Anda di halaman 1dari 43

MAKALAH

SISTEM INFORMASI PENJUALAN Pada MINIMARKET ID BERBASIS WEB

Disusun oleh :

Nama : Ayu Puji Lestari


Nim : 403181010011

Dosen Pengampu : Bayu Rianto, S.Si.,M.Kom


Program studi Sistem Informasi
Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Islam Indragiri

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan
berkat , karunianya  dan kekuatan kepada saya sehingga makalah Perencanaan
Strategis Sistem Informasi yang berjudul “Analisis dan rancangan Mini Market
ID dengan menggunakan : Metode Analisis SDLC dan Pemodelan UML serta
dianalsisis pula PIECESnya.” Dapat diselesaikan dengan tepat waktu.
Adapun tujuan penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas
Bapak Bayu
Rianto,S.Si,M.Kom dalam Mata kuliah Perancangan Strategis Sistem Infromasi
Selain itu,
makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang merancang sebuah
Sistem bagi
para pembaca dan juga bagi penulis.
Dalam Penulisan makalah ini saya merasa masih banyak kekurangan-
kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi. Dengan demikian kritik dan
saran dari semua pihak sangat membantu saya demi penyempurnaan pembuatan
makalah ini.

Tembilahan, 1 juli 2020

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
5.1 Latar belakang
Seiring dengan berubahnya trend berbelanja masyarakat, bisnin ritel
mengalami kemajuan yang luar biasa. Hal ini menyebabkan munculnya
banyak pelaku baru di dunia bisnis ritel. Masyarakat juga semakin pintar
dan manja sehingga menjadi semakin sulit untuk memuaskan pelanggan.
Bisnis ritel pun tidak luput dari masalah ini.
Minimarket “ID” adalah sebuah perusahaan yang bergerak didalam
bisnis ritel. Seperti bisnis ritel lainnya, kehidupan Minimarket “ID”
sangat tergantung pada aktivitas penjualannya. Hasil penelitian tentang
minimarket ini, akhirnya penulis tuangkan dalam judul “Sistem Informasi
Penjualan pada Minimarket ID Berbasis Web”
5.2 Rumusan Masalah
Dari uraian diatas, dapat dirumuskan permasalahan yang ditimbulkan sebagai
berikut:
1. Sistem penjualan kurang efektif pada minimarket ID, dimana masih
menggunakan sistem konvensional yaitu pembeli harus datang langsung ke
minimarket untuk melakaukan transaksi.
2. Sulit dalam pengolahan dan pencatatan data transaksi serta tingginya
tingkat kesalahan, karena masih manual. Atau belum adanya sistem yang
terkomputerisasi.

