Anda di halaman 1dari 60

IKAN KEMBUNG

IKAN KEMBUNG

Kembung adalah nama sekelompok ikan yang tergolong ke dalam marga Rastrelliger, suku Scombridae. Meskipun bertubuh kecil, ikan ini masih sekerabat dengan tenggiri, tongkol, tuna, madidihang, dan makerel. Di Ambon, ikan ini dikenal dengan nama lema atau tatare, di Makassar disebut banyar atau banyara. Dari sini didapat sebutan kembung banjar

Kembung termasuk ikan pelagis kecil yang memiliki nilai ekonomis menengah, sehingga terhitung sebagai komoditas yang cukup penting bagi nelayan lokal. Kembung biasanya dijual segar atau diproses menjadi ikan pindang dan ikan asin yang lebih tahan lama. Ikan kembung yang masih kecil juga sering digunakan sebagai umpan hidup untuk memancing cakalang Tubuh ramping memanjang, memipih dan agak tinggi, 1 : 3,76 dibandingkan dengan panjang tubuh FL (fork length). Sisi dorsal gelap, biru kehijauan hingga kecoklatan, dengan 12 deret bintik gelap membujur di dekat pangkal sirip punggung; sisik ventral keperakan.

* Home * Anak Nelayan o Kota ikan o Muncar + indahnya pantai Muncar o Banyuwangi * Kota Ikan * Muncar * Banyuwangi o link Partner Melihat Ikan kembung Kembung adalah nama sekelompok ikan yang tergolong ke dalam marga Rastrelliger, suku Scombridae. Meskipun bertubuh kecil, ikan ini masih sekerabat dengan tenggiri, tongkol, tuna, madidihang, dan makerel. Di Ambon, ikan ini dikenal dengan nama lema atau tatare, di Makassar disebut banyar atau banyara. Dari sini didapat sebutan kembung banjar. Kembung termasuk ikan pelagis kecil yang memiliki nilai ekonomis menengah, sehingga terhitung sebagai komoditas yang cukup penting bagi nelayan lokal. Kembung biasanya dijual segar atau diproses menjadi ikan pindang dan ikan asin yang lebih tahan lama. Ikan kembung yang masih kecil juga sering digunakan sebagai umpan hidup untuk memancing cakalang Tubuh ramping memanjang, memipih dan agak tinggi, 1 : 3,76 dibandingkan dengan panjang tubuh FL (fork length). Sisi dorsal gelap, biru kehijauan hingga kecoklatan, dengan 12 deret bintik gelap membujur di dekat pangkal sirip punggung; sisik ventral keperakan. Sisik-sisik yang menutupi tubuh kembung berukuran kecil dan seragam. Sirip punggung dalam dua berkas, diikuti oleh 5 sirip kecil tambahan (finlet). Jumlah finlet yang sama juga terdapat di belakang sirip anal, duri pertama sirip anal tipis dan kecil (rudimenter). Sepasang lunas ekor berukuran kecil terdapat di masing-masing sisi batang ekor. Di depan dan belakang mata terdapat pelupuk mata berlemak (adipose)

IKAN TONGKOL
IKAN TONGKOL

Taksonomi Tongkol (Euthynnus affinis) Ikan Tongkol Menurut Saanin (1968), klasifikasi Ikan Tongkol adalah sebagai berikut: Kingdom : Animalia Phylum : Chordata Sub Phylum : Vertebrata Class : Pisces Sub Class : Teleostei Ordo : Percomorphi Family : Scombridae Genus : Euthynnus Species : Euthynnus affinis Morfologi Tongkol (Euthynnus affinis) Ikan tongkol terklasifikasi dalam ordo Goboioida, family Scombridae, genus Euthynnus, spesies Euthynnus affinis. Ikan tongkol masih tergolong pada ikan Scombridae, bentuk tubuh seperti betuto, dengan kulit yang licin .Sirip dada melengkung, ujngnya lurus dan pangkalnya sangat kecil. Ikan tongkol merupakan perenang yang tercepat diantara ikan-ikan laut yang berangka tulang. Sirip-sirip punggung, dubur, perut, dan dada pada pangkalnya mempunyai lekukan pada tubuh, sehingga sirip-sirip ini dapat dilipat masuk kedalam lekukan tersebut, sehingga dapat

memperkecil daya gesekan dari air pada waktu ikan tersebut berenang cepat. Dan dibelakang sirip punggung dan sirip dubur terdapat sirip-sirip tambahan yang kecil-kecil yang disebut finlet. (T. Djuhanda, 1981). Menurut Soesanto (1979), Ikan Tongkol merupakan salah satu jenis ikan pelagis artinya hidup di lapisan atas dari suatu perairan. Bentuk badanya memanjang yang kedua ujungnya meruncing, mempunyai dua sirip punggung dan 7-8 finlet. Dari bentuk ikan adanya dua sirip punggung dan banyaknya finlet ini menujukan ikan tongkol termasuk jenis ikan perenang cepat. Ikan tongkol merupakan penghuni hampir seluruh perairan asia. Di indonesia, ikan ini banyak membentuk gerombolan-gerombolan besar terutama di perairan indonesia timur dan samudra Indonesia. Termasuk ikan pelagis perenang cepat sehingga untuk menangkapnya alat yang di gunakan harus di operasikan dengan kecepatan yang memadai (kriswanto, 1986).

POTENSI BUDIDAYA IKAN DARI JENIS PERIKANAN DARAT


POTENSI BUDIDAYA IKAN DARI JENIS PERIKANAN DARAT Selama ini, aktivitas perikanan tangkap mendominasi pembangunan perikanan nasional. Secara politik, kondisi ini memposisikan perikanan darat/perairan umum (sungai, situ, danau dan rawa) sebagai kelas dua, maka aktivitas perikanan darat mandek. Revitalisasi perikanan hanya mengutamakan pertambakan udang, dan budidaya laut yaitu rumput laut dan ikan karang, padahal perikanan darat memiliki keunggulan dan keunikan tersendiri. Harusnya, pemerintah memberikan porsi yang seimbang antara keduanya. Perikanan darat memiliki keunggulan dan keunikan dalam pengembangannya. Pertama, potensinya memiliki varitas/jenis yang bersifat endemik. Contohnya, ikan bilih (Mystacoleuseus padangensis) yang di dunia hanya terdapat danau Singkarak, Sumatera Barat, juga ikan jenis lawat (Leptobarbus hoevanii), baung (Mystus planices), belida (Chitala lopis), dan tangadak (Barbodes schwanenfeldi) di Danau Sentarum Kalimantan Barat dan sungai-sungai pulau Sumatera, nike-nike di Danau Tondano, Sulawesi Utara dan ikan gabus asli (Oxyeleotris heterodon) Danau Sentani di Papua. Kedua, keberadaan ikan endemik menyatu dengan perilaku/pola hidup masyarakat lokal. Mereka menganggap ikan endemik menjadi bagian kebudayaan dan dikonsumsi secara turun-temurun. Maka mereka juga memiliki kearifan lokal dalam menjaga kelestariannya. Ketiga, secara ekologis dan klimatologi ikan endemik memiliki habitat hidup dan berkembang biak yang khas. Amat tidak mungkin ikan bilih, Danau Singkarak dikembangbiakan di Danau Poso. Inilah sumber kekhasan sumber daya genetiknya. Keempat, lahan budi daya perikanan darat yang mengandung jenis ikan endemik belum

dimanfaatkan secara optimal. Baru beberapa daerah yang memberdayakan dan memberdayakannya dengan pariwisata misalnya Danau Tondano, Danau Singkarak, Danau Poso dan Danau Sentani. Kelima, jenis ikan endemik harganya mahal karena rasanya unik, khas dan langka sehingga menjadi trade mark tersendiri bagi daerah itu. Contohnya, ikan semah (Tor tambra, Tor dourounensis dan Tor tambroides, Labeobarbus douronensis) dari Sungai Kapuas harganya sampai Rp 250.000/kg. Enam Problem Otonomi daerah dalam aspek perikanan dan kelautan tidak hanya dimaknai sebatas kewenangan pengelolaan wilayah laut oleh pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota. Otonomi daerah juga harus dimaknai sebagai upaya mengelola dan mengembangkan perikanan darat utamanya ikan endemik yang terancam punah. Pemaknaan ini akan menciptakan kedaulatan pangan di tingkat lokalitas. Berbagai problem mengancam keberlanjutan budidaya ikan endemik dan kelestariannya, yaitu pertama, ekspoitasi berlebihan. Contohnya, data tahun 1997 menyebutkan stok ikan Bilih mencapai 542,56 ton dan yang telah dieksploitasi sebesar 416,90 ton (77,84 persen). Ini menggambarkan sumberdaya ikan bilih sudah mengalami tangkap lebih. Kedua, introduksi ikan lain yang bersifat predator dan kompetitor. Kasus introduksi ikan gabus toraja (Channa striata) di Danau Sentani, mengancam Ikan gabus asli Danau Sentani. Hal serupa juga terjadi di Danau Poso dan Malili di Sulawesi Tengah. Ketiga, ancaman kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan pertanian dan pembabatan hutan. Akibat kegiatan pertanian yang menggunakan pupuk anorganik, limpasannya masuk ke sungai dan danau, sehingga mencemari dan merusak habitat ikan endemik. Hal serupa akan terjadi akibat pembabatan hutan di hulu sungai, tepi danau dan daerah tangkapan air. Penurunan populasi ikan endemik di sungai, danau maupun lubuk-lubuk di Kalimantan dan Sumatera bersumber dari aktivitas pertanian dan pembabatan hutan. Keempat, proses sedimentasi yang disebabkan oleh limpasan lumpur dari aktivitas pertanian di tepi danau menyebabkan danau semakin dangkal. Juga, pembabatan hutan di hulu menyebabkan sungai mengalami pendangkalan. Otomatis proses sedimentasi yang semakin bertambah setiap tahunnya mengancam hilangnya habitat ikan endemik. Di Sungai Mahakam akibat sedimentasi sudah sulit mendapatkan ikan baung dan lais. Kelima, penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Kasus yang terjadi di Danau Sentarum, Kalimantan Barat, yakni adanya penggunaan bubu warin (alat tangkap berukuran mata jaring < 0,5 cm sejak tahun 2000) menyebabkan turunnya populasi ikan di daerah ini. Keenam, penyediaan pakan ikan budidaya mengancam kelestarian ikan endemik. Pengembangan budidaya keramba mengancam ikan endemik Danau Sentarum karena pakannya diambil dari ikanikan kecil di danau ini. Delapan Kebijakan Melindungi sumber genetik plasmah nutfah dan mengembangkan budidaya perikanan darat berbasis ikan endemik memerlukan kebijakan strategis. Pertama, mengembangkan riset

pemuliaan genetik ikan endemik. Hasil riset ini akan melahirkan bank genetik ikan endemik Indonesia, sekaligus melindungi plasma nutfahnya. Kedua, mengembangkan pusat pembudidayaan ikan air tawar endemik yang mampu menyediakan bibit/benih secara massal baik untuk budi daya sungai maupun danau atau situ. Pusat-pusat ini dibangun daerah-daerah yang memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri. Ketiga, menerbitkan perangkat undang-undang sumberdaya genetik untuk menangkal pihak asing melakukan bio piracy terhadap komoditas endemik khas Indonesia. Hukum yang tersedia baru Keppres No. 43 Tahun 1978 yang menyatakan bahwa jenis ikan yang dilindungi di pulau Kalimantan dan Sumatera adalah arwana Super Red, Golden Red, Banjar Red, arwana Green (hijau) yang ditemukan di Taman Nasional Danau Sentarum dan Sungai Kapuas. Keempat, melestarikan lingkungan kawasan perairan umum (daerah aliran sungai, danau, situ) dan tangkapan air yang mampu menjamin ketersediaan air tawar dan mencegah sedimentasi maupun pencemaran air. Prioritaskan bagi kawasan perairan umum yang sudah memiliki sumber daya ikan endemik dan terancam punah. Kelima, mengembangkan alat tangkap yang ramah lingkungan dari segi jenis, ukuran, maupun variannya. Akan lebih baik menggunakan alat tangkap yang hanya menyeleksi ikan-ikan endemik yang masuk kategori layak konsumsi dan jual. Keenam, menyeleksi introduksi ikan-ikan non-endemik yang bersifat predator, kompetitor dan pembawa penyakit yang nantinya mengancam kelangsungan hidup ikan endemik. Ketujuh, menyeragamkan pangan berbasis ikan endemik, contohnya fillet, nugget, bakso ikan dan kerupuk ikan. Kedelapan, memberdayakan kelembagaan lokal dan kearifan masyarakat dalam membudidayakan ikan-ikan endemik. Gagasan yang dipaparkan dalam tulisan ini merupakan langkah strategis dan politik untuk membangun paradigma baru dan merevitalisasi kebijakan budidaya perikanan yang selama ini cenderung mengabaikan perikanan darat. Hal serupa berlaku juga bagi perairan umum lainnya yang sudah mengembangkan ikan air tawar berbasis waduk (Jatiluhur, Cirata), danau serta situ, demi pemenuhan pangan protein. Dengan demikian, bangsa ini akan berdaulat atas pangan yang bersumber dari ikan endemik, termasuk dalam penyediaan benih.

