Anda di halaman 1dari 3

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA MEDAN


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
Jl. Williem Iskandar Psr. V Medan Estate, Telp. 6622925, Medan 20731,
Sumatera Utara, Indonesia. Email : fitk@uinsu.ac.id

Nama : Meidini Mutia


Nim : 0301181036
Mata Kuliah : Isu-Isu Aktual dalam Pendidikan
Semester / Jurusan : VII / PAI-5
Dosen : Dr. Ahmad Darlis, M.Pd.I
Jenis Tugas : Tugas Mandiri (Analisis Regulasi)

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA


NOMOR 82 TAHUN 2021
TENTANG
PENDANAAN PENYELENGGARAAN PESANTREN

A. Latar Belakang
Pertimbangan Perpres 82 tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren
adalah untuk melaksanakan ketentuan Pasal 48 ayat (5) dan Pasal 49 ayat (2) Undang-Undang
Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren serta dalam rangka optimalisasi pendanaan dalam
penyelenggaraan pesantren untuk menunjang fungsi pendidikan, fungsi dakwah, dan fungsi
pemberdayaan masyarakat, perlu menetapkan Peraturan Presiden tentang Pendanaan
Penyelenggaraan Pesantren.

B. Pengertian Perpres RI No. 82 Tahun 2021 Tentang Pendanaan Penyelenggaraan


Pesantren
Perpres 82 tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren menyebutkan
bahwa Pondok Pesantren, Dayah, Surau, Meunasah, atau sebutan iain yang selanjutnya disebut
Pesantren adalah lembaga yang berbasis masyarakat dan didirikan oleh perseorangan, yayasan,
organisasi masyarakat Islam, dan/atau masyarakat yang menanamkan keimanan dan ketakwaan
kepada Allah Swt., menyemaikan akhlak mulia, serta memegang teguh ajaran Islam rahmatan
lil'alamin yang tercermin dari sikap rendah hati, toleran, keseimbangan, moderat, dan nilai-nilai
luhur bangsa Indonesia lainnya melalui pendidikan, dakwah Islam, keteladanan, dan
pemberdayaan masyarakat dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perpres 82 tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren mengenalkan


skema baru yaitu Dana Abadi Pesantren. Dana Abadi Pesantren adalah dana yang dialokasikan
khusus untuk Pesantren dan bersifat abadi untuk menjamin keberlangsungan pengembangan
pendidikan Pesantren yang bersumber dan merupakan bagian dari dana abadi pendidikan. Dana
Abadi Pesantren berbeda dengan Hibah. Karena dalam Perpres 82 tahun 2021 tentang
Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Hibah adalah pemberian barang, uang, atau jasa dengan
pengalihan hak untuk kepentingan Pesantren dan dituangkan dalam perjanjian hibah.

C. Dasar Hukum Perpres RI No. 82 Tahun 2021 Tentang Pendanaan Penyelenggaraan


Pesantren

Dasar hukum Perpres 82 tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren


adalah:
1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2019 Nomor 191, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 6406).

D. Tujuan dan Fungsi Perpres RI No. 82 Tahun 2021 Tentang Pendanaan


Penyelenggaraan Pesantren

Pendanaan penyelenggaraan Pesantren dikelola berdasarkan asas dan tujuan


penyelenggaraan Pesantren sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pendanaan penyelenggaraan Pesantren dikelola untuk pengembangan fungsi Pesantren yang
meliputi:
a. fungsi pendidikan;
b. fungsi dakwah; dan
c. fungsi pemberdayaan masyarakat.

E. Hasil Analisis Terhadap Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 82 Tahun 2021
Tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren

Berdasarkan penjelasan diatas diketahui bahwasannya penyusunan Perpres ini dilakukan


oleh Kementerian Agama (Kemenag) dengan melibatkan para pihak dari lintas
kementerian/lembaga negara dan stakeholders pesantren. Dengan terbitnya Perpres ini,
pemerintah daerah juga bisa mengalokasikan anggaran untuk membantu pesantren, pada fungsi
pendidikan, dakwah, maupun pemberdayaan masyarakat.

Pemerintah melalui Perpres tersebut mendefinisikan dana abadi pesantren sebagai dana
yang dialokasikan khusus untuk pesantren dan bersifat abadi untuk menjamin keberlangsungan
pengembangan pendidikan pesantren yang bersumber dan merupakan bagian dari dana abadi
pendidikan. Pendanaan tersebut dialokasikan melalui mekanisme hibah, baik untuk membantu
penyelenggaraan fungsi pendidikan, dakwah, maupun pemberdayaan masyarakat. Terkait
Dana Abadi Pesantren, Menag menyampaikan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi
dengan Menteri Keuangan (Menkeu) selaku pengelola Dana Abadi Pendidikan. Pasalnya,
dalam Perpres diatur bahwa Dana Abadi Pesantren bersumber dan merupakan bagian dari
Dana Abadi Pendidikan.

Hal ini menjadi langkah positif sebab selama ini ada keraguan sejumlah pemda
mengalokasikan anggaran untuk pesantren lantaran pos pendidikan keagamaan dianggap
sebagai urusan pusat atau Kementerian Agama (Kemenag). Menurut saya, regulasi ini akan
disambut dengan baik lantaran hal itu menunjukkan fasilitas anggaran kepada pesantren
diperhatikan. Ini bentuk afirmasi pemerintah dalam fasilitasi anggaran bahwa pondok
pesantren dengan pendidikan umum mempunyai hak yang sama dalam memperoleh hak
budget atau anggaran, mengatakan dalam upaya perhatian kepada pesantren pihaknya tentu
berharap agar urusan administrasi dan segala turunnya tidak dibebankan kepada para kiai.
Sebab, banyak kalangan kiai yang memang ikhlas luar biasa dalam menjalankan tugas
pesantren sehingga terkadang memang tak memperhatikan urusan legalitas.

Menurut saya, hendaknya pemerintah, aparat, kader partai politik dan siapapun merekalah
yang seharusnya akan mengurusi legalitas formalitas pesantren sampai akhirnya pesantren itu
berhak mendapat bantuan, berhak mendapat legalitas. Jika Kiai atau pimpinan pesantren masih
diribeti urusan administrasi tentu hal tersebut bakal mengganggu aktivitas belajar mengajar di
pondok pesantren. Disisi lain, saya khawatir jika kiai masih diribetkan dengan urusan
administrasi maka bisa berdampak kurang baik. Sehingga, harapannya pondok pesantren bisa
mendapatkan perhatian tanpa harus dibebankan urusan lain-lain. Dengan kebijakan afirmatif
tersebut, para kiai berharap keinginan untuk data resmi baik jumlah santri, ustadz maupun
pesantren dapat segera dipenuhi.

Menurut saya, dengan adanya regulasi ini maka diharapkan kian meningkatkan kualitas
pendidikan pesantren di Indonesia karena ada regulasi baru yang memperkuat bagi pemerintah
daerah untuk membantu dalam hal alokasi anggaran.