Anda di halaman 1dari 13

MANAJEMEN INDUSTRI SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Industri Dosen

: Muhammad Ali, MT

Oleh : Nama NIM Kelas : Istu Nugroho : 08501241005 :A

PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2010


supply_chain_management_istu_nugroho 1

SUPPLY CHAIN MANAGEMENT A. Pendahuluan Pada saat ini supply chain management menjadi sorotan dalam dunia industri. Problem pemilihan supplier merupakan salah satu isu penting, karena pemilihan supplier menjadi bagian dari sebuah supply chain maka hubungan tersebut akan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kelangsungan produksi. Inti utama dari SCM adalah proses distribusi. Distribusi adalah proses untuk memindahkan dan menyimpan barang mulai dari tingkat supplier sampai ke tingkat pelanggan dalam rantai pasok. Distribusi yang optimal akan menjadi kunci dari keberhasilan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya, karena secara langsung proses distribusi akan berdampak pada biaya supply chain dan customer experince. Pihak yang terlibat dalam rantai pasok ini tidak hanya produsen dan supplier saja, tetapi juga termasuk transportasi, warehouse, retailer, dan pelanggan. Sehingga perusahaan dalam hal ini produsen, juga harus mempertimbangkan keberadaan dan pemilihan setiap entitas yang ada dalam rantai pasok ini. Dalam SCM ada banyak hal yang harus dipertimbangkan terkait dengan berbagai aliran dalam rantai pasok. Ada tiga tahapan yang digunakan dalam menyusun SCM yaitu, membuat desain jaringan rantai pasok, perencanaan rantai pasok, dan mengendalikan operasi dalam rantai pasok tersebut (Chopra dan Meindl, 2001). Dari ketiga tahapan tersebut desain jaringan rantai pasok atau sering disebut supply chain network merupakan keputusan yang cukup penting, karena keputusan ini merupakan keputusan strategis jangka panjang yang cukup sulit dan memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk melakukan perubahan di dalamnya. Hal-hal yang terkait dalam tahap ini diantaranya adalah penentuan lokasi produksi, penentuan lokasi warehouse, pemilihan supplier, dsb. Keputusan memilih supplier bukanlah sebuah hal yang mudah, pada kenyataannya ada banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih supplier yang berkualitas. Dahulu, pembelian barang cenderung dilakukan hanya untuk mendapatkan harga serendah mungkin, yaitu dengan menggunakan banyak supplier dengan perjanjian jangka pendek. Seiring dengan berkembangnya sistem produksi, misalnya dengan adanya just in time (JIT), kecenderungan tersebut sekarang berubah dengan memberikan penekanan lebih pada beberapa kriteria, daripada hanya menggunakan atribut harga.
supply_chain_management_istu_nugroho 2

Ada banyak kriteria yang muncul dalam masalah pemilihan supplier, namun dari sekian banyak kriteria, ternyata harga yang ditawarkan oleh supplier, kualitas supplier, dan waktu pengiriman selalu muncul dalam masalah ini. Selain itu, resiko dapat menjadi faktor utama yang mempengaruhi pemilihan supplier. Resiko disini dapat berupa resiko penolakan barang pesanan, maupun resiko keterlambatan pengiriman barang. Sementara harga yang ditawarkan oleh tiap-tiap supplier juga sering kali berubah-ubah secara fluktuatif akibat dari kebijakan supplier sendiri maupun dari perubahan harga bahan baku di pasar global.

