Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

MANAJEMEN OPERASIONAL
STUDI KASUS : APLIKASI MANAJEMEN OPERASI DI RSUD AM PARIKESIT

DOSEN PENGAMPU: DR. ZAINAL ABIDIN, MM

OLEH:

IPANDI LUKMAN

NIM 1901028076

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MULAWARMAN
2020
2

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat-Nya sehingga

kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah mata kuliah Manajemen Operasi

dengan judul “Studi Kasus : Aplikasi Manajemen Operasi di RSUD AM

Parikesit” tepat pada waktunya. Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas

yang diberikan untuk memenuhi target perkuliahan di Magister Manajemen

Ucapan terima kasih kami haturkan kepada pihak-pihak yang telah membantu

dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada dosen kami DR. Zainal

Abidin, MM yang telah memberikan ilmu dan petunjuk guna penyelesaian

makalah ini. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna.

Untuk itu kami mengharap adanya saran, masukan maupun kritikan yang

membangun guna melengkapi kekurangan makalah ini

Tenggarong, 28 Oktober 2020


3

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang 4

B. Rumusan Masalah 7

C. Tujuan Penulisan 7

BAB II PEMBAHASAN 8

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan 17

B. Saran 17
4

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan dunia saat ini semakin pesat, terutama dalam bidang

industri. Hal ini berdampak pada persaingan yang semakin ketat

antarindustri atau perusahaan yang ada. Berbagai upaya dilakukan untuk

menjadi industri/perusahaan yang terbaik. Oleh karena itu, peran

manajemen menjadi penting dalam posisinya, baik manajemen produksi,

pemasaran, sumber daya manusia maupun keuangan. Selain itu,

manajemen operasi merupakan satu fungsi manajemen yang penting bagi

sebuah organisasi atau perusahaan.

Dalam perkembangannya, manajemen operasi sangat pesat terutama

bila dikaitkan dengan lahirnya inovasi dan teknologi baru yang kerap

diterapkan dalam operasi bisnis. Oleh karena itu, banyak

organisasi/perusahaan yang memprioritaskan aspekaspek manajemen

operasi sebagai salah satu model strategis untuk bersaing dan menjadikan

perusahaan atau industri yang terbaik di antara pesaingnya. Melihat posisi

manajemen operasi sangat diperlukan untuk menciptakan sesuatu hal baru

dalam perubahan atau inovasi produk untuk menjadi yang terbaik.

Tidak bisa dipungkiri bahwa menjalankan bisnis bukanlah tugas

yang mudah. Tanpa kepemimpinan dan manajemen yang cakap,

pengusaha tidak bisa meraih keuntungan. Sebuah perusahaan atas berbagai


5

unsur yang harus tepat dikontrol untuk menjalankan tugasnya secara

efektif.

Tidak sedikit perusahaan yang menjalani kesalahan dan kekeliruan

dalam operasionalnya. Padahal, proses operasional cukup krusial dalam

sebuah bisnis. Percaya atau tidak, perusahaan tidak akan mendapatkan

keuntungan tanpa memiliki proses operasional yang baik. Penyebab

utamanya adalah operasional bergerak hampir mencakup semua aspek

dalam perusahaan. Sehingga, perusahaan tidak akan dapat membuat

keputusan bisnis yang lebih baik jika tidak bekerja secara optimal sesuai

manajemen operasional

Tidaklah berlebihan untuk menyatakan bahwa seluruh aspek bisnis

bergantung pada manajemen operasional. Manajemen operasional

memiliki kapasitas untuk merencanakan, mengarahkan, dan mendorong

pembuatan barang dan jasa. Untuk dapat bersaing di pasar yang selalu

berubah, manajer operasional harus dapat bekerja secara efisien dan

produktif untuk memaksimalkan keuntungan, yang merupakan penentu

utama kelangsungan hidup bisnis.

Manajemen operasional dapat memengaruhi layanan pelanggan,

kualitas produk dan layanan, metodologi fungsional yang tepat, daya saing

di pasar, kemajuan teknologi, dan profitabilitas. Kegagalan dalam

mengelola operasional perusahaan akan menyebabkan kerugian yang

signifikan bagi bisnis.


