Anda di halaman 1dari 11

8 keterampilan dasar mengajar tersebut adalah:

1. keterampilan membuka dan menutup pembelajaran


2. keterampilan menjelaskan pembelajaran
3. keterampilan bertanya
4. keterampilan mengadakan variasi
5. keterampilan memberikan penguatan
6. keterampilan mengelola kelas
7. keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil
8. keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan

untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan penjelasan di bawah ini

A. Keterampilan Membuka dan Menutup Pembelajaran


Keterampilan Membuka Pembelajaran
Pada proses pembelajaran hal pertama yang dilakukan guru ketika masuk di
dalam kelas adalah “membuka pembelajaran”. Oleh sebab itu komponen dasar
yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah keterampilan membuka
pembelajaran.
Aktivitas yang dilakukan oleh guru di awal pembelajaran akan sangat
menentukan jalannya proses pebelajaran. Jika dilakukan dengan baik maka proses
pembelajaran selanjutnya (kemungkinan) besar harapan juga akan berjalan dengan
baik. Namun jika dalam proses pembukaan pembelajaran tidak berjalan dengan
baikmaka dapat mengakibatkan kegagalan terhadap proses pembelajaran. Bahkan
rencana pembelajaran yang sudah direncanakan dengan baik dapat tidak sesuai
(menjadi tidak berguna).
Maka dari itu penting bagi guru untuk menguasai keterampilan membuka
pembelajaran.

Tujuan dari keterampilan membuka pembelajaran yaitu:


1. Guru dapat mempersiapkan mental, fisik, psikis dan emosional dari siswa.
2. Guru dapat memusatkan perhatian siswa pada kegiatan pembelajaran.
3. Guru dapat menarik minat siswa pada materi pelajaran.
4. Guru dapat menciptakan suasana yang menyenankan.

Cara yang dilakukan dalam membuka pembelajaran yaitu


1. Memfokuskan perhatian dan membangkitkan minat siswa.
Ketika anak masuk ke kelas, yang ada di dalam fikiran siswa tidak 100% pada
proses pembelajaran di kelas. Misalnya beberapa anak masih memikirkan
betapa menyenangkannya saat bermain dengan temannya tadi,
ataumemikirkan beta lezatnya bekal sarapan yang dibawa oleh sang bunda, dan
berbagai macam fikiran yang menghiasi otak otak siswa kita ini.
Maka sebelum memulai pembelajaran guru harus memfokuskan perhatian
siswa terlebih dahulu, dengan cara:
 Mengaitkan materi dengan berita-berita akutual (terkini) khususnya yang
berkaitan dengan dunia siswa kita.
 Menyamipaikan cerita pendek yang relevan dengan materi pembelajaran
yang telah dan akan di pelajari.
 MEnggunakan alat bantu berupa media seperti gambar, model skema,
video, alat peraga dan tentu harus relevan dengan pembelajaran.
 Memvariasikan gaya dalam mengajar seperti penguasaan kelas dengan
berpindah posisi saat menyampaikan pembelajaran, seperti di depan, di
tengah atau di belakang kelas.
 Menyinggung tugas-tugas yang telah diberikan atau yang dimiliki oleh siswa.
 Mengadkan persoalan berupa pertanyaan-pertanyaan yang hendaknya
berkaitan dengan persoalan atau aktivitas dari siswa.

2. Menimbulkan motivasi
Dalam kegiatan pembukaan guru juga harus dapat menimbulkan motivasi siswa,
motivasi siswa tersebut dapat ditimbulkan melalui cara-cara sebagai berikut:
 Memberikan sikap kehangatan dan antusias kepada siswa, seperti sikap
ramah, antusias, bersahabat, hangat dan penuh keakraban.
 Menumbuhkan rasa ingin tau yang dapat sistimulus dengan cara bercerita
yang menarik, memperlihatkan gambar, menunjukan sebuah barang, dll.
 Mengemukakan ide yang bertentangan. Ide ide yang bertentangan
maksudnya adalah sebuah pendapat yang tidak sesuai dengan apa yang
dipahami siswa yang bertujuan untuk memicu respon siswa, seperti: “saya
fikir banjir di kota jakarta bukan karena sampah” pernyataan tersebut akan
memicu respon siswa dan dapat meningkatkan motivasi siswa untuk
mencari tau.

