Anda di halaman 1dari 12

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU)

UAS TAKE HOME EXAM (THE)


SEMESTER 2021/22.1 (2021.2)

Nama Mahasiswa AL ARIF

Nomor Induk Mahasiswa/NIM 030686859

Tanggal Lahir 17/05/1993

Kode/Nama Mata Kuliah Manajemen Proyek ADPU4338


Kode/Nama Program Studi 50/ILMU ADMINISTRASI NEGARA

Kode/Nama UPBJJ 14/UPBJJ-UT PADANG

Hari/Tanggal UAS THE jumat / 31-12-2021

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN


TEKNOLOGI
UNIVERSITAS TERBUKA
BUKU JAWABAN UJIAN
UNIVERSITAS TERBUKA

Surat Pernyataan
Mahasiswa Kejujuran
Akademik

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Mahasiswa AL ARIF


NIM 030686859
Kode/Nama Mata Kuliah Manajemen Proyek ADPU4338
Fakultas FHISIP
Program Studi ADMINISTRASI NEGARA
UPBJJ-UT PADANG

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi THE
pada laman https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam pengerjaan
soal ujian UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya sebagai
pekerjaan saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai
dengan aturan akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik dengan tidak
melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE melalui media
apapun, serta tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan peraturan akademik
Universitas Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari terdapat
pelanggaran atas pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung sanksi
akademik yang ditetapkan oleh Universitas Terbuka.
Yang Membuat Pernyataan
AL ARIF
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS
TERBUKA

1. -Nama proyek yang anda pimpin


Elemen yang paling penting dalam manajemen proyek adalah manajer proyek karena manajer proyek adalah
orang yang bertanggung jawab untuk merencanakan, mengarahkan dan mengitengrasikan usaha kerja dari
anggota untuk mencapai tujuan proyek untuk itu saya selaku manajer proyek akan memberi nama proyek
saya PT.makmur
-Sasaran dan tujuan yang menggambarkan hasil utama dari proyek

Sasaran utama dalam manajemen proyek dapat dikategorikan sebagai berikut:

1. pengembangan dan penyelesaian sebuah proyek dalam budget yang telah ditentukan, jangka waktu
yang telah ditetapkan dan kualitas bangunan proyek sesuai dengan spesifikasi teknik yang telah
dirumuskan,
2. bagi kontraktor yang bonafide yaitu untuk mengembangkan reputasi akan kualitas pekerjaannya
(workmanship) serta mempertahankannya,
3. menciptakan organisasi di kantor pusat maupun di lapangan yang menjamin beroperasinya pekerjaan
proyek secara kelompok (team work),
4. menciptakan iklim kerja yang mendukung baik dari segi sarana,kondisi kerja, keselamatan kerja dan
komunikasi timbal balik yang terbuka antara atasan dan bawahan,
5. menjaga keselarasan hubungan antara sesamanya sehingga orang yang bekerja akan didorong untuk
memberikan yang terbaik dari kemampuan dan keahlian mereka.

-Kriteria dalam konteks jadwal, kapan akan selesai (time line)

Penjadwalan adalah pengalokasian waktu yang tersedia kepada pelaksanaan masing-masing bagian pekerjaan
dalam rangka penyelesaian suatu proyek, sehingga tercapai hasil yang optimal dengan mempertimbangkan
keterbatasan-keterbatasan yang ada. Sedangkan jadwal didefenisikan sebagai penjabaran perencanaan proyek
menjadi urutan-urutan langkah pelaksanaan

Penjadwalan diartikan sebagai alat untuk menentukan aktivitas yang


diperlukan untuk menyelesaikan proyek dan urutan serta durasi di dalam aktivitas
yang harus diselesaikan untuk mendapatkan penyelesaian yang tepat waktu dan
ekonomis (Moselhi dan Nicholas 1990).
-Kriteria keberhasilan (bagaimana anda dan orang lain menilai keberhasilan)

