Anda di halaman 1dari 3

TUGAS TUTORIAL MANDIRI I

(Sabtu, 16 April 2022)

Nama Mahasiswa : Lisa Khoirul Umam


NIM : 857740533
No. Absen : 20
Kode/Mata Kuliah : PDGK4301 / EVALUASI PEMBELAJARAN DI SD
Pokok Bahasan : Pengembangan Tes Hasil Belajar
Nama Pengembang : Taty Suhartati, Dra.,M.Si.
Tuweb Sesi ke :3

Soal Uraian (Modul 2 dan 3) :

1. Tes hasil belajar (achievment test) dikatakan baik jika tes tersebut dapat mengukur
ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam rencana pembelajaran.
Beberapa hal yang perlu anda pertimbangkan dalam menyusun kisi-kisi, jelaskan
langkah-langkah yang harus diperhatikan:
a. Pemilihan sampel;
b. Jenis tes;
c. Proses berfikir yang diukur;
d. Tingkat kesukaran, waktu ujian dan jumlah butir soal;
Pertanyaan :
a) Jelaskan masing-masing bagian tersebut?
b) Buatlah kisi-kisi tes obyektif untuk tes akhir semester sesuai dengan mata pelajaran
yang Anda ajarkan !
2. Jelaskan perbedaan antara rubrik dengan pedoman pensekoran tes uraian terbatas ?
3. Berdasarkan kegunaannya, ada dua jenis rubrik, yaitu holistic rubric dan analitic
rubric. Dari kedua tipe rubrik tersebut menurut anda manakah rubrIk yang lebih baik?
Jelaskan dan beri contohnya !

Selamat mengerjakan, semoga sukses !

Jawaban :

1. Beberapa hal yang perlu anda pertimbangkan dalam menyusun kisi-kisi, jelaskan
langkah-langkah yang harus diperhatikan :
a. Pemilihan sampel
Pemilihan sampel materi yang akan ditulis butir soalnya hendaknya dilakukan
dengan mengacu pada tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Dasar pertimbangan
yang dipergunakan dalam pemilihan sampel materi adalah dasar pertimbangan
keahlian.
b. Jenis tes
Pemilihan jenis tes yang akan digunakan berhubungan erat dengan jumlah sampel
materi yang dapat diukur, tingkat kognitif yang akan diukur, jumlah peserta tes, serta
jumlah butir soal yang akan dibuat.
c. Proses berfikir yang diukur
Setiap mata pelajaran mempunyai penekanan kemampuan yang berbeda dalam
mengembangkan proses berfikir siswa. Dengan demikian jenjang kemampuan
berfikir yang akan diuji pun berbeda-beda.
d. Tingkat kesukaran, waktu ujian, jumlah butir soal.
Pada umumnya, ahli pengukuran sepakat bahwa butir soal yang dapat memberikan
informasi yang besar kepada guru adalah butir soal yang tingkat kesukarannya
sedang.
Lamanya waktu ujian merupakan faktor pembatas yang harus diperhatikan dalam
membuat perencanaan tes.
Sedangkan penentuan jumlah butir soal yang tepat dalam satu kali ujian tergantung
pada beberapa hal, yaitu : tujuan pembelajaran, ragam soal yang digunakan, proses
berpikir, dan sebaran tingkat kesukaran tes tersebut.

2. Perbedaan antara rubrik dengan pedoman pensekoran tes uraian terbatas.


Pedoman pensekoran pada tes uraian terbatas berisi konsep atau kata kunci yang harus
dijawab siswa. Konsep atau kata kunci tersebut merupakan jawaban yang benar dan
harus ada pada jawaban siswa. Jika siswa tidak mencantumkan konsep atau kata kunci
pada jawabannya berarti mereka menjawab salah dan tidak memperoleh skor untuk
konsep tersebut.
Sedangkan rubrik adalah pedoman pemberian skor untuk menilai mutu kinerja siswa.
Rubrik terdiri dari daftar kriteria yang diwujudkan dengan dimensi-dimensi kinerja,
aspek atau konsep-konsep yang akan dinilai disertai dengan gradasi mutu untuk setiap
kriteria tersebut, mulai dari tingkat paling sempurna sampai dengan tingkat yang paling
buruk.

3. Holistic rubric adalah rubrik yang deskripsi dimensi kinerjanya dibuat secara umum.
Karena deskripsi kinerjanya dibuat umum maka biasanya holistic rubric dapat
digunakan untuk menilai berbagai jenis kinerja.
Sedangkan analytic rubric adalah rubrik yang dimensi atau aspek kinerjanya dibuat
lebih rinci, demikian pula deskripsi setiap aspek kinerjanya. Analytyc rubric tepat
digunakan untuk menilai kinerja tertentu. Dimensi kinerja yang akan dinilai disesuaikan
dengan kinerja yang akan diukur.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka menurut saya analytic rubric lebih baik
dibanding holistic rubric. Hal ini karena analytic rubric lebih bisa fokus dan spesifik
dalam menilai suatu hal. Sedangkan pada holistic rubric, penilaian cenderung bersifat
umum.
Contoh holistic rubric :
No Dimensi Kinerja Skor Deskripsi
1. Kualitas pengerjaan 4 Tugas dikerjakan dengan sangat baik dan akurat.
tugas
3 Tugas dikerjakan dengan baik tapi kurang akurat.
2 Kualitas pengerjaan kurang baik dan kurang
akurat.
1 Kualias pengerjaan tugas tidak baik dan tidak
akurat.
2. Kreativitas dalam 4 Mampu memodifikasi prosedur dalam kondisi
pengerjaan tugas yang menantang.
3 Mampu memodifikasi prosedur tetapi atas
bantuan instruktur.
2 Mampu memodifikasi prosedur setelah diberi
contoh instruktur.
1 Tugas hanya dikerjakan dengan prosedur baku.
3. Produk tugas 4 Secara keseluruhan produk tugas sangat bagus.
3 Secara keseluruhan produk tugas bagus.
2 Secara keseluruhan produk tugas sedang.
1 Secara keseluruhan produk tugas tidak bagus.

Contoh analytic rubric :


No Aspek Kinerja Indikator Skor Deskripsi
1. Struktur a. Judul 4 Judul berupa frase, penulisan tepat,
karangan judul sesuai isi karangan.
3 Judul bukan frase, penulisan tepat, judul
sesuai isi karangan.
2 Judul bukan frase, penulisan kurang
tepat, judul sesuai isi karangan.
1 Judul bukan frase, penulisan tidak tepat,
judul tidak sesuai dengan isi karangan.
b. Pembukaan 4 Ada dan mengarah ke isi karangan.
3 Ada dan kurang mengarah ke isi
karangan.
2 Ada tetapi tidak mengarah ke isi
karangan.
1 Tidak ada pembukaan.
c. Isi 4 Isi lengkap dan jelas.
3 Isi lengkap tapi kurang jelas.
2 Isi kurang lengkap tapi jelas.
1 Isi tidak lengkap dan tidak jelas.
d. Penutup 4 Ada dan merupakan kesimpulan isi
karangan.
3 Ada tapi kurang sesuai dengan isi
karangan.
2 Ada tetapi tidak sesuai denan isi
karangan.
1 Tidak ada penutup.

Anda mungkin juga menyukai