Anda di halaman 1dari 15

PEMBANGUNAN PERUMAHAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN Disususun untuk memenuhi tugas Mata Kulian EKONOMI SEKTOR PUBLIK

Disusun Oleh : Kelompok 2 Ayu Novia Trisnawati (0910313070) Elita Ofrinanda (0910310209) Citra Chatami Aprilia (0910313074) Mohamaad Rizky K (0910310265) Amri Yulian Fahmi (0910310166) Devita Ayu N (0910310031) Criestal Liestia P (0910310189) Kelas: D

JURUSAN ADMINISTRASI PUBLIK FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011

1 KEBUTUHAN POKOK MANUSIA Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang digunakan sebagai tempat berlindung dari gangguan alam seperti cuaca dan serangan binatang buas.MENERAPKAN DESENTRALISASI KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERUMAHAsN 1. Selain itu juga merupakan tempat mendapatkan kesenangan serta kebahagiaan dalam hidup berumah tangga. Pemilikan terhadap realty disebut sebagai property. Pembangunan kawasan permukiman ditujukan untuk: a) Menciptakan kawasan permukiman yang tersusun atas satuan-satuan lingkungan permukiman. maka hal ini disebut sebagai personal property. Selanjutnya real property disebut juga dengan real estate. Hak tersebut meliputi . gas maupun minyak yang ada di bawah permukiman bumi termasuk udara diatas permukaan bumi itu. Lebih jauh lagi rumah merupakan cermin jati diri dan taraf hidup penghuninya. Pusat kegiatan keluarga sering terjadi di dalam rumah seperti pendidikan. Selanjutnya rumah merupakan simbol status sosial dari penghuni dan pemiliknya. hak pemilikan tersebut dissebut sebagai real property. sedangkan apabila pemilikan atas realty itu sifatnya seumur hidup dan bersifat turun temurun. Selanjutnya lahan bersama dengan semua perubahan kualitasnya disebut dengan realty. pemilikan sifatnya lengkap (complete bundle of rights). pembentukan kepribadian dan nilai budaya bangsa. Dengan hak ini pemilikan berlaku untuk menolak semua pihak lain. Pemenuhan kebutuhan permukiman diwujudkan melalui pembangunan kawasan permukiman yang terencana secara menyeluruh dan terpadu dengan pelaksanaan yang bertahap. Hak yang paling kuat dalam hal real property adalah hak milik (fee simple).2 PENGERTIAN REAL ESTATE Lahan merupakan tempat dimana perumahan atau tempat tinggal didirikan. Rumah yang sehat dan nyaman akan memberikan dampak yang luas terhadap kesehatan para penghuninya baik jasmani maupun rohani dan mendatangkan ketenangan sehingga setiap individu yang tinggal di rumah tersebut menjadi produktuf dalam kegiatan ekonominya masingmasing. 1. Secara hukum pemilikan hak penguasaan atas sebidang lahan mencakup hak atas mineral. b) Mengintegrasikan secara terpadu dan meningkatkan kualitas lingkungan perumahan yang telah ada di dalam atau di sekitarnya. yang kemudian istilah real estate juga disebut sebagai istilah untuk menunjukkan suatu bidang usaha yang melibatkan kegiatan dalam bidang perdagangan real property. Apabila hak kepemilikan itu sifatnya hanya untuk jangka waktu tertentu.

