Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOLOGI

GRUP B

UJI EFEK HIPOGLIKEMIK PADA OBAT GLIBENKLAMID DAN


AKARBOSE METODE TTGO PADA MENCIT JANTAN DDY
Disusun Oleh:

Dwiarti Ulfa Destiari 03422119093


Erwin Sitanggang 03422119100
Esti Nurhasanah 03422119101
Fachmy Ghusnan Ardhana 03422119103
Fida Hidayatul Syabilla 03422119116
Intan Maulydia Sari 03422119149
Khori Maolana 03422119156
Latar Belakang
• Diabetes (diabetes melitus) adalah suatu penyakit metabolik yang
diakibatkan oleh meningkatnya kadar glukosa atau gula darah. Gula
darah sangat vital bagi kesehatan karena merupakan sumber energi
yang penting bagi sel-sel dan jaringan.
• Oral glucose tolerance test (OGTT) atau tes toleransi glukosa oral
adalah tes yang berfungsi untuk mengukur kemampuan zat gula
(glukosa) yang berfungsi sebagai sumber energi utama bagi tubuh.
Tes toleransi glukosa oral juga berfungsi untuk mendiagnosis
prediabetes dan diabetes.
• Penelitian ini bertujuan membuktikan bahwa Glibenklamid dan
akarbose mempunyai efek hipoglikemik.
Rumusan Masalah
1. Pengertian Diabetes melitus ?
2. Tujuan TTGO ?
3. Metode pemeriksaan TTGO ?
4. Mengetahui khasiat dan efek hipoglikemik ?

Tujuan Praktikum
1. Membuktikan mekanisme kerja dan efek ADO Glibenklamid dan
Akarbose dengan metode Uji Toleransi Glukosa terhadap mencit
putih DDY denan inductor sakarosa
2. Membuktikan glibenklamid dan akarbose berefek/berkhasiat
3. Menetapkan rengking kekuatan efek hipoglikemik berdasar
persen peningkatan dan penurunan glukosa darah sewaktu
4. Adanya hubungan dosis efek
Manfaat Praktikum
1. Mahasiswa mampu memahami cara kerja obat
glibenklamid dan akarbose pada mencit percobaan.
2. Mahasiswa mengetahui efek dan khasiat pada uji
hipoglikemik
Pengertian Diabetes

