Anda di halaman 1dari 4

(PTSDL) = Prasyarat penguasaan materi pelajaran

,
diri pribad, Lingkungan fisik dan sosio-emosional

Keterampilan belajar, Sarana belajar, Keadaan

Semakin tinggi mutu kegiatan belajar siswa, diharapkan semakin baik hasil belajarnya dan semakin banyak masalah belajar yang dialami siswa memungkinkan semakin rendah perolehan hasil belajarnya. Prayitno. dkk, (2005) menyatakan jumlah masalah belajar siswa SLTA cenderung meningkat tahun ke tahun. Kategori masalah keterampilan belajar dan kondisi diri selalu menduduki posisi dominan. Skor mutu kegiatan belajar mengajar mereka rendah dan cenderung menurun dari tahun ke tahun.

Dimiyati & Mudjiono 1999:32-37) menyatakan bahwa untuk mencapai taraf penguasaan belajar yang baik, perlu dipelihara keterlibatan siswa dalam belajar dengan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, bertindak sebagai pendidik, dan penyesuaian model pembelajaran dengan kondisi siswa. Hal ini dilakukan untuk peningkatan mutu belajar

Sedangkan taraf penguasaan belajar ideal dari siswa adalah yang mencapai kompetensi dasar 90% atau taraf penguasaan kompetensi minimal 75%-89%. (Depdiknas 2004:36). Taraf kompetensi demikian sukar dicapai, menurut Prayitno (2005) karena proses pembelajaran yang di alami siswa pada jenjang SLTA bermutu kurang mengembirakan. Akibatnya daya serap siswa rendah karena mutu kegiatan belajarnya tidak optimal. Prayitno (1997) mengemukakan lima kondisi utama yang ada pada diri siswa yang secara langsung mempengaruhi mutu belajarnya, yang tercakup dalam unsur PTSDL.

a.

Prasyarat penguasaan materi pelajaran (P)

Prasyarat penguasaaan materi pelajaran adalah komponen pertama dari PTSDL, menurut Herman, dkk. (2004:129) rendah penguasaan materi pelajaran siswa bukan disebabkan karena kemampuan dasar atau kecerdasan siswa, mungkin disebabkan oleh penguasaan materi yang menjadi prasyarat untuk menguasai materi selanjutnya. Dimiyati & Mudjiono 1999:32) mengemukakan jika bahan pelajaran tergolong sukar, maka guru perlu membuat mudah dengan menunjuk bahan prasyarat. Sama d engan Dikdasmen (2004:37) untuk siswa yang mencapai taraf penguasaan materi kurang atau sama dengan 60% harus diberikan pengajaran remedial agar memiliki penguasaan materi pelajaran sampai pencapaian 75%, sekaligus dengan melakukan pembinaan agar mencapai kompetensi minimal yang diharapkan.

Kesimpulan yang dapat diambil bahwa pencapaian target minimal penguasaan materi pelajaran merupakan modal utama peningkatan mutu kegiatan belajar siswa.

b.

Keterampilan belajar (T)

dan (g) ketetampilan mengikuti ujian. Puskurbalitbangdik (2002:17) menyatakan bahwa sarana belajar berfungsi memudahkan terjadinya proses pembelajaran karena dengan sarana belajar mudah menarik perhatian siswa. dan berguna multifungsi. Menurut Ron Fry (dalam Herman. (d) mengikuti pelajaran di kelas. . (e) menggunakan kepustakaan. dan (g) mempersiapkan diri untuk ujian. tata letak ruang kelas. Sarana belajar (S) Kegiatan pembelajaran akan lebih bermakna jika disertai dengan penyediaan sarana pembelajaran yang mendukung. Dikdasmen (2004:9) menyatakan bahwa pengembangan keterampilan -keterampilan memproses perolehan peserta didik akan mampu menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep serta menumbuhkembangkan sikap dan nilai yang dituju. maupun di rumah. merangsang tumbuhnya pengertian. (b) kemampuan menjalani proses pembelajaran. (e) penyelesaian tugas dan penulisan karya ilmiah. dan ketahahanan dalam belajar. (f) menulis karya tulis dengan baik. sekolah. laboratorium/workshop. dkk 2004:132) mengemukakan tujuh keterampilan yaitu (a) mengatur pelajaran. (f) belajar dari dan bersama orang lain. c. Dimyati dan Mudjiono (1999:249) menyatakan agar terselenggara proses pembelajaran yang berhasil baik diperlukan sarana pembelajaran berupa buku pelajaran. mencegah verbalisme. serta berbagai media pembelajaran. Sama dengan Prayitno (2002) bahwa keterampilan belajar yang harus dikuasai siswa meliputi (a) perencanaan masa studi. dkk (2004:135) mengemukakan sarana belajar berupa materi dan perlengkapan serta peralatan yang dapat digunakan oleh siswa dalam kegiatan belajar baik di kelas. alat dan fsilitas laboratorium. kapasitas ruang. (b) membaca dan mengingat. jadual pemakaian ruang. (c) mengatur waktu belajar. Depdiknas (2004:10) menyatakan bahwa sarana pembelajaran harus dikelola dengan sistem manajemen yang meliputi tata ruang belajar.Keterampilan belajar yang diharapkan mengacu kepada bagimana siswa belajar dan bukan lagi pada apa yang dipelajari. kebersihan dan keindahan kelas agar proses pembelajaran menjadi nyaman dan menyenangkan.. (c) peningkatan kemampuan membaca. Dari beberapa uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penguasaan katerampilan belajar oleh siswa akan mampu meningkatkan mutu kegiatan belajarnya sesuai dengan target kompetensi belajar yang diharapkan. Sama dengan Herman. buku bacaan. (d) kemampuan mengingat. konsentrasi.