Pembangunan sektor perumahan sangat penting dalam menggerakkan roda perekonomian. hak untuk menjual atau tidak menjual. Untuk melakukan sebuah pembangunan permukiman maka harus mematuhi kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) agar mempertimbangkannya dalam melakukan pembangunan. Selain itu pertumbuhan tingkat pendapatan penduduk juga mempengaruhi peningkatan permintaan akan rumah tempat tinggal. hak untuk menyewakan seluruhnya atau sebagian (hak atas udara. Jadi salah satu unsure dari semakin mahalnya harga rumah adalah harga lahan perumahan itu sendiri. karena dengan pendapatan yang semakin tinggi cenderung untuk memiliki rumah lebih dari satu. permukaan lahan. y Memposisikan pemerintah sebagai fasilitator dalam proses penataan ruang. karena pembangunan perumahan mempunyai kaitan ke belakang (back-ward linkages) dan kaitan ke depan (forward linkages) yang sangat panjang. 1. Akibatnya harga lahan akan cenderung untuk meningkat terus karena adanya kekuatan permintaan dan penawaran akan lahan yang tidak seimbang. Selanjutnya peningkatan permintaan akan rumah tersebut dihadapkan pada luas lahan yang sangat terbatas dan sulit untuk ditambah. mineral yang dikandungnya dan sebagainya). Dan dengan demikian berkembanglah seluruh sektor perekonomian dalam negara. Dalam kebijakan penataan ruang memerlukan prinsip-prinsip dalam rangka keberhasilan pembangunan wilayah.hak untuk menggunakan atau tidak menggunakan property. Misalnya zonasi yang sudah ditetapkan sebagai kawasan lindung/kawasan hijau tidak akan di bangun sehingga pemerintah tidak perlu lagi melakukan penggusuran dimasa mendatang karena kesalahan penempatan. Hal ini misalnya masyarakat yang ingin membangun bisa mematuhi zonasi-zonasi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Pembanguan perumahan akan mendorong berkembangnya kegiatan lain yang mendukung kegiatan pembangunan perumahan tersebut. Hal ini mendorong pertumbuhan permintaan akan rumah setiap tahunnya.3 PERMINTAAN AKAN RUMAH SELALU MENINGKAT Walaupun Indonesia dinyatakan sebagai negara yang berhasil dalam program keluarga berencana dan berhasil menekan jumlah penduduk menjadi kurang dari 1. tetapi jumlah penduduk secara absolut terus bertambah. .5% per tahun. serta hak untuk menghadiahkan atau mendonasikan hak penguasaan tersebut kepada orang lain. yaitu: y Menempatkan daerah sebagai pelaku yang sangat menentukan dalam proses penataan ruang.

Singkatnya antara rumah dan tanah memiliki keterkaitan yang erat dan saling mempengaruhi.pusat pelayanan. Rumah merupakan produk yang heterogen: ukurannya. 5. tempat sekolah. mengingat permukiman merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat dan semakin terbatasnya lahan yang tersedia untuk memenuhinya. pertokoan. umurnya. Rumah merupakan produk yang unik yang menunjukkan 6 sifat yang berbeda dengan barang lainnya: 1. karena dalam teorinya kegiatan ekonomi lah yang menyebabkan adanya hubungan antara rumah dan tanah yang sedemikian rupa. artinya tidaklah praktis untuk selalu dipindah dari satu tempat ke tempat lain. kesehatan. 1.y Menghormati hak yang dimiliki masyarakat serta menghargai kearifan lokal dan keberagaman sosial budayanya. Harga tanah tinggi(mahal) karena harga rumah mahal yang disebabkan oleh meningkatnya permintaan akan rumah. serta teman). Dengan meningkatnya jumlah penduduk dan tingkat pendapatan mendorong permintaan akan rumah meningkat sehingga harga rumah menjadi mahal dan mendorong permintaan akan tanah meningkat dan menyebabkan harga tanah meningkat juga. tetapi juga biaya sosial (tetangga. khususnya bila rumah itu dipelihara dengan semestinya. Biaya untuk pindah rumah umumnya sangat mahal. 3. pasar. serta memperhatikan perkembangan teknologi dan profesional. Rumah bukan mobil sifatnya. Rumah pada umumnya cukup mahal harganya. Hal ini juga tidak lepas dari kegiatan atau pengaruh ekonomi. 2. tidak hanya menyangkut biaya financial.4 HARGA RUMAH DAN HARGA TANAH Hubungan antara harga tanah dan harga rumah. sehingga hampir setiap rumah tangga memerlukan kredit untuk melakukan pembelian rumah yang dibutuhkannya.lokasinya. y Menjunjung tinggi keterbukaan dengan semangat tetap menegakkan etika dan moral. interiornya. . Rumah bersifat tahan lama dan dapat digunakan selama puluhan tahun. 4. macam lantainya. Kebijakan penataan ruang tersebut bertujuan agar mendapatkan masukan bagi perencanaan di masa datang. dengan masukan ini maka dalam perencanaan di masa datang konflik kepentingan antara pemerintah daerah tertentu dengan masyarakat bisa dicegah atau dikurangi. dan sistem listrik serta air yang berbeda pula.