3. Memberi Acuan
Memberikan acuan adalah memberikan gambaran singkat tentang apa yang
akan dipelajari oleh siswa dalam pembelajaran. Acuan acuan yang dapat
diberikan seperti:
 Menjelaskan tujuan pembelajaran
 Menyampaikan garis besar pembelajaran seperi kegiatan apa yang akan
dilakukan berkelompok, berdiskusi, presentasi.

4. Mengaitkan pembelajaran yang telah di pelajari dengan materi yang akan di


pelajari.
Pada setiap materi pelajaran yang baru, kita juga mengenal materi prasyarat
atau materi yang harus dikuasai oleh siswa sebelum ia menginjak pada
pembelajaran di materi yang baru. Materi prasayarat tersebut di ulangi untuk
disampaikan secara rinkas dan dikaitkan dengan materi pembelajaran yang
akan dipelajari.  Untuk itu guru dapat melakukan hal-hal sebagai berikut”
 Mengajukan pertanyaan tentang materi terdahulu yang berkaitan dengan
materi saat ini (materi pra syarat)
 Membandingkan pengetahuan lama dengan pengetahuan baru.

Keterampilan Menutup pembelajaran


Menutup pembelajaran merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk
mengakhiri proses pembelajaran. Kegiatan menutup pembelajaran tidak hanya
dilakukan pada akhir pembelajaran (mau pulang) saja. tetapi pada setiap akhir
penggalan penggalan pembelajaran, misal istirahat.
Menutup pembelajaran menjadi kegaiat yang penting, karena pada tahap ini guru
dapat melakukan kroscek, pengutan atas materi yang telah siswa pelajari. Untuk
membuat kegitan pembelajaran yang baik, ada beberapa cara yang dapat
dilakukan, diantaranya yaitu:
1. Meninjau kembali
Pada kegiatan meninjau kembali, hal-hal yang dapat dilakukan oleh guru yaitu:
 Meminta siswa untuk merangkum insti poko pembelajaran baik secara tulis
atau dilakukan secara lisan.

2. Mengevalusi
Mengevalusi adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui sejauhmana
siswa memahami materi yang telah ia pelajari. Evalusi dapat dilakukan dalam
bentuk:
 Mendemonstrasikan ketterampilan
 Mengaplikasikan ide baru
 Mengekspresikan pendapat
 Pemberian soal-soal