DEFINISI IKAN MENURUT UNDANG-UNDANG PERIKANAN (UU 45 Tahun 2009)


DEFINISI IKAN MENURUT UNDANG-UNDANG PERIKANAN (UU 45 Tahun 2009)

Ikan, didefinisikan secara umum sebagai hewan yang hidup di air, bertulang belakang, poikiloterm, bergerak dengan menggunakan sirp, bernafas dengan insang, dan memiliki gurat sisi (linea lateralis) sebagai organ keseimbangannya. Namun apabila kita mengacu kepada undangundang 31 tahun 2004 tentang perikanan sebagaimana telah diubah dalam undang-undang 45 tahun 2009, maka definisi ikan yang dimaksud menjadi berbeda dan luas cakupannya. Menurut Pasal 1 Undang-Undang 45 tahun 2009, ikan adalah segala jenis organisme yang seluruh atau sebagian dari siklus hidupnya berada di dalam lingkungan perairan. Didalam bagian penjelasan dijelaskan bahwa yang termasuk kedalam jenis ikan adalah : a.ikan bersirip (pisces); b.udang, rajungan, kepiting, dan sebangsanya (crustacea); c.kerang, tiram, cumi-cumi, gurita, siput, dan sebangsanya (mollusca); d.ubur-ubur dan sebangsanya (coelenterata); e.tripang, bulu babi, dan sebangsanya (echinodermata); f.kodok dan sebangsanya (amphibia); g.buaya, penyu, kura-kura, biawak, ular air, dan 1.sebangsanya (reptilia); h.paus, lumba-lumba, pesut, duyung, dan sebangsanya (mammalia); i.rumput laut dan tumbuh-tumbuhan lain yang hidupnya di dalam air (algae); dan j.biota perairan lainnya Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan, bahwa tidak hanya hewan bersirip dan memiliki insang saja yang dimaksud dengan ikan, tetapi segala biota perairan yang seluruh atau sebagian dari silklus hidupnya berada di lingkungan perairan, termasuk coral, buaya, penyu, kura-kura dll. Penggunaan dan definisi kata ikan pada undang-undang perikanan sebenarnya kurang tepat dan mengena di lingkungan masyarakat atau akademisi. Mungkin akan lebih tepat jika menggunakan kata spesies akuatik atau biota/organisme perairan. Tetapi adanya undangundang dan penjelasan tentang perikanan ini memang diharapkan akan memperjelas ruang lingkup pekerjaan Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang sebelumnya berada di departemen pertanian dan departemen kehutanan. Sehingga tidak ada lagi perbedaan pemahaman ketika melakukan pekerjaan di lapangan, terutama dalam penegakan dan pengawasan hukum.

Kualitas Gelatin Tulang Ikan Hiu (Carcharhinus sp )


Kualitas Gelatin Tulang Ikan Hiu (Carcharhinus sp ) ikan hiu

Ikan hiu merupakan salah satu jenis ikan pelagis bertulang rawan(Elasmobranchii). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas tulang ikan hiu sebagai sumber gelatin dan untuk mengetahui kualitas gelatin yang dihasilkan dari tulang ikan hiu dengan menggunakan pelarut asam dan basa. Gelatin tulang ikan hiu diekstraksi menggunakan asam. asetat 1,5% selama 12 jam dan NaOH 0,3% selama 48 jam. Gelatin tulang ikan hiu diekstraksi lebih lanjut dengan air panas selama 2 jam pada suhu 800C. Parameter yang diukur untuk menguji kualitas gelatin tulang ikan hiu adalah kekuatan gel, viskositas, waktu gel mencair, kejernihan, pH, dan uji organoleptik. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tulang ikan hiu mempunyai kadar gelatin 3,57-4,02 %, lebih rendah dibandingkan gelatin yang dihasilkan dari ikan pari dan sapi. Disamping itu, gelatin tulang ikan hiu mempunyai kekuatan gel 117,2-202,2 Bloom, dan viskositas 50-62,5 cP. Berdasarkan waktu mencair, gelatin tulang ikan hiu relatif lebih lama mencair (95 menit untuk tipe A dan 75 menit untuk tipe B) daripada gelatin komersial (55 menit). Tetapi memiliki tingkat kejernihan yang lebih rendah daripada gelatin komersial. Berdasarkan uji organoleptik, diketahui pula bahwa rasa, bau dan warna gelatin tulang ikan hiu kurang disukai bila dibandingkan dengan gelatin komersial. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa tulang ikan hiu kurang efektif untuk dijadikan sumber gelatin alternatif. Secara reologi gelatin tipe A lebih baik kualitasnya bila dibandingkan dengan gelatin tipe B dan komersil. Namun secara organoleptik gelatin tulang ikan hiu kurang cocok untuk diaplikasikan dalam produk makanan. Kata kunci : Carcharhinus sp, gelatin dan kualitas. Sumber :

Prabowo, 2005. Kualitas Gelatin Tulang Ikan Hiu (Carcharhinus sp ) dengan pelarut Asam dan Basa. Laporan Skripsi, Fakultas Biologi UGM, Yogyakarta. Label: ikan diposkan oleh rustadi64 @ 08:25 0 Komentar

ANATOMI IKAN
ANATOMI IKAN

ANATOMI DAN FISIOLOGI IKAN NILA HITAM Pencernaan secara fisik dan mekanik dimulai di bagian rongga mulut yaitu dengan berperannya gigi pada proses pemotongan dan penggerusan makanan. Pencernaan secara mekanik ini juga berlangsung di segmen lambung dan usus yaitu melalui gerakan-gerakan (kontraksi) otot pada segmen tersebut. Pencernaan secara mekanik di segmen lambung dan usus terjadi lebih efektif oleh karena adanya peran cairan digestif. Pada ikan, pencernaan secara kimiawi dimulai di bagian lambung, hal ini dikarenakan cairan digestif yang berperan dalam proses pencernaan secara kimiawi mulai dihasilkan di segmen tersebut yaitu disekresikan oleh kelenjar lambung. Pencernaan ini selanjutnya disempurnakan di segmen usus. Cairan digestif yang berperan pada

proses pencernaan di segmen usus berasal dari hati, pankreas, dan dinding usus itu sendiri. Kombinasi antara aksi fisik dan kimiawi inilah yang menyebabkan perubahan makanan dari yang asalnya bersifat komplek menjadi senyawa sederhana atau yang asalanya berpartikel makro menjadi partikel mikro. Bentuk partikel mikro inilah makanan menjadi zat terlarut yang memungkinkan dapat diserap oleh dinding usus yang selanjutnya diedarkan ke seluruh tubuh. . Anatomi dan Fisiologi Ikan nila DEFINISI IKAN (PISCES) Bertulang belakang (termasuk vertebrata), habitatnya perairan, bernapas dengan insang (terutama), bergerak dan menjaga keseimbangan tubunya menggunakan sirip-sirip, bersifat poikilotermal. MORFOLOGI (Bentuk Tubuh) IKAN Bervariasi sekali, tetapi morfologi dasarnya adalah terdiri dari gambar 1, gambar 2.a bentuk umum : bilateral, kepala, badan, dan ekor simetri, dan gambar 2.b nonsimetri ikan nila ( Oreochromis niloticus )

ANATOMI Ada 10 sistem anatomi pada tubuh ikan : 1.Sistem penutup tubuh (kulit) : antara lain sisik, kelenjar racun, kelenjar lendir, dan sumbersumber pewarnaan. 2.Sistem otot (urat daging): penggerak tubuh, sirip-sirip, insang - organ listrik 3.Sistem rangka (tulang) : tempat melekatnya otot; pelindung organ-organ dalam dan penegak tubuh 4.Sistem pernapasan (respirasi): organnya terutama insang; ada organ-organ tambahan 5.Sistem peredaran darah (sirkulasi) : organnya jantung dan sel-sel darah - mengedarkan O2, nutrisi, dsb 6.Sistem pencernaan : organnya saluran pencernaan dari mulut anus 7.Sistem saraf : organnya otak dan saraf-saraf tepi 8.Sistem hormon : kelenjar-kelenjar hormon; untuk pertumbuhan, reproduksi, dsb 9.Sistem ekskresi dan osmoregulasi : organnya terutama ginjal

10.Sistem reproduksi dan embriologi : organnya gonad jantan dan betina Ada hubungan yg sangat erat antara ke-10 sistem anatomi tersebut, misalnya: menentukan cara bergeraknya mempengaruhi bentuk tubuh - sistem urat daging dan sistem rangka - O2 dari perairan ditangkap oleh sistem pernafasan dan peredaran darah dibawa ke seluruh tubuh melalui darah darah, dipertukarkan dg CO2

1.B S Ikan mempunyai variasi antara lain dalam hal bentuk, ekologi, habitat, keragaman jenis dan reproduksi 2.B S Organ pada kulit adalah sisik, kelenjar lendir, organ cahaya dan organ listrik 3.B S Fungsi pewarnaan pada tubuh ikan adalah untuk penyalamatan diri dan mencari makan 4.B S Organ cahaya pada ikan ada dua macam, yaitu simbiosis mutualistik antara ikan dengan bakteri yang mengeluarkan cahaya dan berasal dari modifikasi kelenjar lender 5.B S Walaupun bentuk ikan bervariasi tetapi pola umumnya tetap yakni terdiri dari bagian kepala, badan, dan ekor. 6.B S Ikan selain menguntungkan bagi manusia, tetapi ada juga bahayanya misalnya ikan buas, ikan beracun dan berorgan listrik 7.B S Dalam sistem sirkulasi, jantung merupakan organ yang sangat penting karen berperan sebagai pemompa darah ke seluruh bagian tubuh dan bekerja secara otomatis di bawah kendali saraf pusat (Involunteer) 8.B S Alat pernapasan tambahan pada ikan berfungsi untuk mengambil O2 dari dalam air karena kerja insang kurang efektif 9.B S Morfologi ikan merupakan kombinasi sistem rangka dan urat daging sebagai evolusi adaptasi ikan terhadap lingkungannya 10.B S Darah berfungsi mengangkut sari-sari makanan, hormon-hormon, antibodi dan sisa-sisa metabolisme gas-gas antara lain O2 (dari berbagai sumber media) Label: ikan diposkan oleh rustadi64 @ 08:05 0 Komentar

JENIS JENIS IKAN LAUT


JENIS JENIS IKAN LAUT Ikan Kuwe (Caranx Sexfasciatus) atau yang lebih dikenal dengan nama blue fin treavllyu, termasuk ikan dasar dari golongan predator. Sejatinya si Kuwe adalah ikan perairan berkarang dangkal dan berbatasan dengan laut terbuka. Ikan kuwe memiliki lingkup pergaulan yang unik. Seperti halnya manusia, ikan kuwe pun gemar bercengkerama dengan teman sebayanya. Habitat ikan kuwe kecil lebih senang berada di

dekat karang. Adapun ikan kuwe besar kebanyakan menyebar lebih jauh dan sering pula muncul ke permukaan. Beberapa jenis ikan kuwe, seperti kuwe gerong, kuwe mata besar, kuwe rambut, dan kuwe sirip biru. Ikan ini bermasuk tangguh dalam mempertahankan hidupnya. Kendati begitu, perlu beberapa trik untuk memburunya. Para mania mancing menyarankan agar memburunya tidak secara troling. Sebab ada, risiko umpan tersangkut karang. Namun bisa saja Kuwe dipancing dengan troling bila memmakai umpan minow (Umpan tiruan berbentuk ikan). Banyak jenis umpan yang bisa dipakai untuk memancing ikan kuwe. Seperti bentuong, bandeng, kacang-kacang, cendero, ikan terbang. Bisa juga cumi-cumi. Bila memakai umpan tyiruan, ada umpan minow, konahead (cumi-cumian dari plastik), umpan dari plastik lunak (palstic jig). Apabila memakai umpan ikan hidup, timah bisa juga ditambahi pemberat agar posisinya ada di bawah permukaan. Untuk pemancing ikan kuwe gerong berukuran besar bisa juga menggunakan cara kasting dari pantai (surf casting), dari tebing (rock casting), secara koncer (mancing di atas kapal yang jangkarnya dilego dengan memakai umpan ikan hidup), atau bisa juga mancing di atas kapal yang hanyut oleh arus (drifting). Ikan kuwe termasuk ikan segala musim. Artinya, bisa dipancing sepanjang tahun. Meski begitu, kan tersebu terbanyak pada awal musim hujan seperti November-Maret. Ada beberapa tempat yang konon banyak ikan kuwenya, seperti Karang Kryoya, Karang Kaimun, Karang berak, dan Karang Susuh yang berada di Teluk Jakarta. Bisa juga di Tanjungan timur Pulau Sang Hyang di Anyer Jawa Barat. Jika di Muara binuangeun di Pulau tinjil dan Pulau Deli. Kalau ke Ujung Kulon Jawa Barat di Daerah Batu Asin dan Tanjung Waton. Jika di Pelabuhan Ratu di Karang Handap, Karang Bolong, atau Slodong Barat.

LOOKDOWN
LOOKDOWN

LOOKDOWN NAMA LAIN: Jorobado, Horse-head JENIS: Selene Vomer UKURAN: Sebesar telapak tangan sampai lebih dari 0,5 kg REKOR DUNIA: 4 pounds KARAKTER: Menyambar dengan agresif dan petarung yang penuh semangat untuk ukurannya. Label: jenis ikan laut diposkan oleh rustadi64 @ 07:15 0 Komentar

BAR JACK
BAR JACK

BAR JACK NAMA LAIN: Skipjack, Bahamas Runner, Reef Runner, Cibi Mancho JENIS: Caranx Ruber UKURAN: Berkisar 0,5 kg, dapat tumbuh hingga 2,5 kg REKOR DUNIA: 4 pounds (Rekor Florida) KARAKTER: Cukup hebat, jika ukurannya dua kali atau lebih dari rata-rata Label: jenis ikan laut diposkan oleh rustadi64 @ 07:13 0 Komentar

KUWE FLORIDA
KUWE FLORIDA

KUWE FLORIDA NAMA LAIN: Florida Pompano, Pompano, Carolina Pompano JENIS: Trachinotus Carolinus UKURAN: 0,5-1 kg, dapat tumbuh hingga 4 kg REKOR DUNIA: 8 pounds KARAKTER: Hebat. Akan mengalahkan perlawanan Kuwe Lilin untuk ukuran yang sama. Label: jenis ikan laut diposkan oleh rustadi64 @ 07:11 0 Komentar

TENGKEK
TENGKEK

TENGKEK NAMA LAIN: Blue Runner, Hardtail Jack, Runner, Blue Jack JENIS: Caranx Crysos UKURAN: 0,5-1 kg, dapat tumbuh hingga 2 kg REKOR DUNIA: 11 pounds KARAKTER: Jenis ini bertarung dengan baik sesuai dengan ukurannya. Jenis ini umum juga digunakan sebagai umpan untuk memancing di tengah laut.