B. Pembahasan 1. Pengertian SCM SCM diakui sebagai strategi kompetitif dalam sebuah industri maupun organisasi. Organisasi terus berusaha untuk menyediakan produk dan layanan kepada pelanggan yang lebih cepat, murah, dan lebih baik daripada pesaing. Dalam mencapai kesuksesan, mereka harus bekerja atas dasar kerja sama dengan organisasi-organisasi yang berkaitan dengan penyediaan rantai agar dapat berhasil. Sebuah rantai suplai terdiri dari semua pihak yang terlibat, langsung atau tidak langsung, dalam memenuhi permintaan pelanggan. SCM tidak hanya meliputi produsen dan pemasok, tetapi juga gudang, pengecer dan bahkan pelanggan sendiri. Dalam sebuah pabrik, SCM meliputi semua fungsi yang terlibat dalam menerima dan mengisi permintaan pelanggan. Fungsifungsi ini meliputi pengembangan produk baru, pemasaran, operasi, distribusi, keuangan, dan layanan pelanggan. Sebuah rantai pasok bersifat dinamis dan terusmenerus melibatkan arus informasi, produk, dan dana antara tahapan yang berbeda. Pengertian supply menurut Indrajit dan Djokopranoto adalah sejumlah material yang disimpan dan dirawat menurut aturan tertentu dalam tempat persediaan agar selalu dalam keadaan siap pakai dan ditatausahakan dalam buku perusahaan. Pengertian supply chain Menurut Schroeder adalah sebuah proses bisnis dan informasi yang berulang yang menyediakan produk atau layanan dari pemasok melalui proses pembuatan dan pendistribusian kepada konsumen. Sedangkan menurut Indrajit dan Djokopranoto supply chain adalah suatu tempat sistem organisasi menyalurkan barang produksi dan jasanya kepada para pelanggannya. Rantai ini juga merupakan jaringan dari berbagai organisasi yang saling berhubungan dan mempunyai tujuan yang sama,
supply_chain_management_istu_nugroho 3

yaitu sebaik mungkin menyelenggarakan pengadaan atau penyalur barang tersebut. Pengertian Manajemen adalah teknik atau seni untuk mengarahkan dan menggerakkan orang lain dalam rangka mencapai tujuan. Pengertian menurut Schroeder Supply Chain Management (SCM) adalah perancangan, desain, dan kontrol arus material dan informasi sepanjang rantai pasokan dengan tujuan kepuasan konsumen sekarang dan di masa depan. Menurut Simchi-Levi et al SCM adalah suatu pendekatan dalam mengintegrasikan berbagai organisasi yang menyelenggarakan pengadaan atau penyaluran barang, yaitu supplier, manufacturer, warehouse dan stores sehingga barang-barang tersebut dapat diproduksi dan didistribusikan dalam jumlah yang tepat, lokasi yang tepat, waktu yang tepat dan biaya yang seminimal mungkin. Pengertian yang lain: "Supply chain management (SCM) is the management of a network of interconnected businesses involved in the ultimate provision of product and service packages required by end customers (Harland, 1996)" "Supply chain management (SCM) is the combination of art and science that goes into improving the way your company finds the raw components it needs to make a product or service and deliver it to customers (Worthen & Wailgum, 2008)" "Supply chain management (SCM) is the oversight of materials, information, and finances as they move in a process from supplier to manufacturer to wholesaler to retailer to consumer (SearchCIO.com, 2009)". Dari definisi diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Supply Chain Management (SCM) adalah sebuah teknik manajemen pengelolaan aliran produk yang terorganisir mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi hingga ke rantai paling akhir yaitu konsumen. Struktur sederhana dari SCM:

