Anda di halaman 1dari 11

1

MODUL PERKULIAHAN

TEORI
AKUNTANSI
EKUITAS

Abstrak Sub-CPMK
CPMK 3:
Pada pertemuan ini mahasiswa Mampu menjelaskan konsep Standar Akuntansi Keuangan.
diharapkan memiliki tingkat Dalam hal ini adalah EKUITAS
kemampuan menjelaskan definisi,
pengakuan, dan pengukuran Unsur
Laporan Keuangan

Fakultas Program Studi Tatap Muka Disusun Oleh


Dr. Erna Setiany, M.Si.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis S1 Akuntansi


07
Latar Belakang

Definisi Ekuitas

“Ekuitas adalah hak residual atas aset entitas setelah dikurangi

seluruh liabilitas..”

4.64 Klaim ekuitas adalah klaim atas hak residual dalam aset entitas setelah dikurangi

seluruh liabilitasnya. Dengan kata lain, ekuitas adalah klaim terhadap entitas yang tidak

memenuhi definisi liabilitas. Klaim tersebut dapat dibuat berdasarkan kontrak, undang-

undang atau cara serupa, dan termasuk, sepanjang tidak memenuhi definisi liabilitas:

(a) saham dari berbagai jenis, yang dikeluarkan oleh entitas; dan

(b) beberapa kewajiban entitas untuk menerbitkan klaim ekuitas lainnya.

4.65 Kelas klaim ekuitas yang berbeda, seperti saham biasa dan saham preferen, dapat

memberikan kepada pemegangnya hak yang berbeda, misalnya, hak untuk menerima

beberapa atau seluruh hal berikut dari entitas:

(a) dividen, jika entitas memutuskan untuk membayar dividen kepada pemegang yang

berhak;

(b) hasil dari pemenuhan klaim ekuitas, baik secara penuh pada saat likuidasi, atau

sebagian pada waktu lain; atau

(c) klaim ekuitas lainnya. 4.66 Kadang-kadang, persyaratan hukum, peraturan atau

persyaratan lainnya mempengaruhi komponen tertentu ekuitas, seperti modal

saham atau laba ditahan. Sebagai contoh, beberapa persyaratan tersebut

mengizinkan entitas untuk melakukan distribusi kepada pemegang klaim ekuitas

hanya jika entitas tersebut memiliki cadangan yang cukup yang ditentukan oleh

persyaratan tersebut sebagai yang dapat didistribusikan.

2021 Nama Mata Kuliah dari Modul


2 Dr. Erna Setiany, M.Si.
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
http://pbael.mercubuana.ac.id/
4.67 Aktivitas bisnis sering dilakukan oleh entitas seperti perseorangan, persekutuan,

trusts atau berbagai jenis badan usaha milik negara. Kerangka hukum dan pengaturan

bagi entitas tersebut seringkali berbeda dari kerangka yang berlaku bagi entitas korporasi.

Misalnya, mungkin hanya sedikit saja, jika ada, pembatasan distribusi untuk pemegang

klaim ekuitas terhadap entitas tersebut. Namun demikian, definisi ekuitas dalam paragraf

4.63 dari Kerangka Konseptual berlaku untuk seluruh entitas pelapor. Definisi penghasilan

dan beban

Teori terkait dengan Ekuitas

1. Ekuitas Pemilik

Masing-masing aktiva dan kewajiban dari suatu perusahaan bisnis dapat


didefinisikan dan diukur secara independent terhadap unsure-unsur lain dalam
persamaan akuntansi. Pada umumnya tidak ada niat tersembunyi bahwa ekuitas
pemilik, seperti yang disajikan dalam neraca, mencerminkan nilai pasar berjalan
atau nilai subyektif dari perusahaan bagi pemilik. Jumlah total yang disajikan
dalam laporan itu hanyalah hasil dari metode-metode yang digunakan dalam
mengukur aktiva dan kewajiban tertentu dari prosedur akuntansi struktural
tradisional. Karena itu, nilai total perusahaan bagi pemiliknya tidak dapat diukur
dari penilaian atas aktiva dan kewajian tertentu dan jumlah yang dilaporkan dari
hak pemilik tidak dapat mencerminkan nilai berjalan dari hak para pemilik. Jadi,
dalam hal aktiva bukan melihat pada hak spesifik untuk manfaat masa depan,
atau dalam kewajiban, bukan melihat kewajiban tertentu perusahaan, tetapi teori
akuntansi memandang hak, prioritas, dan pembatasan ekuitas pemilik sudut
pandang agregat.

