Anda di halaman 1dari 43

Teori Belajar Mengajar Dalam

Kesehatan

Ns Siti Mastuti, SKep. MPH


NIDN: 06.
1. Apa pengertian belajar ?
2. Apa pengertian teori belajar ?
3. Bagaimana Teori belajar dan Implikasinya dalam
praktek Pembelajaran di sekolah dan Perguruan Tinggi
1. Menjelaskan pengertian Belajar
2. Menjelaskan pengertian Teori Belajar
3. Teori belajar dan Implikasinya dalam praktek
Pembelajaran di sekolah dan Perguruan
Tinggi
Belajar adalah suatu perbuatan yang di lakukan terus
menerus sepanjang hidup manusia dan sesuatu yang
harus di lakukan oleh setiap manusia, sehingga belajar
adalah memodifikasi atau memperteguh kelakuan
melalui pengalaman.

Belajar adalah kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat


fundamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang
pendidikan ini berarti bahwa berhasil atau gagalnya pencapaian
tujuan pendidikan itu amat bergantung pada proses belajar yang
di alami oleh siswa, baik ketika ia berada di sekolah maupun di
lingkungan rumah atau keluarganya sendiri.
adalah cara-cara yang digunakan untuk memahami
tingkah laku individu yang relative menetap sebagai
hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan.

Dalam psikologi,
teori belajar selalu dihubungkan dengan stimulus-respons dan
teori-teori tingkah laku yang menjelaskan respons makhluk
hidup dihubungkan dengan stimulus yang didapat dalam
lingkungannya.
1.Behavioristi

2.Kognitif

3.Konstruktivisme

4.Humanistik
Pertama kali teori ini dicetuskan oleh Gage dan
Berliner yaitu tentang perubahan tingkah laku
sebagai hasil dari pengalaman
Teori belajar behaviour menyatakan bahwa
interaksi antara stimulus respons dan penguatan
terjadi dalam suatu proses belajar.
Belajar menurut teori ini adalah suatu proses perubahan yang
terjadi karena adanya syarat-syarat yang menimbulkan
reaksi.
Contoh : Anjing
peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara
peristiwa yang disebut stimulus dan respon.
menggambarkan proses belajar sebagai proses
pemecahan masalah.

Eksperimen yang dilakukan adalah dengan


kucing yang dimasukkan pada sangkar tertutup
yang apabila pintunya dapat dibuka secara
otomatis bila knop di dalam sangkar disentuh.
menganggap reward dan reinforcement
merupakan faktor penting dalam belajar.

Pada teori ini guru memberi penghargaan


hadiah atau nilai tinggi sehingga anak akan
lebih rajin.
Untuk meningkatkan kemampuan berfikir siswa,
dan membantu siswa menjadi pembelajar yang
sukses, maka pengajar yang menganut paham
Kognitivisme banyak melibatkan siswa dalam
kegiatan dimana faktor motivasi, kemampuan
problem solving, strategi belajar, memory retention
skill sering ditekankan.
Pengetahuan yang kita miliki adalah konstruksi
(bentukan) kita sendiri. Seseorang yang belajar
akan membentuk pengertian, ia tidak hanya meniru
atau mencerminkan apa yang diajarkan atau yang
ia baca, melainkan menciptakan pengertian baik
secara personal maupun social. Pengetahuan
tersebut. dibentuk melalui interaksi dengan
lingkungannya.
Konstruktivisme

 Pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri


 Pengertahuan tidak dapat dipindahkan oleh guru
 Murid menuju ke konsep yang lebih rinci
 Guru sekedar memfasilitasi
Diharapkan siswa memahami potensi diri ,
mengembangkan potensi dirinya secara
positif dan meminimalkan potensi diri yang
bersifat negatif dan tujuan pembelajaran
lebih kepada proses belajarnya daripada
hasil belajar.
a. Arthur Combs (1912-1999)
b. Abraham Maslow
c. Carl Rogers
Untuk itu guru harus memahami perilaku siswa
dengan mencoba memahami dunia persepsi
siswa tersebut sehingga apabila ingin merubah
perilakunya, guru harus berusaha merubah
keyakinan atau pandangan siswa yang ada.
manusia termotivasi untuk
memenuhi kebutuhan-
kebutuhan hidupnya.
Kebutuhan-kebutuhan tersebut
memiliki tingkatan atau hirarki,
mulai dari yang paling rendah
(bersifat dasar/fisiologis)
sampai yang paling tinggi
(aktualisasi diri).
perlunya sikap saling menghargai dan tanpa
prasangka (antara klien dan terapist) dalam
membantu individu mengatasi masalah-masalah
kehidupannya. Rogers menyakini bahwa klien
sebenarnya memiliki jawaban atas permasalahan
yang dihadapinya dan tugas terapist hanya
membimbing klien menemukan jawaban yang
benar. Menurut Rogers, teknik-teknik assessment
dan pendapat para terapist bukanlah hal yang
penting dalam melakukan treatment kepada klien.
Teori belajar dan Implikasinya dalam praktek Pembelajaran
di sekolah dan Perguruan Tinggi

