Anda di halaman 1dari 4

Modul 4 Frekuensimeter

Tujuan 1. Mahasiswa dapat memahami karakteristik gelombang mekanik 2. Mahasiswa dapat mengetahui Prinsip kerja Frekuensimeter 3. Mahasiswa dapat menghitung Frekuensi yang dihasilkan oleh sumber suara

Dasar Teori 1. Gelombang Gelombang adalah getaran yang merambat dalam suatu ruang. Di dalam
perambatannya ada gelombang yang memerlukan medium perantara, misalnya gelombang air, gelombang bunyi. Tetapi ada juga yang tidak memerlukan medium perantara, misalnya gelombang cahaya dan gelombangelektromagnet. Berdasarkan cara rambat dan medium yang dilalui,gelombang dibagi menjadi dua bagian : 1. Gelombang mekanik adalah gelombang yang memerlukan medium perantara dalam perambatanya. 2. Gelombang Elektromagnetik adalah gelombang yang tidak memerlukan medium perantara dalam perambatanya.

2. ADC (Analog to Digital Converter) Analog to Digital Converter (ADC) adalah sebuah piranti yang dirancang untuk mengubah sinyal-sinyal analog menjadi bentuk sinyal digital. IC ADC 0804 dianggap dapat memenuhi kebutuhan dari rangkaian yang akan dibuat. IC jenis ini bekerja secara cermat dengan menambahkan sedikit komponen sesuai dengan spesifikasi yang harus diberikan dan dapat mengkonversikan secara cepat suatu masukan tegangan. Hal-hal yang juga perlu diperhatikan dalam penggunaan ADC ini adalah tegangan maksimum yang dapat dikonversikan oleh ADC dari rangkaian pengkondisi sinyal, resolusi, pewaktu eksternal ADC, tipe keluaran, ketepatan dan waktu konversinya. Salah satu cara untuk mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital adalah ADC tipe counter (ADC tipe digital ramp) menggunakan counter sebagai komponen utama untuk mengubah masukan analog menjadi keluaran digital. ADC ini akan mencacah mulai dari 0 sampai nilai yang setara dengan masukan analog. Hasil pencacahan ini diubah menjadi analog dengan DAC untuk dibandingkan dengan masukan analog. Pencacahan yang

dilakukan oleh counter akan berhenti jika nilai pencacahan lebih besar dari masukan analog. Nilai hasil pencacahan yang terakhir ini merupakan hasil konversi yang merupakan nilai setara masukan analog . 3.Prinsip Kerja Frekuensimeter Frekuensi meter yaitu suatu alat ukur yang digunakan untuk mengukur frekuensi sinyal/gelombang listrik. Pengertian frekuensi sendiri yaitu banyak/jumlah gelombang dalam satu detik (satuan : Hz). Dari dua hal tersebut sebenarnya dapat kita tarik kesimpulan tentang cara pengukuran frekuensi. Pertama, hitung jumlah gelombang dalam selang waktu satu detik. Atau, yang kedua hitung berapa lama perioda satu gelombang, lalu buat korelasinya jika selang waktu satu detik kira-kira akan ada berapa gelombang jika periodanya x .detikmatematis f = 1/ T . Prinsip kerja Frekuensi meter adalah Sinyal yang akan diukur frekuensinya diubah menjadi barisan pulsa, satu pulsa untuk setiap siklus sinyal. Kemudian jumlah pulsa yang terdapat pada interval waktu tertenu dihitung dengan counter elektronik. Karena pulsa ini dari siklus sinyal yang tidak diketahui, jumlah pulsa pada counter merupakan frekuensi sinyal yang diukur. Karena counter elektronik ini sangat cepat, maka sinyal dari frekuensi tinggi dapat diketahui Ketika gelombang suara masuk ke mikrofon kondensor, Dalam mic ini terdapat kapasitor yang terdiri dari dua keping plat atau piringan yang keduanya mempunyai voltage atau tegangan. Salah satu dari plat tersebut terbuat dari materi yang sangat ringan yang bertindak sebagai diafragma dan sensitif dengan gelombang suara. Diafragma tersebut akan bergetar jika ada gelombang suara yang datang. Dengan merubah jarak antara dua plat tersebut maka akan merubah kapasitinya, jadi disaat plat bergetar maka hal yang terjadi adalah mula-mula plat akan berdekatan yang mengakibatkan kapasitas akan meningkat dan merubah voltasi muatan arus, kemudian sebaliknya plat akan menjauh yang mengakibatkan kapasitasnya menurun yang