6

Manajemen operasional merupakan bidang manajemen yang terkait

dengan merancang, mengendalikan, dan memastikan bahwa proses

produksi/layanan berjalan dengan baik. Pada tahapan implementasi,

manajemen ini akan berhubungan dengan proses perencanaan,

pengorganisasian, dan pengawasan dalam konteks produksi, manufaktur

atau penyediaan jasa. Dengan demikian, prosesnya akan terfokus untuk

memastikan input akan berubah menjadi output dengan cara yang efisien.

Input sendiri bisa mewakili apa pun mulai dari bahan, peralatan dan

teknologi untuk sumber daya manusia seperti staf atau pekerja.

Terkait dengan Rumah Sakit, manajemen operasi merupakan

praktik yang dirancang untuk memantau dan mengelola semua proses

dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. Fokus manajemen

operasional berada pada penciptaan dan pengembangan layanan yang

efisien dan efektif. Mengelola pembelian, memantau inventaris, dan

menjaga kualitas adalah tujuan utama. Manajemen operasional juga

termasuk menganalisis proses internal rumah sakit. Cara RS menjalankan

manajemen operasional sangat bergantung pada sifat layanan yang

ditawarkan.

Manajemen operasional memainkan peran penting dalam industri

pelayanan kesehatan (termasuk RS). Tanggung jawab manajemen

operasional sangat besar. Manajer operasional bertanggungjawab dalam

mengawasi kegiatan operasional fasilitas pelayanan kesehatan. Hal ini


7

mencakup efisien dan kemampuan rumah sakit dalam memberikan

pelayanan yang memadai dan dapat diandalkan.

Pada tataran implementasi, manajemen operasional merupakan

proses pengambilan keputusan tentang penggunaan sumber daya dalam

memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik dan sesuai dengan tujuan

dan sasaran rumah sakit. Pemberian pelayanan kesehatan di rumah sakit

diharapkan memenuhi kriteria tepat waktu, tepat mutu (kualitas), dengan

alokasi biaya yang efisien dan efektif

Berdasarkan uraian singkat diatas, makalah ini akan membahas

penerapan manajemen operasional yang dipergunakan di rumah sakit,

khususnya RSUD AM Parikesit Kutai Kartanegara.

B. Rumusan Masalah

Bagaimana manajemen operasional di Rumah Sakit Umum Daerah

AM Parikesit Kutai Kartanegara

C. TUJUAN PENULISAN

Tujuan penulisan ini adalah:

1. Mengidentifikasi konsep dari manajemen operasional

2. Mengidentifikasi penerapan manajemen operasional di RSUD AM

Parikesit Kutai Kartanegara


8

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Manajemen Operasional

Manajemen yang baik menjadi kunci kesuksesan dunia usaha atau

industri saat ini, baik manajemen produksi, pemasaran, sumber daya

manusia maupun keuangan. Manajemen operasi merupakan satu fungsi

manajemen yang sangat penting bagi sebuah organisasi atau perusahaan.

Bidang ini berkembang sangat pesat, terutama dengan lahirnya inovasi dan

teknologi baru yang diterapkan dalam praktik bisnis. Oleh karena itu, saat

banyak perusahaan yang sudah melirik dan menjadikan aspek-aspek dalam

manajemen operasi sebagai salah satu senjata strategis untuk bersaing dan

mengungguli kompetitornya.

Jay Heizer dan Barry Render (2001) mengemukakan tentang

manajemen operasi sebagai serangkaian kegiatan yang membuat barang

dan jasa melalui perubahan dari masukan menjadi keluaran. Menurut

Sofjan Assauri (2004), Manajemen produksi dan operasi merupakan

proses pencapaian dan pengutillisasian sumber daya untuk memproduksi

atau menghasilkan barang atau jasa yang berguna sebagai usaha untuk

mencapai tujuan dan sasaran organisasi.