KUWE KUNING
KUWE KUNING

KUWE KUNING NAMA LAIN: Yellow Jack, Bar Jack, Cibi Amarillo JENIS: Caranx Bartholomaei UKURAN: 6-7,5 kg, dapat tumbuh hingga 10 kg REKOR DUNIA: 19 pounds KARAKTER: Seperti jenis Kuwe lainnya, petarung yang alot dan gigih. Label: jenis ikan laut diposkan oleh rustadi64 @ 07:07 0 Komentar

KUWE MATA BESAR


KUWE MATA BESAR

KUWE MATA BESAR NAMA LAIN: Horse-eye Jack, Bigeye Jack, Ojo Gordo JENIS: Caranx Latus UKURAN: 6-10 kg

REKOR DUNIA: 12 pounds KARAKTER: Seperti halnya Kuwe Lilin, melawan dengan gigih

SUNGLIR / SALEM
SUNGLIR / SALEM

SUNGLIR / SALEM NAMA LAIN: Rainbow Runner, Spanish Jack, Rainbow Jack JENIS: Elagatis Bipinnulata UKURAN: 1-7,5 kg, diperkirakan dapat mencapai 20 kg REKOR DUNIA: 37 pounds KARAKTER: Merupakan petarung yang penuh semangat pada piranti ringan. Akan berenang lebih cepat dibanding jeni Kuwe lainnya, dan kadang kala melakukan lompatan juga.

KUWE RAMBUT / KUWE RAMBE


KUWE RAMBUT / KUWE RAMBE

KUWE RAMBUT / KUWE RAMBE

NAMA LAIN: African Pompano, Threadfish, Cuban Jack, Flechudo JENIS: Alectis Ciliaris UKURAN: 7,5-15 kg, diperkirakan dapat mencapai 25 kg REKOR DUNIA: 50 pounds KARAKTER: Merupakan salah satu pelanggan yang tangguh untuk piranti ringan, jenis ini bertarung mirip kuwe besar lainnya, tetapi penggunaan sisi tubuhnya yang pipih merupakan kelebihannya yang utama, dan juga mempertontonkan taktik berputar yang ganjil yang dapat menempatkan pemancing dalam ujian yang berat

PERMIT
PERMIT

PERMIT NAMA LAIN: Round Pompano, Great Pompano JENIS: Trachinotus Falcatus UKURAN: 10-15 kg, diperkirakan dapat mencapai 25 kg REKOR DUNIA: 56 pounds KARAKTER: Termasuk peringkat yang sangat baik dalam gamefish, berenang terus menerus dan sangat kuat, petarung dikedalaman yang keras kepala. Juga merupakan jenis yang menantang untuk diperdayai, terutama dengan menggunakan umpan tiruan.

KUWE LILIN
KUWE LILIN

KUWE LILIN NAMA LAIN: Crevalle Jack, Jack Crevalle, Crevally JENIS: Caranx Hippos UKURAN: 6-10 kg, diperkirakan dapat mencapai 25 kg REKOR DUNIA: 57 pounds KARAKTER: Beberapa jenis ikan lain dapat mengalahkan kuwe lilin untuk ukuran yang sama. Bertarung tidak begitu spektakuler tetapi juga keras kepala, pola umumnya akan berenang terus menerus. Jenis ini akan memanfaatkan sisi tubuhnya yang pipih sebagai kelebihannya dalam tarik-menarik.

KUWE BATU
KUWE BATU

NAMA LAIN: Almaco Jack, Almaco JENIS: Seriola Rivoliana UKURAN: 7,5-15 kg, kadang melebihi 25 kg REKOR DUNIA: 78 pounds KARAKTER: Sangat kuat, merupakan petarung yang cukup me-nguras tenaga dan memiliki kekuatan dikedalaman yang sanggup menahan pompaan joran. Berenang terus menerus juga dapat ditemui pada awal pertarungan. Stamina yang prima akan sesuai dengan kekuatan ikan ini. Pemancing pemula akan membutuhkan waktu satu jam atau lebih untuk memancing ukuran ratarata.

KUWE BATU BESAR


KUWE BATU BESAR

NAMA LAIN: Greater Amberjack, Amberfish, AJ, Coronado, Cavilia JENIS: Seriola Dumerili UKURAN: 10-75 kg REKOR DUNIA: 155 pounds KARAKTER: Sangat kuat, merupakan petarung yang cukup me-nguras tenaga dan memiliki kekuatan dikedalaman yang sanggup menahan pompaan joran. Berenang terus menerus juga dapat ditemui pada awal pertarungan. Stamina yang prima akan sesuai dengan kekuatan ikan ini. Pemancing pemula akan membutuhkan waktu satu jam atau lebih untuk memancing ukuran ratarata.

MASIDUNG / KUWE GERONG


MASIDUNG / KUWE GERONG

MASIDUNG / KUWE GERONG NAMA LAIN: Giant Trevally, White Ulua (Hawaii) JENIS: Caranx Ignobilis UKURAN: 10-95 kg, dibawah 100 kg REKOR DUNIA: 130 pounds (dalam proses) KARAKTER: Sangat hebat dipancing dengan piranti ringan sampai menengah, bahkan pada piranti besar sekalipun untuk ikan yang lebih besar. Bisa mencapai satu jam atau lebih pertarungan dengan piranti kelas menengah untuk ukuran rata-rata ikan. Piranti menengah dan besar sangat dianjurkan untuk pemancing pemula.

TEKNIK MEMANCING DI LAUT


TEKNIK MEMANCING DI LAUT Kegiatan memancing di laut disamping sebagai sumber mata pencarian bagi nelayan dapat juga digunakan sebagai kegiatan wisata atau hiburan bagi orang-orang tertentu yang mempunyai hobi memancing. Bahkan, ada yang menggolongkan memancing sebagai kegiatan olah raga dan dapat dilombakan seperti jenis olah raga lainnya. Beberapa tahun terakhir ini memancing di laut sebagai sarana wisata bahari terus digalakkan. Kegiatan ini ditujukan untuk menunjang pariwisata bahari di Indonesia. Bahkan, sering di lakukan lomba yang bersifat lokal ataupun nasional. Lomba internasional baru diselenggarakan pada tahun 1992 dan mengambil lokasi di perairan Manado dan Selat Sunda. Dengan diadakannya lomba memancing di laut, diharapkan wisatawan dari mancanegara tertarik untuk berkunjung ke Indonesia. Mereka, disamping menikmati keindahan pantai dan dasar laut negeri ini, dapat juga menyalurkan hobi memancingnya. A. Sarana Beberapa sarana harus dilengkapi sebelum memancing di laut. Sarana yang diperlukan tergantung pada lokasi pemancingannya. Di perairan dekat pantai misalnya, tentu tidak dibutuhkan kapal. Disini hanya perlu pancing dan perlengkapannya. Lain lagi dengan memancing di perairan yang jauh dengan pantai, sarana kapal mutlak diperlukan. Tanpa adanya kapal mustahil kita dapat melakukan pemancingan di laut lepas yang mempunyai kedalaman puluhan bahkan ratusan meter. 1. Kapal Sebenarnya semua jenis kapal dapat di gunakan untuk memancing di laut asalkan laik laut. Meskipun demikian,ada kapal-kapal khusus yang memang didesain untuk keperluan rekreasi termasuk memancing. Jenis kapal ini umumnya lebih nyaman dibanding kapal nelayan,tetapi sudah barang tentu ongkos sewanya cukup mahal. Kapal yang khusus disewakan untuk rekreasi atau memancing umunya berukuran kecil,antara 10-20 groos tone (GT),dan terbuat dari bahan fiberglas. Kapal seperti ini di lengkapi peralatan navigasi seperti peta,kompas,alat pengukur kecepatan angin,dan sebagainya. Bahkan, ada yang mempunyai alat navigasi canggih seperti alat pengukur kedalaman yang otomatis (echosounder)dan alat penentuan posisi laut yang dikenal dengan sebutan GPS (Global positioning system). GPS dapat digunakan untuk menentukan posisi kapal dilaut (beberapa derajat bujur dan lintang). Dengan alat in, kemungkinan kapal tersesat di laut menjadi kecil. Di samping itu, pemancing juga dapat menandai lokasi dimana pernah tertangkap jenis ikan tertentu pada suatu perairan. Demi kenyamanan dan keselmatan memancing di laut, alangkah baiknya jika kapal dilengkapi dengan atap atau tenda agar pemancing tidak kehujanan atau kepanasan. Atap ini dapat di pasang secara permanen atau sementara. Atap demikian biasanya dibutuhkan bagi kapalsewaan dari nelyan yang memeng bukan didesain untuk kebutuhan rekreasi, sedangkan kapal untuk rekreasi umumnya sudah dilengkapi dengan atap. Biaya untuk memiliki sebuah kapal memang cukup mahal aplagi jenis kapal rekreasi. Meskipun demkian, bagi yang mempunyai hobirekreasim di laut, termesuk pemancing, tidak perlu berkecil hati. Kapal untuk keperluan memancing dapat di sewa di tempat penyewaan, terutama di tempat rekreasi, misalnya Ancol, Pelabuhan Ratu, Anyer dan Manado. Ongkos sewa kapal seperti ini

mencapai ratusan sampai jutaan rupiah setiap harinya, tergantung ukuran dan kenyamanan kapalnya. Apabila kita memancing di daerah yang bukan tempat rekreasi, kita dapat menyewa perahu atau kapal nelayan setempat. Ongkos sewa perahu nelayan tentunya lebih murah, juga tergantung padda besar kecilnya kapal. Sebagai contoh, di daerah Laabuan, Jawa Barat, ongkos sewa kapal motor antara Rp 50.000,00-Rp 200.000,00 per hari. Ongkos ini tidak termasuk bahan bakar dan upah nelayan yang bertindak sebagai pemandu. 2. Pancing Semua jenis pancign dapat digunakan untuk memencing di laut. Untuk memencing di dekat pantai, dapat di gunakan pancing tegeg, golong, spining, maupun bait casting. Untuk memacing di laut dalam bisa di gunakan golong, spining, atau bait casting. 3. Sabuk tempat joran Sabuk ini bisa terbuat dari plastik atau sejenis parasut. Pada bagian tengahnya dilengkapi lobang sebagai tempat untuk meletakkan pangkal joran (rod holder). Pemancing memakai alat ini pada saat menghajar ikan. Saat menarik ikan, pangkal joran dimasukan kedalam lubang sabu, baru gulungan yang ada di joran diputar berlahan-lahan sehingga tali pancing akan menggulung dan ikan akan mendekat ada lambung kapal. Sabuk seperti ini diperlukan untuk memancingdi laut lepas, terutama untuk pancing tonda yang menggunakan joran. 4. Ganco dan serok Ganco diperlukan untuk memudahkan mengangkat ikan besar seperti marlin, tuna, atau layaran yang dipancing dari laut lepas. Jenis ikan ini sulit dinaikan ke atas kapal dengan menggunakan tangan karena disamping berat, tenaga yang dimiliki juga kuat sehingga membahayakan pemancing. Ganco berbentuk seperti alat pengait yang ujungnya dibuat tajam dan berbentuk melengkung. Tangkai ganco bisa dibuat dari kayu sepanjang maksimum 2,43 m. Demi keamanan, tangkai ganco bisa diikat dengan tali pengaman. Tali ini berfungsi sebagai pengaman. Apabila ikan tangkapan lepas bersama ganconya, tali pengaman masih berada di kapal sehingga mudah ditarik kembali. Panjang tali ini menurut aturan game fishing tidak melebihi 9,14 m. Serok umumnya digunakan untuk mengangkat ikan kecil yang dipancing di perairan pantai yang dangkal. Serok dibuat dari jaring bermata kecil 2-2,5 cm dan dibentuk seperti kantong. Mulut serok diberi kerangka besi berbentuk bundar. Untuk memudahkan penggunaany, serok dilengkapi dengan tangkai kayu sepanjang 1-1,5 m. 5. Tempat menyimpan ikan Agar ikan hasil pancingan tidak mudah busuk, perlu disediakan tempat penyimpanan khusus. Untuk pemancingan yang dilakukan kurang dari satu hariatau beberapa jam saja, ikan bisa disimpan/diletakkan pada kantong jaring atau anyaman bambu yang dinamakan kepis. Alat ini dilengkapi dengan tali dan dimasukkan ke dalam air sehingga ikan yang tertangkap bisa tetap segar. Peralatan ini sering digunakan untuk pemancingan diperairan dekat pantai seperti di dermaga. Untuk pemancingan di perairan lepas pantai yang menggunakan kapal dan membutuhkan waktu lebih dari satu hari, perlu adanya tempat khusus untuk menyimpan ikan hasil pancingan. Untuk kapal yang telah dilengkapi palka ikan (tempat untuk menyimpan ikan), ikan langsung dimasukkan ke tempat tersebut. Untuk kapal kecil yang tidak dilengkapi palka, bisa menggunakan kotak pendingin (cold box). Alat ini dapat digunakan untuk menyimpan es dalam waktu yang agak lama. Dengan demikian, ikan yang dimasukan ke dalam kotak ini tidak akan

