Anda di halaman 1dari 2

BUKU JAWABAN TUGAS MATA KULIAH

TUGAS 3

Nama Mahasiswa : PUTU BAGUS ADI PRADIKSA

Nomor Induk Mahasiswa/ NIM : 041838074

Kode/Nama Mata Kuliah : EKMA4158/PERILAKU ORGANISASI

Kode/Nama UPBJJ : 77/DENPASAR

Masa Ujian : 2021/22.1 (2021.2)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS TERBUKA
1. Tipe Negosiasi
Secara tradisional, ada dua tipe negosiasi, yaitu tipe distributif dan integratif.

Tipe pertama-distributif adalah mekanisme pengambilan keputusan dalam


negosiasi yang tujuannya untuk memenangkan tawar menawar. Dalam hal ini
salah satu pihak berusaha untuk memenangkan tawar menawar tanpa
mempedulikan apakah pihak lawan merasa menang atau kalah. Oleh karena itu
tidak jarang negosiator bersikukuh pada pendirian awal (sebelum negosiasi)
dan bergeming terhadap alternatif penyelesaian. Akibatnya, proses negosiasi
biasanya tidak bertele-tele dan pihak lain dipaksa untuk kalah (win fase) atau
jika pihak lain juga bersikukuh pada pendiriannya bukan tidak mungkin terjadi
situasi di mana kedua-duanya kalah (lose-lose) atau tidak terjadi kesepakatan.
Tipe ini, layaknya dua orang rebutan kue, satu pihak menginginkan bagian yang
lebih besar dari pihak lain atau jika tidak mungkin kuenya justru yang
dihancurkan agar keduanya tidak menikmati apa-apa. Oleh karena itu, salah
satu pihak, jika harapannya tidak terpenuhi, tidak sungkan untuk meninggalkan
proses negosiasi atau walk out.

Tipe kedua adalah integratif. Berbeda tipe pertama, dalam tipe ini negosiator
berusaha secara optimal untuk mencapai kesepakatan. Untuk itu, tidak kedua
belah pihak mau berkolaborasi untuk mencapai kesepakatan yang
sesungguhnya bukan kesepakatan semu, seperti pada tipe distributif. Layaknya
dalam rebutan kue, kalau perlu kuenya yang diperbesar agar kedua pihak
mendapat porsi yang besar dan kedua-duanya tidak ada yang merasa rugi. Atau
dengan kata lain, tipe integratif merupakan tipikal negosiasi di mana kedua
belah pihak merasa menang (win-win).

2. Jenis Negosiasi yang digunakan untuk menyelesaikan kasus tersebut adalah


integratif. Dalam tipe ini negosiator berusaha secara optimal untuk mencapai
kesepakatan. Untuk itu, tidak kedua belah pihak mau berkolaborasi untuk
mencapai kesepakatan yang sesungguhnya bukan kesepakatan semu, seperti
pada tipe distributif. Layaknya dalam rebutan kue, kalau perlu kuenya yang
diperbesar agar kedua pihak mendapat porsi yang besar dan kedua-duanya
tidak ada yang merasa rugi. Atau dengan kata lain, tipe integratif merupakan
tipikal negosiasi di mana kedua belah pihak merasa menang (win-win).

Anda mungkin juga menyukai