Anda di halaman 1dari 6

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU)

UAS TAKE HOME EXAM (THE)


SEMESTER 2020/21.2 (2021.1)

Nama Mahasiswa : HIJRIAH ARISTA DWIYANTI

Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 042587152

Tanggal Lahir : 07 Agustus 2000

Kode/Nama Mata Kuliah : ESPA4314 / PEREKONOMIAN INDONESIA

Kode/Nama Program Studi : 54 / MANAJEMEN – S1

Kode/Nama UPBJJ : 18 / PALEMBANG

Hari/Tanggal UAS THE : MINGGU, 11 JULI 2021

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik.
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS TERBUKA
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

Surat Pernyataan Mahasiswa


Kejujuran Akademik

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Mahasiswa : HIJRIAH ARISTA DWIYANTI


NIM : 042587152
Kode/Nama Mata Kuliah : ESPA4314 / PEREKONOMIAN INDONESIA
Fakultas : EKONOMI
Program Studi : MANAJEMEN – S1
UPBJJ-UT : PALEMBANG

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi THE pada laman
https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam pengerjaan soal ujian
UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya sebagai pekerjaan
saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai dengan aturan
akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik dengan tidak
melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE melalui media apapun, serta
tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan peraturan akademik Universitas Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari terdapat pelanggaran
atas pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung sanksi akademik yang ditetapkan oleh
Universitas Terbuka.
TALANG UBI, 11 JULI 2021

Yang Membuat Pernyataan

HIJRIAH ARISTA DWIYANTI


1. Krisis moneter yang dialami Indonesia pada tahun 1997-1998 masih membawa
dampak buruk bagi perekonomian Indonesia. Hal ini dapat dilihat pada grafik tersebut
bahwa nilai tukar rupiah terhadap dollar AS masih lemah. Indonesia belum benar-
benar bangkit dari keterpurukan. Perekonomian Indonesia yang belum mandiri
menjadi penyebab mengapa Indonesia masih belum mampu keluar dari krisis.

krisis moneter yang dialami Indonesia ternyata tidak dapat diselesaikan dengan cara
seperti negara Asia Tenggara lainnya yang mengalami krisis moneter juga.
Gelombang krisis di Indonesia telah menimbulkan kerusakan sistem yang sangat luas
dan dalam, gelombang krisis ini tidak hanya merusak bidang ekonomi tetapi juga
bidang sosial, politik, hukum, keamanan dan ketertiban umum. Tidak hanya itu,
insititusi-institusi yang menjadi pilar kehidupan ekonomi di Indonesia juga rapuh
serta tekad politik atau kesungguhan untuk dapat keluar dari krisis tidak sekuat
negara lain.
Hal ini dikarenakan fundamental ekonomi yang lemah dan adanya gejolak politik
menyebabkan Indonesia harus segera melakukan reformasi ekonomi.

Krisis yang dialami Indonesia sudah sangat kompleks sehingga harus diselesaikan
secara menyeluruh dan berkelanjutan. Oleh karena itu, Indonesia harus melakukan
reformasi ekonomi dengan cara memperbaiki fundamental ekonomi yang bertitiktolak
pada pemerataan ekonomi, melakukan tindakan yang tegas dalam menentukan
sistem kurs, menciptakan kestabilan politik dan keamanan, melakukan reformasi
institusi hukum dan birokrasi, dan melakukan pemutihan utang luar negeri.

Reformasi ekonomi tersebut hanya dapat dilakukan jika para pemegang keputusan
ekonomi mengubah paradigma liberal menjadi paradigma ekonomi kerakyatan yang
berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Melalui ekonomi kerakyatan diharapkan dapat
memulihkan perekonomian nasional yang berperan untuk menghapuskan praktik
kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN), memberikan prioritas pada usaha-usaha
ekonomi rakyat, mengembangkan potensi rakyat masing-masing daerah pada
pelaksanaan otonomi daerah, dan menghapuskan kemiskinan.
Melalui reformasi ekonomi dari paradigma liberal menjadi paradigma yang
berlandaskan Pancasila, diharapkan pemerataan ekonomi dapat berjalan sehingga
fundamental ekonomi bertumpu pada kemampuan sendiri bukan pada bantuan asing.
Lebih lanjut kemiskinan dan praktik KKN dapat ditekan karena semua pihak dilibatkan
dalam perekonomian. Atas dasar tersebut, hal ini diharapkan dapat mengatasi
berbagai penyebab internal krisis moneter di Indonesia. Sehingga reformasi ekonomi
dapat menjadi solusi perbaikan ekonomi Indonesia sebagai harapan dan impian yang
memerlukan perjuangan yang keras untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh
rakyat Indonesia.