tanggung jawab belajar. dalam belajar siswa menghadapi masalah-masalah. Sama dengan Prayitno dan Erman Amti (1999:29) menyatakan bahwa guru dengan sekuat tenaga perlu menciptakan suasana pembelajaran dan suasana kelas yang menyejukkan. luwes dan subur. Agar potensi diri siswa dapat berkembang lebih optimal. dingin atau sejuk dan lingkungan sosial. mendorong prakarsa. cita-cita dan tata nilai siswa. dkk. tenang. Karena itu guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritasnya dalam membangun gagasan. bersemangat. Sumadi Suryabrata (1991:133) menyatakan lingkungan yang dapat mempengaruhi belajar dapat berupa lingkungan alam. kondisi diri pribadi siswa perlu menjadi perhatian guru untuk dikembangkan ke arah yang lebih positif. e. bagaimanapun lingkungan dapat mempengaruhi atau mengganggu kegiatan belajar siswa. melainkan dapat mengembangkan potensi diri siswa. panas. Jika ia tidak mengatasi masalahnya maka tidak terlaksana belajar yang baik... dan menyenangkan (PAKEM). Keadaan diri pribadi (D) Kondisi diri pribadi siswa baik berkenaan dengan kondisi psikis maupun kondisi fisik yang bebas dari gangguan dan hambatan diharapkan mampu meraih prestasi belajar yang baik (Herman. Senada dengan Sumadi Suryabrata (1991:7-8) menyatakan bahwa dalam proses pembelajaran guru senantiasa mengembangkan potensi peserta dididk berupa potensi bakat. bahwa kondisi diri siswa harus dipertimbangkan dalam merancang materi pembelajaran. minat. dan motivasi untuk belajar. minat serta intelektual yang berbeda antara individu yang satu dengan individu lainnya dan kepribadian mereka yang unik. Kesimpulan. 2004:138). Dimyati dan Mudjiono (1999:238) menyatakan bahwa siswalah yang menentukan terjadi atau tidak terjadinya belajar. sibuk atau bising. kreatif. Lingkungan fisik dan sosio-emosional (L) Siswa tidak terlepas dari lingkungan sekitarnya. d. efektif. Puskurbalitbangdik (2002:17) mengemukakan bahwa belajar merupakan kegiatan aktif siswa membangun makna atau pemahaman. serta pemilihan pendekatan belajar agar tidak menimbulkan hambatan belajar. dkk (2004:138). Karena itu kata Herman. Hasil yang diharapkan terbentuk pembelajaran yang aktif. Sama dengan Utami Munandar (1985:24) mengatakan bahwa faktor . Proses pembelajaran menurut Puskurbalitbangdik (2002:) dibuat bermakna terkait dengan bakat.Kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwa penyediaan sarana belajar dapat memudahkan siswa mentransfer materi pembelajaran menuju penguasaan materi belajar oleh siswa. ramai. metode dan media pembelajaran. pengetahuan.

Dari paparan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa guru diharapkan dapat menciptakan lingkungan sosial yang di dalamnya mewujud suasana keakraban. dan kondisi insidental. . hutan. dan pasar. gembira. karena lingkungan merupakan sumber informasi yang diperoleh melalui panca indera yang kemudian diterima oleh otak. bukan sebaliknya berupa suasana perselisihan. kreatifitas dan perkembangan optimal dari bakat siswa. sikap acuh tak acuh. kelas yang terlalu penuh akan menghambat perkembangan intelektual. salah menyalahkan. kota . gunung api. (b) lingkungan sosial seperti keluarga. budaya. dan daya karya yang merupakan sumber tingkah laku seorang individu. sikap dan perlakuan. Pengembangan panca daya berlangsung melalui dan dipengaruhi oleh lingkungan berupa gizi. Hal yang lebih lengkap dikemukakan oleh Prayitno (1998:12) bahwa manusia memiliki: Panca Daya yang terdiri dari daya taqwa. sikap penolakan. bersaing tidak sehat. pergunungan. rukun dan damai serta memanfaatkan lingkungan sosial sebagai sumber belajar. penerimaan. dan (c) lingkungan budaya seperti candi dan adat istiadat. Sedangkan Tengku Zahara Djaafar (2001:29) mengatakan bahwa lingkungan adalah seg ala sesuatu yang sifatnya eksternal terhadap diri individu. daya cipta.lingkungan berupa situasi rumah yang tidak kondusif. Puskurlitbangdik (2002:17) menyatakan bahwa lingkungan sebagai sumber belajar dapat dibedakan menjadi (a) lingkungan alam seperti binatang. pantai laut dalam. dan cerai berai. desa. pendidikan. sungai dan lain-lain. Suasana psikologis dalam lingkungan sosial kelas dapat menghambat proses pembelajaran dan dapat berpengaruh pada semangat belajar kelas (Dimyati dan Mudjiono 1999:253). rukun tetangga. daya karsa. daya rasa.