Beberapa persepsi mengenai keberhasilan proyek

1. Definisi keberhasilan proyek atau sukses proyek adalah segala sesuatu


yang diharapkan bisa tercapai, mengantisipasi semua persyaratan proyek
dan memiliki sumber daya yang cukup untuk memenuhi semua kebutuhan
(Tuman, 1986).
2. Defenisi keberhasilan proyek pada saat ini dibagi menjadi dua faktor yaitu
faktor primer dan faktor sekunder yang meliputi antara lain : (a). Faktor
primer meliputi: Proyek Tepat waktu, sesuai dengan anggaran, sesuai
dengan kualitas yang diharapkan. (b)Faktor Sekunder meliputi: Proyek
dapat diterima dengan baik oleh pemilik, pemilik memperkenankan
namanya dipakai sebagai referensi. (Kerzner, 2000)
4. Defenisi keberhasilan proyek adalah hasil yang lebih dari pada yang
diharapkan atau keadaan yang dipandang normal pada hal-hal yang
berhubungan dengan biaya, waktu dan kualitas, keselamatan serta
kepuasan lain yang menyertainya. Diakui keberhasilan proyek diperoleh
pada proyek yang diselesaikan di bawah anggaran yang ditentukan,
memiliki produktifitas konstruksi yang lebih baik, memliliki penggunaan
sumber daya manusia yang lebih baik, dan kinerja keselamatan yang lebih baik dibandingkan dengan rata-
rata atau proyek yang normal (Ashley et.al,
1987).
5. Kinerja keberhasilan dapat diukur dengan mempertimbangkan beberapa
kriteria yaitu biaya, mutu, waktu, kepuasan pemilik, kepuasan perencana,
kepuasan kontraktor, hasilnya fungsional, dan Varian proyek (Chan et al,
2004).
6. Keberhasilan proyek adalah hasil yang melampaui harapan secara normal
dapat diobservasikan kedalam bentuk biaya, mutu, waktu, keamanan dan
kepuasan berbagai pihak (Ashley, 1987)

-Keterampilan yang anda butuhkan, mengapa anda membutuhkannya, dan siapa saja
anggota yang bertanggungjawab untuk menangani setiap kegiatan (Struktur Organisasi)

Anggota tim proyek yang saya butuhkan ialah

A. 1. Contract Administrator
Terlibat dalam penyiapan proposal, negosiasi kontrak, mengitengrasikan
keperluan dalam kontrak dengan rencana proyek, mengidentifikasikan dan
mendefinisikan perubahan-perubahan terhadap lingkup proyek,
mengkomunikasikan penyelesaian tahap-tahap penting, dokumentasi
masalah hokum, modifikasi kontrak
2. Project Controlling
Membantu manajer proyek dalam perencanaan, pengendalian, pelaporan
dan evaluasi.
3. Project Accountant
Membantu pekerjaan akuntansi dan finansial kepada manajer proyek,
membantu mengidentifikasikan tugas yang perlu dikendalikan,
menyiapkan estimasi biaya untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu,
menginvestigasi masalah-masalah finansial.
4. Customer Liason
Merupakan perwakilan teknis klien atau user dalam tm proyek. Berperan
serta dalam pembahasan teknis dan mereview apa yang sedang berjalan
dan membantu dalam perubahan kontrak, bertanggungjawa menjaga
hubungan baik dengan kontraktor-customer.
5. Production Coordinator
Merencanakan, memonitor dan mengkoordinasikan aspek-aspek produksi.
6. Manajer Lapangan
Mengawasi pemasangan, pengujian, pemeliharaan dan persyaratan hasil
akhir proyek kepada pelanggan.
7. Quality Assurance Supervisor
Mengatur dan membuat prosedur pemeriksaan untuk memastikan
pemenuhan kualitas sesuai dengan kebutuhan.

manajemen proyek adalah suatu usaha merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasi, dan
mengawasi kegiatan dalam proyek sedemikian rupa sehingga sesuai dengan jadwal waktu dan anggaran yang
telah ditetapkan.

