Anda di halaman 1dari 164

LAPORAN AKTUALISASI

NILAI-NILAI DASAR ASN (BerAKHLAK)

“PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU PASCA SECTIO CAESAREA TENTANG


PRAKTIK MENYUSUI DENGAN MENGGUNAKAN LEAFLET DAN BANNER DI
RUANG PERAWATAN KEBIDANAN BLUD RUMAH SAKIT KONAWE UTARA”

Disusun oleh:
Nama : Yunita Andriani, S.S.T
NIP : 19920917 202012 2 010
NDH : 13
Jabatan : Bidan Ahli Pertama
Instansi : BLUD Rumah Sakit Konawe Utara

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN CXXXIII


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI SULAWESI TENGGARA
2022
i
ii
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU PASCA SECTIO CAESAREA TENTANG
PRAKTIK MENYUSUI DENGAN MENGGUNAKAN LEAFLET DAN BANNER DI
RUANG PERAWATAN KEBIDANAN BLUD RUMAH SAKIT KONAWE UTARA

ABSTRAK

Sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Kabupaten konawe utara, BLUD Rumah Sakit Konawe
Utara menerima pasien kebidanan yang membutuhkan tindakan sectio caesarea. Ibu yang
bersalin dengan sectio caesarea selanjutnya mendapatkan perawatan nifas di ruang perawatan
kebidanan. Selama dirawat, seluruh ibu pasca sectio caesarea seharusnya menyusui bayinya
sejak hari pertama pasca sectio caesarea. Namun, berdasarkan data yang didapatkan dari
rekapan register pasien pada bulan Januari 5 dari 13 (38,4%) ibu pasca sectio caesarea, bulan
Februari 2022 sebanyak 5 orang dari 14 (35,7%) ibu pasca sectio caesarea serta pada bulan
Maret 2022 sebanyak 6 orang dari 13 (46,1%) ibu pasca sectio caesarea memberikan susu
formula ke bayinya dan tidak melakukan praktik menyusui. Terkait dengan permasalahan
tersebut, maka penulis mengimplementasikan dan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar Profesi
ASN yaitu BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal,
Adaptif, dan Kolaboratif) sebagai Bidan di BLUD Rumah Sakit Konawe Utara dengan isu
“Rendahnya Pengetahuan Ibu Pasca Sectio Caesarea Tentang Praktik Menyusui Di Ruang
Perawatan Kebidanan Blud Rumah Sakit Konawe Utara”. Berdasarkan hal tersebut, penulis
merumuskan tujuan dari rancangan aktualisasi habituasi tersebut yaitu mampu menerapkan
nilai-nilai BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal,
Adaptif, dan Kolaboratif) dan menerapkan mata Diklat Manajemen ASN dan Smart ASN untuk
meningkatkan pengetahuan ibu pasca sectio caesarea tentang praktik menyusui. Diharapkan
hasil aktualisasi habituasi ini dapat bermanfaat bagi diri sendiri, organisasi, dan masyarakat.
Nilai-nilai BerAKHLAK dan mata diklat yang diterapkan di BLUD Rumah Sakit Konawe
Utara dapat mencapai visi dan misi yang telah ditentukan. Agar penulis dapat memecahkan isu
yang ada di BLUD Rumah Sakit Konawe Utara, maka penulis menerapkan nila-nilai dasar
profesi ASN, nilai BerAKHLAK dan Mata Diklat dengan 6 kegiatan utama yang dilaksanakan
secara berkesinambungan yaitu Melakukan konsultasi kepada atasan, membuat leaflet,
Membuat Banner, Melakukan persiapan pemberian KIE, Melakukan pemberian KIE dan
Melakukan Evaluasi dan Pelaporan. Setelah kegiatan utama dilaksanakan secara
berkesinambungan, penulis dapat menerapkan nilai-nilai BerAKHLAK dan Mata Diklat dalam
kegiatan aktualisasi dan habituasi di BLUD Rumah Sakit Konawe Utara dengan baik. Indikator
kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dilihat dari peningkatan pengetahuan ibu pasca sectio
caesarea tentang praktik menyusui. Sehingga meningkatkan praktik menyusui pada ibu pasca
sectio caesarea. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Rendahnya Pengetahuan Ibu Pasca Sectio
Caesarea Tentang Praktik Menyusui Di Ruang Perawatan Kebidanan Blud Rumah Sakit
Konawe Utara, dapat dipecahkan dengan hasil yang optmal melalui pemberian KIE dengan
Leaflet dan Banner.

Kata kunci: praktik menyusui, Sectio Caesarea, Nilai-nilai BerAKHLAK, Kegiatan Aktualisasi
Habituasi.

iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan berkat dan rahmatNya sehingga laporan aktualisasi ini dapat terselesaikan.
Dengan rasa syukur akhirnya penulis menyelesaikan laporan aktualisasi dengan judul
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU POST SC TENTANG PRAKTIK MENYUSUI
DENGAN MENGGUNAKAN LEAFLET DAN BANNER DI RUANG PERAWATAN
KEBIDANAN BLUD RUMAH SAKIT KONAWE UTARA
Laporan aktualisasi nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) mengandung nilai
dasar PNS yang terdiri dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal,
Adaptif, dan Kolaboratif yang selanjutnya disingkat dengan “berAKHLAK” dan manajemen
ASN,serta Smart ASN.
Penyusun menyadari bahwa laporan ini dapat terwujud karena bantuan dan dorongan
dari banyak pihak. Dengan sepenuh hati penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Dr.IR.H.Ruksamin,ST.,M.Si.,IPM,Asean.Eng selaku Bupati Kabupaten Konawe
Utara yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan mendukung kegiatan pendidikan dan
pelatihan dasar CPNS.
2. Ibu Dra. Yuni Nurmalawaty, M.Si sepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sulawesi Tenggara yang telah mendukung kegiatan pendidikan dan pelatihan dasar
CPNS.
3. Bapak Muh. Nur Sain selaku Kepala BKPSDM Kabupaten Konawe Utara yang telah
mendukung kegiatan Pendidikan dan Pelatihan dasar CPNS.
4. Bapak Dr. Drs. Ruslan, M.Si selaku coach yang senantiasa dengan sabar dan teliti dalam
proses pembimbingan penyusunan laporan aktualisasi ini.
5. Ibu dr. Dewi Sarli Tombili, Sp.PD selaku Direktur BLUD Rumah Sakit Konawe Utara yang
telah mendukung penuh kegiatan aktualisasi ini.
6. Ibu Titin Suryawati, AMK selaku mentor yang telah banyak memberikan arahan dan
masukan dalam penyusunan laporan aktualisasi ini.
7. Ibu Dra. Zanuriah, M.Si selaku penguji yang telah memberikan kritik dan saran untuk
perbaikan penyusunan laporan aktualisasi ini.
8. Seluruh Widyaiswara yang telah memberikan ilmu terkait nilai-nilai dasar ASN yang sangat
bermanfaat khususnya pada saat kegiatan aktualisasi dan habituasi di unit kerja.
9. Seluruh panitia, Binsuh yang telah memfasilitasi para peserta DIKLATSAR dengan baik.

iv
10. Segenap keluarga besar peserta DIKLATSAR CPNS golongan III khususnya angkatan
CXXXIII, dan CXXXIV yang selama ini telah bersama-sama dalam mengikuti pelatihan
semua tahapan DIKLATSAR.
11. Terkhusus laporan aktualisasi ini penulis persembahkan kepada keluargaku atas segala
motivasi dan semangat.
Penulis menyadari bahwa laporan aktualisasi ini masih banyak kekurangan yang
disebabkan keterbatasan pengetahuan penulis. Oleh karena semua saran yang bersifat
membangun sangat diharapkan guna mengoptimalkan laporan kegiatan aktualisasi dan
habituasi dari nilai-nilai dasar ASN serta dapat memberikan manfaat untuk semua pihak.

Kendari, Juni 2022

Yunita Andriani, S.S.T

v
DAFTAR ISI

HALAMAN PERSETUJUAN ............................................... Error! Bookmark not defined.


LEMBAR PENGESAHAN .................................................... Error! Bookmark not defined.
ABSTRAK ........................................................................................................................... iii
KATA PENGANTAR .......................................................................................................... iv
DAFTAR ISI ........................................................................................................................ vi
DAFTAR TABEL............................................................................................................... viii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................ ix
DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................................... xi
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ......................................................................................................... 1
1.2 Tujuan ..................................................................................................................... 3
1.3 Manfaat ................................................................................................................... 4
1.4 Ruang Lingkup ........................................................................................................ 4
1.5 Waktu dan Tempat ................................................................................................... 4
BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI DAN KONSEPSI NILAI-NILAI DASAR,
KEDUDUKAN, DAN PERAN ASN SERTA PROFIL PESERTA ........................................ 6
2.1 Gambaran Umum Organisasi ................................................................................... 6
2.2 Profil Peserta ......................................................................................................... 14
2.3 Konsepsi Nilai Dasar, Kedudukan dan Peran ASN (BerAKHLAK, SMART ASN &
MANAJEMEN ASN) ....................................................................................................... 15
BAB III RENCANA KEGIATAN AKTUALISASI ............................................................. 29
3.1. Identifikasi, Penetapan dan Analisis Isu ................................................................. 29
3.2. Gagasan Kreatif/Terpilih dan Kegiatan sebagai Pemecahan Isu .............................. 33
3.3. Deskripsi/Penjelasan Kegiatan ............................................................................... 34
3.4. Estimasi Biaya Kegiatan ........................................................................................ 60
3.5. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan ................................................................................. 61
BAB IV CAPAIAN PELAKSANAAN AKTUALISASI ...................................................... 65
4.1. Realisasi Kegiatan.................................................................................................. 65
4.2. Capaian Aktualisasi ............................................................................................... 66
4.3. Matrik Rekapitulasi Realisasi Habituasi NND ASN (BerAKHLAK) .................... 100
4.4. Capaian Penyelesaian Core Issue ......................................................................... 100
4.5. Manfaat Terlesesaikannya Core Issue .................................................................. 101
4.6. Rencana Tindak Lanjut Hasil Aktualisasi ............................................................. 102
vi
BAB V PENUTUP ........................................................................................................... 103
5.1. Kesimpulan.......................................................................................................... 103
5.2. Saran/Rekomendasi ............................................................................................. 103
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 104

vii
DAFTAR TABEL

Tabel 1 Jumlah Ketersediaan Tempat Tidur ........................................................................... 9


Tabel 2 Jumlah Personil Berdasarkan Golongan s.d 31 Desember 2021 ............................... 12
Tabel 3 Jumlah Personil Berdasarkan Esselon s.d 31 Desember 2021................................... 12
Tabel 4 Jumlah Personil Berdasarkan Pendidikan s.d 31 Desember 2021 ............................. 12
Tabel 5 Jumlah PPPK Non ASN s.d 31 Desember 2021 ....................................................... 13
Tabel 6 Analisis Isu dengan Metode APKL .......................................................................... 32
Tabel 7 Rancangan Aktualisasi ............................................................................................ 34
Tabel 8 Anggaran Biaya Kegiatan Aktualisasi...................................................................... 60
Tabel 9 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan .................................................................................. 61
Tabel 10 Matriks Rekapitulasi Rencana Habituasi Core Value ASN (BerAKHLAK) ........... 64
Tabel 11 Realisasi Kegiatan ................................................................................................. 65
Tabel 12 Matrik Rekapitulasi Realisasi Habituasi NND ASN (BerAKHLAK) ................... 100
Tabel 13 Capaian Penyelesaian Core Issue ......................................................................... 100
Tabel 14 Rencana Tindak Lanjut Aktualisasi ..................................................................... 102

viii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Struktur Organisasi .............................................................................................. 11


Gambar 2 Analisis Penyebab Isu .......................................................................................... 33
Gambar 3 Menyiapkan bahan konsultasi .............................................................................. 66
Gambar 4 Bahan Konsultasi ................................................................................................. 67
Gambar 5 Screenshoot WA meminta jadwal pertemuan dengan pimpinan............................ 68
Gambar 6 Melaksanakan konsultasi kepada pimpinan .......................................................... 69
Gambar 7 Melaksanakan konsultasi kepada mentor .............................................................. 70
Gambar 8 Catatan Bimbingan .............................................................................................. 70
Gambar 9 Meminta persetujuan dan dukungan atasan .......................................................... 71
Gambar 10 Catatan Arahan dari Pimpinan ........................................................................... 72
Gambar 11 Lembar pernyataan dukungan ............................................................................ 72
Gambar 12 Menyiapkan alat dan bahan materi ..................................................................... 73
Gambar 13 Sumber materi leaflet berupa jurnal terkait ......................................................... 74
Gambar 14 Mendesain leaflet dengan menggunakan aplikasi Canva .................................... 75
Gambar 15 Desain leaflet ..................................................................................................... 75
Gambar 16 Melaksanakan konsultasi kepada mentor terkait desain leaflet ............................ 76
Gambar 17 Catatan Bimbingan oleh Mentor ........................................................................ 77
Gambar 18 Mencetak Leaflet ............................................................................................... 78
Gambar 19 Leaflet yang telah dicetak .................................................................................. 78
Gambar 20 Mencari referensi gambar .................................................................................. 79
Gambar 21 Referensi gambar ............................................................................................... 80
Gambar 22 Mendesain banner .............................................................................................. 81
Gambar 23 Desain Banner ................................................................................................... 81
Gambar 24 Melaksanakan kosultasi kepada mentor terkait desain banner ............................. 82
Gambar 25 Catatan Bimbingan oleh mentor ......................................................................... 83
Gambar 26 Mencetak banner di percetakan .......................................................................... 84
Gambar 27 Memasang banner di ruang perawatan kebidanan ............................................... 84
Gambar 28 Berkoordinasi dengan kepala ruangan kebidanan ............................................... 85
Gambar 29 Menyiapkan kuesioner ....................................................................................... 86
Gambar 30 Kuesioner .......................................................................................................... 87
Gambar 31 Konsultasi kepada mentor terkait kuesioner ....................................................... 88

ix
Gambar 32 Catatan Bimbingan ............................................................................................ 88
Gambar 33 Mendata ibu pasca Sectio Caesarea .................................................................... 89
Gambar 34 Data Ibu pasca Sectio Caesarea .......................................................................... 90
Gambar 35 Melakukan pretest .............................................................................................. 91
Gambar 36 Daftar Nilai pretest ............................................................................................ 91
Gambar 37 Melaksanakan pemberian KIE ........................................................................... 92
Gambar 38 Daftar Hadir Pasien ............................................................................................ 92
Gambar 39 Melaksanakan posttest ....................................................................................... 93
Gambar 40 Daftar Nilai Pretest dan Posttest ......................................................................... 94
Gambar 41 Menganalisis hasil pretest dan posttest ............................................................... 95
Gambar 42 Hasil analisis nilai pretest dan posttest ............................................................... 95
Gambar 43 Menyusun laporan hasil kegiatan ....................................................................... 96
Gambar 44 Laporan Hasil Kegiatan ..................................................................................... 97
Gambar 45 Melaporkan hasil kegiatan kepada pimpinan ...................................................... 98
Gambar 46 Surat Pernyataan Mentor .................................................................................... 98

x
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Lembar Komitmen Tidak Lanjut Aktualisasi dan Habituasi


