Anda di halaman 1dari 1

1. PT. Simon dalam pengumpulan harga pokoknya menggunakan metode harga pokok proses.

Perusahaan ini
menghasilkan satu macam barang yang diproses melalui dua departemen produksi. Berikur ini data sehubungan
dengan proses produksi selama tahun 2016 :
A. Data Produksi dalam proses awal tahun 2016, adalah sebagai berikut :
Dept I Dept II
Jumlah Unit 4.000 3.000
Harga Pokok :
Biaya Bahan /dari dept I 1.500.000 2.400.000
BTK 720.000 250.000
BOP 520.000 300.000

Tk Penyelesaian :
Biaya Bahan 100% -
Biaya Konversi 75% 50%.

B. Produk baru masuk proses pada departemen I sebesar 16.000 unit, dari semua yang diproses 14.000 unit
telah selesai dan dikirim ke departemen II untuk diproses lebih lanjut 6.000 unit masih belum selesai
dengan tingkat penyelesaian 100% biaya bahan dan 60% biaya konversi. Pada Departemen II dari semua
barang yang diproses tersebut sudah selesai dan dikirim ke gudang sebanyak 13.000 unit. Produk yang
belum selesai sebesar 4.000 unit denan tingkat penyelesaian 80% biaya konversi.

C. Biaya Produksi yang terjadi selama kegiatan produksi adalah sebagai berikut :
Dept. I Dept. II
Biaya Bahan 10.700.000 -
BTK 7.900.000 6.850.000
BOP 5.550.000 7.550.000

Dari data tersebut diminta:


Membuat Laporan Harga Pokok Produksi untuk dua departemen dengan ketentuan jika Pengeluaran Bahan
dengan metode FIFO

2. Suatu industri manufaktur yang menghasilkan 3 produk utama , dimana ketiga produk utama tersebut
diproduksikan secara bersama-sama. Biaya produksi bersama sebesar Rp 84.000.000. Data-data yang diperoleh
dari perusahaan tersebut adalah sebagai berikut :

Diminta: Alokasikan biaya bersama dengan menggunakan metode:

a. Unit Fisik

b. Harga Jual Hipotesis

c. Rata-rata

d. Rata-rata tertimbang