Anda di halaman 1dari 51

PENGURUS PUSAT

IKATAN FISIOTERAPI INDONESIA (IFI)


The Indonesian Physiotherapy Association
Kantor : Apt Kalibata Residences B21-BF, Kalibata Jakarta Selatan
Sekretariat : Jl. Srengseng Raya No.8 E, Kembangan, Jakarta Barat, Indonesia 11630
Telp/fax : 021 5847248, E-mail : pp_ifi@yahoo.co.id, Website : w w w .ifi.or.id, NPWP : 02.995.123.3-005.000

No : 068/SUM/PP-PERFI/II/2022 Jakarta, 15 Februari 2022


Perihal : PERFI Award 2022
Lamp : 1 bundel

Kepada Yth.

Ketua Pengurus Cabang PERFI


Di tempat

Dengan hormat,
Dalam rangka panggilan aksi fisioterapi bagi seluruh Cabang PERFI di penjuru Indonesia, kami
Pengurus Pusat Perkumpulan Fisioterapi Indonesia (PERFI) mengadakan kegiatan PERFI AWARD 2022
yang akan diselenggarakan periode Februari – Juni 2022. Terlampir Buku Panduan PERFI Award 2022,
sebagai acuan bagi Cabang agar berpartisipasi aktif dan menanggapi secara positif.
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Tim Task Force PERFI AWARD 2022, PJ Kegiatan :
Moh. Rendy Herdiansyah (08111226430), CP Kegiatan: Endah Wahyuningsih (08156745425), Lailatuz
Zaidah (089520322812). Panduan PERFI AWARD 2022 juga dapat diakses anggota melalui website
www.ifi.or.id
Besar harapan kami, panduan teknis ini dapat memberi ide , kreasi dan inovasi bagi pertumbuhan
organisasi profesi dan upaya kita bersama meningkatkan kontribusi kepada masyarakat sekitar kita. Atas
perhatian dan dukungan yang diberikan, kami ucapkan terima kasih.

KETUA UMUM
PERKUMPULAN FISIOTERAPI INDONESIA

Parmono Dwi Putro, S.Ft, M.M


NIA. 3175.02945
PERFI AWARD 2022

PENGURUS PUSAT

PERKUMPULAN FISIOTERAPI

INDONESIA

TASK FORCE PERFI AWARD 2022

GERAKAN
GERAKAN

FISIOTERAPI SIGAB FISIOTERAPI TOP

YANG LINCAH
PERFI AWARD 2022

GERAKAN FISIOTERAPI SIGAB


(SIAP SIAGA BERGERAK UNTUK INDONESIA SEHAT)

GERAKAN FISIOTERAPI TOP YANG LINCAH


(MENUJU TATA KELOLA ORGANISASI PROFESI YANG MAKIN LINCAH)

PENGURUS PUSAT PERKUMPULAN FISIOTERAPI INDONESIA


TASK FORCE PERFI AWARD
2022
SUSUNAN TASK FORCE PERFI AWARD 2022

1. Struktur

Ketua

Narahubung dan
Pengelola Informasi

Tim Puskesmas Tim Faskes dan Praktik Tim Akademisi


Mandiri

2. Susunan Personalia

Posisi Nama
Ketua Moh. Rendy H erdiansyah, AmdFt
Narahubung dan Pengelola Informasi Ilham Patria, S. Ft., MSi
Joko Santosa, S. Ft
Endah Wahyuningsih, S. Ftr., Ftr
Tim Pendukung
Unsur Puskesmas Novita M. Wanget, Amd.Ft
Novika Kurniawati, SST. Ft
Damha Al Banna, SST. Ft., M. Fis
Unsur Rumah Sakit, Faskes dan Praktik Syahbudin Arbain, SST.Ft., Ftr
Mandiri Joko Santosa, S, Ft
Endah Wahyuningsih, S. Ftr., Ftr
Unsur Akademisi Sugiono, SST. Ft, S, Fis, Ftr., M. H (Kes)
Lailatuz Zaidah, S.ST FT, M.Or., AIFO

Jakarta, 12 Januari 2022


Ketua Umum PP PERFI,

Parmono Dwi Putro, S. Ft., MM


2
3
BAB I
PANDUAN GERAKAN FISIOTERAPI SIGAB
(SIAP SIAGA BERGERAK UNTUK INDONESIA SEHAT)

