Anda di halaman 1dari 8

SOP CONFINE SPACE

1. TUJUAN
Memberikan praktek aman bagi para pekerja untuk memasuki ruang tertutup secara
aman.

2. PENGGUNAAN
Semua lokasi di mana pekerja mungkin diminta untuk memasuki ruang tertutup.

3. DEFINISI
Ruang tertutup didefinisikan sebagai setiap lokasi yang memiliki jalan masuk atau jalan
keluar terbatas dan yang, atau mungkin menjadi berbahaya bagi pekerja. Hal ini
mencakup alur/parit, tempat-tempat kerja yang ditinggikan, dll.

4. PROSEDUR
4.1 Prosedur khusus harus dibuat untuk setiap ruang tertutup yang akan dimasuki.
Prosedur ini harus memenuhi semua persyaratan sebagaimana ditetapkan atau
sebagaimana disebutkan dalam seksi ini, dan harus mencakup berikut ini:
 Tanggungjawab
 Persyaratan Pelatihan
 Bahaya-bahaya yang Umumnya Dihadapi
 Prosedur sebelum masuk
 Prosedur Penyelamatan dan Keadaan Darurat
 Persyaratan Ijin
 Penyelesaian Pekerjaan.
4.2 Mengikuti prosedur khusus tapak akan mengurangi resiko memasuki ruang
tertutup. Setiap penyimpangan dari prosedur yang ditetapkan ini akan menjadi
tanggungjawab dari dan atas ijin Bagian yang ditunjuk/Manajer Wilayah yang
bertanggung jawab.
4.3 Semua pekerjaan yang dilaksanakan di atau di sekitar ruang tertutup harus
berdasarkan petunjuk Penyelia yang benar-benar mengetahui prosedur dan
peralatan yang disarankan, serta aspek-aspek keselamatan yang berkaitan
dengan memasuki ruang tertutup.

5. PELATIHAN UNTUK PARA PEKERJA:


5.1 Semua pekerja yang terlibat dalam memasuki ruang tertutup harus dilatih untuk
memastikan agar prosedur kerja yang aman diikuti. Pelatihan ini harus
dilaksanakan oleh orang yang memenuhi syarat yang secara menyeluruh
mengetahui bahaya-bahaya yang mungkin dihadapi.
5.2 Pelatihan harus dilaksanakan setiap tahun, sekhusus mungkin, dan harus
mencakup berikut ini:
Jenis ruang tertutup yang harus dimasuki
Kemungkinan bahaya yang akan dihadapi
Persyaratan uji atmosfer
Penggunaan alat pelindung diri
Peraturan yang berlaku untuk memasuki ruang tertutup
Pencegahan dan perlindungan kebakaran
Tatacara keadaan darurat dan keluar

6. PELATIHAN UNTUK PETUGAS YANG BERJAGA:


6.1 Harus ada orang yang berjaga yang terlatih pada waktu ruang tertutup dimasuki.
Disamping pelatihan tersebut di atas, orang ini juga harus lebih lanjut dilatih untuk
menangani:
Penggunaan alat komunikasi
Penggunaan alat pemantauan atmosfer
Persyaratan ventilasi
Penggunaan peralatan darurat
Prosedur penyelamatan dan keadaan darurat
6.2 Hanya pekerja yang secara fisik dan mental mampu bekerja di ruang tertutup,
atau melaksanakan operasi penyelamatan yang harus digunakan.

7. PELATIHAN CPR & PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN


Paling tidak dua anggota harus dilatih dalam penyadaran Cardio-Pulmonary dan
pertolongan pertama keadaan darurat. Salah satu anggota ini harus ditunjuk sebagai
petugas jaga keselamatan. Pelatihan harus didokumentasikan dan disimpan pada arsip.
Informasi selanjutnya mengenai pelatihan dapat diberikan oleh Penasehat Keselamatan.

