Anda di halaman 1dari 11

[tqn] Cara Cepat Menghafal Ayat ayat Al Quran sumarah wahyudi Sun, 11 May 2008 10:29:58 -0700 Ahlamdulillah.

.. Setelah muter2 mencari cara yang cepat untuk menghafalkan ayat ayat Al Quran akhirnya menemukan juga metode yang pas dan cocok Teman2 bisa membuka di http://cokiehti. wordpress. com disitu ada "CD Room Al Quran MP3" yang bisa disetel per ayat sehingga kita lebih gampang untuk menghafalnya selain itu temen2 juga bisa memakai metode ini: Metode ini ditulis oleh seorang juara lomba menghafal Al Quran tingkat Internatsional ( semoga Allah merahmati beliau ) MATODE MENGHAFAL QUR'AN Bersama Mudhawi Ma'arif I. Pendahuluan Ada 3 prinsip (Three P) yang harus difungsikan oleh ikhwan/akhwat kapan dan dimana saja berada sebagai sarana pendukung keberhasilan dalam menghafal al qur'an. 3P (Three P) tersebut adalah: 1. Persiapan (Isti'dad) Kewajiban utama penghafal al-qur'an adalah ia harus menghafalkan setiap harinya minimal satu halam dengan tepat dan benar dengan memilih waktu yang tepat untuk menghafal seperti: a. Sebelum tidur malam lakukan persiapan terlebih dahulu dengan membaca dan menghafal satu halaman secara grambyangan (jangan langsung dihafal secara mendalam) b. Setelah bangun tidur hafalkan satu halaman tersebut dengan hafalan yang mendalam dengan tenang lagi konsentrasi c. Ulangi terus hafalan tersebut (satu halaman) sampai benarbenar hafal diluar kepala 2. Pengesahan (Tashih/setor)

Setelah dilakukan persiapan secara matang dengan selalu mengingatingat satu halaman tersebu, berikutnya tashihkan (setorkan) hafalan antum kepada ustad/ustadzah. Setiap kesalahan yang telah ditunjukkan oleh ustad, hendaknya penghafal melakukan hal-hal berikut: a. Memberi tanda kesalahan dengan mencatatnya (dibawah atau diatas huruf yang lupa) b. Mengulang kesalahan sampai dianggap benar uoleh ustad. c. Bersabar untuk tidak menambah materi dan hafalan baru kecuali materi dan hafalan lama benar-benar sudah dikuasai dan disahkan 3. Pengulangan (Muroja'ah/Penjagaa n) Setelah setor jangan meninggalkan tempat (majlis) untuk pulang sebelum hafalan yang telah disetorkan diulang beberapa kali terlebih dahulu (sesuai dengan anjuran ustad/ustadzah) sampai ustad benarbenar mengijinkannya II. Syarat Utama Untuk Memudahkan Hafalan 1. Beriman dan bertaqwa kepada Allah 2. Berniat mendekatkan diri kepada Allah dengan menjadi hambahamba pilihanNya yang menjaga al-qur'an 3. Istiqomah sampai ajal musamma 4. Menguasai bacaan al-qur'an dengan benar (tajwid dan makharij al huruf) 5. Adanya seorang pembimbing dari ustad/ustadzah (al-hafidz/alhafidzah) 6. Minimal sudah pernah khatam al-qur'an 20 kali (dengan membaca setiap ayat 5 kali) 7. Gunakan satu jenis mushaf al-qur'an (al-qur'an pojok) 8. Menggunakan pensil/bolpen/ stabilo sebagai pembantu 9. Memahami ayat yang akan dihafal III. Macam-macam Metode Menghafal

A. Sistem Fardhi Ikuti langkah ini dengan tartib (urut): 1. Tenang dan tersenyumlah, jangan tegang 2. Bacalah ayat yang akan dihafal hingga terbayang dengan jelas kedalam pikiran dan hati 3. Hafalkan ayat tersebut dengan menghafalkan bentuk tulisan huruf-huruf dan tempat-tempatnya 4. Setelah itu pejamkan kedua mata dan 5. Bacalah dengan suara pelan lagi konsentrasi (posisi mata tetap terpejam dan santai) 6. Kemudian baca ayat tersebut dengan suara keras (posisimata tetap terpejam dan jangan tergesa-gesa) 7. Ulangi sampai 3x atau sampai benar-benar hafal 8. Beri tanda pada kalimat yang dianggap sulit dan bermasalah (garis bawah/distabilo) 9. Jangan pindah kepada hafalan baru sebelum hafalan lama sudah menjadi kuat Penggabungan ayat-ayat yang sudah dihafal Setelah anda hafal ayat pertama dan kedua jangan pindah kepada ayat ketiga akan tetapi harus digabungkan terlebih dahulu antara keduanya dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini: 1. Bacalah ayat pertama dan kedua sekaligus dengan suara pelan lagi konsentrasi 2. Kemudian bacalah keduanya dengan suara keras lagi konsentrasi dan tenang 3. Ulani kedua ayat tersebut minimal 3x sehingga hafalan benarbenar kuat. Begitulah seterusnya, pada tiap-iap dua tambahan ayat baru harus digabungkan dengan ayat sebelumnya sehingga terjadi kesinambungan hafalan