Latar belakang

Pada Renstra Kementerian Kesehatan 2020-2024, Program Indonesia Sehat masih


menjadi program utama Pembangunan Kesehatan. Program Indonesia Sehat
dilaksanakan dengan 3 pilar utama yaitu: (1) Pilar paradigma sehat, dilakukan dengan
strategi pengarusutamaan kesehatan dalam pembangunan, penguatan promotif,
preventif dan pemberdayaan masyarakat; (2) Pilar penguatan pelayanan kesehatan,
dilakukan dengan strategi peningkatan akses pelayanan kesehatan, optimalisasi sistem
rujukan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan, menggunakan
pendekatan continuum of care dan intervensi berbasis risiko kesehatan; (3) Pilar
jaminan kesehatan nasional, dilakukan dengan strategi perluasan sasaran
dan benefit serta kendali mutu dan kendali biaya. Karena itu, kebijakan pembangunan
kesehatan diarahkan pada upaya meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan
menuju cakupan kesehatan semesta dengan penekanan pada penguatan pelayanan
kesehatan dasar melalui peningkatan upaya promotif dan preventif didukung oleh
inovasi dan pemanfaatan teknologi. Sehingga bonus demografi mendatang kita
memperoleh sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing. Upaya
promotif merupakan upaya mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan bagi
individu dan masyarakat umum. Upaya preventif merupakan upaya pencegahan
terhadap gangguan, keterbatasan fungsi, ketidakmampuan individu yang berpotensi
untuk mengalami gangguan gerak dan fungsi tubuh akibat faktor-faktor
kesehatan/sosial ekonomi dan gaya hidup.

Fisioterapi merupakan salah satu profesi tenaga kesehatan yang mendukung Program
Indonesia Sehat. Tahun 2022 ini, semua fisioterapis diajak untuk menunjukkan concern
dan komitmen serta menunjukkan peran penting profesi dalam mendukung
peningkatan upaya promotif dan preventif dalam Program Indonesia Sehat,
meningkatkan profil profesi dan kampanye atas nama profesi dan klien kepada
pemerintah dan para pembuat kebijakan. Perkumpulan Fisioterapi Indonesia

4
merupakan organisasi profesi fisioterapi yang berfokus dalam peningkatan mutu dan
kualitas fisioterapi dan fisioterapis di Indonesia. Perkumpulan Fisioterapi Indonesia,
bertujuan mendukung anggota organisasinya untuk mempromosikan profesi dalam
mendukung peningkatan upaya promotif dan preventif komunitas. Momen ini
dibuka sejak Februari hingga Juni 2022, dan pengumuman pemenang dilakukan saat
gala dinner International Society for Electrophysical Agents in Physical Theraphy
(ISEAPT) pada September 2022. Pengurus Cabang yang menjadi pemenang akan
diberikan PERFI AWARD. Tema besar yang digelar pada 2022 ini adalah Fisioterapi
Untuk Negeri : Gerakan Fisioterapi Sigab (Siap Siaga Bergerak Untuk Indonesia
Sehat), yang berfokus pada partisipasi, kontribusi dan peningkatan kesadaran terhadap
upaya promotif dan preventif komunitas dan terjalinnya hubungan baik dengan para
pemangku kepentingan dan masyarakat setempat, sesuai level organisasi masing-
masing.

Semua peserta lomba kreasi dan inovasi untuk upaya preventif dan promotif yang
masuk dalam 10 besar, videonya akan ditayangkan di kanal youtube PP PERFI,untuk
mendapatkan like dari viewer. Video dengan like terbanyak akan menjadi pemenang
favorit.

Sasaran
 Pemerintah pusat dan daerah
 Komunitas/kelompok masyarakat
 Organisasi Masyarakat dan Profesi
 Dunia Usaha
 Media Massa
 Masyarakat Umum

Tema Kegiatan dan Target Komunitas


Tema kegiatan yang dapat dilakukan oleh Pengurus Cabang Perkumpulan Fisioterapi
Indonesia, meliputi diantaranya: (1) pendidikan perilaku posisi gerak dan fungsi tubuh
yang sehat dengan program untuk meningkatkan fleksibilitas, daya tahan, dan
keselarasan postur dalam aktifitas sehari-hari. Kegiatan ini dapat dikombinasikan
dengan skrining postur, teknik pengurangan nyeri dan berbagai program lainnya; (2)
senam hamil, senam nifas, senam bayi, deteksi dini kecacatan dan tumbuh kembang; (3)

5
deteksi dan pendidikan untuk gangguan gerak fungsional, aktivitas sehari-hari, aktivitas
perawatan diri dan adaptasi dengan lingkungan sosial lansia; (4) promosi kesehatan
dan pencegahan kecelakaan kerja; (5) kesehatan olah raga; (6) Rehabilitasi Berbasis
Masyarakat; (7) kegiatan lain yang sesuai.
Komunitas yang menjadi target kegiatan oleh Pengurus Cabang Perkumpulan
Fisioterapi Indonesia, meliputi diantaranya : (1) komunitas masyarakat umum; (2)
komunitas ibu hamil, komunitas ibu nifas, komunitas bayi, komunitas anak; (3)
komunitas lansia; (4) komunitas karyawan/pekerja; (5) komunitas usia sekolah; (6)
komunitas klub olah raga; (7) komunitas lain yang teridentifikasi.