membusuk. Ada beberapa ukuran cold box di pasaran, yaitu 0,5 m3, 0,75 m3 dan 1 m3. 6. Umpan Umpan berfungsi untuk memikat ikan agar terkait pada mata pancing. Terkaitnya ikan terhadap umpan disebabkan oleh rangsanganberupa bau, rasa, bentuk, gerakan dan warna. Umpan yang digunakan untuk memancingikan di laut berbeda dengan umpan yang digunakan untuk memancing ikan di air tawar. Umpan yang sering digunakan untuk memancing ikan di laut ada beberapa macam, yaitu umpan palsu atau tiruan dan umpan sungguhan(baik yang hidup maupun yang mati). a. Umpan palsu/tiruan Umpan tiruan lebih dikenal dengan sebutan lure, dapat terbuat dari plastik atau bulu binatang. Untuk mengelabuhi ikan, ada berbagai macam bentuk umpan tiruan, antara lain berbentuk ikan kecil dan cumi-cumi. Umpan tiruan ini umumnya berwarna menarik sehingga mudah dilihat ikan karena daya penglihatannya di dalam air cukup tajam. Kemampuan ikan untuk melihat suatu benda di dalam air tergantung pada aktivitas retina matanya. Pada retina mata ikan terdapat rod dan cone yang mampu menyerap cahayadengan baik. Oleh sebab itu, pemilihan warna umpan tiruan sangat menentukan keberhasilan memancing di laut. Umpan tiruan yang berwarna mencolok seperti merah, orange, jingga lebih baik digunakan pada saat perairan air keruh. Sedang umpan tiruan warna perak, hitam, biru atau hijau digunakan jiak air laut jernih. Disamping itu tergantung juga dari jenis ikan yang menjadi sasaran. Sebagai contoh, untuk menangkap ikan tuna dan cakalang dengan tonda, penggunaan umpan tiruan berwarna merah dan biru ternyata lebih baik daripada umpan berwarna kuning. Pemakaian umpan tiruan lebih banyak digunakan pada teknik menonda (trolling). Pemasangan umpan tiruan harus menjadi satu dengan mata pancing. Pada satu umpan tiruan kadang-kadang dapat menggunakan lebih dari satu mata pancing. Untuk umpan tiruan yang berbentuk cumi-cumi, posisi mata pancing harus terletak di dalam rumbai-rumbainya. Pemasangan mata pancing tidak boleh terlalu menonjol ke luar. Dengan cara seperti ini, saat umpan dimakan ikan, mata pancingnya pun akan ikut termakan. Untuk satu buah umpan yang menggunakan dua buah mata pancing, jarak pemasangan mata pancing pertama dan kedua tidak boleh terlalu rapat atau terlalu renggang. Jarak optimumnya kurang lebih sepanjang tinggi mata pancing. b. Umpan hidup Memancing di laut dapat juga menggunakan umpan hidup berupa ikan kembung atau banyar. Ikan umpan ini dapat dibeli pada nelayan yang melakukan penangkapan ikan dengan alat tangkap sero atau bagan. Ikan umpan yang masih hidup disimpan di tempat khusus yang di dalamnya dapat diisi air laut. Kalau sirkulasi airnya bagus, aikan umpan ini mampu bertahan agak lama, sampai beberapa jam. Ukuran ikan yang digunakan untuk umpan induk beratnya sekitar 200 gram. Cara pemasangannya, mata pancing dikaitkan pada punggung ikan yang masih hidup. Ikan yang masih mampu bergerak ini kemudian dilepas ke laut. Ikan umpan akan berenang ke sana ke mari sehingga mampu menarik perhatian ikan-ikan besar untuk memakannya. Cara pemancingan dengan menggunakan umpan hidup sering digunakan pada pemancingan dengan cara ngocer. c. Umpan mati Pemakaian umpan sungguhan yang telah mati dapat berupa ikan, cumi-cumi, udang atau cacing laut. Umpan tersebut dapat digunakan dalam bentuk utuh ataupun dipotong-potong. Hal ini tergantung pada ukuran pancing yang digunakan dan jenis ikan yang menjadi sasaran. Untuk memancing ikan kecil di dekat pantai, digunakan umpan yang telah dipotong dalam ukuran kecil,

sedangkan untuk memancing ikan besar di tengah laut, bisa digunakan umpan dalam bentuk utuh. Tertariknya ikan pada umpan ini kemungkinan disebabkan adanya rangsangan berupa bau. Jenis umpan ini umumnya digunakan untuk pemancingan di dasar atau di dekat pantai. Umpan ini dapat dibeli di tempat pendaratan ikan atau pasar setempat. Untuk umpan yang masih utuh berupa cumi-cumi atau udang, mata pancingnya dapat langsung dikaitkan pada badannya. Khusus umpan berupa ikan, mata pancing lebih baik dikaitkan pada mata ikan tersebut. Sebelum ikan digunakan untuk umpan, isi perutnya bisa dikeluarkan dulu atau dibiarkan utuh. 7. Rumpon Rumpon adalah suatu benda yang sengaja dipasang oleh manusia di suatu perairan atau di laut yang berfungsi untuk mengumpulkan ikan sebelum dilakukan penangkapan atau pemancingan. Pemakaian rumpon untuk usaha perikanan sudah lama dilakukan oleh nelayan kita, namun untuk kebutuhan pemancingan sebagai hobi atau sport masih jarang dilakukan. Dengan bantuan rumpon kita akan lebih pasti untuk mendapatkan lokasi pemancingan yang ada ikannya. Satu unit rumpon dapat terdiri dari pelampung, tali-temali, alat pengumpul ikan, dan jangkar atau pemberat. Bahan pelampung dapat berupa rakit bambu, pelampung plastik, atau drum. Daun kelapa atau ban-ban bekas dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengumpulkan ikan. Talitemali dapat dibuat dari tali ijuk tau tali polyetilen/ plastik. Sedangkan sebagai pemberat dapat menggunakan jangkar besi, batu, atau semen beton. Dilihat dari posisi pemasangan alat pengumpul ikannya, rumpon dapat digolongkan menjadi tiga jenis: rumpon lapisan permukaan, rumpon lapisan tengah rumpon dasar. Ada beberapa alasan mengapa ikan tertarik pada rumpon, diantaranya rumpon dapat digunakan sebagai tempat berlindung ikan dan berkumpulnya makanan. Dengan adanya rumpon, banyak plankton yang menempel atau hidup disekitarnya sehingga dapat menarik ikan-ikan kecil. Pada akhirnya jenis ikan besar akan datang untuk memakan ikan kecil tersebut. Pemancingan di sekitar rumpon memang belum banyak dilakukan terutama untuk pemancingan ikan yang hidup dekat permukaan. Meskipun demikian, untuk pemancingan ikan dasar, sudah banyak yang memanfaatkan rumpon seperti yang dilakukan pemancing-pemancing di perairan Kepulauan Seribu. Pemancing disana memanfaatkan becak-becak bekas yang dibuang ke laut sebagai rumpon. Dengan adanya rumpon, kita tidak akan kesulitan mencari lokasi pemancingan. Disekitar rumpon kita dapat melakukan segala macam teknik pemancingan baik memancing di dasar, di lapisan tengah, maupun di permukaan. B. Lokasi Memancing Indonesia terdiri dari beribu-ribu pulau dan kurang dari 2/3 wilayahnya berupa lautan. Karena luasnya perairan laut di negeri ini, maka tidak terlalu susah rasanya untuk memilih lokasi pemancingan. Memancing di laut dapat dilakukan di perairan dangkal yang dekat dari pantai atau di perairan dalam yang jauh dari pantai. Semuanya tergantung pada keinginan, dana, dan kelengkapan sarana. Memancing di sekitar pantai atau perairan dangkal dapat dilakukan di dermaga, anjungan pelabuhan, atau di perairan karang dekat pantai. Penentuan lokasi pemancingan yang tepat di laut memang agak sulit, apalagi di perairan lepas. Dalam hal ini peran nelayan setempat sangat membantu. Mereka biasanya lebih mengetahui di mana perairan karang berada dan di mana terdapat lokasi ikan-ikan tertentu. Hal ini didasarkan pada pengalaman mereka selama bertahun-tahun di laut. Oleh sebab itu, bagi yang tidak mau mengambil resiko salah dalam memilih lokasi, bisa meminta bantuan nelayan setempat sebagai

penunjuk jalan. Hal seperti ini sering dilakukan oleh sebagian besar pemancing di laut. Bahkan, kadang-kadang sekalian menyewa perahu mereka. Jika memperhatikan posisi mata pancing di dalam air, memancing di laut dapat dilakukan di dekat permukaan , di lapisan tengah, atau di dasar perairan. Dengan adanya lokasi pemancingan yang berbeda ini tentunya diperlukan teknik pemancingan yang berbeda pula. Teknik memancing dekat permukaan akan berlainan dengan teknik memancing di dasar. Cara memancing di laut memang dapat dikatakan lebih rumit dibandingkan cara memancing di air tawar. Namun, apabila menguasai tekniknya, memancing di laut akan terasa lebih mengasyikkan. Jenis ikan di laut umumnya lebih beragam dan ukurannya lebih besar dibandingkan ikan air tawar. 1. Memancing di dekat permukaan a. Penentuan lokasi Lokasi pemancingan di dekat permukaan agak sulit ditentukan. Untuk keperluan ini ada beberapa cara yang dapat di tempuh. Di samping meminta bantuan nelayan setempat, perlu juga di ketahui kejadian-kejadian dilaut sebagai pertanda adanya gerombolan ikan. Adanya gerombolan ikan di tandai dengan perubahan warna aair, bentuk air yang beriak atau berbuih,adanya ikan-ikan yang saling berlompatan ke atas, dan banyak burung camar yang menukik-nukik di permukaan laut. Dengan tanda-tanda seperti itu dapat dipastikan perairan tersebut banyak ikannya. Lokasi pemancingan di dekat permukaan bisa juga terdapat di perairan dalam yang mempunyai dasar karang. Ada tidaknya karang bisa diketahui dengan melihat peta laut atau berdasarkan petunjuk nelayan setempat. Di perairan seperti ini biasanya terdapat berbagai macam organisme yang menjadi makanan ikan. Jenis ikan pelagis (permukaan) seperti tuna, cakalang, lemadang, barakuda, kembung dan marlin mudah tertarik pada benda-benda yang terapung dilaut. Kejadian seperti ini sering kali di manfaatkan oleh nelayan dalam menentukan lokasi penangkapan. Mereka sering melakukan penangkapanikan disekitar benda-benda terapung tersebut. Dengan dasar seperti itu, di buatlah tipuan dengan memasang benda yang menetap di laut. Benda mengapung yang sengaja dipasang untuk mengumpulkan ikan ini dinamakan rumpon. b. Kapal untuk pancing tonda Kapal yang didesain untuk memancing ikan dengan tonda (trolling) biasanya berbentuk agak ramping. Dengan bentuk seperti ini gerakan kapal menjadi lebih lincah. Selain itu, kapal juga di lengkapi dengan mesin-mesin kecepatan tinggi, bahkan kadang-kadang ada yang menggunakan mesin ganda. Keberhasilan memancing dengan tonda memang sangat dipengaruhi oleh laju kapal yang di gunakan. Untuk keberhasilan menonda sebaiknya menggunakan kapal dengan kecepatan antara 10-12 knot. Bagian belakang kapal (burutan) sebaiknya dibuat agak lebar agar pemancing lebih leluasa dan lebih mudah menaikan ikan ke atas kapal. Jika pemancing menggunakan lebih dari satu unit pancing, biasanya kapal di beri tambahan babarapa palng yang terbuat dari kayu atau fiberglas. Palang-palang ini dinamakan out rigger dan dipasang pada bagian kiri dan kanan lambung kapal yang menjorok keluar atau pada bagian belakang kapal. Pada ujung kapal diberi cincinpenyalur sebagai tempat pemasukan tali pencing yang berasal dari joran. Dengan adanya palang ini, kita dapat menggunakan beberapa unit pancing tonda dalam satu kapal tanpa khawatir terjadinya tali kusut atau penyangkutan satu sama lain. Dengan menggunakan pancing tinda, ikan yang tertangkap umumnya berukuran besar seperti ikan tuna, tenggiri, lemadang, layaran atau marlin. Karena besar dan kuatnya ikan yang