Ahli manajemen J.Heizer dan B.Render mendefinisikan

manajemen operasional sebagai bentuk pengelolaan menyeluruh dan

optimal pada aspek tenaga kerja, barang-barang (mesin, peralatan, dan


9

bahan mentah), atau faktor produksi lain yang bisa dijadikan produk

barang dan jasa yang lazim diperdagangkan.

Berdasarkan definisi-definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan

bahwa manajemen produksi operasi adalah proses pencapaian tujuan

organisasi melalui pengarahan dan pengendalian serangkaian kegiatan

yang menggunakan sumber-sumber daya yang dimiliki untuk mengubah

input menjadi output barang dan jasa

B. Tujuan Manajemen Operasional

Manajemen operasional bertujuan mengatur penggunaan semua

sumber daya yang dimiliki oleh instansi atau perusahaan (bahan mentah,

tenaga kerja, mesin, dan perlengkapan) sehingga proses produksi

berlangsung efektif dan efisien. Berikut ini lima tujuan detail sistem

operasional.

1. Meningkatkan efisiensi perusahaan (Efficiency).

2. Meningkatkan produktivitas perusahaan (Productivity).

3. Mengurangi biaya pengeluaran berbagai kegiatan yang

diselenggarakan oleh instansi atau perusahaan (Economy).

4. Meningkatkan kualitas perusahaan (Quality).

5. Mengurangi waktu proses produksi suatu perusahaan (Reduced

processing time).
10

C. Fungsi Manajemen Operasi

Selain pengertian Manajemen operasi, ada beberapa fungsi yang

terdapat dalam manajemen operasi, berikut fungsi-fungsi yang harus

diketahui :

1. Keuangan

Keuangan adalah komponen penting dalam manajemen operasi.

Sangat penting untuk memastikan bahwa semua keuangan telah

dimanfaatkan semaksimal mungkin dan dilaksanakan dengan benar

untuk memastikan terciptanya penciptaan barang dan jasa yang

optimal. Pemanfaatan keuangan yang tepat akan memungkinkan

terciptanya suatu produk atau layanan yang akan memenuhi

kebutuhan konsumen secara keseluruhan.

2. Strategi

Ketika menggunakan strategi dalam manajemen operasi, ini mengacu

pada taktik perencanaan yang dapat membantu melalui sumber daya

yang dioptimalkan dan pengembangan keunggulan kompetitif atas

bisnis lain. Banyak strategi bisnis termasuk konfigurasi rantai

pasokan, penjualan, kapasitas untuk menyimpan uang, dan

pemanfaatan sumber daya manusia yang optimal.

3. Operasi

Fungsi manajemen operasi ini berkaitan dengan perencanaan,

pengorganisasian, pengarahan, dan kontrol keseluruhan dari semua

kegiatan dalam organisasi. Ini adalah fungsi utama manajemen operasi


11

dan secara efektif akan membantu dalam mengubah bahan baku dan

upaya manusia menjadi barang dan layanan yang tahan lama yang

dapat dimanfaatkan konsumen.

4. Desain Produk

Dengan tersedianya teknologi baru, penjualan suatu produk menjadi

jauh lebih sederhana. Salah satu tugas utama manajemen operasi

adalah untuk memastikan bahwa suatu produk dirancang dengan baik

dan memenuhi tren pasar dan kebutuhan konsumen. Konsumen

modern lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas, oleh karena

itu sangat penting untuk mengembangkan produk berkualitas yang

tahan lama dan berkualitas tinggi.