• Diabetes melitus merupakan keadaan hiperglikemia kronik


disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan
hormonal yang menimbulkan komplikasi pada mata, ginjal,
saraf, dan pembuluh darah.
• Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronis yang
disebabkan oleh ketidak mampuan tubuh untuk
memproduksi hormon insulin atau karena penggunaan
yang tidak efektif dari insulin. Hal ini ditandai dengan
tingginya kadar glukosa dalam darah.
Tes Toleransi Glukosa Oral
• Tes toleransi glukosa oral atau TTGO adalah pemeriksaan yang
berfungsi mengukur kemampuan tubuh dalam menyerap zat gula
(glukosa) setelah pasien mengonsumsi gula dalam kadar tertentu
• TTGO dilakukan jika diagnosis DM belum bisa ditegakkan secara
pasti. Tes ini dapat membantu dokter untuk mendiagnosis
diabetes, termasuk diabetes gestasional yang terjadi pada wanita
hamil
• Jika GDP dan GDS normal, maka bisa dilakukan pemeriksaan
TTGO dengan ketentuan jika hasilnya ≥ 200 mg/dl, maka diagnosis
DM dapat ditegakkan. Jika hasilnya 140-199 mg/dl, maka disebut
Toleransi Glukosa Terganggu (TGT). Jika < 140 mg/dl, maka pasien
dikatakan normal.
Metode Pemeriksaan TTGO
1. Metode oksidasi reduksi
- Pengukuran kadar glukosa darah berdasar sifatnya sbg zat pereduksi/alkali panas
- Tidak spesifik → adanya zat-zat non glukosa lain yang juga bersifat mereduksi
2. Metode kondensasi
- Senyawa amin aromatik seperti o-toluidin, as. p-aminobenzoat, as.paminosalisilat
dan m- aminofenol + glukosa/larutan asam panas → produk berwarna.
- Banyak digunakan untuk penentuan kadar glukosa darah adalah otoluidin (lebih
cepat dan spesifik) → glikosil amin → produk berwarna hijau biru (spektrofotometer
pada λ ±630 nm).
- Reaksi cepat dan sensitifitas yang tinggi.
3. Metode enzimatis
- Menggunakan enzim yang bekerja secara spesifik terhadap glukosa → hasil yang
relatif lebih cepat dibanding metode lainnya.
- Metode heksokinase, glukosa oksidase dan glukosa hidrogenase.
Penggolongan ADO oral
Berdasarkan mekanisme kerjanya, obat-obat hipoglikemik oral dapat dibagi
menjadi 5 golongan, yaitu:
1. Golongan Sulfonilurea Bekerja dengan cara merangsang sekresi insulin
di pankreas sehingga hanya efektif bila sel beta pankreas masih dapat
berproduksi. Termasuk dalam golongan ini adalah: Klorpropamid,
Glikazid, Glibenklamid, Glipizid, Glikuidon, Glimepirid, Tolazalim dan
Tolbutamid.
2. Golongan Biguanid Bekerja dengan cara menghambat glukoneogenesis
dan meningkatkan penggunaan glukosa di jaringan. Termasuk dalam
golongan ini adalah Metformin, Fenformin, Buformin.
3. Golongan analog Meglitinid Bekerja dengan cara mengikat reseptor
sulfonilurea dan menutup ATPsensitive potassium chanel. Yang
termasuk dalam golongan ini adalah Repaglinid.
Penggolongan ADO Oral
4. Golongan Thiazolidindion Bekerja dengan cara meningkatkan
sensitivitas jaringan perifer terhadap insulin. Berikatan dengan PPARγ
(peroxisome proliferators activated receptor-gamma) di otot, jaringan
lemak, dan hati untuk menurunkan resistensi insulin. Golongan ini
merupakan golongan baru dari ADO. Termasuk kedalam golongan ini
adalah Pioglitazone, Rosiglitazone.
5. Golongan penghambat alphaglukosidase bekerja dengan cara
menghambat alphaglukosidase yang mengubah di/polisakarida
menjadi monosakarida, sehingga memperlambat dan menghambat
penyerapan karbohidrat. Yang termasuk dalam golongan ini adalah
Akarbosa dan Miglitol
Uraian Bahan
1. Glibenclamid (FI V hal 668)
• Tablet Glibenklamida mengandung Glibenklamida 5mg, tidak kurang dari 90,0% dan
tidak lebih dari 110,0% dari jumlah yang tertera pada etiket.
• Kelarutan : Agak sukar larut dalam metilen klorida; sukar larut dalam etanol dan dalam
metanol; praktis tidak larut dalam air.
• Indikasi : untuk mengendalikan tingginya kadar glukosa (gula) dalam darah pada
penderita diabetes, menurunkan kadar glukosa dalam darah dengan cara meningkatkan
pelepasan insulin (hormon yang diperlukan untuk mengatur kadar glukosa dalam tubuh).
• Dosis dan aturan pakai dewasa untuk diabetes Mellitus tipe 2:

1. Dosis awal: 2.5 mg (standard) atau 1.5 mg (micronized) secara oral sekali sehari pada pagi
hari dengan sarapan.
2. Dosis perawatan: 1.25-20 mg (standard) atau 0.75-12 mg (micronized) secara oral dalam 1
atau 2 dosis terbagi.
3. Dosis maksimal: 20 mg/hari (standard) atau 12 mg/hari (micronized).

