Anda di halaman 1dari 5

Fakta Dunia Pendidikan Indonesia OPINI Alkhalil Ramadhan | 05 February 2010 | 12:42 Total Read 930 Total Comment 4

1 dari 3 Kompasianer menilai Bermanfaat. Dalam UU No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Pasal 3 disebutkan bahwa, Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Berdasarkan definisi ini, dapat difahami bahwa pendidikan nasional berfungsi sebagai proses untuk membentuk kecakapan hidup dan karakter bagi warga negaranya dalam rangka mewujudkan peradaban bangsa Indonesia yang bermartabat, meskipun nampak ideal namun arah pendidikan yang sebenarnya adalah sekularisme yaitu pemisahan peranan agama dalam pengaturan urusan-urusan kehidupan secara menyeluruh. Dalam UU Sisdiknas tidak disebutkan bahwa yang menjadi landasan pembentukan kecakapan hidup dan karakter peserta didik adalah nilai-nilai dari aqidah islam, melainkan justru nilai-nilai dari demokrasi. Pemerintah dalam hal ini berupaya mengaburkan realitas (sekulerisme pendidikan) tersebut, sebagaimana terungkap dalam pasal 4 ayat 1 yang menyebutkan, “Pendidikan nasional bertujuan membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak dan berbudi mulia, sehat, berilmu, cakap, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab terhadap kesejahteraan masyarakat dan tanah air.” Sepintas, tujuan pendidikan nasional di atas memang tidak nampak sekuler, namun perlu difahami bahwa sekularisme bukanlah pandangan hidup yang sama sekali tidak mengakui adanya Tuhan. Melainkan, meyakini adanya Tuhan sebatas sebagai pencipta saja, dan peranan-Nya dalam pengaturan kehidupan manusia tidak boleh dominan. Sehingga manusia sendirilah yang dianggap lebih berhak untuk mendominasi berbagai pengaturan kehidupannya sekaligus memarjinalkan peranan Tuhan. Keterpurukan yang diakibatkan dari penerapan sistem pendidikan nasional yang sekuler antara lain: 1. Berdasarkan hasil survei Political and Economic Risk Consultancy (PERC) yang berpusat di Hongkong pada tahun 2001 saja menyebutkan bahwa sistem pendidikan di Indonesia terburuk di kawasan Asia, yaitu dari 12

7%. dan SMA pada tahun 2006 mencapai 15. Indonesia menempati posisi di bawah negara-negara miskin seperti Kirgistan (110). 2006).pikiran. com).com/ 16 juli 2004 dan Pan Mohamad Faiz. 4. SMP.com). tahun 1995 terdapat 194 kasus dengan korban meninggal 13 pelajar dan 2 anggota masyarakat lain. Bahkan jika dibandingkan dengan IPM negara-negara di ASEAN seperti Singapura (25).543 anak. Pencapaian APK (Angka Partisipasi Kasar) dan APM (Angka Partisipasi Murni) sebagai indikator keberhasilan program pemerataan pendidikan oleh pemerintah. Brunei Darussalam (33) Malaysia ( 58). Indonesia hanya satu tingkat di atas Vietnam (112) dan lebih baik dari Kamboja (130).326 anak. dan Medan. India. Indonesia menduduki urutan ke-12. menyatakan bahwa Indeks pembangunan manusia di Indonesia ternyata tetap buruk. organisasi yang konsen masalah HIV/AIDS. Cina. Tahun 1994 meningkat menjadi 183 kasus dengan menewaskan 10 pelajar. Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan jumlah pengguna narkoba di lingkungan pelajar SD.793 anak.kompas. di kota-kota besar seperti Jakarta. Data di Jakarta misalnya (Bimmas Polri Metro Jaya). menyebutkan kasus Infeksi Seksual Menular (IMS) yang beresiko tertular HIV/AIDS menurut kategori pendidikan sampai akhir Oktober 2007 didominasi pelajar SMA/SMK sebanyak 51 %.negara yang disurvei. Berdasarkan IPM 2004. mahasiswa sebesar 12% dan SD/MI sebesar 11% (news. dan tahun berikutnya korban meningkat dengan 37 korban tewas. Terlihat dari tahun ke tahun jumlah perkelahian dan korban cenderung meningkat. untuk tingkat SD sebanyak 1.suara pembaruan. disusul Singapura. yang paling mencengangkan adalah peningkatan jumlah pelajar SD pengguna narkoba.smu-net. setingkat di bawah Vietnam (www. Misalnya di kota MadiunJatim. Selain itu. Pada tahun 2003.700 orang atau 1. kalangan pelajar juga rentan tertular penyebaran penyakit HIV/AIDS. hal ini didasarkan pada indikator: (1) anak putus sekolah tidak dapat mengikuti pendidikan (usia 7-15) sekira 693.662 anak. Korea Selatan dinilai memiliki sistem pendidikan terbaik. 3.rakyat.okezone. jumlah itu meningkat tajam menjadi 1. com). Dari data tersebut. Posisi tersebut tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. jumlahnya baru mencapai 949 anak. dari data terakhir yang dilansir Yayasan Bambu Nusantara Cabang Madiun. Equatorial Guinea (109) dan Algeria (108). tingkat tawuran antar pelajar sudah mencapai ambang yang cukup memprihatinkan. namun tiga tahun kemudian atau tahun 2006. dalam satu hari di Jakarta terdapat sampai tiga kasus perkelahian di tiga tempat sekaligus (www. Tahun 2004 Indonesia menempati urutan ke-111 dari 175 negara. pelajar SMP sebesar 26%. Rinciannya. Myanmar (132) dan Laos (135) (www. hingga tahun 2003 secara nasional ketercapaiannya ternyata masih rendah. serta Malaysia. Jepang dan Taiwan. Surabaya. 2. Bahkan sering tercatat. Dalam hal tawuran. Thailand (76). dan SMA sebanyak 10.793 anak (www. Tahun 2005 IPM Indonesia berada pada urutan ke 110 dari 177 negara.com). Tahun 1998 ada 230 kasus yang menewaskan 15 pelajar serta 2 anggota Polri. sedangkan Filipina (83). tahun 1992 tercatat 157 kasus perkelahian pelajar. SMP sebanyak 3. Laporan United Nations Development Program (UNDP) tahun 2004 dan 2005. (2) .