B. Keterampilan Menjelaskan
Guru tidak cukup hanya menguasai materi pembelajaran. Menjadi sia-sia jika
penguasaan materi yang dimiliki oleh guru tidak diiuti oleh kemampuan dalam
menjelaskan. Oleh karena itu seorang guru juga harus mampu untuk
menjelaskan. 
Menjelaskan merupakan penyajian informasi yang dilakukan secara lisan yang
diorganisasi secara sistematis untuk menunjukan adanya hubungan antara
sesuatu hal. Keterampilan menjelaskan ditunjukan dengan keterampilan dalam
menyampaikan informasi secara terencana, disajikan dengan benar dan memiliki
urutan yang tepat.
Mengapa guru harus menguasai keterampilan menjelaskan? Berikut ini
alasannya
 Pada umumnya interaksi lisan di dalam kelaas di dominasi oleh guru, sehingga
dengan menguasai keterampilan menjelaskan guru dapat membimbing
jalannya proses belajar di kelas dengan baik.
 Sebagaian besar kegiatan guru adalah informasi sehingga dibutuhkan kegiatan
pembicaraan
Tujuan dari dimilikinya keterampilan menjelaskan bagi guru yaitu:
 Untuk membimbing siswa dalam menggali, meneukan dan memahami
informasi pada materi pelajaran.
 Untuk memperoleh umpan balik dari pemahaman siswa terhadap materi yang
dipelajari siswa.
 Melibatkan siswa untuk berfikir dan memecahkan masalah
 Mendorong siswa untuk berfikir secara logis dan sistematis.
Dalam keterampian menjelasakan ada pokok bahasan penting yang menjadi
dasar atau prinsip. Guru harus memperhatikan prinsip-prinsip dalam
menjelaskan. Menurut Mulyasa (2007: 80)ada 5 prinsip dalam
menjelaskan, adalah sebagai berikut:
1. Penjelasan dapat diberikan selama pembelajaran, baik
di awal, di tengah maupun diakhir pembelajaran.
2. Penjelasan harus menarik perhatian peserta didik dan
sesuai dengan materi standar dan kompetensi dasar.
3. Penjelasan dapat dapat diberikan untuk menjawab
pertanyaan peserta didik atau menjelaskan materi standar yang sudah
direncanakan untuk membentuk kompetensi dasar dan mencapai tujuan
pembelajaran.
4. Materi yang dijelaskan harus sesuai dengan kompetensi
dasar, dan bermakna bagi peserta didik.
5. Penjelasan yang diberikan harus sesuai dengan latar
belakang dan tingkat kemampuan peserta didik
Selain perinsip diatas, dalam melaksanakan keterampilan mengajar guru harus
memperhatikan urutan-urutannya atau disebut dengan langkah-langkah
menjelaskan. Langkah tersebut terdiri atas 5 tahapan yaitu:
1. Menyampaikan informasi : dalam hal ini yang dimaksud menyampaikan
informasi yaitu menyampaikan atau memberitau peserta didik tentang
definisi-definisi tentang materi dalam pembelajaran.
2. Menerangkan : adalah tahap dimana guru menjelaskan istilah-istilah asing yang
belum dipahami oleh siswa.
3. Menjelaskan : pada tahap ketiga yang dimaksud menjelaskan disini adalah
memberikan penjelasan untuk menunjukan “mengapa” “bagaimana”
tujuannya untuk menemukan pola pola hubungan antara informasi dalam
pembelajaran.
4. Pemberian contoh : tujuannya yaitu untuk membuat siswa yakin terhadap
informasi yang telah ia terima atau pelajari.
5. Latihan : menempatkan siswa untuk dapat berlatih menemukan sebab akibat
dari informasi yang telah ia pelajari.
Menurut Sudirwo (2002: 107-108) untuk dapat menjelaskan dengan baik, maka
seorang guru harus memperhatikan petunjuk dalam keterampilan menjelaskan.
Seperti berikut ini:
1. Mempergunakan bahasa yang jelas, baik kata-kata, ungkapan maupun volume
suaranya.
2. Suara harus kedengaran sampai kelas bagian belakang.
3. Suara bervariasi, kadang-kadang tinggi, kadang-kadang rendah sesuai dengan
nada yang sedang diterangkan.
4. Hindari kata-kata yang tidak perlu; dan tidak memiliki arti sama sekali
misalnya : e…, em…, apa ini…, apa itu….
5. Hindari kata “mungkin” yang salah pemakaian misalnya harusnya pasti tetapi
selalu dikatakan mungkin. Sehingga apa yang diterangkan karena segala
sesuatu selalu memakai kata “mungkin” maka yang diperoleh oleh siswa
adalah bukan kepastian tetapi kemungkinan.
6. Istilah-istilah asing dan baru harus diterangkan secara tuntas, sehingga tidak
mengakibatkan adanya verbalisme di kalangan siswa.
7. Berbahasalah secara baik dan benar.
8. Telitilah pemahaman siswa terhadap penjelasan guru, sudah jelas atau belum.
Kalau belum jelas ulangilah hal-hal yang belum dipahami;
9. Berilah contoh yang nyata sesuai dengan kehidupan sehari hari;
10. Penjelasan dapat diberikan secara deduktif maupun induktif dan kaitkanlah
dengan generalisasi;
11. Sebaiknya mempergunakan multi media untuk pokok bahasan tertentu;
12. Jelaskanlah dengan bagan untuk menjelaskan hubungan dan hirarki;
13. Terimalah umpan balik dari siswa terhadap pelajaran guru;
14. Berilah kesempatan siswa memberikan contoh sesuai dengan pengalamannya
masing-masing.
15. Berilah penekanan pada bagian tertentu dari materi yang sedang dijelaskan
dengan isyarat lisan. Misalnya “Yang terpenting adalah”, “Perhatikan baik-
baik konsep ini”, atau “Perhatikan, yang ini agak sukar”.

