Anda di halaman 1dari 86

RANCANGAN AKTUALISASI

NILAI–NILAI DASAR ASN (BerAKHLAK)


PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III
ANGKATAN CXXXVIII TAHUN 2022

PENANGANAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA MASYARAKAT BERISIKO DAN


TIDAK BERISIKO MELALUI SOSIALISASI PENCEGAHAN DI PUSKESMAS
PASIR PUTIH KECAMATAN PASIR PUTIH KABUPATEN MUNA

DISUSUN OLEH

dr. KHAIRUNNISA
NDH : 01

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA


PROVINSI SULAWESI TENGGARA
2022
.

PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
Jalan Chairil Anwar No. 8 A Puwatu Tlp. 3124061 Fax. 3125905

LEMBAR PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI NILAI NILAI DASAR ASN (BerAKHLAK)


PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN CXXXVIII
TAHUN 2022

“PENANGANAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA MASYARAKAT BERISIKO DAN


TIDAK BERISIKO MELALUI SOSIALISASI PENCEGAHAN DI PUSKESMAS
PASIR PUTIH KECAMATAN PASIR PUTIH KABUPATEN MUNA”

Nama : dr. Khairunnisa


NDH : 01
NIP : 19910718 202012 2 017
Jabatan : Ahli Pertama - Dokter
Instansi : UPTD Puskesmas Pasir Putih

Telah disetujui untuk diseminarkan tanggal: 08 Juni 2022

di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Tenggara

Mengetahui

COACH, MENTOR,

K
ABDUL KAHAR MUZAKIR S, SE, M.Si LA ODE HASAN ISMAIL, SKM
NIP. 19680903 199603 1 006 NIP. 19780105 200903 1 003

2
.

PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
Jalan Chairil Anwar No. 8 A Puwatu Tlp. 3124061 Fax. 3125905

LEMBAR PENGESAHAN
RANCANGAN AKTUALISASI
NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN PNS

“Penanganan Penyakit Hipertensi Pada Masyarakat Berisiko Dan Tidak Berisiko


Melalui Sosialisasi Pencegahan Di Puskesmas Pasir Putih
Kecamatan Pasir Putih Kabupaten Muna”
Oleh :

dr. KHAIRUNNISA
NDH: 01

Telah diperbaiki sesuai saran Penguji, Coach dan Mentor


pada Seminar Rancangan Aktualisasi yang dilaksanakan
pada tanggal:
dan dinyatakan memenuhi syarat untuk diaktulisasikan pada Pelatihan Dasar CPNS
Golongan III Angkatan CXXXVIII Tahun 2022

COACH, MENTOR,

D
ABDUL KAHAR MUZAKIR S, SE, M.Si LA ODE HASAN ISMAIL, SKM
NIP. 19680903 199603 1 006 NIP. 19780105 200903 1 003
PENGUJI,

Drs. H. ABDUL RAJAB RAUF SILONDAE, M.Si


NIP. 19621229 198903 1 014
Mengetahui :
KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI SULAWESI TENGGARA,

Dra. YUNI NURMALAWATI, M.Si


NIP. 19700626 198909 2 001

3
.

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Kuasa atas rahmat dan
limpahan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Rancangan Aktualisasi dengan judul “
Penanganan Penyakit Hipertensi Pada Masyarakat Berisiko Dan Tidak Berisiko di Puskesmas
Pasir Putih Kecamatan Pasir Putih Kabupaten Muna” ngan baik tanpa ada halangan-halangan
yang berarti. Shalawat dan salam tak lupa selalu penyusun haturkan pada junjungan umat
yakni Rasulullah Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam.

Rancangan aktualisasi ini merupakan bentuk pengaktualan diri dalam menciptakan


habituasi di lingkungan kerja dengan menerapkan nilai-nilai dasar ASN yang BerAKHLAK
(Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Harmonis, Adaptif, dan Kolaboratif) serta mampu
menerapkan fungsi dan tugas kita sebagai ASN yaitu sebagai pelaksana kebijakan publik,
pelayanan public serta perekat dan pemersatu bangsa. Rancangan aktualisasi ini diajukan
dalam rangka latsar CPNS golongan III.

Penulis menyadari penyusunan rancangan aktualisasi ini tidak akan selesai tanpa
bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada :

1. Bapak Rusman Emba, ST selaku Bupati


2. Ibu Dra. Yuni Nurmalawati,M.Si selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Provinsi Sulawesi Tenggara
3. Bapak Abdul Kahar Muzakir,S.Se.,M.Si selaku coach dan senantiasa dengan sabar
dan teliti dalam proses pembimbingan penyusunan rancangan aktualisasi.
4. Bapak Drs. H. Abdul Rajab Rauf S.SE.,M.Si selaku penguji kelompok XIV Angkatan
CXXXVIII Tahun 2022
5. Bapak La Ode Hasan Ismail, SKM selaku Kepala UPTD Puskesmas Pasir Putih
sekaligus mentor untuk memberikan dukungan, bimbingan dan masukan dalam
rancangan aktualisasi ini.
6. Bapak dan ibu Widyaiswara pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III
Angkatan CXXXVIII tahun 2022 atas ilmu yang diberikan.
7. Panitia latsar CPNS Golongan III angkatan CXXXVIII, terkhusus wali kelas B dan
Korlap. Terima kasih atas bimbingan dan perhatiannya selama masa pelatihan.
8. Rekan-rekan seperjuangan peserta Latsar CPNS Golongan III angkatan CXXXV,
CXXXVI, CXXXVII, CXXXVIII tahun 2022 tanpa terkecuali yang selama ini telah
banyak berbagi bersama selama proses latsar.
4
.

9. Kedua orang tua, keluarga, teman terdekat yang selalu memberikan doa, dukungan
dan motivasi dalam menyelesaikan segala rangkaian kegiatan selama Pelatihan Dasar
CPNS Golongan III Angkatan CXXXVIII Tahun 2022.

Rancangan aktualisasi ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu diharapkan
saran dan kritikan yang membangun demi kesempurnaan hasil rancangan aktualisasi ini.
Semoga rancangan aktualisasi ini dapat diimplementasikan di tempat kerja.

Kendari, 07 Juni 2022

dr. KHAIRUNNISA
NIP. 19910718 202012 2 017

5
.

DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN ............................................................................................... i

HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................................ii

KATA PENGANTAR..........................................................................................................iv

DAFTAR ISI.........................................................................................................................v

DAFTAR TABEL.................................................................................................................8

DAFTAR GAMBAR.............................................................................................................9

BAB I PENDAHULUAN
1.1...............................................................................................................................
Latar Belakang ...................................................................................................9
1.2...............................................................................................................................Tuj
uan Aktualisasi1...................................................................................................11
1.3...............................................................................................................................Ma
nfaat Aktualisasi ..................................................................................................11
1.4...............................................................................................................................Rua
ng Lingkup Kegiatan Aktualisasi ........................................................................11
BAB II PROFIL PESERTA INSTANSI DAN PROFIL PESERTA
2.1. Profil Instansi……………………………………………………………………13
2.2. Profil Peserta…………………………………………………………………....35
BAB III RANCANGAN AKTUALISASI
3.1. Identifikasi, Penetapan dan Analisis Isu ............................................................36
3.2. Gagasan Kreatif / Terpilih sebagai Penetapan Isu .............................................41
3.3. Deskripsi / Penjelasan Kegiatan .........................................................................42
3.4. Matriks Rekapitulasi Rencana Habituasi Core Value ASN ...............................74
3.5. Estimasi Biaya ....................................................................................................76
3.6. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan ...........................................................................77
BAB IV PENUTUP .............................................................................................................83

DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................................84

6
.

DAFTAR TABEL

Tabel 1 . Distribusi Penduduk ........................................................................................... . 10

Tabel 2. Deskripsi Isu........................................................................................................... 37

Tabel .3. Penetapan Isu Menggunakan Metode APKL..........................................................40

Tabel 4. Deskripsi kegiatan 1 Melakukan konsultasi dengan pimpinan.................................43


Tabel 5. Deskripsi kegiatan 2 Melakukan konsultasi dan sosialisasi kepada rekan kerja
yang lain..................................................................................................................49
Tabel 6. Deskripsi Kegiatan 3 Menyiapkan Bahan Sosialisasi Dan Media Promosi
Kesehatan Tentang Hipertensi...............................................................................52
Tabel 7. Deskripsi Kegiatan 4 Membuat Bahan Dan Media Berupa Poster, Leaflet,
Dan Flipchart Pasien Hipertensi ............................................................................55
Tabel 8. Deskripsi Kegiatan 5 Melakukan Sosialisasi Dan Promosi Kesehatan
Tentang Hipertensi ................................................................................................59
Tabel 9. Deskripsi Kegiatan 6 Melakukan Promosi Kesehatan Tentang Hipertensi
Secara Berkelompok..............................................................................................63
Tabel 10. Deskripsi kegiatan 7 Melakukan Evaluasi terhadap Pelaksanaan Keseluruhan
Kegiatan ................................................................................................................................68
Tabel 11. Rekapitulasi Habituasi Core Value ASN .............................................................70

Tabel 12. Estimasi Biaya.......................................................................................................70

Tabel 13. Jadwal Kegiatan....................................................................................................71

7
.

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Peta Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pasir Putih................................................15

Gambar 2 Denah Puskesmas Pasir Putih................................................................................15

Gambar 3 Struktur Organisasi Puskesmas Pasir Putih............................................................19

Gambar 4. Pola Akar Masalah.................................................................................................41

8
.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam rangka pelaksanaan cita-cita bangsa dan mewujudkan tujuan negara
sebagaimana tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945, perlu dibangun Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki
integritas, profesional, netral dan bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi,
kolusi, dan nepotisme, serta mampu menyelenggarakan kebijakan publik serta pelayanan
publik bagi masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat dan
pemersatu bangsa berdasarkan Pancasila dan Undang- Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945.
Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan profesi pegawai negeri dan pegawai
pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah yang
merupakan bagian dari reformasi birokrasi. Untuk mewujudkan ASN sebagaibagian dari
reformasi birokrasi, maka ASN memiliki kewajiban mengelola dan mengembangkan
dirinya dan wajib mempertanggungjawabkan kinerjanya dalam pelaksanaan manajemen
ASN dengan menanamkan nilai-nilai Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten,
Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif (BerAKHLAK). Sebagai ASN fungsi dan
tugas dokter adalah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Berdasarakan riset kesehatan daerah penyakit hipertensi meningkat di setiap
puskesmas hampir seluruh Kabupaten Muna.
Berdasarkan lokasi wilayah, tingkat konsumsi natrium di kalangan masyarakat yang
bermukim di pesisir laut cenderung lebih tinggi dibanding masyarakat yang bermukim di
daratan, hal ini disebabkan karena sumber air yang dipakai warga untuk memasak
biasanya adalah air laut ynag sudah diproses, atau instalasi air tawar yang dekat dengan
laut. Terkhusus untuk warga di wilayah kerja Puskesmas Pasir Putih yang sebagian besar
merupakan nelayan, telah lama terbiasa dengan menjual sebagian hasil tangkapan ikan
segarnya kemudian mengonsumsi ikan kering sebagai lauk utama.

9
.

Rerata jumlah pasien yang datang di poliklinik Puskesmas Pasir Putih setiap harinya
adalah 25 orang dan lebih dari setengahnya adalah pasien dewasa dengan hipertensi grade
1 dan 2. Setiap bulan dilaksanakan kegiatan Pos Pelayanan Pasien Lanjut Usia
(Poslansia) di Kecamatan Pasir Putih dalam kegiatan tersebut dilakukan pengukuran berat
badan dan tekanan darah untuk semua warga desa bersangkutan yang usianya lebih dari
55 tahun, dari catatan laporan hasil kegiatan dari bulan ke bulan, jumlah penderita
hipertensi konstan bahkan cenderung bertambah, hal ini mengindikasikan bahwa lansia
penderita hipertensi tidak menjalani pengobatan atau berobat tapi tidak teratur dan
terkontrol.
Selain Poslansia, setiap bulannya juga dilakukan Pos Pembinaan Terpadu
(Posbindu), dalam kegiatan tersebut dilakukan pengukuran tekanan darah untuk warga
dengan rentang usia 15 – 55 tahun, dari catatan laporan hasil kegiatan posbindu dapat
disimpulkan bahwa terdapat banyak kelompok berisiko hipertensi di wilayah kerja
Puskesmas Pasir Putih seringkali hampir setengah dari warga yang menghadiri posbindu
terukur tekanan darahnya digolongkan ke grade pre hipertensi.
Di poliklinik Puskesmas Pasir Putih juga banyak pasien yang berobat dengan
keluhan yang merupakan komplikasi dari penyakit hipertensi, misalnya penyakit jantung,
stroke, dan lain sebagainya. Hal ini mengindikasikan bahwa perlangsungan hipertensi
yang tidak terkontrol telah terjadi sekian lama di wilayah kerja Puskesmas Pasir Putih
sehingga sampai menyebabkan komplikasi.
Tingkat konsumsi natrium di kalangan masyarakat yang bermukim di pesisir laut
cenderung lebih tinggi dibanding masyarakat yang bermukim di daratan, hal ini
disebabkan karena sumber air yang dipakai warga untuk memasak biasanya adalah air
laut ynag sudah diproses, atau instalasi air tawar yang dekat dengan laut. Terkhusus
untuk warga di wilayah kerja Puskesmas Pasir Putih yang sebagian besar merupakan
nelayan, telah lama terbiasa dengan menjual sebagian hasil tangkapan ikan segarnya
kemudian mengonsumsi ikan kering sebagai lauk utama.