Definisi

Gerakan Fisioterapi Sigab (Siap Siaga Bergerak Untuk Indonesia Sehat)


merupakan aksi panggilan bagi seluruh Pengurus Cabang Perkumpulan Fisioterapi
Indonesia untuk berkontribusi secara profesi dalam rangka upaya mendekatkan diri
pada masyarakat dan komunitas, serta para pemangku kepentingan setempat dengan
menampilkan performa kompetensi fisioterapi dalam gerak dan fungsi, komunikasi,
informasi dan edukasi serta berbagai cara/metode yang dikembangkan sesuai
kebutuhan. Dalam rangka meningkatkan partisipasi dari seluruh unsur fisioterapi, maka
gerakan ini dibuat dalam bentuk lomba kreasi dan inovasi untuk upaya preventif dan
promotif fisioterapi.

Aksi panggilan ini melibatkan seluruh unsur fisioterapi yang tergabung dalam Cabang
Perkumpulan Fisioterapi Indonesia setempat. Kegiatan dilakukan dengan melakukan
fungsi planning, organizing, actuating dan controlling, dengan memperhatikan
ketersediaan sumber daya dan kompleksitas kegiatan.

Ruang Lingkup

Fisioterapis yang bekerja di fasilitas kesehatan (rumah sakit, Puskesmas, klinik area
pabrik/industri), fisioterapi praktik mandiri, fisioterapi di institusi pendidikan dan jenis
fisioterapi lainnya yang bergabung dalam Cabang Perkumpulan Fisioterapi Indonesia
atau Pengurus Cabang bisa menjadi inisiator kegiatan. Semua unsur tersebut,
dimungkinkan untuk berkolaborasi dan sinergi.
6
Semua kegiatan yang dilakukan dalam menanggapi aksi panggilan ini diwajibkan untuk
menggandeng/melibatkan minimal berkomunikasi dengan Pengurus Cabang Setempat.

Komunitas yang dijadikan target kegiatan ditetapkan berdasarkan identifikasi dan


ditindaklanjuti sesuai ketersediaan sumber daya dengan tetap mengedepankan
kepentingan pihak komunitas tersebut.

Pemangku kepentingan yang dilibatkan diupayakan sebanyak mungkin yang bisa


dijangkau, dengan harapan dampak terhadap citra organisasi profesi menjadi
meningkat.

Upaya preventif merupakan upaya pencegahan terhadap gangguan, keterbatasan fungsi,


ketidakmampuan individu yang berpotensi untuk mengalami gangguan gerak dan
fungsi tubuh akibat faktor-faktor kesehatan/sosial ekonomi dan gaya hidup.

Fungsi planning (perencanaan) melibatkan upaya pemanfaatan dari sumberdaya yang


ada dan tersedia dengan tetap memperhatikan segala aspek serta keterbatasan untuk
dapat mencapai tujuan secara efisien dan juga efektif. Point penting yang perlu
mendapat perhatian adalah identifikasi kebutuhan kegiatan. Menyusul kemudian
waktu, target, ketersediaan sumber daya, penyusunan standar prosedur kegiatan,
tahapan persiapan yang perlu dilakukan dan berbagai aspek perencanaan yang terkait.

Fungsi organizing (pengorganisasian) melibatkan distribusi tugas, mekanisme


koordinasi dan komunikasi, alur, delegasi kewenangan dan berbagai kegiatan terkait
lainnya. Termasuk unsur stakeholder yang dirangkul dalam kegiatan yang dilakukan.

Fungsi actuating (penggerakkan) melibatkan upaya menggerakkan semua anggota tim


dalam rangka mencapai tujuan/target kegiatan dengan kolaborasi dan koordinasi yang
terjadi di lapangan, termasuk jika diperlukan adanya modifikasi kegiatan jika terjadi
kendala atau tidak sesuai rencana.

Fungsi controlling (pengendalian/pengawasan) melibatkan upaya pengendalian


pelaksanaan kegiatan, sehingga dimungkinkan terjadi koreksi jika terjadi kesalahan.

Semua kegiatan preventif promotif dicatat, sesuai dengan kaidah yang berlaku.
Pelaporan kegiatan dilakukan sesuai dengan kebutuhan, terutama bila kegiatan
menggandeng pemangku kepentingan. Pelaporan kegiatan dari Pengurus Cabang ke

7
Pengurus Pusat, merupakan prasyarat menjadi nominator PERFI Award dan penerbitan
SKP Pengabdian Masyarakat.

Periode kegiatan preventif dan promotif yang diajukan dalam nominasi PERFI Awad
adalah kegiatan yang dilakukan sepanjang 1 Februari – 30 Juni 2022, dan
dilaporkan/diajukan oleh Pengurus Cabang Setempat kepada Pengurus Pusat
Perkumpulan Fisioterapi Indonesia melalui saluran komunikasi yang ditentukan.
Pengumuman pemenang disampaikan dalam sesi gala dinner kegiatan International
Society for Electrophysical Agents in Physical Theraphy (ISEAPT) 2022 pada bulan
September. Setiap Cabang disarankan melakukan kegiatan preventif dan promotif
sebanyak-banyaknya, dan yang terbaik dapat diajukan sebagai nominator. Setiap
elemen organisasi profesi diharapkan dapat menggandeng para pemangku kepentingan
sesuai level masing-masing dalam rangka meningkatkan relasi dan hubungan baik
dengan semua pihak yang bisa dijangkau.