5.3 Tujuan
1. Membangun sistem penjualan yang berbasis website pada minimarket Id
2. Membuat pemasaran barang yang berbasis website
BAB II
LANDASAN TEORI
5.4 Pengembangan Sistem
Pengembangan sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk
menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem
yang telah ada
5.5 System Development Life Cycle (SDLC)
System Development Life Cycle (SDLC) adalah Sebuah siklus untuk
membangun sistem dan memberikannya kepada pengguna melalui tahapan
perencanaan, analisa, perancangan dan implementasi dengan cara memahami dan
menyeleksi keadaan dan proses yang dilakukan pengguna untuk dapat mendukung
kebutuhan pengguna.
Sedangkan tahapan utama siklus hidup pengembangan sistem terdiri
dari : metode pengembangan terstruktur dengan pendekatan siklus hidup
pengembangan sistem (System Development Life Cycle /SDLC). Terdiri dari
beberapa fase antara lain sebagai berikut:
1. Perencanaan Sistem (Planning)
Adapun kegiatan yang akan dilakukan dalam tahap ini antara lain mencari data
-data yang berhubungan dengan pengembangan suatu sistem yaitu antara lain:
a) Data Primer
Data yang diperoleh secara langsung dari tempat penelitian yaitu dengan cara:
a. Wawancara (interview)
Metode ini dilakukan dengan mengadakan tanya jawab secara
langsung kepada Karyawan Minimarket ID yang mungkin memahami
tentang berbagai masalah transaksi penjualan.
b. Pengamatan Langsung (Observation)
Metode ini dilakukan dengan pengamatan secara langsung ditempat
penelitian terhadap seluruh kegiatan yang dilakukan pada
Minimarket ID
b) Data Sekunder
Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari bku atau leteratur dan
sumber data yang digunakan dalam pembuatan sistem ini.
a. Penelitian Perpustakaan
Cara pengumpulan data dengan cara membaca dari beberapa Buku
sumber lainnya yang berkaitan dengan sistem penjualan Kaca mata di
Minimarket ID
b. Penelitian Lapangan
Kegiatan dilakukan dengan meninjau langsung objek tersebut dengan
tindakan tanya jawab langsung atau wawancara dan observasi di
wilayah Kerja Minimarket ID
2. Analisis sistem
Fase analisa adalah sebuah proses investigasi terhadap sistem yang sedang
berjalan dengan tujuan untuk mendapatkan jawaban mengenai pengguna
sistem, cara kerja sistem dan waktu penggunaan sistem.
3. Perancangan sistem (design)
Perancangan merupakan proses penentuan cara kerja sistem dalam hal
architechture design, interface design, database dan spesifikasi file, dan
program design. Hasil dari proses perancangan ini akan didapatkan spesifikasi
sistem.
4. Implementasi sistem
Tahap ini merupakan tahap meletakkan sistem supaya siap dioperasikan.
Implementasi sistem juga merupakan proses mengganti atau meninggalkan
sistem yang lama dengan mengganti sistem yang baru. Untuk menggantikan
sistem yang lama ke sistem yang baru diperlukan suatu pendekatan atau strategi
supaya berhasil.
5. Perawatan sistem
Sistem perlu dirawat karena beberapa hal, yaitu :
a. Sistem mengandung kesalahan yang belum diperbaiki,sehingga kesalahan
sistem perlu diperbaiki.
b. Sistem mengalami perubahan karena peemintaan baru dari pemakaian
sistem
c. Sistem mengalami perubahan karena perubahan lingkungan luar.
5.6 Analisis sistem
Pieces adalah suatu system yang di gunakan untuk analisis system kerja pada
suatu perusahaan atau organisasi. Dari analisis ini biasanya didapat beberapa
masalah utama. Hal ini penting karena biasanya muncul dipermukaan bukan masalah
umum, tetapi hanya gejala dari masalah utama saja.
1. Analisis kinerja (performance)
Masalah kinerja terjadi ketika tugas-tugas bisnis yang dijalankan tidak
mencapai sasaran. Kinerja diukur dengan jumlah produksi dan waktu
tanggap. Jumlah produksi adalah jumlah pekerjaan yang bisa
diselesaaikan selama jangka waktu tertentu.
2. Analisis information (information)
Informasi merupakan komoditas krusial bagi pengguna akhir. Evaluasi
terhadap kemampuan sistem informasi dalam menghasilkan inforamsi
yang bermanfaat perlu dilakukan untuk menyikapi peluang dan
menangani masalah yang muncul. Situasi yang membutuhkan
peningkatan informasi seperti :
a. Kurangnya inforamsi mengenai keputusan atau situasi yang
sekarang
b. kurangnya informasi yang relavan mengenai keputusan ataupun
situasi sekarang
c. kurangnya informasi yang tepat waktu
d. terlalu banyak informasi
e. informasi tidak akurat
3. analisis ekonomi (economy)
Alasan ekonomi barangkali merupakan motivasi paling umum bagi
suatu proyek. Persoalan ekonomis dan peluang berkaitan dengan masalah
biaya. Adapaun hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
a. Biaya
1) Biaya tidak diketahui
2) Biaya tidak dapat dilacak kesumber
3) Biaya terlalu tinggi
b. Keuntungan
1) Pasar-pasar baru dapat dieksplorasi
2) Pemasaran saat ini dapat diperbaiki
3) Pesanan-pesanan dapat ditingkatkan
4. Keamanan (control)
Control dipasang untuk meningkatkan kinerja sistem, mencegah atau
mendeteksi kesalahan sistem, menjamin keamanan data, informasi,
dan persyaratan.
5. Analisis efisie
Berikut adalah indikasi bahwa suatu sistem dapat dikatakan tidak
efesien :
a. Banyak waktu yang terbuanng pada aktivitas sumber daya manusia,
mesin, atau komputer.
b. Data diinput atau disalin secara berlebihan
c. Data diproses secara berlebihan
d. Informasi dihasilkan secara berlebihan
e. Usaha yang dibutuhkan untuk tugas-tugas terlalu berlebihan
f. Material yang dibutuhkan untuk tugas-tugas terlalu berlebihan
(efficiency)
6. Layanan ( service)
Berikut adalah beberapa kriteria penilaian dimana kualitas suatu sistem
bisa dikatakan buruk
1) Sistem menghasilkan produk yang tidak akurat
2) Sistem menghasilkan produk yang tidak konsisten
3) Sistem menghasilkan produk yang tidak dipercaya :
5.7 Perancangan sistem
Rancangan sistem secara umum dilakukan dengan tujuan untuk memberikan
gambaran secara umum kepada user terutama sistem yang telah dibuat

5.8 Pemodelan diagram uml


Salah satu pemodelan yang saat ini paling banyak digunakan adalah UML. UML
(Unified Modeling Language) adalah salah standar bahasa yang banyak
digunakan didunia industri untuk mendefinisikan requirement, membuat analisis &
desain, serta menggambarkan arsitektur dalam pemrograman berorientasi objek
Perangkat pemodelan adalah suatu tool yang digunakan untuk menguraikan
sistem menjadi bagian-bagian yang dapat diatur dan mengomunikasikan cirri
konseptual dan fungsional kepada pengamat.
Peran perangkat lunak pemodelan:
1. Komunikasi
Perangkat pemodelan dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara pemakai
dengan analisis sistem maupun developer dalam pengembangan sistem.
2. Eksperimentasi
Pengembangan sistem yang bersifat “trial and error”
3. Prediksi
Model meramalkan bagaimana suatu sistem akan bekerja

