastikan pakaian tidak terpotong
3. Harus teliti dalam membersihkan sisa-sisa benang
4. Harus teliti dalam kebersihan pakaian
5. Harus teliti dalam mencatat jumlah hasil kerja

Judul Modul Membersihkan Sisa-sisa Benang Pada Pakaian


Halaman: 21 dari 24
Buku Informasi Versi: 2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Produksi Pakaian Jadi Massal C.141110.033.01

DAFTAR PUSTAKA
A. Dasar Perundang-undangan
1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2016 Tentang
Standar Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Perkantoran
2. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor :1405/MenKes/SK/XI/2002 tentang
Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri.
3. Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 305 Tahun 2015 tentang
Penetapan SKKNI Kategori Indutri Pengolahan Golongan Pokok Industri Pakaian
Jadi Bidang Produksi Pakaian Jadi Massal
4. Keputusan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementrian
Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia, Nomor 181/LATTAS/XII/2013
Tentang Pedoman Penyusunan Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi
B. Buku Referensi
1. Ernawati dkk , 2008 Tata Busana untuk SMK jilid 1, Direktorat Pembinaan SMK

C. Majalah atau Buletin


D. Referensi Lainnya

1. Browsing Internet http://www.mikirbae.com/2016/08/keselamatan-dan-


kesehatan-kerja-praktek.html
2. Browsing internet, https://fitinline.com/article/read/7-jenis-gunting-yang-
diperlukan-dalam-kegiatan-jahit-menjahit/
3. Browsing internet, https://bsd.pendidikan.id/data/SMK12/
TataBusanaJilid3Kelas12 Ernawatidkk 2008.pdf
4. Browsing internet, http://www.radium.co.id/en/article/767/tips-cara-mengasah-
gunting/
5. Browsing internet, https://jasacmt.wordpress.com/2013/07/01/proses-trimming-
dalam-jasa-cmt/
6. Browsing internet, https://ontbpwjt.wordpress.com/2016/03/12/alur-proses-
garmen/comment-page-1/
7. Browsing internet, https://www.jurnal.id/id/blog/2018-cara-membuat-
pembukuan-usaha-fashion-dengan-mudah-dan-praktis/
8. Browsing internet, http://okecherlani.blogspot.com/2012/09/membersihkan-
lokasi-area-kerja-dan.html
9. https://safetysign.co.id/news/298/7-Poin-Penting-Tentang-Penerangan-di-
Tempat-Kerja-Bagaimana-Penerangan-yang-Baik-Sesuai-Standar
10. http://pendidikangarment.blogspot.com/2017/07/aktivitas-bagian-sewing-di-
idustri.html
11. https://id.wikihow.com/Membuat-Laporan-Kinerja-Anda-Sendiri

Judul Modul Membersihkan Sisa-sisa Benang Pada Pakaian


Halaman: 22 dari 24
Buku Informasi Versi: 2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Produksi Pakaian Jadi Massal C.141110.033.01

DAFTAR PERALATA/MESIN DAN BAHAN

A. Daftar Peralatan/Mesin
No. Nama Peralatan/Mesin Keterangan
1. Gunting Kain
2. Gunting Kertas
3. Gunting Bebek
4. Gunting Zig Zag
5. Gunting Bordir
6. Gunting Bordir Melengkung
7. Gunting Benang
8. Gunting Listrik
9. Ampelas
10. Alumunium Foil
11. Meja Kerja

B. Daftar Bahan

No. Nama Bahan Keterangan


1. Alat Tulis
2. Kertas
3. Benang

Judul Modul Membersihkan Sisa-sisa Benang Pada Pakaian


Halaman: 23 dari 24
Buku Informasi Versi: 2018
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Bidang Produksi Pakaian Jadi Massal C.141110.033.01

DAFTAR PENYUSUN MODUL

NO. NAMA PROFESI


1. Agita Siwi Nastiti, A.Md  Alumni UNJ

Judul Modul Membersihkan Sisa-sisa Benang Pada Pakaian


Halaman: 24 dari 24
Buku Informasi Versi: 2018