tertangkap, ada kemungkinan pemancing terbawa oleh gerakan ikan dan bisa terjebur ke laut. Oleh karena itu, demi keselamatan pemancing, ada tipe kapal untuk pancing tonda yang dilengkapi dengan tempat duduk pengaman. Tempat duduk ini bisa dipasang secara permanen di ats kapal dan di lengkapi dengan sabuk pengaman. c. Pancing dan umpan Memacing dekat permukaan sering dilskukan dengan pancing tonda (trolling). Pancing yang digunaka untuk menonda dapat dilengkapi dengan joran atau tanpa joran. Namun, demi keamanan dan kenyamanan si pemancing lebih baik menggunakan joran. Pancing tanpa joran biasanya talinya sulit ditarik saat mata pancing dimakan ikan. Apalagi bila ikan yang didapat berukuran cukup besar. Ikan yang baru terkait mata pancing biasanya mempunyai tenaga melawan yang luar biasa. Jika pemancing tidak mampu menarik atau bertarung dengan tenaga ikan, tidak jarang tali langsung dilepas bersama dengan ikan yang sedang kesakitan. Jika pemancing tetap mempertahankan tali, bisa jadi tangan pemancing kesakitan karena tergores oleh tali yang ditarik ikan. Akhirnya, bukan ikan yang didapat melainkan jari tangan yang terluka. Dengan joran yang dilengkapi dengan gulungan, pemancing dapat memancing lebih aman dan nyaman. Memang, tidak sembarangan joran dapat digunakan untuk menonda. Pilihlah joran yang mempunyai kelenturan dan kekuatan yang bagus. Bahan joran yang bagus terbuat dari fiberglass. Untuk pancing tonda, kurang nyaman kalau memakai joran yang terlalu panjang. Ukuran yang ideal antara 1-1,5 m. Gulungan tali yang bagus biasanya mampu memuat ratusan meter tali dan bisa berbunyi saat tali ditarik ikan. Tali yang dipergunakan terbuat dari nylon monofilamen (senar) dengan ukuran yang disesuaikan dengan berat ikan yang menjadi sasaran. Karena pancing tonada umumnya ditujukan pada jenis ikan pelagis yang berukuran beasr, maka diperlukan mata pancing yang berukuran agak besar, nomor 5-7. Pabcing tonda biasanya menggunakan umpan sungguhan atau tiruan. Meskipun demikian kebanyakan pemancing menggunakan umpan tiruan yang berbentuk cumi-cumio atau ikan. Bahkan, ada yang ada yang menggunakan tali rafia atau plastik yang dirumbai-rumbai. Untuk umpan sungguhan, biasanya menggunakan ikan kembung atau ikan layang berukuran kecil yang telah mati. d. Cara memancing Memancing dengan tonda sebaiknya dilakukan siang hari karena kita menggunakan umpan tiruan untuk mengelabuhi penglihatan ikan. Kegiatan ini dimulai dengan mempersiapkan pancingyang terdiri dari joran, gulungan, tali pancing, mata pancing dan umpan. Keadaan mata pancing perlu diperhatikan atakah masih tajam atau tidak. Apabila sudah tumpul, mata pancing perlu ditajamkan dengan alat pengasah, seperti pengasah pisau atau gerinda batu. Bagi pemancing tonda yang sudah berpengalaman, kegiatan ini dimulai dari pengaturan tali pada gulungan. Gulungan dilengkapi dengan alat pengatur ketegangan yang memiliki tuas dengan skala yang dapat diatur sesuai kehendak pemancing. Dalam skala tersebut tertera angka yang dapat digunakan sebagai pedoman untuk menentukan ketegangan tali pancing. Kekuatan tali (breaking streang) bisa diukur dengan menggunakan timbangan pegas. Cara pengukurannya dapat dilakukan oleh dua orang. Satu orang memegang joran, sedang yang lain menarik tali yang telah digantungi timbangan pegas. Pengukuran ini sangat penting, apabila kita salah menyetel gulungan akibatnya tali mudah putus jika ditarik ikan. Setelah tali dipasang pada joran, mata pancing yang telah dilengkapi dengan umpan bisa disambungkan pada tali senar. Antara tali senar dan mata pancing umumnya menggunakan tali

wire dari monel atau bisa juga tali senar yang berukuran besar. Hal ini untuk menghindari tali putus akibat gigitan ikan yang bergigi tajam. Panjang tali monel ini antara 1-1,5 m yang dipasang langsung pada mata pancing. Pancing tonda dapat menggunakan umpan tiruan atau sungguhan, namun yang sering dipakai adalah umpan tiruan, baik yang menyerupai ikan atau cumi-cumi. Dengan umpan tiruan ini, setiap umpan dapat digantungi lebih dari satu mata pancing. Pancing yang telah dirangkai dalam satu unit siap untuk dioperasikan di laut. Dengan kecepatan kapal yang tidak terlalu tinggi, antara 3-4 knot, pancing diturunkan berlahan-lahan. Panjang tali pancing yang tepat untuk menonda tergantung pada kecepatan kapal. Dengan kecepatan normal, antara 10-12 knot, panjang tali yang sesuai adalah 20-25 m. Meskipun demikian, ini bukan ketentuan yang baku. Sebagai patokannya adalah bila umpan kelihatan melayang di permukaan laut saat tali ditarik oleh kapal. Dalam hal ini dituntut kejelian pemancing atau nakhoda kapal dalam memperhatikan gerakan umpan tersebut. Ikan-ikan pelagis yang menjadi sasaran lebih tertarik pada benda yang bergerak atau berenang menyerupai ikan atau cumi-cumi hidup. Apabila tali pancing telah diulur (di area) dan umpan sudah bisa melayang-layang di permukaan, maka tuas yang ada pada gulungan tali bisa dikunci dengan cara menyetel tuas pada posisi nya. Dengan cara seperti ini apabila mata pancing disambar ikan, tali pada gulungan akan mengulur dengan cepat sehingga menimbulkan bunyi wee..k menyerupai bunyi bel. Ini menandakan bahwa ada ikan yang terkait pada mata pancing sehingga perlu segera dilakukan penarikan. Setelah penurunan pancing beserta talinya dianggap beres dan tepat, joran dapat diletakan pada tempat joran, bagi kapal yang dilengkapi tempat joran (road holder). Bagi kapal yang tidak mempunyai tempat joran, maka pemancing harus memegang joran tersebut. Khususnya pancing tonda yang tidak menggunakan joran, tali pancing bisa diikatkan pada bagian belakang (buritan) kapal. Dalam satu kapal kadang-kadang menggunakan lebih dari satu joran untuk menonda, bahkan ada yang menggunakan enam joran sekaligus. Ini tentunya membutuhkan out rigger agar tali pancing bisa memencar, tidak saling bersangkutan. Cara pemasangan tali dan mata pancing pada joran sama dengan pancing yang pertama. Hanya saja, disini kebutuhan tali pancingnya berbeda antara joran yang dipasang di luar dengan yang di dalam. Joran yang dipasang di luar membutuhkan tali yang lebih panjang. Jika joran semua telah terpasang pada tempatnya, kapal dapat bergerak dengan kecepatan antara 10-12 knot. Laju kapal diusahakan stabil sehingga umpan akan bergerak sesuai dengan yang diharapkan. Apabila kecepatan kapal dinaikan, ada kemungkinan umpan akan terbang. Sebaliknya jika kapal dilambatkan, umpan akan tenggelam ke dalam air. Dalam hal ini kemahiran Nakhoda megendalikan kapal sangat diperlukan. Untuk membuat umpan lebih aktif, bisa melayang dipermukaan air, kapal dapat dijalankan dengan gerakan zig-zag (berjalan tidak lurus). Dengan cara seperti ini gerakan permukaan air akan lebih banyak sehingga umpan kelihatan lebih aktif dan akhirnya mampu menarik perhatian ikan pelagis. Perlu juga diketahui bahwa kebanyakan ikan pelagis mudah tertarik pada permukaan air laut yang bergerak seperti bekas permukaan yang telah dilewati oleh kapal. Oleh karena itu sering kita jumpai ikan lumba-lumba, cakalang, tuna dan marlin mengikuti kapal yang sedang berlayar di laut. e. Teknik menghajar ikan Untuk pancing yang menggunakan gulungan, termakannya umpan oleh ikan ditandai oleh bunyi uluran tali yang menyerupai bel, sedangkan untuk pancing yang dipegang terasa ada sentakan dari dalam air. Kejadian ini adalah saat yang ditunggu-tunggu oleh setiap pemancing. Dengan

adanya tarikan ini, pemancing secara spontan berteriak pada Nakhoda untuk menaikan kecepatan kapal. Hal ini dilakukan agar ikan yang memakan umpan cepat tersangkut pada mata pancing. Jika kecepatan kapal tidak dinaikan, ada kemungkinan ikan melepaskan kembali umpan yang telah masuk ke mulutnya. Bila Nakhoda yakin bahwa ikan telah tersangkut pada mata pancing, kecepatan kapal segera diturunkan sampai lebih pelan dari kecepatan normal menonda. Dalam keadaan seperti ini tetap diperlukan keahlian Nakhoda, jika Nakhoda tidak pintar dalam mengendalikan kapal, ada kemungkinan ikan terlepas kembali. Setelah kapal berjalan pelan atau berhenti, penarikan tali pancing bisa dimulai, ini dinamakan fighting time. Pemancing profesional biasanya menggunakan sabuk yang telah dilengkapi dengan tempat joran untuk menarik tali pancing. Joran diambil dari rod holder, kemudian dipegang oleh pemancing dengan cara meletakan bagian bawah joran pada sabuk yang telah dilengkapi dengan lubang tempat joran. Tali pancing kemudian digulung perlahan-lahan dengan memutar alat putar yang terdapat pada gulungan. Irama menggulung tali harus disesuaikan dengan gerakan ikan. Apabila ikan kelihatan melawan,tali harus di hentikan. Sebaliknya bila ikan kelihatan kelelahan, tali harus segera digulung. Demikian seterusnya hingga ikan mendekati kapal. Teknik menggulung tali ditentukan oleh keahlian si pemancing dan dibutuhkan kesabaran yang luar biasa. Apabila si pemancing ceroboh dan tidak sabar ada kemungkinan ikan lepas atau tali putus. Bagi pemancing yang benar-benar lihai dalam hal tarik ulur dengan ikan, mungkin dalam waktu yang singkat ikan sudah dapat dinaikan ke kapal. Bahkan, mereka juga bisa menangkap ikan yang berukuran besar dengan menggunakan tali yang berukuran relatif lebih kecil. Kelihaian ini pada lomba memancing bisa memperoleh nilai tambah pada kriteria penilaian. Yang perlu diperhatikan pada saat melakukan penarikan ikan, baik dengan joran atau tanpa joran, adalah kapal harus dalam posisi tidak berjalan. Bila kapal bergerak maju, maka akan terjadi tarik menarik antara si pemancing dengan ikan. Akibatnya tarikan menjadi berat yang kadang-kadang bisa membuat tali putus. Bagi pemancing yang tidak menggunakan joran, penarikan harus di lakukan dengan hati-hati. Apabila ikan yang terkait cukup besar jangan di paksakan untuk menariknya saat ikan masih melawan. Tunggu dulu sampai ikanbenar-benar lemas. Jika dipaksakan menarik tali,jari tangan bisa terluka akibat gesekan senar. Oleh karena itu, jika tidak menggunakan joran, pemancingan disarankan memakai sarung tangan. Ikan yang sudah kelihatan lemas akibat tarik ulur dengan pemancing, perlahan-lahan akan mendekat ke kapal mengikuti tarikan tali pancing. Meskipun demikian, kadang-kadang ada ikan yang masih memiliki tenaga kuat walaupun sudah mendekati kapal. Ikan marlin dan layaran, misalnya, biasanya masih melawan meskipun sudah berada beberapa meter di belakang kapal. Oleh karena itu, sering kita jumpai pemandangan yang mengasyikan di mana seekor ikan marlin atau layaran melompat keatas permukaan laut (jumping) pada saat di tarik mendekati kapal. Ikan yang sudah dekat dengan kapal harus ditarik dan di arahkan pada posisi sebelah kiri atau kanan kapal. Maksudnya untuk memudahkan menaikan ikan ke atas dek kapal. Dengan bantuan ganco yang cukup tajam, ikan di kaitkan pada mata ganco, bisa pada tubuhnya atau punggung nya . untuk ikan yang berukuran besar, lebih baik menggunakan dua ganco. Bila posisi ganco sudah benar-benar kuat, secara perlahan-lahan ikan dapat di naikan ke atas kapal. Ganco ini tidak di perlukan bila yang tertangkap ikan kecil. Serok yang terbuat dari jaring dan bertangkaisudah bisa di gunakan untuk mengangkat ikan kecil. Berbagai jenis ikan pelagis yang sering tertangkap pada saat pemancingan di laut dapat dilihat pada lampiran 3. f. Penanganan hasil pancingan

