Anda di halaman 1dari 4

Laporan Modul 7, Pengolahan Bahan Galian (MG 3017) Magnetic Separator dan Electrostatic Separator Abie Badhurahman (12108018)

/ Kelompok VI / Kamis, 31-03-2011 Asisten : Aditya Pratama (12506020)


Abstrak Praktikum Modul 7 Magnetivitas adalah salah satu karakteristik mineral yang digunakan dalam pemisahan mineral, terutama untuk mineral feromagnetik yang biasanya adalah ore dan mineral diamagnetic yang merupakan gangue. Selain magnetivitas, konduktivitas listrik adalah salah satu karakteristik mineral lain yang digunakan dalam pemisahan mineral. Konduktivitas adalah kemampuan suatu mineral untuk dialiri oleh muatan , biasanya elektron sebagai muatan negatif atau proton sebagai muatan positif. Dalam praktikum ini diperkenalkan cara pemisahan dengan menggunakan magnetic separator serta Electrostatic Separator. A. Tinjauan Pustaka Pemisah Magnetik adalah salah satu alat pemisahan mineral yang didasarkan atas perbedaan reaksi mineral terhadap medan magnetic. Mineral secara umum dibagi menjadi 2 berdasarkan reaksinya terhadap medan magnetic: 1. Mineral diamagnetik. Mineral yang bersifat diamagnetik menolak medan magnet yang mengenainya. Mineral yang termasuk dalam kelompok ini ridak dapat dikonsentrasikan dengan medan magnetic. 2. Mineral Paramagnetik. Mineral paramagnetic adalah mineral yang dapat ditarik dengan lemah oleh medan magnet. Mineral tipe ini dapat dikonsentasikan dengan medan magnet yang sangat kuat. Mineral feromagnetik biasanya docirikan dengan hadirnya logam nikel, kobalt, mangan, kromium, cesium, titanium dan platina dalam ikatan dengan oksigen. Apabila kehadiran besu pada mineral tersebut ada, kemungkinan besar mineral dapat menjadi mineral feromagnetik. Feromagnetik dapat diklasifikasikan dalam paramagnetik, namun dalam artian khusus. Mineral feromagnetik memberikan reaksi yang kuat dalam medan magnetik dan dapat memiliki medan magnetik sisa (remanansi) ketika medan magnetik dihilangkan. Mineral yang dapatb dipisahkan dengan medan magnetik lemah adalah magnetit, Grafik di atas adalah kurva karakteristik material terhadap medan magnetic. dapat dilihat bahwa mineral feromagnetik (paramagnetik) menarik dengan kuat medan magnet, sedangkan mineral diamagnetik menolak dengan lemah medan magnetik. Pemisah magnetik dapat dibagi menjadi dua: Pemiaah magnetik intensitas rendah dan pemisah magnetik intensitas tinggi yang selanjutnya dibagi menjadi pemisah magnetik basah dan pemisah magnetik kering Pemisah magnetik dibagi menjadi pemisah magnetik intensitas tinggi, pemisah magnetik intensitas rendah yang bekeerja pada kondisi feed basah maupun kering.

Pemisah Elektrostatik Pemisah elektrostatik adalah pemisah yang memanfaatkan perbedaan konduktivitas mineral terhadap muatan baik positif maupun negatig. Mineral memiliki perbedaan konduktivitas yang beragam, sehingga metode ini cukup universal. Namun pemisahan elektrostatiok biasanya dilakukan pada m in eral bentuk pasir atau mineral placer. Feed yang dimasukan pada pemisahan ini harus benar-benar kering yang merupakan salahsatu kelemahan Pemisah elektrostatik. Selain itu feed harus diatur menjadi memiliki ketebalan yang sangat kecil, sehingga pemisahan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik. Pemisahan material yang pertama didasarkan atas pemisahan dengan tegangan tinggi, dengan alitan arus yang kecil atau tidak sama sekali. Proses yang selanjutnya bertahap, mulai menunjukkan adanya perpindahan muatan dari elektrode ke mineral yang akan dipisahkan. Miberal mengalami lifting effect atau efek pengangkatan karena ketika ditembak oleh muatan, ia cenderung menjadi muatan yang berlawanan dengan elektrode pemancar muatan, sehingga ia tertarik ke arah elektrode. Namun karena adanya efek gravitasi, pengangkatan yang terjadi berubah jadi lintasan proyektil jatuh: mineral yang terangkat akhirnya jatuh ke dalam kompartemen yang disediakan.