Lampiran 2 Bukti Pengendalian Pembelajaran Aktualisasi oleh Mentor
Lampiran 3 Catatan Bimbingan Oleh Mentor
Lampiran 4 Catatan Arahan dari Pimpinan
Lampiran 5 Surat Pernyataan pimpinan Terhadap Pelaksanaan Aktualisasi
Lampiran 6 Surat Pernyataan Dukungan Atasan Langsung
Lampiran 7 Desain Leaflet
Lampiran 8 Desain Banner
Lampiran 9 Bukti Pembayaran Cetak Banner
Lampiran 10 Kuesioner Pengetahuan tentang Praktik Menyusui pada Ibu Pasca Sectio
Caesarea
Lampiran 11 Data Ibu Pasca Sectio Caesarea
Lampiran 12 Daftar Hadir Pemberian KIE
Lampiran 13 Laporan Hasil Kegiatan
Lampiran 14 Surat Pernyataan Mentor

xi
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Indonesia adalah Negara kesatuan yang terdiri dari ribuan pulau dengan berbagai suku
bangsa yang bernaung dalam bentuk Negara kesatuan Republik Indonesia. Dalam Pembukaan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, bahwa Indonesia memiliki
kekayaan alam yang melimpah, potensi sumber daya manusia, peluang pasar yang besar dan
demokrasi yang relatif stabil. Untuk dapat mengelola sumber daya alam yang melimpah
diharapkan Sistem Pemerintahan Negara Indonesia mempunyai suatu sistem birokrasi dengan
SDM nya yang berkualitas, yaitu PNS Profesional yang saat ini dikenal dengan istilah ASN
(Aparatur Sipil Negara).
Sesuai dengan UU Nomor 5 tahun 2014 Pasal 11, Pegawai ASN melaksanakan kebijakan
publik yang dibuat oleh pejabat Pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan, memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas, serta
mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sedangkan definisi
pegawai negeri sipil yang tertuang pada pasal 1 ayat 3 adalah warga Negara Indonesia yang
memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai ASN secara tetap oleh pejabat Pembina
kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan.
Latihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) merupakan sebuah upaya untuk
membentuk pribadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang profesional yang mampu melaksanakan
tugas dan tanggung jawabnya secara efektif dan efisien. Penyelenggaraan latihan dasar ini
dilaksanakan dengan memadukan pembelajaran klasikal (oncampus) untuk
menginternalisasikan nilai-nilai Ber-AKHLAK dan non-klasikal (offcampus) untuk
memberikan kesempatan kepada peserta untuk menerapkan dan mengaktualisasikan nilai-nilai
Ber-AKHLAK yang telah diinternalisasikan.
Nilai-nilai konsepsi dasar tersebut di harapkan dapat terpatriotisme dalam jiwa setiap ASN
agar tidak sekedar menjadi teori idealis berisi kalimat-kalimat normatif, maka diperlukan proses
pembiasaan dalam sebuah agenda habituasi yang bersifat intrinsik. Selanjutnya, nilai-nilai dasar
ini perlu diaktualisasikan dalam kehidupan serta pelaksanaan tugas dan fungsi seorang ASN
terutama dalam menyelesaikan isu-isu aktual sehingga mampu memberi dampak ekstrinsik di
lingkungan kerja.
Pembangunan kesehatan sebagai salah satu upaya pembangunan nasional untuk mencapai
cita-cita bagi setiap penduduk Indonesia agar dapat mewujudkan kesehatan yang optimal.
1
Berdasarkan Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, pembangunan
kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi
setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai
investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.
Pembangunan kesehatan pada akhirnya memerlukan kontribusi dari berbagai profesi kesehatan
melalui pelayanan kesehatan bidangnya masing-masing.
Penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Indonesia salah satunya meliputi pelayanan
Kesehatan Ibu dan Anak. Ujung tombak pelayananan kesehatan ibu dan anak di wilayah
Indonesia adalah bidan. Bidan merupakan profesi PNS pada fasilitas pelayanan kesehatan yang
diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang
untuk melaksanakan pelayanan asuhan kebidanan sesuai dengan tugas dan kewenangannya
berdasarkan peraturan yang berlaku (Permenpan Nomor 3 tahun 2019). Menurut Undang –
Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2019 tentang Kebidanan pasal 1 bahwa
kebidanan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan bidan dalam memberikan
pelayanan kebidanan kepada perampuan selama massa sebelum hamil, masa kehamilan,
persalinan, pasca persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, bayi, balita dan anak prasekolah,
termasuk kesehatan.
Salah satu asuhan kebidanan yang dilakukan bidan di rumah sakit adalah asuhan post natal
care atau asuhan kebidanan masa nifas. Praktik menyusui merupakan bagian dari masa nifas
yang penting dan perlu mendapat perhatian khusus. Berdasarkan PP No 33 Tahun 2012, Setiap
ibu yang melahirkan harus memberikan ASI Eksklusif kepada Bayi yang dilahirkannya . Hal itu
disebabkan karena Air susu ibu (ASI) merupakan makanan terbaik dan tidak tergantikan oleh
apapun untuk tumbuh kembang bayi, menunjang kesehatan bayi secara optimal, serta
mewujudkan ikatan emosional antara ibu dan bayinya.
Mengingat pentingnya pemberian ASI kepada bayi baru lahir, Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia mencanangkan target pemberian ASI eksklusif Indonesia sebesar 80%.
Sementara itu, angka cakupan Bayi yang mendapatkan ASI esklusif nasional hanya mencapai
71,5% pada tahun 2021. Angka Cakupan di Provinsi Sulawesi tenggara tahun 2021 adalah
62,5%. dan angka cakupan ASI Esklusif di Kabupaten Konut 52,7%. Angka tersebut masih
belum mencapai target nasional dan bahkan masih di bawah angka cakupan nasional.
Kewajiban memberikan ASI Esklusif tidak hanya berlaku bagi ibu yang melahirkan secara
pervaginam namun juga ibu yang melahirkan dengan sectio caesarea. Prevalensi sectio caesarea
yang terus meningkat dari tahun ke tahun perlu diwaspadai karena bayi yang lahir melalui sectio

2
caesarea mempunyai risiko lebih tinggi untuk tidak disusui oleh ibunya dibandingkan
persalinan pervaginam. Hal ini dapat disebabkan beberapa hal misalnya, kondisi post sectio
caesarea membuat ibu merasa nyeri dan menjadi sulit untuk menyusui bayinya, keterlambatan
untuk melakukan praktik menyusui dapat menurunkan sekresi prolactin. Oleh karena itu,
praktik menyusui pada awal masa nifas sangat menentukan keberhasilan dan keberlanjutan
pemberian ASI esklusif pada bayi baru lahir.
Sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Kabupaten konawe utara, BLUD Rumah Sakit
Konawe Utara menerima pasien kebidanan yang membutuhkan tindakan sectio caesarea. Ibu
yang bersalin dengan sectio caesarea selanjutnya mendapatkan perawatan nifas di ruang
perawatan kebidanan. Selama dirawat, seluruh ibu pasca sectio caesarea seharusnya menyusui
bayinya sejak hari pertama pasca sectio caesarea. Namun, berdasarkan data yang didapatkan
dari rekapan register pasien pada bulan Januari 5 dari 13 (38,4%) ibu pasca sectio caesarea,
bulan Februari 2022 sebanyak 5 orang dari 14 (35,7%) ibu pasca sectio caesarea serta pada
bulan Maret 2022 sebanyak 6 orang dari 13 (46,1%) ibu pasca sectio caesarea memberikan susu
formula ke bayinya dan tidak melakukan praktik menyusui.
Dengan mempertimbangkan isu tersebut, maka penulis tertarik untuk mengangkat
aktualisasi dengan judul “Peningkatan Pengetahuan tentang Praktik Menyusui Pada Ibu
Pasca Sectio Caesarea Melalui Pemberian KIE Dengan Menggunakan Leaflet Dan
Banner Di Ruang Perawatan Kebidanan BLUD Rumah Sakit Konawe Utara” Dengan
menerapkan nilai dasar Berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif,
kolaboratif di dalam setiap tahapan yang dilakukan.

1.2 Tujuan

Tujuan dilaksanakannya kegiatan aktualisasi ini terdiri adalah sebagai berikut:


1.2.1 Tujuan umum : mengaktualisasikan nilai-nilai dasar BerAKHLAK dan nilai-nilai
pada agenda III dalam kegiatan melaksanakan tugas sebagai ASN yang profesional
dan dapat meningkatkan kualitas instansi.
1.2.2 Tujuan khusus : meningkatkan pengetahuan ibu pasca operasi Caesar tentang
praktik menyusui di ruang Perawatan Kebidanan BLUD Rumah Sakit Konawe
Utara.

3
1.3 Manfaat
Manfaat dari penyusunan rancangan aktualisasi ini adalah sebagai berikut:
1.3.1 Penulis
a. Menambah pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dalam mengamalkan nilai-
nilai BerAKHLAK serta nilai-nilai manajemen ASN dan Smart ASN dalam
menjalankan tugas di rumah sakit.
b. Mengasah kreatifitas dan kemampuan bidan dalam menerapkan Pemberian KIE
dengan media leaflet dan banner
c. Menjadi tenaga fungsional yang mampu menjalankan fungsinya sebagai pelaksana
kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat pemersatu bangsa yang memiliki
integritas dan profesional.
1.3.2 Organisasi/BLUD Rumah Sakit Konawe Utara : tercapainya visi dan misi rumahs
sakit serta mengimplementasikan nilai-nilai di BLUD Rumah Sakit Konawe Utara
1.3.3 Pasien
a. Peningkatan pengetahuan pada ibu pasca operasi Caesar tentang praktik menyusui
b. Praktik menyusui pada ibu pasca operasi Caesar meningkat

1.4 Ruang Lingkup


Ruang lingkup aktualisasi ini adalah pelaksanaan Pemberian KIE tentang praktik
menyusui dengan media leaflet dan banner untuk meningkatkan pengetahuan ibu pasca operasi
Caesar tentang praktik menyusui. Kegiatan aktualisasi ini akan diadakan dengan lima kegiatan
utama yaitu :
1. Koordinasi dan konsultasi dengan pimpinan/mentor
2. Pembuatan leaflet
3. Pengadaan banner
4. Persiapan Pemberian KIE
5. Pelaksanaan Pemberian KIE
6. Evaluasi dan pelaporan

1.5 Waktu dan Tempat


Waktu dan tempat pelaksanaan aktualisasi adalah sebagai berikut:
1.5.1 Waktu
Waktu pelaksanaan aktualisasi sejak tanggal dikeluarkannya izin aktualisasi dalam
kurun satu bulan mulai tanggal 16 Mei 2022 sampai dengan 18 Juni 2022.
4
1.5.2 Tempat
Tempat pelaksanaan aktualisasi ini adalah berada di BLUD Rumah Sakit Konawe
Utara, Desa Lahimbua, Kec. Andowia, Kab. Konawe Utara.

5
BAB II
GAMBARAN UMUM ORGANISASI DAN KONSEPSI NILAI-NILAI DASAR,
KEDUDUKAN, DAN PERAN ASN SERTA PROFIL PESERTA

2.1 Gambaran Umum Organisasi

2.1.1. Kedudukan Organisasi


a. Sejarah BLUD Rumah Sakit Konawe Utara
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Konawe Utara berdiri tahun
2008, dan berganti nama menjadi BLUD Rumah Sakit Konawe Utara hingga
saat ini. BLUD Rumah Sakit Konawe Utara terus berusaha memberikan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan Kesehatan
prima. Program Pelayanan Kesehatan Prima sebagai pelayanan kesehatan
bermutu merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pelayanan kesehatan
yang dilaksanakan secara maksimal oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe
Utara.

b. Letak Geografis
BLUD Rumah Sakit Konawe Utara, terletak di Ibu Kota Kabupaten yaitu
Wanggudu tepatnya di Desa Lahimbua Kecamatan Andowia
 Sebelah Utara : Terminal Asera
 Sebelah Timur : Pegunungan
 Sebelah Selatan : Tanah Penduduk
 Sebelah Barat : Pemukiman Warga dan Jalan Raya
c. Lingkungan Fisik
BLUD Rumah Sakit Konawe Utara berdiri di atas tanah seluas ± 8000
m². Luas seluruh bangunan untuk sementara yang sudah terbangun ± 2 Ha terdiri
dari 2 (dua) unit Rawat Inap dan Rawat Jalan dan sebagian gedung masih dalam
tahap proses pembangunan.

d. Status
BLUD Rumah Sakit Konawe Utara, yang dibentuk berdasarkan
Peraturan Daerah Nomor 4 tahun 2008, sejak tanggal 22 Oktober 2008 telah
mendapat Izin Operasional Sementara dari Dinas Kesehatan Propinsi SULTRA
yang akan berlaku selama 2 tahun, dan pada tanggal 27 Juni 2016 berdasarkan
Keputusan Bupati Konawe Utara Nomor 202 Tahun 2016 telah mendaptkan izin
operasional Badan layanan Umum Daerah Rumah Sakit Konawe Utara Kelas D.

