Anda di halaman 1dari 31

HOMEOSTASIS

DISAMPAIKAN OLEH : MUHLISIN ABDURRAAFI’ MAUDUDI D HARIS FADILLAH EKA .K ANDREW ABDURRAHMAN MATA KULIAH ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA I PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK 14 Juni 2011

PENDAHULUAN
Kita hidup hampir di luar pengendalian kita sendiri :  Rasa lapar membuat kita cari makan  Ketakutan membuat kita cari perlindungan  Perasaan dingin membuat kita cari kehangatan  Untuk melestarikan kehidupan mesti berkembang biak Jadi, manusia sebenarnya tidak bergerak secara otomatis, adanya kenyataan bahwa kita berperasaan, berpikir, dan berpengetahuan adl serangkaian kegiatan yg otomatis. Tanpa adanya hal-hal tsb memungkinkan kita hidup pd berbagai keadaan, bila tdk mungkin tdk ada kehidupan.

PENDAHULUAN
Sel-sel tubuh hewan multiseluler hanya dapat hidup dan berfungsi dengan baik bila mereka dinasahi dengan cairan ekstraseluler yang sesuai untuk menunjang kelangsungan hidupnya. Ini berarti bahwa komposisi kimiawi dan keadaan fisik dari lingkungan internal harus konstan, dan hanya boleh menyimpang dalam batasbatas sempit saja. Jadi apabila sel-sel mengambil zatzat makanan dan oksigen dari lingkungan internalnya, maka zat-zat esensial tersebut harus secara konstan ditambahkan agar kelangsungan hidup sel-sel terjamin. Demikian pula zat-zat sampah harus secara kontinyu dipindah dari lingkungan internal, sehingga tidak sampai mencapai tingkat yang bersifat racun. Zat-zat lain didalam lingkungan internal yang penting untuk pemeliharaan kehidupan juga harus dipertahankan relatif konstan

(menetap)  “tetap sama”  “keadaan yang bisa berubah. dsb.  Sel: untuk survive dalam kondisi sehat  seluruh aspek lingkungan harus relatif konstan: komposisi kimia. secara relatif konstan”  Walter B. Cannon  bukan sesuatu yang tidak pernah berubah. suhu.  perubahan kecil  fungsi sel tidak optimal  perubahan besar  sel dan tubuh mati .HOMEOSTASIS  Keadaan homeostasis atau steady state  homoios (sama). tekanan osmosis. stasis.  tidak selalu sama sepanjang waktu. [H+].

HOMEOSTASIS .

maka tubuh akan menggigil. maka reaksi balik yang tepatakan dilakukan untuk memperbaiki kondisi internal tersebut. yang secara internal menghasilkan panas untuk memperbaiki suhu tubuh ke arah normal .PENGARUH TEMPERATUR DINGIN LINGKUNGAN CENDERUNG MENURUNKAN TEMPERATUR INTERNAL TUBUH Untungnya di dalam tubuh sudah dilengkapi dengan suatu mekanisme dimana bila suatu faktor mulai merubah lingkungan internal menjauhi kondisi optimalnya. Misalnya suhu tubuh mulai turun pada hai yng dingin.

PENAMBAHAN CO2 KEDALAM LINGKUNGAN INTERNAL CENDERUNG MENINGKATKAN KONSENTRASI GAS TERSEBUT DI DALAM TUBUH Peningkatan kadar CO2 di dalam lingkungan internal. . akan memicu peningkatan aktivitas pernfasan. Kelebihan CO2 dihembuskan ke lingkungan eksternal untuk mengembalikan konsentrasi CO2 dalam cairan ekstraseluler ke arah normal.

hal ini juga menyebabkan kulit berwarna merah. hati akan dirangsang oleh insulin untuk mengubah glikogen menjadi glukosa supaya dapat digunakan sebagai tenaga untuk kontraksi otot. . sistem kulit akan merespon dengan mengeluarkan peluh melalui kelenjar keringat pada epidermis kulit untuk mencegah suhu darahnya meningkat.  Apabila kadar glukosa dalam darah telah habis atau berkurang dari jumlah tertentu.CONTOH LAIN  Apabila cuaca panas. pembuluh darah akan mengembang untuk mengeluarkan panas ke sekitarnya.