1. Class diagram
Diagram kelas atau class diagram menggambarkan struktur sistem dari
segi pendefinisian kelas – kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem.
Simbol Deskripsi
Kelas Kelas pada struktur sistem
nama_kelas

+atribut

+operasi()

Antarmuka / interface Sama dengan konsep interface dalam


pemrograman berorientasi objek
Nama_interface
Asosiasi / association Relasi antarkelas dengan makna umum,
asosiasi biasanya juga disertai dengan
multiplicity
Asosiasi berarah / directed Relasi antarkelas dengan makna kelas yang
association satu digunakan oleh kelas yang lain, asosiasi
biasanya juga disertai dengan multiplicity
Generalisasi Relasi antarkelas denga makna generalisasi –
spesialisasi (umum khusus)
Kebergantungan / dependency Kebergantungan antarkelas

Agregasi / aggregation Relasi antarkelas dengan makna semua –


bagian (whole – part)

2. Use Case diagram


Use case atau diagram use case merupakan pemodelan untuk
kelakukan (behavior) sistem informasi yang akan dibuat. Use case
mendeskripsikan sebuah interaksi antara satau atau lebih aktor dengan sistem
informasi yang akan dibuat.

Simbol Deskripsi
Use case Fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai
Nama use case unit – unit yang saling bertukar pesan antar unit
atau aktor; biasanya dinyatakan dengan
menggunakan kata kerja di awal di awal frase
nama use case
Aktor / actor Orang, proses, atau sistem lain yang
berinteraksi dengan sistem informasi yang akan
dibuat diluar sistem informasi yang akan dibuat
Nama aktor itu sendiri, jadi walaupun simbol dari aktor
adalah gambar orang;biasanya dinyatakan
menggunakan kata benda diawal frase nama
aktor
Asosiasi / association Komunikasi antara aktor dan use case yang
berpartisipasi pada use case atau use case
memiliki interaksi dengan aktor

ekstensi / extend Relasi use case tambahan ke sebuah use case


<<extend>> dimana use case yang ditambahkan dapat
berdiri sendiri walau tanpa use case tambahan
itu; mirip dengan prinsip inheritancepada
pemrograman berorientasi objek; biasanya use
case tambahan memiliki nama depan yang
sama dengan use case yang ditambahkan
Generalisasi / generalization Hubungan generalisasi dan spesialisasi (umum
– khusus) antara dua buah use case dimana
fungsi yang satu adalah fungsi yang lebih
umum dari lainnya
Menggunakan / include / uses Relasi use case tambahan kesebuah use case
dimana use case yang ditambahkan
<<include>> memerlukan use case ini untuk menjalankan
fungsinya atau sebagai syarat dijalankan use
<<uses>> case ini

3. Activity diagram
Diagram aktivitas atau activity diagram menggambarkan workflow (aliran
kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada
pada perangkat lunak.
Simbol Deskripsi
Status awal Status aktivitas sistem, sebuah diagram
aktivitas memiliki sebuah status awal
Aktivitas Aktivitas yng dilakukan sistem, aktivitas
biasanya diawali dengan kata kerja
aktivitas

Percabangan / decision Asosiasi percabangan dimana jika ada


pilihan aktivitas lebih dari satu
Penggabungan / join Asosiasi penggabungan dimana lebih dari
satu aktivitas digabungkan menjadi satu
Status akhir Status akhir yang dilakukan sistem, sebuah
diagram aktivitas memiliki sebuah akhir

Swimlane Memisahkan organisasi bisnis yang

Nama swimlane bertanggung jawab terhadap aktivitas yang


terjadi
Atau
4. Sequence diagram
Diagram sekuen menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan
mendeskripsikanwaktu hidup objek dan message yang dikirimkan dan diterima
antar objek.