8. BAHAYA-BAHAYA RUANG TERTUTUP


8.1 Eksposur yang tidak dilindungi pada petugas terhadap lingkungan yang
berbahaya dapat menyebabkan kematian, cidera serius atau penyakit akut.
Bahaya-bahaya berikut biasanya dihadapi di ruang tertutup.
1. Uap beracun
2. Atmosfer kurang oksigen
3. Gas, uap gas dan cairan mudah terbakar
4. Kesetrum listrik dari lampu, alat-alat portabel, dll.
5. Cidera dari peralatan mekanis seperti mesin pengaduk/ “mixer” dan sabuk
pengangkut (conveyor).
6. Cidera badaniah dari sentuhan langsung dengan zat kimia berbahaya.
7. Pencemar yang masuk dari daerah lain melalui saluran atau sistem pipa.
8. Endapan besi sulfida. (Potensi kebakaran spontan)
9. Pengapian dari listrik statis atau sumber-sumber lain.
10. Runtuhan galian atau parit.
8.2 Sampel-sampel lumpur dan bahan-bahan lain yang ditemukan menempel pada
dinding harus dibersihkan dan diuji untuk memastikan bahwa benda-benda
tersebut aman (tidak mudah terbakar dan tidak beracun), sebelum ijin kerja panas
diberikan untuk bekerja di ruang tertutup.

9. ALAT PELINDUNG PRIBADI:


9.1 Alat pelindung pribadi yang tepat harus dikenakan untuk pekerjaan tertentu,
misalnya, pakaian, sarung tangan, sepatu boot, kacamata pelindung, pelindung
muka, alat pernafasan, harnes pengaman dan tali pengaman.
9.2 Penyelia yang bertanggungjawab harus bertanggung jawab untuk menentukan
alat pelindung pribadi apa yang diperlukan. Persyaratan-persyaratan ini akan
dicatat pada ijin.

10. PROSEDUR SEBELUM MASUK


10.1 Penyelia yang bertanggungjawab harus paling tidak memastikan prosedur-
prosedur berikut dilaksanakan sebelum ruang tertutup dimasuki.