namun akan menjadi abnormal apabila perubahanperubahan tadi terjadi pada orang yang sedang istirahat . oleh mekanisme-mekanisme regulasi  Berbagai aktivitas sistem harus diregulasikan (diatur) dqan dikoordinasi untuk memlihara keadaan yang relatif stabil dalam lingkungan dalam lingkungan internal melawan perubahan yang terus menerus mengancam dan mengganggu kondisi optimal yang esensial yang menunjang kehidupan  beberapa perubahan pada faktor yang diregulasi yang terjadi selama olahraga misalnya.KESIMPULAN DARI CONTOH  homeostasis harus dipandang sebagai keadaan konstan yang dinamis. dimana suatu perubahan yang terjadi diusahakan dikurangi dengan respon fisiologi pengganti  Fluktasi kecil sekitar tingkat optimal untuk setiap faktor dalam lingkungan internal secara normal dijaga dalam batas yang sempit dengan kehidupan. dianggap normal di bawah kondisi tersebut.

SISTEM TUBUH KAITANNYA DGN HOMEOSTASIS .

LINGKUNGAN INTERNAL TUBUH .

KONSENTRASI O2 dan CO2 Sel memerlukan O2 untuk keperluan oksidasi molekul-molekul zat makanan guna menghasilkan energi yang digunakan oleh sel. sehingga pembentukan asam dari CO2 tidak meningkatkan keasaman lingkungan eksternal .LINGKUNGAN INTERNAL TUBUH YG HARUS DIJAGA SECARA HOMEOSTASIS 1. sedangkanCO2 yang diproduksi selama reaksi kimia tersebut harus diimbangi dengan pengeluaran CO2 dari paru-paru.KONDISI MOLEKUL-MOLEKUL MAKANAN : Sel-sel memerlukan pasok zat makanan yang konstan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk menghasilkan energi metabolik yang diperlukan guna menunjang kehidupan dan aktivitas seliler yang khusus 2.

pH Perubahan keasaman dalam lingkungan internal akan mempengaruhi aktivitas sel. KONSENTRASI ZAT SAMPAH Berbagai reaksi kimia menghasilkan produk akhir yang tidak dikehendaki dan memiliki efek racum pada sel-sel tubuh bila zat sampah tersebut teraakumulasi sampai diatas batas tertentu 3.LINGKUNGAN INTERNAL TUBUH YG HARUS DIJAGA SECARA HOMEOSTASIS 2. misalnya mempengaruhi mekanisme sinyal listerik pada sel saraf dan aktivitas enzim dari semua sel .

Misalnya. Sel-sel tidak berfungsi secara normal bila sel menggelembungkan atau mengkerut. denyut jantung yang teratur tergantung pada konsentrasi kalium (K+) dalam cairan ekstraseluler .LINGKUNGAN INTERNAL TUBUH YG HARUS DIJAGA SECARA HOMEOSTASIS 4. Elektrolit yanglain menampilkan bermacammacam fungsi vital. KONSENTRASI GARAM DAN ELEKTROLIT YANG LAIN Konsentrasi garam-garam dalam lingkungan internal sangat penting untuk memelihara volume sel secara tepat.

yaitu plasma darah. SUHU Sel-sel tubuh akan berfungsi secara optimal di dalam rentangan suhu yang sempit. Fungsi sel sangat menurun bila berada dalam lingkungan yang sangat dingin. 6. untuk menjamin distribusinya yang luas antara lingkungan internal dan sel .LINGKUNGAN INTERNAL TUBUH YG HARUS DIJAGA SECARA HOMEOSTASIS 5. VOLUME DAN TEKANAN Sirkulasi komponen lingkungan internal. harus dijaga pada volume dan tekanan darah yang pasti. dan menjadi rusak (struktur protein dan enzimatiknya) apabila berada dalam lingkungan yang sangat panas.

