Anda di halaman 1dari 8

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU)

UAS TAKE HOME EXAM (THE)


SEMESTER 2020/21.2 (2021.1)

Nama Mahasiswa : HIJRIAH ARISTA DWIYANTI

Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 042587152

Tanggal Lahir : 07 Agustus 2000

Kode/Nama Mata Kuliah : ESPA4111 / PENGANTAR EKONOMI MIKRO

Kode/Nama Program Studi : 54 / MANAJEMEN – S1

Kode/Nama UPBJJ : 18 / PALEMBANG

Hari/Tanggal UAS THE : SELASA, 13 JULI 2021

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik.
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS TERBUKA
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

Surat Pernyataan Mahasiswa


Kejujuran Akademik

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Mahasiswa : HIJRIAH ARISTA DWIYANTI


NIM : 042587152
Kode/Nama Mata Kuliah : ESPA4111 / PENGANTAR EKONOMI MIKRO
Fakultas : EKONOMI
Program Studi : MANAJEMEN – S1
UPBJJ-UT : PALEMBANG

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi THE pada laman
https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam pengerjaan soal ujian
UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya sebagai pekerjaan
saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai dengan aturan
akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik dengan tidak
melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE melalui media apapun, serta
tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan peraturan akademik Universitas Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari terdapat pelanggaran
atas pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung sanksi akademik yang ditetapkan oleh
Universitas Terbuka.
TALANG UBI, 13 JULI 2021

Yang Membuat Pernyataan

HIJRIAH ARISTA DWIYANTI


1. 1) Kurva permintaan merupakan gambaran hubungan terbalik antara harga dengan
kuantitas barang yang diminta. Kurva ini berbentuk menurun dari kiri atas ke
kanan bawah yang pada sumbu tegaknya dituliskan harga sedangkan pada sumbu
mendatar dituliskan kuantitas yang diminta. Bentuk kurva yang menurun dari kiri
atas ke kanan bawah menunjukkan bahwa pada harga yang lebih tinggi maka
jumlah yang diminta akan berkurang.
Hal ini dapat terjadi dikarenakan konsumen menganggap bahwa pada harga yang
lebih tinggi menjadi halangan bagi konsumen untuk membeli barang tersebut.
Semakin tinggi harga maka semakin sedikit kuantitas barang yang dapat dibeli
konsumen. Sebaliknya, semakin rendah harga barang maka kuantitas barang yang
diminta akan naik. Dengan harga yang rendah akan mendorong konsumen untuk
membeli lebih banyak. Sedangkan harga lebih tinggi akan menyebabkan
konsumen membelinya lebih sedikit. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jika
harga turun maka permintaannya naik sehingga kurva bergeser ke kanan. Dan jika
harga naik, maka permintaannya akan turun sehingga kurva bergeser ke kiri.
faktor2 yang memengaruhi permintaan saling berkaitan dengan kurva permintaan.
a. Harga barang itu sendiri sudah jelas sangat memengaruhi jumlah barang yang
diminta. Harga barang lain juga memengaruhi permintaan barang yang diminta,
jika harga barang pengganti ataupun barang pelengkap mengalami kenaikan
maka konsumen akan beralih ke barang lain sehingga jumlah permintaan
barang itu sendiri akan mengalami kenaikan. Misalkan, harga minyak zaitun
untuk memasak lebih mahal, maka permintaan minyak kelapa menjadi
meningkat karena harganya lebih murah dibanding minyak zaitun.
b. Selera juga menjadi faktor penyebab berubahnya jumlah permintaan. Selera
konsumen yang berubah dapat menyebabkan kurva permintaan bergeser.
Semakin besar preferensi terhadap barang tertentu maka barang tersebut juga
akan mengalami kenaikan jumlah permintaan.
c. Selain itu, pendapatan konsumen juga menjadi faktor yang menentukan
permintaan. Kenaikan pendapatan akan menaikkan permintaan. Hal ini terjadi
pada barang superior atau barang normal. Namun pada barang inferior,
kenaikan pendapatan justru akan menyebabkan permintaan menurun karena
konsumen akan memilih kualitas yang lebih baik walaupun harganya lebih
mahal.