Faktor risiko penyakit hipertensi antara lain perilaku merokok, konsumsi alkohol,
obesitas, predisposisi genetik dan masih banyak lagi. Masyarakat di daerah pesisir laut
menjadi lebih berisiko untuk mengalami hipertensi beserta komplikasinya karena
berbagai faktor diantaranya konsumsi natrium yang cenderung tinggi, pusat pelayanan
kesehatan dasar yang sulit dijangkau, tingginya angka kejadian putus berobat, dan tingkat
kesadaran untuk berobat yang masih rendah.

10
.

1.2. Tujuan
1. Tujuan Umum
Terwujudnya nilai dasar PNS BerAKHLAK (Berorientasi pelayanan, akuntabel,
kompeten harmonis, loyal, adaptif & kolaboratif) dan Kedudukan Peran ASN
dalam mewujudkan Smart Governance dalam pelaksanaan tugas sebagai pemberi
pelayanan kesehatan dalam wilayah kerja.
2. Tujuan Khusus
Terwujudnya pelayanan kesehatan yang optimal dan dapat memonitoring pasien
hipertensi yang tidak terkontrol serta putus obat.

1.3. Manfaat

Sedangkan manfaat yang hendak diperoleh dari kegiatan aktualisasi ini adalah :

1. Untuk Penulis

Manfaat bagi peserta dalam mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS


(Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan
Kolaboratif) serta kedudukan dan peran PNS dalam NKRI (Manajemen ASN dan
Smart ASN).

2. Untuk Organisasi

Manfaat bagi organisasi yaitu menguatkan visi misi dan nilai-nilai sehingga dapat
meningkatkan kerja menjadi lebih baik diharapkan dapat menjadi pedoman bagi
organisasi dinas kesehatan untuk meningkatkan pelayanan terutama upaya
kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan.

3. Untuk Masyarakat

Mendapatkan kepuasan atas pelayanan kesehatan pada Puskesmas Pasir Putih.

11
.

1.4. Ruang Lingkup Kegiatan Aktualisasi

Ruang lingkup rancangan kegiatan aktualisasi adalah di wilayah kerja


Puskesmas Pasir Putih Kecamatan Pasir Putih Kabupaten Muna. Puskesmas adalah
fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat
dan upaya kesehatan tingkat perorangan tingkat pertama, dengan lebih
mengutamakan upaya promotif dan preventif di wilayah kerjanya. Puskesmas diatur
kembali oleh dengan peraturan menteri kesehatan yang baru yaitu Permenkes 43
tahun 2019 tentang puskesmas.

Kegiatan rancangan aktualisasi ini dimulai dengan konsultasi dengan


pimpinan selaku Kepala Puskesmas Pasir Putih, kemudian melakukan kegiatan
pengukuran berat badan dan untuk semua warga desa yang berumur lebih 55 tahunt
darah, kemudian mengikuti pelaksanaan kegiatan Pos Pelayanan Pasien Lanjut Usia
(Poslansia) di Kecamatan Pasir Putih pengukuran berat badan dan tekanan darah
dengan usia 15-55 tahun.
Waktu dan Tempat

Kegiatan aktualisasi yang dirancang ini akan dilaksanakan mulai tanggal 10 Juni
hingga 12 Juli 2022, keseluruhan kegiatan inti dari aktualisasi ini dilaksanakan di
wilayah kerja Puskesmas Pasir Putih di Kecamatan Pasir Putih.
Kegiatan aktualisasi yang dirancang ini akan dilaksanakan mulai tanggal 10Juni
hingga 12 Juli 2022, keseluruhan kegiatan inti dari aktualisasi ini dilaksanakan di
wilayah kerja Puskesmas Pasir Putih.

12
.

BAB II

GAMBARAN UMUM ORGANISASI, KONSEP NILAI-NILAI DASAR DAN


KEDUDUKAN PERAN ASN DAN PENETAPAN ISU

2.1. Profil Organisasi


Puskesmas Pasir Putih merupakan Puskesmas yang berada di bawah
pemerintahan administrasi Kabupaten Muna. Dimana Puskesmas Pasir Putih
merupakan pemekaran atau pecahan dari Puskesmas Wakorumba Selatan. Sejak tahun
2006 telah definitive menjadi sebuah Puskesmas. Wilayah kerja Puskesmas Pasir Putih
mempunyai luas 89,53 km² yang terdiri dari wilayah darat dan kepulauan yang
meliputi 6 (enam) Desa yaitu Desa Pola Luas 17,48 km², Desa Koholifano 14,11 km²,
Desa Bumbu 18,90 km², Desa Kamosope 13,81 km², Desa Liwumetingki 12,73 km²
dan Desa Labulawa 12,50 km². Tempat kedudukan Puskesmas Pasir Putih adalah Desa
Pola yang merupakan pusat pemerintahan induk kecamatan.
Dari aspek geografis, Puskesmas Pasir Putih mempunyai batas-batas wilayah
sebagai berikut:
Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Wakorumba, Kecamatan
Wakorumba Selatan;
Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Kambowa Kabupaten
Buton Utara;
Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Todanga Kabupaten Buton
dan;
Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Buton.

Penduduk adalah orang atau sejumlah orang yang menempati suatu wilayah
tertentu dalam jangka waktu tertentu. Data tentang kependudukan sangat penting
dalam menghitung sebaran jumlah penduduk, usia penduduk, pekerjaan, pendapatan,
13
.

dan pendidikan. Data ini bisa di peroleh dari laporan penduduk, sensus penduduk, dan
survei penduduk. Jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Pasir Putih pada
Tahun 2021 sebanyak 4651 jiwa yang tersebar di 6 wilayah Desa, dengan jumlah
Rumah Tangga 1.003.

Gambar 1. Peta Wilayah Puskesmas Pasir Putih

Gambar 2. Denah Puskesmas Pasir Putih

14
.

Tabel 1. Distribusi Penduduk Wilayah Kerja Puskesmas Pasir Putih


Berdasarkan Desa Tahun 2021

Jumlah Penduduk

No. Desa Laki-laki Perempuan Jumlah

1. Pola 756 854 1610

2. Kogholifano 426 494 920

3. Bumbu 301 319 620

4. Kamosope 264 284 548

5. Liwumetingki 213 261 474

6. Labulawa 241 238 479

Jumlah 2201 2450 4651

Sumber Proyeksi BPS Kab. Muna 2021

Visi dan Misi

15
.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75


Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Pusat Kesehatan Masyarakat
yang selanjutnya disebut Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan
perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan
preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di
wilayah kerjanya.

Oleh karenai itu yang menjadi Visi Puskesmas Pasir Putih adalah
“Menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang berkualitas, humanis,
merata, mandiri dan menyeluruh”. Untuk mencapai tujuan tersebut maka diperlukan
upaya- upaya untuk mencapai visi tersebut.

Adapun Misi yang ditetapkan Puskesmas Pasir Putih tersebut adalah sebagai
berikut:

1. Memberikan pelayanan kesehatan yang professional dan bermutu.


2. Memberikan pelayanan kesehatan yang manusiawi dan penuh
keikhlasan.
3. Memberikan pelayanan kesehatan tanpa diskriminasi baik golongan
maupun status sosial.
4. Melibatkan seluruh stakeholder terkait baik baik pemerintah, swasta,
dan seluruh masyarakat.
5. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat baik secara
individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat.

Nilai Organisasi

Dalam mengimplementasikan visi dan misi ini sangat diperlukan adanya


program dan kegiatan yang mendukung visi dan misi tersebut. Untuk membuat suatu
program dan kegiatan yang berkualitas dan menyentuh kebutuhan masyarakat maka
data/ gambaran kesehatan masyarakat Puskesmas Pasir Putih sangat diperlukan,
sehingga setiap tahun terjadi perbaikan/perubahan derajat kesehatan masyarakat yang
lebih baik,
Perubahan–perubahan tersebut yang nantinya akan dituangkan dalam profil
kesehatan yang akan dijadikan acuan dalam membuat program dan kegiatan
16
.

selanjutnya, sebagai bahan informasi bidang kesehatan.


Tata nilai yang ada di puskesmas pasir putih yakni “ POKADULU ” yaitu:
1. Professional : Memiliki kemampuan, keterampilan dan kompetensi dalam
memberikan pelayanan kesehatan sesuai prosedur yang ditetapkan
berdasarkan standar profesi dan jabatan.
2. Optimis : memiliki keyakinan yang kuat bahwa segala sesuatu yang
menjadi masalah kesehatan kesehatan dapat kita atasi jika saling bekerja
sama lintas sector dan program
3. Kerjasama : untuk mensukseskan program kesehatan dibutuhkan
kerjasama yang baik dari seluruh masyarakat stake holder terkait
4. Adil : memberikan pelayanan kesehatan tanpa membeda-bedakan klien
dari golongan dan status sosialnya.
5. Disiplin : membiasakan diri untuk selalu tepat waktu dalam segala hal.
6. Ulet : bekerja jeras demi tercapainya tujuan bersama.
7. Loyal : totalitas dalam memberikan pelayanan kesehatan.
8. Unggul : mampu memberikan pelayanan kesehatan yang baik dan prima.

Motto Puskesma Pasir Putih “Kaetaaha Maitu Inodi, Ihintu bhe Intaidiim (Sehat
Itu Aku, Anda dan Kita )”
Budaya kerja petugas Puskesmas Pasir Putih adalah “ MALU “ yakni:
1. Malu karena datang terlambat dan pulang cepat
2. Malu menuntut hak tapi tidak tau kewajIban
3. Malu tidak dapat bekerja sama
4. Malu melayani dengan tidak sopan dan membeda-bedakan klien
5. Malu karena tidak berpenampilan rapi
6. Malu karena tugas tidal selesai tepat waktu
7. Malu sering minta izin tidak masuk kantor
8. Malu buang sampah sembarangan.

17
.

18
.