5. Manajemen Rantai Pasokan

Manajemen rantai pasokan melibatkan pengelolaan proses produksi

dari bahan baku ke produk jadi. Ia mengontrol segala sesuatu mulai

dari produksi, pengiriman, distribusi, dan pengiriman produk. Manajer

operasi mengelola proses rantai pasokan dengan mempertahankan

kendali manajemen persediaan, proses produksi, distribusi, penjualan,

dan sumber pemasok untuk memasok barang-barang yang dibutuhkan

dengan harga yang wajar. Proses rantai pasokan yang dikelola dengan

baik akan menghasilkan proses produksi yang efisien, biaya overhead

yang rendah, dan pengiriman produk yang tepat waktu kepada

konsumen.
12

6. Mengelola Kualitas

Manajemen mutu memainkan peran penting dalam menjual suatu

produk. manajer operasi mengalokasikan tugas manajemen mutu

untuk tim dan kemudian mengawasi tugas mereka. Manajer

mengidentifikasi cacat proyek dan memperbaiki mereka untuk

memastikan kualitas. Untuk ini, sistem tertentu digunakan yang

mengukur dan menjaga kualitas produk.

7. Perkiraan Permintaan

Berfokus pada kebutuhan pelanggan adalah salah satu fungsi utama

manajemen operasi. Manajer operasi yang baik memastikan bahwa

pelanggan mendapatkan nilai layanan terbaik, artinya menerima apa

pun yang mereka inginkan, dan secara cepat dan tepat waktu.

D. Ruang Lingkup Manajemen Operasi

Ada tiga aspek yang saling berkaitan dalam ruang lingkup

manajemen operasi, yaitu sebagai berikut.

1. Aspek struktural

yaitu aspek yang memperlihatkan konfigurasi komponen yang

membangun sistem manajemen operasi dan interaksinya satu sama

lain.

2. Aspek fungsional

Yaitu aspek yang berkaitan dengan manajemen serta organisasi

komponen struktural ataupun interaksinya mulai dari perencanaan,


13

penerapan, pengendalian, dan perbaikan agar diperoleh kinerja

optimum.

3. Aspek lingkungan

Memberikan dimensi lain pada system manajemen operasi yang berupa

pentingnya memperhatikan perkembangan dan kecenderungan yang

terjadi di luar sistem.

Ruang lingkup manajemen operasi berkaitan dengan pengoperasian sistem

operasi, pemilihan serta penyiapan system operasi yang meliputi

keputusan tentang:

1. Perencanaan Output

2. Desain Proses Transformasi

3. Perencanaan Kapasitas

4. Perencanaan Bangunan Pabrik

5. Perencanaan Tata Letak Fasilitas

6. Desain Aliran Kerja

7. Manajemen Persediaan

8. Manajemen Proyek

9. Skeduling

10. Pengendalian Kualitas

11. Keandalan Kualitas Dan Pemeliharaan.


14

E. Penerapan Manajemen Operasional di RSUD A.M. Parikesit

Penerapan manajemen operasional di RSUD AM Parikesit berkaitan

dengan proses pelayanan kesehatan yang menjadi core bisnis di rumah

sakit. Di rumah sakit manajemen operasional digambarkan sebagai berikut

(Stevenson, 2014) :

Hospital Inputs Processing Output

Medis, Tenaga Pemeriksaan Kesehatan


kesehatan Pembedahan Pasien
(perawat, bidan, Monitoring
analis, Pengobatan
radiographer, Obat-obatan
apoteker, dll)
Rumah sakit
Medical Supplies
Perlatan
Laboratorium

Ruang lingkupnya meliputi :

1. Perencanaan jumlah kapasitas layanan yang optimal

Perencanaan layanan disusun berdasarkan kajian utilitas dan

kebutuhan dari masyarakat. Semisal masyarakat membutuhkan

pelayanan cuci darah, maka setelah ditimbang berbagai aspek yang

memungkinkan tidaknya layanan ini tersedia, maka rumah sakit

kemudian akan merencanakan untuk membuka layanan tersevbut.

2. Perencanaan gedung, layout, desain tata letak fasilitas

Perencanaan gedung, tata letak melihat aspek demograpi dan

kemudahan akses dari pasien untuk dapat mengaskses layanan,


15

sehingga orang akan berbondong untuk menggunakan layanan yang

ditawarkan oleh rumah sakit

3. Desain alur proses layanan

Alur proses layanan, menjanjikan kemudahan dan kepastian kepada

pasien dan keluarga yang datang berkunjung merasa nyaman dan

terpuaskan, karena seluruh layanan yang diberikan terukur dan

memiliki kepastian dengan adanya alur pelayanan yang jelas.