C. Keterampilan Bertanya
Pertanyaan dapat menjadikan orang lain tertarik dengan apa yang kita katakan.
Pertanyaan nyatanya menjadi alat komunikasi yang ampuh antara guru dan siswa.
Maka dari itu seorang guru harus pandai untuk menyusun sebuah pertanyaan.
Tujuan dari dikuasainya keterampilan bertanya yaitu:
1. Membangkitkan minat dan rasa ingin tau siswa
2. Membangkitkan motivasi serta dorongan siswa untuk berpartisipasi secara
aktif dalam kegiatan pembelajaran.
3. Memusatkan perhatian siswa pada pokok masalah
4. Mengaktifkan dan membuat siswa produktif dalam kegiatan pembelajaran.
5. Menjajaki hal hal baik yang sudah atau belum diketahui oleh siswa.
6. Mendiaknosi masalah siswa dalam belajar
7. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengasimilasi informasi
8. Mengevalusai atau mengukur hasil belajar
9. Memberikan kesempatan siswa untuk mengulang materi
10. Mengembangkan kemampuan berfikir kritis.
Bertanya adalah mengajukan sebuah pertanyaan untuk mendapatkan jawaban.
Bertanya saja memang mudah, bahkan anak kecilpun sering bertanya. Dalam
proses pembelajaran khususnya sebagai seorang guru bertanya memerlukan
teknik agar tujuan dari pertanyaan yang disampaikan dapat tercapai tepat
sasaran. Teknik bertanya dapat menjadi pondasi awal untuk menjadikan siswa
belajar secara aktif. Lalu apa sajakah teknik yang perlu diketahui oleh guru dalam
bertanya, sebagai berikut:
1. Membuat pertanyaan yang jelas dan langsung ditujukan kepada semua siswa,
kemudian memberikan waktu seluruh siswa untuk berfikr secukupnya untuk
menjawab soal
2. Mencegah jawaban yang tidak sesuai dengan soal
3. Mempersilahkan siswa untuk menjawab
4. Memotivasi siswa untuk mendengarkan jawaban.

Komponen yang perlu diperhatikan pada keterampilan bertanya dasar


1. Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singkat
2. Memberikan acuan
3. Pemusataan ke arah jawaban yang diminta
4. Pemindahan giliran menjawab
5. Penyebaran pertanyaan
6. Pemberian waktu berfikir
7. Pemberian tuntunan