supply_chain_management_istu_nugroho

2. Tujuan SCM Berdasarkan dari definisi-definisi diatas maka tujuan dari SCM antara lain adalah: 1) Supply chain manajemen menyangkut pertimbangan mengenai lokasi setiap fasilitas yang memiliki dampak terhadap aktivitas dan biaya dalam rangka memproduksi produk yang diinginkan pelanggan dari supplier dan pabrik hingga disimpan di gudang dan pendistribusiannya ke sentra penjualan. 2) Mencapai efisiensi aktivitas dan biaya seluruh sistem, total biaya sistem dari transportasi hingga distribusi persediaan bahan baku, proses kerja dan barang jadi. 3) Untuk memastikan sebuah produk berada pada tempat dan waktu yang tepat untuk memenuhi permintaan konsumen tanpa menciptakan stok yang berlebihan atau kekurangan. 4) untuk menjamin kesatuan gerak dari jumlah dan kwalitas yang memadai pada persediaan yang meliputi banyak hal seperti perencanaan dan komunikasi. Lebih sederhana lagi dapat diartikan bahwa tujuan dari management supply chain adalah untuk memastikan seluruh item barang berada pada tempat dan waktu yang tepat agar dapat memberikan keuntungan yang terbaik dan service kepada customer. 5) Memaksimalkan keseluruhan nilai dari organisasi organisasi pendukung industri yang berdampak pada kenaikan profit dan hubungan baik antar organisasi.

supply_chain_management_istu_nugroho

SUPPLY CHAIN MANAGEMENT FRAMEWORK:

Elements and Key Decisions


2) What processes should be linked with each of these key supply chain members?

Supply Chain Business Processes

BP
Supply Chain Management Components

MC

NS Supply Chain
Network Structure

3) What level of integration and management should be applied for each process link?
12/1/2009 Understanding The Supply Chain

1) Who are the key supply chain members with whom to link processes?
11

3. Komponen dasar SCM Sistem informasi memiliki peranan penting dalam kesuksesan SCM yang dilakukan. Sistem informasi tersebut harus dapat menyediakan semua informasi yang dibutuhkan, antara lain mengenai: Informasi pendukung seperti data permintaan, peramalan, kolaborasi potensial, Supplier bahan baku, Inventory bahan baku dan produk jadi, Proses produksi, Jaringan distribusi, Pihak ke-3 penyedia layanan, Finansial, Konsumen.

Sistem informasi yang dibutuhkan hendaknya berbasis aplikasi web yang dapat menyediakan informasi secara real-time, sehingga proses pengambilan keputusan dalam SCM dapat berjalan dengan baik. 5 komponen dasar SCM adalah (Worthen & Wailgum, 2008):
supply_chain_management_istu_nugroho 6

a. Plan (Perencanaan) Awal kesuksesan SCM adalah pada proses penentuan strategi SCM. Tujuan utama dari proses perumusan strategi adalah agar tercapainya efisiensi dan efektivitas biaya dan terjaminnya kualitas produk yang dihasilkan hingga sampai ke konsumen. b. Source (Sumber Barang) Perusahaan harus memilih supplier bahan baku yang kredibel dan senggup untuk mendukung proses produksi yang akan dilakukan. Oleh sebab itu manejer SCM harus dapat menetapkan harga, mengelola pengiriman dan pembayaran bahan baku, serta menjaga dan meningkatkan hubungan bisnis terhadap supplier. c. Make (Manufacturing) Komponen ini adalah tahap manufacturing. Manejer SCM melakukan penyusunan jadwal aktivitas yang dibutuhkan dalam proses produksi, uji coba produk, pengemasan dan persiapan pengiriman produk. Tahap ini merupkan tahap yang paling penting dalam SCM. Perusahaan juga harus mampu melakukan pengukuran kualitas, output produksi, dan produktivitas pekerja. d. Deliver (Pengiriman) Perusahaan memenuhi order dari permintaan konsumen, mengelola jarigan gudang penyimpanan, memilih distributor untuk menyerahkan produk ke konsumen, dan mengatur sistem pembayaran. e. Return (Pengembalian) Perencana SCM harus membuat jaringan yang fleksibel dan responsif untuk produk cacat dari konsumen dan membentuk layanan aduan konsumen yang memiliki masalah dengan produk yang dikirimkan. Dengan demikian, hendaknya perusahaan selalu membuat laporan performansi bisnis mereka secara rutin. Sehingga pimpinan perusahaan dapat mengetahui perubahan performa bisnis yang telah dilakukan sesuai dengan tujuan awal dari SCM yang telah ditetapkan.