prinsip kerja alat pemisahan elektromagnetik secara umum: material dimasukkan dalam drum yang berputar dan dihubungkan dengan ground atau pertanahan. Feed yang masuk akan melekat pada drum dan berputar . Pada suatu titik, mineral yang akan dipisahkan ditmbaki oleh muatan (dapat berupa muatan positif atau muatan negatif, bergantung pada karakteristik mineral yang aakan dipisahkan. mineral yan g memiliki kondujtifitas terhadap muatan akan termuati, namun dengan tanda muatan yang berlawanan. mineral yang telah dimuati lalu akan tertarik ke arah elektrode dan alak mengalami lifting dan jatuh karena resultan gaya gravitasi elektrostatik ke arah bawah dab dikumpulkan pada kompartemen tertentu.n mineral yang memiliki konduktivitas listrik ya ng buruk akan mengalami pinning effect karena adanya gaya elektrostatik non konduktif atau gaya image. Mineral lalu dilepaskan dari drum dengan blade atau brush sehingga jatuh ke kompartemen yang berbeda

tuangkanlah campuran tadi ke dalam alat pencampur dari HMS dan gerakkan pengaduknya 4. Jalankan ban pada alat magnetic separator dan hubunngkan aliran listrik yang melalui magnetic 5. Tampung produkta yang dihasilkan pada dua ember setelah pulp dimasukkan ke dalam alat HMS. 6. Keringkan konsentrat dan tailing yang diperoleh, kemusian masing-masing bagian ditimbang.. C. Data Percobaan Material Feed Konsentrat Tailling Pasir Besi Silika Pasir besi Berat 500 gram 4500 gram 300 gram 4700 gram 90% Kadar

3.

Asumsikan konsentrat mengandung kadar pasir besi 90%. D, Pengolahan Data 1. Menghitung f Kadar Pasir besi dalam feed (f) =


2. Menghitung t F . f = K . k + T .t              

  

x 100%= 10%



NERACA MATERIAL
F= c. kg 5 f = d. 10%

Magnetic Separator

K= 300 gr k = 90%

T = 4700 gr t = 4.89 %

, Di atas adalah dua tipe dari pemisah elektromagnetik. tipe plate dan screen. B. Data Percobaan Prosedur Percobaan Magnetic Separator: 1. Timbang 500gr bijih besi dan campurkan dengan 4500 gr pasir silica. 2. Isilah semua ember dengan air dan tuangkanlah campuran. Benda yang mengapung dibuang.

3. menghitung recovery Recovery =


   

 x 100% = 54%

4. Menghitung Rate Of Concentration   ROC =

= 16,66

5. Menghitung Efisiensi Feed Loss = Konsentrat + Tailling

Feed Loss = 300 + 4700 = 5000 gramMaka, =

Galena

= 100% Electrostatic Separator 1. Elektrode terdiri atas dua bagian. Efek apa saja yang diperoleh dari kedua bagian ini? y Pinning Effect Pinning effect adalah keseimbangan antara gaya image dengan gaya sentrifugal.

Pinning Effect menetukan kecenderungan partikel untuk diletakkan pada permukaan rotor. Lifting Effect Lifting Effect adalah keseimbangan antara gaya listrik dengan gaya sentrifugal.

e c

6 es . ! TV s d 3 v[ 2 R

2.

y y y y 3. y y y

y 4.

