Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH GADAR 1

TRAUMA ABDOMEN

Anggota kelompok :
Kelas : 2A

1 A12020003 Rahmat Prasetyo Utomo


2 A12020004 Ade Difa Diasari
3 A12020009 Aliansyah Faturokhman
4 A12020010 Alica Sahara Nanda Aryanto
5 A12020015 Andika Alfi Damara
6 A12020016 Andika Ridho Maulidna
7 A12020022 Anisa Rahma
8 A12020023 Anisa Rismayanti
9 A12020026 Anugrah Fitri Wulandari
10 A12020027 Arif Pandu Juliansyah
11 A12020035 Dilla Nur Azizah
12 A12020036 Dwi Febrianto
13 A12020041 Elsa Suryani
14 A12020042 Ely Astuti Rahmawati
15 A12020047 Fadilah Nurma Andriasari
16 A12020048 Farach Aini Fauzia

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN PROGRAM SARJANA


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG
2021/2022
KATA PENGANTAR

Assalamu'alaikum Wr . Wb

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang hingga saat ini masih memberikan kita
nikmat iman dan kesehatan, sehingga kami diberi kesempatan yang luar biasa ini yaitu
kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini dengan judul Trauma Abdomen ini dengan
tepat waktu. Tak lupa pula penulis haturkan shalawat serta salam kepada Nabi agung Nabi
Muhammad SAW. Semoga syafaatnya mengalir pada kita di hari akhir kelak.

Adapun dalam penyusunan makalah tentunya banyak sekali hambatan yang telah
penulis rasakan. Oleh sebab itu, kami berterimakasih kepada beberapa pihak yang telah
membantu,membina dan mendukung kami dalam mengatasi beberapa hambatan yang penulis
hadapi. Selain itu kami juga sadar bahwa pada makalah ini dapat ditemukan banyak sekali
kekurangan serta jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu, kami benar-benar menanti kritik
dan saran untuk kemudian dapat kami revisi dan tulis di masa yang selanjutnya, sebab sekali
lagi kami menyadari bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna. Dan semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Kebumen, 19 April 2022


DAFTAR ISI
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Trauma abdomen merupakan salah satu dampak terbesar dari kecelakaan lalu lintas
yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Cedera pada trauma abdomen dapat terjadi
akibat tenaga dari luar berupa benturan, perlambatan (deselerasi), dan kompresi. Akibat
cedera ini dapat berupa memar, luka jaringan lunak, cedera muskuloskeletal, kerusakan organ
dan ruptur pada berbagai organ.

Trauma abdomen merupakan kasus emergency dengan tingkat morbiditas dan


mortalitas yang tinggi. Trauma abdomen merupakan salah satu penyebab kematian ke-3 pada
pasien trauma, dan ditemukan sekitar 7–10% dari jumlah seluruh kasus trauma. Klasifikasi
trauma abdomen berdasarkan jenis trauma dibagi menjadi dua yaitu trauma tajam (penetrans)
dan trauma tumpul (blunt trauma).

B. Rumusan Masalah

Rumusan dalam penelitian ini adalah bagaimana gambaran persepsi mahasiswa


terhadap keefektifan pelaksanaan diskusi tutorial pada mahasiswa tahapan akademik Program
Studi Sarjana Keperawatan Universitas Muhammadiyah Gombong.

C. Tujuan Penelitian

Mengetahui gambaran persepsi mahasiswa terhadap keefektifan pelasanaan diskusi


kelompok dalam tutorial pada mahasiswa tahap-tahapakademik Program Studi Sarjana
Keperawatan Universitas Muhammadiyah Gombong.
BAB II

PEMBAHASAN

KASUS

Laki-laki 16 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan nyeri hebat di seluruh perutnya setelah
menabrak truk yang parkir ditepi jalan. Kejadian tersebut sekitar 45 menit sebelum masuk
RS. Pasien mengatakan mual tetapi tidak muntah, badan terasa lemas dan mata berkunang-
kunang. Hasil pemeriksaan didapatkan TD 85/50 mmHg, N 120 x/m, RR 24 x/m, CRT 4
detik, GCS 15, pupil isokor, reflek cahaya positif, konjungtiva anemis, terdapat vulnus
ekskoriatum pada regio abdomen, bising usus terdengar lemah, nyeri tekan di seluruh
abdomen dengan punctum maximum di abdomen kuadran kiri atas. Hasil Laboratorium
didapatkan Hb 8.5 gr/dL, leukosit 26.500/mm3, ureum 25 mg/dL, kreatinin 1 mg/dL, SGOT
24 U/l, SGPT 30 U/l. pada pemeriksaan FAST didapatkan hasil fluid collection di morison
pouch, splenorenal, dan retrovesica.