Manfaat dari beberapa teori belajar adalah :


1. Membantu guru atau dosen untuk memahami bagaimana
peserta didik belajar,
2. Membimbing guru atau dosen untuk merancang dan
merencanakan proses pembelajaran,
3. Memandu guru atau dosen untuk mengelola kelas,
4. Membantu guru untuk mengevaluasi proses, perilaku
guru sendiri serta hasil belajar siswa yang telah dicapai,
6. Membantu proses belajar lebih efektif, efisien dan
produktif,
7. Membantu guru atau dosen dalam memberikan dukungan
dan bantuan kepada peserta didik sehingga dapat
mencapai hasil prestasi yang maksimal.
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut:
a. Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan
individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah
laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil
pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi
dengan lingkungan.
b. Teori belajar merupakan teori yang dikemukakan oleh
para peneliti dalam upaya mendeskripsikan
bagaimana manusia belajar. dengan demikian akan
membantu manusia dalam memahami karakteristik
serta pendekatan-pendekatan dalam proses belajar.
Secara garis besar terdapat empat teori belajar, yaitu:
Behaviorisme, Kognitivisme, Konstruktivisme dan
Humanistik.
Lanjutan Kesimpulan :
c. Teori-teori belajar dan pembelajaran merupakan
panduan untuk kita mengajar atau melaksanakan
proses pembelajaran dikelas. Akan tetapi tidak
sepenuhnya seorang guru hanya menggunakan satu
teori pembelajaran saja, semuanya memiliki
kekurangan dan kelebihan, sehingga seorang guru
hendaknya dapat memadukan semua teori tersebut
sehingga dapat tercipta sebuah inovasi pembelajaran
dengan metode serta teori baru yang diciptakan
sendiri.
d. Pada dasarnya semua teori itu tidak ada yang sama,
hanya saja penerapannya dalam pembelajaran serta
pandangan terhadap peserta didik yang berbeda. Jadi
penggunaan teori belajar dan pembelajaran dalam
proses pembelajaran merupakan acuan dalam
menjalankan proses pembelajaran di kelas agar
tercipta kondisi sesuai yang diinginkan.
Pengertian, Belajar , dan Teori Belajar dan
Implikasinya dalam praktek Pembelajaran di
sekolah dan Perguruan Tinggi hendaknya
dipahami oleh para pendidik agar dapat
diterapkan dalam dunia pendidikan dengan
benar, sehingga tujuan pendidikan akan
benar-benar dapat dicapai.
MISKONSEPSI
TUJUAN INSTRUKSIONAL

◼ Tujuan instruksional
berhubungan dengan kawasan
tertentu saja
TAKSONOMI TUJUAN KOGNITIF
MENURUT BLOOM (1956) EVALUATION
SYNTESIS
ANALYSIS
APPLICATION
EVALUASI
SINTESIS
* Memban-
COMPRE- ANALISIS dingkan nilai-
* Mengga-
HENSION nilai, ide-ide,
PENERAPAN bungkan
KNOWLEDGE * Memecah- bagian- metode dsb.
PEMAHAMAN * Mengguna- kan konsep bagian dengan
kan konsep menjadi ba- menjadi standar
PENGETAHU-
* Menerjemah- prinsip, dan gian-bagian satu ke-
AN
kan prosedur satuan
* Menginter- untuk me- * Mencari
* Mengingat
pretasikan mecahkan hubungan
* Menghafal
* Menyimpulkan masalah antar bagi-
an
TAKSONOMI TUJUAN menurut GAGNE
TAKSONOMI TUJUAN KOGNITIF
Gerlach & Sullivan
TAKSONOMI TUJUAN PSIKOMOTOR
(Harrow, 1972)
NATURALIZATION
ARTICULATION
PRECISION NATURALISASI

MANIPULATION PERANGKAIAN
* Melakukan
IMMITATION KETEPATAN gerak secara
* Merangkaikan
wajar dan
PENGGUNAAN berbagai ge-
* Melakukan efisien
PENIRUAN rakan secara
gerak
* Mengguna- berkesinam-
dengan
* Menirukan kan konsep bungan
teliti dan
gerak yang untuk mela-
benar
telah di- kukan gerak
amati
TAKSONOMI TUJUAN AFEKTIF
(Krathwohl, Bloom & Masia,1964)