Penjelasan diatas merupakan pendekatan berdasar kesejahteraan yang diberikan. cara mengatur ruangan. lantai dan sebgainya. Salah satu karakteristik orang membeli rumah adalah terjangkaunya dari tempat kerja. kamar mandi kamartamu. Karakteristik terakhir adalah keadaan atau kualitas tetangga. Harga atau nilai pasar dari sebuah rumah adalah kumpulan atau jumlah dari semua nilai dari setiap unsur yang ada di dalamnya. sistem ventilasi rumah dan umur rumah. 2. Harga Rumah: Pendekatan atas dasar kesenangan/kesejahteraan (Hidonic approach) Menurut pendekatan hedonic ini mendasarkan pada kenyataan bahwa tempat tinggal (rumah) terdiri dari berbagai unsure kesenangan yang masing-masing mempunyai nilai implisit yang berseda-beda. dam.serta nilai sekolahan sekitarnya. nilai atap rumah.pendekatan lain diantaranya adalah: a) Kualitas rumah dari interior. Pendekatan-pendekatannya antara lain: 1. Kemudian karakteristik lingkungan seperti udara yang bersih. Banyak orang yang mempertimbangkan latar belakang ras maupun suku dimana mereka akan tinggal. pengamanan dan sebagainya. dan lain lain. kamar mandi.6. ke pasar maupun tempat hiburan. rancangan interiornya. Ada dua karakteristik perumahan yang utama yaitu yang berkaitan dengan rumah itu sendiri dan berkaitan dengan karakteristik lokasi. Karakteristik lain adalah tersediamya fasilitas umum seperti sekolah. kualitas dapur. pemadam kebakaran. Setiap rumah berbeda luas. air bersih. yang artinya setiap rumah memberikan pelyanan jasa atau keputusan yang berbeda-beda. maka salah satu komponen rumah adalah lokasinya. Sehingga rumah memiliki perbedaan dalam ukurannya. 1.5 HETEROGENITAS DAN IMOBILITAS Rumah dalam masyarakat bersifat heterogen. b) Luas rumah atau bangunan dengan melihat jumlah kamar tidur. kebisingan dari pabrik. Memilih sebuah rumah . Karena rumah merupakan benda tidak bergerak. nilai kamar tidur. Untuk menjelaskan pendekatan ini dimisalkan ada sebuah pasar rumah (housing market) dimana rumah-rumah itu dibedakan melalui 5 unsur pelayanan. yaitu: nilai keterjangkauan. c) Karakteristik lokasi seperti kualitaslingkungan dalam dan sekitar dalam blok rumah dan jarak daripusat kota misalnya. tatanan kamarnya. nilai kualitasudaradan air.