D. Keterampilan Memberi Penguatan


Penguatan merupakan segala respon yang diberikan oleh guru kepada siswa
dalam segala bentuk baik itu verbal maupun tingkah laku dalamrangka untuk
mendorong atu mengkoreksi setiap sikap dan perbuatan yang ditampilkan oleh
siswa.
Jadi tujuan dari penguatan adalah :
1. Meningkatkan perhatian dari siswa : Dengan memberikan pengutan kepada
siswa, hal tersebut akan membuat siswa merasa diperhatikan. Dengan seiring
berjalannya waktu jika penguatan dilakukan secara kontinu (berkelanjutan)
akan membuat siswa juga meningkatkan perhatian kepada pembelajaran dari
guru.
2. Membangkitkan dan memilihara motivasi belajara : Pengutan nyatanya akan
memberikan motivasi siswa untuk belajar. Hal ini karena siswa mendapatkan
perhatian dari guru, jika salah siswa akan mendapatkan koreksi jika benar ia
akan mendapatkan dorongan. 
3. Memudakan siswa untuk belajar : Penguatan dapat memberikan siswa
kemudahan untuk belajar, hal ini karena mereka merasa nyaman
mendapatkan perhatian dari guru.
4. Meminimalisir tingkah laku negatif dan membina tingkah laku positif siswa :
Ketika siswa salah diberikan penguatan yang bertujuan agar siswa tidak
mengulangi kesalah itu lagi, sebaliknya jika siswa sudah membuat suatu hal
yang benar maka penguatan positif dapat mendorong siswa untuk membina
tingkah laku tersebut.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat memberikan penguatan


Pada dasarnya penguatan merupakan sebuah tindakan untuk memberikan respon
kepada setiap tingkah laku dari siswa. Pengutan harus diperhatikan dengan baik,
memberikan pengutan yang salah dapat membuat perkembangan siswa menjadi
terganggu. Maka dari itu ada hal hal yang perlu diperhatikan pada saat
memberikan penguatan, diataranya yaitu:
1. Hindari memberikan komentar negatif ketika siswa tidak bisa : jangan di hina,
dibentak, atau dimarahi secara berlebihan.
2. Berikan kehangatan dalam penguatan.
3. Penguatan dilaksanakan dengan kesungguhan atau serius
4. Bermakna
5. Melakukan variasi dalam memberikan penguatan : verbal/ucapan, gerak atau
bahasa tubuh/

Jenis Penguatan
1. Penguatan Verbal
Penguatan verbal adalah penguatan yang disampaikan melalui kata-kata atau
secara lisan. Penguatan verbal dapat diutrakan dengan menggunakan kata-
kata pujian, penghargaan, persetujuan, dan sebagainya. misalnya : 
 itu bagus, 
 aku setuju dengamu, 
 aku tidak menyangka kamu bisa melakukannya
 apakah itu kamu yang melakukannya luar biasa
 kmau adalah murid yang cerdas
 itu hal yang menakjubkan untuk anak seusiamu
 aku tidak percaya kamu melakukannya sendiri, itu hal yang hebat.
 Dll
2. Penguatan non Verbal
Penguatan ini meliputi:
 Penguatan berupa gerak mimik, seperti senyuman, acungan jempol,
kerutan wajah,tatapan mata yang tajam, dll.
 Penguatan dengan cara menekati
 Penguatan dengan memberikan kegiatan yang menyenangkan, seperti:
saat siswa bisa mengerjakan suatu tugas lebih dahulu dari teman
temannya, dia bisa diminta untuk mengajari teman lainnya (make it fun).
 Penguatan berupa simbol, seperti : menggunakan bintang, kartu
bergambar, dll.
 Penguatan tak penuh, seperti : ketika mendapati siswa menjawab soal dan
beberapa jawabannya sebagaian salah guru tidak boleh menyalahkan “iya
kamu salah” tetapi dapat menggantinya dengan “iya jawaban kamu sudah
baik, tetapi kamu dapat menyempurnakannya lebih baik lagi”.

