Anda di halaman 1dari 81

FT UNP PADANG LEMBARAN LABORATORIUM NO 1

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PRAKTEK ELEKTRONIKA ANALOG


DAN DIGITAL
2 SKS TRANSISTOR BIPOLAR

I. Tujuan praktikum
1. Mengetahui cara menentukan kaki –kaki transistor menggunakan Ohmmeter
2. Mengetahui dan mampu menggambarkan kharakteristik transistor bipolar
3. Dapat menganalisa rangkaian sederhana transistor bipolar

II. Alat dan Bahan


1. Transistor NPN
2. Resistor 1K Ω
3. Kapasitor 0.1 μF
4. Potensiometer
5. Power supply DC Konstan (Regulator power supply)
6. Multimeter
7. Mikroampermeter
8. Voltmeter Aditeg
9. Papan rangkaian
10. Kabel penghubung secukupnya

III. Teori Singkat


Transistor adalah salah satu komponen elektronika aktif yang mempunyai tiga terminal
yang terbuat dari bahan semikonduktor. Pada umumnya transistor memiliki tiga terminal
yaitu Basis (B), Emitor (E), dan Kolektor (C). Di bawah ini adalah jenis transistor yaitu
transistor NPN dan PNP.

1|PRAKTEK ELEKTRONIKA ANALOG DAN DIGITAL


Transistor NPN adalah tipe transistor yang bekerja mengalirkan arus negatif dengan
positif sebagai biasnya. Artinya transistor NPN akan mengalirkan arus negatif dari emitor
ke kolektor (emitor input dan kolektor sebagai output) jika kaki basis diberi arus positif.
Transitor PNP adalah tipe transistor akan mengalirkan arus positif dari emitor ke kolektor
(emitor input dan kolektor sebagai output jika kaki basis diberi arus negatif).

Mencari Kaki Base

1. Atur multimeter pada pengukuran ohmmeter x 10 atau x 100


2. Lakukan pengukuran seperti gambar di bawah ini

3. Perhatikan penunjukkan pergerakan jarum. Apabila jarum bergerak memberikan nilai


resistansi yang rendah (jarum bergerak lebar) pada keduanya dengan posisi probe
yang satu tetap pada kaki 3 dan probe lainnya pada kaki 1 atau kaki 2 berarti kaki 3
adalah base transistor. Jika probe positif yang berada pada kaki 3 berarti transistor
tersebut berjenis PNP dan sebaliknya jika probe negatif yang berada pada kaki 3 maka
transistor tersebut berjenis NPN. Ulangi, jika hanya pada satu kaki 2 atau 3 saja yang
bergerak kemungkinan basisnya 2 atau 3.

Mencari kaki Kolektor dan Emiter

Misalnya transistor berjenis NPN. Setelah kaki basis ditemukan. Hubungkan probe
hitam pada salah satu kaki selain basis dengan cara probe dan kaki transistor dipegang
menjadi satu. Hubungkan probe merah pada kaki yang lain selain basis dan jangan
disentuh dengan jari tangan. Sentuh kaki basis dengan jari tangan. Jika jarum bergerak
cukup lebar maka kaki yang dipegang bersama probe hitam adalah kolektor dan kaki
yang lain (probe merah) adalah emitor. Berlaku sebaliknya untuk PNP.

2|PRAKTEK ELEKTRONIKA ANALOG DAN DIGITAL


Kharakteristik Arus Bipolar Junction Transistor
Alpha (α) DC
Perbandingan arus kolektor dengan arus emiter, idealnya besar α DC adalah 1 . Namun
dipasaran transistor memiliki α DC kurang lebih 0.95 sampai 0.99. Perbandingan kedua
arus tersebut.

Beta DC
Besar perbandingan antara arus kolektor dengan arus basis. Beta (β) adalah parameter
yang menunjukkan kemampuan penguatan arus dari suatu transistor

Hubungan antara dan


Hukum kirchoff menyatakan

Dengan aljabar maka dapat disusun menjadi

IV. Rangkaian Percobaan

V. Langkah Percobaan

3|PRAKTEK ELEKTRONIKA ANALOG DAN DIGITAL


Sebelum melakukan percobaan tentukan terlebih dahulu kaki –kaki pada transistor yang
akan digunakan.
1. Transistor yang digunakan dalam rangkaian kerja adalah NPN seperti BC 107
atau BC 109
2. Tentukan yang mana kaki basis, emiter dan kolektor pada transistor yang
digunakan dalam rangkaian percobaan.
3. Buatlah rangkaian percobaan seperti rangkaian diatas.
4. Atur sumber tegangan Vbb sebesar -15 Volt dan Vcc sebesar +5 Volt.
5. Periksa rangkaian terlebih dahulu sebelum dihidupkan atau konsultasikan dengan
pembimbing anda.
6. Atur potensiometer sehingga Vbe menjadi 0.1 Volt , 0,2 Volt dan seterusnya
sesuai dengan tabel pengamatan.
7. Catat penunjukan alat ukur sesuai dengan yang diminta pada tabel pengamatan.
8. Apabila setelah selesai kembalikan alat dan bahan yang telah digunakan.

VI. Tabel Pengamatan

No Vbe Ib Ic Ie Α β
1 0.1
2 0.2
3 0.3
4 0.4
5 0.5
6 0.6
7 0.7
8 0.8
9 0.9
10 1

VII. Tugas
1. Buatlah laporan sementara sesuai dengan hasil pengamatan anda. Kemudian buatlah
laporan lengkap dengan manganalisa hasil pengamatan sesuai dengan rumus yang
diberikan pada teori untuk diserahkan minggu depan.
2. Buatlah grafik dari hasil data pengamatan.
a. Vbe vs Ic
b. Vbe vs Ib
c. Vbe vs Ie
3. Berikan analisa dan kesimpulan dari hasil percobaan yang telah anda lakukan serta
grafik yang telah anda buat.
4. Jika suatu transistor adalah 250, berapakah nilai arus emiter

4|PRAKTEK ELEKTRONIKA ANALOG DAN DIGITAL


FT UNP PADANG LEMBARAN LABORATORIUM NO 2
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PRAKTEK ELEKTRONIKA ANALOG
DAN DIGITAL
2 SKS TRANSISTOR SEBAGAI SAKLAR
ELEKTRONIK

I. Tujuan Praktikum
1. Menganalisis cara menggunakan transistor sebagai saklar elektronik
2. Dapat merancang rangkaian transistor sebagai saklar elektronik
3. Dapat menganalisa rangkaian transistor sebagai saklar elektronik

II. Alat dan Bahan


1. Transistor NPN
2. Resistor 1 kΩ
3. LED
4. Regulator power supply
5. Multimeter
6. Milliampermeter
7. Papan rangkaian

III. Teori Singkat


Transistor bipolar dapat difungsikan sebagai saklar elektronika dengan memanfaatkan dua
keadaan transistor yaitu keadaan saturasi (sebagai saklar tertutup) dan keadaan cut off
(sebagai saklar terbuka). Pada saat saturasi maka arus kolektor adalah

Pada saat cut off tegangan kolektor emitter sama dengan tegangan sumber kolektor dan
arus basis mendekati nol.

Untuk mencari arus basis pada keadaan resistor basis terpasang dapat dihitung dengan
persamaan berikut:

5|PRAKTEK ELEKTRONIKA ANALOG DAN DIGITAL


IV. Rangkaian Percobaan
A. Transistor sebagai saklar

Rangkaian Kerja 1
Langkah Kerja
1. Transistor yang digunakan adalah Transistor NPN yaitu BC 107, BC 109 atau
2N3904 (pilih salah satu). Buat rangkaian kerja seperti diatas
2. Pasang milliampermeter sebelum R2 untuk mengukur besar arus Ic.
3. Pasang milliampermeter setelah saklar untuk mengukur besar arus Ib
4. Atur besar V2 yaitu 15 Volt sebagai Vbb
5. Atur besar V1 yaitu 5 Volt sebagai Vcc
6. Apabila anda sudah yakin atau konsultasikan dengan pembimbing sebelum
dihidupkan dengan sumber tegangan.
7. Ukur tegangan Vbe , Vce dan Vbc dengan menggunakan multimeter

Jawablah pertanyaan dibawah ini

1. Ukur besar tegangan dan LED


2. Tutup saklar, Apa yang terjadi pada LED
3. Ukur kembali besar tegangan dan LED

4. Ukur besar dan . Hitung besar penguatan transistor

5. Buktikan nilai dan menggunakan persamaan

6|PRAKTEK ELEKTRONIKA ANALOG DAN DIGITAL


6. Berapa besar teganagn Vbe , Vce dan Vbc

Transistor sebagai saklar tanpa R2

Rangkaian Kerja 2

A. Trasistor sebagai saklar tanpa R2


1. Transistor yang digunakan adalah Transistor NPN yaitu BC 107, BC 109 atau
2N3904 (pilih salah satu). Buat rangkaian kerja seperti diatas
2. Pasang milliampermeter sebelum R2 untuk mengukur besar arus Ic.
3. Pasang milliampermeter setelah saklar untuk mengukur besar arus Ib
4. Atur besar V2 yaitu 15 Volt sebagai Vbb
5. Atur besar V1 yaitu 5 Volt sebagai Vcc
6. Apabila anda sudah yakin atau konsultasikan dengan pembimbing sebelum
dihidupkan dengan sumber tegangan.
7. Ukur tegangan Vbe , Vce dan Vbc dengan menggunakan multimeter

Jawablah pertanyaan dibawah ini

1. Ukur besar tegangan dan LED


2. Tutup saklar, Apa yang terjadi pada LED
3. Ukur kembali besar tegangan dan LED

7|PRAKTEK ELEKTRONIKA ANALOG DAN DIGITAL


4. Ukur besar dan . Hitung besar penguatan transistor

5. Buktikan nilai dan menggunakan persamaan

Lanjutkan pengamatan anda dari rangkaian kerja yang ke 2 dengan variasi Vcc dan
Vbb tetap 15 Volt dengan mengisi tabel pengamatan dibawah ini.