Simbol Deskripsi
Aktor Orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi
dengan sistem informasi yang akan dibuat di
luar sistem informasi yang akan dibuat itu
sendiri, jadi walaupun simbol dari aktor adalah
Nama aktor gambar orang, tapi aktor belum tentu
Atau merupakan orang, biasanya dinyatakan
Nama
menggunakan kata benda diawal frase nama
Tanpa waktu aktif aktor
Garis hidup / lifeline Menyatakan kehidupan suatu objek

Objek Menyatakan objek yang berinteraksi pesan

Nama objek : nama


kelas
Waktu aktif Menyatakan objek dalam keadaan aktif dan
berinteraksi, semua yang terhubung dengan
waktu aktif ini adalah sebuah tahapan yang
dilakukan didalamnya
Pesan tipe create Menyatakan suatu objek membuat objek yang
<<create>> lain, arah panah mengarah pada objek yang
dibuat
Pesan tipe call Menyatakan suatu objek memanggil operasi /
metode yang ada pada objek lain atau dirinya
1 : nama_metode() sendiri, arah panah mengarah pada objbek yang
memiliki operasi / metode, karena ini
memanggil operasi/ metode maka operasi /
metode yang dipanggil harus ada pada diagram
kelas sesuai dengan kelas objek yang
berinteraksi
Pesan tipe send Menyatakan bahwa suatu objek mengirimkan
1 : masukan data/ masukan/ informasi ke objek lainnya, arah
panah mengarah pada objek yang dikirimi
Pesan tipe return Menyatakan bahwa suatu objek yangtelah
1 : keluaran menjalankan suatu operasi atau metode
menghasilkan suatu kembalian ke objek
tertentu, arah panah mengarah padaobjek yang
menerima kembalian
Pesan tipe destroy Menyatakan suatu objek mengakhiri hidup
<<destroy>> objek yang lain, arah panah mengarah pada
objek yang diakhiri, sebaiknya jika ada create
maka ada destroy
BAB III
ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI

5.9 ANALISA SISTEM


Pada tahap analisis sistem dilakukan pengumpulan data dan
menganalisa segala dokumen-dokumen yang digunakan pada sistem
yang sedang berjalan. Selain itu juga dibahas analisis kebutuhan non-
fungsional yang terdiri dari analisis perangkat keras, analisis perangkat
lunak dan analisis user.
5.10 METODOLOGI PENELITIAN
Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja
(sistematis) untuk memahami suatu objek atau subjek penelitian
5.11 METODE PENGUMPULAN DATA
1. Observasi, observasi dilakukan dimulai pada tanggal 1 April 2020 penulis
mengamati secara langsung sistem yang sedang berjalan khususnya dalam hal
penjualan.
2. Wawancara, melakukan wawancara langsung kepada Karyawan yang sudah
lama bekerja di Minimarket ID. Wawancara dilakukan dengan cara tatapmuka
secara langsung.
3. Studi Pustaka, penulis mengumpulkan buku buku ataupun jurnal yang
berhubungan dengan penelitian ini.

5.12 1q ANALISIS SISTEM


Gambar 1. Diagram sistem yang sedang berjalan

Gambar 2. diagram sistem yang diusulkan


5.13 IDENTIFIKASI MASALAH
1. Sistem penjualan kurang efektif pada Minimarket ID dimana masih
menggunakan sistem konvensional.
2. Pengolahan dan pencatatan data transaksi yang kurang efektif karena belum
adanya sistem komputerisasi yang akurat.
Setelah dikembangkan dengan dibuat suatu program untuk penjualan berbasis
website, masalah masalah yang awalnya timbul dapat teratasi.
5.14 ANALISIS PIECES

Aspek Sistem Lama Sistem Baru


Performance Pemasarannya yang kurang Sistem pemasaran yang lebih
maksimal dan ruang lingkup maksimal, ruang lebih luas
yang kecil karena sudah berbasis website
dimana pembeli dapat
bertransaksi dimanapun dan
kapanpun
Information Kesulitan dalam memberikan Dengan sistem yang sudah
informasi barang maupun barang berbasis web pelanggan dapat
terbaru kepada pembeli secara detail mengetahui
informasi barang dan
mengetahui barang terbaru yang
tersedia
Ecomony Karena sering terjadi kesalahan Berkurangnys kertas terbuang
dalam pencatatan data transaksi karena tidak terjadi kesalahan
menyebabkan kertas banyak karena dikontrol oleh sistem
terbuang
Control Pencatatan dan pengolahan data Dengan terkomputerisasi
transaksi yang sulit dan kurang menjadi lebih mudah untuk
akurat pencatatan dan pengolahan data
transaksi dikontrol, karena diatur
oleh sistem yang terhubung
dengan database
Effiencency Penyampaian mengenai Waktu menjadi lebih efesien
informasi barang terbaru dan karena pelanggan dengan cepat
promo yang lambat didapatkan mengetahui informasi barang
pelanggan terbaru serta promo yang
tersedia di Minimarket dengan
cepat
Service Layanan dalam bertransaksi Dengan sistem terkomputerisasi
yang kurang efesien dimana yang berbasis website
pelanggan harus menunggu lama bertransaksi menjadi lebih
dan harus antri. mudah dan cepat
Tabel 1. analisis pieces

5.15 USE CASE DIAGRAM

Gambar 3. use case sistem informasi penjualan

admin sebagai pengelola sistem. Sebagai admin mempunyai beberapa hak


diataranya mengelola data user, brang, transaksi, ongkir, dan laporan. Sebagai
pengujung dapat mendaftar dan melihat barang dan sebagai pelanggan dapat melihat
barang betransaksi dengan mengelola keranjang belanja.
5.16 USE CASE DIAGRAM LOGIN USER

Gambar 4. use case login user

user membuka menu login lalu melakukan registrasi untuk dapat login setelah itu
baru dapat membuka menu utama namun jika salah menginputkan username dan
password maka login gagal.