Jenis ikan tertentu yang mempunyai kebiasaan berenang cepat seperti tuna, cakalang, marlin atau layaran meskipun sudah berada di atas dek kapal seringkali masih bergerak cukup kuat. Bahkan, kadang-kadang bisa melompat tinggi. Kalau tidak hati-hati, ikan tangkapan ini bisa melompat lagi ke laut. Untuk hal seperti ini, ikan yang masih hidup ini perlu di matikan terlebih dahulu sebelum mata pancing yangmasih terkait tercopot. Sesudah mati, ikan tersebut langsung disimpan di tempat penyimpanan ikan (palka), bagi kapal yang mempunyai palka, atau ke dalam kotak dingin yang berisi es. Bagi pemancing yang perjalananya lebih dari satu hari, penyimpanan seperti ini dapat memperlambat proses pembusukan. Setelah pekerjaan menangani ikan selesai, mulailah persiapan untuk memancing berikutnya. Biasanya pemancing menurunkan pancing tidak jauh dari lokasi sebelumnya. 2. Memancing di lapisan tengah a. Penentuan lokasi Jenis ikan yang menjadi sasaran pada pemancingan di lapisan tengah tidak berbeda dengan pemancingan di dekat permukaan. Dengan demikian, lokasi pemancingannya pun tidak berbeda sehingga penentuan lokasinya hampir sama. Memancing di lapisan tengah sering dilakukan di perairan yang telah diketahui ada ikannya seperti di perairan yang memiliki karang atau disekitar rumpon. Oleh karena itu, jenis ikan yang tertangkap adalah jenis ikan yang senang hidup di perairan tersebut seperti ikan tuna, sunglir, dan lemadang. Tidak jarang memancing di lapisan tengah dilakukan di sekitar bagan milik nelayan. Kapal di ikatkan pada bagan sementara si pemancing dapat melakukan aktivitasnya. b. Kapal Kapal untuk memancing di lapisan tengah tiadak perlu di desain khusus, kecuali untuk pemancing ngocer. Karena pemancingan ngocer menggunakan umpan hidup, maka kapal harus dilengkapi dengan tempat penyimpanan umpan. Tempat ini sebaiknya berada di dalam kapal dan memungkinkan air laut bisa diatur sirkulasinya. Dengan sirkulasi air yang baik, umpan akan bertahan hidup dalam waktu yang agak lama. Jenis kapal apa saja dapat digunakan. Disini kapal hanya berfungsi sebagai sarana transportasi dan tempat berteduh saat memancing. Apalagi pemancingan yang dilakukan di sekitar rumpon, kapal sering kali diikatkan pada rumpon. Bahkan, untuk rumpon yang mempunyaipelampung cukup kuat, sering kali si pemancing melakukan kegiatannya ditas pelampung/rakit rumpon. c. Pancing dan umpan Jenis pancing ulur gulung sangat cocok digunakan untuk memancing dilapisan tengah. Pancing ulur ini tidak dilengkapi dengan joran, hanya terdiri dari gulungan, tali pancing, dan mata pancing. Besarnya pancing yang digunakan tergantung pada jenis ikan yang akan dipancing. Dalam satu tali pancing bisa digunakan lebih dari satu mata pancing. Pemancingan akan berhasil bila menggunakan umpan sungguhan, baik berupa potongan ikan, ikan kecil, cumi-cumi, atau udang. Namun, kadang-kadang ada juga yang menggunakan umpan tiruan dari bulu ayam atau tali rafia. Ngocer juga sering dilakukan pada pemancingan dilapisan tengah. Pancing yang digunakan untuk ngocer dapat dilengkapi dengan joran atau tanpa joran. Yang menjadi ciri khusus pemancingan ngocer adalah digunakannya umpan hidup. Umpan bisa berupa ikan kembung, layang, cumi-cumi, atau udang. Umpan hidup ini dapat dibeli pada nelayan yang mengoperasikan bagan atau sero di laut. d. Cara memancing Memancing di lapisan tengah, sekitar rumpon, sangat mudah. Kapal bisa ditambatkan pada rakit

rumpon, kemudian pemancing dapat melakukan kegiatannya. Pemancingan bisa dilakukan dari atas kapal atau rakit rumpon. Pemancingan pancing ulur atau golong dimulai dengan memasang umpan pada mata pancing. Setelah umpan terpasang baru diturunkan ke laut sambil diulur talinya. Panjang tali pancing yang digunakan tergantung pada kedalaman ikan yang menjadi sasaran. Tidak semua jenis ikan pelagis senang hidup di dekat permukaan. Kadang-kadang ikan ini berada di perairan yang lebih dalam. Oleh karena itu, penentuan panjang tali pancing sangat menentukan jenis ikan yang tertangkap. Untuk ikan kembung,tongkol, cakalang, dan lemadang tali pancing tidak perlu diulur terlalu panjang. Akan tetapi, untuk ikan tuna dan marlin diperlukan tali pancing yang lebih panjang karena ikan jenis ini kadang-kadang berenang di lapisan pertengahan. Pada teknik pemancingan ngocer kegiatan dimulai dengan pemasangan umpan hidup. Umpan hidup dikaitkan pada mata pancing, lalu dimasukan ke laut. Bersamaan dengan itu tali pancingnya diulur. Karena masih hidup, maka umpan akan berenang ke sana ke mari sehingga dapat menarik perhatian ikan pemangsa yang berada di sekitar kapal. Ngocer sebaiknya dilakukan pada perairan yang telah diketahui ada ikannya seperti di perairan karang atau di dekat rumpon. Pemancingan seperti ini juga sering dilakukan setelah menonda, apabila banyak ikan yang mengikuti jalannya kapal. Penarikan tali pancing pada pemancingan di lapisan tengah hampir sama dengan penarikan tali pancing tonda karena jenis ikan yang tertangkap hampir sama. Demikian juga dengan penanganan ikan setelah dinaikan di atas kapal. Memancing ikan di lapisan tengah bisa dilakukan pada siang ataupun malam hari.

5 ekor Jenis ikan Laut


5 ekor Jenis ikan Laut Ikan kakap merupakan ikan dasar yang selalu berkelompok menempati karang, tandes atau rumpon. Bentuk tubuhnyanya bulat pipih memanjang dengan mempunyai sirip di bagian punggung. Di bawah perut juga terdapat sirip. Di bagian dekat anal juga terdapat sirip analnya. Sebagai ikan penguasa karang, ikan kakap dilengkapi dengan gigi untuk mengkoyak mangsanya. Karakternya dalam menyergap mangsanya, ikan kakap biasanya bersembunyi di balik karang atau rumpon dan mengambil lokasi tepat di muka arus. Ketika ada makanan apa saja yang hanyut langsung disergapnya untuk mengisi perutnya. Ikan-ikan yang paling besar di kawasanya selalu berada paling depan untuk memburu makanan, sedangan yang ukuran sedang memilih sisa-sisa setelah yang besar puas makan. Maka janganlah heran bila memancing ikan kakap merah, bila pertama kali pancingan putus, ikan kakap yang besar akan kabur dan panik lantas diikuti dengan kawan ikan yang lebih kecil untuk bersembunyi. Kejadian ini oleh mania mancing sering disebut dengan cara guyonan si kakap manggil kodim alias komandan distrik-nya untuk kabur.Karakternya yang suka menyergap mangsa dari balik batu karang tempat persembunyiannya lalu kembali bersembunyi itulah, membuat ada ungkapan peribahasa soal penjahat kelas kakap, alias memangsanya tidak tanggung-tanggung. Ikan kembung, como, tembang, cumi utuh bisa dicaploknya sekaligus. Cara makannya pun tergolong unik. Ikan ini

tidak menyergap namun menghisap dengan mulut lebarnya. Sumber : http://ikanmania.wordpress.com/

KAKAP CUBERA NAMA LAIN: Cubera Snapper, Cuban Snapper, Cuban Dog, Snapper JENIS: Lutjanus Cyanopterus UKURAN: Rata-rata 15-25 kg, dapat mencapai 50 kg lebih REKOR DUNIA: 121 pounds KARAKTER: Petarung sejati yang memanfaatkan ukuran dan kekuatannya serta semua rintangan yang ada disekitarnya demi keuntungan untuk perlawanannya.

KAKAP MERAH NAMA LAIN: Red Snapper, North American, Genuine Red, Pargo Colorado JENIS: Lutjanus Campechanus UKURAN: Rata-rata 4-10 kg, dapat mencapai 20 kg lebih REKOR DUNIA: 50 pounds KARAKTER: Ikan petarung yang gigih dengan menggunakan kekuatannya, taktik dengan menggoyangkan kepalanya daripada berenang terus menerus.

KAKAP DOMBA NAMA LAIN: Mutton Snapper, Muttonfish, Reef King, Pargo JENIS: Lutjanus Analis UKURAN: Rata-rata 2,5-7,5 kg, dapat mencapai 15 kg lebih REKOR DUNIA: 28 pounds KARAKTER: Jenis ini merupakan petarung yang kuat dikedalam-an, dan dapat menampilkan pesonanya di tempat dangkal atau melarikan diri dipermukaan, lalu turun dengan terus menerus untuk kemudian bertahan dengan memanfaatkan kekuatan dan sisi lebar tubuhnya.

KAKAP ANJING NAMA LAIN: Dog Snapper, Yellow Snapper, Jocu JENIS: Lutjanus Jocu UKURAN: Rata-rata 1-7,5 kg, dapat mencapai 15 kg lebih REKOR DUNIA: 24 pounds KARAKTER: Petarung yang kuat.

KAKAP BATU NAMA LAIN: Gray Snapper, Mangrove Snapper, Black Snapper, Mango, Caballerote JENIS: Lutjanus Griseus UKURAN: Rata-rata 1-3 kg, dapat mencapai 10 kg lebih REKOR DUNIA: 17 pounds KARAKTER: Ketika terpancing, Kakap Batu akan melarikan diri dengan cepat, lalu melakukan pertarungan yang hebat hingga ke sisi perahu

KAKAP SUTERA NAMA LAIN: Silk Snapper, Yelloweye JENIS: Lutjanus Vivanus UKURAN: Rata-rata 1,5-2,5 kg, berat maximum tidak diketahui REKOR DUNIA: 18 pounds KARAKTER: Tidak ada pertarungan yang dapat diharapkan, berkat kedalaman laut dan piranti yang tidak sesuai yang biasanya digunakan.

JENAHA NAMA LAIN: Lane Snapper,Spot Snapper,Cady Snapper,Biajaiba JENIS: Lutjanus Synagris UKURAN: Rata-rata 0,5 kg, dapat mencapai 2,5 kg REKOR DUNIA: 7 pounds KARAKTER: Sambarannya agresif pada umpan alami maupun tiruan, jenis ini asyik untuk dipancing namun bukanlah petarung yang istimewa, apalagi jika dilihat ukurannya yang kecil.

KAKAP RATU NAMA LAIN: Queen Snapper JENIS: Etelis Oculatus UKURAN: Rata-rata 1,5-2,5 kg, berat maximum tidak diketahui REKOR DUNIA: 11 pounds KARAKTER: Tidak ada pertarungan yang dapat diharapkan, berkat kedalaman laut dan piranti yang tidak sesuai yang biasanya digunakan.

KAKAP SIRIP HITAM NAMA LAIN: Black Snapper, Blackspot, Bahamas Red Snapper JENIS: Lutjanus Buccanella UKURAN: Rata-rata 1,5-2 kg, dapat mencapai 5 kg REKOR DUNIA: 7 pounds KARAKTER: Petarung yang kuat seperti jensi Kakap lainnya.

EKOR KUNING (Wakung Sawo) NAMA LAIN: Yellowtail Snapper, Flag, Tail, Rabirubia JENIS: Ocyurus Chrysurus UKURAN: Rata-rata 0,5-1,5 kg, dapat mencapai 4 kg REKOR DUNIA: 8 pounds KARAKTER: Petarung yang seru untuk kelas piranti yang berimbang dengan berat ikan, dan merupakan yang terbaik diantara ikan-ikan karang lainnya. Karena kebanyakan terpancing dekat permukaan, jenis ini biasanya akan melarikan diri dengan kuatnya. Ekor Kuning sangat ahli dalam hal memutuskan tali pancing pada pinggir tebing karang, atau pada karang yang menjulang tinggi.

KAKAP VERMILLION NAMA LAIN: Vermillion Snapper, Beeliner, Mingo, Cajon JENIS: Rhomboplites Aurorubens UKURAN: Rata-rata dibawah 0,5 kg, bisa mencapai 2,5 kg REKOR DUNIA: 7 pounds KARAKTER: Bukan gamefish. Kebanyakan terpancing oleh piranti besar pada kedalaman dan bukan merupakan kombinasi yang imbang untuk ikan sekecil ini.

SCHOOL MASTER NAMA LAIN: Barred Snapper, Caji JENIS: Lutjanus Apodus UKURAN: Rata-rata dibawah 0,5 kg, bisa mencapai 3-3,5 kg REKOR DUNIA: 4 pounds KARAKTER: Setara dengan jenis Kakap lainnya untuk ukuran yang sama.

TANDA-TANDA NAMA LAIN: Mahogany Snapper, Ojonco JENIS: Lutjanus Mahogoni UKURAN: Hingga 1,5 kg REKOR DUNIA: Tidak ada KARAKTER: Cukup baik seperti halnya Kakap kecil lain. (dari berbagai sumber media) diposkan oleh rustadi64 @ 05:30 0 Komentar

JENIS JENIS IKAN LAUT 6

JENIS JENIS IKAN LAUT 6 Jenis ikan yang sering juga di dapatkan/di jumpai saat memancing.

TARPON NAMA LAIN: Silver King, Sabalo JENIS: Megalops Atlanticus UKURAN: Dari 30 cm hingga 38 kg, bisa mencapai 75 kg lebih REKOR DUNIA: 283 pounds KARAKTER: Terkenal sebagai tontonan dan akan lompatannya. Tarpon raksasa tidak sebanding dengan yang lebih kecil dalam hal akrobatiknya, tetapi mereka kerap kali melompat diperairan dangkal dengan marahnya.

GABUS LAUT NAMA LAIN: Cobia, Ling, Crab Eater, Lemonfish, Bacalao JENIS: Rachycentron Canadum UKURAN: Umumnya 10-25 kg, bisa mencapai 50 kg REKOR DUNIA: 135 pounds KARAKTER: Petarung yang kuat dan sukar diduga. Biasanya akan melarikan diri dengan cepat, dan dapat bertarung dikedalaman dengan stamina yang baik; walaupun banyak diantaranya bertarung tanpa semangat jika tidak di paksa untuk itu.

LEMADANG NAMA LAIN: Dolphin, Dorado, Mahi-mahi JENIS: Coryphaena Hippurus UKURAN: Dari 0,5 kg hingga 25 kg, dapat mencapai 40 kg lebih REKOR DUNIA: 87 pounds KARAKTER: Merupakan yang terbaik dalam hal kecepatan untuk berbagai kelas piranti. Sangat kuat dan kerap berakrobatik.

BARRACUDA (Alu-alu) NAMA LAIN: Great Barracuda, Cuda, Sea Pike, Picuda JENIS: Sphyraena Barracuda UKURAN: Rata-rata 2,5-7,5 kg, dapat mencapai 25 kg REKOR DUNIA: 85 pounds KARAKTER: Untuk piranti yang cocok, Barracuda merupakan salah satu yang dapat bertarung dengan spektakuler, kerap kali mengkombinasikan kecepatan dan melarikan diri dengan melompat. Pada laut yang lebih dalam, seperti diatas gugusan karang, ia dapat juga bertarung dengan kekuatan dan ketahanan tubuh.