2. Salah satu cara untuk menyehatkan bank pasca krisis adalah dengan
menggabungkan beberapa Bank yang dinilai efektif untuk menghasilkan bank yang
kuat dan tahan terhadap goncangan ekonomi. Merger bank sendiri merupakan
penggabungan atau pengambilalihan kekayaan, tanggung jawab, dan kuasa atas
bank-bank yang menggabungkan diri dengan salah satu bank tetap mempertahankan
identitasnya. Merger bank perlu dilakukan untuk menciptakan bank yang lebih baik
sehingga memberikan dampak signifikan dan positif pada perbankan yang sehat,
efisien dan tangguh untuk berkompetisi di perekonomian global.
Perbankan syariah mengalami perkembangan yang cukup pesat di Indonesia,
sehingga pemerintah berkeinginan untuk me-merger bank-bank syariah yang memiliki
kategori sehat dengan harapan untuk memiliki bank syariah yang besar, kuat dan
efisien sekaligus sebagai upaya untuk menghadapi integrasi Masyarakat Ekonomi
Syariah Asean pada sektor keuangan. Dengan me-merger ketiga bank tersebut,
diharapkan bank syariah Indonesia bisa bersaing dengan bank syariah negara-negara
tetangga yang berskala besar. Bank syariah yang berskala kecil akan menghadapi
kesulitan untuk berkompetisi di perekonomian global, terlebih untuk menghadapi
MEA sektor keuangan.

Bank hasil merger juga akan lebih efisien, memiliki modal yang kuat, dan penyaluran
dana yang lebih murah yang dianggap akan menguntungkan nasabah, terutama di
sektor UMKM.

3. Kegagalan koperasi menjadi soko guru perekonomian indonesia disebabkan oleh


faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internalnya adalah ketertinggalan koperasi
dalam hal profesionalitas pengelolaan lembaga, kualitas sumber daya manusia, dan
permodalannya. Koperasi kalah bersaing dengan lembaga-lembaga yang bergerak
dibidang pemberian modal, lembaga pemberian kredit atau lembaga penyimpanan
dana seperti perbankan. Selain itu, tidak sedikit masyarakat berbicara mengenai
harga barang koperasi lebih mahal dari pasar swalayan, padahal tujuan koperasi itu
sendiri sebagai tempat untuk saling menyejahterakan anggotanya.
Anggapan ini juga mengakibatkan partisipasi masyarakat untuk menjadi anggota
koperasi masih rendah. Dengan enggannya masyarakat menjadi anggota koperasi
sudah pasti laba yang dihasilkan koperasi pun sedikit sehingga perkembangan
koperasi berjalan lambat atau bahkan tidak berjalan sama sekali.
Hal ini tentunya disebabkan oleh kurangnya pendidikan serta pelatihan yang
diberikan oleh pengurus kepada anggota koperasi, sebab pengurus beranggapan hal
itu tidak menghasilkan manfaat untuk pribadi mereka.
Oleh karena itu, koperasi harus berusaha meningkatkan kemampuan para
anggotanya agar dapat mengelola koperasi secara profesional.

Sedangkan faktor eksternalnya meliputi iklim ekonomi politik nasional yang kurang
kondusif bagi perkembangan ekonomi rakyat. Kebijakan ekonomi yang liberal
membuat koperasi menjadi kesulitan untuk berkembang. Banyaknya korporasi dan
minat masyarakat terhadap korporasi yang lebih tinggi dibandingkan koperasi adalah
salah satu bentuk doktrin homo economicus yang membuat manusia makin condong
pada kepentingan individu bukan pada kepentingan umum. Dengan pemikiran yang
liberalisme, manusia menjadi condong pada mencari keuntungan sebanyak-
banyaknya untuk pribadi tanpa memikirkan kesejahteraan umum.
Dengan adanya modal-modal besar (korporasi) yang ingin menguasai perekonomian
membuat koperasi makin sulit berkembang.

