Anda di halaman 1dari 11

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.

H DENGAN HIV AIDS


DI RUANG IGD RSUD PANDEGA ANGANDARAN

A. PENGKAJIAN
1 Nama : Tn. H
2 Jenis Kelamin : Laki - laki
3 Umur : 34 tahun
4 Status Perkawinan : Sudah Menikah
5 Pekerjaan : Swasta
Agama : Islam
7 Pendidikan Terakhir : SMA
8 Alamat : Jadikarya, Langkaplancar
9 No.register : 00023094
10 Tanggal MRS : 18 Februari 2022
11 Tanggal Pengkajian : 18 Februari 2022

1) RIWAYAT KESEHATAN KLIEN


 Keluhan Utama/Alasan Masuk Rumah Sakit: badan lemas
 Riwayat Penyakit Sekarang:
Klien mengatakan BAB cair sering ±8-10x / hari, mual muntah, demam dan
badan lemas sejak ± 1 bulan, ada penurunan BB ± 8 kg. Keluhan memberat
dalam 5 hari terakhir, klien mengeluh pusing, nyeri menelan, sariawan, nafsu
makan menurun, sesak nafas, bila berjalan seperti orang mabuk. Sebelumnya
sempat dirawat di Puskesmas Parigi, kemudian dirujuk ke RS Pandega
Pangandaran.

 Riwayat Penyakit yang Lalu:


Klien baru pertama kali dirawat di RS, sebelumnya klien tidak pernah menderita
penyakit hipertensi, TBC, DM, atau penyakit yang mengharuskan dirawat di RS,
penyakit yang pernah diderita klien hanya demam dan batuk biasa.
 Riwayat Kesehatan Keluarga:
Klien mengatakan di keluarganya tidak ada yang menderita penyakit yang sama
seperti klien dan tidak ada keluarga yang menderita penyakit menular.

2) POLA AKTIVITAS SEHARI-HARI


 POLA PERSEPSI DAN TATALAKSANA HIDUP SEHAT
1. Pemeliharaan badan : klien diseka keluarga 1 kali sehari
2. Pemeliharaan gigi dan mulut : klien tidak pernah gosok gigi selama di rawat,
gigi tampak kotor, kuning, mulut bau, terdapat kandidiasis di area mulut
3. Pemeliharaan kuku : kuku bersih, panjang – Panjang
 POLA NUTRISI :

1. Jumlah dan jenis makanan : makanan lunak, lauk tahu dan telur, sayur,
dengan total energy 1000 kkal

2. Waktu pemberian makan : pukul 06.00, 12.00, 17.00


3. Jumlah dan jenis cairan : susu 3×200cc, cairan infuse 2000 cc/24 jam
4. Waktu pemberian cairan : cairan infuse diberikan selama 24 jam
5. Pantangan : tidak ada
6. Masalah Makan dan Minum:
a. Kesulitan mengunyah : ada, klien merasa nyeri karena ada sariawa
b. Kesulitan menelan : ada, klien merasa sakit saat menelan
c. Mual dan muntah : ada, klien memuntahkan makanan yang
diberikan
d. Tidak dapat makan sendiri : klien disuapi anggota keluarganya
7. Upaya mengatasi masalah : memasang NGT dan memberikan diit cair
pada klien

 POLA ELIMINASI:
1. BAB : Klien BAB di pampers, tinja cair, ganti pampers baru satu kali
2. BAK : Klien terpasang kateter urin, produksi urine 650cc/hari

3. Kesulitan BAB/BAK : Klien mengalami BAB cair dan sering


4. Upaya/Cara mengatasi masalah tersebut : Pemberian cotrimoxazol 1×960 mg

 POLA TIDUR/ISTIRAHAT :

1. Waktu tidur : klien menghabiskan harinya dengan tidur karena badannya


terasa lemas
2. Waktu Bangun : Klien bangun saat diberi makan dan diberi obat
3. Masalah tidur :-
4. Hal-hal yang mempermudah tidur : -
5. Hal-hal yang mempermudah klien terbangun : -

 POLA AKTIVITAS dan LATIHAN:


Klien hanya berbaring di tempat tidur dan tidak melakukan aktivitas apapun,
karena klien merasa lemes dan BAB cair masih belum berhenti dan makan sediki
3) DATA PSIKOSOSIAL

A. Pola Komunikasi : lancar, namun intensitasnya menurun

B. Orang yang paling dekat dengan klien : kakak perempuan

C. Rekreasi : menyanyi

Hobby : menyanyi

Penggunaan waktu senggang : jalan-jalan ke luar rumah

D. Dampak dirawat di Rumah Sakit: klien tidak bisa mengurusi suami dan anaknya
di rumah dan tidak bisa menyanyi di kafe lagi
E. Hubungan dengan orang lain/ Interaksi sosial : hubungan dengan orang lain baik,
namun interaksinya dengan orang lain menurun karena kondisinya lemah
F. Keluarga yang dihubungi jika diperlukan : kakak perempuan