CHARACTERIZATION
ORGANIZATION
VALUING PENGAMALAN

RESPONDING PENGORGA-
• Internalisasi
NISASIAN
RECEIVING PENGHARGA- nilai-nilai
AN TERHADAP • Menghubung- men-jadi pola
PEMBERIAN NILAI hidup
kan nilai yang
RESPON
PENGENAL- dipilih dengan
AN • Menerima ni- sistem nilai
• Aktif hadir lai-nilai, setia
• Ingin mene- yang ada
• Berpartisi- kepada nilai-
rima • Mengintegra-
pasi nilai
• Ingin meng- sikan nilai-nilai
hadiri • Memegang tersebut ke
• Sadar akan teguh nilai- dalam hidupnya
suatu situa- nilai
si, objek,
fenomena
Pengembangan
Pribadi

Kompetensi Moral dan


Sosial Nilai Etika Motivasi

Sikap Minat

Emosi

Perasaan
Integrasi Tujuan Dalam Pembelajaran
Aspek Kognitif, Afektif, dan Psikomotor bukan
merupakan hal yang saling terpisah, tetapi
saling melengkapi

Afektif Kognitif

Psikomotor
TAKSONOMI TUJUAN
INSTRUKSIONAL

Afektif Kognitif

Psikomotor
Penulisan TIU
Kompetensi umum yang akan dikuasai
oleh mahasiswa pada akhir semester

Apakah Anda menganggap cukup bila pada akhir


semester mahasiswa Anda menguasai kompetensi
umum itu?
Apakah kompetensi umum relevan dengan
kompetensi lulusan program studi?
Apakah kompetensi umum berupa:
Hasil belajar?
Kompetensi mahasiswa?
Cara Merumuskan
Tujuan Instruksional
A. (AUDIENCE)
Siapa mahasiswa Anda?

B. (BEHAVIOuR)
Kompetensi/perilaku yang diharapkan dicapai
mahasiswa setelah mengikuti mata kuliah
• Verb (kata kerja) seperti menyebutkan, menjelaskan,
menjelaskan hubungan, memilih, memecahkan masalah

• Object (objek atau kata benda) seperti rumus korelasi,


kesehatan, klasifikasi hewan, hukum permintaan dan
penawaran
Cara Merumuskan
Tujuan Instruksional

C. (CONDITION)
Batasan atau alat yang diberikan kepada
mahasiswa pada saat ia di tes

D. (DEGREE)
Tingkat keberhasilan mahasiswa dalam
mencapai perilaku yang diharapkan
SYARAT RUMUSAN TUJUAN

Berorientasi kepada mahasiswa, bukan


kepada dosen atau mata kuliah

Berorientasi kepada hasil belajar,


bukan kepada proses belajar
Menilai Tujuan
No Tujuan Orientasi ?

1. Dosen mengajarkan tentang


penyusunan proposal penelitian
Dosen
X
2. Mahasiswa dapat menyusun
Mahasiswa
proposal penelitian
3. Matakuliah ini akan membahas
secara mendalam berbagai metode Matakuliah
X
eksperimen
4. Mahasiswa akan mendiskusikan
perubahan sistem perpajakan
Proses
belajar X
berdasarkan analisa krisis moneter
5. Mahasiswa akan dapat
menganalisis perubahan sistem Hasil
perpajakan berdasarkan analisa belajar
krisis moneter
TAKSONOMI TUJUAN
INSTRUKSIONAL

Kognitif

Afektif Psikomotor
TAKSONOMI TUJUAN INSTRUKSIONAL

Evaluasi

KEMAMPUAN BERPIKIR Sintesis


(KOGNITIF)
Analisis

Penerapan

Pemahaman

Pengetahuan
TAKSONOMI TUJUAN INSTRUKSIONAL

Karakterisasi
KEMAMPUAN BERSIKAP/NILAI
(AFEKTIF) Pengorganisasian

Penilaian

Pemberian respon

Penerimaan
TAKSONOMI TUJUAN INSTRUKSIONAL

NATURALISASI
KETERAMPILAN
(PSIKOMOTOR)
MERANGKAIKAN

KETEPATAN

MENGGUNAKAN

MENIRU
KEDUDUKAN TIU dan TIK

TIU
Tugas Individu Mahasiswa Tentang Teori Belajar Mengajar
1. Selama ini saudara sudah punya tugas membuat SAP sesuai
dengan kasus masing -masing
2. Mahasiswa menulis tujuan khusus didalam SAP masing
masing
3. Pertanyaannya adalah: bagaimana penulisan dalam tujuan
mengikuti kaidah toksonomi C 4, P 3 dan A3
Selamat menulis tujuan dan evaluasinya sesuai dengan
teori pembelajaaran tersebut diatas ?
Selamat mengerjakan
Diunggah di edu paling lama besuk pagi jam 09.00 tanggal
16April 2021

Anda mungkin juga menyukai