Kebijakan

1. Setiap Pengurus Cabang wajib mengirimkan minimal satu atau jika ada lebih dari
satu kegiatan pilih yang terbaik untuk diikutkan dalam upaya kreasi dan inovasi
fisioterapi preventif dan promotif (PERFI Award 2022).

2. Dalam melaksanakan kegiatan tersebut, setiap cabang berkoordinasi,


berkomunikasi dan meibatkan sebanyak mungkin unsur pemangku kepentingan
dalam kegiatannya.

3. Pemenang PERFI Award Kategori Inovasi dan Kreasi Pelayanan 2022 adalah
Pengurus Cabang dengan nilai tertinggi kegiatan yang sesuai dengan kriteria
yang ditetapkan.

4. Sepuluh besar kegiatan dengan nilai tertinggi akan menjadi nominator


pemenang. Juri untuk menentukan tiga besar adalah juri dari pihak independen,
yang melibatkan unsur Pengurus Pusat Harian, Kementrian Kesehatan, Asosiasi
Perguruan Tinggi Fisioterapi Indonesia dan Asosiasi Puskesmas Indonesia.

5. Tiga besar kegiatan yang dipilih Dewan Juri berhak ditayangkan video
kegiatannya dalam saluran youtube PP PERFI, untuk dilakukan vote oleh viewers.

8
6. Pemenang PERFI Award Kategori Inovasi dan Kreasi Pelayanan 2022 berhak
atas apresiasi berupa sertifikat penghargaan dan uang pembinaan.

7. Kegiatan yang dilakukan oleh Cabang diharapkan disesuaikan dengan


ketersediaan sumber daya yang dipunyai. Dimungkinkan jika bekerja sama
dengan Pihak Pengurus Daerah masing-masing.

Kriteria Penilaian Nominee PERFI AWARD Kategori Inovasi dan Kreasi Pelayanan

Formulir Penilaian

Nila
Item Ketersedia Juri Juri Juri Juri Rerata Indek i
Ket
Kegiatan an 1 2 3 4 Juri nilai s akhi
5 r
-1 -2 -3 -4 -5 -6 -7 -8 -9 -10 -11
Ya 1 Harus
Kegiatan meng
Organisasi gande
Profesi – ng
bersifat Tidak 0 mini
wajib. mal
PC

Ya 2
Bersifat
dimu
Klinis
ngkin
(hands on)
Tidak 1 kan
darin
g
Pemangku 0- 2
0
kepentinga stakeholder
n yang 3 - 5 pihak 1
bekerja lebih dari 5
sama 2
pihak
Jumlah 0 - 80 0,5
target 81 - 160 0,75
peserta 161 - 240 1,5
non lebih dari
fisioterapis 2
240
Sifat gathering
kegiatan dengan
0,5
bagi kegiatan
partisipan tertentu
9
fisioterapis edukasi
promotif- 1
preventif
promotif-
preventif -
edukasi -
demo/roll
2
play
promotif-
preventif
injury
lainnya 0,5
Unsur Ya 1
Inovasi Tidak 0,5
Unsur Ya 1
kearifan
0,5
lokal Tidak

Keterangan:
(1) : Kriteria unsur yang terlibat
(2): Kesesuaian dengan kriteria unsur
(3): Nilai dari Juri 1 ( Skala 000 - 1000)
(4) : Nilai dari Juri 2 ( Skala 000 - 1000)
(5): Nilai dari Juri 3 ( Skala 000 - 1000)
(6 ): Nilai dari Juri 4 ( Skala 000 - 1000)
(7): Nilai dari Juri 5 ( Skala 000 - 1000)
(8): (jumlah kolom 3 hingga 7) dibagi 5
(9): index (faktor pengali)
(10) : hasil perkalian kolom 8 dengan kolom 9
(11) : skor akhir

Ceklist verifikasi ketersediaan kriteria yang disampaikan dalam pelaporan:

Bukti Pelaksanaan Verifikasi kelengkapan Ya/tidak


Identifikasi munculnya Deskripsi awal pelaporan mencantumkan
kegiatan identifikasi mengapa kegiatan tersebut dipilih

Pelaporan kegiatan, dengan unsur :