Kurva penawaran merupakan kurva yang menunjukkan hubungan antara harga


dan jumlah yang ditawarkan. Kurva ini berbentuk menanjak dari kiri bawah ke
kanan atas. Bentuk kurva yang menanjak menunjukkan bahwa pada harga yang
lebih rendah maka kuantitas barang yang ditawarkan juga semakin rendah.
Faktor-faktor yang memengaruhi penawaran seperti
a. Teknik produksi dan harga produksi, para produsen menawarkan produknya
dengan tujuan memperoleh keuntungan maksimal. Semakin besar keuntungan
maka semakin banyak barang yang diproduksi dan ditawarkan. Bila harga jual
tidak berubah, maka keuntungan lebih besar jika biaya produksi turun. Maka
penurunan biaya produksi akan menaikkan penawaran, begitupun sebaliknya.
b. Perubahan harga barang-barang lain. Penurunan harga barang lain,
menyebabkan produsen memproduksi dan menawarkan lebih banyak barang
itu sendiri. Contohnya jika harga beras naik, maka produsen akan lebih banyak
memproduksi dan menawarkan jagung, begitupun sebaliknya.
c. Ekspektasi harga dimasa depan. Bila ekspektasi harga dimasa depan naik maka
produsen membatasi penawaran produk tersebut sekarang dan menaikkan
penawaran dimasa depan.
d. Banyaknya produsen. Semakin banyak jumlah produsen maka menyebabkan
kenaikkan penawaran.
e. Pajak dan subsidi. Kedua hal ini memengaruhi biaya produksi. Sehingga,
pengenaan pajak menyebabkan naiknya biaya produksi dan pemberian subsidi
menurunkan biaya produksi. Jadi, pengenaan pajak akan menurunkan
penawaran dan pemberian subsidi akan menaikkan penawaran.
Faktor-faktor tersebut merupakan input dari penawaran yang menyebabkan kurva
bergeser ke kanan ataupun ke kiri.

2) Titik keseimbangan merupakan kondisi dimana jumlah permintaan sama dengan


jumlah penawaran.
jika pendapatan konsumen naik, maka permintaan akan naik karena konsumen
akan menganggap bahwa mereka dapat membeli barang dengan kuantitas lebih
banyak karena daya beli mereka bertambah. Karena permintaan naik maka
harganya akan cenderung turun.
Sedangkan pada kondisi ini, karena harga barang cenderung turun, maka
penawarannya juga akan turun.
Sehingga akan terjadi titik keseimbangan baru.

P1

P2

Q
Q1 Q2

Pada kurva di atas, kita dapat melihat bahwa permintaan yang ditandai dengan
kurva menurun dari kiri atas ke kanan bawah mengalami pergeseran ke kanan
yang menunjukkan bahwa pendapatan konsumen yang naik akan menambah daya
beli konsumen sehingga harga juga akan cenderung turun. sedangkan pada kurva
penawarannya inelastis karena pendapatan konsumen bukan merupakan faktor
yang menyebabkan kurva penawaran bergeser.

2. 1) Kurva indifferensi merupakan tingkat kepuasan yang diperoleh dari


mengkonsumsi suatu barang. Konsumen akan menggunakan kombinasi antara
barang X dan barang Y agar mendapatkan kepuasan yang maksimum.
Kurva inidiferensi memiliki ciri-ciri, yaitu:
a. Berlereng menurun atau negative. Kurvanya berbentuk menurun dari kiri atas ke
kanan bawah. Hal ini menunjukkan jika jumlah suatu barang dalam suatu bundel
konsumsi dikurangi, maka jumlah barang lain harus ditambah agar tetap
memperoleh tingkat daya guna total yang sama. Misalnya jika konsumen ingin
mengurangi konsumsi barang X, maka konsumsi atas barang Y harus ditambah,
begitupun sebaliknya. Sehingga akan menghasilkan tingkat kepuasan yang sama.
b. Bentuknya cembung kearah titik origin. Hal ini menunjukkan derajat penggantian
antar barang konsumsi semakin menurun. Derajat penggantian menunjukkan
berapa satuann barang yang harus ditambahkan pada suatu bundle konsumsi
agar diperoleh daya guna total yang sama bila barang konsumsi lain dikurangi
satu satuan. Kemampuan suatu barang untuk menggantikan barang lain dalam
suatu bundel konsumsi agar diperoleh daya guan total yang sama semakin
menurun.
c. Kurva-kurva indiferensi tidak saling memotong. Jika kurva saling memotong maka
hal ini menunjukkan bahwa kombinasi barang-barang yang satu, dengan
kombinasi barang-barang yang lainnya memberikan kepuasan atau daya guna
total yang berbeda. Hal ini tentunya tidak sesuai dengan definisi kurva indiferensi
itu sendiri, yaitu setiap kombinasi barang harus memberikan kepuasan yang sama.