E. Keterampilan Membimbing kelompok Kecil


Pembelajaran saat ini cendrung memberikan siswa untuk berperan aktif
encari informasi secara mandiri. Maka dari itu pembelajaran si setting untuk
memberikan kesempatan siswindaria untuk berkelompok. 
Seorang guru harus mampu untuk membimbing siswa berkelompok dengan
baik. Begitupun dalam kelompok kecil. Dalam proses pembelajaran dengan
pembentukan kelompok kecil guru harus dapat membina siswa untuk berdiskusi
dan berbagi informasi di dalam kelompoknya. 
Meski terdengar sepele nyatanya banyak guru kurang mampu untuk
melakukannya. Akibatnya yaitu di dalam kelompok ada siswa aktif, biasa saja dan
bahkan ada yan tidak mau ikut kerjasama. Anak tersebut menjadi patun dan
beban dalam kelompok tersebut.
Hal tersebut harus di hindari, maka keterampilan mengelola kelompok kecil
perlu dikuasai oleh seorang guru. 
Berikut ini adalah kompnen yang harus diperhatikan guru dalam membimbing
kelompok kecil
1. Memusatkan perhatian siswa pada satu jutuan dan satu topik diskusi. Untuk
memusatkan tujuan tersebut guru dapat melakukannya dengan cara :
menyampaikan tujuan dalam diskusi, menyampaikan masalah yang akan di
bahas, mencatat aspek-aspek yang mengganggu jalannya diskusi.
2. Menganalisis pendapat dari siswa. Analisis terhadap jawaban atau pendapat
siswa apakah setiap pendapat yang diutarakan sudah berlandasakan sumber
pengetahuan yang tepat dan memiliki landasan.
3. Meluruskan alur berfikir siswa. 
4. Memberikan kesmpatan kepada siswa untuk berpartisipasi dalam diskusi.
5. Menutup diskusi. Dapat dilakukan dengan membuat rangkuman hasil diskusi. 
Sementara hal-hal yang perlu dihindarkan dalam diskusi kelompok kecil yaitu:
1. Guru mendominasi diskusi
2. Membiarkan siswa memonopoli diskusi
3. Membiarkan penyimpangan diskusi
4. Membiarkan siswa tidak bertanya
5. Tidak memperjelas dan mendukung alur berfikir siswa yang salah
6. gagal mengakhiri diskusi secara efektif.
F. Keterampilan Mengelola Kelas
Guru adalah yang bertanggung jawab terhadap kelas. baik tidaknya kelas,
lancar tidaknya kelas, itu tergantung dari guru. Pengelolaan kelas adalah salah
satu keterampilan yang harus guru miliki. Keterampilan pengelolaan kelas adalah
dasar sebagai seorang guru. Guru dituntut untuk mampu mengoptimalkan kondisi
belajar di kelas dan mengembalikan seperti semula jika dirasa ada gangguan
dalam pembelajaran.
Pengelolaan kelas adalah kegiatan untuk menciptakan, mengembalikan dan
mempertahankan kondisi optimal bagi terjadinya proses pembelajaran di dalam
kelas.
Sebagai contoh pengelolaan kelas adalah:
 Menghentikan tindakan siswa yang tidak baik dan mengundang kegaduhan di
dalam kelas.
 Pemberian ganjaran bagi ketepatan waktu dalam menyelesaikan tugas.
 Penetapan atran kelas yang efektif dan efisien.

Tujuan dari pengelolaan


1. Setiap anak terus bekerja, tidak macet, artinya tidak ada anak yangberhenti
karena tidak tahu akan tugas yang diberikan padanya
2. Setiap anak harus melakukan pekerjaan tanpa membuang waktu,artinya tiap
anak akan bekerja secepatnya agar lekas menyelesaikantugas yang diberikan
kepadanya.
keterampilan pengelolaan kelas untuk menciptakan dan memelihara kondisi
belajar yang optimal dapat dilakukan dengan cara: 
 Menunjukan sikap tanggap. Misalnya membuat siswa merasa bahwa guru hadir
bersama mereka dan tau apa yang mereka perbuat. Cara ini dilakukan dengan
cara memandang kelas secara seksama, gerak mendekati, memberikan
pertanyaan, dan memberikan reaksi pada serian gangguan dan kekacauan.
 Memberi petunjuk-petunjuk yang jelas
 Menegur : Teguran yang efektif harus memperhatikan : 1) jelas, tegas, dan
menuju pada siswa yang menggangu, 2) menghindari peringatan yang kasar, 3)
menghindari ocehan yang berkepanjangan.
 Memberikan penguatan