Nama Kegiatan Pencantuman Judul Kegiatan
Waktu penyelenggaraan Pencantuman Waktu Kegiatan
Tempat kegiatan Pencantuman Tempat Kegiatan
Sifat Kegiatan (hands Deskripsikan secara singkat bentuk/wujud
on/lainnya) kegiatan yang dilakukan, dan pastikan lengkapi
dengan dokumentasi yang sesuai. (Pastikan
masuk dalam video dokumentasi).
10
Unsur Dinas/Instansi/TNI- Screenshoot bukti kehadiran unsur tersebut
Polri/LSM/Tokoh atau bukti surat/undangan yang tertera dengan
Masyarakat unsur pemangku kepentingan tersebut.
(Pastikan masuk dalam video dokumentasi).
Sasaran kegiatan/peserta Deskripsi, jumlah peserta, daftar hadir peserta
non fisioterapis dan bukti foto.(Pastikan masuk dalam video
dokumentasi)
Peran/kontribusi fisioterapi Deskripsi, jumlah peserta dan daftar hadir
dalam kegiatan fisioterapis dan bukti foto (list fisioterapi yang
terlibat dikirim dalam format excel. (Pastikan
masuk dalam video dokumentasi)

Pencatatan dan Pelaporan

Template Pelaporan Kegiatan FISIOTERAPI SIGAB

Hal Isian Keterangan untuk kolom


isian
Nama Organisasi Profesi diisi dengan nama PC
Pelaksana Kegiatan Penyelenggara atau PD
Penyelenggara
Nama Penanggung Jawab diisi dengan nama
Kegiatan : Penanggung Jawab Kegiatan
tsb dan nomor HP
Nama Ketua PC : diisi dengan nama ketua PC
tersebut
Identifikasi Kegiatan dilakukan diisi dengan alasan mengapa
: kegiatan tersebut muncul
(termasuk identifikasi
berdasar, isue keprihatinan
tertentu, dll)
Nama/jenis komunitas diisi dengan target komunitas
atau nama komunitas
Nama Kegiatan: Format : Nama Kegiatan,
Nama PC, Lokasi, Waktu
Pelaksanaan
Waktu Penyelenggaraan: Format : Waktu kegiatan dan
rundown kegiatan
Tempat/Lokasi Kegiatan: Nama Lokasi kegiatan dan
alamat lengkap lokasi
kegiatan

11
Sifat/bentuk Kegiatan: diisi dengan pilihan: a.
Gathering dengan kegiatan
tertentu; b. Edukasi promotif-
preventif; c. Hands-on
(promotif-preventif - edukasi
- demo/roll play promotif-
preventif injury); d. Isi dengan
deskripsi yang sesuai
Dokumentasi kegiatan sesuai foto bukti kegiatan yang
deskripsi sifat/bentuk sesuai dengan sifat kegiatan
kegiatan: (Pastikan masuk dalam video
dokumentasi)
Unsur Dinas/Instansi/TNI- Diisi dengan nama unsur
Polri/LSM/Tokoh Masyarakat pemangku kepentingan yang
terlibat dalam kegiatan atau
pejabat terkait yang terlibat.
(Pastikan masuk dalam video
dokumentasi)
Dokumentasi kegiatan sesuai tempelkan foto bukti pejabat
deskripsi unsur stakeholder atau tokoh masyarakat yang
yang dilibatkan mewakili pemangku
kepentingan. (Pastikan masuk
dalam video dokumentasi)
Peserta kegiatan non Deskripsi dan jumlah peserta,
fisioterapis daftar hadir peserta non
fisioterapis. (Pastikan masuk
dalam video dokumentasi)
Dokumentasi peserta non Bukti foto peserta non
fisioterapis fisioterapis dan bukti foto
daftar hadir peserta non
fisioterapis. (Pastikan masuk
dalam video dokumentasi)
Peserta unsur fisioterapi Deskripsi dan jumlah peserta
dan bukti foto daftar hadir
fisioterapis. (Pastikan masuk
dalam video dokumentasi)
Dokumentasi peserta unsur Bukti foto peserta unsur
fisioterapis fisioterapis dan bukti daftar
hadir peserta fisioterapis
dalam bentuk excel
Tanggal Pelaporan Tanggal kirim email atau
gform yang ditetapkan

Pelaporan kegiatan dilakukan selambatnya sebulan dari kegiatan dilaksanakan


dilakukan melalui link gform https://s.id/SIGABAward2022 dan email

12
skp.ifi07@gmail.com. Video yang dikirim maksimal berdurasi lima (5) menit yang
memasukkan unsur yang menjadi penilaian.

Kerja sama, Kemitraan dan Saluran Media


Kegiatan kerjasama dan kemitraan dikoordinasi oleh masing-masing Pengurus Cabang.
Dokumentasi kegiatan berupa gambar bergerak untuk kegiatan masing-masing
disarankan dapat dipublikasikan melalui media sosial PC masing-masing, termasuk
anggota PC masing-masing, juga dikirim ke Tim Task Force PP PERFI.

PJ Kegiatan : Moh Rendy Herdiansyah 08111226430


CP Kegiatan : Endah Wahyuningsih (08156745425), Lailatuz Zaidah, S.ST FT, M.Or.,
AIFO (089520322812).