Struktur organisasi

Gambar 3. Struktur Organisasi Puskesmas


STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS PASIR PUTIH
KEPALA PUSKESM AS
LA ODE HASAN ISM AIL, SKM

KASUBAG TU
DWI NURLAILANI M AIM UN, SKM

SIM PUS KEPEGAWAIAN RUM AH TANGGA


BENDAHARA
HIDRA, SKM UM I KALSUM BINTI DINA FATCHORROHM AN, A.M d.Kep

GAJI/ JKN BOK JAMPERS AL PUS KES MAS BARANG


IS MARYANTI, A.Md.Keb RIEFKA IS MARYANTI, A.Md.Keb IS MARYANTI, A.Md.Keb IS MARYANTI, A.Md.Keb

UKM ES ENS IAL UKM PENGEMBANGAN UKP


JARINGAN PELAYANAN PUS KES MAS
RAHMATIAH, S .S T

PROMKES /UKS JIWA/NAPS A POLI UMUM PUS TU KAMOS OPE BIDAN DES A POLA POS BINDU
DWI NURLAILANI M, S KM DARUS ALAM, S .Kep dr. KHAIRUNNIS A RAHMATIAH, S .S T WA S ALIA
dr. RAHMAN S YAH PUS TU LIWUMETINGKI BIDAN DUSUN WANGGUALI
KES LING PELKES GIGI MAS YARAKAT IS MARYANTI, A.Md.Keb ASTUTI, A.Md.Keb
RAHMATIAH, S .ST BIDAN DES A KOGHOLIFANO
WA ODE DARLIA
GIZI KES EHATAN KERJA DAN OLAH RAGA POLI KB BIDAN DES A BUMBU
WA ODE S T. S ALTIA, S KM ENI, A.Md.Keb RAHMATIAH, S S T YULIANA H, A.Md.Keb
BIDAN DES A KAMOS OPE
RAHMATIAH, S .S T
POLI GIZI BIDAN DES A LWUMETINGKU
PERKES MAS PTM LA 0DE ZULDIN, AMG ISMARYANTI, A.Md.Keb
WA MULIANA DINIANTO ADITIA,A.Md.Keb BIDAN DES A LABULAWA
MTBS ISMARYANTI, A.Md.Keb
ISMARYANTI, A.Md.Keb
KES EHATAN LANS IA
P2P
Ns. LA ODE AZALI MIRAHMAT NUR RUANG TINDAKAN
ZULFIKAR, A.Md.Keb PALM I
PALM II
IMUNISAS I P2 DIARE PERS ALINAN PALM III
ZAMILAN WA NTIWORO,A.Md.Keb IRMA KUS UMA, A.Md.Keb POS YANDU WAARA
P2 TB P2 IS PA ANGGREK I
ALI IS RA AS TUTI,A.Md.Keb APOTEK ANGGREK II
P2 MALARIA FRAMBUS IA/KUSTA AS NAWIA,S .Kep POS YANDU KONDONGIA
HARIANTON YULIANA H,A.Md.Keb MAWAR I
P2 FILARIAS IS S URVEYLANS LABORATORIUM MAWAR II
ZAMILAN DARMA MITRAWATI, S KM AMALIA,, AMAK POS YANDU MABHOLU
P2 DHF HIV/AIDS MELATI I
HARIANTON UMI SALMA, A.Md.Keb IMUNIS AS I MELATI II
RABIES KARTINA, A.Md.Kep POS YANDU LIANGKOBORI
ZAMILAN MATAHARI I
THYPOID S ANITAS I MATAHARI II
ERWIN NUR S AFARIDA, AMKL MATAHARI III

GUDANG OBAT
WA S ALITI,A.Md.Keb

REKAM MEDIC
IS RAN, A.Md.Kep
19
.

Tupoksi Organisasi

Tugas pokok dan fungsi puskesmas berdasarkan Undang-Undang Nomor 43 Tahun


2019 Pasal 4:

1. Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai


tujuan pembangunan kesehatan wilayah kerjanya.
2. Untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), puskesmas mengintegrasikan program yang dilaksanakannya dengan
pendekatan keluarga.
3. Pendekatan keluarga sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan salah satu
cara puskesmas mengintegrasikan program untuk meningkatkan jangkauan
sasaran dan mendekatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dengan
mendatangi keluarga.

Tugas pokok dan fungsi puskesmas berdasarkan Undang-Undang Nomor 43 Tahun


2019 Pasal 5 :
a. Penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah kerjanya; dan
b. Penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya.

Tupoksi Penulis

Tugas pokok dan fungsi dokter umum berdasarkan KEMENPAN


Nomor:139/KEP/M.PAN/11/2003 yaitu:

 Melakukan pelayanan medik umum rawat jalan tingkat pertama.

 Melakukan pelayanan spesialistik rawat jalan tingkat pertama

 Melakukan tindakan khusus tingkat sederhana oleh dokter umum

 Melakukan tindakan khusus tingkat sedang oleh dokter umum

 Melakukan pelayanan gizi

 Menumpulkan data dalam rangka pengamatan epidemiologi penyakit

 Melakukan penyuluhan medik

 Membuat catatan medik rawat jalan

 Membuat catatan medik rawat inap


20
.

 Melayani atau menerima konsultasi dari luar atau keluar

 Melayani atau menerima konsultasi dari dalam

 Menguji kesehatan individu

 Menjadi tim penguji kesehatan

 Melakukan visum et repertum tingkat sederhana

 Melakukan visum et repertum kompleks tingkat I

 Menjadi saksi ahli

 Mengawasi penggalian mayat untuk pemeriksaan

 Melakukan otopsi dengan pemeriksaan laboratorium

 Melakukan tugas jaga/panggilan on call

 Melakukan tugas jaga di tempat/ di rumah sakit

 Melakukan tugas jaga di tempat sepi pasien

 Melakukan kaderisasi masyarakat dalam bidang kesehatan tingkat


sederhana.

Konsepsi Nilai-Nilai Dasar ASN


Berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri PANRB Nomor 20 tahun 2021 tanggal
26 Agustus 2021 tentang implementasi Core values dan Employer Branding Aparatur
Sipil Negara (ASN), disebutkan bahwa dalam rangka penguatan budaya kerja sebagai
salah satu strategi transformasi pengelolaan ASN menuju pemerintahan berkelas dunia
(World Class Government), Pemerintah telah meluncurkan Core Values (Nilai-
nilaidasar) ASN BerAKHLAK yang merupakan akronim dari Berorientasi pelayanan,
Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif. Adapun Employer
Branding yaitu Bangga Melayani Bangsa.

Berorientasi Pelayanan

Pelayanan publik sebagaimana tercantum dalam UU No. 25 tahun 2009


tentang Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka
pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan
21
.

bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan
administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.
Asas penyelenggaraan pelayanan publik seperti yang tercantum dalam Pasal
4 UU Pelayanan Publik, yaitu :

a) kepentingan umum;
b) kepastian hukum;
c) kesamaan hak;
d) keseimbangan hak dan kewajiban;
e) keprofesionalan;
f) partisipatif
g) persamaan perlakuan/tidak diskriminatif;
h) keterbukaan;
i) akuntabilitas;
j) fasilitas dan perlakuan khusus bagi kelompok rentan;
k) ketepatan waktu; dan
l) kecepatan, kemudahan, dan keterjangkauan.

Pelayanan publik yang baik juga didasarkan pada prinsip- prinsip yang
digunakan untuk merespons berbagai kebutuhan dalam penyelenggaraan
pelayanan publik di lingkungan birokrasi. Prinsip- prinsip tersebut adalah
partisipatif, transparan, responsif, tidak deskriminatif, efektif dan efisien,
aksesibel, akuntabel dan berkeadilan.
Panduan perilaku dalam berorientasi pelayanan yaitu :
a) Memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat
b) Ramah, cekatan, solutif, dan dapat diandalkan
c) Melakukan perbaikan tiada henti
Sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 10 UU ASN, pegawai
ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik,
serta sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Untuk menjalankan
fungsi tersebut, pegawai ASN bertugas untuk:
a) Melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina
Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
b) Memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas

22
.

c) Mempererat persatuan dan kesatuan negara Republik Idonesia.

Pasal 34 UU Pelayanan Publik juga secara jelas mengatur mengenai


bagaimana perilaku pelaksana pelayanan publik, termasuk ASN, dalam
menyelenggarakan pelayanan publik, yaitu:
a) adil dan tidak diskriminatif;
b) santun dan ramah;
c) tegas, andal, dan tidak memberikan putusan yang berlarut-
d) profesional;
e) tidak mempersulit; & patuh pada perintah atasan yang sah dan wajar;
f) menjunjung tinggi nilai-nilai akuntabilitas dan integritas institusi
penyelenggara;
g) tidak membocorkan informasi atau dokumen yang wajib dirahasiakan sesuai
dengan peraturan perundang-undangan;
h) terbuka dan mengambil langkah yang tepat untuk menghindari benturan
kepentingan;
i) tidak menyalahgunakan sarana dan prasarana serta fasilitas pelayanan publik;
j) tidak memberikan informast yang salah atau menyesatkan dalam
menanggapi permintaan informasi serta proaktif dalam memenuhi
kepentingan masyarakat;
k) tidak menyalahgunakan informasi, jabatan, dan/atau kewenangan yang
dimiliki;
l) sesuai dengan kepantasan; dan
m) tidak menyimpang dari prosedur.

Akuntable

Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap Individu, kelompok atau


institusi untuk memenuhi tanggungjawab kepadanya. Amanah seorang ASN
menurut SE Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Nomor 20 Tahun 2021 adalah menjamin terwujudnya perilaku yang sesuai dengan
Core Values ASN BerAKHLAK .
Dalam konteks Akuntabilitas, perilaku tersebut adalah:
a) Kemampuan melaksanaan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat,
disiplin dan berintegritas tinggi
23
.

b) Kemampuan menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara


bertanggung jawab, efektif, dan efisien
c) Kemampuan menggunakan Kewenangan jabatannya dengan berintegritas
tinggi.
Akuntabilitas publik memiliki tiga fungsi utama (bovens,2007), yaitu :
a) Untuk menyediakan kontrol demokrasi;
b) Untuk mencegah korupsi dan penyalagunaan kekuasaan (peran
konstitusional); Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas (peran belajar).
c) Akuntabilitas memiliki 5 tingkatan yang berbeda yaitu akuntabilitas personal,
akuntabilitas individu, akuntabilitas kelompok, akuntabilitas organisasi dan
akuntabilitas stakeholder.

Kompeten

Kompetensi menurut Kamus Kompetensi Loma (1998) dan standar kompetensi


dari International Labor Organization (ILO), memiliki tiga aspek penting
berkaitan dengan perilaku kompetensi meliputi pengetahuan, keterampilan, dan
sikap, yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan.
Sesuai Peraturan Menteri PANRB Nomor 38 Tahun 2017 tentang Standar
Kompetensi ASN, kompetensi meliputi:
a) Kompetensi Teknis adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku
yang dapat diamati, diukur dan dikembangkan yang spesifik berkaitan dengan
bidang teknis jabatan;
b) Kompetensi Manajerial adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku
yang dapat diamati, diukur, dikembangkan untuk memimpin dan/atau
mengelola unit organisasi; dan
c) Kompetensi Sosial Kultural adalah pengetahuan, keterampilan, dan
sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan terkait dengan
pengalaman berinteraksi dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku
dan budaya, perilaku, wawasan kebangsaan, etika, nilai-nilai, moral , emosi
dan prinsip, yang harus dipenuhi setiap pemegang Jabatan, untuk
memperoleh hasil kerja sesuai dengan peran, fungsi dan Jabatan.

24
.

Panduan perilaku dalam kompeten yaitu :


a) Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu
berubah
b) Membantu orang lain belajar
c) Melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik

Harmonis

Dalam bidang filsafat, harmoni adalah kerjasama antara berbagai faktor


dengan sedemikian rupa hingga faktor- faktor tersebut dapat menghasilkan suatu
kesatuan yang luhur. Sebagai contoh, seharusnya terdapat harmoni antara jiwa
jasad seseorang manusia, kalau tidak, maka belum tentu orang itu dapat disebut
sebagai satu pribadi. Dapat dicontohkan, pada bidang musik, sejak abad
pertengahan pengertian harmoni tidak mengikut pengretian yang pernah ada
sebelumnya, harmoni tidak lagi menekankan pada urutan bunyi dan nada yang
serasi, tetapi keserasian nada secara bersamaan.
Adapun panduan perilaku dalam harmonis yaitu :
a) Menghargai setiap orang apapun latar belakangnya
b) Suka menolong orang lain
c) Membangun lingkungan kerja yang kondusif
Brian Scudamore (seorang Founder dan CEO sebuah peruahaan Brand)
menyatakan beberapa hal tentang bagaimana membangun kultur tempat kerja
yang harmonis. Suasana tempat kerja yang positif dan kondusif juga berdampak
bagi berbagai bentuk organisasi. Ada tiga hal yang dapat menjadi acuan untuk
membangun budaya tempat kerja nyaman dan berenergi positif. Ketiga hal
tersebut adalah :
a) Membuat tempat kerja yang berenergi
Sebagian besar karyawan atau orang dalam organisasi menghabiskan
separuh hidupnya di tempat kerja. Untuk itu tempat kerja harus dibuat
sedemikian rupa agar karyawan tetap senang dan nyaman saat bekerja. Tata
ruang yang baik dan keberadaan ruang terbuka sangat disarankan. Desain
ruang terbuka dapat meningkatkan komunikasi, hubungan interpersonal dan
kepuasan kerja, sekaligus optimal Mengurangi terjadinya kurangnya
komunikasi. Disharmonis yang disebabkan kurangnya komunikasi.
b) Memberikan keleluasaan untuk belajar dan memberikan kontribusi
25
.