mengakibatkan voltasi juga berubah. Maka fungsi dari kondensor ini adalah merubah energi akustik menjadi energi listrik Sinyal analog merupakan sinyal kontinu dan perlu diubahnya menjadi sebuah sinyal digital. Untuk itu perlu untuk menentukan saat/waktu dimana sebuah nilai digital yang baru diambil dari sebuah sinyal analog. Saat dari pengambilan nilai baru ini disebut dengan sampling. Karena secara praktis ADC tidak dapat membuat sebuah pengkonversian yang terus menerus, nilai masukan harus ditahan tetap selama waktu tertentu yaitu pada saat converter melakukan sebuah pengkonversian (atau disebut waktu konversi). Sebuah

rangkaian masukan yang disebut rangkaian sample and hold melakukan tugasnya kebanyakan menggunakan kapasitor untuk menyimpan tegangan analog pada masukan dan menggunakan sebuah sakelar elektrik atau gate untuk memutuskan kapasitor dari masukan. Kebanyakan rangkaian ADC sudah terintegrasi dengan subsistem sample and hold secara internal yang pemogramanya. Alat dan Bahan 1. Frekuensimeter 2. MP3 3. Mistar 4. komputer 5.Sofware CV AVR Prosedur Percobaan 1. Hubungkan Frekuensimeter kedalam Komputer. 2. Buka sofwere CV AVR untuk pemogramanya. 3. Hidupkan MP3 dan kondensor dekatkan dengan sumber bunyi (MP3) dan hasilnya dapat dibaca dalam sofwere.Variasikan jarak sebanyak 5 Variasi. 4. Dengan menggunakan transformasi fourier jelaskan fungsi dan karakteristik gelombang yang didapat. 5. Catatlah hasil Frekuensi yang terbaca di komputer. Tugas akhir 1. Buatlah diagram alir percobaan 2. Analisis hasil sinyal yang dihasilkan dan karakteristik gelombang yang dihasilkan 3. Analisis Faktor2 yang mempengaruhi frekuensi yang dihasilkan [1] [2] [3] Daftar Pustaka http://studentsite.gunadarma.ac.id [diakses tanggal 1Juni 2011] http://Wikipedia.com [diakses tanggal 1 Juni 2011] Ardisasmita.S,Sistem Kendali Peralatan dengan Perintah Suara menggunakan Model Hidden Markov dan Jaringan Syaraf Tiruan,Yogyakarta,2003. [4] [5] [6] [7] [8] http://id.wordpress.com/ref=footer [diakses tanggal 27 Mei 2011] http://www.avrfreaks.net/index.php?name=PNphpBB2[diakses tanggal 28 Mei 2011] http://www.rason.org/projects.htm [diakses tanggal 28 Mei 2011] http://elm-chan.org/works/rsm/report_e.html [diakses tanggal 28 Mei 2011] http://hariankeluarga.blogspot.com [diakses tanggal 28 Mei 2011] disebut quantisasi.setelah itu menggunakan encoder untuk proses

[9]

Alvan.A,Prinsip kerja Kondensor, Bandung: UNPAD, 2005.

[10] Putranto.A.Tehnik Otomatis Industri.Jakarta:Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan


Menengah,Jakarta :2008.

1. .