Jika Vbb = 15 Volt

No Vcc Volt Vbe Vce Vbc Ic Ib Kondisi Led

1 3

2 5

3 9

4 12

Jika Vcc = 15 Volt

No Vbb Volt Vbe Vce Vbc Ic Ib Kondisi Led

1 3

2 5

3 9

4 12

V. Tugas
1. Berikan kesimpulan saudara terhadap 2 tabel pengamatan diatas.
2. Apa yang dimaksud dengan saturasi dan cut off? Jelaskan
3. Jelaskan bagaimana cara menentukan garis beban pada kurva transistor?
4. Jelaskan cara kerja transistor sebagai saklar pada rangkaian percobaan A?
8|PRAKTEK ELEKTRONIKA ANALOG DAN DIGITAL
FT UNP PADANG LEMBARAN LABORATORIUM NO 3
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PRAKTEK ELEKTRONIKA ANALOG
DAN DIGITAL
2 SKS DASAR PENGUAT DAYA

1. Tujuan Praktikum
Mencari impedansi masukan sebuah penguat transistor bipolar dengan konfigurasi CE
(Common Emiter)

2. Alat dan Bahan


1. Transistor
2. Resistor
3. Kapasitor
4. Osciloscope
5. Papan rangkaian
6. AFG
7. Multimeter

3. Teori Singkat
Rangkaian penguat diperlihatkan dibawah ini. Impedansi masukan atau suatu
penguat didefinisikan sebagai perbandingan antara tegangan sinyal masukan terhadap
arus masukan.

Ada 2 cara untuk mengukur impedansi masukan


1. Cara pertama :
Dengan menghubungan suatu resistor yang diketahui resistansinya. Tegngan

jatuh di dapat diukur. Arus dan dapat kita peroleh dengan


menghitung melalui hukum Ohm. Tegangan sinyal masukkan kita peroleh dari
pengukuran tegangan terminal B dengan C. Dari hari ini dapat dihitung.

9|PRAKTEK ELEKTRONIKA ANALOG DAN DIGITAL


2. Cara kedua :
Dengan menghubungkan resistor variabel pada terminal A-D. Resistor
diubah sampai tegangan antara terminal B – C setengah harga Vs. Besar resistansi

sama dengan impedansi masukkan yang dicari. Impedansi masuk penguat CE

ini dapat dinaikkan dengan menambahkan resistor umpan balik di kaki emiter
transistor. Yang perlu diperhatikan adalah penambahan kapasitor pelolos (by pass)
C3 yang biasanya dipakaikan untuk menghilangkan efek umpan balik bagi sinyal
bolak balik.

4. Rangkaian Percobaan

5. Langkah Percobaan
1. Rangkaian percobaan disusun seperti pada gambar diatas dengan alat yang telah
disediakan.
a. Rx = dekade resistor
b. C1, C2 dan C3 = kapasitor 10 μF
c. R1 = resistor 220 Ω
d. R2 = resistor 1K Ω
e. R3 = resistor 18 K Ω
f. Vcc = power supply variabel yang digunakan 10 Volt
g. AFG untuk tegangan AC
h. Transistor yang digunakan adalah NPN seperti BC 107, BC 109 atau 2N3904
Untuk percobaan pertama dipakai = 47 Ω.

10 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
2. Rangkaian rangkaian percobaan seperti gambar dengan menggunakan alat dan
bahan sesuai dengan yang diatas.
3. Kalibrasi CRO dengan 1 Volt /div per kotak.
4. Apabila anda sudah yakin, sambungkan dengan sumber tegangan atau
konsultasikan dengan pembimbing anda untuk diperiksa.
5. Atur besar Vcc = 10 Volt.
6. Atur gelombang input hingga besar = 1 Volt dengan memutar amplitudo
pada AFG
7. Lalu putar tombol Volt/Div ke batas ukur 50 m , Jika gambar terlalu besar
perhatikan kabel probe, ubah selektornya ke X 10.
8. Atur amplitudo AFG hingga Vs = 100 m dengan mengatur amplitudo pada
AFG dan jaga agar Vs konstan selama melakukan percobaan
9. Atur sehingga diperoleh = 50 m , kemudian ukur dan catat harga

10. Ulangi langkah 3 untuk variasi tegangan yang diberikan

11. Ganti dengan 47 Ω dan lakukan percobaan seperti langkah 2 dan 4.

6. Tabel Pengamatan

No

Rx1 Rx1 Vo
Vo )

1 50 50

2 55 55

3 60 60

4 65 65

5 70 70

Besar arus Ix = ……….. mA


7. Tugas
1. Hitunglah besarnya impedansi masukkan berdasarkan hasil percobaan
2. Gambarkan gelombang Vbc dan Voutput.

11 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
3. Berikan kesimpulan dan analisa anda terhadap hasil percobaan yang telah
dilakukan.
4. Apa pengaruhnya terhadap perubahan nilai tahanan R4

FT UNP PADANG LEMBARAN LABORATORIUM NO 4


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PRAKTEK ELEKTRONIKA ANALOG
DAN DIGITAL
2 SKS PENGUATAN TEGANGAN

1. Tujuan Praktikum
Menentukan penguatan tegangan suatu transistor bipolar dengan konfigurasi CE
(Common Emiter)

2. Alat dan Bahan


1. Transistor
2. Resistor
3. Kapasitor
4. Osiloscope
5. Papan Rangkaian
6. Multimeter

3. Teori Singkat
Penguatan tegangan didefinisikan sebagai :

12 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
Dengan pengukuran terhadap dan , besarnya penguatan tegangan dapat
dihitung. Daya masuk dan daya keluar dapat dihitung bila tegangan masukan,
tegangan keluaran, impedansi masukan dan keluaran diketahui. Besarnya penguatan
daya didefinisikan sebagai :

Penguatan daya biasanya dinyatakan dalam dB

4. Rangkaian Percobaan

5. Langkah Percobaan
1. Rangkailah rangkaian percobaan seperti gambar diatas dengan alat –alat yang
disediakan. Untuk percobaan pertama dipakai = 4.7 Ω dan kapasitor 10 μF
dilepas dari rangkaian.

13 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
2. Atur = 100 dan = 12 V kemudian amati tegangan masukkan dan
keluaran dengan menggunakan osciloscope serta catat harga tegangan tersebut
pada tabel.
3. Ulangi langkah 2 untuk variasi tegangan Vs yang diberikan.
4. Ganti dengan 47 Ω dan lakukan percobaan seperti langkah 2 s/d 3.

5. Hubungkan kapasitor 10μF paralel dengan tahanan = 47 Ω kemudian ulangi


percobaan seperti langkah 2 s/d 3.

6. Tabel pengamatan

No

1 20 20 20

2 40 40 40

3 60 60 60

4 80 80 80

5 100 100 100

FT UNP PADANG LEMBARAN LABORATORIUM NO 5


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PRAKTEK ELEKTRONIKA ANALOG
DAN DIGITAL
2 SKS PENGUAT INVERTING

1. Tujuan Praktikum
Setelah melakukan praktikum ini diharapkan mahasiswa telah memiliki kemampuan
menggunakan op- amp sebagai penguat inverting

2. Alat dan Bahan


a. Osiloscope
b. Multimeter
14 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
c. Signal Generator
d. Catu daya simetris 12 Volt (Regulator power supply)
e. Papan rangkaian
f. Kabel penghubung
g. Op Amp (LM -741)
h. Resistor 100, 220, 1000, 2200 Ω

3. Teori Singkat
Op –amp (LM 741) biasanya dilukiskan dengan simbol seperti gambar dibawah ini

Gambar 1. Simbol Op – Amp

Datasheet LM741

Tampak adanya dua masukan yaitu masukan inverting (-) dan masukan noninverting
(+). Dalam percobaan ini kita hanya menggunakan op-amp biasa yaitu dimana
tegangan keluaran sebanding dengan beda tegangan antara kedua isyarat masukan,
yaitu masukan inverting (INV atau - ) dan masukan noninverting (NON INV atau +).

15 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
Penguat inverting
Penguat inverting merupakan suatu penguat yang hasil sinyal keluaran dari suatu
rangkaian op-amp akan berkebalikan dengan sinyal masukan op-amp. Untuk penguat
membalik ini besarnya penguatan atau gain dirumuskan sebagai berikut :

Besar tegangan keluaran dapat dihitung dengan cara

4. Rangkaian Percobaan

5. Langkah Kerja
1. Perhatikan dulu datasheet LM741 dengan baik.
2. Buat rangkaian kerja seperti gambar rangkaian diatas

16 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
3. Lakukan kalibrasi osiloscope pada kedua channel (CH1 dan CH2) dengan skala 1
Volt = 1 Kotak

4. Hubungkan tegangan input ( ) pada masukan inverting dan masukan non

inverting di groundkan dari AFG.