4) DATA SPIRITUAL

A. Ketaatan Beribadah : klien tidak menjalankan ibadah selama sakit


B. Keyakinan terhadap sehat sakit : keluarga beranggapan penyakit ini adalah
kehendak Tuhan, sehinga tetap harus bersabar dan berusaha untuk mencari
kesembuhan
C. Keyakinan terhadap penyembuhan : Keluarga hanya pasrah pada Tuhan dan
menyerahkan pada tim medis dan menerima apapun yang terjadi walaupun buruk
bagi mereka

PEMERIKSAAN FISIK
 Kesan umum Keadaan Umum : lemah, komposmetis
 Tanda-tanda vital
o Suhu Badan : 38, 5°C Nadi ; 100x/ menit
o Tekanan Darah : 110/70 mmHg Respirasi : 30x/ menit
o Tinggi Badan : 160cm Berat Badan : 48 kg
 Pemeriksaan Head to toe
Kepala dan o Bentuk kepala : Simetris
Rambut Ubun-ubun : Normal, tidak ada benjolan ataupun lesi
Kulit kepala : Bersih
o Rambut : Bersih
Penyebaran dan keadaan rambut : Penyebaran merata
Bau : Tidak berbau
Warna : Hitam
o Wajah : simetris
Warna kulit : sawo matang
Struktur Wajah : normal
Mata Kelengksapan dan kesimetrisan: gerakan mata simetris
Kelopak mata (palpebra) : normal, tidak ada benjolan
Konjungtiva dan sclera : konjunctiva anemis, sclera
tidak ikteru
Pupil : Isokor
Kornea dan iris : RCL/RCTL + (miosis)
Ketajaman penglihatan/Visus : tidak dikaji
Tekanan bola mata : tidak dikaji

Hidung Tulang hidung dan posisi septum nasi : septum tepat di tengah
Lubang hidung : simetris, tidak ada ciaran atau serumen
yang keluar
Cuping hidung : Tidak ada pernapasan cuping hidung
Telinga Bentuk Telinga : normal
Ukuran Telinga : normal
Ketegangan telinga : normal
LubangTelinga : tidak ada serumen -/-, tidak ada cairan yang
keluar dari lobang telinga
Ketajaman pendengaran : menurun
Mulut dan Keadaan Bibir : bibir pecah-pecah
Faring Keadaan Gusi dan Gigi : gusi dan gigi kotor berwarna kuning
Keadaan Lidah : terdapat candidiasis
Leher Posisi Trakhea : normal
Tiroid : dalam batas normal
Suara : jelas namun lirih
Kelenjar Lymphe : terdapat limfedenopati
Vena Jugularis : tidak terdapat pembesaran vena jugularis
Denyut Nadi Coratis : normal, teraba
Thorax Pada inspeksi dada simetris, bentuk dada normal. Auskultasi bunyi
paru normal. Bunyi jantung S1 dan S2 tunggal. Tidak ada murmur.
Abdomen Inspeksi tidak ada asites, palpasi hati dan limpa tidak membesar, ada
nyeri tekan, perkusi bunyi redup, bising usus 14 X/menit
Reproduksi vagina normal, lesi tidak ada.
Ekstremita Klien masih mampu duduk berdiri dan berjalan sedikit, tetapi cepat
s lelah. Ektremitas atas kanan terdapat tatoo dan pada tangan kiri
tampak tanda bekas suntikan.
Integumen Kulit keriput, pucat, akral hangat

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Diagnosa Medis : HIV/AIDS stadium 4
Pemeriksaan Diagnostik/ PenunjangMedis:
1. Laboratorium :
Jenis pemeriksaan Hasil Jenis pemeriksaan Hasil

Darah Urin Jernih

Hemoglobin 8,30 g/dl Warna Kuning

Eritrosit (RBC) 3,34 106/ μL pH 5,5

Leukosit (WBC) 6,53 103/ μL Berat jenis 1,020

Hematokrit (Ht) 25% Glukosa -

Trombosit (PLT) 229 103/ μL Protein 2+

MCV 74,90 Fl Keton -

MCH 24,90 pg Bilirubin -


MCHC 33,20 g/dL Nitrit -

SGOT 117/ μL Urobilin -

SGPT 51/ μL Lekosis -

Analisa gas darah Ureum 91,60 mg/dl

pH 7,30 Kreatinin 3,76 mg/dl

PCO2 24,0 mmHg Darah 2+

PO2 46,1 Albumin 2,42 g/dl

HCO3 11,8 mmol/L Tinja

77,1% Warna Coklat


Saturasi O2
37 Bentuk Cair
Suhu
Epitel +
Imunoserologi
Reaktif Lekosit +
Determine HIV
Reaktif Parasit -
Bioline HIV
Reaktif Telur cacing -
Oncoprobe HIV
5 mm3 darah Larva -
CD 4
Trophozoit -