6
Dengan demikian keberadaan BLUD Rumah Sakit Konawe Utara dengan segala
sarana dan prasarana yang dimiliki dituntut untuk dapat berperan aktif dalam
upaya meningkatkan status kesehatan masyarakat di Kabupaten Konawe Utara.

e. Sarana Dan Prasarana


1) Bangunan fisik
BLUD Rumah Sakit Konawe Utara memiliki sarana dan prasarana
yang terdiri dari bangunan fisik 11 (sebelas), yaitu : gedung kantor 1 unit,
gedung Instalasi Gawat Darurat 1 Unit, gedung Rawat jalan 1 Unit, gedung
Radiologi 1 Unit, gedung Laboratorium 1 Unit, gedung Instalasi Gizi 1 Unit,
gedung rawat inap 5 Unit dan yang lainnya sementara dalam proses
pembangunan.

2) Prasarana
 Listrik dari Mesin Genset tersedia 18 KVA
 Air yang digunakan di BLUD Rumah Sakit Konawe Utara berasal dari
air perpipaan yang diperoleh dari air pegunungan.
 Pembuangan limbah :
- Untuk sampah biasa tersedia 1 tempat penampungan sementara yang
pembuangannya telah dipihak ketigakan dengan Badan Lingkungan
Hidup Kabupaten Konawe Utara.
- Untuk limbah medis, B3 dari masing-masing ruangan, tersedia 1
Tempat penampungan sampah yang pembuangannya telah dipihak
ketigakan dengan PT. Mitra Hijau Asia.
- Untuk limbah cair telah disediakan Instalasi pengolahan air limbah
(IPAL) yang telah memiliki izin berdasarkan keputusan Kepala
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Nomor
08 Tahun 2018 Pertanggal 30 Oktober 2018.
3) Peralatan
 Peralatan Medis:
 Peralatan Medis Poliklinik Umum
 Peralatan Medis Poliklinik Gigi
 Peralatan Medis Kebidanan
 Kitchen
 Alat Kedokteran Umum
7
 Alat Kedokteran Gigi
 Alat Kesehatan, Kebidanan dan penyakit kandungan
 Peralatan Medis UGD
 Peralatan Fisioterafi
 Peralatan Radiologi
 Peralatan Non Medis
 Peralatan Dapur
 Ambulans
 Peralatan laundry
 Peralatan Cleaning Service

f. Fasilitas Pelayanan Kesehatan


Fasilitas/sarana pelayanan kesehatan yang ada di BLUD Rumah Sakit Konawe
Utara adalah:
1) Pelayanan Kesehatan Rawat Jalan
 Poliklinik Umum
 Poliklinik Gigi dan Mulut
 Poliklinik Kebidanan dan Penyakit Kandungan
 Poliklinik Penyakit Dalam
 Poliklinik Bedah
 Poliklinik Anak
 Instalasi Gawat Darurat
2) Pelayanan Kesehatan Rawat Inap
 Kebidanan
 Perawatan Penyakit Dalam
 Perawatan Bedah
 Perawatan Anak
 Perawatan Bayi
 Perawatan Isolasi Covid 19
3) Pelayanan Penunjang Medik
 Laboratorium
 Instalasi Farmasi

8
 Fisioterafi
 Radiologi
 Gizi
4) Pelayanan Lain
 Binatu
 Ambulans
 Pengantaran jenazah.
5) Fasilitas Tempat Tidur
Berdasarkan hasil sensus harian BLUD Rumah Sakit Konawe Utara pada 31
Oktober 2021 jumlah tempat tidur adalah 54 tempat tidur (Lihat Tabel 1)

Tabel 1 Jumlah Ketersediaan Tempat Tidur

Kelas Perawatan 2021

Perawatan Kebidanan 9
Perawatan Penyakit Dalam 20
Perawatan Bedah 7
Perawatan Anak 9
Perawatan Isolasi 3
Perawatan Bayi 4
HCU 2
JUMLAH 54

2.1.2. Visi, Misi, Nilai Organisasi


1. Visi BLUD Rumah Sakit Konawe Utara

Menjadi Rumah Sakit terbaik pilihan masyarakat Konawe Utara


yang berkomitmen penuh pada pelayanan yang professional dan tulus serta
berdedikasi pada keselamatan dan kesehatan pasien.

2. Misi BLUD Rumah Sakit Konawe Utara


Misi BLUD Rumah Sakit Konawe Utara adalah sebagai berikut:
a. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang professional, berkualitas,
bermutu dan berorientasi pada keselamatan pasien

9
b. Senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien melalui
peningkatan dan pengembangan kualitas dan kuantitas sumber daya
manusia dan sarana/ prasarana yang berkesinambungan
c. Terciptanya lingkungan kerja yang dinamis, sehat dan harmonis melalui
penyelenggaraan manajemen rumah sakit yang terpercaya dan
transparan disertai upaya peningkatan kesejahteraan karyawan/ pegawai
rumah sakit

2.1.3. Nilai BLUD Rumah Sakit Konawe Utara

Nilai-nilai yang ada di BLUD Rumah Sakit Konawe Utara terbagi menjadi 3
nilai berikut ini:
P = PROFESIONAL yaitu melayani sesuai dengan kompetensi dan keahlian
T = TULUS yaitu iklas melayani pasien dan pengunjung sepenuh hati
B = BERDEDIKASI yaitu Pengabdian untuk melayani masyarakat Konawe
Utara khususnya pelayanan kesehatan

2.1.4. Tugas dan fungsi organisasi


1. Tugas BLUD Rumah Sakit Konawe Utara
Tugas yang diberikan kepada BLUD Rumah Sakit Konawe Utara
didasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Konawe Utara Nomor 09
Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah
Kabupaten Konawe Utara. Selanjutnya mengenai Kedudukan, Susunan
Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja BLUD Rumah Sakit Konawe
Utara diatur dalam peraturan Bupati Konawe Utara Nomor 55 Tahun 2016
serta Keputusan Bupati Konawe Utara Nomor 26 Tahun 2018 tentang
Pembentukan, Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta
Tata Kerja BLUD Rumah Sakit Konawe Utara.

2. Fungsi BLUD Rumah Sakit Konawe Utara


Dalam menyelenggarakan tugas tersebut diatas, BLUD Rumah
Sakit Konawe Utara mempunyai fungsi :

a. Perumusan kebijakan teknis dibidang Kesehatan khususnya pelayanan


kesehatan di Rumah Sakit;
b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum dibidang
kesehatan khususnya di Rumah Sakit;
10
c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas dibidang kesehatan khususnya
pelayanan kesehatan di Rumah Sakit;
d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh bupati sesuai dengan tugas
dan fungsinya.

2.1.5. Program dan kegiatan utama BLUD Rumah Sakit Konawe Utara
Adapun Program BLUD Rumah Sakit Konawe Utara terdiri atas 5 program
berikut ini :
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran.
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur.
3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur.
4. Program Peningkatan dan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar
Realisasi Kinerja SKPD
5. Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin

2.1.6. Sumber Daya Manusia


Struktur Organisasi BLUD Rumah Sakit Konawe Utara

Gambar 1 Struktur Organisasi

11
Sumber Daya Manusia pada Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Konawe Utara jumlah personil dapat diklasifikasikan
berdasarkan golongan, jabatan dan pendidikan sebagai berikut :

Tabel 2 Jumlah Personil Berdasarkan Golongan s.d 31 Desember 2021

No Golongan PNS CPNS Jumlah %

1. Gol I - - - 0%

2. Gol II 5 10 15 21,75%

3. Gol III 37 15 52 73,36%

4. Gol IV 2 - 2 21,89%

Jumlah 44 25 69 100%

Tabel 3 Jumlah Personil Berdasarkan Esselon s.d 31 Desember 2021

No Tingkat Esselon Jumlah


1. II b 0
2. III a 0
3. III b 1
4. IV a 4
Jumlah 5

Tabel 4 Jumlah Personil Berdasarkan Pendidikan s.d 31 Desember 2021

Status
No Pendidikan Kepegawaian Jumlah %
PNS CPNS

1. SD - - - 0%
2. SMP - - - 0%
3. SMA 1 - 1 1,44%
4. D3 9 14 23 33,34%
5. S1 24 15 39 56,52%

12
6. S2 5 1 6 8,70%
Jumlah 39 30 45 100%

Pegawai Pemerintah dengan Perjanjanjian Kerja (PPPK) pada Rumah


Sakit Umum Daerah Kabupaten Konawe Utara keadaan s.d 31 Desember 2021

Tabel 5 Jumlah PPPK Non ASN s.d 31 Desember 2021

Jumlah
No. Pendidikan
(Orang)

1 S. 2 -
2 S. 1 46
3 Sarjana Muda (D.I, D.II, D.III) 102
4 SMU/SMA/SLTA 23
5 SMP/SLTP -
6 SD -
Jumlah Total 171

13
2.2 Profil Peserta
Berikut ini adalah profil penulis
Nama : Yunita Andriani
NIP : 19920917 202012 2 010
Pendidikan : Diploma IV Bidan Pendidik
Jabatan : Bidan Ahli Pertama
Unit Kerja : BLUD Rumah Sakit Konawe Utara
Pengalaman Kerja : Staf di STIKes Pelita Ibu (2013-2020)
Tugas dan Fungsi Jabatan Bidan ahli pertama menurut Permenpan RB No. 36 Tahun
2019 adalah sebagai berikut:
1. Melakukan pengkajian pada ibu hamil fisiologis;
2. Menyusun perencanaan asuhan kebidanan pada ibu hamil fisiologis;
3. Memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil fisiologis;
4. Melakukan pengkajian pada ibu bersalin fisiologis;
5. Memberikan asuhan Kala I persalinan fisiologis;
6. Melakukan asuhan Kala II persalinan fisiologis;
7. Melakukan asuhan Kala III persalinan fisiologis;
8. Melakukan asuhan Kala IV persalinan fisiologis;
9. Melakukan pengkajian pada ibu nifas fisiologis;
10. Melakukan asuhan kebidanan pada ibu nifas fisiologis;
11. Melakukan persiapan pre operasi obstetri ginekologi;
12. Memberikan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang kesehatan ibu dan
anak pada individu atau keluarga sesuai dengan kebutuhan;
13. Melakukan fasilitasi Inisiasi Menyusu Dini (IMD);
14. Melakukan asuhan neonatal esensial;
15. Melakukan asuhan pelayanan neonatal pada 6 jam - 48 jam paska kelahiran
(KN1);
16. Melakukan asuhan pelayanan neonatal pada hari ke 3 - hari ke 7 paska kelahiran
(KN2) ;
17. Melakukan asuhan pelayanan neonatal pada hari ke 8 - hari ke 28 paska kelahiran
(KN3);
18. Memfasilitasi konseling kesehatan reproduksi;

14
19. Memfasilitasi konseling pra nikah;
20. Memfasilitasi konseling keluarga berencana (KB);
21. Melakukan pemetaan sasaran dan analisis data pada keluarga dan masyarakat;
22. Melakukan pembinaan keluarga balita/remaja/lansia;
23. Berpartisipasi aktif dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa;
24. Melaksanakan tugas jaga shift malam;
25. Melakukan asuhan kebidanan di kamar bedah;
26. Mengidentifikasi kebutuhan, melakukan analisis dan merencanakan kegiatan
UKM terkait pelayanan kebidanan di Puskesmas;
27. Melakukan pemantauan pelaksanaan persalinan dan pencegahan komplikasi;
28. Melakukan monitoring dan evaluasi asuhan kebidanan di tingkat Puskesmas; dan
29. Melakukan skrining Pencegahan Penularan HIV, sifilis, hepatitis B dari ibu ke
anak (PPIA) di

2.3 Konsepsi Nilai Dasar, Kedudukan dan Peran ASN (BerAKHLAK, SMART ASN
& MANAJEMEN ASN)
2.3.1 Nilai Dasar ASN Ber-AKHLAK

PNS yang bertindak sebagai Aparatur Sipil Negara seyogyanya dan sepantasnya
harus memiliki nilai-nilai dasar, berdasarkan UUD Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur
Sipil Negara mengenai Fungsi ASN yaitu sebagai Pelaksana Kebijakan Publik, Pelayan
Publik, serta perekat dan pemersatu Bangsa. Nilai-nilai yang wajib dimaknai dan
dijalankan sebagai dasar PNS yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten,
Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif disingkat dengan Ber-AKHLAK.
Nilai dasar Ber-AKHLAK menjadi acuan bagi PNS dalam menjalankan kewajiban
dan tupoksi dengan penuh rasa tanggung jawab dan profesional. Adapun panduan
perilaku PNS Ber-AKHLAK tersebut adalah sebagai berikut

1. Berorientasi Pelayanan
Sebagaimana kita ketahui, ASN sebagai suatu profesi berlandaskan pada
prinsip sebagai berikut: nilai dasar; kode etik dan kode perilaku; komitmen, integritas
moral, dan tanggung jawab pada pelayanan publik; kompetensi yang diperlukan
sesuai dengan bidang tugas; kualifikasi akademik; jaminan perlindungan hukum
dalam melaksanakan tugas; dan profesionalitas jabatan.

15
Definisi nilai dasar sendiri adalah kondisi ideal atau kewajiban moral tertentu
yang diharapkan dari ASN untuk mewujudkan pelaksanaan tugas instansi atau unit
kerjanya. Sedangkan kode etik adalah pedoman mengenai kewajiban moral ASN yang
ditunjukkan dalam sikap atau perilaku terhadap apa yang dianggap/dinilai baik atau
tidak baik, pantas atau tidak pantas baik dalam melaksanakan tugas maupun dalam
pergaulan hidup sehari-hari. Adapun kode perilaku adalah pedoman mengenai sikap,
tingkah laku, perbuatan, tulisan, dan ucapan ASN dalam melaksanakan tugasnya dan
pergaulan hidup sehari-hari yang merujuk pada kode etik.
Mengenai panduan perilaku/kode etik dari nilai Berorientasi Pelayanan
sebagai pedoman bagi para ASN dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, yaitu:
a. Memahami dan Memenuhi Kebutuhan Masyarakat

Nilai Dasar ASN yang dapat diwujudkan dengan panduan perilaku


Berorientasi Pelayanan yang pertama ini diantaranya:
1) mengabdi kepada negara dan rakyat Indonesia;
2) menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak;
3) membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian; dan
4) menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerja sama.
b. Ramah, Cekatan, Solutif, dan Dapat Diandalkan

Adapun beberapa Nilai Dasar ASN yang dapat diwujudkan dengan panduan
perilaku Berorientasi Pelayanan yang kedua ini diantaranya:
1) memelihara dan menjunjung tinggi standar etika yang luhur;
2) memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program pemerintah;
dan
3) memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat,
berdaya guna, berhasil guna, dan santun.
c. Melakukan Perbaikan Tiada Henti

Nilai Dasar ASN yang dapat diwujudkan dengan panduan perilaku


Berorientasi Pelayanan yang ketiga ini diantaranya:
1) mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik; dan
2) mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.