Sistem reproduksi . Sistem respirasi 8. Sistem integumen 10.Sistem urinaria 11. Sistem endokrin 5. Sistem kekebalan 7. Sistem rangka 2. Sistem saraf 4. Sistem sirkulasi 6. Sistem pencernan 9.11 SISTEM TUBUH UTAMA YANG MENYUMBANG HOMEOSTASIS 1. Sitem otot 3.

sistem ini memungkinkan suatu individu bergerak ke arah makanan atau menjauhi bahaya. suatu elektrolit yang dalam plasma harus dijaga dalam jumalh yang terbatas. serta berfungsi sebagai persediaan kalsium (Ca++).SISTEM TUBUH UTAMA YANG MENYUMBANG HOMEOSTASIS  Sistem rangka. menunjang dan melindungi jaringan dan organ-organ yang lemah. .  Sitem otot. sistem rangka juga memungkinkan gerakan tubuh dan bagian-bagiannya. Dari pandangan homeostasis secara murni. memungkinkan seseorang menggunakanya untuk melakukan geraka lsin yang tidak langsung ke arah pemeliharaan homeostasis. Sebagai tambahan. menggerakan tulang-tulang tempat melekatnya. Bersama dengan sistem otot. Selanjutnya panas yang ditimbulkan oleh otot rangka sangat penting bagi regulasi suhu. karena otot rangka dibawah kotrol kesadaran.

adalah sistem kontrol utama yang lain. sistem ni khususnya penting dalam mengontril konsentrasi nutrien dan pengaturan fungsi ginjal. Sistem ini secara khusus pentig dalam maendeteksi dam memberikan reaksi kepada perubahanperubahan dalam lingkungan ekstetrnal. Sistem saraf. Secara umum sistem saraf mengontrol dan mengkoordinir aktivitas tubuh yang memberikan respon yang cepat. memori (ingatan). mengontrol volume dan komposisi elektrolit lingkungan internal . sistem ini bertanggung jawab pada fungsi-fungsi yang lebih tinggiyang tidak seluruhnya langsing di bawah pemeliharaan homeostasis. Secara umum. hormon yang disekresikan meregulasi aktivitas tubuh yang lambat. dam kreativitas. seperti kesadaran.  Sistem endokrin. Selanjutnya. adalah salah satu dari dua sistem kontrol SISTEM TUBUH UTAMA YANG MENYUMBANG HOMEOSTASIS tubuh yang utama.

SISTEM TUBUH UTAMA YANG MENYUMBANG HOMEOSTASIS  Sistem sirkulasi. Dengan mengatur kecepatan pemindahan CO2 sebagai pembentuk asam (H2CO3). Sistem ini juga membuka jalan untuk memperbaiki atau mengganti sel-sel yang luka atau usang. sebagai pertahanan melawan “ penyusup” asing dan sel-sel tubuh yang telah menjadi kangker. CO2. zat makanan. elektrolit. adalah sistem transpor yang membawa berbagai zat seperti.  Sistem respirasi. zat sampah.  Sistem kekebalan. O2. maka sistem respirasi juga penting dalam pemeliharaan pH yang tepat dalam lingkungan internal . mengambil O2 dari ligkungan eksternal dan mengeluarkan CO2 ke lingkungan eksternal. dan hormon dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain.

mencerna makann yang kita makan menjadi molrkul zat makann yang siap diabsorbsi ke dalam plasma untuk didistribusikan ke sel-sl tubuh. berfungsi sebagai pelindung luar untuk melindingi kehilngan cairan internal dari tabuh dan masuknya microorganisme asing ke dalam tubuh. Sistem ini juga pnting dalam meregulasi suhu tubuh. Jimlah panas yang hilang dari permukaan tubuh ke lingkungan luar dapat diatur dengan mengontrol produksi keringat dan dengan meregulasi aliran darah dan dengan meregulasi aliran darah yang membawa panas ke kulit .SISTEM TUBUH UTAMA YANG MENYUMBANG HOMEOSTASIS  Sistem pencernan. Sistem ini juga mentransfer air dan elektrolit dari lingkungan eksternal ke dalam lingkungan internal.  Sistem integumen.

SISTEM TUBUH UTAMA YANG MENYUMBANG HOMEOSTASIS  Sistem urinaria. dan keasaman cairan ekstraseluler. komposisi elektrolit. Sistem reproduksi esensial untuk pelestarian spesies . mengeluarkan zar sampah selain CO2 dam memegang peranan penting dalam meregulasi volume. pada dasarnya tidak esensial untuk homeostasis dan dengan demikian tidak esensial untuk kelangsungan hidup individu.  Sistem reproduksi.

.