4. Tahapan dalam SCM Untuk mencapai supply chain yang terintregasi terdapat beberapa tahapan, diantaranya yaitu : a. Tahap 1: Baseline (Dasar)
supply_chain_management_istu_nugroho 7

Posisi dari kebebasan fungsional yang lengkap di mana masing-masing fungsi bisnis seperti produksi dan pembelian melakukan aktivitas mereka secara sendiri-sendiri dan terpisah dari fungsi bisnis yang lain. b. Tahap 2: Integrasi Fungsional Perusahaan telah menyadari perlu sekurang-kurangnya ada penggabungan antara fungsifungsi yang melakukan aktivitas hampir sama, misalnya antara bagian distribusi dan manajemen persediaan atau pembelian dengan pengendalian material. c. Tahap 3: Integrasi secara internal Diperlukan pengadaan dan pelaksanaan perencanaan kerangka kerja end-to-end. d. Tahap 4: Integrasi secara eksternal Integrasi supply chain yang sebenarnya dengan konsep menghubungkan dan koordinasi yang dicapai pada Tahap3, yang diperluas dengan bagian supplier dan pelanggan.

5. Keuntungan menerapkan SCM Keuntungan dari menerapkan SCM menurut Indrajit dan Djokopranoto adalah: Mengurangi inventori barang. Inventori merupakan aset perusahaan yang berkisar antara 30%-40% sedangkan biaya penyimpanan barang berkisar 20%-40% dari nilai barang yang disimpan. Menjamin kelancaran arus barang. Rangkaian perjalanan dari bahan baku sampai menjadi barang jadi dan diterima oleh pemakai/pelanggan merupakan suatu mata rantai yang panjang (chain) yang perlu dikelola dengan baik. Menjamin mutu. Jaminan mutu juga merupakan serangkaian mata rantai panjang yang harus dikelola dengan baik karena mutu barang jadi ditentukan tidak hanya oleh proses produksi tetapi juga oleh mutu bahan mentahnya dan mutu keamanan dalam pengirimannya.

supply_chain_management_istu_nugroho

6. Fungsi SCM Ada dua fungsi SCM, yaitu: a. SCM secara fisik mengkonversi bahan baku menjadi produk jadi dan menghantarkannya ke pemakai akhir. Fungsi pertama ini berkaitan dengan ongkosongkos fisik, yaitu ongkos material, ongkos penyimpanan, ongkos produksi, ongkos transportasi dan sebagainya. b. SCM sebagai mediasi pasar, yakni memastikan bahwa apa yang di suplai oleh SCM mencerminkan aspirasi pelanggan atau pemakai akhir tersebut. Fungsi kedua ini berkaitan dengan biaya-biaya survey pasar, perancangan produk, serta biaya-biaya akibat tidak terpenuhinya aspirasi konsumen oleh produk yang disediakan oleh sebuah SCM. Ongkos-ongkos ini bisa berupa ongkos markdown, yakni penurunan harga produk yang tidak laku dijual dengan harga normal, atau ongkos kekurangan supply yang dinamakan dengan stockout cost.

7. Prinsip-prinsip SCM Menurut Anderson, Britt dan Favre (1997) ada 7 prinsip dalam SCM yang diperuntukkan bagi manajer dalam merumuskan keputusan strategis, yaitu: 1) Segmentasi pelanggan berdasarkan kebutuhannya. 2) Sesuaikan jaringan logistik untuk melayani kebutuhan pelanggan yang berbeda. 3) Dengarkan sinyal pasar dan jadikan sinyal tersebut sebagai dasar dalam perencanaan kebutuhan (demand planning) sehingga bisa menghasilkan ramalan yang konsisten dan alokasi sumberdaya yang optimal. 4) Diferensiasi produk pada titik yang lebih dekat dengan konsumen dan percepat konversinya di sepanjang SCM. 5) Kelola sumber-sumber suplai secara strategis untuk mengurangi ongkos kepemilikan dari material maupun jasa. 6) Kembangkan strategi teknologi untuk keseluruhan SCM yang mendukung pengambilan keputusan berhirarki serta berikan gambaran yang jelasdari aliran prouk, jasa maupun informasi. 7) Adopsi pengukuran kinerja untuk sebuah SCM secara keseluruhan dengan maksud untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen akhir.