4. Mengulang dari ayat belakang ke depan. Dan dari depan ke Belakang 5. Semuanya dibaca dengan suara hati terlebih dahulu kemudian dengan suara keras (mata dalam keadaan tertutup) 6. Begitu seterusnya. Setiap mendapatkan hafalan baru, harus digabungkan dengan ayat/halaman/ juz sebelumya. B. Sistem Jama'i Sistem ini menggunakan metode baca bersama, yaitu dua/tiga orang (partnernya) membaca hafalan bersama-sama secara jahri (keras) dengan: a. Bersama-sama baca keras b. Bergantian membaca ayat-an dengan jahri. Keika partnernya membaca jahr dia harus membaca khafi (pelan) begitulah seterusnya dengan gantian. Sistem ini dalam satu majlis diikuti oleh maksimal 12 peserta, dan minimal 2 peserta. Settingannya sebagai berikut: a. Persiapan: 1. Peserta mengambil tempat duduk mengitari ustad/ustadzah 2. Ustad/ustadzah menetapkan partner bagi masing-masing peserta 3. Masing-masing pasangan menghafalkan bersama partnernya sayat baru dan lama sesuai dengan instruksi ustad/ustadzah 4. Setiap pasangan maju bergiliran menghadap ustad/ustadzah untuk setor halaman baru dan muroja'ah hafalan lama b. Setoran ke ustad/ ustadzah: 1. Muroja'ah: 5 halaman dibaca dengan sistem syst-an (sistem gantian). Muroja'ah dimulai dari halaman belakang (halaman baru) kearah halaman lama 2. Setor hafalan baru: a. Membaca seluruh ayat-ayat yang baru dihafal secara bersamasama

b. Bergiliran baca (ayatan) dengan dua putaran. Putaran pertama dimulai dari yang duduk disebelah kanan dan putaran kedua dimulai dari sebelah kiri. c. Membaca bersama-sama lagi, hafalan baru yang telah dibaca secara bergantian tadi. 3. Muroja'ah tes juz 1, dengan sistem acakan (2-3x soal). Dibaca bergiliran oleh masing-masing pasangan. Ketika peserta sendirian tidak punya partner, atau partnernya sedang berhalangan hadir, maka ustad wajib menggabungkan nya dengan kelompok lain yang kebetulan juz, halaman dan urutannya sama, jika hafalannya tidak sama dengan kelompok lain maka ustad hendaknya menunjuk salah seorang peserta yang berkemampuan untuk suka rela menemani. c. Muroja'ah ditempat: 1. Kembali ketempat semula. 2. Mengulang bersama-sama seluruh bacaan yang disetorkan baik muroja'ah maupun hafalan baru, dengan sistem yang sama dengan setoran 3. Menambah hafalan baru bersama-sama untuk disetorkan pada pertemuan berikutnya 4. Jangan tinggalkan majlis sebelum mendapat izin ustad/ustadzah. IV. Keistimewaan sistem jama'i 1. Cepat menguasai bacaan al-qur'an dengan benar 2. Menghilangkan perasaan grogi dan tidak PD ketika baca alqur'an didepan orang lain 3. Melatih diri agar tidak gampang tergesa-gesa dalam membaca 4. Mengurangi beban berat menghafal al-qur'an 5. Melatih untuk menjadi guru dan murid yang baik 6. Menguatkan hafalan lama dan baru 7. Semangat muroja'ah dan menambah hafalan baru 8. Meringankan beban ustad