Pelayanan publik erat kaitannya dengan pegawai ASN, sangatlah penting


untuk memastikan bahwa ASN mengedepankan nilai berorientasi pelayanan yang
16
harus dilandasi perubahan pola pikir ASN, didukung dengan semangat
penyederhanaan birokrasi yang bermakna penyederhanaan sistem, penyederhanaan
proses bisnis dan juga transformasi menuju pelayanan berbasis digital.
Pelayanan publik yang prima sudah tidak bisa ditawar lagi ketika lembaga
pemerintah ingin meningkatkan kepercayaan publik, karena dapat menimbulkan
kepuasan bagi pihak-pihak yang dilayani.
Kalimat Afirmasi :“ Kami berkomitmen memberikan pelayanan prima demi
kepuasan masyarakat “
2. Akuntabel
Akuntabilitas adalah kewajiban untuk betanggung jawab kepada
seseorang/organisasi yang memberikan amanat. Dalam konteks ASN, Akuntabilitas
adalah kewajiban untuk mempertanggungjawabkan segala tindakan dan tanduknya
sebagai pelayanan public kepada atasan, lembaga Pembina, dan lebih luasnya kepada
publik (Matsiliza dan Zonke, 2017).
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau
institusi untuk memenuhi tanggung jawab dari amanah yang dipercayakan
kepadanya. Jadi secara sederhana definisi Akuntabel adalah bertanggung jawab atas
kepercayaan yang diberikan
Amanah seorang menurut SE Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2021 adalah menjamin terwujudnya perilaku
yang sesuai dengan Core Values ASN BerAKHLAK. Dalam konteks Akuntabilitas,
perilaku tersebut adalah :
a. Kemampuan melaksanaan tugas dengan jujur,bertanggung jawab, cermat, disiplin
dan berintegritas tinggi
b. Kemampuan menggunakan kekayaan dan barangmilik negara secara bertanggung
jawab, efektif, danefisien
c. Kemampuan menggunakan Kewenangan jabatannyadengan berintegritas tinggi .

3. Kompeten
Terkait dengan perwujudan kompetensi ASN dapat diperhatikan dalam Surat
Edaran Menteri PANRB Nomor 20 Tahun 2021 dalam poin 4, antara lain, disebutkan
bahwa panduan perilaku (kode etik) kompeten yaitu : (a) Meningkatkan kompetensi
diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah, (b) Membantu orang lain belajar
dan (c) Melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik. Perilaku kompeten ini

17
sebagaimana dalam poin 5 Surat Edaran Menteri PANRB menjadi bagian dasar
penguatan budaya kerja di instansi pemerintah untuk mendukung pancapaian kinerja
Individu dan tujuan organisasi/instansi.
Adapun Kode Etik nilai Kompeten :
a. Meningkatkan kompetensi diri :
1) Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu
berubah adalah keniscayaan.
2) Pendekatan pengembangan mandiri ini disebut dengan Heutagogi atau disebut
juga sebagai teori “net-centric”, merupakan pengembangan berbasis pada
sumber pembelajaran utama dari internet.
3) Perilaku lain ASN pembelajar yaitu melakukan konektivitas dalam basis
online network.
4) Sumber pembelajaran lain bagi ASN dapat memanfaatkan sumber keahlian
para pakar/konsultan, yang mungkin dimiliki unit kerja atau instansi ASN
bekerja atau tempat lain.
5) Pengetahuan juga dihasilkan oleh jejaring informal (Network), yang mengatur
diri sendiri dalam interaksi dengan pegawai dalam organisasi dan atau luar
organisasi.
b. Membantu orang lain belajar
1) Sosialisasi dan percakapan di ruang istirahat atau di kafetaria kantor termasuk
morning tea/ coffee sering kali menjadi ajang transfer pengetahuan.
2) Perilaku berbagi pengetahuan bagi ASN pembelajar yaitu aktif dalam “pasar
pengetahuan” atau forum terbuka (Knowledge Fairs and Open Forums).
3) Mengambil dan menembangkan pengetahuan yang terkandung dalam
dokumen kerja seperti laporan, presentasi, artikel, dan sebagainya dan
memasukkannya ke dalam repository di mana ia dapat dengan mudah
disimpan dan diambil (Knowledge Respositories).
4) Aktif untuk akses dan transfer pengetahuan (Knowledge Acces and Transfer),
dalam bentuk pengembangan jejaring ahli (expert network),
pendokumentasian pengalamannya/pengetahuannya, dan mencatat
pengetahuan bersumber dari refleksi pengalamatn (lessons learned).

18
c. Melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik
1) Pengetahuan menjadi karya : sejalan dengan kecenderungan setiap organisasi,
baik instansi pemerintah maupun swasta, bersifat dinamis, hidup dan
berkembang melalui berbagai perubahan lingkungan dan karya manusia.
2) Pentingnya berkarya terbaik dalam pekerjaan selayaknya tidak dilepaskan
dengan apa yang menjadi terpenting dalam hidup seseorang.
Kalimat AFIRMASI : “Kami terus belajar dan mengembangkan kapabilitas”

4. Harmonis
Arti kata harmoni secara umum adalah keselarasan, kesesuaian, kecocokan dan
keseimbangan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Kemendikbud,
harmoni berarti pernyataan rasa, aksi, gagasan, dan minat; keselarasan; keserasian.
Dalam bidang filsafat, harmoni atau harmonis adalah kerja sama antara berbagai
faktor dengan sedemikian rupa hingga faktor-faktor tersebut dapat menghasilkan suatu
kesatuan yang luhur. Unsur-unsur yang dapat di tarik dari perumusan pengertian
harmonisasi, antara lain:
a. Adanya hal-hal ketegangan yang berlebihan
b. Menyelaraskan kedua rencana dengan menggunakan bagian masing-masing agar
membentuk suatu system
c. Suatu proses atau suatu upaya untuk merealisasi keselarasan, kesesuaian,
kecocokan, dan keseimbangan
d. Kerjasama antara berbagai faktor yang sedemikian rupa, hingga faktor-faktor
tersebut menghasilkan kesatuan yang luhur.
Berakar dari Semboyan Negara Indonesia yakni Bhinneka Tunggal Ika, yang
berarti “Berbeda-beda Namun Tetap Satu Jua”, seorang pelayan publik harus dapat
menghargai setiap orang apapun latar belakangnya. Penting bagi setiap ASN untuk
dapat menciptakan dan membangun lingkungan kerja yang kondusif. Karena dengan
kenyamanan lingkungan kerja, ASN diyakini dapat lebih produktif.

5. Loyal
Secara etimologis, istilah “loyal” diadaptasi dari bahasa Prancis yaitu “Loial”
yang artinya mutu dari sikap setia. Secara harfiah loyal berarti setia, atau suatu
kesetiaan.Kesetiaan ini timbul tanpa adanya paksaan, tetapi timbul dari kesadaran
sendiri pada masa lalu. Bagi seorang Pegawai Negeri Sipil, kata loyal dapat dimaknai
19
sebagai kesetiaan, paling tidak terhadap cita-cita organisasi, dan lebih-lebih kepada
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Loyalitas merupakan suatu hal yang bersifat emosional. Untuk bisa
mendapatkan sikap loyal seseorang, terdapat banyak faktor yang akan
memengaruhinya. Terdapat beberapa ciri/karakteristik yang dapat digunakan oleh
organisasi untuk mengukur loyalitas pegawainya, antara lain :

a. Taat pada Peraturan


Seorang pegawai yang loyal akan selalu taat pada peraturan. Sesuai dengan
pengertian loyalitas, ketaatan ini timbul dari kesadaran anggota jika peraturan yang
dibuat oleh organisasi semata-mata disusun untuk memperlancar jalannya
pelaksanaan kerja organisasi.
b. Bekerja dengan Integritas
Sesungguhnya seorang pegawai yang loyal dapat dilihat dari seberapa besar
dia menunjukan integritas mereka saat bekerja. Integritas yang sesungguhnya adalah
“ melakukan hal yang benar, dengan mengetahui bahwa orang lain tidak mengetahui
apakah anda melakukannya atau tidak”.
c. Tanggung Jawab pada Organisasi
Ketika seorang pegawai memiliki sikap sesuai dengan pengertian loyalitas,
maka secara otomatis ia akan merasa memiliki tanggung jawab yang besar terhadap
organisasinya. Pegawai akan berhati-hati dalam mengerjakan tugas-tugasnya,
namun sekaligus berani untuk mengembangkan berbagai inovasi demi kepentingan
organisasi.
d. Kemauan untuk Bekerja Sama
Bekerja sama dengan orang lain dalam suatu kelompok memungkinkan
seorang anggota mampu mewujudkan impian perusahaan untuk dapat mencapai
tujuan yang tidak mungkin dicapai oleh seseorang anggota secara individual.
e. Rasa Memiliki yang Tinggi
Adanya rasa memiliki anggota terhadap organisasi akan membuat anggota
memiliki sikap untuk ikut menjaga dan bertanggung jawab terhadap organisasi
sehingga pada akhirnya akan menimbulkan sikap sesuai dengan pengertian loyalitas
demi tercapainya tujuan organisasi.

20
f. Hubungan Antar Pribadi
Pegawai yang memiliki loyalitas yang tinggi akan mempunyai hubungan
antar pribadi yang baik terhadap pegawai lain dan juga terhadap pemimpinnya.
Hubungan pribadi ini meliputi hubungan sosial dalam pergaulan sehari-hari, baik
yang menyangkut hubungan kerja maupun kehidupan pribadi.
g. Kesukaan Terhadap Pekerjaan
Sebagai seorang manusia, seorang pegawai pasti akan mengalami masa-masa
jenuh terhadap pekerjaan yang dilakukannya setiap hari. Seorang pegawai yang
memiliki sikap loyalitas akan mampu menghadapi permasalahan ini dengan
bijaksana.
h. Keberanian Mengutarakan Ketidaksetujuan
Pegawai yang loyal akan membagikan opini mereka, bahkan saat mereka tau
bahwa pimpinan tidak mengapresiasi opini mereka. Namun, mereka ingin organisasi
menjadi lebih baik kedepannya. Bahkan, terkadang mereka berani melawan akan
sebuah keputusan yang memang dirasa kurang baik.
i. Menjadi Teladan bagi Pegawai Lain
Salah satu ciri loyalitas berikutnya adalah pegawai yang bisa memberikan
contoh bagi pegawai lain. Mereka yang bisa menjadi teladan akan berpegang teguh
pada nilai organisasi, berorientasi pada target, kemampuan interpersonal yang kuat,
cepat adaptasi, selalu berinisiatif, dan memiliki kemampuan memecahkan masalah
dengan baik.
Loyal merupakan salah satu nilai yang terdapat dalam Core Values ASN
yang dimaknai bahwa setiap ASN harus berdedikasi dan mengutamakan
kepentingan bangsa dan Negara, dengan kata kunci komitmen, dedikasi, konstribusi,
nasionalisme, dan pengabdian, serta dengan adanya panduan perilaku :

a) Memegang teguh Ideologi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik


Indonesia tahun 1945, setia kepada NKRI serta Pemerintahan yang sah;
b) Menjaga nama baik sesama ASN, Pimpinan Instansi dan Negara; serta
c) Menjaga rahasia jabatan dan Negara.

6. Adaptif
Adaptif dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia bermakna menyesuaikan (diri)
dengan keadaan. Adaptif berarti terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan

21
ataupun menghadapi perubahan. Adaptif merupakan salah satu karakter penting yang
dibutuhkan oleh individu maupun organisasi untuk mempertahankan kelangsungan
hidupnya. Terdapat alasan mengapa nilai-nilai adaptif perlu diaktualisasikan dalam
pelaksanaan tugas-tugas jabatan di sektor publik, seperti di antaranya perubahan
lingkungan strategis, kompetisi yang terjadi antar instansi pemerintahan, perubahan
iklim, perkembangan teknologi dan lain sebagainya. Adaptif memiliki kata kunci
Inovasi, antusias terhadap perubahan, dan proaktif.
Adaptasi merupakan kemampuan alamiah dari makhluk hidup. Organisasi dan
individu di dalamnya memiliki kebutuhan beradaptasi selayaknya makhluk hidup, untuk
mempertahankan keberlangsungan hidupnya. Kemampuan beradaptasi juga
memerlukan adanya inovasi dan kreativitas yang ditumbuhkembangkan dalam diri
individu maupun organisasi. Di dalamnya dibedakan mengenai bagaimana individu
dalam organisasi dapat berpikir kritis versus berpikir kreatif. Pada level organisasi,
karakter adaptif diperlukan untuk memastikan keberlangsungan organisasi dalam
menjalankan tugas dan fungsinya. Penerapan budaya adaptif dalam organisasi
memerlukan beberapa hal, seperti di antaranya tujuan organisasi, tingkat kepercayaan,
perilaku tanggung jawab, unsur kepemimpinan dan lainnya. Budaya adaptif sebagai
budaya ASN merupakan kampanye untuk membangun karakter adaptif pada diri ASN
sebagai individu yang menggerakkan organisasi untuk mencapai tujuannya. Diharapkan
setiap ASN nantinya menanamkan nilai adaptif sehingga setiap ASN akan cepat
menyesuaikan diri terhadap perubahan, terus berinovasi dan mengembangkan
kreatifitas, serta selalu bertindak proaktif pada setiap perubahan.