5.17 USE CASE DIAGRAM KELOLA DATA USER

Gambar 5. use case kelola data user

admin sebagai pengelola sistem, sebagai admin mempunyai beberapa hak


diantaranya lihat data user, tambah data user, ubah data user, dan menghapus data
user.
5.18 USE CASE DIAGRAM KELOLA DATA BARANG

Gambar 6. use case kelola data barang

admin sebagai pengelola sistem, sebagai admin mempunyai beberapa hak diantaranya
lihat data barang, tambah data barang, ubah data barang, dan menghapus data barang.
5.19 USE CASE DIAGRAM KELOLA DATA TRANSAKSI

Gambar 7. use case kelola data transaksi

admin sebagai pengelola sistem, sebagai admin mempunyai beberapa hak


diantaranya lihat data, konfirmasi transaksi pelanggan dan meghapus data.
5.20 USE CASE DIAGRAM KELOLA DATA ONGKIR

Gambar 8. use case kelola data ongkir

admin sebagai pengelola sistem, sebagai admin mempunyai beberapa hak


diantaranya melihat data ongkir, tambah data ongkir, ubah data ongkir dan juga hapus
data ongkir.
5.21 USE CASE DIAGRAM KELOLA DATA KERANJANG BELANJA

Gambar 9. use case kelola data keranjang belanja

admin sebagai pengelola sitem, sebagai admin mempunyai beberapa hak diantaranya
melihat data keranjang belanja, tambah data keranjang belanja, ubah data keranjang
belanja dan juga hapus data keranjang belanja.
Gambar 10. use case kelola data laporan
5.22 USE CASE DIAGRAM KELOLA DATA LAPORAN
admin sebagai pengelola sistem, sebagai admin mempunyai beberapa hak diantaranya
melihat data laporan, dan juga mencetak data laporan.

5.23 ACTIVITY DIAGRAM

Gambar 11. activity diagram login user

user melakukan login setelah memasukan usernamae dan password jika benar akan
masuk ke menu utama dan jika tidak maka kembali diminta untuk memasukan
username dan password.
5.24 ACTIVITY DIAGRAM INPUT DATA USER

Gambar 12activity diagram input data user

admin meginputkan data user dengan memilih data user kemudian menginputkan
data ke dalam form input kemudian klik simpan jika tidak berhasil maka kembali ke
form data user untuk menginput ulang
5.25 ACTIVITY DIAGRAM INPUT DATA BARANG

Gambar 13. activity diagram input data barang

admin menginputkan data barang dengan memilih data barang kemudian


menginputkan data ke dalam form input kemudian klik simpan jika tidak berhasil
maka kembali ke form data barang untuk menginput ulang.
5.26 ACTIVITY DIAGRAM INPUT DATA ONGKIR
Gambar 14. activity diagram input data ongkir
admin menginputkan data ongkir dengan memilih data ongkir kemudian
menginputkan data ke dalam form input kemudian klik simpan jika tidak berhasil
maka kembali ke form data ongkir untuk mennginputkan ulang jika berhasil data
tersimpan ke database.
5.27 ACTIVITY DIAGRAM INPUT DATA KERANJANG BELANJA

Gambar 15. activity diagram input data keranjang belanja

pelanggan menginnputkan data keranjang belanja dengan memilih barang kemudian


menginputkan data ke dalam form input kemudian klik simmpan. Jika tidak berhasil
maka kembali ke form data keranjang belanja untuk menginputkan ulang jika berhasil
data tersimpan ke database.
5.28 ACTIVITY DIAGRAM UBAH DATA USER
Gambar 16. activity diagram ubah data user

admin mengubah data user dengan memilih data user kemudian ubah data klik
simpan jika tidak berhasil maka kembali ke form data user untuk menginputkan ulang
jika berhasil data tersimpan ke database.
5.29 ACTIVITY DIARAM UBAH DATA BARANG

Gambar 17. activity diagram ubah data barang

admin mengubah data barang dengan memilih data barang kemudian ubah data ke
dalam form ubah kemudian klik simpan jika tidak brhasil maka kembali ke form data
barang untuk menginputkan ulang jika berhasil data tersimpan ke database.
5.30 ACTIVITY DIAGRAM UBAH DATA ONGKIR

Gambar 18. activity diagram ubh data ongkir


admin mengubah data ongkir dengan memilih data kota kemudiah ubah data ke
dalam form ubah kemudian klik simpan jika tidak berhasil maka kembali ke form
data ongkir untuk menginputkan ulang jika brhasil data tersimpan ke database.
5.31 ACTIVITY DIAGRAM UBAH DATA KERANJANG BELANJA