rumah tangga itu akan memilih kombinasi pelayanan yang terbaik yang dapat dibelinya dengan anggaran yang telah ditentukannya. Dalam hal ini terdapat tiga sifat yang ditimbulkan mengenai keawetan rumah dalam pasar perumahan. walaupun kurang sempurna sifatnya 4.dan ada yang ingin rumah tua maupun modern. 1. Meskipun pasar perumahan itu terpisah-pisah tapi mereka masih saling berkaitan karena rumah tangga dapat secara bebas menentukan pilihannya. . Pasar rumah terpisah tapi saling terkait Pasar untuk perumahan terpecah kedalam beberapa bagian pasar lagi. tetapi juga karakteristik rumah tetangga dan penghuninya. Dalam hal ini disebut dengan manfaat eksternal yang berupa kenaikan pasar dari rumah-rumah di sekitarnya. yaitu. 3. Jadi. Kebanyakan orang tidak memiliki pengetahuan tentang rumah. dengan kombinasi pelayanan terbaik dengan harga tertentu. sehingga mereka mengumpulkan sendiri informasi pada saat mencari tempat tinggal. Misal kondisi rumah yang bagus akan menarik orang-orang sekitar untuk melakukan hal yang sama. karena rumah-rumah yang ada sangat heterogen sifatnya. Pasar perumahan dibedakan sesuai dengan ukurannya. Pada dasarnya rumah tangga kan memilih sekumpulan kenyamanan yang emmeberikan kepuasan maksimum dengan jumlah anggaran (harga rumah) tertentu.6 Keawetan Rumah Rumah atau dapat disebut sebagai tempat tinggal merupakan benda atau aset yang paling awet daripada benda atau aset lainnya yang berharga.Memilih rumah yang memberi sekumpulan pelayanan dan kenyamanan yang berbeda-beda. Dampak tetangga inin sifatnya lokal dalam arti terbatas sampai jarak dan radius tertentu. Para ekonommenggunakan penekatan hedonic untuk memperkirakan dampak eksternal ini.oleh karena itu perumahan dari sub pasar yang berbeda merupakan barang subtitusi satu sama lain. Karena rumah dapat bertahan hingga berumur 100 tahun lebih meskipun kondisi rumah tersebut menurun. ada yang ingin jauh maupun dekat dari kota atau pasar. yaitu apabila terdapat kenaikan harga rumah besar maka rumah tangga cenderung memilih rumah kecil. Dampak tetangga Jumlah jasa (kenyamanan) yang diberikan oleh sebuah rumah tidak hanya tergantung pada karakteristik rumah yang bersangkutan. Ada yang ingin rumah kecil dan besar. kualitasnya dan lokasinya.

b) Dijual. c) Sifat penawaran rumah relatif inelastis karena pasar perumahan didominasi oleh banyaknya persediaan rumah. sehingga tingginya permintaan maka akan mendorong lebih banyak pelayanan yang disediakan dalam rumah tersebut.perubahan permintaan akan rumah dapat mempengaruhi jumlah jasa yang diberikan oleh rumah yang bersangkutan. Kemudian biaya variabel meliputi biaya pemeliharaan dan perbaikan. Kenaikan harga akan mendorong penawaran dari rumah bekas (Used Housing) atau rumah baru. Berikut adalah langkah ± langkah yang dilakukan oleh pemilik rumah saat keluar dari pasar perumahan. A. sehingga biaya perawatan rumah akan semakin mahal. Dalam hal ini terdapat dua biaya. yang dimana terjadi karena perubahan biaya atau permintaan. perdagangan . swalayan. yaitu biaya tetap dimana biaya pengelolaan terhadap rumah seperti biaya advertise dan biaya pengumpulan pembayaran sewa. a) Konversi. maupun lahan parkir. dalam hal ini pemilik rumah dapat menjual rumahnya dimana hal ini dianggap menguntungkan apabila kegiatan industri. tidak dapat memberikan keuntungan yang cukup untuk menutupi biaya konversi rumah dari penggunaannya . merupakan pengubahan suatu fungsi rumah menjadi Rumah Kantor (Ruko). sehingga perubahan harga rumah hanya diikuti oleh perubahan yang relaitf kecil akan jumlah yang ditawarkan.a) Tingkat kerusakan fisik yang muncul dapat diatur oleh pemilik rumah dengan mengadakan perbaikan serta pemeliharaan rumah yang baik. b) Banyaknya penawaran akan rumah bekas (Used Housing) yang ditawarkan di dalam pasar perumahan. Kegiatan tersebut dapat meningkatkan kemampuan pemberian pelayanan kepada orang yang nantinya akan menempati rumah tersebut. B. maka akan meningkatkan biaya variabel. Keluar dari Pasar Perumahan Pemilik rumah dapat keluar dari pasar perumahan apabila mengalami kerugian. Dimana konversi dapat dilakukan selama kegiatan tersebut dianggap menguntungkan. kerusakan dan Pemeliharaan Rumah Pemilik rumah dapat mengalokasikan waktu dan uangnya untuk merawat dan perbaikan atas kerusakan yang muncul. Meningkatnya biaya pemeliharaan rumah akan mengurangi jumlah rumah yang akan ditawarkan. Pembeli rumah akan bersedia membayar mahal terhadap rumah yang mempunyai kenyamanan yang lebih baik. sehingga tingkat pemeliharaan rumah akan menaikkan nilai sewa dan harga rumah dalam pasar perumahan. Semakin banyak jumlah jasa yang diberikan.

