Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

TENTANG

TRADISI KEAGAMAAN DAN KEPERCAYAAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENINGKATAN KESEHATAN

DISUSUN OLEH KELOMPOK IV


SAHRUDIN SUHERMAN SRI WAHYUNINGSIH SURIO KAPITAN SYAHMUNIR TRI BAGUS PUTRA AGUNG USMAN WENING LESTARI VIVI NOVIA YUTI FADILAH ENCIK APRIADIN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ( STIKES ) YAHYA BIMA TAHUN 2009 / 2010

KATA PENGANTAR
Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karuniaNya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa saya ucapkan kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis angat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga sengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman. Amin...

Penulis,

Kelompok IV

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I. PENDAHULUAN a). Latar Belakang b). Rumusan Masalah c). Maksud dan Tujuan BAB II.PEMBAHASAN A. Definisi dari : Pengertian manusia ( Paradigma kesehatan ) Transkultural Keperawatan Agama Tradisi Keagamaan dan Kepercayaan yang berhubungan dengan peningkatan kesehatan. B. Hubunganh antara manusia, Agama, dan Transkultural Keperawatan 1. Manusia dan Agama 2. Agama dan pengaruhnya terhadap Transkultural Keperawatan Pengaruhnya terhadap Mental C. Terapi Keagamaan. D. Peran Agama dalam Transkultural Keperawatan BAB III. PENUTUP Kesimpulan Kritik dan saran DAFTAR PUSTAKA.

BAB I PENDAHULUAN
a. Latar Belakang
Pada zaman dahulu penyakit yang diderita oleh manusia sering dihubungkan dengan gejala-gejala spiritual.Ketika ada salah seorang dari mereka ada yang sakit, maka dengan spontanitas mereka akan mengkaitkan penyakit tersebut karena adanya gangguan dari mahluk halus.Oleh karena itu pada zaman dahulu ketika ada orang menderita penyakit selalu berkaitan dengan para dukun yang dipercaya mampu untuk berkomunikasi dengan mahluk tersebut sehingga diharapkan sang dukun dapat mengobati penyakitnya atau menahan gangguannya. Tradisi Keagamaan dan Kepercayaan yang berhubungan dengan peningkatan Kesehatan mengeplorasi pengaruh Gaya hidup, Social, Budaya, dan Spiritual terhadap status kesehatan dan memberikan suatu dasar pengetahuan untuk mengembangkan Pengkajian keperawatan dan ketrampilan-ketrampilan Intervensi Asuhan keperawatan.

b. Rumusan Masalah
Apa saja yang mempengaruhi tentang Tradisi Keagamaan dan Kepercayaan yang berhubungan dengan peningkatan Kesehatan?

c. Maksud dan Tujuan


Untuk memperdalam wawasan tentang Tradisi Keagamaan dan Kepercayaan yang berhubungan dengan peningkatan Kesehatan. Agar mahasiswa mampu mendiskusikan dengan tugas yang diberikan yaitu Tradisi Keagamaan dan Kepercayaam yang berhubungan dengan peningkatan Kesehatan. Agar mahasiswa mengetahui apa yang ada kaitannya dengan Tradisi Keagamaan dan Kepercayaan yang berhubungan dengan peningkatan Kesehatan.

BAB II

PEMBAHASAN
A. Definisi dari : Manusia ( Paradigma kesehatan ) Manusia adalah individu atau kelompok yang memiliki nilai-nilai dan norma-norma yang diyakini berguna untuk menetapkan pilihan dan melakukan tindakan ( Leininger, 1984 dalamk barnum, 1998, Giger dan Davidhizar, 1995, dan Andrew dan boyle,1995 ). Transkultural Nursing Transkultural Nursing merupakan lintas budaya yang mempunyai efek bahwa budaya yang satu mempengaruhi budaya yang lainnya. Agama Agama merupakan penghambaan manusia kepada Tuhannya. Dalam pengertian agama terdapat 3 ( tiga ) unsur, yaitu : manusia, penghambaan dan Tuhan. Tradisi Keagamaan dan Kepercayaan yang berhubungan dengan peningkatan Kesehatan mengeplorasi pengaruh Gaya hidup, Social, Budaya, dan Spiritual terhadap status kesehatan dan memberikan suatu dasar pengetahuan untuk mengembangkan Pengkajian keperawatan dan ketrampilan-ketrampilan Intervensi Asuhan keperawatan.