IKAN DAUN NAMA LAIN: Tripletail, Drift Fish, Leaf Fish JENIS: Lobotes Surinamensis UKURAN: Rata-rata 1-6 kg, dapat mencapai 15 kg lebih REKOR DUNIA: 42 pounds KARAKTER: Walaupun penampilannya agak janggal, Ikan Daun merupakan gamefish yang

disukai. Dapat dipancing dengan umpan tiruan dengan karakteristik bertarung dengan melarikan diri dengan kalut dan lompatan yang mengejutkan. Untuk ikan berukuran besar dikedalaman juga dapat bertahan dengan baik. Seperti halnya Gabus Laut yang biasanya juga berbagi tempat berteduh Ikan Daun sangat ahli dalam hal membuat kusut kenur.

BLUEFISH NAMA LAIN: Blue, Chopper, Anchoa JENIS: Pomatomus Saltatrix UKURAN: Rata-rata 0,5-1,5 kg, dapat mencapai 10 kg lebih REKOR DUNIA: 31 pounds KARAKTER: Merupakan petarung yang handal pada berbagai ukuran. Sangat kuat dalam melarikan diri dan kerapkali melompat

BANDENG CECURUT NAMA LAIN: Bonefish, Silver Ghost, White Fox, Macabi JENIS: Albula Vulpes UKURAN: Rata-rata 0,5-5 kg, dapat mencapai 10 kg lebih REKOR DUNIA: 19 pounds KARAKTER: Sangat terkenal dalam hal melarikan diri di laut dangkal. Sekuat jenis Kuwe jika bertarung di kedalaman laut. (dari berbagai sumber media)

FRIGATE MACKEREL (Jenis Tongkol)


FRIGATE MACKEREL (Jenis Tongkol) NAMA LAIN: Bonito, Tinker Mackerel JENIS: Auxis thazard UKURAN: Merupakan yang terkecil diantara keluarga Tuna REKOR DUNIA: Tidak ada

KARAKTER: Jika bermaksud memancingnya (biasanya sebagai umpan untuk ikan yang lebih besar), peralatan yang paling baik adalah piranti jenis Spinning dengan umpan jigging kecil.

(dari berbagai sumber media) diposkan oleh rustadi64 @ 04:33 0 Komentar

BONITO ATLANTIC (Jenis Tongkol)


BONITO ATLANTIC (Jenis Tongkol) NAMA LAIN: Atlantic Bonito, Northern Bonito, Katonotel, Boston Mackerel JENIS: Sarda Sarda UKURAN: Umum 2-5 kg, maximum bisa mencapai 10 kg REKOR DUNIA: 18 pounds KARAKTER: Seperti Tuna lainnya, termasuk petarung yang hebat.

diposkan oleh rustadi64 @ 04:30 0 Komentar

TUNA KECIL (Jenis Tongkol)


TUNA KECIL (Jenis Tongkol)

TUNA KECIL (Jenis Tongkol) NAMA LAIN:Little Tunny, Blue Bonito, False Albacore, Little Tuna JENIS: Euthynnus Alletteratus UKURAN: Umum 1-7,5 kg, sering mencapai 15 kg lebih REKOR DUNIA: 35 pounds KARAKTER: Petarung yang hebat untuk piranti ringan.

Ikan Tenggiri

Tenggiri laki/fajar

Klasifikasi Ilmiah : Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Actinopterygii Ordo: Perciformes

Famili: Scombridae Genus: Acanthocybium Spesies: A. solandri Nama binomial Acanthocybium solandri Tenggiri laki, tenggiri fajar, atau wahoo (Acanthocybium solandri) adalah ikan dari suku Scombridae yang ditemukan di lautan tropis dan subtropis. Karena kecepatan dan kualitas dagingnya yang tinggi membuat ikan ini dijadikan hadiah permainan memancing. Di Hawaii, ikan ini dikenal sebagai ono, sedangkan di Karibia dan Amerika Tengah ikan ini dipanggil peto. Tubuhnya tertutupi oleh sisik kecil dan tipis, punggungnya berwarna hijau-kebiruan, sisik berwarna perak, dengan pola garis-garis berwarna biru gelap, warnanya akan semakin pudar ketika mati. Ikan ini bermulut besar, dan taring di bagian bawah dan atas mulutnya terlihat lebih tajam daripada taring ikan mackerel Spanyol.

Seekor tenggiri laki yang ditangkap oleh nelayan di Bonaire, Antillen Belanda

Tengiri laki adalah ikan yang menghuni perairan tropika dan subtropika Indo-Pasifik. Tenggiri adalah nama umum bagi sekelompok ikan yang tergolong ke dalam marga Scomberomorus, suku Scombridae. Ikan ini merupakan kerabat dekat tuna, tongkol, madidihang, makerel dan kembung. Tenggiri banyak disukai orang, diperdagangkan dalam bentuk segar, ikan kering, atau diolah menjadi kerupuk, siomay, dan lain-lain.
Tenggiri Rentang fosil: Thanetian hingga kini

Tenggiri Melayu Scomberomorus commerson Klasifikasi ilmiah Kerajaa Animalia n: Filum: Kelas: Chordata Actinopterygi i Perciformes

Ordo:

Famili: Scombridae Genus: Scomberom orus Lacepde, 1801

Ikan tenggiri bertubuh memanjang, memipih lumayan kuat pada sisi-sisinya, telanjang tidak bersisik kecuali pada gurat sisinya (bidang corselet tidak jelas). Moncong meruncing, dengan mulut lebar dan gigi-gigi yang tajam dan kuat di rahang atas dan bawah. Panjang moncong (snout length) lebih pendek daripada sisa kepala bagian belakang. Sirip punggung dalam dua berkas, yang depan dengan XIII XXII jari-jari keras (duri). Sirip punggung dan sirip anal diikuti oleh banyak sirip kecil tambahan (finlet). Tenggiri Melayu (Scomberomorus commerson), spesies yang terbesar, dapat mencapai panjang 220 cm, meski kebanyakan kurang dari 1 m saja. Tenggiri merupakan ikan pelagis yang kerap berenang menggerombol dalam kelompok kecil, tidak jauh dari pantai.

Cakalang
Cakalang (Katsuwonus pelamis) adalah ikan berukuran sedang dari familia Scombridae (tuna). Satu-satunya spesies dari genus Katsuwonus. Ikan berukuran terbesar, panjang tubuhnya bisa mencapai 1 m dengan berat lebih dari 18 kg. Cakalang yang banyak tertangkap berukuran panjang sekitar 50 cm. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai skipjack tuna.

Klasifikasi ilmiah Kerajaa Animalia n: Filum: Kelas: Ordo: Chordata Actinopterygii Perciformes

Famili: Scombridae Genus: Katsuwonus Kishinouye, 1915 Spesies K. pelamis : Nama binomial Katsuwonus pelamis (Linnaeus, 1758)

Gerombolan ikan cakalang

Tubuh berbentuk memanjang dan agak bulat, dengan dua sirip punggung yang terpisah. Sirip punggung pertama terdiri dari 14-16 jari-jari tajam. Sirip punggung kedua yang terdiri dari 14-15 jari-jari lunak. Sirip dubur berjumlah 14-15 jari-jari. Bagian punggung berwarna biru keunguunguan hingga gelap. Bagian perut dan bagian bawah berwarna keperakan, dengan 4 hingga 6 garis-garis berwarna hitam yang memanjang di samping badan. Badan tidak memiliki sisik kecuali pada bagian barut badan (corselet) dan garis lateral.

Penyebaran
Cakalang dikenal sebagai perenang cepat di laut zona pelagik. Ikan ini umum dijumpai di laut tropis dan subtropis di Samudra Hindia, Samudra Pasifik, dan Samudra Atlantik. Cakalang tidak ditemukan di utara Laut Tengah. Hidup bergerombol dalam kawanan berjumlah besar (hingga 50 ribu ekor ikan). Makanan mereka berupa ikan, crustacea, cephalopoda, dan moluska. Cakalang merupakan mangsa penting bagi ikan-ikan besar di zona pelagik, termasuk hiu.

Pemanfaatan

Cakalang fufu

Ikan cakalang adalah ikan bernilai komersial tinggi, dan dijual dalam bentuk segar, beku, atau diproses sebagai ikan kaleng, ikan kering, atau ikan asap. Dalam bahasa Jepang, cakalang disebut katsuo. Ikan cakalang diproses untuk membuat katsuobushi yang merupakan bahan utama dashi (kaldu ikan) untuk masakan Jepang. Dalam makanan Manado, cakalang diawetkan dalam bentuk cakalang fufu (cakalang asap).

Cumi-cumi

Cumi

Klasifikasi Ilmiah : Kerajaan: Animalia Filum: Mollusca Kelas: Cephalopoda Upakelas: Coleoidea Superordo: Decapodiformes Ordo: Teuthida Subordo : Plesioteuthididae (incertae sedis) Myopsina Oegopsina
Cumi-cumi adalah grup cephalopoda besar. Seperti semua cephalopoda, cumicumi dipisahkan dengan memiliki kepala yang berbeda. Akson besar cumi-cumi ini memiliki diameter 1 mm. Cumi-cumi banyak digunakan sebagai makanan.

Belum Diperiksa ? Tenggiri laki/fajar

Status konservasi Risiko Rendah Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Actinopterygii Ordo: Perciformes Famili: Scombridae Genus: Acanthocybium
Gill, 1862

Spesies: A. solandri Nama binomial Acanthocybium solandri


(Georges Cuvier, 1829)

Tenggiri laki, tenggiri fajar, atau wahoo (Acanthocybium solandri) adalah ikan dari suku Scombridae yang ditemukan di lautan tropis dan subtropis. Karena kecepatan dan kualitas

dagingnya yang tinggi membuat ikan ini dijadikan hadiah permainan memancing. Di Hawaii, ikan ini dikenal sebagai ono, sedangkan di Karibia dan Amerika Tengah ikan ini dipanggil peto. Tubuhnya tertutupi oleh sisik kecil dan tipis, punggungnya berwarna hijau-kebiruan, sisik berwarna perak, dengan pola garis-garis berwarna biru gelap, warnanya akan semakin pudar ketika mati. Ikan ini bermulut besar, dan taring di bagian bawah dan atas mulutnya terlihat lebih tajam daripada taring ikan mackerel Spanyol.

Seekor tenggiri laki yang ditangkap oleh nelayan di Bonaire, Antillen Belanda Tengiri laki adalah ikan yang menghuni perairan tropika dan subtropika Indo-Pasifik.

Bandeng
?

Bandeng

Klasifikasi ilmiah

Kerajaa Animalia n: Kelas: Ordo: Actinopterygii Gonorynchifor mes

Famili: Chanidae Genus: Chanos


Lacpde, 1803

Spesies C. chanos : Nama binomial Chanos chanos


(Forsskl, 1775)

Bandeng (Chanos chanos Forsskl) adalah ikan pangan populer di Asia Tenggara. Ikan ini merupakan satu-satunya spesies yang masih ada dalam familia Chanidae (bersama enam genus tambahan dilaporkan pernah ada namun sudah punah).. Dalam bahasa Bugis dan Makassar dikenal sebagai ikan bolu, dan dalam bahasa Inggris milkfish) Mereka hidup di Samudera Hindia dan Samudera Pasifik dan cenderung berkawanan di sekitar pesisir dan pulau-pulau dengan terumbu koral. Ikan yang muda dan baru menetas hidup di laut selama 23 minggu, lalu berpindah ke rawa-rawa bakau berair payau, dan kadangkala danaudanau berair asin. Bandeng baru kembali ke laut kalau sudah dewasa dan bisa berkembang biak. Ikan muda (disebut nener) dikumpulkan orang dari sungai-sungai dan dibesarkan di tambaktambak. Di sana mereka bisa diberi makanan apa saja dan tumbuh dengan cepat. Setelah cukup besar (biasanya sekitar 25-30 cm) bandeng dijual segar atau beku. Bandeng diolah dengan cara digoreng, dibakar, dikukus, dipindang, atau diasap.

Bandeng sebagai makanan

Bandeng bakar, salah satu cara pengolahan bandeng.

Ikan bandeng disukai sebagai makanan karena rasanya gurih, rasa daging netral (tidak asin seperti ikan laut) dan tidak mudah hancur jika dimasak. Kelemahan bandeng ada dua: dagingnya 'berduri' dan kadang-kadang berbau 'lumpur'/'tanah'.
Duri bandeng

Duri bandeng sebenarnya adalah tulang dari bandeng. Duri ini mengganggu kenikmatan dalam memakan dagingnya. Gangguan ini dapat diatasi dengan penggunaan panci bertekanan tinggi (presto atau autoklaf) dalam waktu tertentu, sehingga duri ini menjadi lunak dan dapat dihancurkan jika dikunyah.
Bau lumpur

Bau lumpur pada bandeng banyak dialami pada bandeng yang diambil dari tambak. Bandeng yang dipelihara di karamba hampir tidak berbau. Penyebab gejala bau lumpur adalah beberapa plankton Cyanobacteria, terutama dari genus Oscillatoria, Symloca, dan Lyngbia, yang menghasilkan geosmin[2]. Apabila ikan tinggal di tempat yang kaya geosmin atau memakan plankton ini, dagingnya akan memiliki cita rasa tanah. Bau lumpur dapat diatasi paling tidak dengan dua cara. Cara pertama adalah dengan memelihara ikan selama 714 hari dalam air mengalir bebas biosmin sebelum dijual[2]. Cara kedua adalah dengan perlakuan pemberian asam tertentu.