Jenis-jenis Proyek
A. Manajemen Konstruksi

Manajemen Konstruksi adalah usaha yang dilakukan melalui proses manajemen  yaitu perencanaan, 
pelaksanaan dan  pengendalian terhadap  kegiatan-kegiatan  proyek  dari  awal  sampai  akhir  dengan
mengalokasikan sumber-sumber  daya  secara  efektif  dan  efisien  untuk mencapai  suatu  hasil  yang 
memuaskan  sesuai  sasaran  yang diinginkan.

B. Proyek Penelitian

Kegiatan utama dari proyek ini adalah melakukan penelitian dan pengembangan dalam rangka menghasilkan
produk tertentu. Proses pelaksanaan, serta ruang lingkup kerja yang dilakukan sering mengalami perubahan
untuk menyesuaikan dengan tujuan akhir proyek. Tujuan proyek dapat berupa memperbaiki atau
meningkatkan produk, pelayanan atau metode sistem produksi.

C. Proyek Produksi Manufaktur

Proyek produksi manufaktur merupakan proses pencapaian dan pengutilisasian sumber-sumber daya untuk
memproduksi atau menghasilkan barang-barang atau jasa-jasa yang berguna sebagai usaha untuk mencapai
tujuan dan sasaran organisasi.

Sasaran dari organisasi ini antara lain adalah untuk memperoleh tingkat keuntungan tertentu atau
memaksimalisasi keuntungan, memberikan pelayanan dengan tingkat pelayanan yang baik, serta berupaya
dan berusaha untuk menjamin eksistensi dari organisasi tersebut.

D. Proyek Pelayanan Manajemen

Proyek Pelayanan Manajemen Sangat berkaitan erat dengan fasilitas nonfisik atau jasa dari perusahaan.
Misalnya Peningkatan produktivitas dari karyawan, pengembangan sistem informasi manajemen perusahaan,
dan termasuk manajemen proyek itu sendiri.
E. Proyek Padat Modal

Proyek padat modal merupakan Proyek yang membutuhkan modal besar, seperti pembebasan tanah yang
luas, pembelian barang maupun pengadaan suatu barang, pembangunan suatu fasilitas atau produk.

