Anda di halaman 1dari 2

Perusahaan kebanyakan menggunakan metode struktur database relasional, mengapa demikian?

Jelaskan

Database relasional adalah database yang menggunakan relasi antar data sebagai dasar dari
pembuatan database. Semua data pada database relasional dapat diakses menggunakan relasi. ada
dua macam relasi dalam database relasional yaitu relasi dasar yang pada implementasinya disebut
tabel dan relasi turunan yang pada implementasinya biasa disebut dengan view.
Diantara banyak nya jenis penerapan database, Keunggulan dan kerugian dari database relational
adalah sebagai berikut:
Keunggulan
1. Mudah digunakan
Database relational dapat dibaca dan juga dipahami relatif lebih mudah dengan tipe database lain
seperti databse tree dan database bertingkat yang lebih sulit. Kebanyakan mata kuliah ataupun
lembaga bimbingan komputer tentang pemrograman pasti mengjarkan tentang database relasional
sebagai dasar untuk memahami jenis database yang lebih komplek seperti database tree. Bentuk
tabel dari database relasional yang berupa kolom dan juga baris dapat dengan mudah dibaca dan
dipahami bagi pemula yang bahkan belum pernah mempelajari tentang pemrograman sekalipun.
( Baca Juga: Fungsi Database)

2. Penggunaanya Fleksibel
Setiap data pada tabel yang ada pada database relasional yang datanya ingin diambil atau digunakan
oleh program dapat dimanipulasi dengan operator operator tertentu. operator seperti ‘join’, ‘where’,
dan ‘and’ dapat membentuk informasi yang dinginkan sehingga bentuk dan jumlah data bisa sesuai
dengan kebutuhan program. (Baca juga: Macam Software Database)

3. Keamanan yang baik


Pada database relasional, perancang database dapat menambahkan kendali keamanan dan juga
authorisasi dengan mudah. Atribut dari database yang sensitif dapat di tempatkan pada tabel
tersendiri dengan kendali keamanan yang spesial yang memerlukan ototentifikasi khusus. jika seorang
user atau program memiliki ototenfikasi khusus ini, program atau user tersebut dapat mengambil
data sensitif pada tabel. Sistem keamanan sepertini inilah yang membuat database relasional memiliki
tingkat keamaman yang baik. (Baca juga: Komponen Database)

4. Tingkat presisi tinggi


Data yang diambil dari database relasional memiliki tingkat presisi yang tinggi. hal ini dikarenakan,
database relasional melalukan berbagai macam operasi aljabar dan juga kalkulus relasional pada saat
proses manipulasi relasi antar satu tabel dengan lainnya. Faktor ambiguitas data pun menjadi
berkurang. Hal ini sangat berbeda pada tipe database lain yang memiliki hubungan kompleks antar
tabel tabelnya. (Baca juga: Muncul Error Establishing a Database Connection – Cara Mengatasi dan
Penyebab)

5. Memungkinkan penggunaan bahasa pemrograman khusus query database dengan mudah


Database relasional memungkinkan penggunaan bahasa pemrograman khusus untuk query database.
Hal ini membuat programmer dapat membuat suatu fungsi dengan lebih mudah. Salah satu contoh
dari bahasa pemrograman query database adalah SQL. Pada tipe database lain yang lebih kompleks,
penggunaan bahasa pemrograman untuk query database lebih sulit diterapkan atau memiliki batasan
yang besar untuk diterapkan.

