Anda di halaman 1dari 3

TUGAS KE - 3

ETIKOMEDIKOLEGAL

Nama : Dhody Setiamal

NIM : C105212007

Departemen: Ilmu Kesehatan Anak

DOSEN : Prof Dr. dr. Gatot Susilo Lawrence, Sp.PA(K), Sp. F, DFM

5 KASUS PELANGGARAN BIOETIK

1. Seorang pasien datang dengan keluhan sakit telinga, keluar air-air dari telinga dan
penurunan pendengaran selama 1 minggu. Kemudian dating berobat kesalah satu fasilitas
kesahatan dan melakukan pemeriksaan. Saat dilakukan pemeriksaan pasien hanya dilihat
kondisi telinga dari kejauhan dan tanpa menyentuh pasien. Tidak dilakukan Tindakan
sama sekali kepada pasien tersebut, dan hanya diberi obat tetes telinga.

Kemudian beberapa hari karena merasa tidak ada perubahan, pasien berobat ke
faskes yang lain. Saat diperiksa ternyata pasien didiagnosa corpus alienum ec serumen
prop yang sampai menutup dan menginfeksi telinga. Setelah menjelaskan kepada pasien
tentang penyakit dan kondisi telinganya, dilakukan lah Tindakan mengangkat corpus nya
tersebut.

Atas dasar hal tersebut di atas, dokter tersebut tidak adanya kejujuran tentang
keadaan pasien, dan juga merugikan pasien karena tidak didiagnosa dengan jelas dan
sama sekali tidak dilakukan Tindakan.
2. Seorang pekerja perkebunan sawit datang dengan keluhan mata perih dan pandangan
berkurang setelah memanen sawit. Psien datang berobat setelah 3 hari kemudian, dengan
keadaan mata sakit dan memerah. Setelah diperiksa pasein conjungtivitis dan corpus
alienum pada mata. Pasien dilakukan Tindakan dan di berikan obat minum. Saat pulang
pasien diberikan obat tetes mata chloramphenicol.

Saat dirumah pasien meneteskan obat tersebut, dan mata terasa tidak nyaman, .
Pasien membaca obatnya yang diberikan ternyata obat tetes telinga chloramphenicol.
Seharusnya sebagai dokter harus berpedoman pada asas non malifience. Dimana seorang
dokter mengutamakan Tindakan yang tidak merugikan pasien dan mengupayakan supaya
resiko yang muncul seminimal mungkin.

3. Seorang laki-laki dewasa dibawa keluarganya dengan keadaan tidak sadar setelah terjatuh
kurang lebih 3 meter setelah sebelumnya tersengat listrik di rumahnya. Saat tiba di IGD
pasien dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital oleh perawat, tetapi dokter tidak datang
meihat pasien tersebut. Dokter mengarahkan perawat untuk menjelaskan ke keluarga
pasien bahwa pasien tidak dapat ditatalaksana di faskes tersebut dengan alas an di faskes
tersebut tidak memiliki alat yang memadai untuk pasien tersebut. Akhirnya pasien
dibawa keluarga dibantu perawat dengan menggunakan kendaraan bermotor roda dua ke
faskes sekitarnya dengan keadaan pasien masih tidak sadar dan terpasang cairan infus di
tangannya. Berdasarkan dari keterangan tadi dokter sangat merugikan pasien dan tidak
memperhatikan efek yang ditimbulkan akibat perlakuannya terhadap pasien tersebut.
Dokter tersebut juga tidak jujur tentang kondisi dan keadaan pasien, karna juga tidak
diperiksa secara langsung oleh dokter tersebut.
4. Melakukan Tindakan kepada pasien tanpa persetujuan pasien atau keluarga pasien.
Dimana seorang pasien kecelakaan lalulintas yang hanya ada sedikit goresan di tangan
dan kaki pasien, tanpa melakukan informed concern kepada pasien atau keluarga pasien
tersebut langsung dilakukan Tindakan pemasangan infus. Pasien tersebut masih dalam
keadaan kesadaran penuh, dan juga sudah berusia di atas 18 tahun. Setelah semua
Tindakan pasien disarankan disuruh untuk rawat inap. Namun setelah datang keluarga
pasien, barulah dijelaskan ke keluarga kenapa Tindakan tersebut dilakukan. Karena sudah
dijlaskan, keluarga pasien menolak untuk dirawat inapkan. Kemudian keluarga pasien
membayar semua Tindakan yang dilakukan, dan keluarga pun terkejut dengan nominal
yang harus dibayarkan karena dengan Tindakan hanya memasang cairan infus dan
beberapa jam di igd saja keluarga pasien harus membayar nominal yang tidak masuk
akal.

Pasien dan kelurga sangat merasa dirugikan. Disamping dirugikan juga pasien
tidak diberikan penjelasan, ataupun memberikan kebebasan untuk memutuskan Tindakan
yang akan dilakukan kepada pasien tersebut.

5. Malakukan Tindakan yang tidak perlu dilakukan kepada pasien. Dimana pasien datang
dengan keadaan sudah tanpa napas dan nadi kurang lebih 30 menit setelah dibawa
keluarganya dari tempat kecelakaan. Dimana jarak dari lokasi tersebut sekitar 30menit.
Saat tiba di igd pasien diperiksa, tapi langsung dilakukan Tindakan RJP kepada pasien
tersebut. Dimana seharusnya Tindakan tersebut tidak perlu dilakukan. Disini tenaga
medis tidak menjelaskan kepada keluarga keadaan pasien saat di IGD, dan melakukan
Tindakan yang seharusnya tidak perlu dilakukan, karena hanya akan merugikan keluarga
pasien dengan Tindakan yang dilakukan kepada pasien tersebut.

Anda mungkin juga menyukai