2. Jalan raya sebagai prasarana transportasi darat membentuk jaringan transportasi yang
menghubungkan daerah-daerah, sehingga menunjang perkembangan ekonomi dan
pembangunan. Dengan bertambahnya jumlah kendaraan menyebabkan meningkatnya volume
lalu lintas, sementara kapasitas jalan cenderung tetap. Hal ini akan menyebabkan terjadinya
kepadatan lalu lintas yang berdampak pada biaya transportasi. Tingkat pelayanan jalan yang
lebih baik akan menghasilkan.biaya trasportasi yang lebih murah.
Ruas jalan Trengguli - Jati merupakan jalan nasional yang mempunyai peranan penting
dalam pengembangan ekonomi regional maupun nasional. Mengingat pentingnya hal itu, maka
perkembangan arus lalu lintas pada daerah tersebut harus diikuti dengan tingkat pelayanan jalan
yang sesuai agar tidak mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Untuk merencanakan suatu konstruksi jalan raya yang baik maka harus diketahui kondisi
dari tanah yang akan memikul semua beban, meliputi beban perkerasan dan beban lalu lintas.
Setelah diketahui sifat, jenis dan kemampuan daya dukung tanah maka pekerjaan perencanaan
dapat dilakukan. Permasalahan dominan yang terjadi pada ruas jalan Trengguli – Jati adalah
tingkat kerusakan jalan yang cukup berarti yang diakibatkan oleh kondisi tanah yang labil yaitu
berupa tanah ekspansif. Untuk itu diperlukan analisa geoteknik agar ruas jalan Trengguli – Jati
dapat berfungsi secara optimal
A. 1. Perencanaan (planning)
Sebagian besar proyek yang bergerak di bidang konstruksi diawali dari rencana atau gagasan yang didasari
kebutuhan. Beberapa gagasan biasanya akan dituangkan oleh pemilik proyek sebagai pihak yang terlibat.
2. Studi kelayakan (feasibility study)
Selanjutnya, Anda harus meyakinkan pemilik proyek bahwa proyek yang bersangkutan sudah layak
dilaksanakan. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam tahapan perencanaan proyek konstruksi ini mencakup
penyusunan rencana kasar sesuai estimasi biaya, prediksi manfaat, analisis kelayakan hingga dampaknya.
3. Pemaparan (briefing)
Pemilik proyek akan menjelaskan fungsi proyek hingga biaya yang nantinya akan ditafsirkan pihak konsultan
perencana. Sejumlah kegiatan yang akan dilakukan pada tahap ini meliputi penyusunan rencana bersama
tenaga ahli, pertimbangan kebutuhan dan lokasi, persiapan ruang lingkup kerja, hingga pembuatan sketsa.
4. Perancangan (desain)
Kemudian, pada tahap ini Anda akan merancang desain secara mendetail sesuai keinginan pemilik proyek.
Nantinya Anda bersama tim diharapkan mampu mengembangkan ikhtisar proyek sampai akhir, memeriksa
masalah teknis, hingga mengajukan persetujuan akhir pada pemilik proyek. Dalam tahapan perencanaan
proyek konstruksi ini, Anda diminta menyiapkan rancangan mendetail, gambar kerja (jadwal dan spesifikasi),
daftar kuantitas, serta taksiran bujet akhir.
5. Pengadaan atau pelelangan (procurement atau tender)
Pelaksanaan tahap ini bertujuan untuk memperoleh kontraktor yang bersedia mengerjakan proyek konstruksi.
Kadang Anda juga harus mencari sub-kontraktor bila dibutuhkan. Kegiatan yang ada pada tahap ini meliputi
prakualifikasi dan menyiapkan dokumen kontrak.
6. Pelaksanaan (construction)
Sesuai namanya, tahap ini merupakan proses mendirikan bangunan yang dibutuhkan pemilik proyek sesuai
bujet dan waktu yang disepakati dan disusun konsultan. Tahap ini melibatkan perencanaan dan pengendalian
hingga koordinasi yang berkaitan dengan kegiatan yang berlangsung di lapangan. Pihak-pihak yang berada
dalam tahapan perencanaan proyek konstruksi ini mencakup konsultan pengawas dan/atau konsultan MK,
kontraktor dan sub-kontraktor, supplier, serta instansi terkait.
7. Pemeliharaan dan persiapan pemakaian (maintenance & start up)
Pada tahap terakhir, Anda dan tim akan memastikan bangunan selesai tepat waktu dan sesuai dengan kontrak.
Pemeriksaan mencakup mengecek kelengkapan fasilitas. Kemudian, ada tahap pemeriksaan dara pelaksanaan
(data hingga gambaran pelaksanaan), penelitian bangunan, perbaikan kerusakan, hingga pelatihan pada staf
yang akan melakukan pemeliharaan

B. Pengertian Proyek dan Evaluasi Proyek


erencanaan dan persiapan pelaksanaan suatu proyek perlu dipersiapkan
secara cermat untuk menjamin penggunaan sumber daya-sumber daya
secara ekonomis dan efisien sehingga memungkinkan pelaksanaan proyek
secara tepat waktu sesuai jadwal yang telah direncanakan. Apabila proyek
tidak dipersiapkan secara cermat ke dalam perincian-perincian yang
mendasar dan kokoh, sering kali terjadi pengeluaran yang tidak efisien atau
bahkan tidak berguna sama sekali. Hal tersebut akhirnya menyebabkan
pemborosan sumber daya.
Untuk memulai suatu proyek, tidak cukup hanya mengandalkan dugaan
bahwa proyek tersebut menguntungkan, dibutuhkan maupun bermanfaat,
tetapi perlu didukung dengan data dan analisis yang komprehensif untuk
mengambil keputusan yang berdampak jangka panjang dan berdampak secara
finansial. Saat ini, hampir setiap proyek yang akan dibangun, dikembangkan
dan diperluas selalu didahului dengan satu kegiatan yang disebut evaluasi
proyek. Bahkan di beberapa departemen/instansi pemerintah untuk
mengusulkan proyek harus disertai dengan kajian evaluasi atau kelayakan
proyek. Kekeliruan dan kesalahan dalam menilai investasi suatu proyek akan
menyebabkan kerugian dan risiko yang besar.

