Anda di halaman 1dari 5

B.

DIAGNOSA KEPERAWATAN Berdasarkan semua data pengkajian, diagnosa perawat utama mencakup hal berikut : a) Ansietas berhubungan dengan pengobatan b) Perubahan nutrisi, kurang dari kebutuhan tubuh, berhubungan dengan masukan nutrient yang tidak adekuet c) Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan masukan cairan tidak cukup dan kehilangan cairan berkelebihan karena muntah d) Kurang pengetahuan tentang penatalaksanaan diet dan proses penyakit e) Nyeri berhubungan dengan mukosa lambung teriritasi ( Smelzer, 2002 ) C. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN No. Diagnosa Keperawatan Tujuan & Kriteria Hasil Rencana Keperawatan 1. Nyeri akut berhubungan dengan iritasi mukosa lambung (gaster). Outcome yang diharapkan: klien merasa nyaman setelah dilakukan tindakan perawatan selama Nyeri klien dapat hilang/berkurang dengan criteria : a Klien tampak tenang, tidak mengeluh nyeri epigastrik b Tidak mengalami nyeri epigastrik. c Skala nyeri (nyeri ringan) d Tanda vital normal a Catat adanya keluhan nyeri epigastrik (sensasi ulu hati seperti terbakar/panas), perih b Motivasi klien untuk tidak telat makan. Makan makanan ringan bila di antara waktu makan perut terasa perih. c Observasi ada keluhan lain yang menyertai seperti mual/muntah, perut kembung d Observasi tanda vital e beri obat-obatan sesuai program medis *)

2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan (resiko) berhubungan dengan masukan nutrient yang tidak adekuat

Outcome yang diharapkan: Klien memperlihatkan stats nutrisi yang adekuat, KH.

Kebutuhan nutrisi klien dapat terpenuhi dengan criteria : a BB klien dalam statas normal ( 10-15% BB ideal) b Nilai-nilai lab dbn (terutama Hb, creatinin, prot total, albumin) c Secara klinis memperlihatkan tanda conjungtivitis, tidak anemis, tonus otot + d Intake menghasilkan nutrisi setidaknya 3x sehari porsi penuh a Catat adanya keluhan mual/muntah, anoreksia b Anjurkan klien untuk modifikasi diit (porsi sedikit demi sedikit tapi sering) c Rencanakan pengaturan diit dengan libatkan klien dan ahli gizi (kebutuhan kalori, variasi menu) d Pantau intake nutrisi klien e berikan obat-obatan bila ada indikasi sesuai program

3. Resiko terjadinya kekurangan volume cairan berhubungan dengan masukan cairan yang tidak cukup, pengeluaran cairan yang berlebihan (muntah/mual) Kebutuhan cairan terpenuhi dengan kriteria

a tanda-tanda vital stabil, b membran mukosa lembab, turgor kulit baik, c haluaran urine stabil. a. Catat karakteristik muntah dan banyaknya pendarahan b. Kaji tanda-tanda vital (TD, nadi, suhu) c. Monitor intake dan output cairan

d. Tinggikan kepala selama minum obat e. Berikan cairan jenuh/lembut jika masukan dimulai lagi, hindari minuman yang berkafein dan berkarbon f. Pertahankan tirah baring g. Kolaborasi dengan pemberian cairan sesuai indikasi

4. Ansietas berhubungan dengan pengobatan Cemas pasien berkurang dengan criteria

a Menyatakan rentang perasaan yang tepat b Menunjukan rileks laporan ansietas berkurang a Awasi respon fisiologis mis: takipnea palpitasi pusing b Dorong pernyataan takut dan ansietas c Dorong orang terdekat untuk menemani pasien

d Berikan kesempatan klien untuk mengekapresikan perasaan cemasnya pada orang terdekat e Tunjukan teknik relaksasi 5. Kurang pengetahuan tentang pelaksanaan diet dan proses penyakit berhubungan dengan kurangnya informasi dan kesalahan interpretasi informasi Pasien dapat mengerti tentang diet dan proses penyakit dengan criteria : Menyatakan pemahaman tentang diet dan proses penyakit a Gali pengetahuan klien tentang diet dan proses penyakit b Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan diet pasein c Jelaskan tentang proses penyakit dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh pasien d Tanya pasein tentang hal yang telah dijelaskan petugas

Prisip intervensi: 1) Mengurangi ansietas bila pasien mencerna asam atau alkali, maka tindakan

darurat diperlukan, terapi pendukung diberikan pada pasien dan keluarga selama pengobatan dan setelah mencerna asam atau alkali yang telah dinetralisasi atau diencerkan. Pasien perlu disiapkan untuk pemeriksaan diagnostic ( endoskopi ) atau pembedahan ansietas karena nyeri dan modalitas pengobatan biasanya timbul demikian juga ras takut terhadap kerusakan prmanen pada esophagus. 2) Meningkatkan nutrisi. Untuk gastritis akut dukungan fisik dan emosi diberikan dan pasien dibentuk untuk menghadapi gejala yang dapat mencakup mual, muntah, sakit ulu hati dan kelelahan makanan dan cairan tidak diijinkan melalui mulut selama beberapa jam/ beberapa hari sampai gejala akut berkurang. 3) Meningkatkan keseimbangan cairan. Masukan dan haluara cairan setiap hari dipantau untuk mendeteksi tanda-tanda dehidrasi haluaran urin minimal 30 ml/jam, masukan minimal 1,5 l/hari bila makanan dan minuman ditunda cairan intravena 3 l/hari masukan cairan ditambah nilai kalori diukur 1 L 5 % dektrosa dalam air + 170 kalori karbohidrat ) nilai elektrolit ( natrium, kalium klorida ) dapat dikaji selama 24 jam untuk mendeteksi indicator awal ketidakseimbangan. 4) Menghilangkan nyeri. Pasien diinstruksikan untuk menghindari makanan dan minuman yang dapat mengiritasi mukosa lambung perawat mengkaji tingkat nyeri dan kenyamanan pasien setelah penggunaan obat-obatan dan menghindari zat pengiritasi. 5) Pendidikan pasien dan pertimbangan perawatan dirumah. Pengetahuan pasien tentang gastritis dievaluasi sehingga rencana penyuluhan dapat bersifat individual. Diet diresepkan dan disesuaikan dengan jumlah kebutuhan kalori harian pasien, makanan yang disukai dan pola makan. ( Smelzer, 2002 ) D. TINDAKAN KEPERAWATAN Pelaksanaan adalah pemberian asuhan keperawatan secara nyata berupa serangkaian kegiatan sistematis berdasarkan perencanaan untuk mencapai hasil yang optimal. Pada tahap ini perawat menggunakan segala kemampuan yang dimiliki dalam melaksanakan tindakan keperawatan terhadap klien baik secara umum maupun secara khusus pada klien gastritis. ( Dongoes, 2000 ) E. EVALUASI Hasil yang diharapkan a. Menunjukan berkurangnya ansietas b. Menghindari makan makanan pengiritasi atau minuman yang mengandung kafein dan alcohol c. Mempertahankan keseimbangan cairan d. Mentoleransi terapi intervena sedikitnya 1,5 L/hari

e. Minum sampai 6-8 gelas/hari f. Mempunyai haluaran urin kira-kira 1 L setiap hari g. Menunjukan turgor kulit yang adekuat h. Memenuhi program pengobatan i. Memilih makanan dan minuman bukan pengiritasi j. Menggunakan obat-obatan sesuai resep k. Melaporkan nyeri berkurang.