5. Pada catu daya hubungkan +12Vdc ke kaki 7 + Vcc dan -12Vdc ke kaki 4 –Vcc
dari IC LM741 (lihat datasheet LM741)

6. Untuk percobaan pertama besar 100 Ω dan 220 Ω .

Hubungkan kabel probe dari kedua chanel yaitu CH1 sebagai input dan CH2
sebagai output dari rangkaian kerja untuk melihat gelombang input dan output.
7. Yakinkan rangkaian kerja anda sudah benar, konsultasikan terlebih dahulu dengan
pembimbing anda sebelum dihubungkan dengan sumber tegangan listrik.
8. Atur signal generator 50 Hz dengan amplitudo 50 mVolt ( putar volt/div ke skala
50 mV chanel 1 dan atur tinggi gelombang dengan amplitudo sebesar 1 kotak dari
layar Osciloscope), amati tegangan keluaran pada osciloscope dengan volt/Div =
1 Volt di chanel 2 dan catat hasil pengamatan pada tabel

9. Ganti besar sesuai dengan tabel

6. Tabel pengamatan
No Gain

(R1) (R2)

1 100Ω 220 Ω
2 1000 Ω
3 2200 Ω
4 2200 Ω 1000 Ω
5 220 Ω
6 100 Ω

17 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
7. Tugas
a. Hitunglah besarnya faktor penguatan inverting Av serta besarnya tegangan
keluaran Vo bandingkan hasil perhitungan dengan hasil pengukuran
b. Bagaimana pengaruh besar resistor baik sebagai input atau feedback terhadap
besar gelombang output.
c. Bagaimana jika frekuensi gelombang input diperbesar apa yang terjadi pada
gelombang output dengan besar tahanan yang sama.

FT UNP PADANG LEMBARAN LABORATORIUM NO 6


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PRAKTEK ELEKTRONIKA ANALOG
DAN DIGITAL
2 SKS PENGUAT NON INVERTING

1. Tujuan Praktikum
Setelah melakukan praktikum ini diharapkan mahasiswa telah memiliki kemampuan
menghitung tegangan keluaran penguat non inverting
2. Alat dan Bahan
a. Osiloscope
b. Multimeter
c. Signal Generator
d. Catu daya simetris (regulator power supply)
e. Papan rangkaian dan kabel penghubung
f. Op –Amp (LM 741)

18 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
g. Resistor 100, 220, 1000, 2200 Ω
3. Teori Singkat
Op –Amp dapat digunakan dalam konfigurasi non –inverting. Terminal non inverting
dipakai sebagai tempat sinyal masuk dengan terminal satunya, inverting di hubung ke
ground. Sinyal keluaran akan sefasa dengan sinyal masukan . Op Amp (LM 741)
biasanya dilukiskan dengan simbol seperti gambar 1.

Gambar 1. Simbol Op Amp

Datasheet LM741

Sebagai penguat non –inverting seperti gambar dibawah ini. sumber isyarat
dihubungkan dengan masukan (+). Rumus untuk menentukan tegangan keluaran dari
penguat non inverting adalah sebagai berikut:

Untuk penguatannnya

19 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
Terlihat penguatan pada konfigurasi non inverting selalu lebih besar dari 1. Kondisi

istimewa yaitu dimana dan , diperoleh faktor penguatan non inverting

tidak terjadi penguatan sama sekali. Penguat hanya berfungsi sebagai

voltage follower (penerus tegangan). Dalam analisa penguat non inverting di atas
dianggap bahwa :
1. Tidak ada arus yang mengalir ke kedua masukan
2. Potensial di kedua masukan adalah sama

4. Rangkaian Percobaan

Gambar . Penguat Non Inverting

5. Langkah Kerja
1. Perhatikan dulu datasheet LM741 dengan baik.
2. Buat rangkaian kerja seperti gambar rangkaian diatas
3. Lakukan kalibrasi osiloscope pada kedua channel (CH1 dan CH2) dengan skala 1
Volt = 1 Kotak

20 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
4. Hubungkan tegangan input ( ) pada masukan non inverting dan masukan

inverting di groundkan pada AFG.


5. Pada catu daya hubungkan +12Vdc ke kaki 7 + Vcc dan -12Vdc ke kaki 4 –Vcc
dari IC LM741 (lihat datasheet LM741)

6. Untuk percobaan pertama besar 100 Ω dan 220 Ω .

Hubungkan kabel probe dari kedua chanel yaitu CH1 sebagai input dan CH2
sebagai output dari rangkaian kerja untuk melihat gelombang input dan output.
7. Yakinkan rangkaian kerja anda sudah benar, konsultasikan terlebih dahulu dengan
pembimbing anda sebelum dihubungkan dengan sumber tegangan listrik.
8. Atur signal generator 50 Hz dengan amplitudo 50 mVolt ( putar volt/div ke skala
50 mV chanel 1 dan atur tinggi gelombang dengan amplitudo sebesar 1 kotak dari
layar Osciloscope), amati tegangan keluaran pada osciloscope dengan volt/Div =
1 Volt di chanel 2 dan catat hasil pengamatan pada tabel

9. Ganti besar sesuai dengan table

6. Tabel pengamatan
No Gain

1 100Ω 220 Ω
2 1000 Ω
3 2200 Ω
4 2200 Ω 2200 Ω
5 1000 Ω
6 220 Ω
7 100 Ω

7. Tugas
a. Hitunglah besarnya faktor penguatan non inverting Av serta besarnya tegangan

keluaran , bandingkan hasil perhitungan dengan hasil pengukuran


21 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
b. Apa beda penguat inverting dengan non inverting dari percobaan yang telah
dilakukan.

FT UNP PADANG LEMBARAN LABORATORIUM NO 7


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PRAKTEK ELEKTRONIKA ANALOG
DAN DIGITAL
2 SKS PENGUAT DIFERENSIATOR DAN
INTEGRATOR

1. Tujuan Praktikum
Setelah melakukan praktikum ini, mahasiswa diharapkan telah memiliki kemampuan
menggunakan OP – Amp sebagai diferensiator dan integrator

2. Alat dan Bahan


1. Osiloscope
2. Multimeter
3. Signal Generator
4. Catu daya
5. Papan rangkaian dan kabel penghubung
6. Op –Amp (LM 741)

22 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
7. Resistor 1 K Ω dan Kapasitor 470 µF

3. Teori Singkat
Pada penggunaan tapis pasif (RC) kita hanya memperoleh daerah frekuensi operasi
yang kecil. Untuk memperoleh daerah operasi yang besar kita menggunakan tapis
aktif.

Datasheet LM741

Diferensiator
Capasitor pada rangkaian penguat inverting di tempatkan di depan, maka akan
diperoleh rangkaian diferensiator seperti gamabr rangkaian dibawah. Dengan analisa
yang sama akan diperoleh persamaan penguatannya. Bentuk rangkaian diferensiator
mirip dengan rangkaian inverting
Pada rangkaian diferensiator bentuk isyarat keluaran merupakan diferensial dari
isyarat masukan jika tetapan waktu RC << T/2 dengan T = perioda isyarat.

Contoh praktis hubungan matematis ini adalah jika tegangan input berupa sinyal
segitiga maka outputnya akan menghasilkan sinyal kotak.
23 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
Integrator
Rangkaian integrator dapat dibangun dengan menggunakan dua komponen pasif, yaitu
resistor dan kapasitor yang dihubungkan secara seri. Fungsi dari rangkaian integrator
adalah sebagai pengubah tegangan kotak menjadi tegangan segitiga. Pada rangkaian
integrator, bentuk isyarat keluaran merupakan integral dari bentuk isyarat masukan
jika tetapan waktu RC >>T/2.

4. Rangkaian Percobaan

Gambar 1. Differensiator Op Amp

Gambar 2. Integrator Op Amp

5. Langkah Kerja
1. Rakitlah rangkaian diferensiator seperti pada gambar 1
2. Lakukan kalibrasi osiloscope pada kedua channel (CH1 dan CH2) dengan
skala 1 Volt = 1 Kotak
24 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
3. Hubungkan tegangan input ( ) pada masukan inverting dan masukan non

inverting di groundkan dari AFG.


4. Pada catu daya hubungkan +12Vdc ke kaki 7 + Vcc dan -12Vdc ke kaki 4 –
Vcc dari IC LM741 (lihat datasheet LM741).
5. Yakinkan rangkaian kerja anda sudah benar, konsultasikan terlebih dahulu
dengan pembimbing anda sebelum dihubungkan dengan sumber tegangan
listrik.
6. Hidupkan sumber tegangan listrik kemudian atur signal AFG pada frekuensi
50 Hz dengan amplitudo 8 Volt (1 kotak pada osciloscope)
7. Untuk melihat gelombang output pada chanel 2 putar volt/div ke skala ukur
yang lebih kecil.
8. Lakukan disetiap perubahan frekuensi dari AFG.
9. Apabila telah selesai, lanjutkan dengan rangkaian kerja yang kedua.
10. Ulangi langkah diatas untuk melihat gelombang input dan output

6. Tabel pengamatan
Tabel 1. Untuk gambar diferensiator
No Frekuensi Gain
(Hz)

1 50
2 100
3 200
4 500
5 800
6 900
7 1000

Tabel 2. Untuk gambar rangkaian integrator


25 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
No Frekuensi Gain
(Hz)

1 50
2 100
3 200
4 500
5 800
6 900
7 1000

7. Tugas
a. Apa perbedaan antara diferensiator dengan integrator dari hasil data yang
diperoleh.

FT UNP PADANG LEMBARAN LABORATORIUM NO 8


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PRAKTEK ELEKTRONIKA ANALOG
DAN DIGITAL
2 SKS REGULATOR CATU DAYA

1. Tujuan Praktikum
a. Mampu merancang rangkaian regulator catu daya.
b. Mengetahui cara kerja rangkaian regulator catu daya
c. Mampu menganalisa rangkaian regulator catu daya

2. Alat dan Bahan


a. Transformator step down
b. Dioda silikon
c. IC 7805 dan 7905
d. Kapasitor 470 µF
e. Papan rangkaian dan kabel penghubung

26 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
f. Multimeter
g. Osiloscope

3. Teori Singkat
Catu daya sering disebut juga dengan power supply yang merupakan rangkaian yang
merubah tegangan AC menjadi DC yang teregulasi. Catu yang yang dilihat dari
tegangan keluarannya terdiri dari catu daya tetap dan catu daya variabel. Komponen
elektronika yang mendukung rangkaian catu daya adalah
1. Transformator yang dapat menaikkan dan menurunkan tegangan AC.
2. IC regulator yang merupakan komponen yang bisa mengubah tegangan input
menjadi nilai keluaran tetap sesuai yang tertera pada IC setelah angka 78xx untuk
catu daya positif dan IC regulator 79xx untuk catu daya negatif. (xx adalah nilai
tegangan yang dikeluarkan dari regulator tersebut).
3. Dioda yang merupakan jenis komponen pasif yang dapat mensearahkan tegangan
AC menjadi DC
4. Kapasitor yang berfungsi sebagai filter (perata arus yang bergelombang) untuk
arus listrik AC pada rangkaian catu daya.