6. Lebih mudah mencapai kemandirian Data


Data yang mandiri adalah data yang tidak terikat antara satu data dengan data lain yang memiliki
tingkatan lebih rendah. Kemandirian data ini akan sangat penting untuk dicapai untuk tipe database
manajemen yang terpusat. karena bila tidak dicapai, sistem database akan memiliki beban yang tinggi
dan bahkan bisa menjadi kacau. Pada database relasional, pencapaian kemandirian data data dicapai
menggunakan normalisasi struktur. dan Normalisasi struktur pada database relasional lebih mudah
diterapkan daripada penerapan di tipe database lain yang lebih kompleks. (Baca juga: Kelebihan dan
Kekurangan Database Oracle)
Kekurangan
1. Penggunaan space pada penyimpanan relatif tinggi
Data yang terpisah pisah namun terhubung satu dengan yang lainnya tentu akan membutuhkan space
penyimpanan yang lebih tinggi daripada data yang hanya tersimpan menjadi satu bagian. Data yang
terpisah pisah tersebut apalagi memiliki kemungkinan untuk digunakan dengan operasi join yang
menggabung gabungkan data menjadi satu sehingga kecepatan write dan read pada space
penyimpanan menjadi sangat berpengaruh. Apalagi jika didalam data terdapat tipe data yang tidak
dapat dikategorisasikan di dalam database relasional seperti data gambar, data music, dan data
multimedia lainnya yang perlu disimpan. membuat semakain bertambahnya space yang diperlukan
jika menggunakan database relasional untuk menyimpan data data ini. (Baca juga: Kelebihan dan
Kekurangan PostgreSQL)

2. Kemampuan komputasi yang dibutuhkan relatif tinggi


Database relasional menyembunyikan kekomplekskan penggunaan aljabar dan juga kalkulus dari sisi
pengguna. Penggunaan database relational akan membutuhkan tingkat komputasi yang tinggi karena
pada setiap operasi yang dilakukan. berbagai komputasi untuk dapat merelasikan antara data pada
tabel satu dengan data pada tabel yang lainnya juga perlu dilakukan. (Baca juga: Kelebihan dan
Kekurangan PHP)

3. Ekstrasi dari data relatif lambat


Perbandingan kecepatan ekstrasi data antara database relasional dan tipe database lainnya
cenderung lebih lambat. Data yang diorganisir secara hirarki tentu lebih cepat diekstrasi daripada data
yang perlu di ekstrak dengan direlasikan dahulu dengan tabel data lainnya. (Baca juga: Kelebihan dan
Kekurangan Visual Basic)

4. Diperlukan pemahaman yang baik tentang perancangan desain database relasional


Kemudahan pada penggunaan dan perancangan database relasional dapat menjadi boomerang untuk
keperluan yang tingkatannya lebih tinggi. Seorang perancang database relasional yang tidak tahu
dengan bagaimana cara data nya direlasikan dapat membuat sebuah database relational dengan
desain yang buruk dan membuat performa dari ekstrasi maupun penyimpanan database menjadi
buruk juga. (Baca juga: Cara Mencegah Malware di Website WordPress)

5. Terbatasnya struktur database


Pada saat perancangan database, diperlukan pengaturan berupa batasan panjang dari data. jika
terdapat kesalahan perancangan seperti jumlah panjang data yang dispesifikan lebih pendek dari
panjang data yang akan disimpan, data akan otomatis dipoting dan ini merupakan hal yang tidak
diinginkan. (Baca juga: Cara Mendaftar NPWP Online)

6. Terisolasinya data
Pada penerapannya, database relasional yang komplesk seringkali berubah menjadi semacam sebuah
pulau pulau informasi, dimana akan sangat sulit sekali untuk melakukan sharing informasi dari sistem
besar semacam ini ke sistem besar lainnya. Pada sebuah instasi besar misalnya, tiap divisi divisi dari
instansi biasanya memiliki database sendiri sendiri. akan dibutuhkan waktu dan juga biaya yang
sangat besar untuk membuat sebuah program yang dapat menghubungkan data antara dua divisi
berikut karena sifat database relasional yang akan semakin kompleks dengan semakin banyaknya
tabel yang dimilikinya

Demikian lah beberapa hal yang dapat saya rangkum mengenai keuntungan dan kerugian
menggunakan database relasional. Penggunaanya memiliki saat yang tepat untuk digunakan pada
projek dengan kebutuhan data yang tidak terlalu kompleks. untuk data yang kompleks tentu saja akan
lebih mudah jika menggunakan database non-relational yang scalable.

Sumber https://dosenit.com/kuliah-it/database/keuntungan-dan-kerugian-database-relasional