Jakarta, 7 Februari 2022


Ketua Umum PP PERFI, Ketua Task Force PERFI Award 2022,

Parmono Dwi Putro, S.Ft., M.M Moh. Rendy Herdiansyah

13
LAMPIRAN FORM PEMERIKSAAN
SKRINING (Contoh)
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Contoh Alat Bantu Fukuda Stepping Test

32
BAB II
PANDUAN GERAKAN FISIOTERAPI TOP YANG LINCAH
(MENUJU TATA KELOLA ORGANISASI PROFESI YANG MAKIN LINCAH)

Latar Belakang

Organisasi Profesi Fisioterapi di Indonesia dari waktu ke waktu terus-menerus


mengembangkan diri untuk makin menerjemahkan tugas dan fungsinya di masyarakat
umum, masyarakat profesi dan masyarakat akademi. Peran organisasi profesi
diantaranya menciptakan nilai tambah bagi para anggota, melayani kepentingan profesi
melalui pemberlakuan regulasi dan adanya professional-public partnership.
Agar dapat melakukan peran dan fungsinya secara optimal, maka organisasi profesi
dituntut memiliki kepemimpinan yang efektif. Kepemimpinan efektif ini ditentukan oleh
sinergi positif antara Pengurus Pusat, Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang yang
secara area tersebar dan terdistribusi di seluruh penjuru negeri, hingga saat ini tercatat
33 Pengurus Daerah dan 210 Pengurus Cabang.

Struktur organisasi profesi fisioterapi di Indonesia :


1. Pengurus Pusat
Pengurus Pusat terdiri atasa Pengurus Pusat PERFI dan Dewan Pertimbangan
Harian yang meliputi enam bidang yang meliputi Bidang Organisasi dan Kajian
Strategis, Bidang Hukum dan Pembelaan Anggota, Bidang Komunikasi dan
Informasi dan Kerjasama Internasional, Bidang Standarisasi Pelayanan, Bidang
Pendidikan, Pelatihan, Penelitian Pengembangan dan Bidang Pengabdian
Masyarakat.
2. Pengurus Daerah
Pengurus Daerah berkedudukan di tingkat Provinsi.
3. Pengurus Cabang
Pengurus Cabang berkedudukan di tingkat Kabupaten/Kotamadya. Pengurus
Cabang adalah representasi Organisasi Profesi secara real yang langsung
berhubungan dengan anggota yang menjadi tulang punggung kegiatan dan
menampilkan citra profesi di mata masyarakat.

34
Para Pengurus yang ada di jajaran Pusat, Daerah dan Cabang yang ditetapkan dan
secara bersama bertanggung jawab untuk menjalankan misi organisasi serta
mengupayakan bagaimana misi tersebut dapat terlaksana. Dalam rangka memastikan
fungsi kepemimpinan di tingkat cabang optimal terlaksana, maka fungsi manajerial
diperlukan, meliputi planning, organizing, actuating dan controlling. Fungsi planning
(perencanaan) melibatkan upaya pemanfaatan dari sumberdaya yang ada dan tersedia
dengan tetap memperhatikan segala aspek serta keterbatasan untuk dapat mencapai
tujuan secara efisien dan juga efektif. Point penting yang perlu mendapat perhatian
adalah identifikasi kebutuhan kegiatan. Menyusul kemudian waktu, target, ketersediaan
sumber daya, penyusunan standar prosedur kegiatan, tahapan persiapan yang perlu
dilakukan dan berbagai aspek perencanaan yang terkait. Fungsi organizing
(pengorganisasian) melibatkan distribusi tugas, mekanisme koordinasi dan komunikasi,
alur, delegasi kewenangan dan berbagai kegiatan terkait lainnya. Termasuk unsur
stakeholder yang dirangkul dalam kegiatan yang dilakukan. Fungsi actuating
(penggerakkan) melibatkan upaya menggerakkan semua anggota tim dalam rangka
mencapai tujuan/target kegiatan dengan kolaborasi dan koordinasi yang terjadi di
lapangan, termasuk jika diperlukan adanya modifikasi kegiatan jika terjadi kendala atau
tidak sesuai rencana. Fungsi controlling (pengendalian/pengawasan) melibatkan upaya
pengendalian pelaksanaan kegiatan, sehingga dimungkinkan terjadi koreksi jika terjadi
kesalahan. Perlu peran serta aktif dan kolaboratif semua unsur organisasi profesi dalam
mengupayakan misi terlaksana. Dalam rangka memotret sejauh mana dinamika dan
gerak langkah para Pengurus Cabang di seluruh Indonesia, maka kegiatan ini dilakukan.