Pada catu daya ini menggunakan rangkaian penyearah dengan ic regulator agar
menghasilkan tegangan yang stabil sesuai dengan jenis IC regulator yang digunakan.
Datasheet IC regulator tegangan yang akan digunakan
IC regulator 7805

27 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
A. Regulator catu daya positif keluaran tegangan 5 volt
1. Rangkaian percobaan

28 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
Gambar 2. Regulator catu daya tegangan positif
2. Langkah kerja
a. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan yaitu trafo step down yang
digunakan yaitu memiliki tegangan keluaran 6 Volt dan catat besar arus
keluaran dari trafo tersebut, 4 buah dioda, kapasitor dan ic regulator 7805
b. Buat gambar rangkaian seperti diatas, susun dioda seperti gambar dengan
tegangan sekunder ganda 6 Volt
c. Yakinkan diri anda bahwa rangkaian kerja anda sudah benar.
d. Konsultasikan terlebih dahulu dengan pembimbing anda sebelum
dihubungkan dengan sumber tegangan listrik.
e. Tutup saklar S1
f. Ukur besar tegangan masukan dan keluaran IC regulator 7805
menggunakan multimeter yaitu sebelum IC regulator untuk tegangan input
dan setelah IC regulator untuk tegangan output

3. Tabel pengamatan
Tegangan input Tegangan output

B. Regulator catu daya tegangan negatif


29 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
1. Rangkaian Percobaan

Gambar 3. Regulator catu daya tegangan negatif

2. Langkah kerja
a. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan yaitu trafo step down yang
digunakan yaitu memiliki tegangan keluaran 6 Volt dan catat besar arus
keluaran dari trafo tersebut, 4 buah dioda, kapasitor dan ic regulator 7905
b. Buat gambar rangkaian seperti diatas, susun dioda seperti gambar dengan
tegangan sekunder ganda 6 Volt
c. Yakinkan diri anda bahwa rangkaian kerja anda sudah benar.
d. Konsultasikan terlebih dahulu dengan pembimbing anda sebelum
dihubungkan dengan sumber tegangan listrik.
e. Tutup saklar S1
f. Ukur besar tegangan masukan dan keluaran IC regulator 7905 (Perhatikan
bahwa tegangan keluaran adalah negatif jadi pastikan posisi porbe
multimeter tidak terbalik)
g. Untuk mengukur tegangan input ukur dengan multimeter sebelum IC
regulator dan sebaliknya.

3. Tabel pengamatan
Tegangan input Tegangan output
30 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
3. Tugas
a. Lengkapi tabel diatas dengan baik
b. Berikan analisa anda, dari hasil yang diperoleh apakah sesuai dengan teori
yang pernah anda baca atau temukan.
c. Berikan pendapat anda apa bedanya dari 2 percobaan yang telah dilakukan.

C. 2 regulator tegangan positif


1. Rangkaian percobaan

Gambar 4. 2 Regulator tegangan positif


2. Langkah kerja
a. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan yaitu trafo step down yang
digunakan yaitu memiliki tegangan keluaran 12 Volt dan catat besar arus
keluaran dari trafo tersebut, 4 buah dioda, kapasitor dan ic regulator 7809
dan 7805
b. Buat gambar rangkaian seperti diatas, susun dioda seperti gambar dengan
tegangan sekunder ganda 6 Volt.
c. Yakinkan diri anda bahwa rangkaian kerja anda sudah benar.
d. Konsultasikan terlebih dahulu dengan pembimbing anda sebelum
dihubungkan dengan sumber tegangan listrik.
e. Tutup saklar S1
f. Ukur besar tegangan masukan dan keluaran untuk masing –masing IC
regulator tersebut menggunakan multimeter
3. Tabel pengamatan
31 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
a. IC Regulator 7809
Tegangan input Tegangan output

b. IC regulator 7805
Tegangan input Tegangan output

D. IC regulator positif dan negatif


1. Rangkaian percobaan

Gambar 5. Rangkaian penyearah gelombang penuh dengan regulator catu daya tegangan
positif dan negatif

2. Langkah kerja
a. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan yaitu trafo step down yang
digunakan yaitu memiliki tegangan keluaran 6 Volt dan catat besar arus
keluaran dari trafo tersebut, 4 buah dioda, kapasitor dan ic regulator 7805
dan 7905
b. Buat gambar rangkaian seperti diatas, susun dioda seperti gambar dengan
tegangan sekunder ganda 6 Volt
c. Yakinkan diri anda bahwa rangkaian kerja anda sudah benar.
32 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
d. Konsultasikan terlebih dahulu dengan pembimbing anda sebelum
dihubungkan dengan sumber tegangan listrik.
e. Tutup saklar S1
f. Ukur besar tegangan masukan dan keluaran IC regulator tersebut
menggunakan multimeter.

3. Tabel pengamatan
a. IC Regulator 7805
Tegangan input Tegangan output

b. IC regulator 7905
Tegangan input Tegangan output

FT UNP PADANG LEMBARAN LABORATORIUM NO 9


33 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
JURUSAN : TEKNIK ELEKTRO MATA KULIAH : PRAKTEK ELEKTRONIKA
ANALOG DAN DIGITAL
2 SKS TOPIK : GERBANG DASAR

I. TUJUAN
Setelah praktek ini diharapkan mahasiswa dapat:
1. Menjelaskan prinsip dasar gerbang NOT, AND, dan OR
2. Membuat dan membuktikan tabel kebenaran dari gerbang NOT, AND, dam OR
3. Membuat persamaan output dari gerbang NOT, AND, dan OR

II. ALAT DAN BAHAN


1. Basic Digital Engineering Training Kit.
2. IC SN 7404, 7408, 7432
3. Kabel power
4. Kabel penghubung secukupnya

III. TEORI SINGKAT


Rangkaian logika disebut juga dengan rangkaian pintu atau rangkaian gerbang.
Rangkaian ini sudah dikemas dalam bentuk paket terpadu (IC) sehingga kita tidak perlu
lagi merakitmya dalam bentuk diskrit. Salah satu gerbang dasar tersebut adalah NOT
(Inverter). Analisa input dan output dari setiap gerbang NOT dapat dilakukan dengan
jalan memberikan input yang bervariasi dan ditabelkan dalam tabel khusus yang disebut
dengan tabel kebenaran yang meliputi data tentang input dan output gerbang. Adapun hal
–hal khusus yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan praktek adalah posisi serta fungsi
dari kaki –kaki IC.
Gerbang AND mempunyai variabel masukan lebih dari dua dan menurut defenisi
keluarannya akan berada pada keadaan 1 bila semua masukannnya berada dalam keadaan
1. Persamaan yang menyatakan hubungan keluaran T dan dua masukan A dan B, pada
umumnya ditulis dengan
T = A . B atau T = AB
Gerbang OR mempunyai jumlah masukan dua atau lebih. Menurut defenisi keluarannya
akan dalam keadaan 1 jika satu atau lebih masukannya pada keadaaan 1, operasi OR
biasanya ditulis
T = A + B.
34 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
IV. RANGKAIAN PERCOBAAN
A. Gerbang NOT
Datasheet IC 7404 dapat dilihat pada gambar dibawah ini

Gambar 1.1

Gambar 1.2

Gambar 1.3

B. Gerbang AND
Datasheet IC 7408 dapat diperhatikan pada gambar dibawah ini

Gambar 1.4

35 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
Gambar 1.5

Gambar 1.6

C. Gerbang OR
Datasheet IC 7432 dapat dilihat pada gambar dibawah ini

Gambar 1.7

Gambar 1.8

36 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
Gambar 1.9
V. LANGKAH PERCOBAAN
1. Buat rangkaian seperti gambar, dimulai dengan gambar 1A.
2. Dimulai dari gerbang NOT dengan berpedoman pada datashett IC 7404.
3. Perhatikan datasheet 7404 dengan baik dimana pin 1 adalah terminal input
sedangkan pin 2 adalah terminal output dan begitu seterusnya.
4. Hubungkan pin 14 ke sumber listrik 5 Volt yaitu +Vcc dan pin 7 ke ground.
5. Hubungkan pin 1 pada switch dan outputnya pin 2 dengan led.
6. Yakinkan rangkaian yang anda buat sudah benar, tanyakan ke pembimbng bila
anda kurang yakin.
7. Hubungkan trainer ke sumber tegangan listrik.
8. Lakukan percobaan dan lengkapi tabel pengamatan yang telah disediakan.
9. Dengan mengikuti langkah di atas, dan berpedoman pada datashet dari masing –
masing gerbang maka lanjutkan melakukan percobaan sesuai dengan gambar
rangkaian.
VI. TABEL PENGAMATAN
1. Gerbang NOT
A T
1
0
Gambar 1.2

A T
1
0
Gambar 1.3

2. Gerbang AND
A B T
1 1
1 0
0 1
0 0
Gambar 1.5

A B T
1 1
1 0
0 1

37 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
0 0
Gambar 1.6

3. Gerbang OR
A B T
1 1
1 0
0 1
0 0
Gambar 1.8

A B T
1 1
1 0
0 1
0 0
Gambar 1.9

VII. TUGAS
1. Bandingkan dan analisa setiap tabel kebenaran yang sudah anda dapatkan, berikan
kesimpulan dan komentar terhadap sifat masing –masing gerbang tersebut. Jika anda
tidak menemukan kecocokan hasil data yang diperoleh dengan teori yang anda
pelajari atau temukan, berikan penjelasan anda.
2. Bagaimana hasilnya dari tabel kebenaran jika ke semua gerbang dari IC tersebut
dihubungkan seri. Buatkan hasil beserta analisanya.