Selalu ingat dalam sebuah organisasi Anda bukan satu-satunya orang


yang menjalankan alur produktivitas, Ketika Anda sudah “mentok", ada
baiknya Anda mencari ide dari orang-orang yang berada dalam tim. Hal
tersebut mampu meningkatkan keterlibatan dan rasa memiliki karyawan
dalam sebuah bisnis atau organisasi.
c) Berbagi kebahaglaan bersama seluruh anggota organisasi
Tak dapat dielakkan jika pendapatan adalah salah satu motivator
terbaik di lingkungan kerja. Demikian juga rasa memiliki. dengan membagi
kebahagiaan dalam organisasi kepada seluruh karyawan dapat meningkatkan
kepemilikan dan meningkatkan antusiasme para karyawan.

Loyalitas
Secara etimologis, istilah “loyal” diadaptasi dari bahasa Prancis yaitu “Loial”
yang artinya mutu dari sikap setia. Secara harfiah loyal berarti setia, atau suatu
kesetiaan. Kesetiaan ini timbul tanpa adanya paksaan, tetapi timbul dari kesadaran
sendiri pada masa lalu. Dalam Kamus Oxford Dictionary kata Loyal didefinisikan
sebagai “giving or showing firm and constant support or allegiance to a person or
institution (tindakan memberi atau menunjukkan dukungan dan kepatuhan yang
teguh dan konstan kepada seseorang atau institusi)”.

Loyalitas merupakan suatu hal yang bersifat emosional. Untuk bisa


mendapatkan sikap loyal seseorang, terdapat banyak faktor yang akan
memengaruhinya. Terdapat beberapa ciri/karakteristik yang dapat digunakan oleh
organisasi untuk mengukur loyalitas pegawainya, antara lain:
a. Taat pada Peraturan
b. Bekerja dengan Integritas
c. Tanggung jawab pada Organisasi
d. Kemauan untuk bekerja sama
e. Rasa memiliki yang tinggi
f. Hubungan antar pribadi
g. Kesukaan terhadap pekerjaan
h. Keberanian mengutarakan ketidaksetujuan
i. Menjadi teladan bagi pegawai lain
Loyal, merupakan salah satu nilai yang terdapat dalam Core Values
26
.

ASN yang dimaknai bahwa setiap ASN harus berdedikasi dan mengutamakan
kepentingan bangsa dan negara, dengan panduan perilaku:
a. Memegang teguh ideologi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia tahun 1945, setia kepada NKRI serta pemerintahan yang
sah;
b. Menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan instansi dan negara; serta
c. Menjaga rahasia jabatan dan negara.

Adaptif

Adaptif adalah karakteristik alami yang dimiliki makhluk hidup untuk


bertahan hidup dan menghadapi segala perubahan lingkungan atau ancaman yang
timbul. Dengan demikian adaptasi merupakan kemampuan mengubah diri sesuai
dengan keadaan lingkungan tetapi juga mengubah lingkungan sesuai dengan
keadaan (keinginan din Sejatinya tanpa beradaptasi akan menyebabkan makhluk
hidup tidak dapat mempertahankan diri dan musnah pada akhirnya oleh perubahan
lingkungan. Sehingga kemampuan adaptif merupakan syarat penting bagi
terjaminnya keberlangsungan kehidupan .
Panduan perilaku dalam Adaptif yaitu :
a) Cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan
b) Terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas
c) Bertindak proaktif
Setidaknya terdapat 9 elemen budaya adaptif menurut Management
Advisory Service UK yang perlu menjadi fondasi ketika sebuah organisasi akan
mempraktekkannya, yaitu:
a) Purpose
Organisasi beradaptasi karena memiliki tujuan yang hendak dicapai. Demikian
pula dengan organisasi pemerintah, yang mempunyai tujuan-tujuan
penyelenggaraan fungsinya yang sudah ditetapkan oleh peraturan perundangan.
Penetapan tujuan organisasi menjadi elemen budaya adaptif pertama yang
diperlukan, di mana pencapaiannya akan sangat dipengaruhi oleh variabel
lingkungan. Perubahan lingkungan tidak serta merta mengubah tujuan
organisasi, tetapi adaptasi akan menyesuaikan cara organisasi bekerja agar
pencapaian tetap dilakukan.

27
.

b) Cultural values

Organisasi pemerintah mengemban nilai-nilai budaya organisasional yang


sesuai dengan karakteristik tugas dan fungsinya. Demikian pula dengan ASN
sebagai individu yang mempunyai nilai-nilaí yang tersemat dalam budaya
kerjanya, sehingga dituntut untuk mengaplikasikannya agar dapat memberikan
pelayanan yang maksimal dan berkualitas.
c) Vision
d) Corporate values
e) Coporate strategy
Visi dan values menjadi landasan untuk dibangunnya strategi-strategi yang
lebih operasional untuk menjalankan tugas dan fungsi organisasi secara
terstruktur, efisien dan efektif
f) Structure
Struktur menjadi penting dalam mendukung budaya adaptif dapat diterapkan di
organisasi. Tanpa dukungan struktur, akan sulit budaya adaptif dapat
berkembang dan tumbuh di sebuah organisasi.
g) Partnership working
Partnership memiliki peran penguatan budaya adaptif, karena dengan
partnership maka organisasi dapat belajar, bermitra dan saling menguatkan
dalam penerapan budaya adaptif.
h) Partnership working
Partnership memiliki peran penguatan budaya adaptif, karena dengan
partnership maka organisasi dapat belajar, bermitra dan saling menguatkan
dalam penerapan budaya adaptif.

Kolaboratif

Berkaitan dengan definisi, akan dijelaskan mengenai beberapadefinisi


kolaborasi dan collaborative governance. Dyer and Singh (1998, dalam
Celik et al, 2019) mengungkapkan bahwa kolaborasiadalah “value
generated from an alliance between two or more firmsaiming to
become more competitive by developing shared routines”.

Panduan perilaku dalam kolaboratif :

28
.

a) Memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi


b) Terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah
c) Menggerakkan pemanfaatan berbagai sumberdaya untuk tujuan bersama

Ansen dan gash (2012 p 550) mengungkapkan beberapa proses yang harus
dilalui dalam menjalin kolaborasi yaitu:
a) Trust building: membangun kepercayaan dengan stakeholder mitra
kolaborasi
b) Face tof face Dialogue: melakukan negosiasi dan baik dan bersungguh-
sungguh;
c) Komitmenn terhadap proses: pengakuan saling ketergantungan; sharing
ownership dalam proses; serta keterbukaan terkaitkeuntungan bersama;
d) Pemahaman bersama: berkaitan dengan kejelasan misi definisi bersama
terkait permasalahan, serta mengidentifikasi nilai bersama; dan
e) Menetapkan outcom

Kedudukan dan Peran ASN dalam Mewujudkan Smart Governance sesuai


Peraturan Perundang-Undangan yang Berlaku
a. Manajemen ASN

Aparatur Sipil Negara (ASN) mempunyai peran yang sangat penting


dalam rangka menciptakan masyarakat madani yang taat hukum, berperadaban
modern, demokratis, makmur, adil, dan bermoral tinggi dalam menyelenggarakan
pelayanan kepada masyarakat secara adil dan merata, menjaga persatuan dan
kesatuan bangsa dengan penuh kesetiaan kepada Pancasila dan Undang- Undang
Dasar 1945. Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan
Pegawai ASN yang professional, memilikinilai dasar, etika profesi, bebas dari
intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi,dan nepotisme. Manajemen
ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan
agar selalu tersedia sumber daya aparatur sipil Negara yang unggul selaras dengan
perkembangan jaman.

Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur negara yang menjalankan kebijakan


yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah serta harus bebas dari

29
.

pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik. Untuk menjalankan
kedudukannya tersebut, maka Pegawai ASN berfungsi sebagai berikut:
 Pelaksana kebijakan publilk
Melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
 Pelayan publik
Memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas
 Perekat dan pemersatu bangsa.

Selanjutnya Pegawai ASN bertugas: Mepererat persatuan dan kesatuan


Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pegawai Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disebut Pegawai ASN adalah
pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja. Pegawai
pemerintah dengan perjanjian kerja diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian
dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau diserahi tugas negara
lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan sedangkan
Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat PNS adalah warga negara
Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai ASN secara
tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan.

Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan ASN yang


profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih
dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Dalam Undang-Undang nomor 05 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil
Negara. Berdasarkan jenisnya, pegawai ASN terdiri atas Pegawai Negeri Sipil
(PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pegawai ASN
berkedudukan sebagai aparatur negara yang menjalankan kebijakan yang
ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah serta harus bebas dari pengaruh dan
intervensi semua golongan dan partai politik.

Smart ASN
ASN merupakan salah satu aset penting dalam penyelenggaraan roda
pemerintahan negara, terlebih saat ini dunia sedang menghadapi era disrupsi
teknologi hingga munculnya revolusi industri 4.0. Agar dapat bersaing dengan

30
.

negaranegara lainya di era revolusi industri 4.0, pemerintah telah merancang road
map program SMART ASN yang ditargetkan dapat diwujudkan pada tahun 2024.
Manajemen ASN yang profesional dalam bidang pengembangan ASN menjadi
kunci pokok bagi keberhasilan ASN untuk menghadapi revolusi industri 4,0.
Dalam program pengembangan kompetensi dan kesejahteraan ASN, punya tujuan
dan cita-cita untuk menyiapkan Smart ASN di tahun 2019. Adapun kriteria ASN
yang perlu dibangun adalah ASN berintegritas, memiliki rasa nasionalisme tinggi,
profesional, berwawasan global, memahami IT dan bahasa asing, hospitality,
networking, serta jiwa entrepreneurship. Disinilah pentingnya menganalisis
kebijakan tentang SMART ASN. Menjadikan ASN yang ideal dan kompetitif di
era globalisasi merupakan tuntutan publik dan target yang harus dicapai. Tiga
sasaran utama untuk mewujudkan SMART ASN di Tahun 2019, yaitu: Pertama,
Perencanaan ASN, dengan membuka formasi/kualifikasi ASN yang sesuai dengan
arah pembangunan nasional serta potensi daerah. Kedua, Pengadaan ASN yang
transparan, objektif dan fairness untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat
sekaligus menjaring putra-putri terbaik bangsa. Ketiga, Meningkatkan
profesionalisme, yakni meningkatkan kompetensi, kualifikasi dan kinerja
sebagaimana yang diamanatkan UU ASN. Tahapan RPJMN ke-3 (2015- 2019)
yang berakhir pada tahun ini 2019 merupakan pembangunan ASN pada tahap
SMART ASN. Pola ini untuk mewujudkan ASN berwawasan global, penguasaan
teknologi informasi, bahasa asing, dan jejaring kerja (networking), serta
berintegritas.

Ada 8 (delapan) Profil SMART ASN yaitu sebagai berikut:


1. Integritas
Integritas adalah konsistensi berperilaku yang selaras dengan nilai, norma
dan/atau etika organisasi, dan jujur dalam hubungan dengan atasan, rekan
kerja, bawahan langsung, dan pemangku kepentingan, serta mampu mendorong
terciptanya budaya etika tinggi, bertanggung jawab atas tindakan atau
keputusan beserta risiko yang menyertainya. (Permenpan RB Nomor 60 tahun
2020)

2. Nasionalisme
Nasionalisme adalah paham kebangsaan yang tumbuh karena adanya
persamaan nasib dan sejarah serta kepentingan untuk hidup bersama sebagai

31
.

suatu bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, demokratis dan maju dalam
satu kesatuan bangsa dan negara serta cita-cita bersama guna mencapai,
memelihara dan mengabdi identitas, persatuan, kemakmuran dan kekuatan atau
kekuasaan negara bangsa yang bersangkutan dalam implementasinya, seorang
ASN harus bekerja dengan semangat cinta tanah air Indonesia.

3. Profesionalisme
Pengertian profesionalisme, adalah merupakan komitmen para anggota suatu
profesi untuk meningkatkan kemampuannya secara terus menerus (Nurita
Putranti,Blog). Oleh karena Pegawai Negeri Sipil merupakan salah satu
profesi maka konsekuensinya harus selalu meningkatkan kemampuannya
secara terus menerus agar dalam melaksanakan tugas atau pekerjakaan dapat
dilaksanakan secara profesional. Berpedoman pada pengertian dimuka,
menunjukkan bahwa Pegawai Negeri Sipil yang merupakan bagian dari profesi
agar dapat melaksanakan pekerjaan secara professional harus diperhatikan dan
memperhatikan mengenai profesionalisme. (Mustaqiem: Jurnal Kebijakan dan
Manajemen PNS VOL. 4, No.2, November 2010)

4. Berwawasan Global

ASN yang berwawasan global, disini diartikan sebagai organ birokrasi yang
mampu melihat melampaui (beyond) dinding-dinding kaku tempat ia bekerja
melalui pandangan yang bulat, menyeluruh serta mampu menemukan dan
menggunakan perkembangan atau inovasi lain yang ada baik dalam skala
nasional maupun internasional.