3.-ASPEK MANAJEMEN PROYEK 


-ASPEK KEUANGAN
-ASPEK ANGGARAN BIAYA
-ASPEK MANAJEMEN PRODUKSI
-ASPEK EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI
-ASPEK PEMASARAN
-ASPEK HARGA
-ASPEK MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
-ASPEK MUTU
-ASPEK WAKTU

Deskripsi Obyek penelitian; Waktu penelitian, Anggota tim peneliti, Ringkasan hasil studi; dan Rekomendasi
hasil studi.

ASPEK PASAR

 Bertujuan untuk mengetahui permintaan terhadap barang dan jasa yang dihasilkan oleh proyek.
 Bentuk Pasar: Penjelasan aspek pasar produsen dan konsumen yang
 Luas pasar, pertumbuhan permintaan dan market share dari proyek terhadap seluruh industri.
 Kondisi persaingan antar produsen dan siklus hidup produk: introduksi, bertumbuh, dewasa, atau
 Mengukur dan Meramal Permintaan dan Penawaran: Penjelasan kondisi permintaan dan penawaran
produk sejenis, baik pada saat ini maupun prediksi masa

ASPEK PEMASARAN
 Adalah kegiatan untuk menjual produk dan menciptakan hubungan jangka panjang (yang saling
menguntungkan) dengan
 Menentukan ciri-ciri pasar yang akan dipilih (target market).
 Menentukan strategi untuk dapat meraih dan memuaskan
 Urutan-urutan penulisannya:
1. Sikap, perilaku, dan kepuasan konsumen: Penjelasan mengenai sikap, perilaku, dan kepuasan
konsumen terhadap produk sejenis saat
2. Segmentasi-Target-Posisi di Pasar: Segmentasi Pasar, Target Pasar dan stratetegi positioning
untuk menguasai target
3. Situasi persaingan di lingkungan industri: Penjelasan situasi persaingan antar perusahaan yang
memproduksi produk sejenis dengan produk yang akan diproduksi perusahaan di pasar yang
4. Manajemen Pemasaran    (Bauran   pemasaran):    Bagaimana    kebijakan    bauran pemasaran
yang akan

ASPEK TEKNIS DAN TEKNOLOGI

 Menentukan strategi dan teknologi produksi/operasi yang akan dipilih: kapasitas produksi, jenis
teknologi yang dipakai, pemakaian peralatan dan mesin, lokasi, dan tata- letak pabrik yang paling
 Urutan-urutannya:

1. Pemilihan strategi produksi.


2. Pemilihan dan perencanaan produk yang akan
3. Rencana
4. Pemilihan
5. Rencana kapasitas
6. Perencanaan letak
7. Perencanaan tata letak (layout).
8. Perencanaan jumlah
9. Manajemen
10. Pengawasan kualitas produk.

ASPEK MANAJEMEN

 Menentukan manajemen baik dalam konstruksi proyek maupun saat operasional rutin proyek: pihak
perencana, pelaksana manajerial, koordinasi dan pengawasan, bentuk badan usaha, struktur-
organisasi.
 Urutan-urutannya:

1. Pembangunan Proyek:
1. Perencanaan kegiatan, waktu, SDM, keuangan dan
2. Pengorganisasian, termasuk struktur, bentuk dan prestasi
3. Pengarahan dan motivasi, termasuk
4. Pengendalian, termasuk penentuan sistem pengendalian yang
2. Operasionalisasi Proyek
1. Perencanaan kegiatan, waktu, SDM, keuangan dan
2. Pengorganisasian, termasuk struktur, bentuk dan prestasi
3. Pengarahan dan motivasi, termasuk
4. Pengendalian, termasuk penentuan sistem pengendalian yang