FT UNP PADANG LEMBARAN LABORATORIUM NO 10


JURUSAN : TEKNIK ELEKTRO MATA KULIAH : PRAKTEK ELEKTRONIKA
ANALOG DAN DIGITAL
2 SKS TOPIK : GERBANG NAND DAN NOR

38 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
I. TUJUAN
Setelah praktek ini diharapkan mahasiswa dapat :
1. Menjelaskan prinsip dasar gerbang NOT, AND, OR
2. Membuktikan tabel kebenaran dari gerbang NAND dan NOR
3. Membuat persamaan output dari gerbang NAND dan NOR

II. ALAT DAN BAHAN


1. Basic Digital Engineering Training Kit.
2. IC SN 7400, 7404, 7402, 7408, 7432
3. Kabel power
4. Kabel penghubung secukupnya

III. TEORI SINGKAT


Gerbang NAND dan NOR merupakan rangkaian logika yang cukup penting
karena operasi NOT, AND, dan OR. Masing –masing dapat dibentuk oleh operasi NAND
atau NOR saja. Sehingga pada dasarnya setiap sistem digital kombinasi selalu dapat
dibentuk dengan gerbang NAND saja atau gerbang NOR saja.
Sesuai dengan namanya, NAND yang berarti NOT – AND keluaran dari gerbang NAND
untuk setiap kombinasi harga masukan berlawanan dengan harga keluaran gerbang AND.
Seperti pada NAND, rangkaian NOR dapat dibentuk dari gerbang OR yang diikut dengan
gerbang NOT. Keluaran dari gerbang NOR untuk setiap kombinasi harga masukan akan
menghasilkan harga keluaran gerbang OR yang berlawanan.

IV. RANGKAIAN PERCOBAAN


A. Gerbang NAND
Perhatikan datashett gerbang NAND dibawah ini
39 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
Gambar 2.1

Gambar 2.2

Gambar 2.3

Gambar 2.4

B. Gerbang NOR
Perhatikan datasheet gerbang NOR dibawah ini

40 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
Gambar 2.5

Gambar 2.6

Gambar 2.7

Gambar 2.8

V. LANGKAH PERCOBAAN
1. Perhatikan gambar rangkaian percobaan dan datasheet dari masing –masing IC
yang telah di ambil.

41 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
2. Pin 1 dan pin 2 pada masing –masing gerbang yaitu IC 7400, IC 7408, IC 7432,
IC 7402 di atas adalah input yang nantinya dihubungkan ke sumber tegangan 5
volt dari trainer sedangkan pin 3 adalah output yang akan dihubungkan ke led.
3. Sedangkan untuk rangkaian gerbang kombinasi maka terminal output dari
gerbang 1 dimasukkan ke gerbang berikutnya.
4. Sesuaikan IC yang digunakan dengan gambar rangkaian percobaan.
5. Buat rangkaian seperti gambar dengan menggunakan IC yang telah ada.
6. Hubungkan pin 14 ke sumber listrik 5 Volt yaitu +Vcc dan pin 7 ke ground.
7. Hubungkan A dan B pada switch (masukkan ke sumber tegangan dari trainer
yaitu 5 volt (1) dan ground (0)) dan outputnya pada led.
8. Yakinkan rangkaian yang anda buat sudah benar, tanyakan ke pembimbng bila
anda kurang yakin.
9. Hubungkan trainer ke sumber tegangan listrik.
10. Lakukan percobaan dan variasikan posisi input A dan B untuk melihat hasil pada
output yaitu Led dan lengkapi tabel kebenaranya
11. Dengan mengikuti langkah di atas, lakukan percobaan ke gambar rangkaian
percobaan berikutnya.

VI. TABEL PENGAMATAN


A. Gerbang NAND
A B T
1 1
1 0
0 1
0 0
Gambar 2.2

A B T
1 1
1 0
0 1
0 0
Gambar 2.3

A B T
1 1

42 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
1 0
0 1
0 0
Gambar 2.4

B. Gerbang NOR
A B T
1 1
1 0
0 1
0 0
Gambar 2.6

A B T
1 1
1 0
0 1
0 0
Gambar 2.7

A B T
1 1
1 0
0 1
0 0
Gambar 2.8

VII. TUGAS
1. Lengkapi tabel pengamatan diatas, apakah anda menemukan hasil yang sama.
Kenapa bisa sama ?? Jelaskan pendapat anda dengan analisanya. Jika anda tidak
menemukan kecocokan hasil data yang diperoleh dengan teori yang anda pelajari
atau temukan, berikan penjelasan anda.
2. Bagaimana hasilnya dari tabel kebenaran jika ke semua gerbang dari IC 7402 7400
tersebut dihubungkan seri. Buatkan hasil pengamatan beserta analisanya.

FT UNP PADANG LEMBARAN LABORATORIUM NO 11


JURUSAN : TEKNIK ELEKTRO MATA KULIAH : PRAKTEK ELEKTRONIKA
ANALOG DAN DIGITAL
43 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
2 SKS TOPIK : GERBANG UNIVERSAL NAND

I. TUJUAN
Setelah praktek ini mahasiswa dapat:
1. Menjelaskan prinsip dasar gerbang universal NAND
2. Merakit gerbang NOT, AND, OR, NOR dengan menggunakan gerbang NAND
3. Merakit gerbang XNOR dengan menggunakan gerbang NAND
4. Membuat persamaan output dari gerbang universal NAND
II. ALAT DAN BAHAN
1. Basic Digital Engineering Training Kit.
2. IC SN 7420 dan 7400
3. Kabel power
4. Kabel penghubung secukupnya
III. TEORI SINGKAT
Gerbang NAND adalah pengembangan dari gerbang AND. Gerbang ini sebenarnya
adalah gerbang AND yang pada outputnya dipasang gerbang NOT. Gerbang
pembangun universal adalah gerbang NAND yang artinya hanya dengan menggunakan
jenis gerbang NAND dapat menggantikan fungsi dari 3 gerbang dasar yaitu gerbang
logika AND, OR, dan NOT yang dibentuk oleh gerbang NAND universal akan sangat
membantu dalam penyederhanaan suatu kombinasi rangkaian gerbang logika.
IV. RANGKAIAN PERCOBAAN
Datasheet gerbang NAND

Gambar 3.1

1. Rangkaian gerbang NAND untuk pengganti gerbang NOT

44 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
Gambar 3.2

2. Rangkaian gerbang NAND untuk pengganti gerbang AND

Gambar 3.3

3. Rangkaian gerbang NAND untuk pengganti gerbang OR

Gambar 3.4

4. Rangkaian gerbang NAND untuk pengganti gerbang NOR

Gambar 3.5

45 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
5. Rangkaian gerbang NAND untuk pengganti gerbang XNOR

Gambar 3.6

V. LANGKAH PERCOBAAN
1. Perhatikan IC 7400 yang merupakan gerbang NAND yang universal. Sebagaimana
yang telah dipelajari pada praktek sebelumnya bahwa pin 1 dan 2 adalah terminal
input yang akan dihubungkan ke sumber tegangan dari trainer yaitu 5 Volt. Dan pin 3
adalah output yang akan dihubungkan ke led.
2. Apabila anda telah memahami buat rangkaian percobaan seperti gambar rangkaian
diatas dengan berpedomaan pada datsheet gerbang NAND 7400. Lihat datasheet
gerbang NAND.
3. Hubungkan pin 14 ke sumber listrik 5 Volt yaitu +Vcc dan pin 7 ke ground.
4. Hubungkan A dan B pada switch (terminal input) dan outputnya pada led.
5. Yakinkan rangkaian yang anda buat sudah benar, tanyakan ke pembimbing bila anda
kurang yakin.
6. Hubungkan trainer ke sumber tegangan listrik.
7. Lakukan percobaan dan variasikan posisi input A dan B yaitu menghubungkan salah
satu pin ke tegangan 5 Volt akan bernilai 1 dan ke ground akan bernilai 0 untuk
melihat hasil pada output yaitu Led dan buat tabel kebenarannya.
8. Dengan mengikuti langkah di atas, lakukan percobaan berikutnya sesuai dengan
gambar.

VI. TABEL PENGAMATAN


46 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
1. Rangkaian gerbang NAND untuk pengganti gerbang NOT
A O
1
0
Gambar 3.2

2. Rangkaian gerbang NAND untuk pengganti gerbang AND


A B O
1 1
1 0
0 1
0 0
Gambar 3.3

3. Rangkaian gerbang NAND untuk pengganti gerbang OR


A B O
1 1
1 0
0 1
0 0
Gambar 3.4
4. Rangkaian gerbang NAND untuk pengganti gerbang NOR
A B O
1 1
1 0
0 1
0 0
Gambar 3.5
5. Rangkaian gerbang NAND untuk pengganti gerbang XNOR
A B O
1 1
1 0
0 1
0 0
Gambar 3.6

VII. TUGAS
47 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
1. Lengkapi tabel pengamatan diatas, Jelaskan pendapat anda terhadap hasil data yang
diperoleh dan lengkapi dengan analisanya. Jika anda tidak menemukan kecocokan
hasil data yang diperoleh dengan teori yang anda pelajari atau temukan, berikan
penjelasan anda serta tarik kesimpulannya.

