Anda di halaman 1dari 6

PERATURAN KEPALA DESA KOTA BARU BARAT

KECAMATAN MARTAPURA KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR

NOMOR………

TENTANG

SURVAILENS MIGRASI MALARIA

Menimbang : a. Bahwa Desa Kota Baru Barat Kecamatan Martapura termasuk


daerah reseptif malaria sehingga potensial terjadi penularan
bila ada keterlambatan penanganan kasus malaria
b. Bahwa terjadi migrasi penduduh daridari Daerah endemis
malaria yang diduga sebagai sumber penularan malaria
c. Bahwa dalam rangka mencegah terjadinya penularan kasus
malaria tersebut perlu ditetepkan dengan Peraturan Kepala
Desa
Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah
Daerah ( Lembaran Negara Nomor 125 Tahun 2004, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana telah diubah
dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2005 ( Lembaran
Negara Nomor 108 Tahun 2005, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 4548)
2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan
( Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 144 Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063)
3. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 Tentang Desa
( Lembaran Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor
158nTambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4587)
4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1116/MENKES/SK/VIII/2003 tentang Penyelenggaraan
Survailens Epidemiologi
5. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
949/MENKES/SK/VIII/2004 tentang Kejadian Luar Biasa (KLB)
6. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
293/MENKES/SK/VIII/2009 tentang Eliminasi Malaria di
Indonesia
7. Surat Edaran Menteri Kesehatan Dalam Negeri RI Nomor
443.41/465/SJ tentang Pedoman Pelkasanaan Eliminasu Malria
di Indonesia
8.

PERATURAN DESA TENTANG SURVAILENS MIGRASI MALARIA


PASAL 1
KETENTUAN UMUM
Dalam Peraturan Kepala Desa ini yang dimaksud dengan :