Nusa Tenggara Timur (117. Revrisond Bashwir sebagai agenda kapitalisme global yang telah dirancang sejak lama oleh negara-negara donor lewat Bank Dunia.7% dari total penduduk usia 7-15 tahun (Pusat Data dan Informasi Depdiknas. 6. com).086. Hal ini berlaku untuk seluruh sekolah negeri. 5. Kebijakan UN yang banyak ditentang oleh masyarakat karena dinilai diskriminatif dan hanya menghamburkan anggaran pendidikan. (www.7 juta orang atau 6.338). Jawa Tengah (640.4 persen. Rasio partisipasi pendidikan rata-rata hanya mencapai 68. Federasi Guru Independen Indonesia (FGII). National Education Watch (NEW).5 Juta. The Center for the Betterment Indonesia (CBE). Papua (264.6 persen penduduk berusia 15 tahun ke atas yang buta huruf. Melalui Rancangan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP).rakyat.22%-36.republikaonline . Forum Guru Honorer Indonesia (FGHI).288). Menurut laporan dari bank dunia tahun 2004. Nusa Tenggara Barat (254. yang terdiri atas biaya langsung dan tak langsung. Jawa Barat (383. 153/U/2003 tentang Ujian Akhir Nasional.457). Data dari Balitbang Depdiknas 2003 yang menyebutkan bahwa porsi biaya pendidikan yang ditanggung orang tua/siswa berkisar antara 63. Kalimantan Barat (117. Indonesia hanya menyediakan 62. persentase anggaran yang disediakan oleh pemerintah Indonesia masih merupakan yang terendah.428). antara lain ditentang oleh Koalisi Pendidikan yang terdiri dari Lembaga Advokasi Pendidikan (LAP). Selain itu. Semua satuan pendidikan (sekolah) kelak akan menjadi badan hukum pendidikan (BHP) yang wajib mencari sumber dananya sendiri.921 orang). Bahkan. 07/03/2007). 2003).75% dari biaya pendidikan total. (www. For-Kom Guru Kota Tanggerang (FKGKT). Kelompok Kajian Studi Kultural (KKSK). dari SD hingga perguruan tinggi.35%87.com).com) sampai sekarang masih terdapat 9 provinsi dengan jumlah buta aksara terbesar usia 10 tahun ke atas dan 15-44 tahun. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Bahkan jika dibandingkan dengan negara yang lebih terbelakang seperti Srilanka.839).65% dari biaya pendidikan total (Koran Tempo.worldbank. beban biaya pendidikan yang ditanggung oleh pemerintah dan masyarakat (selain orang tua/ siswa) hanya berkisar antara 12. (www. masih ada sekitar 9. Jakarta Teachers and Education Club (JTEC). yakni: Jawa Timur (1. Forum Aksi Guru Bandung (FAGI-Bandung) . Sedangkan menurut riset Indonesia Corruption Watch (ICW) pada 2006 di 10 Kabupaten/Kota se-Indonesia ternyata orang tua/siswa pada level SD masih menanggung beban biaya pendidikan Rp 1. Pemerintah berencana memprivatisasi sektor pendidikan. Lembaga Bantuan Hukum (LBH-Jakarta) . berdasarkan kajian terhadap UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Kepmendiknas No.230).putus sekolah SD/MI ke SMP/MTs dan dari SMP/MTs ke jenjang pendidikan menengah mencapai 2.8% dari keperluan dana penyelenggaraan pendidikan nasionalnya padahal pada saat yang sama pemerintah India telah dapat menanggung pembiayaan pendidikan 89%. Sulawesi Selatan (291. dan Indonesia Corruption Watch (ICW).895). Koalisi . dan Banten (114.pikiran. Perumusan Rancangan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP) yang sudah berlangsung sejak 2004 dinilai oleh pengamat ekonomi Tim Indonesia Bangkit (TIB). 7.763 orang).