Dalam beberapa kasus, hak dan prioritas dari beberapa kelas saham
perseroan adalah serupa dengan beberapa jenis utang jangka panjang. Namun
secara umum, ada perbedaan nyata antara ekuitas pemegang saham dan
kewajiban. Ini mencakup :

1. luas sampai di mana pemegang ekuitas lain mempunyai hak prioritas

2021 Nama Mata Kuliah dari Modul


3 Dr. Erna Setiany, M.Si.
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
http://pbael.mercubuana.ac.id/
2. tingkat kepastian dalam penentuan jumlah-jumlah yang akan di terima oleh
pemegang ekuitas
3. tanggal jatuh tempo dari pembayaran hak terakhir.

2. Teori Kepemilikan

Menurut teori kepemilikan (proprietary), pendapatan adalah kenaikan


dalam hak pemilik dan beban adalah penurunan. Jadi, laba bersih, yaitu kelebihan
pendapatan atas beban, diakrualkan langsung ke pemilik; itu merupakan kenaikan
dalam kekayanan pemilik. Dan karena laba adalah kenaikan dalam kekayaan, hal
itu langsung ditambahkan ke modal pemilik atau hak pemilik. Deviden tunai
merupakan penarikan modal, dan laba bersih bagi pemilik. Pajak penghasilan
perseroan bertindak sebagai pajak atas laba dari pemegang saham.

Teori kepemilikan paling baik diterapkan dalam bentuk organisasi


perusahaan perorangan karena dalam bentuk ini umumnya ada hubungan pribadi
antara manajemen perusahaan dan kepemilikan. Teori kepemilikan juga
merupakan kerangka logis untuk bentuk organisasi persekutuan terutama apabila
diorganisasikan menurut undang-undang yang berlaku. Dalam akuntansi baik
untuk perusahaan perorangan maupun persekutuan, teori kepemilikan tampaknya
tetap berlaku. Ini sebagian besar karena laba bersih ditambahkan setiap periode
pada akun modal pribadi dari pemilik sekalipun perhitungan tradisional atas laba
sebenarnya tidak mengukur kenaikan bersih dalam kekayaan.

3. Teori Entitas

Keberadaan suatu satuan usaha yang terpisah dari urusan pribadi dan
kepentingan lain dari pemilik dan pemegang ekuitas lain diakui dalam semua
konsep pemilik dan ekuitas. Namun, dalam teori entitas (entity), perusahaan bisnis
dipandang mempunyai keberadaan terpisah, bahkan secara personal, dari
pemiliknya. Pendiri dan pemilik harus teridentifikasi dengan keberadaan
perusahaan itu. Hubungan ini mempunyai dukungan hukum dan kelembagaan
dalam bentuk perseroan, tetapi itu juga ditemukan dalam bentuk lain perusahaan
bisnis. Sebenarnya, teori entitas dikatakan benar-benar mendahului konsep
perseroan. Keberadaan yang terpisah ini tidak unik bagi perusahaan bisnis,
universitas, rumah sakit, pemerintah dan organisasi lain mempunyai
kesinambungan keberadaan yang terpisah dari kehidupan para pendirinya dan

2021 Nama Mata Kuliah dari Modul


4 Dr. Erna Setiany, M.Si.
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
http://pbael.mercubuana.ac.id/
bahkan terpisah dari orang-orang yang langsung berkaitan dengan organisasi
tersebut.

4. Teori Ekuitas Residual

Ahli teori akuntansi William Paton menyatakan ekuitas residual sebagai


salah satu dari beberapa jenis ekuitas dalam teori entitas. Dalam teori entitas,
pemegang saham mempunyai ekuitas di dalam perusahaan seperti pemegang
ekuitas lain, tetapi pemegang saham tidak dipandang sebagai pemilik. Paton
menekankan hubungan khusus dan pemegang ekuitas residual pada pekerjaan
akuntan “karena dalam ekuitas tersebut banyak pekerjaannya menjadi terfokus”.
Perusahaan dalam penilaian aktiva, perubahan dalam laba dan dalam laba
ditahan, dari perubahan dlah hak pemegang ekuitas lain semuanaya, dicerminkan
dalam ekuitas residual dari pemegang saham buasa. Tetapi, dalam kasus-kasus
tertentu di mana kerugian jumlahnya besar atau dalam hal kebangkrutan, ekuitas
pemegang saham biasa dapat hilanh dan pemegang saham preferen atau
pemegang obligasi dapat menjadi pemegang ekuitas residual.