FT UNP PADANG LEMBARAN LABORATORIUM NO 12


48 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
JURUSAN : TEKNIK ELEKTRO MATA KULIAH : PRAKTEK ELEKTRONIKA
ANALOG DAN DIGITAL
2 SKS TOPIK : GERBANG UNIVERSAL NOR

I. TUJUAN
Setelah praktek ini mahasiswa dapat:
1. Menjelaskan prinsip dasar gerbang universal NOR
2. Merakit gerbang NOT, AND, OR, dengan menggunakan gerbang NOR
3. Merakit gerbang EXNOR dengan menggunakan gerbang NOR
4. Membuat persamaan output dari masing –masing hasil gerbang unversal NOR

II. ALAT DAN BAHAN


1. Basic Digital Engineering Training Kit.
2. IC SN 7402
3. Kabel power
4. Kabel penghubung secukupnya

III. TEORI SINGKAT


Gerbang NOR merupakan penggabungan gerbang OR dan NOT yang keluarannya
merupakan kebalikan dari gerbang OR. Gerbang NOR juga termasuk gerbang universal
yang artinya dengan hanya menggunakan jenis gerbang NOR saja dapat menggantikan
fungsi dari 3 gerbang dasar yang lain yaitu AND, OR, NOT. Keuntungan pemakaian
gerbang NOR saja dalah sebuah rangkaian digital adalah dapat mengoptimalkan
pemakaian seluruh gerbang yang terdapat dalam sebuah IC, sehingga menghemat biaya.

49 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
IV. RANGKAIAN PERCOBAAN
Datasheet gerbang NOR

Gambar 4.1

1. Rangkaian Gerbang NOR untuk pengganti gerbang NOT

Gambar 4.2

2. Rangkaian Gerbang NOR untuk pengganti gerbang AND

Gambar 4.3

50 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
3. Rangkaian Gerbang NOR untuk pengganti gerbang OR

Gambar 4.4

4. Rangkaian Gerbang NOR untuk pengganti gerbang XNOR

Gambar 4.5
V. LANGKAH PERCOBAAN
1. Perhatikan datasheet gerbang NOR yaitu IC 7402 dengan baik. Dari datasheet pin 2
dan 3 adalah input sedangkan pin 1 adalah output. Begitu seterusnya untuk gerbang
NOR dalam IC 7402
2. Buat rangkaian percobaan seperti gambar 4.2 hingga 4.5 dengan menggunakan IC
SN 7402.
3. Hubungkan pin 14 ke sumber listrik 5 Volt yaitu +Vcc dan pin 7 ke ground.
4. Hubungkan A dan B pada switch (saklar yaitu pada sumber tegangan 5 Volt dan
ground (0) pada trainer tersebut) dan outputnya pada led.
5. Yakinkan rangkaian yang anda buat sudah benar, tanyakan ke pembimbing bila anda
kurang yakin.
6. Hubungkan trainer ke sumber tegangan listrik.
7. Lakukan percobaan dan variasikan posisi input A dan B untuk melihat hasil pada
output yaitu Led dan lengkapi tabel pengamatan.

51 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
VI. TABEL PENGAMATAN
1. Rangkaian Gerbang NOR untuk pengganti gerbang NOT
A O
1
0
Gambar 4.2

2. Rangkaian Gerbang NOR untuk pengganti gerbang AND


A B O
1 1
1 0
0 1
0 0
Gambar 4.3

3. Rangkaian Gerbang NOR untuk pengganti gerbang OR


A B O
1 1
1 0
0 1
0 0
Gambar 4.4

4. Rangkaian Gerbang NOR untuk pengganti gerbang XNOR


A B O
1 1
1 0
0 1
0 0
Gambar 4.5

VII. TUGAS
Lengkapi tabel pengamatan diatas, Jelaskan pendapat anda terhadap hasil data yang
diperoleh dan lengkapi dengan analisanya. Jika anda tidak menemukan kecocokan
hasil data yang diperoleh dengan teori yang anda pelajari atau temukan, berikan
penjelasan anda serta tarik kesimpulannya.

FT UNP PADANG LEMBARAN LABORATORIUM NO 13

52 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
JURUSAN : TEKNIK ELEKTRO MATA KULIAH : PRAKTEK ELEKTRONIKA
ANALOG DAN DIGITAL
2 SKS TOPIK : GERBANG DASAR EXOR

I. TUJUAN
Setelah praktek ini mahasiswa dapat:
1. Menjelaskan prinsip dasar dan merakit gerbang EXOR
2. Membuat dan membuktikan tabel kebenaran dari gerbang EXOR
3. Merakit gerbang EXOR dengan menggunakan gerbang NAND
4. Merakit gerbang EXOR dengan menggunakan gerbang NOR
5. Membuat persamaan output dari gerbang EXOR

II. ALAT DAN BAHAN


1. Basic Digital Engineering Training Kit.
2. IC SN 7486, 7400, 7402, 7404, 7432
3. Kabel power
4. Kabel penghubung secukupnya

III. TEORI SINGKAT


EXOR merupakan rangkaian elektronika yang mewujudkan jalinan atau Exclusif OR.
Outputnya akan berharga 0 apabila semua inputnya berharga 0 atau 1. Jika salah satu
inputnya berharga 1 (tidak keduanya) maka outpurnya akan berharga 1.

Gerbang EXOR dapat dibangun dengan menggunakan beberapa kombinasi gerbang


dasar. Salah satunya dengan menggunakan gerbang NAND. Pada percobaan ini
digunakan empat buah gerbang NAND. Selain gerbang NAND. Gerbang NOR juga
dapat digunakan untuk membangun gerbang EXOR. Berdasarkan percobaan
dibutuhkan lima gerbang dasar NOR untuk membangun EXOR.

53 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
IV. RANGKAIAN PERCOBAAN
Perhatikan datasheet gerbang EXOR dengan IC 7486 dibawah ini

Gambar 5.1

1. Gerbang EXOR

Gambar 5.2

2. Rangkaian gerbang kombinasi untuk pengganti gerbang EXOR

Gambar 5.3

54 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
3. Rangkaian gerbang universal NAND untuk pengganti EXOR

Gambar 5.4

4. Rangkaian gerbang universal NOR untuk pengganti EXOR

Gambar 5.5

V. LANGKAH PERCOBAAN
1. Perhatikan datatsheet gerbang EXOR IC 7486 dengan baik. Tentukan yang mana
menjadi input dan output dari gerbang tersebut
2. Buat rangkaian seperti gambar 5.2 dengan menggunakan IC SN 7486.
3. Hubungkan pin 14 ke sumber listrik 5 Volt yaitu +Vcc dan pin 7 ke ground.
4. Hubungkan A dan B pada switch dan outputnya pada led.
5. Yakinkan rangkaian yang anda buat sudah benar, tanyakan ke pembimbing bila anda
kurang yakin.
6. Hubungkan trainer ke sumber listrik.
7. Lakukan percobaan pada gambar berikutnya yang mana merupakan rangkaian
gerbang pengganti untuk gerbang EXOR dan variasikan posisi input A dan B untuk
melihat hasil pada output yaitu Led dan buat tabel kebenarannya. (perhatikan kembai
datasheet dari masing –masing IC yang digunakan)
55 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
8. Lengkapi tabel pengamatan dibawah untuk hasil data yang diperoleh.

VI. TABEL PENGAMATAN


1. Gerbang EXOR
A B O
1 1
1 0
0 1
1 1
Gambar 5.2

2. Rangkaian gerbang kombinasi untuk pengganti gerbang EXOR


A B O
1 1
1 0
0 1
1 1
Gambar 5.3

3. Rangkaian gerbang universal NAND untuk pengganti EXOR


A B O
1 1
1 0
0 1
1 1
Gambar 5.4

4. Rangkaian gerbang universal NOR untuk pengganti EXOR


A B O
1 1
1 0
0 1
1 1
Gambar 5.5

VII. TUGAS

56 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
Lengkapi tabel pengamatan diatas, Jelaskan pendapat anda terhadap hasil data yang
diperoleh dan lengkapi dengan analisanya. Jika anda tidak menemukan kecocokan hasil
data yang diperoleh dengan teori yang anda pelajari atau temukan, berikan penjelasan
anda serta tarik kesimpulannya.

FT UNP PADANG LEMBARAN LABORATORIUM NO 14


57 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
JURUSAN : TEKNIK ELEKTRO MATA KULIAH : PRAKTEK ELEKTRONIKA
ANALOG DAN DIGITAL
2 SKS TOPIK : GERBANG EXNOR

I. TUJUAN
Setelah praktek ini mahasiswa dapat:
1. Merakit gerbang EXNOR dengan menggunakan kombinasi gerbang NOT, AND dan
OR.
2. Merakit gerbang EXNOR dengan menggunakan kombinasi gerbang NAND dan OR
3. Merakit gerbang EXNOR dengan menggunakan gerbang kombinasi gerbang NOR,
AND, dan OR
4. Membuat dan membuktikan tabel kebenaran dari gerbang EXNOR

II. ALAT DAN BAHAN


1. Basic Digital Engineering Training Kit.
2. IC SN 7404, 7432, 7400, 7432,7408, 7402
3. Kabel power
4. Kabel penghubung secukupnya

III. TEORI SINGKAT


Gerbang Eklusive – Nor atau biasa disingkat sebagai gerbang XNOR merupakan
Gabungan dua gerbang logika yaitu gerbang XOR dan NOT. Keluaran dari gerbang
XNOR merupakan kebalikan dari gerbang XOR. Kharakteristik dari gerbang XNOR
hanya akan bernilai logika “1” jika kedua masukannya memiliki nilai logika yang sama,
selain daripada itu keluaran dari gerbang XNOR akan bernilai logika “0”. Gerbang
EXNOR dapat juga dibangun dengan menggunakan gabungan gerbang NAND dan OR
serta gabungan gerbang AND, OR dan NOR.