Lansia dan pasien malnutrisi: Dosis awal: 1,25 mg/hari


Uraian Bahan
2. Akarbose (FI V hal 73)

• Tablet Akarbosa mengandung akarbosa 50mg,tidak kurang dari 90,0 % dan


tidak lebih dari 110,0% dari jumlah yang tertera pada etiket.
• Kelarutan : Larut dalam air.
• Indikasi : obat antidiabetes yang digunakan untuk menangani diabetes tipe 2.
Acarbose berfungsi untuk mengontrol kadar gula darah dengan cara
memperlambat proses pencernaan karbohidrat menjadi senyawa gula yang
lebih sederhana, sehingga membantu menurunkan kadar gula dalam darah
setelah makan.
• Dosis dan aturan pakai : Untuk dewasa sebagai dosis awal diminum 50 mg/
hari, dosis dapat ditingkatkan bila diperlukan dengan jarak waktu 6-8 minggu
hingga 100 mg. Dosis maksimal adalah 200 mg
Uraian Bahan
3. Sakarosa (FI V Hal 1120)
• Sakarosa adalah gula yang diperoleh dari Saceharum officinarum Linne (Familia
Gramineae), Beta vulgaris Linne (Familia Chenopodiaceae) dan sumber-sumber
lain. Tidak mengandung bahan tambahan.
• Pemerian Hablur putih atau tidak berwarna; massa hablur atau berbentuk kubus,
atau serbuk hablur putih; tidak berbau; rasa manis, stabil di udara. Larutannya
• netral terhadap lakmus.
• Kelarutan Sangat mudah larut dalam air; lebih mudah larut dalam air mendidih;
sukar larut dalam etanol; tidak larut dalam kioroform dan dalam eter.
• Dosis mencit pada praktikum : 4gr/KgBB
Prosedur Kerja
1. Puasakan mencit 10-12 jam.
2. Ambil 4-6 mencit untuk tiap meja beri nomor, timbang
3. Ukur glukosa darah ke-1 dari ekor mencit dan ukur dengan accu check meter
(glukosa darah PUASA).
4. Langsung berikan perlakuan Gb5, Gb10 , A50, A 100 dan normal (N) = Gom 2%
dilanjutkan dengan pemberian larutan sakarosa (gula pasir) 20% dosis 4 g/kg
BB pada A50, A100, dan Normal.
5. Ditunggu ½ jam ukur glukosa darah ke 2 pada:
• Gb5, Gb10 (ac) langsung beri larutan sakarosa
• A50, A100 dan N (1/2 h.p.c )
6. ½ jam lagi ukur glukosa darah Gb ke 3 = 1/2 h.p.c.
7. Ukur glukosa darah 2 h.p.c. : A & N ke 3 dan Gb ke4
8. Rata-2kan data tiap perlakuan dan buatlah grafik kadar glukosa darah vs waktu
untuk setiap perlakuan
9. Tentukan perlakuan yang ber-EFEK atau ber-KHASIAT
Alat dan Bahan
Alat
•Timbangan mencit
• Sonde oral mencit
• Wadah pengamatan PER perlakuan
• restrainer pengambilan darah
• gunting
• Accu Check meter
• Alat gelas qs
Bahan
• Larutan sakarosa 20%
• Tablet glibenklamid 5 mg
• Tablet akarbose 50 mg
• Gom
• Mencit putih DDY, 20-25 g
• Etanol & kapas
• Strip Accu Check
Definisi Operasional
WHO
Normal
• Glukosa Darah (GD) puasa = 70 mg/dl-100 mg/dL → =
85±(15/85*100%) mg/dL = 85±18%
• GD 2 h pc mendekati kadar GD puasa.
Definisi operasional
• Zat ber-EFEK hipoglikemik jika memenuhi salah satu
kriteria:
1) GD 2 h pc < GD puasa
2) % peningkatan GD setiap waktu < Normal
3) % penurunan GD setiap waktu > Normal