1. Desa adalah kesatuan masyarakat hokum yang memiliki batas-batas Wilayah yang berwenang
untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal usul dan
adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam Sistem Pemerintahan Neagara Republik
Indonesia.
2. Peraturan Desa adalah peraturan Perundan-Undangan yang dibuat oleh BPD dan kepala Desa.
3. Desa Siaga adalah suatu kondisi masyarakat tingkat desa/keluarahan yang memiliki kesiapan
sumber dan potensial dan kemapuan mengatasi masalah
kesehatan,bencana,kegawadaruratan,kesehatan secara mandiri.
4. Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Kesehatan Masyarakat, yang selanjutnya
disebut Puskesmas, adalah Unit Pelaksana Teknis Pusat Kesehatan Masyarakat
pada Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.
5. Kepala Dusun adalah Kepala Dusun di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.
6. Ketua Rukun Warga, yang selanjutnya disebut, Ketua RW, adalah Ketua Rukun
Warga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.
7. Ketua Rukun Tetangga, yang selanjutnya disebut, Ketua RT, adalah Ketua Rukun
Tetangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.
8. Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Malaria
(plasmodium) hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia
bentuk aseksual yang masuk dalam tubuh manusia ditularkan oleh nyamuk
anopheles spesies betina.
9. Eliminasi Malaria adalah suatu upaya untuk menghentikan penularan Malaria
setempat dalam satu wilayah geografis tertentu, dan bukan berarti tidak ada
kasus Malaria impor serta susah tidak ada vektor Malaria di wilayah tersebut,
sehingga tetap dibutuhkan kegiatan krwaspadaan untuk mencegah penularan
kembali.
10. Penderita Malaria adalah orang yang di dalam tubuhnya mengandung
parasit Malaria yang dibuktikan dengan hasil pemeriksaan sediaan darah Malaria
secara mikroskopis.
11. Surveilans kesehatan masyarakat yang selanjutnya disebut surveilans adalah
suatu rangkaian proses pengamatan secara terus menerus secara sistematik dan
berkesinambungan melalui pengumpulan, analisa interpretasi dan diseminasi
data kesehatan dalam upaya untuk memantau suatu peristiwa kesehatan agar
dapat dilakukan tindakan penanggulangan yang efektif dan efisien.
12. Surveilans Migrasi adalah adalah pengamatan yang terus menerus terhadap
penduduk dengan riwayat perjalanan atau sedang melakukan perjalanan baik
yang bersifat sementara atau menetap dari atau ke daerah endemis malaria
melewati batas administratif wilayah dengan melakukan kegiatan meliputi
penemuan, pengambilan dan pemeriksaan sediaan darah, penyuluhan, cross
notification, monitoring dan evaluasi, serta pencatatan dan pelaporan.
13. Kasus Impor adalah kasus Malaria yang sumber penularannya berasal dari luar
Daerah.
14. Kasus Indigenous adalah kasus Malaria yang sumber penularannya berasal
dari wilayah setempat.
15. Reseptivitas adalah adanya kepadatan vector (nyamuk anopheles) yang tinggi
dan terdapat faktor lingkungan serta iklim yang menunjang terjadinya
penularan Malaria.
16. Vulnerabilitas adalah keadaan yang rentan untuk terjadinya penularan
Malaria, yang dapat disebabkan dekatnya dengan wilayah yang masih terjadi
penularan Malaria, atau akibat dari sering masuknya penderita Malaria
(kasus positif) secara individu/kelompok, dan/atau vektor nyamuk yang efektif
(siap menularkan).
17. Penduduk adalah warga Negara Indonesia dan orang asing yang bertempat
tinggal di Daerah.
18. Pendatang adalah setiap orang yang datang dan bermalam di Daerah serta
tidak bertempat tinggal dan/atau berdomisili di Daerah.
19. Fasilitas Pelayanan Kesehatan adalah suatu alat dan/atau tempat yang
digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik
promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh
Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan/atau masyarakat.
20. Petugas Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam
bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui
pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan
kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan pada Fasilitas Pelayanan
Kesehatan.
21. Juru Malaria Desa, yang selanjutnya disingkat JMD, yang ada di
puskesmas yang mempunyai tanggung jawab untuk melakukan penemuan
Kasus Malaria sedini mungkin, menyampaikan obat dari faskes serta
memonitor penggunaan kelambu dan lingkungan berisiko, melalui kunjungan
rumah secara berkala di desa atau dusun focus Malaria.
22. Kader Kesehatan adalah masyarakat yang ditunjuk oleh desa dan telah
diberikan pembekalan mengenai Malaria oleh Puskesmas atau Dinas Kesehatan
untuk membantu menemukan kasus Malaria sedini mungkin di wilayah
masing-masing, serta memantau warga masyarakat yang mempunyai riwayat
bepergian dari daerah endemis Malaria.
23. Kejadian Luar Biasa yang selanjutnya disebut KLB adalah adalah kondisi
yang ditandai dengan meningkatnya kejadian kesakitan/kematian yang
bermakna secara epidemiologis di suatu daerah dalam kurun waktu tertentu
dan merupakan keadaan yang dapat menjurus untuk terjadinya wabah.

PASAL 2
TUJUAN

Tujuan ditetapkanya peraturan kepala Desa ini adalah :

1. Memberikan peraturan desa bagi pemerintah desa dalam penangan penyakit malaria
2. Memberikan perlindungan kepada penduduk desa agar terbebas dari penularan penyakit
malaria.