10 % (2009). Menurut data Balitbang Depdiknas 1999. 14. bahkan skenario yang diterapkan pun masih mengalokasikan dana pendidikan dari APBN/APBD dalam jumlah yang terbatas yaitu Total Belanja Pemerintah Pusat menurut APBN 2006 adalah sebesar Rp 427.6 % (2004). Rendahnya tingkat kesejahteraan guru yang berpengaruh terahadap rendahnya kualitas pendidikan Indonesia. 85. 12. Dengan pendapatan seperti itu. 460 ribu.tempointeraktif . Pada tahun 2009 diperkirakan ada 116.20/2003 pasal dinyatakan bahwa Dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada sektor pendidikan dan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) (ayat 1).2006).com). Dari jumlah tersebut. pendapatan rata-rata guru PNS per bulan sebesar Rp 1. Sekarang.5 juta.6 triliun atau sebesar Rp. dan 15.1 % pada tahun 2006 (Pan Mohamad Faiz. 2005).29 % (2005). com). menjadi tukang ojek. Berdasarkan survei FGII (Federasi Guru Independen Indonesia) pada pertengahan tahun 2005.9 triliun.10 triliun dari total nilai anggaran Rp 763.com). dengan rincian kenaikan 6. Realisasi anggaran pendidikan yang masih sedikit. 10. guru bantu Rp.5 triliun.Pendidikan menemukan beberapa kesenjangan (www.5% dan PT sebesar 36.8 persen. banyak guru terpaksa melakukan pekerjaan sampingan.68 % (2007). setiap tahunnya sekitar 3 juta anak putus sekolah dan tidak memiliki keterampilan hidup sehingga menimbulkan masalah ketenagakerjaan tersendiri.6 triliun. dan sebagainya (Republika. 9. 8. Ketentuan anggaran pendidikan dalam UU No. Data BAPPENAS (1996) yang dikumpulkan sejak tahun 1990 menunjukan angka pengangguran terbuka yang dihadapi oleh lulusan SMU sebesar 25. memberi les pada sore hari.4%. Diploma/S0 sebesar 27.7 persen per tahun hingga 2009.07%.21%.1 % pada tahun 2005 dan 9. maka masih terdapat defisit atau kekurangan kebutuhan dana pendidikan sebesar Rp 47.(www.6 triliun.Tahun 2007 hanya mencapai 11.7 triliun.01 % (2006). 9. Bandingkan dengan anggaran yang ternyata hanya dialokasikan sebesar 8. Skenario progresif pemenuhan anggaran pendidikan yang disepakati bersama oleh DPR dan Pemerintah pada tanggal 4 Juli 2005 yang lalu hanya menetapkan kenaikan bertahap 2.6%. Adanya ketidakserasian antara hasil pendidikan dan kebutuhan dunia kerja ini disebabkan kurikulum yang materinya kurang fungsional terhadap keterampilan yang dibutuhkan ketika peserta didik memasuki dunia kerja.kompas.47%. Nilai ini setara dengan Rp 90. pedagang pulsa ponsel. pedagang buku/LKS.5 juta orang yang akan mencari kerja (www. jumlah yang dianggarkan untuk pendidikan adalah sebesar Rp36.tokohindonesia. idealnya seorang guru menerima gaji bulanan serbesar Rp 3 juta rupiah. Sedangkan asumsi kebutuhan budget anggaran pendidikan adalah 20% dari Rp. 13 Juli. Ada yang mengajar lagi di sekolah lain. pedagang mie rebus. . Realisasi anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN/APBD ternyata masih sangat sulit untuk dilakukan pemerintah. 14.40 % (2008). 427. dan guru honorer di sekolah swasta rata-rata Rp 10 ribu per jam. terang saja. dan 20. 17. sedangkan pada periode yang sama pertumbuhan kesempatan kerja cukup tinggi untuk masing-masing tingkat pendidikan yaitu 13.

wordpress. (source : http://fkmmj. Padahal diantara tujuan semula pendidikan adalah untuk itu semua. yang pada akhirnya penyelenggaraan pendidikan tidak dapat memberikan penyelesaian terhadap permasalahan pembentukan karakter insan yang berakhlak mulia.com/2008/05/24/fakta-pendidikan-di-indonesia/ ) . serta memecahkan berbagai problematika kehidupan lainnya. penguasaan IPTEK untuk peningkatan kualitas dan taraf hidup masyarakat.Data di atas merupakan beberapa indikator yang menunjukan betapa sistem pendidikan nasional kita saat ini tengah didera oleh berbagai problematika. pembentukan keterampilan hidup.