.

yaitu suatu sumber panas yang dapat hidup (menyala) dan dapat mati (padam).NEGATIVE FEEDBACK Timbul bila suatu perubahan dalam suatu variabel yang diregilasi memicu suatu respon yang melawan perubahan itu. Jadi di sini panas yang dihasilkan oleh alat pemanas melawan atau “mengurangi” penurunan suhu semula . termostat dam pemanas akan mati. Bila termostat yang sensitif terhadap suhu mendeteksi bahwa suhu kamar turun dibaaaawah suhu yang di tentukan. Suhu kamar diatur oleh aktifitas suatu alat pemanas. Begitu suhu kamar mencapai titik yang di tentukan. maka termostat akan mengaktifkanpemanas dengan memproduksi panas untukmeningkatkan suhu kamar. Analogi : termostatis yang mengatur alat pemanas. yaitu membawa variabel kearah yang berlawanan dengan perubahan mula-mula.

maka sistem saraf akan mengatur serangkaian perubahan yang berlaawanan arah didalam sistem sirkulasi untuk meningkatkan tekanan darah ke tingkat yang semestinya. maka masukan stimulus ke jantung dan pembuluh darah dari sel-sel reseptor tekanan darah (baroreseptor) akan berhenti. Kejadian sebaliknya akan terjadi apabila tekanan darah meningkat diatas titk normal . Pada saat tekanan darah meningkat sampai pada titk normal. bila sel-sel saraf yang memonitor tekann darah mendeteksi suatu penurunan tekanan darah di bawah tingkat yang membahayakan. Hasilnya.NEGATIVE FEEDBACK Suatu sistem umpan balik negatif homeostasis berlangsung dengan cara menjaga faktor yang terkontrol dalam suatu keadaan stabil yang relatif Misalnya. bahwa tekanan darah tidak terus meningkat sampai tingkat yang membahayakan.

KONTROL ‘NEGATIVE Feedback’  Negatif dibandingkan stimulus awal  ekstrasel: CO2↑  ventilasi ↑  CO2↓  tekanan darah ↑  reaksi-reaksi  TD ↓  Mengembalikan kelebihan atau kekurangan ke angka normal .

Selama uterus berkontraksi untuk mendorong bayi kearah serviks. dan seterusnya. yang menyebabkan uterus berkontraksi lebih kuat. Siklus umpan balik positif ini tidak akan berhenti sampai bayi lahir . maka kejadian semacam ini jarang terjadi di dalam tubuh yang bertujuan utama menjaga keadaan stabil. suatu urutan kejadian dipicu untuk membebaskan semakin banyak oksitosin. Kontraksi uterus ini akan memicu pembebasan lebih banyak hormon oksitosin. Contoh kejadian umpan balik positif adalah produksi hormon oksotosin untuk kontraksi uterus selama melahirkan.POSITIVE FEEDBACK Umpan balik positif memindahkan variabel yang terkontrol bahkan menjauhi dari keadaan stabil. Hormon oksitosin mempengaruhi kontraksi otot uterus. yaitu kondisi homeostasis.

POSITIVE FEEDBACK:  Ruptur pembuluh darah:  bekuan darah  trombosit:   lobang tertutup  Melahirkan  kontraksi uterus  serviks teregang   anak lahir  jarang digunakan tubuh  berlebihan: efek berbahaya!! .

pingsan .9.  depresi jantung [Glukosa] ↓: mental kacau.PENTINGNYA SISTEM KONTROL     Suhu: naik 7°C  kematian sel pH: <6. >8.0  kematian [K+]: ↓ lumpuh.

KESIMPULAN Bila satu sistem tubuh atau lebih gagal berfungsi dengan baik. Bila gangguan homeostasis menjadi semkin hebat sehingga tidk lagi sesuai untuk kelangsungan hidup. sakit gula. . maka hasilnya tubuh menjadi sakit dan apabila tidak diobati dapat menyebabkan kematian. maka homeostasis akan terganggu dan semua sel akan menderita sebab sel-sel tidak lagi berada dalam lingkungan yang optimal untuk hidup dan berfungsi. dehidrasi. asam urat. dan sebagainya. anemia. Beberapa contoh penyakit akibat gangguan homeostasis adalah tekanan daraah tinggi.