ASPEK SUMBERDAYA MANUSIA


 Menentukan peran SDM baik dalam konstruksi proyek maupun saat operasional rutin proyek: jenis
pekerjaan, spesifikasi pekerjaan, cara rekrutmen, renumerasi, lama bekerja, cara bekerja, dan
pengembangan
 Menjelaskan kajian terhadap sepuluh tahapan Manajemen SDM bagi dua kegiatan utama proyek,
yakni pembangunan proyek dan
 Urutan-urutannya:

1. Perencanaan SDM
2. Analisis pekerjaan
3. Rekrutmen, seleksi dan orientasi
4. Produktivitas
5. Pelatihan dan pengembangan
6. Prestasi kerja
7. Kompensasi
8. Perencanaan karir
9. Keselamatan dan kesehatan kerja
10. Pemberhentian

ASPEK EKONOMI, SOSIAL, DAN POLITIK

 Menjelaskan Pengaruh bagiamana kondisi lingkungan perekonomian, sosial dan politik daerah dan
negara diperkirakan akan mempengaruhi rencana proyek, begitu pula sebaliknya, bagaimana
pengaruh proyek terhadap perekonomian, sosial dan politik daerah dan

1. Aspek Ekonomi (Sisi Rencana Pembangunan Nasional/Daerah, Distribusi Nilai Tambah, Investasi per
tenaga kerja,
1. Pengaruh Lingkungan Ekonomi terhadap Proyek
2. Pengaruh Proyek terhadap Lingkungan Ekonomi
2. Aspek Sosial
1. Pengaruh Lingkungan Sosial terhadap Proyek
2. Pengaruh Proyek terhadap Lingkungan Sosial
3. Aspek Lingkungan Alam
4. Pengaruh Lingkungan Alam terhadap Proyek
5. Pengaruh Proyek terhadap Lingkungan Alam (AMDAL)
6. Aspek Politik
7. Pengaruh Lingkungan Politik terhadap Proyek
8. Pengaruh Proyek terhadap Lingkungan Politik

ASPEK KEUANGAN

 Menentukan pengaturan rencana keuangan: penghitungan perkiraan jumlah dana yang dibutuhkan,
struktur pembiayaan yang paling menguntungkan, analisa keuangan kemampulabaan, aliran kas,
 Urutan-urutannya:

1. Kebutuhan Dana dan Sumber Dana


2. Biaya Modal (Cost of Capital)
1. Biaya Hutang
2. Biaya Modal Sendiri
3. Analisis Kepekaan (Sensitivity Analysis)
4. Kelayakan Finansial Proyek
1. Proyeksi Kemampulabaan (Projected Income Statement)
2. Proyeksi Aliran Kas (Projected Cashflow)
3. Benefit-Cost Ratio
4. Internal Rate of Return
5. Analisa kelayakan finansial lainnya

4. Pencemaran lingkungan merupakan masalah kita bersama, yang semakin penting untuk diselesaikan,
karena menyangkut keselamatan, kesehatan, dan kehidupan kita. Siapapun bisa berperan serta dalam
menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, termasuk kita. Dimulai dari lingkungan yang terkecil,
diri kita sendiri, sampai ke lingkungan yang lebih luas.

Sumber Pencemaran

Pencemar datang dari berbagai sumber dan memasuki udara, air dan tanah dengan berbagai cara. Pencemar
udara terutama datang dari kendaraan bermotor, industi, dan pembakaran sampah. Pencemar udara dapat pula
berasal dari aktivitas gunung berapi.

Pencemaran sungai dan air tanah terutama dari kegiatan domestik, industri, dan pertanian. Limbah cair
domestik terutama berupa BOD, COD, dan zat organik. Limbah cair industri menghasilkan BOD, COD, zat
organik, dan berbagai pencemar beracun. Limbah cair dari kegiatan pertanian terutama berupa nitrat dan
fosfat.

Proses Pencemaran

Proses pencemaran dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung yaitu bahan
pencemar tersebut langsung berdampak meracuni sehingga mengganggu kesehatan manusia, hewan dan
tumbuhan atau mengganggu keseimbangan ekologis baik air, udara maupun tanah. Proses tidak langsung,
yaitu beberapa zat kimia bereaksi di udara, air maupun tanah, sehingga menyebabkan pencemaran.