7. Kolaboratif
Kolaboratif adalah merupakan proses partisipasi beberapa orang, kelompok, dan
organisasi yang bekerja sama untuk mencapai hasil yang diinginkan. Kolaborasi
menyelesaikan visi bersama, mencapai hasil positif bagi khalayak yang dilayani, dan
membangun sistem yang saling terkait untuk mengatasi masalah dan peluang.
Kolaborasi juga melibatkan berbagi sumber daya dan tanggung jawab untuk secara
bersama merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi program-program untuk
mencapai tujuan bersama. Jika dikaitan dengan ASN, kolaboratif sangat diperlukan
dalam sebuah organisasi. Seorang ASN harus bersedia untuk berbagi visi, misi,
kekuatan, sumber daya dan tujuan. Seorang ASN yang profesional dalam
menyelesaikan tugas-tugasnya harus mampu berkolaborasi dengan berbagai elemen

22
yang ada ditempatnya bekerja sehingga akan tercipta suatu kerjasama yang sinergis
yang dapat memaksimalkan hasil dari tugas yang dilaksanakannya.
Oleh karena itu, seorang ASN harus mampu menerapkan kalimat afirmasi
“Kami membangun kerjasama yang sinergi” dalam melaksanakan setiap tugas-
tugasnya. Kata kunci dari kolaboratif yang perlu dipegang oleh seorang ASN adalah :
a. Kesediaan bekerja sama.
b. Sinergi untuk hasil yang lebih baik.
Dalam melakukan Kolaboratif seorang ASN harus memperhatikan beberapa
nilai-nilai (kode etik) yaitu :
a. Memberi kesempatan berbagai pihak untuk berkontribusi
b. Terbuka dalam bekerjasama untuk menghasilkan nilai tambah
c. Menggerakan pemamfaatan berbagai sumber daya untuk tujuan bekerja sama

2.3.2 Kedudukan dan Peran ASN


1. SMART ASN
Smart ASN adalah profil Aparatur Sipil Negara yang cerdas, berdaya
saing dan menguasai Teknologi dan Informasi dalam menghadapi revolusi
industry 4.0 (Pusat Pengkajian dan Penelitian Kepegawaian Nomor: 032-Juni
2019) yang disiapkan untuk mewujudkan birokrasi Indonesia berkelas dunia
(World Class Government). Profil ASN tersebut meliputi Profil Smart ASN
meliputi integritas, nasionalisme, profesionalisme, berwawasan global,
menguasai IT dan bahasa asing, berjiwa hospitality, berjiwa
entrepreneurship, dan memiliki jaringan luas.
a. Integritas
Integritas adalah konsistensi berperilaku yang selaras dengan nilai,
norma dan/atau etika organisasi, dan jujur dalam hubungan dengan atasan,
rekan kerja, bawahan langsung, dan pemangku kepentingan, serta mampu
mendorong terciptanya budaya etika tinggi, bertanggung jawab atas
tindakan atau keputusan beserta risiko yang menyertainya.
b. Nasionalisme
Nasionalisme adalah paham kebangsaan yang tumbuh karena adanya
persamaan nasib dan sejarah serta kepentingan untuk hidup bersama
sebagai suatu bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, demokratis dan
maju dalam satu kesatuan bangsa dan negara serta cita-cita bersama guna
23
mencapai, memelihara dan mengabdi identitas, persatuan, kemakmuran
dan kekuatan atau kekuasaan negara bangsa yang bersangkutan. 5 Dalam
implementasinya, seorang ASN harus bekerja dengan semangat cinta
tanah air Indonesia.
c. Profesionalisme
Pengertian profesionalisme, adalah merupakan komitmen para
anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuannya secara terus
menerus (Nurita Putranti,Blog). Oleh karena Pegawai Negeri Sipil
merupakan salah satu profesi maka konsekuensinya harus selalu
meningkatkan kemampuannya secara terus menerus agar dalam
melaksanakan tugas atau pekerjakaan dapat dilaksanakan secara
profesional. Berpedoman pada pengertian dimuka, menunjukkan bahwa
Pegawai Negeri Sipil yang merupakan bagian dari profesi agar dapat
melaksanakan pekerjaan secara professional harus diperhatikan dan
memperhatikan mengenai profesionalisme.
d. Berwawasan global
ASN yang berwawasan global, disini diartikan sebagai organ
birokrasi yang mampu melihat melampaui (beyond) dinding-dinding kaku
tempat ia bekerja melalui pandangan yang bulat, menyeluruh serta mampu
menemukan dan menggunakan perkembangan atau inovasi lain yang ada
baik dalam skala nasional maupun internasional.
e. Menguasai IT dan bahasa asing
ASN dituntut tidak Gaptek (Gagap Teknologi) dan informasi yakni
dapat mengoperasikan dan memanfaatkan aplikasi-aplikasi produk IT
termasuk dapat dengan bijak memanfaatkan internet yang digunakan
dalamn meningkatkan efektifitas dan efisiensi untuk meningkatlkan
kinerja dalam rangka meningkatkan kualitas tugas dan fungsinya dalam
pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, seorang ASN
selain menguasai Bahasa Indonesia dengan baik dan benar juga memiliki
kemampuan menguasai bahasa asing seperti bahasa Inggris, bahasa
Mandarin dan lain sebagainya.

24
f. Hospitality
Hospitality merupakan cara pemberian pelayanan atau penerimaan
tamu, pengunjung, atau bahkan orang asing yang datang sehingga mereka
akan memiliki kesan baik dan terpuaskan dengan pelayanan yang
diberikan.
g. Entrepreneurship
ASN dituntut memiliki kemampuan entrepreneurship yakni berjiwa
kewirausahaan yang ditandai dengan dimilikinya keberanian, kreatifitas,
inovatif, pantang menyerah dan cerdas dalam menangkap dan
menciptakan peluang serta bertanggung jawab. Enterpreneurship juga
dapat diartikan berpikir tentang masa depan orang banyak, kehidupan
orang banyak, kesejahteraan masyarakat dan bagaimana cara membantu
mereka yang membutuhkan. Dan dengan dimilikinya kemampuan
Enterpreneurship ini maka seorang ASN akan mampu meningkatkan
kinerja dalam setiap waktunya.
h. Networking
Networking adalah membangun menjalin hubungan dengan orang
lain atau organisasi yang berpengaruh positif pada kesuksesan professional
maupun personal.

Literasi digital merupakan hal paling utama dalam mewujudkan ASN yang
berdaya saing dalam perkembangan teknologi dan informasi. Ada 4 pilar literasi
digital, yaitu:
a. Etika bermedia digital
Etika bermedia digital adalah kemampuan individu dalam menyadari,
mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan
mengembangkan tata kelola etika digital (netiquette) dalam kehidupan sehari-
hari meliputi:
1) Pengetahuan dasar akan peraturan, regulasi yang berlaku, tata karma, dan
etika berinternet (netiquette)
2) Pengetahuan dasar membedakan informasi apa saja yang mengandung
hoax dan tidak sejalan, seperti: pornografi, perundungan, dll.

25
3) Pengetahuan dasar berinteraksi, partisipasi dan kolaborasi di ruang digital
yang sesuai dalam kaidah etika digital dan peraturan yang berlaku
4) Pengetahuan dasar bertransaksi secara elektronik dan berdagang di ruang
digital yang sesuai dengan perturan yang berlaku.
Adapun ruang lingkup etika dalam dunia digital menyangkut
pertimbangan perilaku yang dipenuhi kesadaran, tanggung jawab, integritas
(kejujuran), dan nilai kebajikan. Baik itu dalam hal tata kelola, berinteraksi,
perpartisipasi, berkolaborasi dan bertransaksi elektronik.
1) Budaya bermedia digital
Kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan,
memeriksa dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan
Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari. Adapun dasar-
dasarnya adalah sebagai berikut:
a) Pengetahuan dasar akan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai
landasan kehidupan berbudaya, berbangsa, dan berbahasa Indonesia
b) Pengetahuan dasar membedakan informasi mana saja yang tidak
sejalan dengan nilai Pancasila di mesin telusur, seperti perpecahan,
radikalisme, dll.
c) Pengetahuan dasar menggunakan Bahasa Indoensia baik dan benar
dalam berkomunikasi, menjunjung nilai Pancasila dan Bhinneka
Tunggal Ika
d) Pengetahuan dasar yang mendorong perilaku konsumsi sehat,
menabung, mencintai produk dalam negeri dan kegaitan produktif
lainnya.
2) Aman bermedia digital
Kemampuan individu dalam mengenali, mempolakan, menerapkan,
menganalisis, menimbang dan meningkatkan kesadaran keamanan digital
dalam kehidupan sehari-hari. Adapun dasar-dasarnya adalah sebagai
berikut:
a) Pengetahuan dasar fitur proteksi perangkat keras (kata sandi,
fingerprint) pengetahuan dasar memproteksi identitas digital (kata
sandi)

26
b) Pengetahuan dasar dalam mencari informasi dan data valid dari sumber
yang terverifikasi dan terpercaya, memahami spam, phishing.
c) Pengetahuan dasar dalam memahami fitur keamanan platform digital
dan menyadari adanya rekam jejak digital dalam memuat konten
sosmed.
d) Pengetahuan dasar perlindungan diri atas penipuan (scam) dalam
transaksi digital serta protokol keamanan seperti PIN dan kode
otentikasi.
3) Cakap bermedia digital
Kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, dan
menggunakan perangkat keras dan piranti lunak TIK serta system operasi
digital dalma kehidupan sehari-hari. Adapun dasar-dasarnya adalah
sebagai berikut:
a) Pengetahuan dasar menggunakan perangkat keras digital
(Handphone/HP, Personal Computer/PC)
b) Pengetahuan dasar tentang mesin telusur (search engine) dalam
mencari informasi dan data, memasukkan kata kunci dan memilah
berita benar
c) Pengetahuan dasar tentang beragam aplikasi chat dan media sosial
untuk berkomunikasi dan berinteraksi, mengunduh dan mengganti
setting
d) Pengetahuan dasar tentang beragam aplikasi dompet digital dan e-
commerce untuk memantau keuangan dan bertransaksi secara digital
2. Manajemen ASN
Aparatur Sipil Negara (ASN) mempunyai peran yang sangat penting
dalam rangka menciptakan masyarakat madani yang taat hukum,
berperadaban moderen, demokratis, makmur, adil, dan bermoral tinggi dalam
menyelenggarakan pelayanan kepada masyarakat secara adil dan merata,
menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan penuh kesetiaan kepada
Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Manajemen ASN adalah
pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN yang professional,
memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari
praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Manajemen ASN lebih menekankan

27
kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu tersedia
sumber daya aparatur sipil Negara yang unggul selaras dengan perkembangan
jaman.
Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur negara yang menjalankan
kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah serta harus
bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik. Untuk
menjalankan kedudukannya tersebut, maka Pegawai ASN berfungsi sebagai
berikut:
a. Pelaksana kebijakan publik; Setiap pegawai ASN harus memiliki nilai-
nilai kepublikan, berorientasi pada kepentingan publik dan senantiasa
menempatkan kepentingan publik, bangsa dan negara di atas kepentingan
lainnya, mengedepankan kepentingan nasional ketimbang kepentingan
sektoral dan golongan. Untuk itu pegawai ASN harus memiliki karakter
kepublikan yang kuat dan mampu mengaktualisasikannya dalam setiap
langkah-langkah pelaksanaan kebijakan publik
b. Pelayan publik; Setiap pegawai ASN senantiasa bersikap adil dan tidak
diskriminasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Mereka
harus bersikap profesional dan berintegritas dalam memberikan
pelayanan. Tidak boleh mengejar keuntungan pribadi atau instansinya
belaka, tetapi pelayanan harus diberikan dengan maksud memperdayakan
masyarakat, menciptakan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.
Untuk itu integritas menjadi penting bagi setiap pegawai ASN. Senantiasa
menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, keadilan, tidak korupsi,
transparan, akuntabel dan memuaskan publik.
c. Perekat dan pemersatu bangsa; Setiap pegawai ASN harus memiliki jiwa
nasionalisme dan wawasan kebangsaan yang kuat, memiliki kesadaran
sebagai penjaga kedaulatan negara, menjadi perekat bangsa dan
mengupayakan situasi damai di seluruh wilayah Indonesia, dan menjaga
keutuhan NKRI

28
BAB III
RENCANA KEGIATAN AKTUALISASI

3.1. Identifikasi, Penetapan dan Analisis Isu


3.1.1. Identifikasi dan Penetapan Isu

Sebelum menetapkan judul rancangan aktualisasi terlebih dahulu dilakukan


identifikasi dan penetapan isu. Isu-isu ditemukan dari hasil pengamatan penulis di
tempat kerja. Setelah menemukan isu-isu tahap selanjutnya adalah mengidentifikasi
isu tersebut terkait kondisi saat ini dan kondisi yang diharapkan oleh penulis. Dari hasil
identifikasi isu tersebut akan menghasilkan isu yang layak diangkat dan dijadikan
sebagai rancangan aktualisasi.
a. Isu Ke -1 : Rendahnya pengetahuan ibu pasca Sectio Caesarea tentang
praktik menyusui
1) Kondisi masalah saat ini
Berdasarkan PP No 33 Tahun 2012, setiap ibu yang melahirkan harus
memberikan ASI Eksklusif kepada Bayi yang dilahirkannya. Hal itu
disebabkan karena Air susu ibu (ASI) merupakan makanan terbaik dan tidak
tergantikan oleh apapun untuk tumbuh kembang bayi, menunjang kesehatan
bayi secara optimal, serta mewujudkan ikatan emosional antara ibu dan
bayinya. . Kewajiban tersbut tidak hanya berlaku bagi ibu yang melahirkan
secara pervaginam namun juga ibu yang melahirkan secara sectio caesarea. Ibu
yang bersalin dengan sectio caesarea perlu mendapatkan perawatan nifas di
ruang perawatan kebidanan. Selama dirawat, seluruh ibu pasca sectio caesarea
seharusnya menyusui bayinya sejak hari pertama pasca sectio caesarea. Namun
kenyataan di lapangan mengungkapkan bahwa praktik menyusui pada ibu
pasca sectio caesarea masih rendah karena kurangnya pengetahuan ibu tentang
praktik menyusui itu sendiri.
2) Dampak jika masalah tidak teratasi
Jika masalah tidak teratasi maka akan terjadi kegagalan pemberian ASI esklusif
pada bayi 0-6 bulan. Hal tersebut di kemudian hari menjadi penyumbang
terjadinya masalah gizi pada bayi, imunitas yang rendah pada bayi hingga
menyebabkan stunting pada anak di bawah 2 tahun.