5. Menguasai IT dan Bahasa Asing

6. ASN dituntut tidak Gaptek (Gagap Teknologi) dan informasi yakni dapat
mengoperasikan dan memanfaatkan aplikasi-aplikasi produk IT termasuk
dapat dengan bijak memanfaatkan internet yang digunakan dalamn
meningkatkan efektifitas dan efisiensi untuk meningkatlkan kinerja
dalam rangka meningkatkan kualitas tugas dan fungsinya dalam
pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, seorang ASN
selain menguasai Bahasa Indonesia dengan baik dan benar juga memiliki
kemampuan menguasai bahasa asing seperti bahasa Inggris, bahasa
Mandarin dan lain sebagainya.

32
.

7. Hospitality

Hospitality merupakan cara pemberian pelayanan atau penerimaan tamu,


pengunjung, atau bahkan orang asing yang datang sehingga mereka akan
memiliki kesan baik dan terpuaskan dengan pelayanan yang diberikan.
8. Entrepreneurship
ASN dituntut memiliki kemampuan entrepreneurship yakni berjiwa
kewirausahaan yang ditandai dengan dimilikinya keberanian, kreatifitas,
inovatif, pantang menyerah dan cerdas dalam menangkap dan menciptakan
peluang serta bertanggung jawab. Enterpreneurship juga dapat diartikan
berpikir tentang masa depan orang banyak, kehidupan orang banyak,
kesejahteraan masyarakat dan bagaimana cara membantu mereka yang
membutuhkan. Dan dengan dimilikinya kemampuan Enterpreneurship ini
maka seorang ASN akan mampu meningkatkan kinerja dalam setiap waktunya.

9. Networking

Networking adalah membangun menjalin hubungan dengan orang lain atau


organisasi yang berpengaruh positif pada kesuksesan professional maupun
personal.

Literasi digital merupakan hal paling utama dalam mewujudkan ASN yang
berdaya saing dalam perkembangan teknologi dan informasi. Ada 4 pilar literasi
digital, yaitu:
1. Etika Bermedia Digital
Etika bermedia digital adalah kemampuan individu dalam menyadari,
mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan
mengembangkan tata kelola etika digital (netiquette) dalam kehidupan
sehari-hari meliputi:
 Pengetahuan dasar akan peraturan, regulasi yang berlaku, tata karma,
dan etika berinternet (netiquette)
 Pengetahuan dasar membedakan informasi apa saja yang mengandung
hoax dan tidak sejalan, seperti: pornografi, perundungan, dll.
 Pengetahuan dasar berinteraksi, partisipasi dan kolaborasi di ruang
digital yang sesuai dalam kaidah etika digital dan peraturan yang

33
.

berlaku
 Pengetahuan dasar bertransaksi secara elektronik dan berdagang di
ruang digital yang sesuai dengan perturan yang berlaku.
Adapun ruang lingkup etika dalam dunia digital menyangkut
pertimbangan perilaku yang dipenuhi kesadaran, tanggung jawab, integritas
(kejujuran), dan nilai kebajikan. Baik itu dalam hal tata kelola, berinteraksi,
perpartisipasi, berkolaborasi dan bertransaksi elektronik.

2. Budaya Bermedia Digital


Kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan,
memeriksa dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan
Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari. Adapun dasar-dasarnya
adalah sebagai berikut:
 Pengetahuan dasar akan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai
landasan kehidupan berbudaya, berbangsa, dan berbahasa Indonesia
 Pengetahuan dasar membedakan informasi mana saja yang tidak sejalan
dengan nilai Pancasila di mesin telusur, seperti perpecahan, radikalisme,
dll.
 Pengetahuan dasar menggunakan Bahasa Indoensia baik dan benar
dalam berkomunikasi, menjunjung nilai Pancasila dan Bhinneka
Tunggal Ika.
 Pengetahuan dasar yang mendorong perilaku konsumsi sehat,
menabung, mencintai produk dalam negeri dan kegaitan produktif
lainnya.

3. Aman Bermedia Digital

Kemampuan individu dalam mengenali, mempolakan, menerapkan,


menganalisis, menimbang dan meningkatkan kesadaran keamanan digital
dalam kehidupan sehari-hari. Adapun dasar-dasarnya adalah sebagai
berikut:

 Pengetahuan dasar fitur proteksi perangkat keras (kata


sandi, fingerprint) pengetahuan dasar memproteksi identitas

34
.

digital (kata sandi).

 Pengetahuan dasar dalam mencari informasi dan data valid


dari sumber yang terverifikasi dan terpercaya, memahami
spam, phishing.

 Pengetahuan dasar dalam memahami fitur keamanan


platform digital dan menyadari adanya rekam jejak digital
dalam memuat konten sosmed.

 Pengetahuan dasar perlindungan diri atas penipuan


(scam) dalam transaksi digital serta protokol keamanan
seperti PIN dan kode otentikasi.
4. Cakap Bermedia Digital
Kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, dan
menggunakan perangkat keras dan piranti lunak TIK serta system
operasi digital dalma kehidupan sehari-hari. Adapun dasar-dasarnya
adalah sebagai berikut:
 Pengetahuan dasar menggunakan perangkat keras digital
(Handphone/HP, Personal Computer/PC)
 Pengetahuan dasar tentang mesin telusur (search engine) dalam
mencari informasi dan data, memasukkan kata kunci dan
memilah berita benar
 Pengetahuan dasar tentang beragam aplikasi chat dan media
sosial untuk berkomunikasi dan berinteraksi, mengunduh dan
mengganti setting
 Pengetahuan dasar tentang beragam aplikasi dompet digital
dan e- commerce untuk memantau keuangan dan bertransaksi
secara digital.

35
.

2.2. Profil Peserta

Nama Dr. Khairunnisa


NIP 19910718 202012 2 017
NDH 01
Jabatan Ahli pertama – Dokter
Instansi Puskesmas Pasir Putih

Riwayat pendidikan

1997-2003 SD Negeri 15 Katobu


2003-2006 Madrasah Tsanawiyah
2006-2009 Madrasah Aliyah
2009-2013 Pendidikan Dokter Univ. Hassanuddin
2013-2016 Profesi Dokter Univ. Hasanuddin

Riwayat pekerjaan

2017-2018 RSUD Raha


2018-2019 Puskesmas Lailangga
2019-2020 Puskesmas Lawa
2020-2021 Puskesmas Maligano
2021- sekarang Puskesmas Pasir Putih

36
.

BAB III

RANCANGAN AKTUALISASI

3.1. Identifikasi Isu, Deskripsi Isu , dan Penetapan Isu


Identifikasi Isu
Sebelum penetapan judul rancangan aktualisasi terlebih dahulu dilakukan identifikasi
dan penetapan isu berdasarkan observasi penulis selama bertugas sebagai dokter
umum di Puskesmas Pasir Putih Kecamatan Pasir Putih Kabupaten Muna. Setelah
menemukan isu-isu, tahap selanjutnya adalah mengidentifikasi isu tersebut terkait
kondisi saat ini dan kondisi yang diharapkan. Dari hasil identifikasi isu tersebut akan
menghasilkan isu yang layak dan dijadikan rancangan aktualisasi. Beberapa isu yang
ditemukan oleh penulis di poli umum Puskesmas Pasir Putih Kecamatan Pasir Putih
Kabupaten Muna yaitu sebagai berikut :
a. Tingginya kejadian angka hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Pasir Putih.
Kurangnya kesadaran masyarakat untuk memeriksaan kesehatan di puskesmas
sesuai dengan rendahnya jumlah kunjungan kontrol pasien hipertensi di
puskesmas sehingga meningkatkan angka hipertensi di puskesmas.
b. Rendahnya pengetahuan keluarga pasien TB Paru tentang bahaya putus obat.
Kurangnya kesadaran pasien TB dalam menyelesaikan program pengobatan
selama 6 bulan di karenakan jumlah dan efek samping obat serta kurangnya
dukungan dari keluarga untuk sabar menyelesaikan pengobatannya. Bahkan
stigma yang beredar dalam masyarakat bahwa pasien TB harus dikucilkan.
c. Rendahnya capaian vaksinasi booster covid 19.
Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi karena banyaknya
berita-berita hoaks yang tersebar dan masyarakat menerima berita tersebut tanpa
mencari tahu berita mana yang benar ataupun salah.

37
.

Deskripsi Isu
Tabel 2. Deskripsi Isu
Pelaksanaan Tugas dan
Isu yang Deskripsi Keterkaitan
No Fungsi yang Belum
Teridentifikasi dengan Agenda III
Optimal
1. Melakukan pelayanan Manajemen ASN : ASN
Tingginya
. kesehatan masyarakat tetap profesional dalam
kejadian angka
. melakukan pelayanan
hipertensi di
kesehatan di poli
wilayah kerja
Puskesmas Pasir dan ASN
Puskesmas Pasir
tetap melaksanakan
Putih.
fungsinya sebagai pelayan
publik
Smart ASN :
ASN berintegritas dan
profesionalisme dalam
melakukan pelyanan
kesehatan masyarakat.
Manajemen ASN : ASN
Rendahnya
tetap profesional dalam
pengetahuan
melakukan pelayanan
keluarga pasien TB
Paru tentang bahaya kesehatan di poli
Puskesmas Pasir dan ASN
putus obat.
tetap melaksanakan
fungsinya sebagai pelayan
publik
Smart ASN :
ASN berintegritas dan
profesionalisme dalam
melakukan pelyanan
kesehatan masyarakat.

Rendahnya capaian Manajemen ASN : ASN


38
.

vaksinasi booster tetap profesional dalam


covid 19. melakukan pelayanan
kesehatan di poli
Puskesmas Pasir dan ASN
tetap melaksanakan
fungsinya sebagai pelayan
publik
Smart ASN :
ASN berintegritas dan
profesionalisme dalam
melakukan pelyanan
kesehatan masyarakat.

Penetapan Isu

Analisis yang digunakan untuk menetapkan isu yang akan ditindak lanjuti
yaitu menggunakan analisis APKL. Analisis APKL didasarkan pada Aktual,
Problematik, Kekhalayakan, dan Layak dengan menggunakan skala nilai dari 1
hingga 5 dengan makna : 5 sangat tinggi; 4 tinggi; 3 cukup; 2 rendah; 1 sangat
rendah.

Aktual
1: Pernah benar-benar terjadi

2: Benar-benar sering terjadi

3: Benar-benar terjadi dan bukan menjadi pembicaraan

4: Benar-benar terjadi terkadang menjadi bahan pembicaran

5: Benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan

39
.

Kekhalayakan

1: Tidak menyangkut hajat hidup orang

2: Sedikit menyangkut hajat hidup orang banyak

3: Cukup menyangkut hajat hidup orang banyak

4: Menyangkut hajat hidup orang banyak

5: Sangat menyangkut hajat hidup orang banyak


Problematik

1: Masalah sederhana

2: Masalah kurang komplek

3: Masalah cukup kompleks namun tidak perlu perlu segera dicarikan solusi

4: Masalah kompleks

5: Masalah sangat kompleks sehingga perlu di carikan segera solusinya

Kelayakan

1: Masuk akal

2: Realistis

3: Cukup masuk akal dan realistis

4: Masuk akal dan realistis

5: Masuk akal, realistis, dan relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan


masalahnya

40
.

Tabel 3. Penetapan Isu Menggunakan Metode APKL

Kriteria
No Isu Jumlah Peringkat
A P K L

1. Tingginya angka 4 5 4 4 17 I
kejadian hipertensi di
wilayah Puskesmas
Pasir Putih
Rendahnya
2. pengetahuan 3 2 2 4 11 III
keluarga pasien
TB Paru tentang
bahaya putus obat
Kurangnya
3. 3 4 4 4 15 II
Pengetahuan
masyarakat

akan pentingnya
vaksinasi Covid-19.

41
.

3.2. Analisis Isu


Dalam menganalisis masalah, penulis menggunakan metode Pola Akar Masalah,
seperti tampak pada gambar di bawah ini:
Gambar 4. Analisis Isu Melalui Pola Akar Masalah
Stroke

Akibat Terjadinya
Komplikasi

Tingginya Angka Kejadian


Isu Hipertensi di wilayah
Puskesmas

Kurangnya Kurangnya
Kurangnya
Penyebab pengetahuan kesadaran
pengetahuan
tentang efek masyarakat
tentang putus
samping untuk
obat
natrium berobat

Membuat Sosialisasi
Gagasan Kreatif KATROL
(Kartu
Kontro)

42
.