• Zat ber-KHASIAT hipoglikemik jika
1) GD 2 h pc < GD puasa – 20 %
Cara Analisis
(𝑏−𝑎) Ket:
1. %Peningkatan GD = 𝑥 100% A = GDP
𝑎
(𝑎−𝑐) B = GD 30’pc
2. %Penurunan GD = 𝑥 100% C = GD 120’pc
𝑎
3. Dosis dan volume obat:
dosis obat mg
𝑥 berat mencit kg = ⋯ 𝑚𝑔
kg
Volume yang diambil:
hasil tadi (mg)
𝑥 sediaan yang tersedia ml = ⋯ ml
sediaan yang tersedia (mg)
4. Sediaan obat:
dosis obat mg
𝑥 berat mencit kg = ⋯ 𝑚𝑔
kg
Sediaan obat = jumlah mencit x hasil tadi (mg) =…mg
Pembuatan sediaan
Dosis sediaan Untuk
Perlakuan Human Mencit Vol dosis Obat Vol (ekor) Etiket
(mg/60kg) (mg/20gr) (ml) (mg) sediaan
(ml)
Tragakan (N) 0,5% 0,4 60 Tragakan ½%
500 1000
Akarbose 50mg/tab Acarbose 5mg/ml
50 10
(Sediaan induk)
Ak 50 50 0,2 0,4 12 24 60 Acarbose 0,5mg/ml
Ak 100 100 0,41 0,4 24,6 24 60 Acarbose 1,0 mg/ml
Glibenklamid 5mg/tab Glibenklamid
5 10
0,5mg/ml(induk)
G5 5 0,02 0,4 60 Glibenclamid
1,2 24
0,05mg/ml
G10 10 0,04 0,4 60 glibenclamid
2,4 24
0,1mg/ml
Sakarosa 4000 80 0,4 60 Sakarosa 20% (dlm aq.
4800 24
dest)
Perhitungan Sediaan
Perhitungan Dosis Mencit
50𝑚𝑔
1. Akarbose 50 = 60 𝑘𝑔 𝑥 12,3 𝑥 0,02 𝑘𝑔 = 0,2 𝑚𝑔 Perhitungan Volume Sediaan
100𝑚𝑔
2. Acarbose 100 = 𝑥 12,3 𝑥 0,02 𝑘𝑔 = 0,41 𝑚𝑔 1. Acarbose 50
12𝑚𝑔
= 0,2𝑚𝑔 𝑥 0,4 𝑚𝑙 = 24 𝑚𝑙
60𝑘𝑔
5𝑚𝑔
3. Glibenklamid 5 = 𝑥 12.3 𝑥 0,02 𝑘𝑔 = 0,02 𝑚𝑔 Sediaan induk 5mg/ml =
𝟏𝟐𝒎𝒈
𝒙 𝟏 𝒎𝒍 = 𝟐, 𝟒 𝒎𝒍
60𝑘𝑔 𝟓𝒎𝒈
10𝑚𝑔
4. Glibenklamid 10 = 𝑥 12,3 𝑥 0,02 𝑘𝑔 = 0,04 𝑚𝑔 2. Acarbose 100
24,6 𝑚𝑔
= 0,41 𝑚𝑔 𝑥 0,4 𝑚𝑙 = 24 𝑚𝑙
60𝑘𝑔
4𝑔𝑟
5. Sakarosa = 𝑥 0,02𝑘𝑔 = 0,08 𝑔𝑟 𝟐𝟒,𝟔𝒎𝒈
Sediaan induk 5mg/ml = 𝟓𝒎𝒈 𝒙 𝟏 𝒎𝒍 = 𝟒, 𝟗𝟐 𝒎𝒍
60𝑘𝑔
1,2𝑚𝑔
3. Glibenklamid 5 = 0,02𝑚𝑔 𝑥 0,4 𝑚𝑙 = 24 𝑚𝑙
𝟏,𝟐𝒎𝒈
Perhitungan Volume Obat Sediaan induk 0,5mg/ml = 𝟎,𝟓𝒎𝒈 𝒙 𝟏 𝒎𝒍 = 𝟐, 𝟒 𝒎𝒍
2,4 𝑚𝑔
1. Akarbose50 = 60 ekor x 0,2 mg = 12 mg 4. Glibenklamid 10 = 0,04 𝑚𝑔 𝑥 0,4 𝑚𝑙 = 24 𝑚𝑙
2. Acarbose 100 = 60 ekor x 0,41 mg = 24,6 mg 𝟐,𝟒𝒎𝒈
Sediaan induk 0,5mg/ml = 𝟎,𝟓𝒎𝒈 𝒙 𝟏 𝒎𝒍 = 𝟒, 𝟖 𝒎𝒍
3. Glibenklamid 5 = 60 ekor x 0,02 mg = 1,2 mg 4,8 𝑔𝑟
4. Glibenklamid 10 = 60 ekor x 0,04 mg = 2,4 mg 5. Sakarosa = 0,08𝑔𝑟 𝑥 0,4 𝑚𝑙 = 24 𝑚𝑙
5. Sakarosa = 60 ekor x 0,08 gr = 4,8gr
Pembuatan Sediaan
Cara pembuatan
1. Timbang 500mg tragakan, gerus di dalam lumpang, tambahkan aqua dest sedikit demi sedikit
ad 100 ml → beri etiket “Tragakan ½%”
2. Buat sediaan induk glibenclamid dan acarbose:
• Gerus 1 tab glibenklamid 5mg tambahkan tragakan ½% ad 10ml beri etiket Glibenklamid
0,5mg/ml
• Gerus 1 tab acarbose 50mg tambahkan tragakan ½% ad 10ml beri etiket Acarbose 5mg/ml
3. Acarbose 50 dibuat dengan cara mengencerkan 2,4 ml sediaan induk acarbose 5mg/ml
tambahkan dengan tragakan ½% ad 24 ml → beri etiket “Acarbose 0,5mg/ml”
4. Acarbose 100 dibuat dengan cara mengencerkan 4,92 ml sediaan induk acarbose 5mg/ml
tambahkan dengan tragakan ½% ad 24 ml → beri etiket “Acarbose 1,0 Mg/ml”
5. Glibenclamid 5 dibuat dengan cara mengencerkan 2,4 ml sediaan induk glibenclamid
