Anda di halaman 1dari 2

Pemeriksaan Garpu Tala

No. Dokumen : C/ /SOP/PKMJ/I/2016


No. Revisi :0
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman : 1/2

UPTD Puskesmas Rochimin, SKM.


Jereweh NIP. 197405251995031006

1. Pegertian Pemeriksaan garpu tala adalah alat untuk mengukur pendengaran


2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam tatalaksana pemeriksaan
Garpu Tala
3. Kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas Jereweh No C/067/SK/PKMJ/2016 Tentang Pelayanan
Klinis
4. Referensi Kepmenkes nomor HK.0.02/MENKES/514/2015 tentang panduan praktek klinis bagi
dokter difasilitas pelayanan tingkat pertama.
5. Prosedur 1. Alat :
Garpu tala
2. Bahan :
a. Status pasien
b. Alat tulis
6. Langkah- 1. Petugas memanggil dan mempersilakan pasien masuk dengan sopan dan
langkah santun
2. Petugas membina hubungan saling percaya dengan memberikan salam,sapa
dan senyum pada pasien dan keluarganya
3. Petugas menJelaskan tindakan yang akan dilakukan pada pasien
4. Petugas menyiapkan ruangan yang tenang dan nyaman
5. Petugas membunyikan garpu tala frekuensi 512Hz,letakkan tangkainya tegak
lurus pada planum mastoid penderita (posterior dari MAE) sampai penderita
tak mendengar, kemudian cepat pindahkan ke depan MAE penderita. Apabila
penderita masih mendengar garpu tala di depan MAE disebut Rinne positif.
Bila tidak mendengar disebut Rinne negatif.
6. Petugas membunyikan garpu tala frekuensi 512Hz,kemudian
dipancingkanpada panum mastoid,kemudian segera pindahkan di depan MAE,
kemudian penderita ditanya mana yang terdengar lebih keras. Bila lebih keras
di depan di sebut rinne positif, bila lebih keras di belakang disebut rinne
negatif 314,17,18,19.
7. Petugas mencatat hasil pemeriksaan pasien
7. Bagan Alir
Petugas memanggil pasien dan dipersilakan masuk dengan sopan dan santun

Petugas membina hubungan saling percaya dengan memberikan salam,sapa


dan senyum pada pasien dan keluarganya.

Petugas menjelaskan tindakan yang akan dilakukan pada pasien

Petugas menyiapkan ruangan yang tenang dan nyaman

Petugas membunyikan garpu tala frekuensi 512Hz,letakkan tangkainya tegak


lurus pada planum mastoid penderita (posterior dari MAE) sampai penderita tak
mendengar, kemudian cepat pindahkan ke depan MAE penderita.

Petugas membunyikan garpu tala frekuensi 512Hz,kemudian dipancingkanpada


panum mastoid,kemudian segera pindahkan di depan MAE, kemudian
penderita ditanya mana yang terdengar lebih keras.

Petugas mencatat hasil pemeriksaan di status pasien

8. Hal-hal yang
diperhatikan
9. Unit Terkait Rawat jalan
10. Dokumen Rekam medis
Terkait
11. Rekaman No Yang diubah Isi perubahan Tgl. mulai diberlakukan
Histori
Perubahan

Anda mungkin juga menyukai