3.3. Gagasan Kreatif/Terpilih sebagai Pemecahan Isu

Tabel 3. Gagasan Kreatif sebagai Pemecahan Isu

1. Unit Kerja : Puskesmas Pasir Putih, Kec. Pasir Putih, Kab. Muna

1. Identifikasi isu : Belum teroptimalisasinya pelayanan kesehatan sehingga


meningkatnya angka kejadian pasien hipertensi di wilayah
Puskesmas

3. Isu yang : Tingginya angka kejadian hipertensi di wilayah Puskesmas Pasir


diangkat Putih

4. Tujuan : Teroptimalisasinya pelayanan kesehatan dan monitoring pasien


hipertensi sehingga menurunkan angka kejadian hipertensi yang
tidak terkontrol di wilayah kerja Puskesmas Pasir Putih
5. Gagasan Kreatif : Terbuatnya (KATROL) kartu kontol monitoring pasien hipertensi
P emecahan Isu untuk membantu mengontrol tekanan darah pasien serta
memonitoring pengobatan pasien hipertensi sehingga pasien tidak
putus obat. Kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan yaitu:
1. Melakukan konsultasi dengan pimpinan
2. Melakukan konsultasi dan sosialisasi kepada rekan kerja yang
lain
3. Menyiapkan bahan sosialisasi dan media promosi kesehatan
tentang hipertensi
4. Membuat bahan dan media berupa poster, leaflet, dan flipchart
pasien hipertensi
5. Melakukan sosialisasi dan promosi kesehatan tentang hipertensi
6. Melakukan promosi kesehatan tentang hipertensi secara
berkelompok
7. Melakukan Evaluasi terhadap Pelaksanaan Keseluruhan Kegiatan

43
.

3.4. Deskripsi /Penjelasan Rencana Kegiatan


Tabel 4. Deskripsi kegiatan 1 Melakukan konsultasi dengan pimpinan
No. Kegiatan Tahapan kegiatan Output / hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan nilai
substansi mata terhadap visi organisasi
pelatihan misi organisasi
1 2 3 4 5 6 7
111 Melakukan Manajemen ASN: Dengan Jika saya melapor
.11 konsultasi Saya akan terlaksananya dan berkonsultasi
dengan melakukan konsultasi dan kepada pimpinan
pimpinan konsultasi kepada mendapatkan tentang rencana
(Kepala atasan dengan persetujuan dari kegiatan maka saya
Puskesmas profesional. pimpinan terkait telah menerapkan
Pasir Putih) Smart ASN: kegiatan yang nilai kerjasama
Saya akan akan dilakukan, mensukseskan
melakukan maka saya telah program kesehatan
konsultasi kepada berkontribusi dibutuhkan kerja
atasan dengan dalam sama yang baik
ramah. mewujudkan visi dari seluruh

1. Menyiapkan bahan dan Adanya bahan Akuntabel: Menyelenggaraka masyarakat dan

catatan untuk konsultasi Dalam n pelayanan stake holder terkait.


konsultasi menyiapkann kesehatan tingkat

44
.

bahan konsultasi pertama yang


saya akan berkualitas,
melakukan dengan humanis, merata,
ketelitian dan mandiri dan
penuh tanggung menyeluruh”. dan
jawab. misi melibatkan
Kompeten: seluruh stake
Dalam menyiapkan holder terkait baik
bahan pemerintah,
konsultasisaya swasta dan
seluruh
akan melaksanakan masyarakat.”.
dengan cermat
untuk
menghasilkan
kualitas
terbaik.

.2. Membuat janji dengan Tersedianya jadwal Adaptif:

pimpinan konsultasi dengan Ketika membuat


pimpinan jadwal pertemuan
saya akan

45
.

menyesuaikan diri
dengan waktu
atasan
Kolaboratif:
Dalam membuat

jadwal pertemuan
saya akan
memohon kerja
sama dengan
atasan Akuntabel:
Penetuan waktu
pertemuan saya
akan konsisten
terhadap jadwal
pertemuan yang
telah
disepakati

3. Melaksanakan Mendapatkan Adaptif:

konsultasi dengan catatan berupa Dalam melakukan


pimpinan arahan dan saran konsultasi saya

46
.

dari pimpinan bersikap Proaktif


dengan atasan.
Harmonis:
Dalam melakukan
konsultasi saya
menghargai
pendapat, ide dan
gagasan atasan.
Berorientasi
Pelayanan:
Dalam melakukan
konsultasi saya
akan bersikap
ramahdan dapat di
andalkan kepada
atasan
Kolaboratif:
Dalam melakukan
konsumempersiapka
n bahan konsultasi
untuk memberikan

47
.

saran dan masukan


4. Meminta persetujuan Adanya lembar Loyal :
dari atasan persetujuan Pada saat meminta
persetujuan dari
atasan, saya akan
berkomitmen untuk
jujur dan
bertanggung jawab
dalam
menyelesaikan
kegiatan.
Analisis dampak
1. Perkiraan hambatan : Atasan tidak ada ditempat
2. Dampak bila kegiatan tidak terlaksana : Tertundanya konsultasi
3. Alternatif Solusi : Menyesuaikan waktu konsultasi dengan atasan

Tabel 5. Deskripsi kegiatan 2 Melakukan konsultasi dan sosialisasi kepada rekan kerja yang lain
No. Kegiatan Tahapan kegiatan Output/ hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan nilai
substansi mata terhadap visi organisasi
pelatihan misi organisasi

48
.

1 2 3 4 5 6 7
2 Melakukan konsultasi dan
Manajemen ASN: Dengan Jika saya
Saya akan melakukan terlaksananya
sosialisasi kepada rekan melakukan
koordinasi kepada unit koordinasi dan
kerja yang lain koordinasi dan
kerja yang lain secara
sosialisasi kepada sosialisasi dengan
profesionalisme dan
unit kerja yang unit kerja yang lain
beretika profesi.
lain, maka saya tentang rencana
Smart ASN:
telah kegiatan maka saya
Saya akan melakukan
telah menerapkan
berkontribusi
koordinasi dengan
nilai kerjasama
integritas tinggi dalam
mensuskseskan
Kolaboratif : mewujudkan misi
1. Melakukan Terlaksananya program kesehatan
Dalam melakukan melibatkan
konsultasi dengan konsultasi kepada dibutuhkan
rekan kerja yang lain rekan kerja yang lain koordinasi saya seluruh stake kerjasama yang baik
selaku dokter holder terkait baik dari seluruh
penanggung jawab pemerintah, masyarakat stake

Puskesmas Pasir swast. dan seluruh holder terkait dan


masyarakat misi optimis
Putih, saya harus
memiliki keyakinan
senantiasa
yang kuat bahwa
membangun kerja
segala sesuatu yang
sama yang sinergi
menjadi maslah
Harmonis:
kesehatan dapat kita

49
.

Dalam melakukan atasi jika saling


sosialisasi saya bekerja sama lintas
selaku dokter sektor dan program
penanggung jawab Jika saya
poli umum melakukan
Puskesmas Pasir persiapan
Putih, saya harus pelaksanaan
menciptakan kegiatan aktualisasi
pelayanan yang dengan baik maka

kondusif dengan saya telah


menerapkan nilai
sesama rekan kerja
loyal totalitas dalam
Berorientasi
memberikan
pelayanan:
pelayanan
Dalam melakukan
kesehatan
koordinasi dengan
sesama rekan kerja
saya bersikap
ramah,cekatan dan
soluti
Adaptif:
Dalam melakukan

50
.

koordinasi dengan
sesama rekan kerja
saya akan proaktif
dalam tugas.

2. Melakukan  Terlaksananya
Akuntabel:

sosialisasi kepada sosialisasi kepada Dalam melakukan


rekan kerja di rekan kerja di sosialisasi kepada
Puskesmas Pasir puskesmas tenaga paramedis
Putih  Mendapatkan saya akan
dukungan dari bertanggung jawab
rekan kerja terkait akan terlaksananya
kegiatan yang akan
kegiatan
dilakukan
Kompeten:
 Mengertinya rekan
Setelah mendapatkan
kerja tentang
dukungan dari rekan
kegiatan yang akan
dilakukan kerja saya akan
memberikan kinerja
dan hasil terbaik
Loyal:
Setelah melakukan
sosialisasi dan tenaga

51
.

paramedis mengerti
kegiatan saya akan
berkomitmen untuk
mencapai tujuan
bersama
Adaptif:
Dalam melakukan
sosialisasi kepada
rekan kerja, saya
akan terus
menggerakkan dan
menghadapi
perubahan
Analisis dampak
1. Perkiraan hambatan : Tidak adanya rekan kerja lain (dokter dan petugas paramedis)
2. Dampak bila kegiatan tidak terlaksana : Kegiatan tidak terlaksana sesuai rencana.
3. Alternatif Solusi : Melakukan konsultasi ulang dan kembali membuat jadwal.

Tabel 6. Deskripsi kegiatan 3 Menyiapkan Bahan Sosialisasi dan Media Promosi Kesehatan tentang Hipertensi
No. Kegiatan Tahapan kegiatan Output / hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan nilai
substansi mata terhadap visi misi
52
.

pelatihan organisasi organisasi


1 2 3 4 5 6 7
3 Menyiapkan Manajemen ASN: Dengan tersedianya Jika saya melakukan
bahan sosialisasi Saya akan menyiapkan alat monitoring persiapan
dan media bahan monitoring dan pasien dan media pelaksanaan kegiatan
media promosi untuk
promosi promosi kesehatan aktualisasi dengan
melakukan pelayan
kesehatan maka saya telah baik maka saya telah
secara profesionalisme.
tentang hipertensi berkontribusi dalam menerapkan nilai
Smart Asn:
mewujudkan misi loyal totalitas dalam
Saya akan
pelayanan kesehatan memberikan
menyiapkan bahan
yang manusiawi dan pelayanan kesehatan
dengan bermodalnya
penuh keikhlasan
networking agar
integritas tinggi dan
profesionalisme.
1. Menyiapkan bahan Tersiapnya bahan Akuntabel:
sosialisasi dan media sosialisasi tentang Dalam mempersiapkan

promosi kesehatan hiperetnsi bahan, saya akan


melakukan dengan cermat
tentang hipertensi
dan teliti
2. Melakukan konsultasi  Terlaksananya Berorientasi pelayanan:
kepada pimpinan konsultasi kepada Dalam melakukan
konsultasi, saya akan
53
.

terkait desain yang pimpinan ramah, cekatan, dan


akan di buat untuk  Di setujuinya melakukan perbaikan

media promosi desain media tiada henti


Kompeten:
kesehatan berupa berupa leaflet,
Dalam melakukan
leafleat, poster dan poster, dan
konsultasi bahan media
flipchart serta membuat flipchart
promosi kesehatan, saya
desain kartu kontrol  Disetujuinya
akan menyesuaikan
desain kartu
dengan kinerja dan
kontrol keahlian bidang.
Kolaboratif:
Dalam melakukan
kosultasi saya akan
meminta arahan dan saran
dari pimpinan agar
tercpiptanya kerja sama
yang sinergis
Harmonis:
Dalam melakukan
konsultasi pada pimpinan
saya akan memberikan
lingkungang yang
kondusif

54
.

3. Di percetakan membuat Terbuatnya desain Adaptif:


katrol tekanan Dalam membuat desain
desain kartu kontrol
darah, leaflet, saya akan berinovasi dan
tekanan darah (Katrol
antusias dalam
TD), leaflet, poster dan poster, dan
menghadapi perubahan
flipchart flipchart.
Loyal:
Dalam membuat desain,
saya akan berkomiten
demi mengutamakan
kepetingan masyarakat
Analisis dampak:
1. Perkiraan hambatan : Tidak selesai tepat waktu percetakan media promosi kesehatan.
2. Dampak bila kegiatan tidak terlaksana : Kegiatan tidak terlaksana sesuai rencana.
3. Alternatif Solusi : Menunggu percetakan media promosi kesehatan selesai.

Tabel 7. Deskripsi kegiatan 4 Membuat bahan sosialisasi dan media promosi kesehatan tentang hipertensi
No. Kegiatan Tahapan kegiatan Output / hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan nilai
substansi mata terhadap visi misi organisasi
pelatihan organisasi
1 2 3 4 5 6 7

55
.