2)

Pada kurva di atas, kita dapat menganalisis kurva indiferensi dan garis kendala
anggaran, berupa kuantitas barang yang diminta ketika terjadi perubahan harga.
Sesuai konsep dari kurva indiferensi, semakin tinggi kurva indiferensinya maka
semakin tinggi pula tingkat kepuasan konsumen. Namun, dalam memenuhi
maksimisasi kepuasan, maka konsumen harus mengetahui garis kendala
anggaran atau berapakah kemampuan anggaran konsumen dalam memenuhi
kebutuhannya. Pada kurva di atas, kurva indiferensi I1 merupakan maksimisasi
kepuasan atau batas maksimal konsumen mendapatkan kepuasan dari barang
yang dikonsumsinya sesuai dengan batas anggaran yang dimilikinya. Titik
singgung keduanya menunjukkan tingkat kepuasan maksimal yaitu berada pada
titik A.
Jika batas anggaran konsumen bergeser dengan menyinggung titik B, maka
maksimisasi kepuasan berada pada titik B.

3. A) Biaya-biaya jangka pendek:


a. Biaya tetap total (TFC) merupakan biaya yang tidak berubah karena perubahan
output. Biaya tetap merupakan biaya-biaya yang tetap harus dikeluarkan
meskipun outputnya nol atau sedang tidak berproduksi. Misalnya biaya sewa
gedung, premi asuransi, dll.
b. Biaya variabel total (TVC) merupakan biaya yang dapat berubah sesuai dengan
output yang akan dihasilkan. Seperti bahan baku, tenaga kerja, bahan bakar,
transportasi, dll. Semakin besar output nya maka akan semakin besar pula
biaya-biaya ini akan dikeluarkan.
c. Biaya total (TC) merupakan penjumlahan dari biaya tetap total dan biaa variabel
total pada setiap tingkat output. Bila outputnya nol maka biaya total sama
dengan biaya tetap total.

b)

Jika tambahan atau kenaikan total atau biaya marjinalnya lebih kecil
daripada biaya total rata-rata, maka biaya rata-ratanya akan turun. sebaliknya jika
biaya marjinal lebih besar daripada biaya rata-ratanya, maka biaya rata-rata akan
naik.
Selama biaya marjinal terletak di bawah biaya rata-rata, maka biaya rata-ratanya
akan turun. dan biaya marjinalnya di atas biaya rata-rata maka biaya rata-ratanya
akan naik. Pada titik perpotongan biaya marjinal sama dengan biaya rata-rata,
maka biaya rata-rata berhenti menurun. Ini dinamakan titik minimum kurva biaya
rata-rata. Biaya marjinal didefinisikan sebagai kenaikan biaya variabel akibat
kenaikan produksi satu satuan output maka hal inilah yang menyebabkan biaya
marjinal memotong titik terendah biaya variabel rata-rata.

4. A) Faktor yang menentukan bentuk atau struktur pasar adalah sebagai berikut:
- Peraturan dan kebijakan pemerintah. Jika pemerintah memiliki suatu tujuan
maka pemerintah dapat membuat peraturan atau kebijakan yang menyebabkan
tujuan tersebut tercapai.
- Kebijakan dan praktek bisnis. Merger atau penggabungan dan pembentukan
grupp-grup usaha telah mendorong ke arah bentuk pasar oligopoli atau
monopoli. Persaingan harga yang sangat tajam menyebabkan jatuhnya
perusahaan-perusahaan lainnya dan karena hal ini maka jumlah para pesaing di
dalam industri menjadi berkurang, sehingga terbentuklah pasar oligopoli atau
monopoli.
- Tingkat teknologi. Teknologi berkembang sangat pesat sehingga diperlukan
perusahaan dengan skala produksi besar agar dapat dicapai tingkat produksi
yang efisien dengan biaya yang rendah. Kemajuan teknologi telah membuat
struktur pasar beberapa industri berat menjadi industri oligopoli. Perusahaan
dengan tingkat teknologi yang tinggi bahkan mematikan perusahaan sejenis
lain yang tidak dapat diimbanginnya.
b)

Pada kurva di atas, kurva MR memotong kurva MC di atas kurva AC. Pada
output E kurva MR berada di atas kurva AC. MR yang sama dengan dengan harga
pada perusahaan pesaing murni mampu menutup AC atau biaya rata-ratanya.
Pada setiap tingkat output yang diproduksi perusahaan mengalami keuntungan
yang dapat dimaksimumkan.

Anda mungkin juga menyukai