Gambar 19. activity diagram ubah data keranjang belanja

admin mengubah data keranjang belanja dengan memilih data keranjang belanja
kemudian ubah data ke dalam form ubah kemudian klik simpan jika tidak berhasil
maka kembali ke form data keranjang belanja untuk menginputkan ulang jika berhasil
data tersimpan ke database
5.32 ACTIVITY DIAGRAM HAPUS DATA USER

Gambar 20. activity diagram hapus data user

admin menghapus data user dengan memilih data user kemudian hapus data kedalam
form hapus kemudian klik hapus jika berhasil data terhapus di database
5.33 ACTIVITY DIAGRAM HAPUS DATA BARANG
Gambar 21. activity diagram hapus data barang

admin menghapus data barang dengan memilih data barang kemudian hapus data ke
dalam form hapus kemudian klik hapus jika berhasil data terhapus di database.
5.34 ACTIVITY DIAGRAM HAPUS DATA TRANSAKSI

Gambar 22. hapus data transaksi

admin menghapus data pemesanan dengan memilih data pemesanan kemudiah hapus
data ke dalam form hapus kemudian klik hapus jika berhasil data terhapus di
database.
5.35 ACTIVITY DIAGRAM HAPUS DATA ONGKIR

Gambar 23. activity diagram hapus data ongkir


admin menghapus data kota dengan memilih data kota kemudiah hapus data ke dalam
form hapus kemudian klik hapus jika berhasil data terhapus di database.
5.36 ACTIVITY DIGRAM HAPUS DATA KERANJANG BELANJA

Gambar 24.activity diagram hapus data keranjang belanja

pelanggan menghapus data pada keranjang belanja dengan memilih data keranjang
belanja kemudian hapus ddata kedalam form hapus kemudian klik hapus jika berhasil
data terhapus database.

5.37 ACTIVITY DIAGRAM CETAK DATA LAPORAN

Gambar 25. activity diagram cetak data laporan

admin mencetak data laporan dengan memilih data laporan kemudian klik cetak
laporan jika tidak berhasil maka kembali ke form data laporan jika berhasil data
laporan dicetak.
5.38 SEQUENCE DIAGRAM
Sequence diagram digunakan untuk menjabarkan aktivita yang ada pada use case
kepada level yang lebih detail. Pada sequnce diagram digambarkan interaksi antar
objek di dalam dan di sekitar sistem (termasuk pengguna, display dsb) brupa message
yang digambarkan terhadap waktu.

5.39 SEQUENCE DIAGRAM LOGIN USER

Gambar 26. sequence diagram login user

users masuk ke dalam menu utama dengan cara membuka website, dan masuk ke
form login, serta mengisi data username dan password jika tidak benar maka kembali
untuk ke form login, jika berhasil maka menu utama terbuka.
5.40 SEQUENCE DIAGRAM INPUT DATA USER

Gambar 27. sequence diagram input data user

admin menginputkan data pada form user, jika data berhasil di proses akann
tersimpan pada database, jika tidak proses simpan pun gagal dan akan dikembalikan
pada form input untuk memasukan data user lagi.
5.41 SEQUENCE DIAGRAM INPUT DATA BARANG

Gambar 28. sequence diagram input data barang

admin menginputkan data pada form barang, jika data berhasil di proses akan
disimpan pada database, jika tidak di proses simpan pun gagal dan akan dikembalikan
pada form input untuk masukan data barang lagi.
5.42 SEQUENCE DIAGRAM INPUT DATA ONGKIR

Gambar 29. sequence diagram input data ongkir

admin menginputkan data pada form ongkir jika data berhasil di proses akan
tersimpan pada database, jika tidak proses simpan pun gagal ddan akan dikembalikan
pada form input untuk masukan data lagi.
5.43 SEQUNCE DIAGRAM INPUT DATA TRANSAKSI
Gambar 30. sequence diagram input data transaksi

pelanggan menginputkan data pada form keranjanng belanja jika data berhasi di
proses akan tersimpan pada database, jika tidak proses simpan pun gagal dan akan
dikembalikan pada form input untuk masukan data lagi.
5.44 SEQUENCE DIAGRAM UBAH DATA USER

Gambar 31. sequence diagram ubah data user

pelanggan menginputkan data pada form keranjang belanja jika data berhasil di
proses akan tersimpan pada database, jika tidak proses simpan pun gagal dan akan
dikembalikan pada form input untuk masukan data lagi.
5.45 SEQUENCE DIAGRAM UBAH DATA BARANG

Gambar 32. sequence diagram ubah data barang


admin mengubah data pada form barang, jika data berhasil di proses akan terubah
pada database, jika tidak proses ubah pun gagal.
5.46 SEQUENCE DIAGRAM UBAH DATA ONGKIR