G. Keterampilan Mengadakan variasi


Keterampilan dasar mengajar selanjutnya yang harus dimiliki oleh seorang guru
adalah kemampuan keterampilan untuk melakukan variasi.  Melakukan variasi yang
dimaksud disini yaitu melakukan variasi dalam mengajar.
Kebosanan dan kejenuhan pasti melanda siswa anda jika, setiap anda mengajar
anda hanya menggunakan cara mengajar yang itu itu saja.  Di tambah lagi jika
performa guru yang masih kuran serta sarana kelas tidak mendukung maka
pembelajaran di dalam kelas menjadi pembelajaran yang paling tidak di sukai.
Akibatnya jika siswa sendiri tidak nyaman dan tidak menyukai kegiatan
pembelajaran akan sulit bagi mereka untuk menyerap setiap informasi materi
belajar.
Namun dengan bervariasinya pembelajaran dapat membuat siswa lebih
nyaman, mereka tidak lagi bosan dengan kegiatan pembelajaran yang sebelumnya
dilakukan dengan metode atau cara itu itu saja.
Tujuan dari diadakannya variasi pembelajaran yaitu
1. Meningkatkan perhatian siswa
2. Melayani kebutuhan belajar siswa yang berbeda-beda
3. Menumbuhkan minat siswa untuk belajar
4. Menghilangkan kebosanan siswa

Sementara manfaat yang dapat diperoleh dari variasi pembelajaran yaitu:


1. Siswa memiliki perhatian yang tinggi pada pembelajaran.
2. Partisipasi siswa dalam pembelajaran meningkat.
3. Tumbuhnya sikap sikap positif siswa di dalam proses belajar.
4. Siswa mendapatkan wadah belajar sesuai dengan cara belajar mereka.

Bentuk-bentuk variasi mengajar guru diantaranya:


1. Variasi dalam gaya mengajar
 variasi suara : variasi suara merupakan perubahan pada suara, seperti keras
menjadi lembut, tinggi menjadi rendah, cepat menjadi lambat, gembira
menjadi sedih, dan penekanan kata pada bagian-bagian tertentu.
 pemustan perhatian siswa : Memusatkan perhatian siswa pada hal-hal
yang dianggap penting, dapat dilakukan oleh guru. Misalnya :  “perhatian
ini”, “ini penting untuk kalian semua ketahui”, “menunjuk arah bagiann
yang penting”, dll.
 kesenyapan atau kebisuan guru : diam secara tiba-tiba dari guru
merupakan salah satu alat yang baik untuk meminta perhatian dari siswa.
Perubahan keadaan dari yang sebelumnya berbicara menjadi senyap,
berkesibukan menjadi diam dapat menarik perhatian siswa.
 Melakukan kontak pandang dengan siswa : jika guru sedang berbicara
dengan siswa, hendaknya pandangan juga menyapu ke seluruh kelas dan
siswa. Hal ini memperlihatkan adanya hubungan intim antara guru dengan
seluruh siswa. Kontak mata dapat digunakan untuk menyampaikan
infromasi atau mengetahui pemahaman siswa.
 Gerak badan mimik : variasi ini adalah variasi dalam ekspresi wajah guru,
gerak kepala, badan, dan anggota tubuh lainnya dapat digunakans ebagai
sarana komunikasi. Gunakan berbagai macam variasi ini untuk
menyampaikan pesan kepada siswa.
 Pegantian posisi guru di dalam kelas : perubahan posisi guru ini dapat
digunakan untuk mempertahankan perhatian siswa (kelas). Ada kalanya
guru berada di depan kelas, di tengaah atau di belakang. Guru hendaknya
menguasai kelas, tidak kikuk hanya berada di depan kelas (depan meja
guru, depan papan tulis, dan bolak balik).

