Anda di halaman 1dari 4

4.5.

7

Fakta dan Analisis Sistem Transportasi Transportasi adalah perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain dengan

menggunakan alat pengangkutan, baik yang digerakkan oleh tenaga manusia maupun hewan (kuda, sapi, kerbau). Konsep transportasi didasarkan pada

adanya perjalanan ( trip) antara daerah asal ( origin ) dan tujuan ( destination ). Transportasi dapat pula didefinisikan sebagai suatu sistem yang terdiri dari sarana/prasarana dan sistem pelayanan yang memungkinkan adanya

pergerakan ke seluruh wilayah. T ujuan adanya transportasi adalah: a) Terakomodasinya mobilitas penduduk b) Dimungkinkan adanya pergerakan barang c) Dimungkinkannya akses ke seluruh wilayah Sistem transportasi merupakan suatu bentuk keterikatan dan keterkaitan antara penumpang/barang, sarana dan p rasarana yang berinteraksi dalam suatu operasi yang tercakup dalam suatu tatanan, baik secara alami maupun buatan/ rekayasa. 4.5.7.1 Jaringan Jalan Jaringan jalan merupakan suatu konsep matematik yang digunakan untuk menggambarkan prasarana jalan dalam si stem transportasi. Jaringan jalan memiliki dua elemen, yaitu ruas jalan ( link) dan simpul ( node ). Jaringan jalan merupakan dasar untuk mengumpulkan dan menganalisis data mengenai prasarana jalan dan arus lalu lintas yang memakainya secara sistematis.
Tabel 5. Klasifikasi Jaringan Jalan
No
1.

Klasifikasi
Fungsi  Arteri  Kolektor  Lokal

Jenis 
      

Keterangan
Arteri primer Kolektor primer Lokal primer Lingkungan Primer*/** Arteri Sekunder Kolektor Sekunder Lokal Sekunder Lingkungan sekunder*/**

2.

Status

3.

Kelas 

Jalan Nasional  Jalan Provinsi  Jalan Kabupaten  Jalan Kota  Jalan Desa  Penggunaan jalan dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan  Spesifikasi penyediaan 

Diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan  Jalan bebas hambatan, jalan raya,

6 40 6 7 5 40 8 15.5 0.55 17. 38 Tahun 2004 dan PP No.5 4 56 0 0 0 Jalan Provinsi L K 10 Kurang 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 Kurang Kurang Kurang Kurang Kurang Kurang Kurang Kurang Baik Kurang Kurang Baik Sedang Kurang Baik Kurang Kurang Kurang Baik Kurang Baik Baik Baik Kurang Baik Baik Sedang Kurang Kurang Kurang Suntenjaya 5 6 29 Kurang 0 Sumber: Monografi Desa Kawasan Agropolitan Lembang.1 64 2 5 5 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 Baik Baik Kurang Kurang Kurang Kurang Kurang Kurang Kurang Baik Kurang Kurang Baik Sedang Baik Kurang Kurang Kurang Kurang Baik Sedang Baik Kurang Kurang Kurang Kurang Kurang Kurang Kurang Kurang Kurang P 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1. persimpangan sebidang.5 2 0. Sumber : UU No.2 22 11 14 3.5 4 0 2. Komposisi Jaringan Jalan Kawasan Agropolitan Lembang Tahun 2009 Analisis Aksesibilitas No Desa Jambudipa Kertawangi Pasirhalang Padaasih Tugumukti Pasirlangu Cipada Sadangmekar Ciwaruga Cihideung Cigugur Girang Sariwangi Cihanjuang Cihanjuang Rahayu Karyawangi Gudangkahuripan Wangunsari Pagerwangi Mekarwangi Langensari Kayuambon Lembang Cikahuripan Sukajaya Jayagiri Cibogo Cikole Cikidang Wangunharja Cibodas Jalan Desa P L K 5 3 Baik 2 4 7 7 4 8 5 4.96 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 Baik Baik Kurang Kurang Kurang Kurang Kurang Kurang Kurang Baik Baik Kurang Kurang Kurang Baik Kurang Sedang Kurang Sedang Sedang Baik Kurang Kurang Kurang Sedang Kurang Kurang Kurang Kurang Jalan Kecamatan P L K 6 3 Baik 3 3 4 4 4.324 14. Spesifikasi penyediaan prasarana jalan meliputi pengendalian jalan masuk.5 0 0 0 0 0.5 5 0 0 0 0 0 0 3 6 0 0 7 4 3. 34 Tahun 2006 Berikut ini adalah komposisi jaringan jalan yang terdapat di Kawasan Agropolitan Lembang.1 15 3 1.6 2.2 0 1 6 0.5 0 0 0 0 9 3 1. Tabel 5.5 3. ketersediaan median. jumlah dan lebar lajur. K=Kondisi . dan jalan kecil.8 13 25 20 28 15 8 25 16. 2009 Keterangan: P= panjang jalan (m) . L= Lebar Jalan (m). serta pagar.prasarana jalan jalan sedang.5 4 6 1.5 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 Baik Baik Kurang Kurang Baik Baik Baik Kurang Baik Baik Kurang Baik Kurang Kurang Kurang Kurang Baik Baik Sedang Baik Baik Baik Kurang Sedang Sedang Baik Baik Kurang Kurang Kurang Jalan Kabupaten P L K 4.2 0 0 12 4 0 3 0 0 0 9 0 1.7 2 4 3 2 2 0 5 6 1 7.