10.1.1 Isolasi:
Sebelum (para) pekerja memasuki ruang tertutup, ruang ini harus diisolasi
dengan cara mengosongkan, menutup atau memisahkan dan menyumbat
untuk mencegah agar pencemar tidak masuk.
10.1.2 Pengurasan:
Air, uap atau gas lembam dapat digunakan untuk mengeluarkan atau
menguras produk-produk berbahaya atau atmosfer berbahaya dari ruang
tertutup.
10.1.3 Penutupan:
Semua peralatan internal yang digerakkan oleh listrik dan sumber-sumber
listrik harus ditutup pada posisi mati (off) pada sekering utama atau panel
pemutus dan diberi label.
10.1.4 Ventilasi
10.1.4.1 Sebelum memasuki, ruang tertutup harus dibuka dan benar-
benar berventilasi.
10.1.4.2 Diharapkan ada metode positif ventilasi mekanis sehingga
jumlah cukup udara segar dapat masuk untuk mengeluarkan
pencemar dari semua kantong atau pojokan.
10.1.4.3 Setelah ruangan yang tercemar dibersihkan dan berventilasi,
peralatan ventilasi mekanis harus dijaga agar tetap bekerja
untuk memberi perlindungan sekunder jika zat-zat berbahaya
secara tidak sengaja masuk dan untuk mengeluarkan
pencemaran atau panas yang mungkin dihasilkan oleh kerja
(misalnya, pengelasan, pemotongan, pengecatan, pelapisan).
10.1.5 Pembersihan
10.1.5.1 Sebelum memasuki ruang tertutup, ruangan harus dikosongkan
dari semua bahan sisa jika mungkin.
10.1.5.2 Bergantung pada sifat dan isi ruang tertutup, ruang ini dapat
dikuras, atau dipompa dan dibersihkan dengan penyiraman,
penguapan, netralisasi zat kimia, atau pengurasan.
10.1.6 Pembuangan Limbah
Lumpur dan cairan pembersih yang digunakan harus dibuang dengan cara
yang aman, disetujui.
10.1.7 Uji Atmosfer:
Atmofer ruang tertutup harus diuji sebelum diijinkan masuk.
10.1.8 Kandungan Oksigen:
10.1.8.1 Prosentase oksigen untuk memasuki ruang tertutup tanpa
pelindung harus tidak kurang dari 19,5% ataupun tidak lebih
dari 25%, pada permukaan laut.
10.1.8.2 Kekurangan oksigen dapat terjadi pada setiap ruang tertutup
yang dikuras dengan gas lembam (misalnya nitrogen), daerah
yang kurang berventilasi di mana udara telah menipis atau
diganti oleh gas atau uap bahan-bahan yang mudah menguap,
atau situasi dimana oksigen mungkin digunakan oleh reaksi
kimia atau biologis.
10.1.9 Keadaan Mudah terbakar:
10.1.9.1 Memasuki ruang tertutup untuk setiap jenis pekerjaan dilarang
jika uji menunjukkan adanya gas yang mudah terbakar dengan
hasil pengukuran di atas 0% (LEL).
10.1.9.2 Pada situasi di mana kegiatan kerja khusus (misalnya
pembersihan tanki) akan menghasilkan atau meningkatkan
tingkat keadaan mudah terbakar, maksimum 10% (LEL)
dibolehkan, asalkan tidak ada pekerjaan panas yang sedang
dilaksanakan. SCBA atau SABA harus digunakan pada waktu
pekerjaan sedang dilaksanakan dan pemantauan atmosfer
berkelanjutan harus dilaksanakan.
10.1.10 Pencemar Beracun:
10.1.10.1 Jika pencemar beracun mungkin ada, langkah-langkah harus
diambil sebelum masuk.
10.1.10.2 Jenis pencemar yang mungkin ada, dan kebutuhan
pemantauan, akan bergantung pada servis ruang tertutup.
10.1.10.3 Karyawan dilarang memasuki ruang tertutup tanpa alat
pelindung yang tepat jika konsentrasi pencemar beracun (gas,
uap atau partikulat) melebihi Batas Eksposure Kerja Hati-Hati
(OEL). Jika pencemar ada dan tidak ada OEL, hubungi
Penyelia Keselamatan.
10.1.11 Ijin Memasuki Ruang Tertutup:
10.1.11.1 Memasuki ruang tertutup yang berbahaya atau mungkin
berbahaya harus hanya dengan ijin.
10.1.11.2 Ijin ini merupakan kewenangan yang menyebutkan lokasi kerja
dan jenis pekerjaan yang harus dilaksanakan. Ijin ini
menyatakan bahwa semua kondisi bahaya yang mungkin ada
telah dievaluasi oleh orang yang memenuhi syarat dan
langkah-langkah perlindungan yang diperlukan telah
dilaksanakan atau diidentifikasi untuk memastikan keselamatan
semua pekerja.
10.1.11.3 Ijin berlaku hanya untuk jangka waktu yang ditetapkan setelah
yang setelah jangka waktu tersebut ijin harus dikeluarkan
kembali.
10.1.11.4 Ijin harus dibuat dan ditandatangani oleh penyelia yang
bertanggungjawab atas operasi aman fasilitas, atau wakilnya
yang ditunjuk.
10.1.11.5 Salinan ijin ini harus ditempelkan secara jelas di pintu masuk
ruang tertutup.
10.1.11.6 Catatan mengenai semua ijin yang dikeluarkan harus disimpan.
10.1.11.7 Semua ijin harus dikembalikan setelah pekerjaan selesai atau
pada waktu masa berlakunya habis.
10.1.11.8 Ijin harus disimpan pada arsip selama paling tidak satu tahun.
10.1.12 Ijin Kerja Panas
Apabila pekerjaan panas dilakukan di ruang tertutup, harus diberikan ijin
kerja panas.
10.1.13 Ijin Untuk Masuk Kembali:
Jika kondisi mungkin berubah, diperlukan pemantauan atmosfer dan
pengeluaran kembali ijin sebelum memasuki kembali setelah waktunya
lewat.
10.1.14 Tanda Peringatan:
Tanda-tanda peringatan portabel harus dipampangkan pada tempat
(tempat-tempat) masuk ke ruang tertutup.