4. Manajemen persediaan

Di industry rumah sakit, persedian utama adalah bahan habis pakai

(BHP) dan sediaan farmasi (obat-obatan). Rumah sakit harus

memperhatikan sediaan BHP dan farmasi untuk kurun waktu

tertentu, kegunaannya adalah untuk mencegah terjadinya

kekosongan sediaan. Kekosongan sediaan akan menimbulkan

dampak terganggunya pelayanan kepada pasien yang memerlukan

obat-obatan tertentu.

5. Membuat Skedul Kerja

Pelayanan rumah sakit merupakan industri padat karya melibatkan

multidisiplin profesi yang berlangsung dalam 24 jam, 7 hari dalam

seminggu, diatur secara shift kerja.

6. Pengendalian dan pengawasan kualitas layanan

Komite Pengendaian Mutu dan Keselamatan Pasien, merupakan

wadah yang dibentuk bertanggungjawab langsung kepada direktur


16

rumah sakit untuk memastikan kualitas pelayanan sesuai dengan

SPO yang telah dibuat.

7. Pemeliharaan fasilitas layanan.

Pemeliharaan dilakukan secara paripurna dan tersusun jadawalnya

untuk memastikan fasilitas layanan betul betul dalam kondisi prima

saat dipergunakan, karena menopang seluruh fasilitas kesehatan

yang akan dipergunakan oleh pasien, sehingga harus zero missdan

zero accident

8. Peran manajemen operasional dalam pengendalian biaya di RS

Mengendalikan biaya dan meningkatkan kualitas layanan yang

diberikan kepada pasien. Biaya tinggi pelayanan kesehatan ini sering

tidak terkompensasi karena pasien tidak diasuransikan. Prevalensi

layanan dengan harga mahal menimbulkan beban pada pembayar

pajak, pemegang asuransi kesehatan dan lembaga lembaga kesehatan

itu sendiri. Pengendalian biaya juga mempengaruhi tingkat dan

kualitas layanan yang diberikan kepada klien. Namun, pengurangan

biaya yang dikelola secara tidak efisien pada anggaran, akan

membatasi teknologi dan peralatan yang dapat dibeli dan digunakan

untuk menyediakan layanan yang diperlukan. Karena itu, manajer

operasi harus bertujuan untuk merampingkan biaya dan untuk

menciptakan pendanaan yang diperlukan untuk mempertahankan

tingkat yang memadai dan kualitas layanan yang ditawarkan.


17

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Manajemen operasi di rumah sakit merupakan praktik yang

dirancang untuk memantau dan mengelola semua proses dalam

memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. Fokus manajemen

operasional berada pada penciptaan dan pengembangan layanan yang

efisien dan efektif.

Di RSUD AM Parikesit ruang lingkup manajemen operasi meliputi :

1. Perencanaan jumlah kapasitas layanan yang optimal

2. Perencanaan gedung, layout, desain tata letak fasilitas

3. Desain alur proses layanan

4. Manajemen persediaan

5. Membuat Skedul Kerja

6. Pengendalian dan pengawasan kualitas layanan

7. Pemeliharaan fasilitas layanan

8. Peran manajemen operasional dalam pengendalian biaya di RS

B. Saran

Manajemen operasi sangat penting untuk efisien fungsi penyediaan

layanan kesehatan. Perubahan yang terjadi di organisasi pelayanan

kesehatan, menyebabkan cara mengelola operasional pelayanan kesehatan


18

juga berubah. Perlu adanya kebijakan yang mengatur tentang manajemen

operasional di rumah sakit


19

Bahan Bacaan

Dr. H.A. Rusdiana,M.M. (2014). Manajemen Operasi. Penerbit CV Pustaka Setia.


Bandung

S. Supriyanto dan Ernawati. (2010). Pemasaran Industri Jasa Kesehatan, :


CV.Andi Offset. Yogyakarta