dalam hal ini dikarenakan  Pemilik rumah mengharapkan nilai sewa meningkat dimasa datang. dan adanya biaya menunggu sampai terjadi kenaikan sewa rumah yang terbilang rendah.  Sewa memungkinkan masyarakat mengirimkan pendapatan ke tempat asal mereka atau keluarga mereka atau berinvestasi membeli lahan atau membangun rumah di desa.  Sisi Penawaran. berkurangnya tingkat pendapatan dan jumlah penduduk dapat menurunkan jumlah kapasitas rumah yang akan diminta. (makanan.diluar sebagai tempat tinggal. menurut United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP). saat mereka tak siap untuk menetap di satu tempat. sehingga diharapkan mendapatkan laba yang bersifat positif. Dalam hal ini terdapat tiga alasan untuk memperkecil keuntungan dalam pemilikan rumah.  Sewa memberikan fleksibilitas pengelolaan anggaran rumah tangga. yaitu.  Bertambahnya umur rumah. atau kondisi darurat). atau kebebasan menyisihkan pendapatan bagi hal . pendidikan. c) Disewakan. Kemudian dalam hal ini. .  Sewa membuat orang lebih mudah bergerak dan berpindah saat pekerjaan lebih baik menanti di tempat lain. yaitu.  Sewa mengakomodasi masyarakat yang tak ingin menjalani ikatan keuangan jangka panjang yang menyertai pembelian rumah. peningkatan jumlah rumah akan menurunkan nilai sewa dan harga rumah di wilayah tertentu.  Biaya untuk pemeliharaan dan mempertahankan pemilikan rendah. tanpa terikat atau pembayaran perumahan yang tetap. atau menghadapi biaya jangka panjang untuk perbaikan dan pemeliharaan rumah sendiri.  Sewa mengakomodasi masyarakat yang berada pada masa transisi. dengan pindah ke perumahan yang murah saat keadaan sulit dan baik saat pendapatan meningkat. maka akan meningkat pula biaya perawatan sehingga menimbulkan tindakan untuk keluar dari pasar perumahan dengan konversi. layanan kesehatan. terdapat faktor ± faktor yang menyebabkan kebanyakan masyarakat melakukan penyewaan.hal yang lebih penting.  Sisi Permintaan.