Sasaran
Seluruh Pengurus Cabang IFI di seluruh Indonesia dengan SK Kepengurusan sebelum 31
Desember 2021.
.
Tema Kegiatan
Gerakan Fisioterapi Top yang Lincah (Menuju Tata Kelola Organisasi Profesi yang Makin
Lincah) merupakan sebuah aksi panggilan bagi semua Pengurus Cabang untuk
menampilkan komitmen dan potret manajerial skill yang dipunyai untuk dibagikan

35
(sharing) dalam rangka membangun soliditas dan mendukung kepemimpinan yang
efektif, yang didukung dengan ketersediaan data dengan format yang seragam.
Definisi
Tata Kelola adalah merupakan rangkaian proses, kebiasaan, kebijakan, aturan yang
memengaruhi pengarahan, pengelolaan serta pengontrolan terhadap suatu organisasi.
Hal ini mencakup pula hubungan antara para pemangku kepentingan yang terlibat serta
tujuan pengelolaan organisasi. Tata kelola organisasi juga menyangkut masalah
akuntabilitas dan tanggung jawab mandat, khususnya implementasi pedoman dan
mekanisme untuk memastikan perilaku yang sesuai dan mendukung.

Pengurus Cabang Ikatan Fisioterapi Indonesia adalah Pengurus Organisasi Profesi


tingkat Kabupaten/Kotamadya, dengan SK Kepengurusan sebelum 31 Desember 2022.

Ruang Lingkup
Kegiatan manajerial skill tercermin dalam aspek struktur, proses dan outcome. Kriteria
pencatatan dan pelaporan yang dipakai dalam panduan ini meliputi ketersediaan
sumber daya (sumber daya manusia dan sumber daya lainnya), tata laksana – cara dan
metode untuk melaksanakan kegiatan dan sejauh mana outcomenya dapat terukur.
Hasil yang didapat dari kegiatan ini akan merupakan identifikasi untuk melakukan
rencana tindak lanjut.

Setiap Pengurus Cabang selain melakukan pencatatan dan pelaporan, sekaligus pula
melakukan self asesmen sejauh mana kinerja organisasi dan upaya menggerakkan
anggotanya dalam dinamika yang terjadi.

Kebijakan

1. Setiap Pengurus Cabang dengan SK Kepengurusan sebelum 31 Desember 2022


diwajibkan mengikuti kegiatan ini.
2. Periode waktu kepengurusan yang dipotret meliputi periode waktu semester I
(1 Januari – 30 Juni 2022).

36
3. Peringkat sepuluh besar berdasarkan nilai tertinggi berhak atas apresiasi berupa
sertifikat penghargaan dan uang pembinaan, dengan tiga peraih nilai tertinggi
merupakan pemenang PERFI Award Kategori Organisasi 2022.

Kriteria Penilaian Nominee PERFI AWARD Kategori Organisasi

Item Point of Juri Juri Juri Juri Juri Rerata Nilai


Indeks Ket
Kegiatan view 1 2 3 4 5 nilai akhir
-1 -2 -3 -4 -5 -6 -7 -8 -9 -10 -11
Ketersediaan
Sumber
kompleksitas,
Daya
sinergi dan 2
Manusia,
kolaborasi
Keuangan
dan lainnya
Issue issue yang
4
Strategis diangkat
manajerial
Upaya
skill,
mencapai
continuos 4
tujuan
quality
organisasi
improvement

Keterangan:
(1) : Kriteria unsur penilaian
(2): Sudut pandang untuk penilaian
(3): Nilai dari Juri 1 ( Skala 0 - 100)
(4) : Nilai dari Juri 2 ( Skala 0 - 100)
(5): Nilai dari Juri 3 ( Skala 0 - 100)
(6) : Nilai dari Juri 4 ( Skala 0 - 100)
(7): Nilai dari Juri 5 ( Skala 0 - 100)
(8): (jumlah kolom 3 hingga 7) dibagi 5
(9): index (faktor pengali)
(10) : hasil perkalian kolom 8 dengan kolom 9
(11) : skor akhir

Pencatatan dan Pelaporan

Pengurus Cabang mengirimkan pencatatan dan pelaporan dalam tiga bentuk file:

1. Pencatatan dalam format file excel (template dapat diunduh dengan mengakses
tautan : https://s.id/templateOP2022
37
2. Pelaporan dalam format file word (template, terlampir)

3. dan format file power point (ppt) maksimal 12 slide yang representatif.

Pelaporan kegiatan dilakukan selambatnya 31 Juli 2022, dilakukan melalui link gform
https://s.id/TOPANGAward2022 dan email sekjen_ppifi@yahoo.com.

PJ Kegiatan : Moh Rendy Herdiansyah 08111226430


CP Kegiatan : Endah Wahyuningsih (08156745425), Lailatuz Zaidah, S.ST FT, M.Or.,
AIFO (089520322812).