5. Teori Perusahaan

Teori perusahaan (enterprise) dari perusahaan adalah konsep yang lebih


lama dariapda teori entitas, tetapi kurang didefinisikan dengan baik dalam lingkup
dan aplikasi. Dalam teori entitas, perusahaan dipandang merupakan unit ekonomi
terpisah yang beroperasi terutama untuk kepentingan pemegang ekuitas, dimana
dalam teori perusahaan perseroan adalah suatu lembaga social yang berusaha
untuk memberi manfaat bagi banyak kelompok yang berkepentingan.

6. Teori Dana

Teori dana menyingkirkan hubungan pribadi yang diasumsikan dalam teori


kepemilikan dan personalisasi perusahaan sebagai suatu unit ekonomi dari unit
legal dalam teori entitas. Disamping itum teori dana memberi ganti dengan unit
operasional, atau berorientasi-aktivitas, sebagai dasar untuk akuntansi. Bidang
kepentingan ini, yang disebut dana, mencakup kelompol aktiva dan kewajiban

2021 Nama Mata Kuliah dari Modul


5 Dr. Erna Setiany, M.Si.
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
http://pbael.mercubuana.ac.id/
yang berkaitan dan pembatasan yang merupakan fungsi dan aktivitas ekonomi
spesifik.

Teori dana didasarkan pada persamaan aktiva = pembatasan aktiva.


Aktiva merupakan jasa prospektif pada dana atau unit operasional. Kewajiban
merupakan pembatasan jasa prospektif pada dana atau unit dari dana. Modal yag
diinvestasikan merupakan pembatasan legal atau keuangan dari pengguna aktiva,
yaitu modal yang diinvestasikan harus dipertahankan tidak berkurang kecuali jika
wewenang spesifik telah diperoleh (dengan beberapa pengecualian) untuk
likuidasi sebagian atau seluruhnya. Akan tetapi, bahkan likuidasi sebagian dari
modal merupakan pembatasan yang ditetapkan oelh manajemen, oleh kreditor,
atau oleh persyaratan legal. Laba ditahan yang tidak diapropriasi juga merupakan
pembatasan-pembatasan keseluruhan residual bahwa aktiva digunakan untuk
tujuan yang dimaksudkan. Jadi, semua ekuitas merupakan pembatasan yang
ditetapkan oleh pertimbangan hukum, kontraktual, manajerial, keuangan atau
keadlian

Konsep dana bermanfaat paling besar dalam lembaga pemerintah dan


nirlaba. Dalam sebuah universitan, misalnya, dana yang paling umum digunakan
adalah dana khusus untuk bakat, dana pinjaman mahasiswa, dana tanaman,
usaha tambahan, dana aktivitas pendidikan yang sedang berjalan. Masing-masing
dana ini mempunyai aktiva spesifik yang dibatasi untuk tujuan tertentu. Tetapi
konsep dana juga relevan untuk bidang kepentingan yang lebih besar daripada
satu bentuk legal suatu usaha. Contoh-contoh dari penerapan langsung adalah
dana pelunasan dalam pelaporan keuangan, akuntansi cabang atau divisi, dan
akuntansi untuk estat dan perwalian. Pentiapan laporan konsodilasi juga
merupakan penerapan teori dana sama seperti perluasan teori entitas ekonomi.

Komponen Ekuitas Pemegang Saham

Dari segi riwayat terjadinya dan sumbernya, ekuitas pemegang saham diklasifikasi
atas dasar dua komponen penting yaitu modal setoran dan saldo laba. Modal setoran
dipecah menjadi modal saham (capital stock) sebagai modal yuridis (legal capital) dan
modal setoran tambahan (additional paid-in capital), dan komponen lain yang merefleksi
transaksi pemilik (misalnya saham treasuri atau modal sumbangan). Gambar berikut
melukiskan komponen modal ekuitas pemegang saham dan pos-pos yang
mempengaruhinya (sumber perubahan).

2021 Nama Mata Kuliah dari Modul


6 Dr. Erna Setiany, M.Si.
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
http://pbael.mercubuana.ac.id/
Ekuitas Pemegang Saham dan Komponennya

Ekuitas Pemegang Saham

Modal Setoran Modal Bentukan atau Lain-lain


Laba ditahan

Modal Yuridis Modal setoran lain

Sumber Perubahan

• Laba atau rugi (dari


• Penerbitan saham baru • Premium modal saham
statemen laba-rugi)
• Kapitalisasi laba ditahan • Penjualan saham treasuri
• Dividen
• Dividen saham • Penyerapan defisit
• Rekapitalisasi
• Konversi obligasi atau • Deklarasi dividen likuidasi
• Defisit
saham istimewa terkonversi • Restrukturisasi kapital
• Koreksi
• Stock subscriptions • Revaluasi aset
• Perubahan akuntansi

Komponen lain-lain terdiri atas pos-pos yang tidak tepat dimasukkan dalam
komponen modal setoran lainnya atau saldo laba tetapi sering diklasifikasi sebagai pos
ekuitas pemegang saham. Pos-pos ini misalnya adalah untung penahanan belum
terrealisasi (unrealized holding gains), penyesuaian kapital belum terrealisasi lainnya,
selisih revaluasi, dan hak pemegang saham minoritas.