Lifting Effect menentukan kecenderungan partikel untuk diangkat dari permukaan rotor dan tertarik menuju elektroda. Syarat apa saja yang harus dipenuhi oleh feed agar dapat dilakukan pemisahan dengan Electrostatic Separator? Feed harus benar-benar kering, tidak ada surface moisture Bebas dari material organic Temperatur ditentukan Ukuran untuk pasir: 50 1000 mikrometer Gaya apa saja yang bekerja pada mineral pada saat pemisahan terjadi? Gaya Elektrostatik pada mineral yang telah ditembak oleh muatan Gaya Sentrifugal karena adanya putaran yang dihasilkan oleh drum Gaya Gravitasi yang menyebabkan mineral jatuh apabila gaya beratnya melebihi resultan gayua yang lain Gaya Friksi atau gesek antara mineral dengan liner drum .Berikan sketsa sehingga Lifting Effect dan Pinning Effect terlihat jelas!

D. Analisis Percoban dari percobaan diperoleh bahwa berat feed adalah 5 kilogram dengan konsentrasi awal 10%. Dilihat dari kadar taling yang masih di kisaran setengah kadar feed nya, pengolahan tidak berjalan dengan baik dalam satu siklus. Kemungkinan diperlukan siklus lainnya. Recovery yang dihasilkan juga buruk. Pemisahan yang dilakukan tidak baik. E. Jawaban Pertanyaan dan Tugas Magnetic Separator 1. Terangkanlah prinsip-prinsip pemisahan serta sebutkan faktor-faktor yang memengaruhi pemisahan. Prinsip-prinsip pemisahan: Mineral yang akan dipisahkan dialirkan menuju sebuah drum berputar dengan sebagian permukaan yang dipengaruhi oleh medan magnetic.. Mineral feromagnetik akan ditarik oleh drum sehingga ikut berputar beberapa jarak lebih besar dibandingkan mineral diamagnetik yang langsung jatuh karena tidak dipengaruhi oleh medan magnetik. mineral feromagnetik yang menempel pada drum magnetik lalu djatuh pada kompartemen yang disediakan, yang letaknya berbeda dengan tempat discharge tailing, dan biasanya dilengkapi dengan blade atau brush untuk membersihkan mineral feromagnetik yang masih melekat pada drum. Faktor yang memengaruhinya adalah jenis mineral yang dipisahkan, intensitas medan magnetic, ukuran butiran, ketebalan feeding, jenis pemisahan (kering atau basah) 2. Tipe pemisah magnetik yang dikenal: Pemisah magnetik intensitas rendah drum separator counter-rotation drum separator counter current separator cross belt separator Pemisah magnetik intensitas tinggi Induced Coil separator Jones High Intensity Wet Separator High Gradient Magnetic Separator Superconducting Separator 3. 5 mineral di Indonesia yang dapat dipisahkan dengan metode ini y Magnetit y Hematit y Kronit y Kasiterit

Fi 6 ! Fc TV s

s 2

d 5 v[ 2 R

5.

Kelompok mineral yang termasuk pada mineral konduktif baik dan mineral konduktif buruk Mineral Konduktif Mineral Konduktif Baik Buruk Monazit Rutil Kasiterit Zirkon Wolframit Ilmenit

F. Kesimpulan Magnetic Separator adalah alat pemisahan dengan menggunakan medan magnetik yang diaplikasikan untuk memisahkan mineral feromagnetik dan diamagnetik.mineral feromagnetik akan mengalami gaya magnetik yang dihadilkan oleh elektromagnetik drum , sedangkan mineral diamagnetik hanya akan dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Pemisah elektrostatik didasarkan atas perbedaan konduktivitas mineral terhadap konduktivitas mineral terhadap elektron atau proton. mineral yang konduktivitasnya baik akan mengalami gaya lifting dan mineral yang memiliki konduktivitas buruk akan mengalami Pinning Effect. G. Daftar Pustaka Wills, B.A, et al. (2006). Wills Mineral Processing Technology. Queensland: Elsevier Science and technology Book (Section 13) Modul Praktikum MG3017 Pengolahan Bahan galian Moduil 7