0,5mg/ml tambahkan dengan tragakan ½% ad 24 ml → beri etiket “Glibenclamid 0,05mg/ml”
6. Glibenclamid 10 dibuat dengan cara mengencerkan 4,8 ml sediaan induk glibenclamid
0,5mg/ml tambahkan dengan tragakan ½% ad 24 ml → beri etiket “Glibenclamid 0,1mg/ml”
7. Timbang 4,8 gr sakarosa, gerus di dalam lumpang, tambahkan aqua dest sedikit demi sedikit
ad 24 ml → beri etiket “Sakarosa 20%”
Tabel 3.1 data percobaan
No
cit
Perla
kuan
Berat
(g)
0'
mg/dl Jam
Uji
(ml)
30 p plk
mg/dl
sakarosa
Jam (ml)
30' pc
mg/dl jam
120' pc
mg/dl jam Perhitungan Dosis
7 Ak50 21 53 9.44 0,43 9.45 0,42 87 63
8 Ak50 20 73 9.37 0,409 9.38 0,4 66 50
13 Ak50 22 61 9.48 0,45
X
9.50 0,44 54 73 Sediaan
14 Ak50 22 97 9.49 0,44 9.50 0,44 106 101 • Sakarosa 20%
rata-rata
1 Ak100 22 94 9.30 0,451 9.30 0,44 107 75 • Akarbosa 0,5mg/ml
2 Ak100 21 50 9.39 0,43
X
9.39 0,42 75 67 • Akarbosa 1mg/ml
19 Ak100 19 85 9.51 0,389 9.52 0,38 87 77
20 Ak100 20 69 9.49 0,41 9.55 0,4 58 70 • Glibenclamid 0,05mg/ml
rata-rata • Glibenclamid 0,1mg/ml
5 N 20 64 9.40 0,4 9.40 0,4 122 70 0,4𝑚𝑙
6 N 19 53 9.45 0,38
X
9.45 0,38 104 84 • Gom 2% ൗ20𝑔𝑟
11 N 22 66 9.42 0,44 9.54 0,44 115 160
12 N 20 51 9.40 0,4 9.54 0,4 161 78
17 N 20 55 9.53 0,4 75 10.31 0,4 78 50
18 N 19 61 9.51 0,38 55 10.33 0,38 66 55
23 N 18 71 9.48 0,36 9.51 0,36 118 90
X
24 N 19 66 9.48 0,38 9.51 0,38 112 109
rata-rata
9 G5 22 79 9.49 0,45 65 10.19 0,44 76 120
10 G5 22 105 9.44 0,45 71 10.14 0,44 88 89
15 G5 22 95 9.57 0,45 78 10.28 0,44 55 53
16 G5 20 74 9.48 0,409 42 10.26 0,4 54 51
rata-rata
3 G10 22 89 9.33 0,451 59 10.03 0,44 79 39
4 G10 20 64 9.33 0,41 86 10.03 0,4 166 59
21 G10 18 58 9.53 0,396 32 10.35 0,36 77 48
22 G10 20 83 9.52 0,41 68 10.40 0,4 62 76
rata-rata
Perhitungan Dosis, Volume Obat dan Volume Sakarosa
Akarbose 50mg
a. Mencit no 7 berat 21 gr
sediaan akarbose yang tersedia 0,5 mg/ml
50𝑚𝑔
- akarbose untuk dosis mencit = 𝑥 12,3 𝑥 0,021𝑔𝑟 = 0,215 𝑚𝑔
60𝑘𝑔
0,225𝑚𝑔
- akarbose 50 mg yang diberikan = 𝑥 1 𝑚𝑙 = 0,43 𝑚𝑙
0,05𝑚𝑔
sediaan sakarosa yang tersedia 20%
4𝑔𝑟
- sakarosa untuk dosis mencit berat 20gr = 𝑥 0,002 kg= 0,08gr/20gr
𝑘𝑔 𝑏𝑏
- Diambil sediaan 20%: 0.08g/20 gx 100 mL = 0.4 mL/20gr
21𝑔𝑟
- sakarosa yang diberikan = 𝑥 0,4𝑚𝑙 = 0,42 𝑚𝑙
20𝑔𝑟
Akarbose 100mg
a. Mencit no 1 berat 22 gr
sediaan akarbose yang tersedia 1 mg/ml
100𝑚𝑔
- akarbose untuk dosis mencit = 𝑥 12,3 𝑥 0,022𝑔𝑟 = 0,451 𝑚𝑔
60𝑘𝑔
0,451𝑚𝑔
- akarbose 100 mg yang diberikan = 𝑥 1 𝑚𝑙 = 0,451 𝑚𝑙
0,1 𝑚𝑔
sediaan sakarosa yang tersedia 20%
22𝑔𝑟
- sakarosa yang diberikan = 𝑥 0,4𝑚𝑙 = 0,44 𝑚𝑙
20𝑔𝑟
Perhitungan Dosis, Volume Obat dan Volume Sakarosa
Normal
a. Mencit no 5 berat 20 gr
sediaan Gom yang tersedia 2% 0,4 ml/20gr
20𝑔𝑟
- Gom yang diberikan = 𝑥 0,4 𝑚𝑙 = 0,4 𝑚𝑙
20𝑔𝑟
sediaan sakarosa yang tersedia 20%
20 𝑔𝑟
- sakarosa yang diberikan = 𝑥 0,4𝑚𝑙 = 0,4 𝑚𝑙
20 𝑔𝑟