Dalam berbagai literatur, modal setoran sering disebut pula sebagai invested capital,
original capital, atau bahkan original investment. Modal yuridis (legal capital) sering
disebut sebagai format capital, restricted capital, stated capital, atau capital stock. Modal
setoran lain sering disebut secara spesifik sebagai paid-in surplus, unrestricted capital,
paid-in capital in excess of capital stock, capital in excess of par (stated value), capital
surplus, atau stock premium. Istilah capital surplus digunakan dalam APB Opinion No. 6
pasal 12. sementara itu, saldo laba sering disebut sebagai, surplus reserve, accumulated
surplus, atau earned surplus

Tujuan Penyajian Ekuitas

a. Menyediakan informasi kepada yang berkepentingan tentang efisiensi dan


kepengurusan manajemen

2021 Nama Mata Kuliah dari Modul


7 Dr. Erna Setiany, M.Si.
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
http://pbael.mercubuana.ac.id/
b. Menyediakan informasi tentang riwayat serta prospek investasi pemilik dan pemegang
ekuitas lainnya.

Untuk memenuhi tujuan tersebut, informasi yang harus disampaikan tentang ekuitas
pemegang saham minimal adalah:

(1) Sumber ekuitas pemegang saham beserta riwayatnya,


(2) Peraturan yuridis yang membatasi pembagian dividen dan pengembalian modal
setoran kepada pemegang saham, dan
(3) Prioritas beberapa golongan pemegang saham atau pemegang ekuitas lainnya
(urutan proteksi).

Pembedaan Modal Setoran dan saldo laba

Modal setoran perlu dibedakan dengan saldo laba karena modal setoran
merupakan suatu bentuk kontrak yuridis yang harus dipertahankan keutuhannya
sedangkan saldo laba merupakan modal yang tercipta atau terhimpun karena
pemanfaatan aset. Modal setoran merupakan perubahan aset dalam rangka pendanaan
(transaksi modal) sedangkan saldo laba merupakan perubahan aset dalam rangka
produksi (transaksi operasi).

Perubahan Modal Setoran

Berbagai sumber yang dapat mengubah modal setoran adalah:

a. Pemesanan saham (stock subscription)


b. Obligasi terkonversi atau berhak-tukar (convertible bonds)
c. Saham istimewa terkonversi atau berhak-tukar (convertible stocks)
d. Dividen saham (stock dividends)
e. Hak beli saham, opsi, dan waran (stock rights, options, and warrant)
f. Saham trasuri (treasury stocks)

Penurunan Modal Setoran

Modal setoran tidak akan berkurang kecuali ada pembayaran atau pembagian
dividen yang dapat dikategori sebagai dividen likuidasi (liquidating dividen) atau penarikan
kembali saham yang beredar secara permanen. Masalah yang berkaitan dengan saham
treasuri adalah (1) penentuan jumlah rupiah yang harus dianggap mempengaruhi modal

2021 Nama Mata Kuliah dari Modul


8 Dr. Erna Setiany, M.Si.
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
http://pbael.mercubuana.ac.id/
setoran dan saldo laba dan (2) pengungkapan pengaruhnya terhadap modal yuridis bila
saham treasuri dijual kembali. Dua konsep dapat diterapkan yaitu konsep satu-transaksi
(single-transaction) dan dua-transaksi (two-transactions).

(1) Konsep Satu-transaksi


Konsep ini disebut juga dengan metoda kos karena jumlah rupiah total yang
dibayarkan dianggap seakan-akan merupakan kos pembelian saham treasuri. Disebut
satu-transaksi karena pembelian saham trasuri dan penjualannya kembali dianggap
sebagai satu transaksi. Artinya, pembelian dan penjualan dianggap sebagai kesatuan
transaksi untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan transaksi saham treasuri
tersebut.