58 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
IV. RANGKAIAN PERCOBAAN
Rangkaian gerbang kombinasi untuk pengganti EXNOR

Gambar 6.1

Gambar 6.2

Gambar 6.3

59 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
V. LANGKAH PERCOBAAN
1. Buat rangkaian seperti pada gambar diatas dengan menggunakan IC SN 7404, 7432,
7408 dan IC SN 7432 (Lihat kembali datasheet dari masing IC yang akan digunakan)
2. Hubungkan +Vcc 5 Volt pada pin 14 dan ground (-) pada pin 7
3. Hubungkan A dan B atau input dengan switch pada trainer.
4. Sebelum menghubungkan trainer ke sumber listrik pastikan rangkaian yang anda
buat sudah benar, tanyakan pada pembimbing bila anda kurang yakin.
5. Lakukan percobaan dengan menvariasikan input dan melihat hasilnya pada output
6. Lengkapi tabel pengamatan dibawah dan lanjutkan percobaan berikutnya untuk
membuktikan dari rangkaian kombinasi diatas juga termasuk kombinasi dari gerbang
EXNOR.

VI. TABEL PENGAMATAN


Rangkaian gerbang kombinasi untuk pengganti EXNOR
A B O
1 1
1 0
0 1
1 1
Gambar 6.1

A B O
1 1
1 0
0 1
1 1
Gambar 6.2

A B O
1 1
1 0
0 1
1 1
Gambar 6.3

VII. TUGAS
60 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
1. Buatlah analisa dari hasil rangkaian gerbang diatas. Apakah sama hasil perhitungan
analisa dengan hasil yang dipraktekkan ?, kemudian buat kesimpulan analisa anda.
2. Temukan rangkaian gerbang kombinasi lainnya sebagai pengganti gerbang EXNOR.
Tunjukkan hasil outputnya sama dengan tabel kebenaran dari gerbang EXNOR.

FT UNP PADANG LEMBARAN LABORATORIUM NO 15


61 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
JURUSAN : TEKNIK ELEKTRO MATA KULIAH : PRAKTEK ELEKTRONIKA
ANALOG DAN DIGITAL
2 SKS TOPIK : METODE ALJABAR
BOOLEAN

I. TUJUAN
Setelah praktek ini mahasiswa dapat :
1. Mahasiswa mengerti tentang ekspresi boolean
2. Mahasiswa dapat membuat rangkaian gerbang logika dari suatu persamaan
boolean
3. Mahasiswa dapat membuat rangkaian pengganti AND, OR, dan NOT menjadi
NAND dan NOR.
4. Mahasiswa dapat membuat tabel kebenaran rangkaian logika dari aljabar bolean.

II. ALAT DAN BAHAN


1. Basic Digital Engineering Training Kit.
2. IC SN 7400, 7408, 7432, 7402
3. Kabel power
4. Kabel penghubung secukupnya

III. TEORI SINGKAT


Metode aljabar boolean merupakan suatu metode penyederhanaan rangkaian logika
yang dilakukan dengan menerapkan aturan –aturan atau teorema boolean. Metode ini
lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan menggunakan tabel kebenaran untuk
menyederhanakan suatu rangkaian fungsi logika yang panjang.
Dari suatu rangkaian logika yang telah dtentukan, kita dapat membuat persamaan
logika (persamaan boolean). Langkah –langkah yang dilakukan adalah dengan cara
membuat persamaan secara bertingkat yang dimulai dari input yang masuk dari gerbang
sampai kepada gerbang output yang terakhir.
Ekspresi boolean merupakan suatu cara yang baik untuk menggambarkan bagaimana
suatu rangkaian logika beroperasi. Tabel kebenaran merupakan metode lain yang tepat
untuk menggambarkan bagaimana suatu rangkaian logika bekerja. Dari suatu tabel
kebenaran dapat diubah ke dalam ekspresi Boolean dapat dibuat tabel kebenarannya.

62 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
Untuk mempermudah mengetahui jumlah kombinasi sinyal yang harus dihitung
berdasarkan inputnya, gunakan rumus ini:

, dimana n adalah jumlah input

n = 2 maka = 4 , jadi jumlah kombinasi sinyal yang harus dihitung sebanyak 4 kali.

Fungsi boolean terdiri dari variabel –variabel biner yang menunjukkan fungsi, suatu
tanda sama dengan, dan suatu ekspresi aljabar yang dibentuk dengan menggunakan
variabel –variabel biner, konstanta –konstanta 0 dan 1, simbol –simbol operasi logika,
dan tanda kurung.
1. AND Y = A .B
2. OR Y=A+B

3. NOT Y=

4. NAND Y=

5. NOR Y=

6. XOR Y=

7. XNOR Y=

Hukum –hukum Aljabar Boolean


Hukum Kaidah yang berlaku
NOT

AND X.0=0
X.1=X
X.X=X

X.

OR X+0=X
X+1=1

63 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
X+X=X

X+ =1

Asosiatif (X . Y) . Z = X . (Y . Z) = X . Y . Z
(X + Y) + Z = X +( Y + Z) = X + Y + Z
Komutatif X . Y . Z = X . Z . Y = Z . X . Y= .........
X + Y + Z = X + Z + Y = Z + X + Y= ....
Pemfaktoran XY + XZ = X ( Y + Z)
Distributif (X + Y) (X + Z) = X + YZ
Absorbtif X+ =X+Y

X( = XY

De Morgans

IV. RANGKAIAN PERCOBAAN


Diketahui rangkaian logika seperti gambar dibawah ini, carilah persamaan logika
beserta tabel kebenarannnya

Gambar 7.1

64 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
Gambar 7.2

Gambar 7.3

Gambar 7.4

Gambar 7.5

V. LANGKAH PERCOBAAN
1. Perhatikan kembali datasheet dari masing –masing gerbang yang akan digunakan.
Kemudian buat rangkaian percobaan seperti pada gambar diatas
65 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
2. Hubungkan +Vcc 5 Volt pada pin 14 dan ground (-) pada pin 7
3. Hubungkan A dan B atau input dengan switch pada trainer.
4. Sebelum menghubungkan trainer ke sumber listrik pastikan rangkaian yang anda
buat sudah benar, tanyakan pada pembimbing bila anda kurang yakin.
5. Lakukan percobaan dengan menvariasikan input dan melihat hasilnya pada output
6. Buat persamaan Booleannya dan tabel logika
7. Lanjutkan percobaan berikutnya, dengan mengikuti langkah kerja diatas.

VI. TABEL PENGAMATAN


A. Tabel kebenaran gambar 7.1
Persamaan logikanya adalah..........................
No A B C D
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

B. Tabel kebenaran gambar 7.2


Persamaan logikanya adalah.................................................
No A B C
1
2
3
4
5
6
7
8

C. Tabel kebenaran gambar 7.3


Persamaan logikanya adalah..........................................................
66 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
No P Q
1
2
3
4

D. Tabel kebenaran gambar 7.4


Persamaan logikanya adalah ........................................
No U V W
1
2
3
4
5
6
7
8

E. Tabel kebenaran gambar 7.5


Persamaan logikanya adalah .......................
No A B C
1
2
3
4
5
6
7
8

VII. TUGAS

1. Dengan mengikuti langkah percobaan diatas, rancanglah suatu rangkaian yang


menggunakan kombinasi gerbang logika yang sudah dipelajari

67 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
2. Buatkan persamaan boolean beserta analisa perhitungan anda, apakah sama hasil dari
praktek dengan yang analisa anda.
3. Berikan perbandingan untuk setiap data percobaan yang telah anda lakukan,
berikanlah komentar anda.

FT UNP PADANG LEMBARAN LABORATORIUM NO 16


JURUSAN : TEKNIK ELEKTRO MATA KULIAH : PRAKTEK ELEKTRONIKA
ANALOG DAN DIGITAL
2 SKS TOPIK : RANGKAIAN ADDER

I. TUJUAN
Setelah praktikum ini mahasiswa dapat
1. Merakit dan mengoperasikan rangkaian Adder dengan benar
2. Memahami prinsip dasar dari konstruksi rangkaian adder
3. Menganalisa input dan output rangkaian adder

II. ALAT DAN BAHAN


1. Basic Digital Engineering Training Kit.
2. IC SN 7486, 7408, 7432
3. Kabel power
4. Kabel penghubung secukupnya

III. TEORI SINGKAT


Pada prinsipnya proses pengurangan, perkalian maupun pembagian dapat
dipandang sebagai proses penjumlahan. Rangkaian aritmetika merupakan hal yang umum
dalam banyak sistem digital. Kalkulator dan komputer digital adalah alasan untuk hal
tersebut. Akan tetapi rangakain logika kombinasi yang sederhana dapat melakukan
operasi aritmatika.
Dalam sistem bilangan desimal jika dua bilangan yang masing terdiri dari 1 digit
dijumlahkan, maka akan muncul 2 kemungkinan, yaitu
a. Jumlahnya ≤ 9
b. Jumlahnya > 9

68 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
Jika kemungkinan pertama yang terjadi maka hasil penjumlah akan secara mudah
diperoleh, Jika kemungkinan yang kedua terjadi, maka hasil tidak bisa diperoleh adalah
satu digit, tetapi harus meletakkan carrry ke kolom berikutnya yang lebih tinggi.
Kontruksi dasar rangkaian proses penjumlah ini dibentuk dari kombinasi antara
gerbang EXOR dengan AND yang disebut dengan HALF ADDER, yang mana rangkaian
ini dapat dioperasikan sebagai penjumlah satu biner. Dari dua half biner dapat suatu
FULL ADDER yang dapat digunakan sebagai penjumlah biner dengan bit yang tidak
terbatas.
IV. RANGKAIAN PERCOBAAN
a. Half Adder

Simbol Blok

Gambar 8.1

b. Full Adder

69 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
Gambar 8.2

V. LANGKAH PERCOBAAN
a. Half Adder
1. Buat rangkaian seperti Gambar 10A menggunakan IC SN 7486 dan IC 7408
2. Hubungkan +Vcc ke pin 14 dan ground ke pin 7
3. Yakinkan bahwa rangkaian yang anda buat sudah benar, tanyakan pada
pembimbing bila anda kurang yakin.
4. Hubungkan trainer dengan listrik, Masukkan data secara bervariasi pada A dan B
5. Amati LED 1 dan LED 2
6. Buat tabel kebenarannya.

b. Full Adder
1. Buat rangkaian seperti pada gambar 10B, menggunakan IC SN 7486, 7408, dan
IC 7432.
2. Hubungkan + Vcc ke pin 14 dan ground ke pin 7

70 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
3. Yakinkan bahwa rangkaian yang anda buat sudah benar, tanyakan pada
pembimbing bila anda kurang yakin.
4. Hubungkan trainer dengan sumber listrik
5. Masukkan data secara bervariasi pada A dan B
6. Amati LED 1 dan LED 2
7. Buatkan tabel kebenarannya.