Gambar 33. sequence diagram ubah data ongkir

admin mengubah data pada form ongkir, jika data berhasil di proses akan terubah
pada database, jika tidak proses ubah pun gagal.
5.47 SEQUENCE UBAH DATA TRANSAKSI

Gambar 34. ubah data transaksi

admin mengubah data pada form keranjang belanja, jika data berhasil di proses akan
terubah pada database, jika tidak proses ubah pun gagal.
5.48 SEQUENCE DIAGRAM HAPUS DATA USER

Gambar 35. sequence diagram hapus data user

Admin menghapus data pada form user, jika data berhasil di proses akan terubah pada
database, jika tidak proses hapus pun gagal.
5.49 SEQUENCE DIAGRAM HAPUS DATA BARANG

Gambar 36. sequence diagram hapus data barang

admin menghapus data pada form barang, jika data berhasil di proses akan terubah
pada database, jika tidak proses hapus pun gagal.
5.50 SEQUENCE DIAGRAM HAPUS DATA TRANSAKSI

Gambar 37. sequence diagram hapus data transaksi


admin menghapus data pada form transaksi, jika data berhasil di proses akan terubah
pada database, jika tidak proses hapus pun gagal.
5.51 SEQUENCE HAPUS DATA ONGKIR

Gambar 38. sequence diagram hapus data ongkir

admin menghapus data pada form ongkir, jika data berhasil di proses akan terubah
pada database, jika tidak proses hapus pun gagal.
5.52 SEQUENCE DIAGRAM HAPUS DATA KERANJANG BELANJA

Gambar 39. sequence diagram hapus data keranjang belanja

admin menghapus data pada form keranjang belanja, jika data berhasil di proses akan
terubah pada database, jika tidak proses hapus pun gagal.
5.53 SEQUENCE DIAGRAM CETAK DATA LAPORAN

Gambar 40. sequence diagram cetak data laporan

admin mencetak data laporan pada form laporan, pilih cetak jika data berhasil di
proses data laporan akan dicetak, jika tidak proses cetak pun gagal dan akan
dikembalikan pada form laporan untuk cetak ulang data laporan
5.54 CLASS DIAGRAM

Gambar 41. class diagram

class diagram berfungsi untuk mengetahui tentang keadaan sistem atau fungsi
dari sistem.
STRUKTUR DATA
1. Tabel Data Users
 File Nama : users
 Primary key : uid
 Foreign Key :-
No Field Name Type Field Size Ket
1 Uid Int 16 Id User
2 Uname varchar 16 Username users
3 Upasswd Varchar 16 Password users
4 Nama Varchar 30 Name users
5 Email Varchar 30 Email users
6 Alamat Varchar 60 Alamat users
7 Phone Varchar 30 No telepon users
8 Uimg Varchar 60 Foto users
9 konama varchar 60 Nama Kota Users
Tabel 2. Tabel Data Users

2. Tabel Barang
 File name : barang
 Primary key : bid

No Field name Type Field size Ket


1 Bid Int 16 Id barang
2 Bnama Varchar 16 Nama Barang
3 Bharga Varchar 30 Harga Barang
4 Bing varchar 30 Gambar Barang
5 Bcatatan Varchar 1000 Catatan Barang
6 Bgaransi Varchar 50 Garansi Barang
7 Splayer varchar 50 Ukuran layar barang
8 Spukuran Varchar 50 Ukuran barang
9 Spberat Varchar 50 Berat barang
10 Spjaringan Varchar 50 Jaringan yang mendukung
11 Spgprs Varchar 50 Gprs yang mendukung
12 Spbicara Varchar 50 Waktu bicara
13 Spkamera Varchar 50 Kamera yang mendukung
14 Sp3g Varchar 50 3g yang mendukung
15 Sphdspa Varchar 50 Hdspa yang mendukung
16 stok varchar 50 Stok barang
Tabel 3. Tabel Barang

3. Tabel ongkir
 File name : ongkir
 Primary key :
 Foreign key :
No Field name Type Field size ket
1 Konama Varchar 16 Nama kota
2 Koongkos varchar 16 Ongkos kirim
Tabel 4. Tabel Data Ongkir

4. Tabel Keranjang Belanja


 File name :
 Primary key : krid
 Foreign key :

No Field name Type Field size ket


1 Krid Int 16 Id keranjang belanja
2 Bid Int 16 Id barang
3 Krqty Int 16 Jumlah barang
4 Krtotal Int 20 Total harga
5 Uid Int 16 Id pelanggan
Tabel 5. Tabel Data Keranjang Belanja

5. Tabel Transaaksi
 File nama : lapbelanja
 Primary key : lapid
 Foreign key :

No Field name Type Field size Ket


1 Lapid Int 16 Id laporan
2 Uid Int 16 Id pelanggan
3 Konama Varchar 30 Ongkos kirim
4 Alamat Varchar 60 Alamat pelanggan
5 Lapdete Date 30 Tanggal pemesanan
6 Gambar Varchar 60 Struk bukti
pembayaran
7 Lapstatus Varchar 30 Status pemesanan
Tabel 6. Tabel Data Transaksi
BAB IV
DESAIN SISTEM

5.55 DESAIN SISTEM


Pada tahap desain sistem ini akan digambarkan mengenai input dan output
dimana keduanya sangat terkait dengan program aplikasi yang akan dibuat

5.56 DESAIN UTAMA MENU WEBSITE

Gambar 42. desain menu utama website

menu utama website dimana promosi berbagai produk terdapat di halaman utama
serta users dapat mengakses menu yang tersedia seperti beranda, tentang, kontak,
ongkir, keranjang belanja, dan menu untuk login dan daftar menjadi pelanggan.