Jaringan Jalan Jalan Desa Tabel 5. Analisis Jaringan Jalan Kawasan Agropolitan Lembang Tahun 2009 Dimensi Kelas Jalan Status Fungsi P=3±8m L=5m jalan lokal primer yang menghubungkan ibukota kabupaten dengan ibukota kecamatan. 2011 Berdasarkan tabel diatas. 1.No. maka analis is klasifikasi jaringan jalan Kawasan Agropolitan Lembang sebagai berikut: a) Klasifikasi berdasarkan kelas jalan merupakan jalan sedang dan jalan kecil. antarpusat kegiatan wilayah. antaribukota kecamatan. Jalan kolektor primer mempunyai kapasitas yang lebih besar dari volume lalu lintas rata-rata. paling sedikit 2 (dua) lajur untuk 2 (dua) arah dengan lebar jalur paling sedikit 7 (tujuh) meter. Jalan lingkungan primer yang diperuntukkan bagi kendaraan bermotor beroda tiga atau lebih.5 ± 64 m L=7m Jalan sedang adalah jalan umum dengan lalu lintas jarak sedang dengan pengendalian jalan masuk tidak dibatasi. Jumlah jalan masuk dibatasi. didesain berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 15 km/jam dengan lebar badan jalan paling sedikit 6. ibukota kabupaten dengan pusat desa. Jalan Kabupaten P = 4.5 m. Jalan kolektor primer didesain berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 40 km/jam dengan lebar badan jalan paling sedikit 9 m. Sebagian besar telah berupa jalan aspal namun lebih didominasi oleh kondisi jalan relatif baik Perkerasan berupa aspal dan dalam kondisi baik Sumber: Hasil Analisis.5 m. Kondisi Sebagian besar telah berupa jalan aspal namun lebih didominasi oleh kondisi jalan rusak 2. Jalan Kecamatan P = 3 ± 15 m L=6m Kolektor Sekunder 3. dan antar desa Lingkungan primer merupakan jalan umum yang menghubungkan kawasan dan/ atau antar permukiman didalam desa. Jalan kabupaten yakni jalan kolektor primer yang tidak termasuk jalan nasional dan jalan provinsi Jalan kolektor primer menghubungkan secara berdaya guna antarapusat kegiatan nasional dengan pusat kegiatan lokal. . Sedangkan jalan lingkungan primer yang tidak diperuntukkan bagi kendaraan bermotor beroda tiga atau lebih harus mempunyai lebar badan jalan paling sedikit 3. ibukota kecamatan dengan desa. atau antara pusat kegiatan wilayah dengan pusat kegiatan lokal.

jalan kecamatan/kota dan jalan desa. dan lokal primer (Jalan Desa) Gambar 5. 2009 . kolektor sekunder (jalan kecamatan).b) Klasifikasi berdasarkan status jalan merupakan jalan kabupaten . c) Klasifikasi berdasarkan fungsi jalan merupakan jalan kolektor primer ( Jalan kabupaten). Salah satu Kondisi Jaringan Jalan di Kawasan Agropolitan Lembang Sumber: dokumentasi pribadi.