2. Variasi guru dengan siswa


Variasi komunikasi guru dengan siswa sangat beragam, seperti : kegiatan
yang didominasi guru, kegiatan tanya jawab, kegiatan presentasi yang
memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih banyak menyampaikan,
kegiatan diskusi. Interaksi dengan siswa harus bervariasi supaya tidak
menimbulkan kejenuhan.

3. Variasi media atau alat alat pembelajaran


Penggunaan media atau alat yang bervariasi dapat membuat siswa selalu
antusias dengan pembelajaran yang disajikan oleh guru. Meski begitu guru
harus memperhatikan aspek aspek cara belajar siswanya. Ini penting karena
setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda beda. Guru harus mampu
untuk memfasilitasi setiap anak untuk belajar dengan potensinya msing-
masing.

H. Keterampilan Mengajar Perorangan dan Kelompok Kecil


Keterampilan ini adalah keterampilan guru dalam memfasilitasi siswanya untuk
belajar baik secara individu maupun berkelompok. Karena pembelajaran di dalam
kelas tidak melulu berkelompok maka guru juga harus mampu untuk mengelola
pembelajaran secara individu.
Pembelajaran dengan perorangan dan kelompok kecil memungkinkan guru
untuk memberikan perhatian kepada siswa dan terjalinnya hubungan yang lebih
akrab antara guru dengan siswa serta siswa dengan siswa.
Perlu diketahui beberapa materi pelajaran ada yang baik jjika dilaksanakan
pembelajaran berkelompok, namun ada kalanya materi pembelajaran yang lebih
cocok dengan pembelajaran peroranan. Oleh sebab itu guru harus memiliki
kemampuan untuk mengajar kelompok kecil dan perorangan.

Ciri-Ciri dari pembelajaran perorangan dan kelompok kecil adalah


1. Hubungan yang akrab antara personal (guru dengan siswa, siswa ke guru dan
siswa dengan siswa lainnya).
2. Siswa melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan cara, minat, dan
kecepatan masing-masing.
3. Guru melakukan bimbingan terhadap siswa sesuai dengan potensi yang
dimilikinya.
4. Siswa sejak awal pembelajaran dilibatkan dalam menentukan tujuan, materi
yang akan dipelajari maupun proses pembelajaran yang harus dilakukannya.

Komponen keterampilan yang harus dikuasai


1. Mengidentifikasi topik pembelajaran: harus diingat setiap topik materi memiliki
karakteristik yang berbeda-beda. Dalam hal ini ada topik materi yang efektif
dengan model pembelajaran secara klasikal dan ada pula yang lebih efektif
dengan pendekatan kelompok kecil dan perorangan.
2. Pengorganisasian, yaitu dituntut keterampilan mengorganisasikan setiap
unsur/komponen pembelajaran siswa, sumber materi, waktu, media yang
dibutuhkan, pendekatan dan metode yang akan digunakan serta sistem
evaluasi.
3. Memberikan kulminasi, yaitu setiap kegiatan pembelajaran kelompok kecil dan
perorangan, harus diakhiri dengan kegiatan kulminasi misalnya dalam bentuk
membuat rangkuman, pemantapan, laporan, dsb.
4. Mengenal secara personal, yaitu guru untuk dapat mengajar melalui
pendekatan perorangan dengan efektif, harus mengenal pribadi, karakteristik
siswa secara umum dan lebih baik secara lebih mendalam.
5. Mengembangkan bahan belajar mandiri, yaitu untuk melayani kebutuhan
belajar secara perorangan guru harus terampil mengembangkan bahan
pembelajaran untuk individual. Seperti dengan bahan belajar mandiri, paket-
paket pembelajaran, dsb yang memungkinkan siswa dapat belajar sesuai
dengan caranya masing-masing.

8 KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR


YANG HARUS DIMILIKI GURU

Anda mungkin juga menyukai