5.57 DESAIN LOGIN MENU ADMIN

Gambar 43. desain login admin


halaman login admin untuk dapat masuk kedalam sistem informasi, seorang admin
harus memasukkan username dan password yang valid untuk melakukan login jika
salah maka akan diminta mengulanginya

5.58 DESAIN MENU UTAMA MENU ADMIN

Gambar 44. desain menu utama dan menu admin

menu utama admin dimana setelah admin berhasil login halaman utama
terbuka serta admin dapat mengakses menu yang tersedia seperti data transaksi,
barang, ongkir, users, laporan, tentang, beranda dan kontak.

5.59 DESAIN HALAMAN PELANGGAN

Gambar 45. desain halaman pelanggan

menu form untuk daftar mejadi pelanggan setelah pilih daftar. Kemudian
pelanggan menginputkan data seperti user id, username, password, email, nama,
telepon, dan alamat.
5.60 DESAIN INPUT BARANG

Gambar 46. desain input barang

menu form untuk mengelola data barang yang dilakukan oleh admin.
Kemudian admin dapat mengelola data barang seperti menambah data, menghapus
data, dan mengubah data.

5.61 DESAIN KERANJANG BELANJA

Gambar 47. desain keranjang belanja

pelanggan melakukan pemesanan barang yang akan dibeli dengan terlebih


dahulu mengisi form yang ada di dalam keranjang belanja seperti nama, telepon,
alamat, dan kota jika semua sudah terisi dapat memilih tombol pesan barang maka
baranng akan di proses untuk dikonfirmasi oleh users kepada admin bahwa sudah
melakukan pemesanan barang.

5.62 DESAIN STATUS TRANSAKSI

interface dari konfirmasi pembayaran barang yang harus di upload


pelanggan setelah membeli barang agar adminmemproses pemesanan barang
pelanggan untuk dikirim.

5.63 DESAIN INPUT DAFTAR PELANGGAN

halaman untuk melakukan daftar data pelanggan untuk menjadi pelanggan, ini
perlu dilakukan untuk melakukan login sebelum pemesanan barang adapun data-data
yang perlu di input adalah username, password, email, nama, telepon, alamat, dan
kota.
5.64 DESAIN HALAMAN TRANSAKSI MASUK

halaman transaksi dapat diakses dengan cara melakukan login melalui form login
admin dan menggunakan username dan password admin yang telah tersimpan pada
database, halaman admin memungkinkan seorang website administrator mengelola
data transaksi yang masuk untuk mengkonfirmasi pemesanan barang oleh pelanggan.

5.65 DESAIN HALAMAN CETAK DATA TRANSAKSI


PEMESANAN

Halaman data cetak transaksi dapat diakses dengan cara melakukan login melalui
form login admin dan menggunakan username dan password admin yang telah
tersimpan pada database, halaman cetak data transaksi memungkinkan seorang
website administrator mencetak data laporan transaksi
5.66 DESAIN HALAMAN CETAK BARANG

halaman cetak data barang dapat diakses dengan cara melakukan login melalui form
login admin dan menggunakan username dan password admin yang telah tersimpan
pada database, halaman admin memungkinkan seorang website administrator
mencetak data laporan baranng.

5.67 DESAIN HALAMAN CETAK TRANSAKSI PER PERODE

halaman cetak data transaksi per periode memungkinkan seorang website


administrator mengelola website mencetak data transaksi berdasarkan wakt yang
diinginkan.
BAB V
PENUTUP
5.68 KESIMPULAN
Dengan adanya pembuatan sistem berbasis web pada Minimarket Id,
maka dapat disimpulkan perubahan perubahan yang terjadi diantaranya :
1. Dengan diterapkannya Penjualan berbasis web ini pelayanan pada
penjualan pada Minimarket Id lebih efisien dan penjual maupun
pembeli mudah melakukan transaksi
2. Kesulitan dan tingginya tingkat kesalahan pengolahan data dan
pembuatan laporan teratasi
3. Pemasaran barang menjadi lebih efektif karena ruang lingkup yang
besar.
5.69 SARAN
Secara keseluruhan makalah ini belumlah sempurna terdapat masih
banyak kesalahan, maka dari itu penulis menerima saran untuk
pengembangan untuk makalah ini.