29
3) Dukungan teoritik dari agenda III
Manajemen ASN : Seorang bidan memiliki kewajiban untuk memberikan
KIE kesehatan sesuai dengan kebutuhan tanpa menghakimi perilaku ataupun
pendapat
Smart ASN: Seorang bidan harus mampu memberikan pelayanan kesehatan
dengan memanfaatkan teknologi informasi yang tersedia.

b. Isu Ke -2 : Rendahnya pemahaman ibu nifas tentang perawatan tali pusat


pada bayi baru lahir
1) Kondisi masalah saat ini :
Perawatan tali pusat adalah tindakan merawat atau memelihara pada tali
pusat bayi setalah tali pusat dipotong sampai sebelum puput. Berdasarkan hasil
wawancara dan observasi pada seluruh bidan di Ruang Perawatan Kebidanan
BLUD Rumah Sakit Konawe Utara, penulis menemukan bahwa masih banyak
ibu nifas yang kurang memahami tentang perwatan tali pusat pada bayi baru
lahir. Serta masih banyak ibu dan keluarga yang kurang memperhatikan
perawatan tali pusat bayi baru lahir dan menganggap sepele teknik perawatan
tali pusat tersebut.
2) Dampak jika masalah tidak teratasi :
Dampak jika masalah tidak teratasi maka akan menimbulkan infeksi tali
pusat pada bayi baru lahir (omphalitis). Penyakit ini menginfeksi bayi baru lahir
melalui pemotongan tali pusat dengan alat yang kurang steril dan teknik
perawatan tali pusat yang salah
3) Dukungan teoritik dari agenda III
Manajemen ASN : Memberikan pelayanan kebidanan terkait kesehatan anak
secara keseluruhan sesuai dengan kewenangan
Smart ASN: Memberikan KIE dengan memanfaatkan berbagai sumber
digital yang dapat diakses dengan mudah
c. Isu Ke -3 : Rendahnya penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang
(IUD) pada ibu nifas
1) Kondisi masalah saat ini :
Penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang diharapkan agar ibu
dapat mengatur jarak kehamilan dan merencanakan kehamilannya dengan baik
sehingga komplikasi pada kehamilan dan persalinan dapat diminimalisir.
Namun pada kenyataannya, penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang
30
pada ibu nifas masih rendah yakni hanya berjumlah 4 orang dari 32 persalinan
yang menggunakan IUD pada bulan Januari-Maret 2022.
2) Dampak jika masalah tidak teratasi :
Tidak terkendali dan tidak terencananya kehamilan dan persalinan sehingga
menurunkan kualitas hidup perempuan maupun anak yang dilahirkannya dari
aspek kesehatan, ekonomi, dan social.
3) Dukungan teoritik dari agenda III
Manajemen ASN : Memberikan informasi mengenai MKJP kepada Pasangan
Usia Subur (PUS) tanpa membedakan dan tidak memberikan diskriminasi
terhadap kepercayaan-kepercayaan yang ada dimasyarakat
Smart ASN: Memberikan konseling secara responsif dengan memanfaatkan
berbagai sumber digital yang dapat diakses dengan mudah.

3.1.1. Analisis Isu (Analisis dampak isu dan Analisis Peta Permasalahan /Analisis
Faktor Penyebab Isu)

Dari beberapa isu diatas, langkah selanjutnya adalah mempertimbangkan isu


mana yang akan menjadi prioritas utama yang dapat dicari solusi berdasarkan peran
dan wewenang jabatan di instansi. Selanjutnya menganalisis isu tersebut
menggunakan metode A (Aktual), K (Kekhalayakan), P (Problematik), L
(Kelayakan) untuk mengetahui isu mana yang dominan.
Adapun kriteria penetapan indikator AKPL, yaitu:
Aktual

1: Pernah benar-benar terjadi


2: Benar-benar sering terjadi
3: Benar-benar terjadi dan bukan menjadi pembicaraan
4: Benar-benar terjadi terkadang menjadi bahan pembicaran
5: Benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan
Kekhalayakan

1: Tidak menyangkut hajat hidup orang banyak


2: Sedikit menyangkut hajat hidup orang banyak
3: Cukup menyangkut hajat hidup orang banyak
4: Menyangkut hajat hidup orang banyak
5: sangat menyangkut hajat hidup orang banyak

31
Problematik

1: Masalah sederhana
2: Masalah kurang kompleks
3: Masalah cukup kompleks namun tidak perlu segera dicarikan solusi
4: Masalah kompleks
5: Masalah sangat kompleks sehingga perlu dicarikan segera solusinya
Kelayakan

1: Masuk akal
2: Realistis
3: Cukup masuk akal dan realistis
4: Masuk akal dan realistis
5: Masuk akal, realistis, dan relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan
masalahnya

Tabel 6 Analisis Isu dengan Metode APKL

No Isu Kriteria Jumlah Ranking


Skor

A P K L
1. Kurangnya pengetahuan ibu 4 5 4 4 17 I
post SC tentang praktik
menyusui
2. Rendahnya pemahaman ibu 3 4 3 4 14 II
nifas tentang perawatan tali
pusat pada bayi baru lahir
3. Rendahnya penggunaan 3 3 4 3 13 III
metode kontrasepsi jangka
panjang

32
Analisis Penyebab Isu

Tidak
tercapainya
ASI Esklusif
Akibat
Rendahnya praktik
menyusui

Rendahnya pengetahuan ibu pasca


Sectio Caesarea tentang praktik Isu
menyusui
Pada ibu Pasca Sectio Caesaera
Kurangnya Kurangnya Kurangnya Tingkat
dukungan sumber pengalaman Pendidikan Penyebab
keluarga informasi menyusui rendah

Pengadaan
Pemberian Gagasan
Leaflet &
KIE kreatif
Banner
Gambar 2 Analisis Penyebab Isu

Permasalahan rendahnya praktik menyusui pada ibu pasca Sectio Caesarea terjadi
karena kurangnya pengetahuan, kurangnya sumber informasi, kurangnya pengalaman
menyusui, dan tingkat pendidikan yang rendah. Oleh karena itu Pemberian KIE dan pengadaan
sumber informasi tentang praktik menyusui perlu dilaksanakan. Penambahan sumber informasi
tersebut dapat dilakukan dengan cara Pemberian KIE, pengadaan leaflet dan juga banner.

3.2. Gagasan Kreatif/Terpilih dan Kegiatan sebagai Pemecahan Isu


Gagasan kreatif untuk penyelesaian isu tersebut di atas, dengan merujuk pada
penyebabnya adalah “Peningkatan pengetahuan ibu pasca sectio caesarea tentang praktik
menyusui dengan menggunakan leaflet dan banner”. Gagasan tersebut terkait dengan Mata
Pelatihan Manejemen ASN di mana setiap pegawai ASN senantiasa bersikap adil dan tidak
diskriminasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. ASN harus bersikap
profesional dan berintegritas dalam memberikan pelayanan. Pelayanan yang diberikan dalam
gagasan pemecahan isu ini adalah pemberian KIE kepada ibu pasca sectio caesarea.

33
3.3. Deskripsi/Penjelasan Kegiatan

1. Unit Kerja : BLUD Rumah Sakit Konawe Utara


2. Isu yang Diangkat : Rendahnya pengetahuan ibu pasca Sectio Caesarea tentang praktik menyusui
3. Gagasan Pemecahan Isu : “Peningkatan pengetahuan Ibu Pasca Sectio Caesarea tentang praktik menyusui melalui
Pemberian KIE tentang praktik menyusui dengan menggunakan leaflet dan banner”
a. Konsultasi kepada atasan terkait rencana aktualisasi.
b. Pembuatan leaflet
a. Pengadaan banner
b. Persiapan Pemberian KIE
c. Melakukan Pemberian KIE
d. Evaluasi dan pelaporan
4. Tujuan Pemecahan Isu : Meningkatnya pengetahuan ibu pasca Sectio Caesarea tentang praktik menyusui.

Tabel 7 Rancangan Aktualisasi

No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Kontribusi Penguatan Nilai
Pelatihan terhadap Visi Misi Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1 Melakukan Menyiapkan bahan Tersedianya a. Berorientasi Pelayanan Terlaksananya Terlaksananya
konsultasi konsultasi bahan Saya akan menyiapkan kegiatan konsultasi kegiatan konsultasi
kepada atasan konsultasi bahan konsultasi secara dengan pimpinan dengan pimpinan
terkait professional merupakan merupakan
rencana perwujudan dari menguatkan nilai
aktualisasi misi ke-3 yaitu

34
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Kontribusi Penguatan Nilai
Pelatihan terhadap Visi Misi Organisasi
Organisasi
b. Akuntabel “Terciptanya Profesional dalam
Saya akan menyiapkan lingkungan kerja organisasi.
bahan konsultasi dengan yang dinamis, sehat
cermat dan harmonis
c. Kompeten melalui
Saya akan menyiapkan penyelenggaraan
bahan konsultasi dengan manajemen rumah
kualitas terbaik sakit yang
d. Harmonis terpercaya dan
Saya akan menyiapkan transparan disertai
bahan konsultasi dengan upaya peningkatan
tujuan membantu atasan kesejahteraan
untuk lebih mudah karyawan/ pegawai
memahami rencana rumah sakit ”
aktualisasi saya
e. Loyal
Saya akan menyiapkan
bahan konsultasi dengan
mengutamakan
kepentingan bersama.
f. Adaptif
Saya akan bersikap
proaktif dalam
menyiapkan bahan
konsultasi.
g. Kolaboratif
Saya akan bersikap
terbuka dalam

35
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Kontribusi Penguatan Nilai
Pelatihan terhadap Visi Misi Organisasi
Organisasi
menyiapkan bahan
konsultasi.

Meminta jadwal Tersedianya a. Berorientasi Pelayanan


pertemuan jadwal Dalam meminta jadwal
pimpinan konsultasi pertemuan pimpinan saya
akan mengedepankan
responsivitas serta
bersikap ramah dan sopan.
b. Akuntabel
Saya akan disiplin tepat
waktu dalam perjanjian
pertemuan dengan
pimpinan
c. Kompeten
Saya akan meminta jadwal
pertemuan dengan
pimpinan untuk
keberhasilan proses
konsultasi.
d. Harmonis
Dalam meminta jadwal
petemuan dengan
pimpinan saya akan
menyelaraskan waktu
saya dengan waktu
pimpinan
e. Loyal
Saya akan memegang
komitmen untuk
mengikuti jadwal yang
telah disetujui pimpinan
f. Adaptif
36
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Kontribusi Penguatan Nilai
Pelatihan terhadap Visi Misi Organisasi
Organisasi
Dalam meminta jadwal
saya akan bertindak
proaktif.
g. Kolaboratif
Saya akan membangun
kerja sama yang sinergis
dengan pimpinan terkait
penentuan jadwal
konsultasi.
Melaksanakan Dokumentasi a. Berorientasi Pelayanan
konsultasi kepada foto, catatan Dalam berkonsultasi
pimpinan arahan dan dengan pimpinan saya
masukan dari akan menerima masukan
pimpinan dan saran guna perbaikan
rencana kegiatan
aktualisasi saya.
b. Akuntabel
Dalam berkonsultasi
dengan pimpinan saya
akan menyampaikan
rencana kegiatan
aktualisasi secara
transparan.
c. Kompeten
Saat konsultasi dengan
pimpinan saya akan terus
belajar dengan saran dan
masukan yang diberikan
d. Harmonis

37
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Kontribusi Penguatan Nilai
Pelatihan terhadap Visi Misi Organisasi
Organisasi
Saya akan menghargai
pendapat pimpinan terkait
kegiatan aktualisasi yang
saya sampaikan
e. Loyal
Dalam konsultasi kepada
pimpinan saya akan
menyampaikan kontribusi
yang akan saya berikan
bagi organisasi terkait
kegiatan aktualisasi
f. Adaptif
Saya akan bersikap
proaktif saat berkonsultasi
dengan pimpinan
g. Kolaboratif
Saya akan bersikap
terbuka untuk masukan
dan saran yang akan
mendukung keberhasilan
kegiatan aktualisasi.
Melaksanakan Dokumentasi a. Berorientasi Pelayanan
konsultasi kepada foto, catatan Dalam berkonsultasi
mentor arahan dan dengan mentor saya akan
masukan dari menerima masukan dan
mentor saran guna perbaikan
rencana kegiatan
aktualisasi
b. Akuntabel
38
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Kontribusi Penguatan Nilai
Pelatihan terhadap Visi Misi Organisasi
Organisasi
Dalam berkonsultasi
dengan mentor saya akan
menyampaikan rencana
kegiatan aktualisasi secara
transparan.
c. Kompeten
Saat konsultasi dengan
mentor saya akan terus
belajar dengan saran dan
masukan yang diberikan
d. Harmonis
Saya akan menghargai
pendapat mentor terkait
kegiatan aktualisasi yang
saya sampaikan
e. Loyal
Dalam konsultasi kepada
mentor saya akan
menyampaikan kontribusi
yang akan saya berikan
bagi organisasi terkait
kegiatan aktualisasi
f. Adaptif
Saya akan bersikap
proaktif saat berkonsultasi
dengan mentor
g. Kolaboratif
Saya akan bersikap
terbuka untuk masukan
39
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Kontribusi Penguatan Nilai
Pelatihan terhadap Visi Misi Organisasi
Organisasi
dan saran yang akan
mendukung keberhasilan
kegiatan aktualisasi.
Meminta Adanya a. Berorientasi Pelayanan
persetujuan persetujuan Saya akan meminta
pimpinan yang persetujuan dan dukungan
dibuktikannya pimpinan dengan ramah
dengan adanya dan sopan.
lembar b. Akuntabel
persetujuan Saya akan bertanggung
kegiatan jawab atas persetujuan dan
dukungan yang diberikan
pimpinan.
c. Kompeten
Saya akan mengusahakan
keberhasilan kegiatan
aktualisasi.
d. Harmonis
Saya akan membangun
lingkungan kerja yang
kondusif dengan meminta
persetujuan dan dukungan
pimpinan.
e. Loyal
Saya akan berkomitmen
dalam pelaksanaan
kegiatan aktualisasi sesuai
dengan persetujuan dan
dukungan pimpinan.
40
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Kontribusi Penguatan Nilai
Pelatihan terhadap Visi Misi Organisasi
Organisasi
f. Adaptif
Saya akan bersikap
antusias dalam menerima
dukungan dari pimpinan
g. Kolaboratif
Saya akan bersedia
bekerja sama untuk
mencapai tujuan bersama.
Deskripsi keterkaitan kegiatan dengan kedudukan peran ASN dalam NKRI
Manajemen ASN : mengedepankan etika dan kode etik ASN yang bertanggung jawab dan berintegritas tinggi dalam melaksanakan profesi agar
dapat meningkatkan mutu pelayanan
Smart ASN : Menggunakan dan memanfaatkan teknologi digital dalam menjalin komunikasi di lingkungan kerja
Analisis Dampak Waktu pelaksanaan tidak sesuai dengan jadwal yang telah disusun
Prediksi Hambatan Direktur sangat sibuk, jarang ditempat
Alternatif Solusi Melakukan konsultasi via aplikasi WhatsApp