1. Taksonomi Ikan mas

Dalam ilmu taksonomi hewan, klasifikasi ikan mas adalah sebagai berikut: Kelas : Osteichthyes Anak kelas : Actinopterygii Bangsa : Cypriniformes Suku : Cyprinidae Marga : Cyprinus Jenis : Cyprinus carpio L. Berdasarkan keanekaragaman genetik, ikan mas memiliki keistimewaan karena banyknya jumlah strain. Kondisinya pembudidayaannya saat ini makin masih terpuruk karena serangan wabah koi herpes virus (KHV) beberapa tahun lalu. Beberapa cara yang dapat ditempuh untuk memperbaiki kondisi ini antara lain: (1) penanganan berupa pengobatan terhadap induk-induk yang masih mampu bertahan/hidup, (2) pengadaan kembali induk dari sentra usaha budidaya yang belum pernah terserang, dan (3) mengaplikasikan teknik pengelolaan induk yang sesuai dengan kaidah genetik dan budidaya. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan induk ikan mas antara lain: 1. Sistem perolehan/produksi induk dan cara pendistribusiannya ke petani/pembudiaya. 2. Aplikasi yang konsisten dari teknik pengelolaan induk yang disesuaikan dengan wadah budidaya yang digunakan, cara pemeliharaan induk dan memperhatikan aspek genetik dalam pengelolaannya. 2. Taksonomi ikan nila

Ikan Nila adalah sejenis ikan konsumsi air tawar. Ikan ini diintroduksi dari Afrika pada tahun 1969, dan kini menjadi ikan peliharaan yang populer di kolam-kolam air tawar dan di beberapa waduk di Indonesia. Nama ilmiahnya adalah Oreochromis niloticus, dan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Nile Tilapia. Ikan Nila Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Filum: Kelas: Ordo: Famili: Genus: Spesies: Animalia Chordata Actinopterygii Perciformes Cichlidae Oreochromis O. niloticus

Nama binomial Oreochromis niloticus Linnaeus, 1758 3. Taksonomi ikan gabus

Ikan gabus adalah sejenis ikan buas yang hidup di air tawar. Ikan ini dikenal dengan banyak nama di pelbagai daerah: aruan, haruan (Mly.,Bjn), kocolan (Btw.), bogo (Sd.), bayong, bogo, licingan (Bms.), kutuk (Jw.), dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris juga disebut dengan berbagai nama seperti common snakehead, snakehead murrel, chevron snakehead, striped snakehead dan juga aruan. Nama ilmiahnya adalah Channa striata Ikan Gabus Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Animalial

Filum: Kelas: Ordo: Famili: Genus: Spesies:

Chordata Actinopterygii Perciformes Channidae Channa C. striata

Nama binomial Channa striata (Bloch, 1793) 4. Taksonomi ikan lele

Lele, secara ilmiah, terdiri dari banyak spesies. Tidak mengherankan pula apabila lele di Nusantara mempunyai banyak nama daerah. Antara lain: ikan kalang (Sumatra Barat), ikan maut (Gayo dan Aceh), ikan pintet (Kalimantan Selatan), ikan keling (Makassar), ikan cepi (Sulawesi Selatan), ikan lele atau lindi (Jawa Tengah) atau ikan keli (Malaysia). Sedang di negara lain dikenal dengan nama mali (Afrika), plamond (Thailand), gura magura (Srilangka), (Jepang) dan (Tiongkok). Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish, siluroid, mudfish dan walking catfish. Nama ilmiahnya, Clarias, berasal dari bahasa Yunani chlaros, yang berarti lincah, kuat, merujuk pada kemampuannya untuk tetap hidup dan bergerak di luar air. Lele Rentang fosil: Pliosen Bawah Kini Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Filum: Kelas: Ordo: Famili: Genus: Spesies Sinonim Animalia Chordata Actinopterygii Siluriformes Clariidae Clarias Scopoli, 1777

Chlarias Scopoli, 1777 Macropteronotus La Cepde, 1803 Clarias Cuvier, 1816 Cossyphus MClelland, 1844 Phagorus MClelland, 1844 Dinotopteroides Fowler, 1930 Prophagorus Smith, 1939 Anguilloclarias Teugels, 1982 Brevicephaloides Teugels, 1982 Clarioides Teugels, 1982 Platycephaloides Teugels, 1982

5. Taksonomi ikan patin

Ikan patin atau dalam bahasa latinnya disebut pangasius hipothalmus merupakan ikan konsumsi budi daya ikan air tawar unggulan. Keunggulan ikan patin, dagingnya gurih, mengandung banyak lemak, dan tidak banyak duri. Harganya yang stabil dan cukup tinggi membuat usaha budidaya ikan patin ini menjanjikan keuntungan. Ikan dari famili Pangasidae ini secara sistematik diklasifikasikan sebagai berikut : Filum : Chordata Klas : Pisces Ordo : Siluriformes Famili : Pangasidae Genus : Pangasius Spesies : Pangasius djambal atau P. pangasius 6. Taksonomi ikan kakap merah

Ikan kakap merah merupakan ikan dasar yang selalu berkelompok menempati karang, tandes atau rumpon. Ikan kakap merah yang mempunyai nama inggris red snapper hampir bisa ditemui semua lokasi di Indonesia bahkan di dunia. Ikan yang biasanya memiliki nama latin depannya Lutjanus termasuk dalam family Lutjanidae. Soal jenisnya kakap sendiri ada banyak macam spesiesnya, namun pada rubrik ini kami hanya membahas spesies kakap pada umumnya. Lantaran warna ikan ini merah, orang-orangpun menyebutnya dengan nama kakap merah. Secara lengkap taksonomi ikan kakap merah adalah sbb; Philum: Chordata

Sub Philum: Vertebrata Kelas: Pisces Sub Kelas: Teleostei Ordo: Percomorphi Famili: Lutjanidae 7. Taksonomi ikan hiu Hiu samudra berujung putih, Carcharhinus longimanus Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Filum: Subfilum: Kelas: Subkelas: Superordo: Animalia Chordata Vertebrata Chondrichthyes Elasmobranchii Selachimorpha

Hiu adalah sekelompok (superordo Selachimorpha) ikan dengan kerangka tulang muda yang lengkap [1] dan tubuh yang ramping. Mereka bernapas dengan menggunakan lima liang insang (kadang-kadang enam atau tujuh, tergantung pada spesiesnya) di samping, atau dimulai sedikit di belakang, kepalanya. Hiu mempunyai tubuh yang dilapisi kulit dermal denticles untuk melindungi kulit mereka dari kerusakan, dari parasit, dan untuk menambah dinamika air.[1] Mereka mempunyai beberapa deret gigi yang dapat digantikan. 8. taksonomi ikan banding Bandeng (Latin: Chanos chanos atau bahasa Inggris: milkfish) adalah sebuah ikan yang merupakan makanan penting di Asia Tenggara. Ikan ini merupakan satu-satunya spesies yang masih ada dalam familia Chanidae (kurang lebih tujuh spesies punah dalam lima genus tambahan dilaporkan pernah ada). Bandeng Klasifikasi ilmiah Regnum: Filum: Kelas: Ordo: Familia: Genus: Animalia Chordata Actinopterygii Gonorynchiformes Chanidae Chanos

Spesies: chanos Nama jenis Chanos chanos (Forsskl, 1775) 9. taksonomi ikan paus sei Paus Sei (dilafalkan: [se] atau [sa]), Balaenoptera borealis, adalah paus balin, rorqual terbesar ketiga setelah paus biru dan paus sirip.[2] Binatang ini dapat ditemukan di belahan dunia di seluruh samudra dan tengah laut, dan menyukai perairan lepas pantai. Binatang ini cenderung menghindari kutub dan perairan tropis dan perairan yang setengah tertutup. Paus Sei bermigrasi setiap tahun dari perairan dingin dan subkutub di musim panas menuju perairan hangat dan subtropis di musim dingin, meskipun di kebanyakan wilayah rute migrasi yang tepat tidak diketahui.[4] Paus Sei Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Filum: Kelas: Subkelas: Ordo: Subordo: Familia: Genus: Spesies: Animalia Chordata Mammalia Eutheria Cetacea Mysticeti Balaenoptiidae Balaenoptera B. borealis

Nama binomial Balaenoptera borealis Lesson, 1828 10. taksonomi ikan gelodok Gelodok, belodok, belodog atau blodog adalah sekelompok ikan dari beberapa marga yang termasuk ke dalam anak suku Oxudercinae. Ikan-ikan ini senang melompat-lompat ke daratan, terutama di daerah berlumpur atau berair dangkal di sekitar hutan bakau ketika air surut. Namanama lainnya adalah tembakul, tempakul, timpakul atau belacak (bahasa Melayu), gabus laut, lunjat dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris disebut mudskipper, karena kebiasaannya melompatlompat di lumpur itu. Gelodok

Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Filum: Kelas: Ordo: Familia: Subsuku: Animalia Chordata Actinopterygii Perciformes Gobiidae Oxudercinae

Genera Apocryptes Apocryptodon Boleophthalmus Oxuderces Parapocryptes Periophthalmodon Periophthalmus Pseudapocryptes Scartelaos Zappa (genus) 11. taksonomi ikan toman Toman adalah nama sejenis ikan buas dari suku ikan gabus (Channidae). Memiliki bentuk tubuh yang mirip dengan ikan gabus, toman dapat tumbuh besar mencapai panjang lebih dari satu meter dan menjadi spesies yang terbesar dalam sukunya. Toman Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Filum: Kelas: Ordo: Familia: Genus: Spesies: Animalia Chordata Actinopterygii Perciformes Channidae Channa C. micropeltes

Nama binomial Channa micropeltes (Cuvier, 1831)

12. taksonomi ikan paus (mamalia) Paus adalah sejenis mamalia yang hidup di lautan. Meskipun dalam bahasa Indonesia paus sering disebut ikan paus, paus sebenarnya bukanlah tergolong dalam keluarga ikan. Seperti hewan mamalia yang lain ikan paus mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

bernafas melalui paru-paru mempunyai bulu (sedikit, hampir tidak ada bagi paus dewasa) berdarah panas mempunyai kelenjar susu. mempunyai jantung empat bilik

Ikan paus purba berevolusi pada pertengahan tempo Eocene, kira-kira 50 juta tahun yang lalu. Salah satu paus terawal yang telah punah adalah Basilosaurus yang mempunyai kepala kecil bermoncong menonjol dan bergigi. Basilosaurus mempunyai panjang 25 meter. Fosil menunjukkan bahwa paus berasal dari hewan daratan berkuku, mungkin dari hewan seperti Mesonychid (hewan seperti serigala yang tinggal di pesisir pantai) yang berangsur-angsur kembali tinggal di laut sekitar 50 juta tahun yang lalu. Satu lagi kemungkinan hewan lain yang berubah menjadi paus, adalah Ambulocetus, mamalia berukuran anjing laut, sepanjang 3 meter seberat 325 kilogram. Read the rest of this entry 13. taksonomi ikan klon Ikan klon (Amphiprion percula, dikenal pula dengan nama clown fish, clown anemone fish) adalah ikan akuarium yang populer, terutama sejak menjadi bintang utama dalam film Finding Nemo. Ikan ini ditemukan di daerah luas di indo-pasifik yang beriklim tropis dan hidupnya selalu dekat dengan anemon karena keduanya memang dapat saling bekerjasama saling menguntungkan. Ikan klon dapat bersembunyi dari ikan lain di anemon, sedangkan anemon bisa mendapat makan dari ikan klon. Ikan klon Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Filum: Kelas: Ordo: Familia: Genus: Spesies: Animalia Chordata Actinopterygii Perciformes Pomacentridae Amphiprion A. percula

Nama binomial Amphiprion percula (Lacepde, 1802) 14. taksonomi ikan lumba-lumba Lumba-lumba Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Filum: Kelas: Ordo: Subordo: Familia: Animalia Chordata Mammalia Cetacea Odontoceti Delphinidae

15. taksonomi ikan sepat rawa Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Filum: Kelas: Ordo: Familia: Genus: Spesies: Animalia Chordata Actinopterygii Perciformes Osphronemidae Trichogaster T. pectoralis

Nama binomial Trichogaster pectoralis (Regan, 1910) 16. taksonomi ikan betok Betok Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Filum: Kelas: Ordo: Animalia Chordata Actinopterygii Perciformes

Familia: Anabantidae Genus: Anabas Spesies: A. testudineus

Nama binomial Anabas testudineus (Bloch, 1792) 17. taksonomi ikan belut Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Filum: Kelas: Ordo: Animalia Chordata Actinopterygii Anguilliformes

Subordo Anguilloidei Nemichthyoidei Congroidei Synaphobranchoidei Klasifikasi Subordo Anguilloidei


Anguillidae (belut air tawar) Chlopsidae (false morays) Heterenchelyidae Moringuidae (worm eels) Muraenidae (moray eels) Myrocongridae

Subordo Nemichthyoidei

Nemichthyidae (snipe eels) Serrivomeridae (sawtooth eels)

Subordo Congroidei

Colocongridae Congridae (congers) o Termasuk Macrocephenchelyidae

Muraenesocidae (conger pikes) Nettastomatidae (witch eels) Derichthyidae (longneck eels) o Termasuk Nessorhamphidae Ophichthidae (snake eels)

Subordo Synaphobranchoidei

Synaphobranchidae (cutthroat eels) o Termasuk Simenchelyidae, Nettodaridae, and Dysommidae

18. Taksonomi ikan Coelacanths Status konservasi: Terancam Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Filum: Kelas: Subkelas: Ordo: Animalia Chordata Sarcopterygii Coelacanthimorpha Coelacanthiformes

19. taksonomi ikan kerper Common carp Status konservasi: Aman Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Filum: Kelas: Ordo: Familia: Genus: Spesies: Animalia Chordata Actinopterygii Cypriniformes Cyprinidae Cyprinus carpio

Nama binomial Cyprinus carpio Linnaeus, 1758

Beri Nilai