Pencemar ada yang langsung terasa dampaknya, misalnya berupa gangguan kesehatan langsung (penyakit
akut), atau akan dirasakan setelah jangka waktu tertentu (penyakit kronis). Sebenarnya alam memiliki
kemampuan sendiri untuk mengatasi pencemaran (self recovery), namun alam memiliki keterbatasan. Setelah
batas itu terlampaui, maka pencemar akan berada di alam secara tetap atau terakumulasi dan kemudian
berdampak pada manusia, material, hewan, tumbuhan dan ekosistem.

Cara Pencegahannya

Cara pencegahan pencemaran terdiri dari langkah pencegahan dan pengendalian. Langkah pencegahan pada
prinsipnya mengurangi pencemar dari sumbernya untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih berat. Di
lingkungan yang terdekat, misalnya dengan mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan, menggunakan
kembali (reuse) dan daur ulang (recycle).

Di bidang industri misalnya dengan mengurangi jumlah air yang dipakai, mengurangi jumlah limbah, dan
mengurangi keberadaan zat kimia PBT (Persistent,Bioaccumulative, and Toxic), dan berangsur-angsur
menggantinya dengan Green Chemistry. Green chemistry merupakan segala produk dan proses kimia yang
mengurangi atau menghilangkan zat berbahaya.

Tindakan pencegahan dapat pula dilakukan dengan mengganti alat-alat rumah tangga, atau bahan bakar
kendaraan bermotor dengan bahan yang lebih ramah lingkungan. Pencegahan dapat pula dilakukan dengan
kegiatan konservasi, penggunaan energi alternatif, penggunaan alat transportasi alternatif, dan pembangunan
berkelanjutan (sustainable development).

Langkah pengendalian sangat penting untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Pengendalian dapat
berupa pembuatan standar baku mutu lingkungan, monitoring lingkungan dan penggunaan teknologi untuk
mengatasi masalah lingkungan. Untuk permasalahan global seperti perubahan iklim, penipisan lapisan ozon,
dan pemanasan global diperlukan kerjasama semua pihak antara satu negara dengan negara lain.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan, seperti:
1. Melakukan perlindungan hutan dengan cara antara lain: menebang hutan secara selektif, melakukan
reboisasi, mencegah terjadinya kebakaran hutan, pangadaan taman nasional, dan lain-lain.
2. Menggunakan pestisida dan pupuk sesuai dosis yang dianjurkan.
3. Mengolah limbah sebelum dibuang ke sungai atau ke saluran air yang lain.
4. Tidak membuang sampah sembarangan.
5. Melakukan proses daur ulang untuk sampah yang bisa dimanfaatkan.

Pada dasarnya ada tiga cara yang dapat dilakukan dalam rangka pencegahan pencemaran lingkungan, yaitu:

1.SecaraAdministratif
Upaya pencegahan pencemaran lingkungan secara administratif adalah pencegahan pencemaran lingkungan
yang dilakukan oleh pemerintah dengan cara mengeluarkan kebijakan atau peraturan yang berhubungan
dengan lingkungan hidup. Contohnya adalah dengan keluarnya undang-undang tentang pokok-pokok
pengelolaan lingkungan hidup yang dikeluarkan oleh presiden Republik Indonesia pada tanggal 11 Maret
1982. Dengan adanya AMDAL sebelum adanya proyek pembangunan pabrik dan proyek yang lainnya.

2.SecaraTeknologis
Cara ini ditempuh dengan mewajibkan pabrik untuk memiliki unit pengolahan limbah sendiri. Sebelum
limbah pabrik dibuang ke lingkungan, pabrik wajib mengolah limbah tersebut terlebih dahulu sehingga
menjadi zat yang tidak berbahaya bagi lingkungan.

3.SecaraEdukatif
Cara ini ditempuh dengan melakukan penyuluhan terhadap masyarakat akan pentingnya lingkungan dan
betapa bahayanya pencemaran lingkungan. Selain itu, dapat dilakukan melalui jalur pendidikan-pendidikan
formal atau sekolah