Kata-kata yang disarankan:


-PERHATIAN-
RUANG TERTUTUP
DILARANG MASUK KECUALI MEMILIKI IJIN
Ruang tertutup yang ada sebagai bagian dari lokasi kerja permanen dan
dapat dengan siap dimasuki harus memiliki tanda-tanda permanen yang
ditempelkan pada tempat (tempat-tempat) masuk.
10.1.15 Rapat Sebelum Masuk:
Sebelum seseorang memasuki ruang tertutup, rapat keselamatan sebelum
masuk harus mencakup sebagai berikut:
- Apa yang dimaksud dengan ruang tertutup?
- Apa yang dimaksud dengan bahaya?
- Pekerjaan apa yang akan dilakukan?
- Prosedur Darurat
- Anggota Tim Penyelamat
- Peralatan Keselamatan Apa yang diperlukan? (Kenalkan semua
pekerja dengan peralatan).
- Penggunaan tali pengaman dan alat pernafasan
- Mengidentifikasi persyaratan khusus dan memasukkannya pada
lampiran prosedur.
- Mengidentifikasi persyaratan-persyaratan penerangan.
10.1.16 Ringkasan Tindakan Pencegahan
10.1.16.1 Bahaya yang ada pada waktu memasuki ruang tertutup dapat
dihindari atau diatasi jika tindakan pencegahan berikut
diterapkan setiap saat ruang tertutup dimasuki oleh pekerja.
10.1.16.2 Prosedur tertulis khusus untuk ruang tertutup yang akan
dimasuki harus dibuat dan diikuti.
10.1.16.3 Jika ruang tertutup mensyaratkan pekerja untuk menggunakan
alat pernafasan yang diisi atau dipasok udara secara otomatis,
atau jika penyelamatan dalam keadaan darurat sulit, pekerja
harus diberi harnes badan dan tali pengaman.
10.1.16.5 Pada setiap saat harus ada orang yang menunggu di pintu
masuk ruang tertutup. Ia harus memiliki kemampuan untuk
berkomunikasi dengan pekerja yang ada di dalam ruang
tertutup. Metode memanggil petugas penyelamat dan
membunyikan alarm dalam keadaan darurat harus tersedia.
(Para) petugas yang berjaga dilarang meninggalkan tempat
mereka kecuali jika mereka telah ijinkan oleh (para) petugas
yang memenuhi syarat.
10.1.16.5 Semua penerangan dan alat listrik yang digunakan di ruang
tertutup harus disetujui untuk kondisi yang ada. Semua kontak
harus dilengkapi dengan pemutus arus kegagalan hubungan
tanah (ground) yang disetujui.
10.1.16.6 Memasuki tanpa alat pernafasan dan/atau pelindung kulit dapat
dilanjutkan, asalkan atmosfer diuji untuk mengetahui pencemar
dan dipantau pada semua pekerjaan, untuk memastikan agar
konsentrasi tetap di bawah batas eksposure kerja.
10.1.17 Prosedur Penyelamatan & Keadaan Darurat:
10.1.17.1 Rencana penyelamatan tertulis harus dibuat dan diikuti. Semua
aspek rencana ini harus ditinjau ulang dan ditentukan agar
dapat dilaksanakan pada kondisi buruk yang mungkin.
Rencana harus mencakup paling tidak:
- Penilaian bahaya
- Siapa yang akan melaksanakan penyelamatan
- Apa bentuk alarm
- Tindakan pencegahan yang harus diambil pada waktu di
dalam ruang tertutup
- Alat pelindung pribadi yang diperlukan
- Bagaimana tempat masuk dan tempat keluar dipantau
- Alat penyelamatan yang diperlukan
- Alat atau perlengkapan khusus lain yang diperlukan
10.1.17.2 Penting untuk memiliki petugas dan peralatan penyelamat pada
atau di dekat lokasi kerja.

10.1.18 Penyelesaian Pekerjaan:


Pada akhir pekerjaan, pemeriksaan menyeluruh harus dilakukan untuk
memastikan agar:
- Tidak ada alat atau peralatan yang tertinggal
- Semua petugas diterangkan
- Semua ijin kerja telah dikembalikan
- Semua penutup telah dilepas dan katup dikembalikan ke posisi benar
mereka.
- Semua catatan dan ijin telah diarsipkan sebagaimana diperlukan.

Anda mungkin juga menyukai