No Kegiatan Tahapan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Kontribusi terhadap Visi Penguatan Nilai
Kegiatan Pelatihan Misi Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
2 Membuat Menyiapkan Tersedianya a. Berorientasi Pelayanan Terlaksananya kegiatan Terlaksananya
Leaflet alat dan alat dan Saat akan menyiapkan materi pembuatan leaflet kegiatan pembuatan
bahan materi bahan materi leaflet sesuai kebutuhan ibu merupakan perwujudan leaflet merupakan
pasca Sectio Caesarea. dari misi ke-2 yaitu: menguatkan nilai
b. Akuntabel “ Senantiasa meningkatkan Berdedikasi dalam
Saya akan menyiapkan alat dan kualitas pelayanan kepada organisasi.
bahan materi dengan cermat. pasien melalui peningkatan
41
c. Kompeten dan pengembangan
Saya akan menyiapkan materi kualitas dan kuantitas
leaflet sesuai bidang keahlian. sumber daya manusia dan
d. Harmonis sarana/ prasarana yang
Saya akan menyiapkan materi berkesinambungan”
leaflet dengan menyelaraskan
beberapa sumber.
e. Loyal
Saya akan berdedikasi
menyusun materi leaflet untuk
kepentingan kesehatan ibu dan
anak
f. Adaptif
Saya akan menyusun materi
secara menarik dan berinovasi
g. Kolaboratif
Saya akan memanfaatkan
berbagai sumber daya yang ada
yang menunjang penyusunan
materi leaflet
Mendesain Desain a. Berorientasi Pelayanan
leaflet leaflet selesai Saya akan mendesain leaflet
dengan gambar yang sopan
b. Akuntabel
Saya akan bertanggung jawab
dengan desain leaflet yang saya
buat
c. Kompeten
Desain leaflet yang akan saya buat
bertujuan untuk membantu orang
lain belajar
d. Harmonis
42
Saat mendesain leaflet saya akan
menyelaraskan berbagai sumber
yang berbeda
e. Loyal
Saya akan mendesain leaflet
dengan menggunakan Bahasa
Indonesia yang baik dan benar
sebagai bentuk nasionalisme
f. Adaptif
Saya akan mendesain leaflet yang
berinovasi
g. Kolaboratif
Dalam mendesain leaflet saya
akan terbuka dalam bekerja
sama untuk membentuk desain
leaflet yang lebih baik.
Melaksanakan Dokumentasi a. Berorientasi Pelayanan
konsultasi foto, catatan Dalam berkonsultasi dengan
kepada arahan dan mentor saya akan menerima
mentor terkait masukan dari masukan dan saran guna
desain leaflet mentor perbaikan desain leaflet yang saya
buat.
b. Akuntabel
Dalam berkonsultasi dengan
mentor saya akan menyampaikan
desain leaflet secara transparan.
c. Kompeten
Saat konsultasi dengan mentor
saya akan terus belajar dengan
saran dan masukan yang diberikan

43
d. Harmonis
Saya akan menghargai pendapat
mentor terkait desain leaflet yang
saya buat
e. Loyal
Dalam konsultasi kepada mentor
saya akan berkomitmen untuk
membuat desain leaflet terbaik.
f. Adaptif
Saya akan bersikap proaktif saat
berkonsultasi dengan mentor
g. Kolaboratif
Saya akan bersikap terbuka untuk
masukan dan saran yang akan
menjadi nilai tambah bagi desain
leaflet yang saya buat.
Mencetak Leaflet selesai a. Berorientasi Pelayanan
leaflet dicetak Saya akan mencetak leaflet
Hasil : leaflet dengan menggunakan alat dan
tersedia bahan yang berkualitas.
b. Akuntabel
Saya akan mencetak leaflet secara
cermat sehingga hasilnya baik.
c. Kompeten
Saya akan mencetak leaflet
dengan kualitas terbaik
d. Harmonis
Saya akan mencetak leaflet
sebagai bentuk kepedulian
penambahan sumber informasi
bagi pasien

44
e. Loyal
Saya akan berkomitmen untuk
mencetak leaflet dengan
mengutamakan kepentingan
pasien.
f. Adaptif
Saya akan mencetak leaflet
dengan menggunakan teknologi
informasi yang inovatif.
g. Kolaboratif
Dalam mencetak leaflet saya akan
memanfaatkan sumber daya
yang tersedia untuk hasil
maksimal.
Deskripsi keterkaitan kegiatan dengan kedudukan peran ASN dalam NKRI
Smart ASN : Menggunakan dan memanfaatkan teknologi digital untuk menyediakan sumber informasi bagi masyarakat
Analisis Dampak Tidak adanya media informasi untuk menyalurkan informasi kepada masyarakat
Prediksi Hambatan Tidak adanya percetakan di wilayah kerja
Alternatif Solusi mencari percetakan diluar wilayah kerja

No Kegiatan Tahapan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Kontribusi terhadap Penguatan Nilai
Kegiatan Visi Misi Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
3 Membuat Mencari Hasil gambar a. Berorientasi Pelayanan Terlaksananya kegiatan Terlaksananya
banner referensi Saya akan mencari referensi gambar pembuatan banner kegiatan pembuatan
tentang gambar sesuai dengan kebutuhan merupakan perwujudan banner merupakan
praktik masyarakat. dari misi ke-2 yaitu: menguatkan nilai
menyusui “ Senantiasa Berdedikasi dalam
meningkatkan kualitas organisasi.
45
No Kegiatan Tahapan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Kontribusi terhadap Penguatan Nilai
Kegiatan Visi Misi Organisasi Organisasi
b. Akuntabel pelayanan kepada pasien
Saya mencari referensi gambar dari melalui peningkatan dan
sumber yang dapat dipercaya pengembangan kualitas
c. Kompeten dan kuantitas sumber
Saya mencari referensi gambar yang daya manusia dan
dapat membantu orang lain belajar. sarana/ prasarana yang
d. Harmonis berkesinambungan”
Saya mencari referensi dengan
sumber yang berbeda-beda
e. Loyal
Saya mencari referensi gambar banner
dengan mengutamakan kepentingan
kesehatan ibu dan anak.
f. Adaptif
Saya mencari gambar-gambar dengan
referensi terbaru dan inovatif
g. Kolaboratif
Saya memanfaatkan berbagai
sumber daya yang ada untuk mencari
referensi gambar yang sesuai

Mendesain Tersedianya a. Berorientasi Pelayanan


banner desain Saya akan mendesain banner dengan
banner, foto gambar yang sopan
dokumentasi b. Akuntabel
Saya bertanggung jawab dengan
desain banner yang saya buat

46
No Kegiatan Tahapan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Kontribusi terhadap Penguatan Nilai
Kegiatan Visi Misi Organisasi Organisasi
c. Kompeten
Desain banner yang saya buat
bertujuan untuk membantu orang
lain belajar
d. Harmonis
Saat mendesain banner saya
menyelaraskan berbagai sumber yang
berbeda
e. Loyal
Saya mendesain banner dengan
menggunakan Bahasa Indonesia yang
baik dan benar sebagai bentuk
nasionalisme
f. Adaptif
Saya akan mendesain banner yang
berinovasi
g. Kolaboratif
Dalam mendesain leaflet saya terbuka
dalam bekerja sama untuk
membentuk desain banner yang lebih
baik.
Melaksanaka Dokumentasi a. Berorientasi Pelayanan
n konsultasi foto, catatan Dalam berkonsultasi dengan mentor
kepada arahan dan saya akan menerima masukan dan
mentor terkait masukan dari saran guna perbaikan desain banner
desain banner mentor yang saya buat.
b. Akuntabel
Dalam berkonsultasi dengan mentor
saya akan menyampaikan desain
banner secara transparan.
47
No Kegiatan Tahapan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Kontribusi terhadap Penguatan Nilai
Kegiatan Visi Misi Organisasi Organisasi
c. Kompeten
Saat konsultasi dengan mentor saya
akan terus belajar dengan saran dan
masukan yang diberikan
d. Harmonis
Saya akan menghargai pendapat
mentor terkait desain banner yang
saya buat
e. Loyal
Dalam konsultasi kepada mentor saya
akan berkomitmen untuk membuat
desain banner terbaik.
f. Adaptif
Saya akan bersikap proaktif saat
berkonsultasi dengan mentor
g. Kolaboratif
Saya akan bersikap terbuka untuk
masukan dan saran yang akan menjadi
nilai tambah bagi desain banner yang
saya buat.
Mencetak Tersedianya a. Berorientasi Pelayanan
dan Banner, foto Saya akan memasang banner di
memasang dokumentasi tempat yang strategis sehingga mudah
saat dibaca.
memasang b. Akuntabel
banner Saya mencetak banner secara cermat
sehingga hasilnya baik.
c. Kompeten
Saya akan mencetak banner dengan
kualitas terbaik
48
No Kegiatan Tahapan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Kontribusi terhadap Penguatan Nilai
Kegiatan Visi Misi Organisasi Organisasi
d. Harmonis
Saya akan mencetak dan memasang
banner sebagai bentuk kepedulian
agar setiap pasien dan keluarga lebih
mudah mendapatkan informasi.
e. Loyal
Saya akan berkomitmen untuk
mencetak banner dengan
mengutamakan kepentingan pasien.
f. Adaptif
Saya akan mencetak banner dengan
menggunakan teknologi informasi
yang inovatif.
g. Kolaboratif
Dalam mencetak banner saya akan
memanfaatkan sumber daya yang
tersedia untuk hasil maksimal.
Deskripsi keterkaitan kegiatan dengan kedudukan peran ASN dalam NKRI
Smart ASN : Menggunakan dan memanfaatkan teknologi digital untuk menyediakan sumber informasi bagi masyarakat
Analisis Dampak Tidak adanya media informasi untuk menyalurkan informasi kepada masyarakat
Prediksi Hambatan Tidak adanya percetakan di wilayah kerja
Alternatif Solusi mencari percetakan diluar wilayah kerja

No Kegiatan Tahapan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Kontribusi Penguatan Nilai


Kegiatan Pelatihan terhadap Visi Misi Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
4 Melakukan Berkoordinasi Didapatkannya a. Berorientasi Pelayanan Kegiatan ini Terlaksananya
persiapan dengan kepala mendukung kegiatan persiapan
49
Pemberian KIE ruangan Dukungan dan dalam berkoordinasi dengan kepala terwujudnya misi pemberian KIE
Kebidanan jadwal ruangan kebidanan saya akan rumah sakit ke-2 merupakan
kegiatan mengedepankan responsivitas serta menguatkan nilai
bersikap ramah dan sopan. yaitu
“Menyelenggarakan Profesional dalam
b. Akuntabel
pendidikan, organisasi.
Dalam berkoordinasi dengan
kepala ruangan saya pelatihan dan
menyampaikan rencana kegiatan penelitian kesehatan
aktualisasi secara transparan. yang bermutu dan
c. Kompeten beretika untuk
Saat berkoordinasi dengan kepala menunjang
ruangan saya akan terus belajar pelayanan.
dengan saran dan masukan yang
diberikan
d. Harmonis
Saya menghargai pendapat kepala
ruangan terkait kegiatan aktualisasi
yang saya sampaikan
e. Loyal
Dalam berkoordinasi dengan
kepala ruangan saya
menyampaikan kontribusi yang
akan saya berikan bagi ruangan
perawatan kebidanan
f. Adaptif
Saya bersikap proaktif saat
berkoordinasi dengan kepala
ruangan
g. Kolaboratif
Saya terbuka untuk masukan dan
saran yang akan mendukung
keberhasilan kegiatan aktualisasi.

50
Menyiapkan Kuesioner a. Berorientasi Pelayanan
kuesioner tersedia Menyiapkan kuesioner sesuai
dengan kebutuhan
b. Akuntabel
Saya akan menyusun kuesioner
yang efektif dan efisien dalam
mengukur pengetahuan
c. Kompeten
Saya akan menyusun kuesioner
yang sesuai dengan materi
pemberian KIE
d. Harmonis
Saya menyelaraskan beberapa
pertanyaan berbeda yang mewakili
masing-masing sub materi KIE
e. Loyal
Saya akan menyusun kuesioner
dengan menggunakan Bahasa
Indonesia yang baik dan benar
sebagai bentuk nasionalisme.
f. Adaptif
Saya akan menyusun kuesioner
dengan menyesuaikan perubahan
materi yang terkini
g. Kolaboratif
Saya dalam menyusun kuesioner
bersikap terbuka untuk kerjasama
guna perbaikan kuesioner yang
lebih baik
Melaksanakan Dokumentasi a. Berorientasi Pelayanan
konsultasi foto, catatan Dalam berkonsultasi dengan
kepada mentor arahan dan mentor saya akan menerima
51
terkait masukan dari masukan dan saran guna perbaikan
kuesioner mentor kuesioner yang saya buat.
b. Akuntabel
Dalam berkonsultasi dengan
mentor saya akan menyampaikan
rancangan kuesioner dengan
cermat.
c. Kompeten
Saat konsultasi dengan mentor
saya akan terus belajar dengan
saran dan masukan yang diberikan
d. Harmonis
Saya akan menghargai pendapat
mentor terkait kuesioner yang saya
buat
e. Loyal
Dalam konsultasi kepada mentor
saya akan berkomitmen
menghasilkan kuesioner yang
sesuai dengan kebutuhan.
f. Adaptif
Saya akan bersikap proaktif saat
berkonsultasi dengan mentor
g. Kolaboratif
Saya akan bersikap terbuka untuk
masukan dan saran yang akan
menjadi nilai tambah bagi
kuesioner yang saya buat.
Mendata ibu Tersedianya a. Berorientasi Pelayanan
pasca Sectio data ibu pasca Saya akan mendata ibu pasca sectio
Caesarea sectio caesarea caesarea secara responsive