b. Mencit no 6 berat 19 gr
19𝑔𝑟
- Gom yang diberikan = 𝑥 0,4 𝑚𝑙 = 0,38 𝑚𝑙
20𝑔𝑟
sediaan sakarosa yang tersedia 20%
19 𝑔𝑟
- sakarosa yang diberikan = 𝑥 0,4𝑚𝑙 = 0,38 𝑚𝑙
20 𝑔𝑟
Perhitungan Dosis, Volume Obat dan Volume Sakarosa
Glibenklamid 5mg
a. Mencit no 9 berat 22gr
sediaan glibenklamid yang tersedia 0,05 mg/ml
5𝑚𝑔
- glibenklamid untuk dosis mencit = 𝑥 12,3 𝑥 0,022𝑔𝑟 = 0,0225𝑚𝑔
60𝑘𝑔
0,0225𝑚𝑔
- glibenklamig 5mg yang diberikan = 𝑥 1 𝑚𝑙 = 0,45 𝑚𝑙
0,05𝑚𝑔
sediaan sakarosa yang tersedia 20%
4𝑔𝑟
- sakarosa untuk dosis mencit berat 20gr = 𝑥 0,002 kg= 0,08gr/20gr
𝑘𝑔 𝑏𝑏
- Diambil sediaan 20%: 0.08g/20 gx 100 mL = 0.4 mL/20gr
22𝑔𝑟
- sakarosa yang diberikan = 𝑥 0,4𝑚𝑙 = 0,44𝑚𝑙
20𝑔𝑟