9. Kesibukannya selalu termotivasi dengan al-qur'an 10. Mampu berda'wah dengan hikmah wa al-mau'idhah al-hasanah 11. Siap untuk dites dengan sistem acakan 12. Siap menjadi hamba-hamba Allah yang berlomba menuju kebaikan V. Jaminan 1. Hafalan al-qur'an lanyah dan lancar dalam masa tempo yang sesingkat-singkatny a 2. Sukses dan bahagia di dunia dan akhirat 3. Pilihan Allah dan memperoleh surga `adn diakhirat nanti (surah fatir: 23-24) VI. Metode Muroja'ah (Pengulangan dan penjagaan fardhi atau jama'i) Ayat-ayat al-qur'an hanya akan tetap bersemayam didalam hati utu al`ilm jika ayat-ayat yang dihafal selalu diingat, diulang dan dimuroja'ah. Berikut ini cara muroja'ah: 1. Setelah hafal setengah juz/satu juz, harus mampu membaca sendiri didepan ustad/ustadzah dan penampilan. 2. Setiap hari membaca dengan suara pelan 2 juz. Membaca dengan suara keras (tartil) minimal 2 juz setiap hari. 3. Simakkan minimal setengah juz setiap hari kepada teman/murid/ jama'ah/istri/ suami dst 4. Ketika lupa dalam muroja'ah maka lakukan berikut ini: Jangan langsung melihat mushaf, tapi usahakan mengingatingat terlebih dahulu Ketika tidak lagi mampu mengingat-ingat, maka silahkan melihat mushaf dan Catat penyebab kesalahan. Jika kesalahan terletak karena lupa maka berilah tanda garis bawah. Jika kesalahan terletak karena faktor ayat mutasyabihat (serupa dengan ayat lain) maka tulislah

nama surat/no./juz ayat yang serupa itu di halaman pinggir Subyek: Cara Cepat Menghafal Al-Quran Sat 05 Dec 2009, 07:54 Segala puji Bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad SAW. Dalam tulisan ini akan kami kemukakan cara termudah untuk menghafalkan al quran. Keistimewaan teori ini adalah kuatnya hafalan yang akan diperoleh seseorang disertai cepatnya waktu yang ditempuh untuk mengkhatamkan al-Quran. Teori ini sangat mudah untukdi praktekan dan insya Allah akan sangat membantu bagi siapa saja yang ingin menghafal Al Quran. Disini akan kami bawakan contoh praktis dalam mempraktekannya. Misalnya saja jika anda ingin menghafalkan surat an-nisa, maka anda bisa mengikuti teori berikut ini: Pertama, Bacalah ayat pertama 20 kali Kedua, Bacalah ayat kedua20 kali Ketiga, Bacalah ayat ketiga 20 kali Keempat, Bacalah ayat keempat 20 kali Kelima, Kemudian membaca 4ayat diatas dari awal hingga akhir menggabungkannya sebanyak 20 kali. Keenam, Bacalah ayat kelima 20 kali Ketujuh, Bacalah ayat keenam 20 kali Kedelapan, Bacalah ayat ketujuh 20 kali Kesembilan, Bacalah ayat kedelapan 20 kali Kesebelas, Kemudian membaca ayat ke 5 hingga ayat ke 8 untuk menggabungkannya sebanyak 20 kali. Keduabelas, Bacalahayat ke 1 hingga ayat ke 8 sebanyak 20 kali untuk memantapkan hafalannya. Demikian seterusnya hingga selesai seluruh al Quran, dan jangan sampai menghafal dalam sehari lebih dari seperdelapan juz, agar tidak berat bagi anda untuk mengulang dan menjaganya. Dikutip dari buku Cara Cepat Menghafal Al Quran karya: Dr. Abdul Muhsin Al Qasim (Imam dan Khatib Masjid Nabawi)

Sumber :layananquran.com Raffa Kafilah

Posting: 5 Poin: 9 Subyek: Re: Cara Cepat Menghafal Al-Quran Sat 21 Aug 2010, 21:59 Banyak hadits Rasulullah saw yang mendorong untuk menghafal Al Qur'an atau membacanya di luar kepala, sehingga hati seorang individu muslim tidak kosong dari sesuatu bagian dari kitab Allah swt. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, "Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Qur'an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh." (HR. Tirmidzi) Berikut adalah Fadhail Hifzhul Qur'an (Keutamaan menghafal Qur'an) yang dijelaskan Allah dan Rasul-Nya, agar kita lebih terangsang dan bergairah dalam berinteraksi dengan Al Qur'an khususnya menghafal. Fadhail Dunia 1. Hifzhul Qur'an merupakan nikmat rabbani yang datang dari Allah Bahkan Allah membolehkan seseorang memiliki rasa iri terhadap para ahlul Qur'an, "Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur'an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, 'Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat'" (HR. Bukhari) Bahkan nikmat mampu menghafal Al Qur'an sama dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapatkan wahyu, "Barangsiapa yang membaca (hafal) Al Qur'an, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diwahyukan kepadanya." (HR. Hakim) 2. Al Qur'an menjanjikan kebaikan, berkah, dan kenikmatan bagi penghafalnya

"Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya" (HR. Bukhari dan Muslim) 3. Seorang hafizh Al Qur'an adalah orang yang mendapatkan Tasyrif nabawi (penghargaan khusus dari Nabi SAW) Di antara penghargaan yang pernah diberikan Nabi SAW kepada para sahabat penghafal Al Qur'an adalah perhatian yang khusus kepada para syuhada Uhud yang hafizh Al Qur'an. Rasul mendahulukan pemakamannya. "Adalah nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, "Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al Qur'an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat." (HR. Bukhari) Pada kesempatan lain, Nabi SAW memberikan amanat pada para hafizh dengan mengangkatnya sebagai pemimpin delegasi. Dari Abu Hurairah ia berkata, "Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, "Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,"Aku hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al Baqarah." Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?" Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, "Benar." Nabi bersabda, "Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi." (HR. AtTurmudzi dan An-Nasa'i) Kepada hafizh Al Qur'an, Rasul SAW menetapkan berhak menjadi imam shalat berjama'ah. Rasulullah SAW bersabda, "Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya." (HR. Muslim) 4. Hifzhul Qur'an merupakan ciri orang yang diberi ilmu "Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orangorang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim." (QS Al-Ankabuut 29:49) 5. Hafizh Qur'an adalah keluarga Allah yang berada di atas bumi "Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, "Siapakah mereka ya Rasulullah?" Rasul menjawab, "Para ahli Al Qur'an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya." (HR. Ahmad) 6. Menghormati seorang hafizh Al Qur'an berarti mengagungkan Allah

"Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah menghormati orang tua yang muslim, penghafal Al Qur'an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan Penguasa yang adil." (HR. Abu Daud) Fadhail Akhirat 1. Al Qur'an akan menjadi penolong (syafa'at) bagi penghafal Dari Abi Umamah ra. ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Bacalah olehmu Al Qur'an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa'at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya)."" (HR. Muslim) 2. Hifzhul Qur'an akan meninggikan derajat manusia di surga Dari Abdillah bin Amr bin 'Ash dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Akan dikatakan kepada shahib Al Qur'an, "Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau dulu mentartilkan Al Qur'an di dunia, sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca." (HR. Abu Daud dan Turmudzi) Para ulama menjelaskan arti shahib Al Qur'an adalah orang yang hafal semuanya atau sebagiannya, selalu membaca dan mentadabur serta mengamalkan isinya dan berakhlak sesuai dengan tuntunannya. 3. Para penghafal Al Qur'an bersama para malaikat yang mulia dan taat "Dan perumpamaan orang yang membaca Al Qur'an sedangkan ia hafal ayatayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat." (Muttafaqun ?alaih) 4. Bagi para penghafal kehormatan berupa tajul karamah (mahkota kemuliaan) Mereka akan dipanggil, "Di mana orang-orang yang tidak terlena oleh menggembala kambing dari membaca kitabku?" Maka berdirilah mereka dan dipakaikan kepada salah seorang mereka mahkota kemuliaan, diberikan kepadanya kesuksesan dengan tangan kanan dan kekekalan dengan tangan kirinya. (HR. At-Tabrani) 5. Kedua orang tua penghafal Al Qur'an mendapat kemuliaan Siapa yang membaca Al Qur'an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, "Mengapa kami dipakaikan jubah ini?" Dijawab,"Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk

mempelajari Al Qur'an." (HR. Al-Hakim) 6. Penghafal Al Qur'an adalah orang yang paling banyak mendapatkan pahala dari Al Qur'an Untuk sampai tingkat hafal terus menerus tanpa ada yang lupa, seseorang memerlukan pengulangan yang banyak, baik ketika sedang atau selesai menghafal. Dan begitulah sepanjang hayatnya sampai bertemu dengan Allah. Sedangkan pahala yang dijanjikan Allah adalah dari setiap hurufnya. "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur'an maka baginya satu hasanah, dan hasanah itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf." (HR. At-Turmudzi) 7. Penghafal Al Qur'an adalah orang yang akan mendapatkan untung dalam perdagangannya dan tidak akan merugi "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri." (QS Faathir 35:29-30) Adapun fadilah-fadilah lain seperti penghafal Al Qur'an tidak akan pikun, akalnya selalu sehat, akan dapat memberi syafa'at kepada sepuluh orang dari keluarganya, serta orang yang paling kaya, do'anya selalu dikabulkan dan pembawa panji-panji Islam, semuanya tersebut dalam hadits yang dhaif. "Ya Allah, jadikan kami, anak-anak kami, dan keluarga kami sebagai penghafal Al Qur'an, jadikan kami orang-orang yang mampu mengambil manfaat dari Al Qur'an dan kelezatan mendengar ucapan-Nya, tunduk kepada perintah-perintah dan larangan-larangan yang ada di dalamnya, dan jadikan kami orang-orang yang beruntung ketika selesai khatam Al Qur'an. Allahumma amin" (dian) Maraji': Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc. Kiat Sukses Menjadi Hafizh Qur'an Da'iyah. Dr. Yusuf Qardhawi. Berinteraksi dengan Al Qur?an.