Anda di halaman 1dari 16

Instruksi umum :

a. Masing-masing mahasiswa membuat video berdurasi kurang lebih 5 (lima menit)


untuk masing-masing soal dibawah ini. Seluruh video dikompilasi menjadi satu video
dan dikumpulkan pada tanggal 1 mei 2020 melalui google drive (link akan
diinformasikan kemudian)
b. Berikan identitas (Nama, Nim, Kelompok) pada nama video contoh. Putu
Bagus_162005123_kelompok
c. Berikan nomor soal di pojok kanan video untuk memudahkan proses evaluasi

Soal
1. Pasien laki-laki 28 tahun datang dengan keluhan nyeri perut sejak 1 hari yang lalu, nyeri
dikatakan muncul setelah pasien jajan sembarangan yang dibeli di depan kantornya. Nyeri
tidak hilang walaupun pasien sudah minum obat nyeri. Selain nyeri perut pasien juga
mengatakan terdapat bab encer sebanyak tiga kali sejak 1 hari sebelumnya. TD: 110/70
mmHg, suhu 38C, Nadi: 100x/menit, RR: 20x menit.
Instruksi:
a. Peragakanlah pemeriksaan fisik terarah khusus abdomen (mintalah bantuan relawan
sebagai pasien)
b. Jelaskan kepada pasien kemungkinan diagnosis dan instruksi selanjutnya yang harus
dilakukan untuk menegakan diagnosis

2. Pasien laki-laki 55 tahun datang dengan keluhan nyeri sesak sejak 1 jam yang lalu. Sesak
dirasakan semakin berat. Pasien mempunyai riwayat hipertensi namun tidak rutin control.
Sehari-hari pasien tidur menggunakan 3 buah bantal. TD: 160/100, RR: 28x/menit,
T:36,5C, Nadi: 120x/menit
Instruksi:
a. Peragakanlah pemeriksaan fisik terarah khusus thorax-jantung (mintalah bantuan
relawan sebagai pasien)
b. Pada saat auskultasi, peragakan posisi/letak diafragma saat ingin memeriksa suara katup
jantung (murmur) dan sebutkan hasil auskultasi yang ingin dicari.
3. Pasien perempuan, 18 tahun mengeluh pandangan buram terutama saat melihat jauh.
Apabila dikelas pasien selalu duduk didepan agar dapat melihat lebih jelas. Selain
pandangan buram pasien tidak ada mengeluhkan hal lain seperti mata merah, nyeri, mual
muntah, dan gangguan lapang pandang.
Instruksi:
a. Peragakanlah pemeriksaan visus yang baik dan benar menggunakan snellen chart
(disarankan mengunduh snellen chart terlebih dahulu)
4. Pasien datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri menelan sejak 2 hari yang lalu.
Keluhan ini dirasakan muncul berulang terutama saat pasien sedang kelelahan. Selain
nyeri pasien juga mengeluhkan demam sumer-sumer dan mengorok saat tidur. TD:
110/80, T: 38C, PR: 80x/menit, rr: 20x/menit.
Instruksi:
a. Lakukan pemeriksaan fisik terarah THT untuk menentukan diagnosis banding pasien.
(mintalah bantuan relawan sebagai pasien)
b. Jelaskan kemungkinan diagnosis banding kepada pasien.
5. Pasien perempuan 55 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan kesemutan diseluruh
tubuh terutama di ujung-ujung jari tangan dan kaki. Pasien menduga hal ini berhubungan
dengan penyekit gula darah yang dideritanya.
a. lakukan pemeriksaan terarah guna mengetahui sensibilitas pada pasien (nyeri, raba,
suhu)
b. informasikan kepada pasien tentang temuan yang mungkin didapatkan
6. Perempuan usia 25 tahun G1P0A0 32 minggu T/H, datang ke puskesmas saudara untuk
memeriksakan kondisi kehamilannya, selama ini pasien tidak ada keluhan dan rutin
mengikuti anjuran dokter. TD: 120/80 T:36C, PR:80x/menit, rr: 20x/menit
Instruksi:
a. Lakukan pemeriksaan antenatal care (ANC) pada pasien tersebut.
7. Seorang ibu mengajak bayinya kontrol untuk imunisasi. Bayi laki-laki, usia 5 bulan. Pada
saat datang berat bayi 8 kg dan panjangnya 65 cm, lingkar kepala 41 cm .
Instruksi:
a. Plot antropometri bayi ini menggunakan grafik WHO dan simpulkan status gizinya!
8. Pasien 60 tahun datang dengan keluhan gemetar pada tangan terus menerus. Pasien juga
mengeluh tidak bisa mengangkat beban berat.
a. Lakukan pemeriksaan fisik khusus untuk menilai tenaga dan kekuatan otot pasien.
9. Pasien datang dalam keadaan sadar, dmengeluh nyeri pada tangan kiri setelah terkena
pisau saat berkelahi, sekitar setengah jam sebelum pemeriksaan. Pada korban dilakukan
pemeriksaan:
 Pemeriksaan tanda vital: Tingkat kesadaran berdasarkan Glasgow Coma Scale 15,
tekanan darah 130/80 mmHg, denyut nadi 89 kali permenit, pernapasan 20 kali
permenit, suhu ketiak 36,50C.
 Pemeriksaan fisik umum : tidak ada kelainan kecuali pada lokasi tangan kiri (keadaan
tangan kiri dapat dilihat pada foto), saat diminta menggerakan jari-jari tangan kiri,
pasien dapat menggerakan jari dan pergelangan tangan walau tampak kesakitan