Glibenklamid 10 mg
b. Mencit no 3 berat 22gr
sediaan glibenklamid yang tersedia 0,1 mg/ml
10𝑚𝑔
- glibenklamid untuk dosis mencit = 𝑥 12,3 𝑥 0,022𝑔𝑟 = 0,0451𝑚𝑔
60𝑘𝑔
0,0451𝑚𝑔
- glibenklamig 5mg yang diberikan = 𝑥 1 𝑚𝑙 = 0,451 𝑚𝑙
0,1𝑚𝑔
sediaan sakarosa yang tersedia 20%
22𝑔𝑟
- sakarosa yang diberikan = 𝑥 0,4𝑚𝑙 = 0,44𝑚𝑙
20𝑔𝑟
Tabel 4.1 Tabel Percobaan Efek Hipoglikemik Pada Acarbose Dan Glibenclamid
No
cit
Perla
Kuan
Berat 0’
(g) mg/dl
uji
jam (ml)
30 p plk
mg/dl
Sakarosa
Jam
9.45
(ml)
0,42
30’ pc
mg/dl
87
jam
9.15
120’ pc
mg/dl
63
jam
11.45
Hasil dan Pembahasan
7 Ak50 21 53 9.44 0,43
8 Ak50 20 73 9.37 0,409 X 9.38 0,4 66 10.08 50 11.38
13 Ak50 22 61 9.48 0,45 9.50 0,44 54 10.20 73 11.50
14 Ak50 22 97 9.49 0,44 9.50 0,44 106 10.20 101 11.50
rata-rata 71 78 72
1 Ak100 22 94 9.30 0,451 9.30 0,44 107 10.00 75 11.30
2 Ak100 21 50 9.39 0,43 9.39 0,42 75 10.09 67 11.39
19 Ak100 19 85 9.51 0,389 X 9.52 0,38 87 10.22 77 11.52
20 Ak100 20 69 9.49 0,41 9.55 0,4 58 10.25 70 11.55
rata-rata 75 82 72
5 N 20 64 9.40 0,4 9.40 0,4 122 10.10 70 11.40
6 N 19 53 9.45 0,38 9.45 0,38 104 10.15 84 11.45
11 N 22 66 9.42 0,44 X 9.54 0,44 115 10.24 160 11.54
12 N 20 51 9.40 0,4 9.54 0,4 161 10.24 78 11.54
17 N 20 55 9.53 0,4 75 10.31 0,4 78 11.01 50 12.31
18 N 19 61 9.51 0,38 55 10.33 0,38 66 11.03 55 12.33
23 N 18 71 9.48 0,36 9.51 0,36 118 10.21 90 11.51
24 N 19 66 9.48 0,38 X 9.51 0,38 112 10.21 109 11.51
rata-rata 61 110 87
9 G5 22 79 9.49 0,45 65 10.19 0,44 76 10.49 120 12.19
10 G5 22 105 9.44 0,45 71 10.14 0,44 88 10.44 89 12.14
15 G5 22 95 9.57 0,45 78 10.28 0,44 55 10.58 53 12.28
16 G5 20 74 9.48 0,409 42 10.26 0,4 54 10.56 51 12.26
rata-rata 88 64 68 78
3 G10 22 89 9.33 0,45 59 10.03 0,44 79 10.33 39 12.03
4 G10 20 64 9.33 0,41 86 10.03 0,4 166 10.33 59 12.03
21 G10 18 58 9.53 0,396 32 10.35 0,36 77 11.05 48 12.35
22 G10 20 83 9.52 0,41 68 10.40 0,4 62 11.10 76 12.40
rata-rata 74 61 96 56
Tabel 4.2 Tabel rata-rata glukosa darah/perlakuan setiap waktu