supply_chain_management_istu_nugroho

8. Supply Chain Management dan Teknologi Informasi Konsep SCM tidak dapat dipisahkan dari perkembangan teknologi informasi (TI). Bahkan kalau dilihat dari sejarahnya, justru kemajuan TI inilah yang melahirkan prinsip-prinsip dasar supply chain. Alasannya adalah karena pengintegrasian berbagai proses dan entitas bisnis di dalam manajamen supply chain adalah melakukan penggunaan bersama-sama terhadap informasi yang dimiliki dan dihasilkan oleh berbagai pihak. Secara umum, peranan TI di dalam manajemen supply chain dapat dilihat dari dua perspektif besar, yaitu perspektif teknis dan perspektif manajerial [Indrajit dan Djokopranoto, p137]. 1. Perspektif Teknis Dilihat dari sisi teknis, ada dua fungsi dari teknologi informasi yang harus dipenuhi, yaitu: a) Fungsi penciptaan Aspek-aspek yang harus dapat dilakukan oleh TI adalah sebagai berikut: TI harus mampu menjadi medium atau sarana untuk mengubah fakta-fakta atau kejadian-kejadian sehari-hari yang dijumpai dalam bisnis perusahaan ke dalam format data kuantitatif. Teknoligi harus mampu mengubah data mentah yang telah dikumpulkannya tersebut menjadi informasi yang relevan bagi setiap penggunanya, yaitu manajemen, staf, konsumen, mitra bisnis, pemilik perusahaan dan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Hasil dari pengambilan keputusan akan memberikan berbagai dampak langsung maupun tidak langsung terhadap kinerja bisnis perusahaan. TI mengolah informasi yang diperoleh dengan berbagai konteks organisasi yang ada menjadi sebuah knowledge yang dapat diakses oleh semua pihak di dalam perusahaan. Kumpulan dari knowledge yang diperoleh dan dipelajari selama perusahaan beroperasi akan menjadi bekal suatu kebijakan yang tidak ternilai harganya.

b) Fungsi penyebaran Terhadap entitas fakta, data, informasi, knowledge tersebut TI memiliki fungsifungsi yang berhubungan dengan aspek penyebaran sebagai berikut: Gathering.
supply_chain_management_istu_nugroho 10

TI harus memiliki fasilitas-fasilitas yang mampu mengumpulkan entitas-entitas tersebut dan meletakkannya di dalam suatu media penyimpanan digital. Organising. Untuk memudahkan pencarian terhadap entitas-entitas tersebut di kemudian hari, TI harus memiliki mekanisme dalam mengorganisasikan penyimpanan entitas-entitas tersebut ke dalam media penyimpanan. Selecting. TI harus menyediakan fasilitas untuk memudahkan pencarian dan pemilihan. Synthesizing. TI harus mampu memenuhi kebutuhan manager dalam hal menggabungkan beberapa entitas menjadi satu kesatuan yang terintegrasi. Distributing. TI harus mampu memiliki infrastruktur yang dapat menyalurkan berbagai entitas dari tempat penyimpanannya ke pihak-pihak yang membutuhkannya.