A. Mengidentifikasi Kata Sulit


1. CRT : Tes yang dilakukan cepat pada daerah dasar kuku untuk memonitor
dehidrasi dan jumlah aliran darah ke jaringan

2. GCS 15 : Skala tingkat kesadaran normal


3. Pupil isokor : Pupil pada kedua mata besarnya sama.
4. Konjungtiva anemis : Lekukan mata berwarna pucat
5. Vulnus ekskoriatum : Jenis vulnus berupa luka terbuka pada permukaan kulit yang
memiliki dimensi panjang dan lebar karena trauma mekanik seperti goresan dan
serutan dari benda tajam atau tekanan dan geseran dari benda tumpul.
6. SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) : Enzim yang biasanya
ditemukan pada hati (liver), jantung, otot, ginjal, hingga otak.
7. SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) : Enzim yang banyak terdapat
dalam organ hati.
8. Pemeriksaan FAST/cepat : Digunakan dalam keadaan darurat Trauma tumpul
pada Abdomen dan dapat juga berguna dalam luka tembus untuk memutuskan
operasi atau tidak untuk keberadaan cairan bebas.
9. Fluid collection di morison pouch : Penumpukan cairan di kantong morison yang
terletak di antara hati dan kanan ginjal.

B. Menentukan Masalah
1. Apa diagnosa medis kasus tersebut?
2. Apa tindakan keperawatan utama nya?
3. Apa saja langkah-langkah yang dapat diambil dari kasus diatas dengan metode
ATLS??
4. Mengapa klien mengalami mata berkunang kunang?
5. Apa yang menyebabkan bising usus lemah?
6. Bagaimana jika vulnus ekskoriatum tersebut tidak segera diatasi?

C. Mencurahkan Pendapat
1. Diagnosa keperawatan pada kasus tersebut yaitu :
- Hipovolemi berhubungan dengan cairan aktif
- Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
2. Tindakan emergency pada pasien tersebut di IGD adalah resusitasi cairan RL
sebanyak 2000cc, pemasangan kateter untuk monitoring diuresis dan NGT untuk
dekompresi abdomen. Pemberian antibiotika profilaksis dan H2 blocker untuk
mencegah stress ulcer. Dilakukan persiapan transfusi darah dengan Pack Red Cell
(PRC).
3. Metode ATLS bisa dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
o Melihat tanda vital, seperti pernapasan, sirkulasi (peredaran darah), dan
ada tidaknya sumbatan pada saluran napas (ABC)
o Memperhatikan tingkat kesadaran (D) untuk mendeteksi gangguan saraf
o Memeriksa lokasi luka (E) dengan memeriksa semua permukaan tubuh
o Mengetahui jenis senjata atau benda yang memicu cedera
o Memperhatikan jumlah kehilangan darah yang terjadi
4. Benturan keras di kepala seperti tabrakan, kecelakaan, atau cedera bisa membuat
otak terpental ke tengkorak. Akibatnya, bagian belakang otak berisi lobus
oksipital yang memproses informasi visual bisa terganggu dan memicu gejala
mata berkunang-kunang.
5. Penurunan frekuensi bising usus dapat terjadi akibat kondisi tertentu, seperti: Ileus
paralitik (sumbatan usus karena kelumpuhan otot-otot di usus) dan Peritonitis
(meradangnya selaput yang membungkus rongga perut)
6. Jika tidak segera diatasi maka penderita akan mengeluarkan darah terus menerus
D. Pathway

Riwayat kecelakaan menabrak truk


Tn. K 16 Tahun yang parkir ditepi jalan

Keluhan :
Nyeri hebat di seluruh perut
Datang ke IGD
Mual tetapi tidak muntah
Badan terasa lemas
Mata berkunang-kunang
TD : 85/50 mmHg
Dilakukan pemeriksaan
N : 120 x/menit

RR : 24 x/menit

Pemeriksaan Fisik CRT : 4 detik


Hb 8.5 mg/dl
GCS : 15
Leukosit 26.500/mm3
Pemeriksaan Ruptur Lien
penunjang Ureum 25 mg/dl

Kreatinin 1 mg/dl

SGOT 24 U/1

SGPT 30 U/1

FAST : fluid collection

Penatalksanaan :
Non operatif atau konservatif Pemeriksaan penunjang :
Stabilisasi dan Resusitasi Pemeriksaan radiologi
Operatif USG abdomen
Splenektomi total CT scan abdomen
Splenektomi partial
Splenorrhapi
E. Menetapkan Tujuan Pembelajaran
1. Mengidentifikasi definisi,etiologi,dan faktor risiko trauma abdomen
2. Menyusun skema/pathway trauma abdomen
3. Mengidentifikasi penatalaksanaan pasien trauma abdomen
4. Mengidentifikasi proses keperawatan pada pasien trauma abdomen
a. Pengkajian pada pasien trauma abdomen
b. Pemeriksaan fisik pada pasien trauma abdomen
c. Pemeriksaan penunjang pada pasien trauma abdomen
d. Menentukan diagnosa keperawatan pada pasien trauma abdomen
e. Menentukan intervensi keperawtan pada pasien trauma abdomen

Anda mungkin juga menyukai