Hasil dan Pembahasan


A B C
0.8xGDP Perlakuan GDP 30'pc 120'pc Kesimpulan
57 Ak50 71 78 72 Hiperglikemik
60 Ak100 75 82 72 Ber-efek
49 N 61 110 87 Normal
71 G5 88 68 78 Ber-efek
59 G10 74 96 56 Ber-khasiat

120 110
• Zat ber-EFEK hipoglikemik jika 96
memenuhi salah satu kriteria: 100
87 88
– GD 2 h pc < GD puasa 78 82 78
80 71 72 75 72 74
– % peningkatan GD setiap waktu < 68
Normal 61
60 56
– % penurunan GD setiap waktu > Normal

• Zat ber-KHASIAT hipoglikemik jika 40


– GD 2 h pc < GD puasa – 20 %
20

0
Ak50 Ak100 Normal G5 G10
GDP 30'pc 120'pc

gambar 4.1 grafik rata-rata glukosa darah/perlakuan setiap waktu


Tabel 4.3. Persen peningkatan/penurunan GD sewaktu

Perlakuan
(b-a)/a*100%
%pe+an
(a-c)/a*100%
%pe-an
Ket:
A = GDP Hasil dan Pembahasan
B = GD 30’pc
Ak50 9.9 -1 C = GD 120’pc
Ak100 9.3 4
N 80 -43
G5 -23 11 100
G10 29 24 80
80
Cara perhitungan 60
%pe+an
(78−71) 40
• Ak50 = 𝑥 100% = 9.9% 29

PERSEN
71 24
(110−61) 20
• N= 𝑥 100% = 80% 9.9 9.3 11
61
(68−88)
• G5 = 𝑥 100% = −23% 0
88 Ak50-1 Ak100 N G5 G10
-4
-20
%pe-an -23
(75−72) -40
• Ak100 = 𝑥 100% = 4 % -43
75
(61−81) -60
• N= 𝑥 100% = −43% PERLAKUAN
61
(74−56)
• G10 = 𝑥 100% = 24% %pe+an %pe-an
74

Gambar 4.2 grafik % peningkatan dan penurunan Gula darah setiap waktu
Kesimpulan
1. Glibenclamid dan Acarbose mempunyai mekanisme yang berbeda, yang
dibuktikan dengan kadar gula darah yang dihasilkan berbeda. Kadar gula darah 2
jam setelah pemberian sakarosa pada perlakuan glibenclamid lebih rendah
dibanding acarbose.
2. Glibenclamide 10mg berkhasiat hipoglikemik, karna kadar gula darah 2 jam
setelah pemberian sakarosa (56mg/dl) dibawah kadar gula darah puasa-20%
(59mg/dl)
3. Glibenclamid 5mg dan acarbose 100mg mempunyai efek hipoglikemik, karna %
peningkatan GD setiap waktu < Normal dan % penurunan GD setiap waktu >
Normal
Kesimpulan
4. Persen peningkatan terkuat ke terlemah yaitu:
1. Glibenclamid 5mg
2. Acarbose 100mg
3. Acarbose 50mg
4. Glibenclamid 10mg
5. Persen penurunan terbesar ke terkecil yaitu:
1. Glibenclamid 10mg
2. Glibenclamid 5mg
3. Acarbose 100mg
4. Acarbose 50mg
6. Hubungan dosis-efek positif karna semakin tinggi dosis yang diberikan,
semakin rendah kadar gula darah yang dihasilkan
Daftar Pustaka
• Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2005. Pharmaceutical Care
untuk Penyakit Diabetes Mellitus. Jakarta : Dirktorat Bina Farmasi
Komunitas dan Klinik.
• Anonim, 1979. Farmakope Indonesia, Edisi III. Departemen Kesehatan
Republik Indonesia, Jakarta.

• Anonim, 1995. Farmakope Indonesia, Edisi IV, Departemen Kesehatan


Republik Indonesia, Jakarta.

• Ganiswara,G.S.,dkk.2007.Farmakologi & terapi, ed V, Bagian Farmakologi


Kedokteran UI, Jakarta.
THANKS!

Anda mungkin juga menyukai