B. Hubungan antara Manusia, Agama, dan Transkultural Keperawatan 1. MANUSIA DAN AGAMA
Psikologi Agama merupakn salah satu bukti adanya perhatian Khusus para ahli psikologi terhadap peran agama dalam kehidupan kejiwaan manusia. Manusia lari kepada agama karena rasa ketidakberdayaannya menghadapi bencana. Dengan demikiaqn segala bentuk prilaku keagamaan merupakan ciptaan manusia yang timbul dari dorongan agar dirinya terhindar dari bahaya dan dapat memberikan rasa aman. Untuk mengatasi masalah ini manusia menghadirkan tuhan dalam dirinya sebagai pelindung mereka tatkala mereka merasa terancam dan memerlukan perlindungan terhadap segala macam bentuk ancaman terhadap dirinya. Menurut Abraham Maslow manusia membutuhkan kebutuhan yang paling dasar hingga yang paling puncak, yaitu :

1. Kebutuha Fisiologi. 2. Kebutuhan akan rasa aman yang mendorong manusia untuk bebas dari rasa takut dan cemas. 3. kebutuhan akan rasa kasih saying, antara lain berupa pemenuhan hubungan antar manusia. 4. Kebutuhan akan harga diri. Pendekatan berikutnya menurut Victor Frankley, yaitu eksistensi manusia ditandai oleh 3 (tiga) factor,yaitu : 1. Spirituality ( kerohanian ) 2. Freedom ( kebebasan ) 3. Responsibility ( tanggung jawab ) 2. AGAMA DAN TRANSKULTURAL KEPERAWATAN

Pengaruhnya terhadap mental


Kesehatan mental adalah ilmu yang meliputi tentang prinsip-prinsip, peraturanperaturan, serta prosedur-prosedur untuk mempertinggi kesehatan rohani. Orang yang sehat mentalnya adalah orang yang dalam rohani atau dalam hatinya selalu merasa tenang, aman, dan tentram. Sedangkan permasalahan kesehatan mental menyangkut pengetahuan serta prinsip-prinsip yang terdapat dalam lapangan psikologi, kedokteran, biologi, sosiologi, dan agama. Dalam kedokteran dikenal ada beberapa macam pengobatan antara lain : dengan menggunakan bahan bahan kimia, cairan suntiik atau dengan meminum obat atau bisa juga dengan menggunakan sorot sinar laser, getaran arus listrik, dan lain sebagainya. Selain itu juga dikenal pengobatan tradisional dengan cara pijat, suntiki jarum sampai pada keperdukunan. Barangkali hubungan antara kejiwaan dan agama dalam kaitannya dengan hubungan. Antara Agama sebagai keyakinan dan kesehatan jiwa terletak pada sikap penyerahan diri seseorang terhadap sesuatu kepuasaan yang maha tinggi, sikap pasrah yang semacam ini diduga akan memberi sikap positif seperti rasa bahagia, rasa aman, senang, sukses, merasa dicintai. Sikap yang demikian merupakan bagian dari kebutuhan mendasar manusia yang harus dipenuhi sebagai mahluk yang ber-Tuhan. Maka kondisi yang seperti ini akan membawa manusia dalam keadaan yang tenang dan normal sehingga manusia dapat melaklasanakan aktifitas keseharian mereka dengan penuh rasa percaya diri dan merasakan ketenangan dalam diri mereka karena sebagian dari kebutuhan dasar mereka sudah terpenuhi. Ketika kebutuhan dasar mereka belum terpenuhi, maka manusia akan merasa cemas, kuwatir, ragu-ragu dan tidak merasakan ketenangan dalam hidupnya sehingga ketika mereka beraktifitas mereka tidak maksimal dan hasil yang mereka peroleh pun tidak akan memuaskan.

Makna hidup merupakan segala hal yang mampu memberikan nilai khusus bagi seseorang yang bila dipenuhi akan menjadikan hidupnya berharga dan akhirnya akan menimbulkan penghayatan bahagian dalam dirinya.

C.