Kiste -

Serat otot -

Serat makanan -

2. Rontgen :-
3. ECG :-
4. USG :-
5. Lain-lain :-
B. DIAGNOSA,INTERVENSI, IMPLEMENTASI, DAN EVALUASI

NO PENGKAJIAN PRIORITAS TANGGAL/JAM NDX INTERVENSI IMPLEMENTASI EVALUASI


MASALAH
1 DS: Jan 22 2018 Dx1: 1. Monitor 1. Memonitor S:
Klien mengatakan
Klien mengeluh Ketidakefektifan 09.00 Ketidakefektifan tanda-tanda tanda-tanda
Sesak saat bernafas
sesak nafas bersan jalan napas bersihan jalan vital vital
Berhubungan napas O:
DO: TD:120/70
RR: 30×/menit
TTV: dengan produksi Berhubungan mmHg
TD: 110/70mmHg
RR: 30×/menit mukus berlebih dengan produksi RR: 30×/menit
N: 100×/menit
TD: mukus berlebih N: 100×/menit
Suhu: 38,5°C
110/70mmHg S: 37°C
2. Atur posisi
-KU ps lemah
N: 100×/menit 2. Mengatur
Suhu: 38,5°C 10.00 klien semi posisi klien
fawler A:
Terdapat suara semi fawler
10.45 3. Berikan O2 Ketidakefektifan
napas tambahan 3. Memberikan
sesuai bersihan jalan
: ronchi(+), oksigen sesuai
order napas Berhubungan
batuk (-) order 3l/menit
dengan produksi
Hasil menggunakan
mukus berlebih
pemeriksaan simple masker
4. Berikan Belum teratasi
lab: 4. Memberi
11.15 informasi P:
Analisa gas informasi pada
pada klien Intervensi di
darah: klien dan
dan lanjutkan
pH: 7,30; keluarga
13
Po2: 46,1; keluarga tentang
HCO3: 11,8 tentang larangan
mmol/l larangan merokok di
Saaturasi O2: merokok di ruang
77,1% ruang perawatan
KU: lemah perawatan

14
NO PENGKAJIAN PRIORITAS TANGGAL/ NDX INTERVENSI IMPLEMENTASI EVALUASI
MASALAH JAM
DS: Jan 22 2018 Dx2: 1. Monitor 1. Memonitor S:
2. Hipertermia 18.00 Hipertermia Kakak klien
Kakak klien TTV TTV
berhubungan berhubungan mengatakan
mengatakan bahwa peningkatan peningkatan 2. Kenakan 2. Memberikan bahwa badan
metabolism 19.23 metabolism adiknya teraba
badan adiknya pakaian klien pakaian
penyakit penyakit panas
teraba panas yang tipis yang tipis
O:
DO: pada klien
TD:120/70 mmHg
Suhu: 38,5°C 3. Berikan 3. Memberikan
RR: 30×/menit
1945
Taikardia cairan IV cairan sesuai
N: 100×/menit
Takipnea sesuai order order 2000
S: 37°C
RR meningkat cc/24 jam
30×/menit 4. Berikan 4. Memberikan
A:
Klien antipiretik paracetamol
20.22 Masalah Teratasi
berkeringat banyak
sesuai order 500 mg
sesuai order
P:
Intervensi di
hentikan

15
NO PENGKAJIAN PRIORITAS TANGGAL/ NDX INTERVENSI IMPLEMENTASI EVALUASI
MASALAH JAM
DS: Jan 23 2018 Dx3: 1. Monitor 1. Memonitor S:
3. Ketidakseimbangan Kakak klien
Kakak klien Ketidakseimbangan kemampua kemampuan
nutrisi kurang dari 08. 15
mengatakan bahwa
mengatakan kebutuhan tubuh utrisi kurang n mengunyah dan
berhubungan dengan klien tidak mau
bahwa klien darikenutuhan tubuh mengunyah menelan klien
diare dan lesi mulut
makan karena
tidak mau berhubungan dengan dan
mulutnya sakit, ada
makan karena diare dan lesi mulut menelan 2. Melakukan
sariawan , sakit jika
mulutnya sakit, 2. Tingkatkan pemasangan
menelan, BB turun
ada sariawan , intake selang NGT
± 20 kg
sakit jika 09.25 makanan
menelan, BB melalui
O:
turun ± 20 kg pemasanga - klien tidak mau
DO: n selang makan
Klien tidak NGT 3. Memberikan - Klien
mau makan 3. Berikan injeksi obat memuntahkan
Klien 09.55 antiemetic sesui order: makanan yang
memuntahkan sesuai order metoclopramid diberikan
makanan yang 10 mg, Di lidah klien
diberikan omeprazzole 40 terdapat kandidiasis
Di lidah mg, - Terdapat
klien terdapat memberikan limfadenopati

16
kandidiasis cotrimoxazole Klien diare, tinja
cair
Terdapat 960 mg lewat
limfadenopati oral A:
Ketidakseimbangan
Klien diare, 10. 10 4. Kolaborasi 4. Berkolaborasi
nutrisi kurang dari
tinja cair
dengan ahli dengan ahli kebutuhan tubuh
berhubungan
gizi untuk gizi untuk
dengan diare dan
menentuka menentukan lesi mulut, Masalah
Belum Teratasih.
n jumlah jumlah kalori
kalori dan dan nutrisi P:
intervensi di
nutrisi yang
lanjutkan
harian klien dibutuhkan
klien:
Memberikan
klien diit cair

17