Pertama di sisi penawaran yaitu pemerintah dapat membangun perumahan baru untuk kelompok penghasilan rendahdan yang kedua di sisi permintaanya itu pemerintah memberikan subsi dihargadalam sewarumah untuk rumah-rumah pemerintah yang sudah ada agar nilai sewa rumah itu terjangkau oleh kelompok .1 Kebijakan Pembangunan Perumahan Para individudalam masyarakat bebas menentukan tempat tinggalnyasendiri dan membangun rumah sendiri. Pembangunan dilaksanakan dengan pemberian kredit pengembangan untuk membebaskan tanah dan kredit konstruksi untuk pembangunan rumah kepada para pengembang serta pemberian kreditrakyat (KPR) kepada parakonsumen. mempengaruhi kesehatan masyarakat. Ada beberapa pengertian mengenai kebijakan pemerintah dalam bidang perumahan: a. Kebijakan perkreditan dan penyewaan rumahmilik pemerintah. Salah satulangkah yang sudah ditempuh oleh pemerintah adalah membangun rumah sederhaana (RS) denganukuran 36 m2 dan rumah sangatsederhana (RSS) yang berukuran sekitar 21m2. c.2. Pembangunan rumah tipe ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan sarmasyarakat yang sifatnya subsistence. Ini biasanya dikelola oleh Pemerintah Daerah sepertihalnya dengan beberapa rumah susun di Jakarta. dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Kebijakan dalam bantuan perumahan. akan tetapi kebebasan itu perlu dikendalikan oleh pemerintah. Apabila tidak segeradikendalikan maka akan terjadi kerusakan padalingkungan. Ada dua macam program bantuan pemerintah. b. Pemerintah pusat memanfaatkan berbagai program pembangaunan masyarakat desa dengan menopang setiap usaha pembangunan di daerah untuk memperbaiki kondisi perumahan dan perbaikan lingkungan di daerah. Dari kebebasan pembangunan perumahan ini akan berdampak pada kurang teraturnya letak serta bentuk rumah dalam masyarakat yang membawa ketidak nyamanan bagi yang menempati dan yang melihatnya. Disini pemerintah menggunakan berbagai macam kebijakan untuk memprbaiki kondisi perumahan dan menekan biaya perumahan bagi golongan penduduk miskin/berpendapatan rendah.

Pemerintah akan menentukan atau membatasi penyewaan rumah milik pemerintah dengan harga sewa yang murah kepada kelompok tertentu yang memenuhi persyaratan. Tujuan utama kebijakan pemerintah dalam bidang perumahan adalah menyediakan rumah yang layak dengan lingkungan yang nyaman bagi semua warga Indonesia. Subsidi dalam operasional. Salah satunya adalah tingkat pendapatan rata-rata perkapita dalam keluarga dan jumlahan aggota keluarga yang ada. Untuk itu permodalan diberikan oleh pemerintah dengan system kredit yang berbunga sangat rendah. biasanya masih dalam bentuk rumah susun yang nantinya disewakan kepada penduduk berpenghasilan rendah. b. Hal ini dapat digambarkan pada Gambar 10. c. Dalam usaha memperbaiki kondisi peumahan rakyat Pemerintah dapat memberikan subisdi dalam bentuk kredit perbaikan rumah dengan tingkat bunga yang rendah. Alokasi anggaran rumah tangga ke pos pengeluaran perumahan menjadi semakin kecil.3 Perumahan Pemerintah dan Konsumsi Perumahan Pada umumnya dengan kebijakan pembangunan perumahan pemerintah akan mendorong konsumsi dalam sektor perumahan bagi mereka yang mendapat kesempatan untuk pemanfaatannya. Beban biaya operasi dan pemeliharaan perumahan semakin meninggi. 2. d. dan sumbu vertikal menggambarkan nilai konsumsi untuk barang-barang lain. Seleksi penyewa rumah pemerintah. sedangkan daya beli masyarakat menjadi semakin rendah. 2. Subsidi permodalan. Kredit renovasi rumah. Dalam gambar tersebut sumbu horisontal menggambarkan jumlah penggunaan rumah.berpenghasilan rendah. .1. Pemerintah membangun rumah.2 Kebijakan Pembangunan Perumahan: Sisi Penawaran Pemerintah memiliki empat macam cara dalam hal penyediaan rumah persewaan untuk masyarakat: a. maka tidak mungkin perumahan rakyat milik pemerintah daerah (public housing) dapat membiayai sendiri tanpa bantuan subsidi dari pemerintah.

Barang lain (Rp) 500 400 B 300 A U2 U1 0 600 800 Konsumsi rumah dalam unit pelayanan Gambar 10.1: Perumahan Negara Meningkatkan Konsumsi .

2 : Perumahan Negara Mengurangi Konsumsi Rumah .2 Barang lain (Rp) 500 400 D U2 250 C U1 0 800 1000 Konsumsi rumah dalam unit pelayanan Gambar 10. Hal ini dapat dijelaskan dengan Gambar 10.Dalam kenyataannya kebijakan subsidi perumahan tidak selalu menambah konsumsi tempat rumah tinggal.