PASAL 3

SURVAILENS MIGRASI MALARIA

1. surveilans adalah suatu rangkaian proses pengamatan secara terus menerus


secara sistematik dan berkesinambungan melalui pengumpulan, analisa
interpretasi dan diseminasi data kesehatan dalam upaya untuk memantau suatu
peristiwa kesehatan agar dapat dilakukan tindakan penanggulangan yang
efektif dan efisien.
2. Tujuan pengamatan dan pemantauan oleh masyarakat agara tercipta system
kewaspadaan dan kesiapsiagaan dini masyarakat terhadap kemungkinan
terjadinya penyakit dan masalah kesehatan,bencana, kegawat daruratan
kesehatan yang akn mengancam dan merugikan masyarakat
3. Migrasi adalah perpindahan penduduk suatu daerah kedaerah lain.
4. Surveilans Migrasi adalah adalah pengamatan yang terus menerus terhadap
penduduk dengan riwayat perjalanan atau sedang melakukan perjalanan baik
yang bersifat sementara atau menetap dari atau ke daerah endemis malaria
melewati batas administratif wilayah dengan melakukan kegiatan meliputi
penemuan, pengambilan dan pemeriksaan sediaan darah, penyuluhan, cross
notification, monitoring dan evaluasi, serta pencatatan dan pelaporan.

PASAL 4
PELAKSANA SURVAILENS MIGRASI MALARIA
1. Penanggung jawab Survailens Migrasi adalah Kepala Desa Kota Baru Barat
2. Pelaksana Survailens Migrasi adalah Perangkat Desa, Toko Agama,Toko Masyarakat, TP-
PKK,Kader Kesehatan dan Bidan Desa.
3. Tugas Penanggungjawab Survailens Mgrasi adalah mengkoordinir dan menentukan tindak
lanjut pencegahan dan penagangan malaria di wilayahnya.
4. Tugas Pelksana Survailens Migrasi adalah :
1. Melakukan pengamatan dan pemantauan terhadap pendatang atau penduduk yang
pulang dari luar wilayah kabupaten khususnya dari luar jawa.
2. Melakukan pemantauan, pencatatan dan memberikan penyuluhan pencegahan malaria
terhadap penduduk yang akan berpergian ke aderah endemis malaria keluar jawa.
3. Memberikan teguran dan peringatan kepada setiap orang yang melanggar.
4. Melakukan pengambilan sediaan darah malaria kepada setiap pendatang atau penduduk
yang pulang dari wilayah kabupaten khususnya dari luar jawa baik dengan gejala malaria
atau tanpa gejala malaria.
5. Memberikan pengobatan bila hasil pemeriksaan laboratorium menunjukan positif
malaria.
6. Sebagai masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit malaria.

PASAL 5
HAK
1. Setiap penduduk atau pendatang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan,pengambilan
sediaan darah dan pengobatan bila positif malaria.
2. Setiap penduduk berhak mendaptkan perlindungan terhadap penularan malaria.

PASAL 6
KEWAJIBAN
1. Setiap kepala keluarga (KK) yang kedatangan tamu menginap khususnya dari pulau jawa wajib
melaporkan kepada pelaksana survailens malaria setempat dalam waktu 1 x 24 jam
2. Setiap penduduk yang akan berpergian keluar jawa berkewajiban melapor kepada pelaksana
survailens malaria
3. Setiap penduduk yang datang/pulang dari jawa dan bermukim di desa wajib melapor pada
pelksana survailens malaria setempat.
4. Setiap penduduk berkewajiban memberikan informasi pada pendatang khususnya dari luar
jawa perihal peraturan desadan perihal Survailens Migrasi Malaria.

PASAL 7
SANKSI
Setiap penduduk yang melanggar pasal 6 ayat 1,2,3 pada peraturan ini dikenakan sanksi berupa :
1. Menyetorkan Polibag beserta tanamannya sejumlah 5 buah, selanjutnya untuk diserahkan
kepada ketua RT setempat.
2. Sanksi tersebut di atas berlaku bagi pelanggar penduduk setempat

PASAL 8
PENUTUP
1. Peraturan Kepala Desa ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan
2. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Kepala Desa ini
dengan penempatannya dalam Berita Desa.

Menetapkan : Kota Baru Barat


Pada Tanggal :
Kepala Desa Kota Baru Barat

……………..

Diundangkan di Desa Kota Baru Barat


Pada tanggal ………………………….
SEKRETARIS DESA KOTA BARU BARAT

…………………………………..