VI. TABEL PENGAMATAN


A. Half Adder
Input Output
A B Ʃ

B. Full Adder
Input Output
A B C Ʃ

VII. TUGAS
1. Bandingkan semua Adder yang anda rakit, analisa setiap data/tabel. Kemudian
berikan kesimpulan/komentar anda.
2. Buatkan persamaan logika half adder dan full adder, dan jelaskan fungsi dari
persamaan tersebut.

71 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
3. Jelaskan prinsip kerja dari suatu full adder, dan kenapa rangkaian tersebut dapat
menjumlah biner.

FT UNP PADANG LEMBARAN LABORATORIUM NO 17


JURUSAN : TEKNIK ELEKTRO MATA KULIAH : PRAKTEK ELEKTRONIKA
ANALOG DAN DIGITAL
2 SKS TOPIK : RANGKAIAN SUBTRACTOR

I. TUJUAN
Setelah praktikum ini mahasiswa dapat:
1. Merakit dan mengoperasikan rangkaian Adder dengan benar
2. Memahami prinsip dasar dari konstruksi rangkaian adder
3. Menganalisa input dan output rangkaian adder

4. ALAT DAN BAHAN


1. Basic Digital Engineering Training Kit.
2. IC SN 7404,7408,7486,7432
3. Kabel power
4. Kabel penghubung secukupnya

5. TEORI SINGKAT
Rangkaian subtraktor yaitu rangkaian yang digunakan untuk operasi
pengurangan biner. Rangkaian ini terdiri dari rangkaian Half Subtraktor dan Full
Subtraktor (gabungan dari beberapa Half Subtraktor). Pada Half Subtraktor
merupakan rangkaian logika yang dipergunakan untuk melaksanakan pengurangan
dua angka biner terdapat 2 input (tempat operasi pengurangan) dan 2 output yaitu
Difference (selisih) dan Borrow Output (untuk keluaran). Sedangkan pada Full
Subtraktor merupakan rangkaian yang dipergunakan untuk mengurangi 3 buah
bilangan biner yang terdapat input tambahan yaitu Borrow Input sebagai tempat
peminjaman dari bit yang lebih besar (MSB).

72 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
Pada dasarnya rangkaian subtraktor ini sama saja dengan adder, Yang mana
perbedaannya cuma pada input Carry Out (pada adder) diganti dengan borrow (untuk
subtraktor) dengan satu penambahan inverter pada input AND gate biner yang
dikurangi.

6. RANGKAIAN PERCOBAAN
A. Half Subtractor

Simbol Half Subtractor

Rangkaian logika Half Subtractor

B. Full Substractor

73 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
Simbol Full Subtractor

Rangkaian Full Subtractor


7. LANGKAH PERCOBAAN
1. Rakitlah Half subtractor pada gambar.
2. Lanjutkan hal yang sama untuk full subtractor Rakit dan operasikan satu persatu
(setiap selesai merakit satu rangkaian, langsung saudara operasikan) rangkaian –
rangkaian yang terdapat pada skema rangkaian.
3. Hubungkan +Vcc ke pin 14 dan ground ke pin 7
4. Yakinkan bahwa rangkaian yang anda buat sudah benar, tanyakan pada
pembimbing bila anda kurang yakin.
5. Hubungkan trainer dengan listrik, Masukkan data secara bervariasi pada A dan B
6. Amati LED 1 dan LED 2
7. Operasikan masing –masing rangkaian dan buatkan tabel kebenarannya.
8. Apabila telah selesai melakukan percobaan pertama lanjutkan dengan rangkaian
percobaan kedua dengan mengikuti langkah diatas.
9. Bandingkan semua tabel percobaan saudara, kemudian berikanlah penjelasan dan
tarik kesimpulan anda.

8. TABEL PENGAMATAN

74 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
1. Half Subtractor
Masukan keluaran
A B Different Borrow

2. Full Subtractor
Masukan keluaran
A B Different Borrow

9. TUGAS
1. Jelaskan fungsi output masing –masing rangkaian, buatkan persamaan logikanya.
2. Berikan tanggapan serta kesimpulan anda tentang rangkaian subtractor ini.
3. Rancanglah full subtractor dengan NAND Gate (semua gerbang terdiri dari NAND
Gate, kecuali output Borrow dapat digunakan OR (And Gate)

75 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
FT UNP PADANG LEMBARAN LABORATORIUM NO 18
JURUSAN : TEKNIK ELEKTRO MATA KULIAH : PRAKTEK ELEKTRONIKA
ANALOG DAN DIGITAL
2 SKS TOPIK : RANGKAIAN FLIP FLOP

1. TUJUAN
Setelah praktikum ini mahasiswa dapat:
1. Mahasiswa dapat merakit dan mengoperasikan rangkaian SR dan CSR Flip Flop,
sesuai dengan waktu yang ditetapkan
2. Mahasiswa dapat menjelaskan sifat –sifat dan prinsip kerja SR dan CSR FF
setelah melakukan praktek sesuai dengan waktu yang ditetapkan

2. ALAT DAN BAHAN


5. Basic Digital Engineering Training Kit.
6. IC SN 7400 dan IC SN 7432
7. Kabel power
8. Kabel penghubung secukupnya

3. TEORI SINGKAT
Pemahaman terhadap rangkaian Flip-Flop (FF) ini sangat penting karena FF
merupakan satu sel memori. Keadaan keluaran FF dapat berada dalam keadaan
tinggi atau keadaan rendah, untuk selang waktu yang dikehendaki. Biasanya untuk
mengubah keadaan tersebut diperlukan suatu masukan pemicu. Flip-Flop SR
merupakan rangkaian dasar untuk menyusun berbagai jenis FF yang lainnya.
A. FF-SR dapat disusun dari dua gerbang NAND atau dua gerbang NOR. Flip Flop
SR adalah rangkaian dasar Flip Flop, yang mempunyai input set (S) dan Reset

76 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
Clear (R), serta dua output Q dan . SR FF dikatakan dalam kondisi set apabila

output Q = 1 dan = 0 , hal ini dapat dilakukan dengan mentrigger input s

dengan logic 1. Sebaliknya SR akan reset (Q = 0 & ) andaikata input R

yang diberi logic 1.


B. FF – SR Terlonceng, FF jenis ini dapat dirangkai dari FF-SR ditambah dengan
dua gerbang AND atau NAND untuk masukan pemicu yang disebut dengan
sinyal clock (ck). FF ini bekerja seperti FF-SR dari gerbang NOR, sedangkan
untuk sinyal clock yang rendah, keluaran Q tidak bergantung kepada input R dan
S, tetapi tetap mempertahankan keadaan terakhir sampai datangnya sinyal clock
berikutnya.

4. RANGKAIAN PERCOBAAN
A. Flip Flop SR

Gambar 10.1

77 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
Gambar 10.2

B. FF SR Terlonceng

Gambar 10.3

78 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
Gambar 10.4
5. LANGKAH KERJA
1. Rakitlah gambar rangkaian percobaan dengan menggunakan NAND dan
NOR Gates seperti pada gambar.
2. Hubungkan +Vcc ke pin 14 dan ground ke pin 7
3. Yakinkan bahwa rangkaian yang anda buat sudah benar, tanyakan pada
pembimbing bila anda kurang yakin.
4. Hubungkan trainer dengan listrik, Masukkan data secara bervariasi pada A
dan B
5. Amati LED 1 dan LED 2
6. Operasikan masing –masing rangkaian dan buatkan tabel kebenarannya untuk
setiap rangkaian
7. Bandingkan semua tabel percobaan saudara, kemudian berikanlah penjelasan
dan tarik kesimpulan anda.

6. TABEL PENGAMATAN
A. Flip Flop SR
Gambar 1
IN OUT
R S Q Q’
0 0
1 0
0 1

79 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
1 1

Gambar 2
IN OUT
R S Q Q’
0 0
1 0
0 1
1 1

B. Flip Flop SR Terlonceng


Gambar 1
clock IN OUT
R S Q Q’
0 0 0
0 0 1
0 1 0
0 1 1
1 0 0
1 0 1
1 1 0
1 1 1

Gambar 2
clock IN OUT
R S Q Q’
0 0 0
0 0 1
0 1 0
0 1 1
1 0 0
1 0 1

80 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L
1 1 0
1 1 1

7. TUGAS
1. Jelaskan fungsi output masing –masing rangkaian, buatkan persamaannya.
2. Berikan tanggapan serta kesimpulan anda tentang rangkaian SR FF ini.

81 | P R A K T E K E L E K T R O N I K A A N A L O G D A N D I G I T A L

Anda mungkin juga menyukai