4. Jumlah kemiskinan dan jumlah pengangguran merupakan dua hal yang saling
berkaitan. Lingkar kemiskinan dapat disebabkan oleh pendapatan yang rendah, jika
pendapatan rendah maka tabungan juga akan rendah atau sedikit. Tabungan yang
rendah akan berdampak pada investasi yang rendah pula, sehingga mengakibatkan
kekurangan modal. Kekurangan modal bagi pelaku usaha tentunya akan menghambat
terciptanya lapangan kerja dan kesulitan untuk meningkatkan usahanya. Sedangkan
setiap tahunnya Indonesia memiliki banyak lulusan baru (fresh graduate) sehingga
angka pengangguran juga semakin meningkat. Kekurangan modal juga dapat
menyebabkan rendahnya tingkat upah di Indonesia sehingga produktivitas tenaga
kerja juga ikut rendah. Jika produktivitas tenaga kerja rendah, daya saing untuk
menghasilkan produk yang baik juga rendah, sehingga pendapatan menjadi rendah,
dan begitulah seterusnya.
Dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat pertumbuhan yang tinggi menuntut
tersedianya tambahan kebutuhan pokok yang cukup besar pula. Untuk memenuhi
kebutuhan maka penduduk harus mempunyai pekerjaan dengan penghasilan yang
memadai. Jika pendapatan penduduk lebih rendah dibandingkan kebutuhannya, maka
bertambah pula penduduk dengan kategori miskin.

Karena kurangnya modal akibat lingkar kemiskinan yang terjadi ditengah masyarakat
Indonesia, maka bisa saja lapangan kerja tidak mampu dalam menyerap tenaga kerja
lebih banyak dikarenakan biaya upah tidak memadai untuk menyerap banyak
angkatan kerja. Tidak hanya itu krisis ekonomi tidak saja telah mempersempit
lapangan kerja, namun juga menimbulkan korban PHK dalam jumlah besar. Jika hal
ini terus berlanjut maka akumulasi tingkat pengangguran akan semakin besar. Jika
banyak penduduk yang menganggur, kemungkinan besar mereka tidak mampu
memenuhi kebutuhannya karena tidak adanya penghasilan atau berpenghasilan
rendah, sehingga mereka masuk dalam kategori miskin.

Melalui lingkar kemiskinan ini, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat
kemiskinan maka semakin tinggi pula angka pengangguran. Begitupula sebaliknya,
semakin tinggi angkat pengangguran maka akan meningkatkan angka kemiskinan.
Hal ini disebabkan oleh kurangnya modal untuk menciptakan lapangan kerja baru.

Untuk mengatasi hal ini, adanya usaha kecil sebagai pengaman pengangguran. Dalam
situasi ini unit-unit usaha rakyat, usaha kecil, merupakan sektor yang dapat
menciptakan peluang kerja dengan biaya murah. Dengan dana atau modal yang
sedikit sudah bisa menciptakan kesempatan kerja baru.
Yang menjadi masalah dalam hal pengangguran lainnya yaitu masalah pendidikan.
Meskipun banyaknya tenaga kerja terdidik, namun angka pengangguran masih juga
tinggi. Hal ini disimpulkan karena adanya ketidaksejalanan antara kualifikasi angkatan
kerja yang ada dengan kesempatan kerja yang tidak terisi. Dalam konteks jenjang
pendidikan tinggi maka fakultas-fakultas maupun jurusan yang ada haruslah dibuka
sesuai dengan prediksi kebutuhan kerja jangka panjang yang sejalan dengan
kebutuhan angkatan kerja yang sesuai dengan bidang yang dibutuhkan.
Kebijakan ketenagakerjaan Indoensia harus mampu menjawab ketiga persoalan
mendasar pertama, terus menciptakan kesempatan kerja baru sehingga dapat
mengimbangi laju pertambahan angkatan kerja yang ada, serta dapat menyerap
angkatan kerja yang saat ini masih menganggur dan setengah menganggur. Kedua,
memberikan tingkat upah yang layak untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia.
Ketiga, meningkatkan produktivitas dari para pekerja yang ada sehingga
menghasilkan produk yang kompetitif, sehingga mendorong produksi lanjut.

Jika hal-hal ini terpenuhi maka angka pengangguran bisa ditekan dan berakibat pada
menurunnya angka kemiskinan di Indonesia.

Anda mungkin juga menyukai