4 Membuat bahan Manajemen ASN: Dengan Jika saya melakukan


sosialisasi dan Saya akan melakukan terlaksananya monitoring terhadap
media promosi monitoring dan media monitoring terhadap pasien hipertensi
promosi untuk
kesehatan tentang pasien hipertensi dengan Kartu Kontrol
melakukan pelayan
hipertensi dengan Katrol TD Tekanan Darah
secara profesionalisme.
dan edukasi dengan (Katrol TD) dengan
Smart ASN:
leaflet maka saya baik maka saya telah
Saya akan menyiapkan
telah berkontribusi menerapkan nilai
bahan dengan
bermodalnya networking dalam mewujudkan unggul mampu
agar integritas tinggi dan visi memberikan
profesionalisme. menyelenggarakan kesehatan yang baik

1. Melakukan konsultasi Disetujuinya bahan


Akuntabel: pelayanan kesehatan dan prima
Dalam melakukan tingkat pertama
kepada pimpinan terkait sosialiasi
konsultasi dengan yang berkualitas,
bahan sosialisasi
pimpinan, saya akan
humanis, merata,
bersikap transparan dan
mandiri dan
tanggung jawab
menyeluruh
Berorientasi pelayanan:
Dalam melakukan
konsultasi, saya akan
menyesuaikan dengan
desain yang sesuai

56
.

kebutuhan masyarakat.
Berorientasi pelayanan:
2. Membuat lembar Lembar persetujuan
Dalam membuat lembar
persetujuan tujuan pimpan untuk
persetujuan, saya akan
sosialisasi melakukan
memperhatikan isi dan
sosialisasi
kualitas surat Harmonis:
Dalam membuat surat,
saya akan
menyelaraskan judul dan
isi tentang sosialisasi
dalam kegiatan
Kompeten:
Dalam melakukan tugas
memeriksa pasien
hipertensi, saya akan
memeriksa sesuai dengan
keahlian bidang saaya
sebagai dokter.
Kompeten:
3. Di percetakan membuat Terbuatnya desain
Dalam membuat desain,
desain kartu kontrol katrol tekanan darah,
saya akan melakukan
tekanan darah (Katrol leaflet, poster, dan
sesuai dengan keahlian
TD), leaflet, poster dan flipchart
Adaptif

57
.

Terbuatnya desain media


flipchart
promosi kesehatan dan
katrol , saya akan terus
berinovasi dan
menyesuaikan perubahan
Kolaboratif:
Dalam membuat desain,
saya akan kerjasama
yang sinergi dengan
pimpinan Loyal:
Dalam membuat media,
saya akan berkomitmen
agar isi dari media
promosi kelihatan
menarik
Adaptif:
Dalam mebuat desain,
saya akan bertindak
proaktif dengan
pernyataan yang ada.

4. Mengunduh file kartu Terunduhnya file


kontrol, leaflet, poster kartu kontrol, leaflet,
dan flipchart poster, dan flipchart

58
.

Tersedianya Kartu
5. Mencetak katrol TD, Adaptif:
Kontrol dan media
leaflet, poster, dan
Dalam mencetak katrol
promosi kesehatan
flipchart hipertensi
dan media promosi
tentang hipertensi
kesehatan, saya akan
berupa poster, leaflet
menyesuaikan dengan
dan flipchart.
kebutuhan pasien dan
terus proaktif melakukan
perubahan terus

Analisis dampak
1. Perkiraan hambatan : Tidak banyaknya jumlah pasien yang hadir
2. Dampak bila kegiatan tidak terlaksana : Kegiatan tidak berjalan maksimal sesuai rencana.
3. Alternatif Solusi : Melakukan koordinasi dan edukasi kembali

Tabel 8. Deskripsi kegiatan 5 Melakukan sosialisasi dan promosi kesehatan tentang hipertensi
No. Kegiatan Tahapan kegiatan Output / hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan nilai
substansi mata terhadap visi misi organisasi
pelatihan organisasi
1 2 3 4 5 6 7

5 Melakukan Manajemen ASN: Dengan melakukan Jika saya melakuka


59
.

sosialisasi dan Saya akan melakukan sosialisasi sosialisasi dan


promosi sosialisasi dengan media danpromosi ppomosi kesehatan
kesehatan tentang promosi untuk kesehatan tentang tentang hipertensi di
melakukan pelayan
hipertensi hipertensi maka dengan baik maka
secara profesionalisme.
saya telah saya telah
Smart ASN:
berkontribusi dalam menerapkan nilai
Saya akan
mewujudkan misi loyal totalitas dalam
menyiapkan bahan
memberikan memberikan
sosialisasi berupa
pelayanan yang pelayanan kesehatan
media promosi
profesional dan
kesehatan seperti
bermutu
poster agar
menimbulkan
integritas tinggi dan
profesionalisme.
1. Menyiapkan bahan Tersedianya bahan Adaptif:
sosialisai sosialisasi berupa dalam menyiapkan bahan

poster, leaflet,dan sosiaisasi, saya akan terus


berinovasi dan proaktif.
flipchart
Berorientasi pelayanan:
2. Menempelkan poster Tersedianya media
Dalam menepelkan poster
hipertensi di dinding promkes berupa
di dinding, saya akan
ruang tunggu pasien di poster sebagai
60
.

memberikan pelayanan
Puskesmas Pasir Putih dinding bicara
demi kepuasan
hipertensi di ruang
masyarakat
tunggu pasien
Adaptif:
Dengan tersedianya
poster dinding hipertensi,
saya telah berinovasi
dalam menghadapi
perubahan di masyarakat
Kompeten:
Dengan tersedianya poser,
saya telah melaksanakan
tugas dengan baik
Kolaboratif:
3. Menyampaikan kepada Pasien membaca
Dalam menyampaikan
pasien untuk membaca poster hipertensi
pesan membaca melalui
poster sembari menunggu sembari menunggu
poster, saya telah terbuka
giliran untuk diperiksa giliran untuk
dalam kerjasama yang
diperiksa
menghasilkan nilai
tambah.
Harmonis:
Dengan menyampaikan
pesan kepda pasien untuk

61
.

menunggu sambil
membaca, saya akan
menyelarskan lingkungan
dan membantu
pemahaman pasien

Loyal:
Dengan menyampaikan
pesan kepda pasien untuk
duduk menunggu sambil
melihat poster, saya akan
berkontribusi dalam
memberi pelayanan
kesehatan melaui media
Kompeten:
4. Melakukan promosi Terlaksananya
Dalam melakukan
kesehatan dengan promosi kesehatan
promosi kesehtan dengan
menggunakan media dengan media leaflet
media leaflet, saya akan
leaflet
menyukseskan dan
memberi kinerja terbaik
dalam kegiatan
Loyal:
Dalam melakukan

62
.

promosi kesehatan, saya


akan berkomitmen untuk
mendapatkan tujuan
kesehatan bersama.
Adaptif:
Dalam melakukan
promosi kesehatan
melalui media leaflet,
saya akan terus berinovasi
dan bertindak proaktif
Analisis dampak:
1. Perkiraan hambatan : Tidak ontimenya percetakan poster dan flipchart
2. Dampak bila kegiatan tidak terlaksana : Kegiatan tidak berjalan maksimal sesuai rencana
3. Alternatif Solusi : Melakukan edukasi dengan media yang sudah ada

Tabel 8. Deskripsi kegiatan 6 Melakukan promosi kesehatan tentang hipertensi secara berkelompok
No. Kegiatan Tahapan kegiatan Output / hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan nilai
substansi mata terhadap visi organisasi
pelatihan misi organisasi
1 2 3 4 5 6 7

63
.

6 Melakukan Manajemen ASN: Dengan Jika saya melakukan


promosi Saya akan membuat terlaksananya promosi kesehatan
kesehatan promosi kesehatan promosi kesehatan tentang hipertensi
dengan media flipchart
tentang tentang hipertensi secara berkelompok
untuk melakukan
hipertensi secara secara dengan flipchart
pelayan secara
berkelompok berkelompok chipertensi dengan
profesionalisme.
dengan dengan flipchart baik maka saya
Smart ASN:
hipertensi maka telah menerapkan
Saya akan
saya telah nilai adil
menyiapkan alat
berkontribusi memberikan
media berupa media
dalam pelayanan kesehatan
flipchart agar
mewujudkan misi tanpa membeda -
menimbulkan
memberikan bedakan klien dari
integritas tinggi dan
pelayanan golongan maupun
profesionalisme.
kesehatan tanpa status sosial
1. Menyiapkan Tersedianya Akuntabel:
Dalam menyiapkan diskriminasi baik
kelompok yang kelompok yang
kelompok, saya akan golongan maupun
memiliki riwayat memiliki riwayat
melaksanakan tugas status sosia
penyakit hipertensi hipertensi
dengan cermat dan
bertanggung jawab
2. Menyiapkan Tersedianya Akuntabel:
kelompok yang kelompok yang Dalam menyiapkan
64
.

memiliki faktor memiliki faktor kelompok, saya akan


resikon penyakit resiko penyakit melaksanakan tugas

hipertensi hipertensi dengan cermat dan


bertanggung jawab
Berorientasi
pelayanan:
Dalam menyiapkan
kelompok yang
memiliki faktor resiko,
saya akan memberikan
pelayanan prima.
Kolaboratif:
3. Membentuk Terbentuknya
Dalam membentuk
kelompok dengan kelompok dengan
kelompok riwayat
riwayat hipertensi riwayat
hipertensi di wilayah
hipertensi
kerja Puskesmas Pasir
Putih, saya akan
laksanakan kegiatan
Poslansia dan Posbindu
untuk bekerja sama
dalam menghasilkan
sinergi yang lebih baik
Harmonis:

65
.

Dalam kegiatan ini akan


terdeteksi kelompok
berisiko, saya akan suka
menolong orang lain
Berorientasi
pelayanan:
Dalam melakukan
kegiatan pembetukan
kelompok, saya akan
ramah, sopan , santun,
dan terus melakukan
perbaikan tiada henti
Akuntabel:
Dalam melaksanakan
kegiatan kelompok
riwayat hipertensi saat
kegiatan Pos Kesehatan
Lanjut Usia (Poslansia)
dan Pos Pembinaan
Terpadu (Posbindu),
saya akan melakukan
secara efisien, efektif
dan bertanggung jawab

66
.

Kolaboratif:
4. Membentuk Terbentuknya
Dalam membentuk
kelompok dengan kelompok faktor
kelompok faktor resiko
faktor resiko resiko penyakit
hipertensi di wilayah
hipertensi hipertensi
kerja Puskesmas Pasir
Putih, saya akan
laksanakan kegiatan
Poslansia dan Posbindu
untuk bekerja sama
dalam menghasilkan
sinergi yang lebih baik
Harmonis:
Dalam kegiatan ini akan
terdeteksi kelompok
dengan faktor resiko
dan kelompok
hipertensi dari
kelompok yang
berbeda, saya akan suka
menolong orang lain
Berorientasi
pelayanan:
Dalam melakukan

67
.

deteksi kegiatan, saya


akan ramah, sopan ,
santun, dan terus
melakukan perbaikan
tiada henti
Akuntabel:
Dalam melaksanakan
kegiatan kelompok
faktor resiko hipertensi
saat kegiatan Pos
Kesehatan Lanjut Usia
(Poslansia) dan Pos
Pembinaan Terpadu
(Posbindu), saya akan
melakukan secara
efisien, efektif dan
bertanggung jawab
Kompeten:
5. Melaksanakan Terlaksananya
Dalam melakukan
sosialisasi dan promosi promosi kesehatan
promosi kesehtan
kesehatan dengan tentang hipertensi
dengan media flipchart,
menggunakan media dengan
saya akan
flipchart kepada menggunakan
menyukseskan dan
kelompok pasien media flipchart

68
.

memberi kinerja terbaik


riwayat hipertensi dan pada kegiatan
dalam kegiatan
kelompok pasien faktor Posbindu dan
resiko di Posbindu dan Poslansia
Poslansia. Loyal:
Dalam melakukan
promosi kesehatan, saya
akan berkomitmen
untuk mendapatkan
tujuan kesehatan
bersama.
Adaptif:
Dalam melakukan
promosi kesehatan
melalui media flipchat,
saya akan terus
berinovasi dan bertindak
proaktif
Analisis dampak:
1. Perkiraan hambatan : Tidak tersedianya media flipchar karena belum jadi di percetakan.
2. Dampak bila kegiatan tidak terlaksana : Kegiatan tidak berjalan maksimal sesuai rencana
3. Alternatif Solusi : Melakukan edukasi dengan media yang sudah ada

69
.