(2) Konsep Dua-transaksi


Dengan konsep ini, pemerolehan kembali saham sebagai saham treasuri dianggap
sebagai likuidasi ekuitas pemegang saham sedangkan penjualan kembali saham
treasuri dianggap sebagai penerbitan saham baru. Konsep ini disebut dengan
pendekatan nilai nominal (par-value approach) karena harga penarikan atau penjualan
kembali ditandingkan dengan nilai nominal. Selisihnya, baik dalam penarikan atau
penjualan, dikompensasi ke modal setoran lain (excess of paid-in capital over par
stock atau agio saham) seluruhnya atau sebatas porsi modal setoran lain mula-mula
dan selisihnya dikompensasi ke saldo laba.

Penyajian Modal Pemegang Saham

Dalam terjadi defisit, urutan penyajian menggambarkan urutan penyerapan rugi.


Dalam kondisi likuidasi urutan penyajian menggambarkan urutan perlindungan yuridis
bagi para penyedia dana dalam hal terjadi likuidasi. Jadi, berbagai hak atas aset disajikan
atas dasar urutan siapa dahulu yang memikul rugi dalam hal terjadi defisit dan siapa
dahulu menerima distribusi aset dalam hal terjadi likuidasi.

Urutan Penyerapan Rugi

1. Pendapatan kotor. Pos ini menyerap semua biaya dan rugi dan debit/beban
(charges) yang berasal dari transaksi nonpemilik.

2. Laba bersih. Hal ini akan terjadi pendapatan kotor tidak cukup untuk menutup semua
kos terhabiskan (expired cost) baik yang berasal dari konsumsi manfaat maupun
hilangnya manfaat (misalnya rugi luar biasa). Bila digunakan pendekatan laba
komprehensif, laba bersih akan menjadi laba komprehensif.

2021 Nama Mata Kuliah dari Modul


9 Dr. Erna Setiany, M.Si.
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
http://pbael.mercubuana.ac.id/
3. Saldo laba. Hal ini hanya dapat dilakukan apabila laba bersih perioda berjalan tidak
cukup untuk menyerap suatu rugi tertentu atau rugi luar biasa.

4. Premium modal saham. Bagian modal ini baru dapat menyerap rugi kalau saldo laba
dan saldo laba telah habis untuk menyangga suatu rugi. Dengan kata lain, modal
saham harus tetap dijaga keutuhannya sampai premium modal saham benar-benar
telah habis.

5. Modal saham. Bila keutuhan modal yuridis telah terpengaruh secara substansial,
kebijakan untuk melakukan kuasi-reorganisasi atau bahkan likuidasi perusahaan
mungkin diperlukan.

Urutan Menerima Distribusi Aset

1. Karyawan dan pemerintah. Pihak ini dapat dipandang sebagai kreditor yang
diprioritaskan yaitu karyawan dengan hak atas gaji dan pemerintah dengan hak atas
pajak terhutang.

2. Kreditor berjaminan (guaranteed creditors). Pihak ini adalah pemegang obligasi atau
kreditor lain yang haknya dijamin dengan hak sita (liens) atas aset tertentu.

3. Kreditor takberjaminan (unguaranteed creditors). Pihak ini terdiri atas para kreditor
yang tidak dijamin yang terrefleksi dalam utang usaha atau utang wesel baik jangka
pendek maupun jangka panjang.

4. Pemegang saham prioritas. Pihak ini dilindungi oleh saldo laba sebagai penyangga
modal saham atau yuridis.

5. Pemegang saham biasa. Pihak ini merupakan pemegang hak atas sisa kekayaan
(residual interest) yang berarti bahwa pemegang saham biasa harus menanggung
lebih dahulu rugi atau defisit.

2021 Nama Mata Kuliah dari Modul


10 Dr. Erna Setiany, M.Si.
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
http://pbael.mercubuana.ac.id/
Daftar Pustaka

Godfrey, J. M. (2015). Accounting theory.


Hendrikson, E. S., & Van Breda, M. F. (1991). Accounting Theory.
Ikatan Akuntan Indonesia. (2002). Kerangka dasar penyusunan dan penyajian
laporan keuangan. Standar Akuntansi Keuangan.
Rahmawati, 2011, Modul Teori Akuntansi, Universitas Mercu Buana, Jakarta
Suwardjono, T. A. (2005). Perekayasaan Pelaporan Keuangan. Yogyakarta: BPFE.
Utami, W. (2018). Modul Teori Akuntansi. Universitas Mercu Buana. Jakarta.

2021 Nama Mata Kuliah dari Modul


11 Dr. Erna Setiany, M.Si.
Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU
http://pbael.mercubuana.ac.id/