2. Perspektif Manajerial Dilihat dari sisi bisnis manajerial, terutama dalam kaitannya dengan manajemen supply chain, ada tiga peranan yang diharapkan oleh perusahaan dari implementasi efektif sebuah TI, yaitu : a) Mengurangi resiko (minimize risks) Pada umumnya resiko berasal dari adanya ketidakpastian dalam berbagai hal dan aspek-aspek eksternal lain yang berada diluar perusahaan. Kehadiran TI selain harus mampu membantu perusahaan mengurangi resiko bisnis yang ada, perlu pula menjadi sarana untuk membantu manajemen dalam mengelola resiko (managing risks) yang dihadapi sehari-hari. b) Mengurangi biaya (minimize costs) Tawaran lain yang ditawarkan TI adalah perbaikan efisiensi dan optimalisasi prosesproses bisnis di perusahaan. Ada empat cara yang ditawarkan TI untuk mengurangi biaya-biaya yang seringkali dikeluarkan untuk kegiatan operasional sehari-hari, yaitu : Eliminasi proses. Implementasi berbagai komponen teknologi informasi akan mampu

menghilangkan atau mengeliminasi proses yang dirasa tidak perlu (non value added process).
supply_chain_management_istu_nugroho 11

Simplifikasi proses. Berbagai proses yang panjang dan berbelit-belit (birokratis) biasanya dapat disederhanakan dengan mengimplementasikan berbagai komponen TI (basisdata dan aplikasi misalnya). Integrasi proses. TI juga mampu melakukan pengintegrasian beberapa proses menjadi satu sehingga terasa lebih cepat dan praktis (secara langsung akan meningkatkan kepuasan pelanggan juga). Otomatisasi proses. Mengubah proses manual menjadi otomatis merupakan tawaran lain untuk mempermudah perusahaan melaksanakan kegiatan operasionalnya sehari-hari dari TI. c) Menambah nilai (add value) Tujuan dari penciptaan value tidak saja sekedar memuaskan pelanggan (customer satisfaction), tetapi lebih jauh lagi untuk menciptakan loyalitas (customer loyalty) sehingga pelanggan tersebut selalu menjadi konsumennya untuk jangka panjang (customer bonding).

9. Jebakan dalam SCM Pengukuran kinerja yang tidak terdefinisikan dengan baik Customer service tidak didefinisikan dengan jelas Status data pengiriman yang tidak akurat dan sering terlambat Sistem informasi tidak efisien Dampak ketidakpastian diabaikan Kebijakan inventori terlalu sederhana Diskriminasi terhadap internal customer Koordinasi antar aktivitas suplai, produksi, & pengiriman tidak bagus Analisis metode-metode pengiriman tidak lengkap Definisi ongkos-ongkos persediaan tidak tepat Ada kendala komunikasi antar organisasi Perancangan dan operasional SCM dibuat secara terpisah SCM tidak lengkap
supply_chain_management_istu_nugroho 12

Daftar Pustaka

http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-8397-5205100050-Chapter1.pdf, 15 april 2010 Budi Rahardjo.Institut Teknologi Bandung. www.cert.or.id/~budi/presentations/aplikasi-SCM.ppt, 15 april 2010 nakhlia rahmawati (2009). http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-9301Chapter1.pdf, 15 april 2010 http://www.igtiubaya.com/file_file_ig_ubaya/SUPPLY%20CHAIN%20MANAGEMEN11.doc, 15 april 2010 Indah Baroroh, ST.RFID dalam supply chain. http://www.cerl.org/web/_media/en/publications/newsletter6.pdf?id=en%3Apublication s%3Anewsletter&cache=cache, 15 april 2010 david panggabean(2009).analisis logistic dengan menggunakan konsep SCM.http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/11950/1/09E02725.pdf, 15 april 2010 sidarto.konsep pengukuran kinerja SCM pada system manufactur dengan model performance of aktifity(POA) dan SCOR.www.scribd.com/doc/16631060/hal6877sidarta1.pdf, 15 april 2010 Punjawan,IN.2001.Supply Chain Management.Guna Widya: Surabaya. Mustofa Hadi,SE. http://markbiz.files.wordpress.com/2007/05/7-supply-chainmanagement.pdf, 15 april 2010 yayuk sulyanti(2006). http://yayuk.blogspot.com, 15 april 2010

supply_chain_management_istu_nugroho

13