 Pemeriksaan foto rontgen tangan kiri tidak tampak patah tulang


Terapi :
 Wound toilet
 Hecting
 Antibiotic
 Analgetik

Saat pasien masih dirawat, datang Polisi membawa Surat Permintaan Visum atas nama
pasien tersebut. Setelah selesai perawatan luka, pasien diperbolehkan pulang dan
disarankan untuk kontrol luka kembali.
Instruksi
a. Peragakan sambil dijelaskan cara memeriksa luka dan mendeskripsikan luka tersebut
(gunakan relawan sebagai pasien yang anda periksa dengan luka seperti pada foto
kasus)
b. Tentukan derajat lukanya dan jelaskan alasan anda menentukan derajat luka tersebut!
10. Seorang laki-laki datang ke ugd rumah sakit setelah mengalami kecelakaan lalu lintas.
Pasien mengerang di ugd dan mengeluh sangat nyeri di pada kaki kanannya.
a. Lakukan pemeriksaan pada pasien untuk menilai nyeri (gunakan visual analog scale dan
numerical rating scale)
11. Seorang perempuan datang dengan keluhan sering bedebar. Pasien merasakan bahwa dia
memiliki penyakit jantung dan beberapa kali mengunjungi dokter yang berbeda untuk
memastikan bahwa dia memiliki sakit jantung. Dari hasil pemeriksaan fisik dan lab
seluruhnya normal, namun pasien tetap merasakan dia sakit.
a. Lakukan anamnesis psikiatri terstruktur pada pasien.
12. Lakukan interpretasi pada gambar thorax berikut ini.

13. Laki-laki 20 tahun mengeluh nyeri pada bahu kanan setelah jatuh dari sepeda motor
dengan posisi menumpu pada bahu. Setelah dilakukan pemeriksaan pasien diduga
mengalami dislokasi pada bahu kanannya. Satu jam kemudian pasien dilakukan reposisi
oleh dokter spesialis ortopedi di ugd.
Instruksi: a. Lakukan pemasangan sling pada pasien tersebut menggunakan armsling
(improvisasi menggunakan barang dan alat yang ada di rumah) dan berikan KIE kepada
pasien tentang penanganan selanjutnya.
14. Buatlah sebuah resep dan berikan KIE kepada pasien mengenai kandungan obat dan
aturan minum obat (kasus dapat dipilih sesuai dengan Permenkes no. 5 tahun tentang
panduan praktik klinik dokter di Fasyankes Primer, kasus yang ditampilkan tidak boleh
sama dalam satu kelompok)