3 Barang lain (Rp) 6000 5000 D 4000 3500 B U2 C U3 3000 U1 GA1 GA2 0 600 800 Konsumsi rumah dalam unit pelayanan Gambar 10.Ada permasalahn apakah subsidi sebaiknya diberikan dalam bentuk uang tunai atau dalam bentuk unit pelayanan rumah (fisik). 2. Rumah yang dibangun pemerintah ini. Perhatikan Gambar 10. .3 : Subsidi Rumah atau Subsisi Uang Tunai Ini berarti bahwa sesungguhnya konsumen akan merasa lebih sejahtera bila diberikan subsisi dalam bentuk uang tunai (uang) dibanding dengan subsidi dalam bentuk barang (rumah).Alasan yang dikemukakan adalah bahwa dengan tambahan pendapatan dalam bentuk uang itu konsumen akan lebih bebas melakukan pilihan dalam penggunaan uang tersebut dibandingkan dengan subsidi dalam bentuk barang yang tidak memberikan kemungkinan untuk melakukan pilihan. dan sangat perumahan negara ini dari segi harga lebih murah daripada rumah yang di bangun oleh pihak swasta. Hal ini dapat dianalisis apakah konsumen benar-benar merasa lebih sejahtera dengan adanya susbsisi pemerintah. mampu menambah jumlah penawaran rumah di pasar perumahan.4 DAMPAK PERUMAHAN NEGARA TERHADAP PASAR PERUMAHAN Bagaimanakah dampak dari kebijakan perumahan negara terhadap pasar perumahan? Perumahan negara berarti perumahan yang dibangun oleh pemerintahan negara.

Brikut gambar dari dampak perumahan negara dan perumahan swasta terhadap pasar perumahan: Perumahan Negara (+) Perumaha Swasta (+) (-) (+) (-) (+) (-) (-) Pada Perumahan Negara. perumahan swasta pun menurunkan harga. Oleh sebab itu. maka permintaan akan rumah swasta berkurang sebanyak yang dihasilkan pemerintah. perumahan swasta diubah penggunaannya dengan keluar dari sektor tempat tinggal dan dialihkan dengan penggunaan lain. jumlah permintaan perumahan semakin banyak karna harganya yang relatif murah. Dampak dari pembangunan rumah murah oleh pemerintah terhadap pasar peumahan. jumlah permintaan menurun dan bralih ke perumahan negara karena harganya yang relatif lebih murah. Dalam jangka pendek diasumsikan penawaran rumah oleh swasta inelastik sempurna. Pada umumnya rumah yang berkualitas bagsu digunakan oleh kelompok kaya dan kualitas berkualitas rendah digunakan oleh kelompok berpenghasilan rendah. harga penjualan pada perumahan swasta jauh lebih mahal dari pada perumahan negara. Dengan menurunkan harga itu. Pada perumahan swasta. jumlah yang di produksi lebih besar jumlahnya dari pada perumahan negara. Pada Perumahan Swasta. Karena perumahan negara relative murah. Akibanya harga rumah akan meningkat lagi terus sampai titik keseimbangan tercapai. .Sedangkan. bagaimanakah dampaknya pada prerumahan swasta? Perumahan swasta jika di bandingkan dengan perumahan negara.

Dengan begitu secara umum. . pembangunan rumah murah oleh pemeritah akan mempunyai dampak sebgai berikut: 1. dan menyebabkan pembangunan rumah baru juga berkurang 2. Pengalihan penggunaan bangunan rumah lama ke penggunaan lain meningkat karena insentif untuk mempertahankan rumah menjadi kurang. Hal ini terjadi Karena menurunnya permintaan terhadap bangunan rumah lama. Jumlah bangunan rumah baru oleh swasta berkurang. Pasar untuk rumah murah menjadi kkurang menguntungkan 3.