Jakarta, 12 Februari 2022


Ketua Umum PP PERFI, Ketua Task Force PERFI Award 2022,

Parmono Dwi Putro, S.Ft., M.M Moh. Rendy Herdiansyah

38
Lampiran

Template Pelaporan PC
LAPORAN TAHUNAN
PERKUMPULAN FISIOTERAPI INDONESIA
CABANG (NAMA CABANG)

TIM PERUMUS :

(NAMA-NAMA)

PENGURUS CABANG
PERKUMPULAN FISIOTERAPI
INDONESIA
CABANG (NAMA CABANG)
(PERIODE)

39
KATA PENGANTAR
(CONTOH)

( Tim Perumus )

40
SAMBUTAN KETUA CABANG
PERKUMPULAN FISIOTERAPI INDONESIA
CABANG (NAMA CABANG)

PERIODE

Nama Ketua Cabang


Ketua Cabang

41
LAPORAN TAHUNAN

PENGURUS CABANG

PERKUMPULAN FISIOTERAPI INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN

A. UMUM

B. MAKSUD DAN TUJUAN

1. Maksud

2. Tujuan

C. RUANG LINGKUP

Ruang lingkup laporan ini meliputi pelaksanan tugas pada bidang-


bidang meliputi :

1. Organisasi
2. Keanggotaan
3. Resume Kegiatan 2021
4. Keuangan
5. Issue Strategis
6. Agenda Kegiatan 2022
7. Hal-hal lain

42
BAB II
KEGIATAN

A. ORGANISASI.

1. KEPENGURUSAN

Berdasarkan Surat Keputusan PP PERFI No ……………………………………. Kami


sampaikan susunan kepengurusan PERFI Cabang sebagai berikut.

Susunan Pengurus PERFI Cabang

Ketua :
Wakil Ketua :
Sekretaris :
Bendahara :
Bidang Organisasi :
Bidang Humas :
dst (sesuai dengan struktur yang ada)

2. GAMBARAN UMUM ORGANISASI

Penjelasan singkat tentang perkembangan organisasi selama


masabakti
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………....

43
B. KEANGGOTAAN
1. Anggota awal

Sesuai dengan data yang diperoleh dari data PERFI pada tahun.......-....... sbb :

Keanggota Jumlah Anggota


an Biasa
Anggota
Anggota Luar Biasa
Anggota Kehormatan

Ket:

1). Anggota Biasa adalah WNI yang mempunyai ijazah pendidikan fisioterapi
minimal diploma tiga lulusan dalam atau luar negeri yang sah dan diakui oleh
Pemerintah Republik Indonesia.

2). Anggota Luar Biasa adalah WNA yang melakukan pelayanan fisioterapi di
Indonesia atas ijin Pemerintah Republik Indonesia.

3). Anggota Kehormatan PERFI adalah mereka yang ditetapkan oleh PERFI sebagai
anggota kehormatan atas dasar jasa-jasanya terhadap perkembangan fisioterapi.

2. Anggota Baru

Penambahan anggota baru selama kepengurusan

Bulan Jumlah Anggota

Total

44
3. Anggota mutasi dari cabang lain

Nama Cabang Asal

4. Anggota yang mutasi ke cabang lain :

Nama Cabang Tujuan

5. Anggota yang meninggal dunia :

Nama Hari/Tgl

6. Strata Pendidikan Anggota

Pendidikan Jumlah Anggota


a. Jumlah D3
b. Jumlah D4
c. Jumlah Profesi
d. Khusus Fisioterapi yang bekerja di
Institusi Pendidikan (S2)
e. Khusus Fisioterapi yang bekerja di
Institusi Pendidikan (S3)

7. Anggota akhir priode kepengurusan

Keanggotaa Jumlah Anggota


Anggota n
Biasa
Anggota Luar Biasa
Anggota Kehormatan

45
8. Pekerjaan Anggota

Pekerjaan Anggota Jumlah Anggota


a. Faskes Rumah Sakit
b. Faskes Klinik
c. Faskes Puskesmas
d. Faskes Praktik Mandiri
e. Freelance
f. Institusi Pendidikan Fisioterapi
g. Lainnya

C. R E S U M E KEGIATAN
Selama periode kepengurusan, PERFI Cabang telah melaksanakan kegiatan-
kegiatan sebagai
berikut………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………….

1. Kegiatan Bidang A

(Gambaran Umum Kegiatan)

Lampiran foto

2. Kegiatan Bidang B

(Gambaran Umum Kegiatan)

Lampiran foto

46
D. ADMINISTRASI.

PERFI Cabang telah mengeluarkan surat dan menerima surat masuk sebagai
berikut :----------------------------

Jenis Surat Jumlah


Surat Masuk
Surat Keluar Surat
Surat Rekomendasi
Total

E. KEUANGAN DAN INVENTARISASI


Dalam menjalankan tugasnya pengurus didukung dana yang berasal dari :

1. Iuran wajib anggota


2. Sumber keuangan lainnya.
(laporan keuangan terlampir)
3. Daftar Inventaris Organisasi
No Nama Barang Jumlah Kondisi

F. Issue Strategis

Kebijakan di lingkungan yang terkait kinerja organisasi

47
G. Agenda Kegiatan

Rencana kegiatan yang akan dilakukan organisasi periode Januari – Desember


2022

Evaluasi kegiatan yang telah direalisasi organisasi periode Januari – Juni 2022.

48
BAB III

PENUTUP

Kab/Kota, tanggal/bulan/tahun

Ketua PC,

.....................................

49

Anda mungkin juga menyukai