TERAPI KEAGAMAAN

Seseorang yang tidak merasa aman, tenang, serta tentram dalam hatinya adalah orang yang sakit rohani atau mentalnya. Setiap manusia mempunyai kebutuhankebutuhan dasar yang diperlukan untuk melangsungkan kehidupan mereka secara lancar. Kebutuhan tersebut dapat berupa kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani atau juga kebutuhan social. Jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, maka manusia akan menyesuaikan diri dengan kenyataan yang ada bahwa mereka harus berusaha lebih keras lagi untuk memenuhi kekurangan dari kebutuhan mereka. Sehingga segala macam cara mereka lakukan guna terpenuhinya kebutuhan tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari tak jarang dijumpai bahwa seseorang tidak mampu umenahan keinginan bagi seseorang yang ingin memenuhi kebutuhan dirinya atau ketika seseorang terhimpit oleh persoalan ekonomi, maka dalam diri mereka akan terjadi adanya konflik dalam batin mereka yang memerlukan pengobatan atau penyelesaian dengan cepat. Ketika konflik yang dihadapinya tidak segera diselesaikan, maka batin akan merasa berat untuk menanggungnya sehingga akan bertambah parah permasalahan yang ditanggungnya . pertengkaran ini akan menimbulkan ketidak seimbangan dalam kehidupan Rohani yang dalam Ksehatan mental dikenal dengan kekusutan Rohani. Usaha penanggulangan kekusutan rohani atau mental ini sebenarnya dapat dilakukan sejak dini oleh penderita. Dengan mencari cara yang tepat untuk menyesuaikan ini dengan memilih norma-norma moral, maka kekusutan mental ajaran dari agama.

PERAN AGAMA DALAM TRANSKULTURAL NURSING


D. Memberikan pandangan dari penanganan kesehatan. Budaya akan memengaruhi bagaimana orang menyebutkan dan mengkomunikasikan masalahnya. Mempersepsikan pelayanan kesehatan jiwa. Menggunakan atau merespon penanganan kesehatan jiwa. Mengatasi masalah bahasa dan menciptakan dialog yang sensitive budaya. Mengatasi masalah-masalah kesehatan mental

BAB III

PENUTUP
Kesimpulan Manusia adalah individu atau kelompok yang memiliki nilai-nilai dan norma-norma yang diyakini berguna untuk menetapkan pilihan dan melakukan tindakan ( Leininger, 1984 dalamk barnum, 1998, Giger dan Davidhizar, 1995, dan Andrew dan boyle,1995 ). Transkultural Nursing merupakan lintas budaya yang mempunyai efek bahwa budaya yang satu mempengaruhi budaya yang lainnya. Agama merupakan penghambaan manusia kepada Tuhannya. Dalam pengertian agama terdapat 3 ( tiga ) unsure, yaitu : manusia, penghambaan dan Tuhan. Tradisi Keagamaan dan Kepercayaan yang berhubungan dengan peningkatan Kesehatan mengeplorasi pengaruh Gaya hidup, Social, Budaya, dan Spiritual terhadap status kesehatan dan memberikan suatu dasar pengetahuan untuk mengembangkan Pengkajian keperawatan dan ketrampilan-ketrampilan Intervensi Asuhan keperawatan. Untuk menangani penyakit yang berhubungan dengan mental, banyak yang menggunakan cara pengobatan tradisional dan modern. Akan tetapi dari berbagai kasus yang justru banyak penderita kejiwaan yang disembuhkan dengan pendekatan keagamaan atau kepercayaan. Hal ini membuktikan bahwa manusia pada hakikatnya adalah mahluk yang ber-Tuhan dan akan kembali ke-Tuhan pada suatu saat. Sehingga ketika mereka terhimpit permasalahan batin mereka akan lari kepada agama dan menemukan jawaban dari permasalahan yang mereka hadapi. Al-Quran berfungsi sebagai As-Syifa atau obat untuk menyembuhkan penyakit fisik maupun rohani. Dalam Al-Quran banyak sekali yang menjelaskan tentang kesehatan. Ketenangan jiwa dapat dicapai dengan dzikir ( mengingat ) Allah. Rasa taqwa dan perbuatan baik adalah metode pencegahan dari rasa takut dan sedih. Dan ketika seseorang mengalami permasalahan dalam kehidupannya maka hadapilah dengan sabar dan sholat sebagai jalan keluar dari segala macam permasalahan dan ketika segala macam usaha telah dilakukan secara maksimal maka serahkanlah segala macam urusan kita, sehat sakit kita hanya kepada Allah semata karena hanya dia-lah segala macam

urusan dikembalikan. Dan barang siapa yang menyerahkan segala urusan dunia dan akhiratnya hanya kepada Allah, maka Allah akan memberikan hati mereka rasa aman, tenang dan tentram sehingga mereka dapat beraktivitas dengan maksimal sehingga mencapai hasil yang diinginkan. Kritik dan Saran Kami sangat mengharapkan Kritik dan Saran yang bersifat membangun dalam penyusunan makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA

Http.rsjLewang.com Http.Yodistyawan.wordpress.com http://www.google.co.id/search?client=firefox-a&rls=org.mozilla%3Aen-US %3Aofficial&channel=s&hl=id&source=hp&q= %22tradisi+keagamaan+dan+kepercayaan+yang+berhubungan+dengan+penin gkatan+kesehatan%22&meta=&btnG=Telusuri+dengan+Google

Beri Nilai