Anda di halaman 1dari 2

SOSIALISASI GIZI POLA HIDUP SEIMBANG

Hari/ Tanggal : Rabu/ 8 Juli 2022


Pukul : 08.00-selesai
Narasumber :
-Dosen Gizi Universitas Brawijaya (Leny Budhi,M.Si)
-Dinas Kesehatan Kota Pasuruan (Bpk Agus Hartono S.KM, M.Kes)

Sambutan Bpk Yanto Dinas Provinsi Jawa Timur:


Tubuh memiliki komponen dan saling berhubungan satu sama lain. Ada kecenderungan konsumsi
rokok pada remaja saat ini. Untuk fisik yang baik membutuhkan latihan yang baik, dari penelitian
usia 10 tahun keatas semakin hari mereka kurang melakukan aktifitas fisik. Kebutuhan untuk aktifitas
fisik butuh kalori, vitamin, mineral, dan gizi lain,, tetapi semakin menurun masyarakat yang
mengkonsumsi buah dan sayur.

Penyakit tertinggi jaman dulu ispa diare, sejak 2016 naik penyakit hipertensi, tren tertinggi kasus
adalah hipertensi , dan diabetes yang mulai muncul pada usia muda dikarenakan pola hidup dan
pola makan masyarakat.

-Dinas Kesehatan Kota Pasuruan (Bpk Agus Hartono S.KM, M.Kes)

-latar belakang gizi seimbang : mencegah timbulnya masalah gizi di Indonesia (2018) 30,8%, obes
21,8%, dan tren penyakit tidak menular, bumil anemi 48,9%.

-Factor terkait masalah gizi dari riskesdas 2018:


a. capaian asi eksklusif 74,5%
b. aneka makanan 46,5% (6-23 bulan)
c. konsumsi buah sayur 63,3% (>10 tahun)
d. cukup tinggi asupan : makanan kaya lemak jenuh, gula, garam
e. aktifitas fisik kurang 33,5% (<30menit/hari)

- Panduan gizi seimbang memakai tumpeng/ piramida gizi seimbang dimana dipaling ujung
adalam membatasi gula (4sdm), minyak (5sdm) dan garam (1sdm); air 8 gelas sehari; lauk
pauk, sayur (makanan seimbang dan diimbangi dengan mencuci tangan pakai sabun dan
pemantauan berat badan serta aktifitas fisik setiap hari, misalnya bersepeda, menyapu,
senam, berjalan kaki, sepak bola minimal 30 menit sehari dan rutin.
- 4 pilar gizi seimbang:
1. Mengkonsumsi pangan beraneka ragam (Asi saja untuk usia 0-6 bulan dan dilanjutkan
setelah 6 bulan proporsi seimbang sesuai kebutuhan tubuh dalam jumlah yang cukup)
2. Membiasakan PHBS (untuk mencegah penyakit infeksi, apabila anak terkena infeksi
maka metabolisme nya akan turun yang berdampak pada penurunan nafsu makan dan
ststus gizinya)
3. Melakukan aktifitas fisik (menyeimbangkan antara asupan dan penggunaan zat gizi
utama sumber erergi; aktifitas fisik memperlancar system peredaran darah dan
pemanfaatan zat gizi di dalam tubuh (metabolisme))
4. Memantau untuk mempertahankan BB Normal ( untuk mengetahui apakah telah terjadi
keseimbangan penggunaan zat gizi di dalam tubuh; cara menentukan dengan ukur IMT
(BB dalam kg dibagi TB dalam meter dikuadratkan  normal 18.5-25 ; untuk balita
menggunakan buku KIA/ KMS ; untuk anak sekolah menggunakan table sesuai
permenkes 1195/menkes/sk/Xii/2010
5. 10 pesan gizi seimbang :
1. Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan
2. Perbanyak makan sayuran dan cukup buah buahan
3. Biasakan mengkonsumsi lauk pauk mengandung protein tinggi
4. Mengkonsumsi anekaragam makanan pokok
5. Batasi konsumsi makanan asin, manis, dan berlemak
6. Biasakan sarapan
7. Biasakan minum air putih cukup dana man
8. Biasakan membaca label pada kemasan pangan
9. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun
10. Lakukan aktifitas fisik yang cukup dan pertahankan pertahankan BB normal