Tabel 9. Deskripsi kegiatan 7 Melakukan Evaluasi terhadap Pelaksanaan Keseluruhan Kegiatan


No. Kegiatan Tahapan kegiatan Output / hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan nilai
substansi mata terhadap visi organisasi
pelatihan misi organisasi
1 2 3 4 5 6 7
7 Melakukan Manajemen ASN: Dengan Jika saya melakukan
evaluasi terhadap Saya akan membuat terlaksananya evaluasi terhadap
pelaksanaan promosi kesehatan evaluasi terhadap kegiatan aktualisasi
keseluruhan dengan media kegiatan aktualisasi yang telah
kegiatan flipchart untuk yang telah dilaksanakan dengan
melakukan pelayan dilaksanakan, maka baik maka saya telah
secara saya telah menerapkan nilai
profesionalisme. berkontribusi profesionalisme
Smart ASN: dalam mewujudkan memiliki
Saya akan misi memberikan kemampuan,

70
.

menyiapkan alat pelayanan keterampilan, dan


media berupa media kesehatan yang kompetensi dalam
flipchart agar profesinalisme dan memberikan
menimbulkan bermutu serta misi pelayanan kesehatan
integritas tinggi dan melibatkan seluruh dan nilai ulet bekerja
profesionalisme. stake holder yang keras demi
1. Menghitung jumlah Diketahui jumlah Akuntabel: terkait baik tercapainya tujuan
pasien yang sudah pasien hipertensi Dalam mengitung pemerintah, bersama
terjaring dalam yang jumlah pasien yang swasta, dan
program monitoring termonitoring sudah termonitoring masyarakat
dengan KATROL melalui kartu melalui katrol, saya
(kartu kontrol) kontrol Tekanan akan menyampaikan
tekanan darah secara transparan hasil
yang diperoleh pasien
Berorientasi
pelayanan:
Dalam mengitung
jumlah pasien yang
sudah termonitoring,
saya akan memberikan
solusi yang cepat,

71
.

efektif,dan efisien
terhadap kontrol obat.
2. Menilai pemahaman Di ketahui tentang Akuntabel:
pasien riwayat pemahaman awal Dalam menilai
hipertensi dan faktor riwayat pasien pemahaman pasien
resiko mengenai hipertensi dan mengenai riwayat
informasi penyakit faktor resiko hipertensi informasi
hipertensi, mengenai penyakit hipertensi,
bahayanya putus informasi bahaya putus obat, dan
obat, dan hipertensi komplikasi
komplikasinya. penyakit
hipertensi, bahaya
putus obat, dan
komplikasi
3. Meminta feedback Meningkatnya Kompeten:
dengan memberi pemahaman Dengan saya meminta
pertanyaan lisan pasien hipertensi feedback dari
pasien riwayat akan pentingnya masyarakat dan kader
hipertensi dan kontrol tekanan poslansia dengan
faktor resiko darah dan rutin posbindu dengan
dengan pertayaan meminum obat saling memberi

72
.

lisan. secara teratur pertanyaan dan


jawaban, saya akan
membantu orang lain
belajar
Loyal:
Dengan saya meminta
feedback, saya akan
berkontribusi dalam
menilai pemahaman
masyarakat.
Kompeten:
Dengan saya meminta
feedback, saya akan
melaksanakan tugas
dengan kualitas
terbaik.
4. Melapor kepada Mendapat catatan Harmonis:
pimpinan bahwa arahan dan saran Dengan mendapatkan
kegiatan telah selesai dari pimpinan catatan arahan dan
dilaksanakan untuk rencana saran, saya akan
tindak lanjut menyelaraskan dan

73
.

menghargai perbedaan
Kolaborasi:
Dengan mendapat
arahan dan saran dari
pimpinan, saya akan
memberikan
kesempatan berbagai
pihak untuk
berkontribusi dalam
aktualisasi kegiatan
Analisis dampak
1. Perkiraan hambatan : Tidak tersedianya media flipchar karena belum jadi di percetakan.
2. Dampak bila kegiatan tidak terlaksana : Kegiatan tidak berjalan maksimal sesuai rencan
3. Alternatif Solusi : Melakukan edukasi dengan media yang sudah ada

74
.

75
.

3.5. Matriks Rekapitulasi Rencana Habituasi Core Value ASN


Tabel 11. Matriks Rekapitulasi Rencana Habituasi Core Value ASN
Nilai

Kegiatan 1 Kegiatan 2 Kegiatan 3


1 2 3 4 1 2 1 2 3

  
Manajement

ASN
 
Smart ASN

  
Berorientasi
pelayanan
Akuntabel   

 
Kompeten

Harmonis   

Loyal  

Adaptif    

Kolaboratif    

76
.

Nilai

Kegiatan 4 Kegiatan 5 Kegiatan 6


1 2 3 5 1 2 3 4 1 2 3 4 5

 
Manajement

ASN
  
Smart ASN
     
Berorientasi
pelayanan
Akuntabel   

     
Kompeten

Harmonis    

Loyal    

Adaptif       

Kolaboratif    

3.6. Estimasi Biaya Kegiatan


77
.

Tabel 12. Tabel Estimasi Biaya

N Kegiatan Estimasi Biaya yang Keterangan


o. Tersedia

1. Kegiatan ke 1

 Pulpen Rp 50.000,00
 Kertas

2. Kegiatan ke 2

 Konsumsi Rp 50.000,00

3. Kegiatan ke 3

 Cetak katrol Rp 100.000,00


 Cetak buletin

4. Kegiatan ke 4

 Pulpen Rp 10.000,00

5. Kegiatan ke 5

 Cetak poster Rp 100.000,00

6. Kegiatan ke 6

 Cetak flipchart Rp 200.000,00

7. Kegiatan ke 7

 Kertas HVS Rp 100.000,00


 Tinta printer

Total Anggaran Rp 610.000,00

Biaya kegiatan ini akan bersumber dari peserta dan pihak lain yang tidak mengikat.
Jika terdapat perubahan anggaran saat pelaksanaan kegiatan aktualisasi. Akan
dikomunikasikan kembali pada coach dan mentor.

78
.

4. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan


Tabel 13. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
N Tahap JUNI JULI
Kegiatan
o. Kegiatan 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1. Melakukan Menyiapkan
konsultasi bahan dan
dengan catatan
pimpinan untuk
konsultasi
Membuat
janji dengan
pimpinan
Melaksanak
an
konsultasi
dengan
pimpinan
Meminta
persetujuan
dari atasan
2. Melakukan Melakukan
konsultasi konsultasi
dan dengan
sosialisasi rekan kerja
kepada yang lain
rekan kerja Melakukan
yang lain sosialisasi
kepada
rekan kerja
di
Puskesmas
79
.

Pasir Putih
3. Menyiapka Menyiapkan
n bahan bahan
sosialisasi sosialisasi
dan media dan media
promosi promosi
kesehatan kesehatan
tentang tentang
hipertensi hipertensi
Melakukan
konsultasi
kepada
pimpinan
terkait
desain yang
akan di buat
untuk media
promosi
kesehatan
berupa
leafleat,
poster dan
flipchart
serta
membuat
desain kartu
kontrol
Di
percetakan
membuat
desain kartu
kontrol
80
.

tekanan
darah
(Katrol TD),
leaflet,
poster dan
flipchart
4. Membuat Melakukan
bahan konsultasi
sosialisasi kepada
dan media pimpinan
promosi terkait
kesehatan bahan
tentang sosialisasi
hipertensi Membuat
lembar
persetujuan
tujuan
sosialisasi
Di
percetakan
membuat
desain kartu
kontrol
tekanan
darah
(Katrol TD),
leaflet,
poster dan
flipchart
Mengunduh
file kartu
kontrol,
81
.

leaflet,
poster dan
flipchart
Mencetak
katrol TD,
leaflet,
poster, dan
flipchart
hipertensi
5 Melakukan Menyiapkan
sosialisasi bahan
dan sosialisai
promosi Menempelk
kesehatan an poster
tentang hipertensi di
hipertensi dinding
ruang
tunggu
pasien di
Puskesmas
Pasir Putih
Menyampai
kan kepada
pasien untuk
membaca
poster
sembari
menunggu
giliran untuk
diperiksa
Melakukan
promosi
82
.

kesehatan
dengan
menggunaka
n media
leaflet
6 Melakukan Menyiapkan
promosi kelompok
kesehatan yang
tentang memiliki
hipertensi riwayat
secara penyakit
berkelompo hipertensi
k dengan
Menyiapkan
kelompok
yang
memiliki
faktor
resikon
penyakit
hipertensi
Membentuk
kelompok
dengan
riwayat
hipertensi
Membentuk
kelompok
dengan
faktor resiko
hipertensi
Melaksanak
83
.

an
sosialisasi
dan promosi
kesehatan
dengan
menggunaka
n media
flipchart
kepada
kelompok
pasien
riwayat
hipertensi
dan
kelompok
pasien
faktor resiko
di Posbindu
dan
Poslansia.

84
.

BAB IV
PENUTUP

Berdasarkan penerapan nilai-nilai BerAKHLAK pada ASN dalam rancangan aktualisasi


ini dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Pada kegiatan pertama terdapat 4 tahapan kegiatan dengan menerapkan nilai
akuntabel dan kompeten pada tahap kegiatan 1, menerapkan nilai adaptif dan
kolaboratif pada tahap kegiatan 2, menerapkan nilai berorientasi pelayanan,
harmonis, adaptif dan kolaboratif pada tahap kegiatan 3 serta menerapkan nilai
loyal pada tahap kegiatan 4.
2. Pada kegiatan kedua terdapat 2 tahapan kegiatan dengan menerapkan nilai
berorientasi pelayanan, harmonis dan kolaboratif pada tahap kegiatan 1,
menerapkan nilai akuntabel, kompeten, loyal dan adaptif pada tahap kegiatan 2.
3. Pada kegiatan ketiga terdapat 3 tahapan kegiatan dengan menerapkan nilai
akuntabel pada tahap kegiatan 1, menerapkan nilai berorientasi pelayanan,
kompeten, harmonis, dan kolaboratif pada tahap kegiatan 2, menerapkan nilai
adaptif dan loyal pada tahap kegiatan 3.
4. Pada kegiatan keempat terdapat 5 tahapan kegiatan dengan menerapkan nilai
berorientasi pelayanan dan akuntabel pada tahap kegiatan 1, menerapkan nilai
berorientasi pelayanan, kompeten, dan harmonis pada tahap kegiatan 2,
menerapkan nilai kompeten loyal, adaptif dan kolaboratif pada tahap kegiatan 3
serta menerapkan nilai adaptif pada tahap kegiatan 5.
5. Pada kegiatan kelima terdapat 4 tahapan kegiatan dengan menerapkan nilai adaptif
pada tahap kegiatan 1, menerapkan nilai berorientasi pelayanan, kompeten, dan
adaptif pada tahap kegiatan 2, menerapkan nilai harmonis, loyal dan kolaboratif
pada tahap kegiatan 3 serta menerapkan nilai kompeten, loyal, dan adaptif pada
tahap kegiatan 4.
6. Pada kegiatan kelima terdapat 5 tahapan kegiatan dengan menerapkan nilai
akuntabel pada tahap kegiatan 1, menerapkan nilai berorientasi pelayanan dan
akuntabel pada tahap kegiatan 2, menerapkan nilai berorientasi pelayanan,
akuntabel, harmonis dan kolaboratif pada tahap kegiatan 3, menerapkan nilai
berorientasi pelayanan, harmonis dan kolaboratif pada tahap kegiatan 4,
menerapkan nilai kompeten, loyal dan adaptif pada tahap kegiatan 5.

85
.

DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. (2021). Modul Pelatihan Dasar CPNS: Adaptif. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. (2021). Modul Pelatihan Dasar CPNS: Akuntabel.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. (2021). Modul Pelatihan Dasar CPNS: Berorientasi
Pelayanan. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. (2021). Modul Pelatihan Dasar CPNS: Harmonis.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. (2021). Modul Pelatihan Dasar CPNS: Kompeten.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. (2021). Modul Pelatihan Dasar CPNS: Kolaboratif. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. (2021). Modul Pelatihan Dasar CPNS: Loyal.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. (2021). Modul Pelatihan Dasar CPNS: Manajemen
ASN, Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. (2021). Modul Pelatihan Dasar CPNS: Smart ASN. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara.
Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 1 tahun 2021 tentang Pelatihan
Dasar CPNS
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara

86

Anda mungkin juga menyukai