52
b. Akuntabel
Sebagai penulis dalam
pengambilan data saya lakukan
dengan jujur
c. Kompeten
Saya akan mengumpulkan data ibu
pasca sectio caesarea dengan
sebaik mungkin.
d. Harmonis
Saya melakukan pendataan tanpa
membeda-bedakan pasien menurut
latar belakangnya
e. Loyal
Saya tidak akan mempublikasikan
data-data pasien yang bersifat
rahasia
f. Adaptif
Saya mendata ibu pasca Sectio
caesarea menyesuaikan dengan
kondisi pasien terkini di ruangan
kebidanan.
g. Kolaboratif
Saat melakukan pendataan saya
terbuka untuk bekerjasama
dengan rekan sejawat.
Deskripsi keterkaitan kegiatan dengan kedudukan peran ASN dalam NKRI
Manajemen ASN : Persiapan kegiatan membantu mencapai terlaksananya kegiatan secara efektif dan efisien
Smart ASN : Melakukan persiapan kegiatan dibutuhkan untuk mencapai profesionalisme dalam memberikan pelayanan
Analisis Dampak Pencapaian tujuan pemberian KIE tidak maksimal karena tidak adanya perencanaan
Prediksi Hambatan Kepala Ruangan sedang sibuk
Alternatif Solusi Koordinasi via mobile

53
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Kontribusi Penguatan Nilai
Pelatihan terhadap Visi Organisasi
Misi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
5 Melakukan Melakukan Hasil a. Berorientasi Pelayanan Kegiatan ini Terlaksananya
Pemberian KIE pre-test pengetahuan Dalam melakukan pretest kepada mendukung kegiatan pemberian
awal yang di pasien saya akan bersikap ramah terwujudnya misi KIE merupakan
buktikan b. Akuntabel rumah sakit ke-1 menguatkan nilai
dengan Saya akan melakukan pretest yaitu PROFESIONAL
adanya secara transparan “Meningkatkan dan TULUS dalam
daftar nilai c. Kompeten pelayanan organisasi.
Saya akan melaksanakan pretest
kesehatan yang
sebaik mungkin
professional,
d. Harmonis
Saya akan melaksanakan pretest berkualitas,
tanpa membeda-bedakan pasien bermutu dan
berdasarkan latar belakangnya berorientasi pada
e. Loyal keselamatan
Saya tidak akan pasien”
mempublikasikan data
responden terkait data yang
bersifat rahasia
f. Adaptif
Saya akan melakukan pretest
menyesuaikan dengan kondisi
pasien
g. Kolaboratif
Saya akan bersinergis dengan
rekan sejawat dalam melakukan
pretest
54
Melakukan Pemberian a. Berorientasi Pelayanan
Pemberian KIE KIE Pemberian KIE akan saya
terlaksana laksanakan berdasarkan
yang kebutuhan pasien
dibuktikannya b. Akuntabel
dengan Saya akan berintegritas dalam
dokumentasi memberikan KIE yang benar
dan daftar kepada pasien
hadir c. Kompeten
Saya akan memberikan KIE
sesuai dengan bidang keahlian
saya.
d. Harmonis
Dalam memberikan KIE saya
tidak bersikap menghakimi dan
tidak membedakan pasien terkait
latar belakangnya/
e. Loyal
Saat memberikan KIE saya ber
kontribusi untuk meningkatkan
kesehatan ibu dan anak
f. Adaptif
Saya akan memberikan KIE
dengan menggunakan sumber
informasi yang inovatif.
g. Kolaboratif
Saat memberikan KIE saya akan
bersinergi dengan rekan sejawat.
Melakukan Evaluasi akhir a. Berorientasi Pelayanan
post-test pengetahuan Saya akan melakukan posttest
dengan ramah .
55
yang b. Akuntabel
dibuktikan Saya akan melakukan posttest
dengan hasil secara transparan
post-test c. Kompeten
Saya akan melaksanakan posttest
sebaik mungkin (kinerja terbaik)
d. Harmonis
Saya akan melaksanakan posttest
tanpa membeda-bedakan pasien
berdasarkan latar belakangnya
e. Loyal
Saya tidak akan
mempublikasikan data
responden terkait data yang
bersifat rahasia.
f. Adaptif
Saat melakukan posttest saya
akan bersikap proaktif terhadap
pasien
g. Kolaboratif
Saat melakukan posttest saya
akan bersinergi dengan rekan
sejawat.
Deskripsi keterkaitan kegiatan dengan kedudukan peran ASN dalam NKRI
a. Manajemen ASN : Penyampaian KIE penuh dengan keterbukaan, nondiskriminatif kepada pasien
b. Smart ASN : Pemberian KIE dilakukan menggunakan media informasi yang telah disusun dengan memanfaatkan literasi digital.
Analisis Dampak: Ibu pasca Sectio Caesarea tidak akan memahami tentang praktik menyusui
Prediksi Hambatan: Ibu pasca Sectio Caesarea kurang focus karena masih mengalami nyeri bekas operasi
Alternatif Solusi : Memberikan KIE setelah pasien diberikan obat anti nyeri

56
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Kontribusi Penguatan Nilai
Pelatihan terhadap Visi Misi Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
6 Evaluasi dan Menganilisis Tersedianya a. Berorientasi Pelayanan Kegiatan ini Terlaksananya
pelaporan hasil pre-test analisis Saya akan menganalisis hasil mendukung kegiatan evaluasi
dan post-test hasil pre-test kegiatan untuk perbaikan terwujudnya misi dan pelaporan
dan post-test pelayanan rumah sakit ke-2 merupakan
b. Akuntabel yaitu menguatkan nilai
Saya menganalisis hasil pretest “Menyelenggarakan PROFESIONAL
dan posttest secara transparan pendidikan, dalam organisasi.
c. Kompeten
pelatihan dan
Saya akan menganalisis hasil
penelitian kesehatan
kegiatan dengan menampilkan
kinerja terbaik. yang bermutu dan
d. Harmonis beretika untuk
Saya akan menghargai hasil menunjang
evaluasi kegiatan yang telah pelayanan.
dievaluasi
e. Loyal
Saya menjaga kerahasiaan hasil
analisis dengan menggunakan
inisial nama pasien.
f. Adaptif
Dalam mengevaluasi hasil
kegiatan saya akan bersikap
antusias.
g. Kolaboratif
Saya akan terbuka terkait adanya
saran dan masukan untuk
mencapai nilai tambah

57
Menyusun Tersedianya a. Berorientasi Pelayanan
laporan hasil laporan hasil Laporan hasil kegiatan akan
kegiatan kegiatan sangat efektif dalam mengukur
kegiatan untuk perbaikan
berkelanjutan
b. Akuntabel
Saya akan Menyusun laporan
secara sistematis, jelas dan jujur
(Integritas)
c. Kompeten
Saya akan menyusun laporan
hasil kegiatan dengan kinerja
terbaik.
d. Harmonis
Saya akan menyelaraskan
beberapa data menjadi satu
kesatuan laporan yang utuh.
e. Loyal
Penggunaan bahasa yang baik dan
benar sesuai dengan keadaan/hasil
sebenarnya sebagai wujud
nasionalisme
f. Adaptif
Saya akan menyesuaikan format
laporan aktualisasi dengan
panduan sistematika penulisan
yang terbaru
g. Kolaboratif
Saya akan bersikap terbuka untuk
bekerja sama dalam
menghasikkan laporan yang
bernilai tambah.
58
Melaporkan Pimpinan a. Berorientasi Pelayanan
kepada telah Saya akan menyampaikan hasil
pimpinan mengetahui aktualisasi dengan dengan ramah
hasil kegiatan dan sopan
aktualisasi, b. Akuntabel
dokumentasi Saya melaporkan hasil kegiatan
foto dengan jujur dan transparan
sesuai dengan hasil yang
sesungguhnya
c. Kompeten
Saya akan melaporkan hasil
aktualisasi dengan menampilkan
kinerja terbaik.
d. Harmonis
Saya akan melaporkan hasil
kegiatan aktualisasi untuk
menciptakan lingkungan kerja
yang kondusif
e. Loyal
Saya akan berdedikasi untuk
melaporkan hasil kegiatan
aktualisasi kepada pimpinan
f. Adaptif
Saya akan bersikap proaktif dalam
melaporkan hasil kegiatan
aktualisasi.
g. Kolaboratif
Saya akan terbuka untuk
menerima masukan terkait laporan
hasil kegiatan aktualisasi.
Deskripsi keterkaitan kegiatan dengan kedudukan peran ASN dalam NKRI
Manajemen ASN : Menganalisis hasil pretest dan posttest dengan profesional.
59
Smart ASN : Menggunakan software yang mempermudah analisis dan evaluasi kegiatan
Analisis Dampak Apabila kegiatan ini tidak dilaksanakan maka keberhasilan kegiatan aktualisasi tidak dapat diukur
Prediksi Hambatan : Hasil analisis yang tidak sinkron
Alternatif Solusi : Menganalisis hasil kegiatan dengan teliti dan cermat

3.4. Estimasi Biaya Kegiatan


Anggaran biaya yang dibutuhkan pada rancangan aktualisasi ini dapat dilihat pada berikut
Tabel 8 Anggaran Biaya Kegiatan Aktualisasi

No Uraian Kebutuhan Satuan Harga Jumlah

1 Banner 1 Rp.200.000,00 Rp.200.000,00


2 Kertas A4 1 Rp.50.000,00 Rp.50.000,00
3 Tinta Printer 1 Rp.90.000,00 Rp.90.000,00
4 Jilid 6 Rp. 60.000,00 Rp. 60.000,00
Total Rp.400.000,00
Terbilang : empat ratus Ribu Rupiah

60
3.5. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
Nama Peserta : Yunita Andriani, S.S.T
Unit Kerja : BLUD Rumah Sakit Konawe Utara
Waktu Pelaksaan : 16 Mei 2022 s/d 18 Juni 2022

Tabel 9 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

N Kegiatan Tahapan Jadwal Pelaksanaan Kegiatan


o Kegiatan Mei 2022 Juni 2022
16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 Menyiapkan
bahan
konsultasi
Meminta
jadwal
pertemuan
Melakukan pimpinan
konsultasi Melaksanaka
kepada n konsultasi
pimpinan kepada
terkait pimpinan
rencana Melaksanaka
aktualisasi n konsultasi
kepada
mentor
Meminta
persetujuan
dan
dukungan
2 Menyiapkan
Membuat
alat dan
Leaflet
bahan materi
61
3 Mendesain
leaflet
Melaksanaka
n konsultasi
kepada
mentor
terkait desain
leaflet
Mencetak
leaflet
4 Mencari
referensi
gambar
Mendesain
banner
Membuat
Melaksanaka
banner tentang
n konsultasi
praktik kepada
menyusui mentor
terkait desain
banner
Mencetak
dan
memasang
5 Berkoordinas
i dengan
Melakukan
kepala
persiapan
ruangan
Pemberian Kebidanan
KIE
Menyiapkan
kuesioner

62
Melakukan
konsultasi
terkait
kuesioner
Mendata ibu
pasca Sectio
Caesarea
6 Melakukan
pre-test
Melakukan Melakukan
Pemberian Pemberian
KIE KIE
Melakukan
post-test
6. Menganilisis
hasil pre-tes
dan post-test
Menyusun
Evaluasi dan laporan hasil
pelaporan kegiatan
Melaporkan
hasil kegiatan
kepada
pimpinan

Keterangan : Libur

: Pelaksanaan Kegiatan

63
Tabel 10 Matriks Rekapitulasi Rencana Habituasi Core Value ASN (BerAKHLAK)

No Mata Pelatihan Kegiatan Jumlah Aktualisasi per


Ke-1 Ke-2 Ke-3 Ke-4 Ke-5 Ke-6 MP
1 Berorientasi Pelayanan 5 4 4 4 3 3 23
2 Akuntabel 5 4 4 4 3 3 23
3 Kompeten 5 4 4 4 3 3 23
4 Harmonis 5 4 4 4 3 3 23
5 Loyal 5 4 4 4 3 3 23
6 Adaptif 5 4 4 4 3 3 23
7 Kolaboratif 5 4 4 4 3 3 23
Jumlah Aktualisasi per Kegiatan 35 28 28 28 21 21

64
BAB IV
CAPAIAN PELAKSANAAN AKTUALISASI

4.1. Realisasi Kegiatan


Tabel 11 Realisasi Kegiatan

No Kegiatan Tahapan kegiatan Realisasi Keterangan


1 Melakukan Menyiapkan bahan terlaksana Sesuai
konsultasi kepada konsultasi rancangan
pimpinan terkait Meminta jadwal terlaksana Sesuai
rencana aktualisasi pertemuan pimpinan rancangan
Melaksanakan terlaksana Sesuai
konsultasi kepada rancangan
pimpinan
Melaksanakan terlaksana Sesuai
konsultasi kepada rancangan
mentor
Meminta persetujuan terlaksana Sesuai
dan dukungan rancangan
2 Membuat leaflet Menyiapkan alat dan terlaksana Sesuai
bahan materi rancangan
Mendesain leaflet terlaksana Sesuai
rancangan
Melaksanakan terlaksana Sesuai
konsultasi kepada rancangan
mentor terkait desain
leaflet
Mencetak leaflet terlaksana Sesuai
rancangan
3 Membuat banner Mencari referensi terlaksana Sesuai
tentang praktik gambar rancangan
menyusui Mendesain banner terlaksana Sesuai
rancangan
Melaksanakan terlaksana Sesuai
konsultasi kepada rancangan
mentor terkait desain
banner
Mencetak dan terlaksana Sesuai
memasang rancangan
4 Melakukan Berkoordinasi dengan terlaksana Sesuai
persiapan pemberian kepala ruangan rancangan
KIE Kebidanan
Menyiapkan kuesioner terlaksana Sesuai
rancangan
Melakukan konsultasi terlaksana Sesuai
terkait kuesioner rancangan
Mendata ibu pasca terlaksana Sesuai
Sectio Caesarea rancangan
65
5 Melakukan Melakukan terlaksana Sesuai
pemberian KIE pre-test rancangan
Melakukan terlaksana Sesuai
Pemberian KIE rancangan
Melakukan terlaksana Sesuai
post-test rancangan
6 Evaluasi dan Menganalisis hasil terlaksana Sesuai
Pelaporan pre-tes dan post-test rancangan
Menyusun terlaksana Sesuai
laporan hasil rancangan
kegiatan
Melaporkan hasil terlaksana Sesuai
kegiatan kepada rancangan
pimpinan

4.2. Capaian Aktualisasi


4.2.1 Kegiatan 1 : Melakukan konsultasi kepada pimpinan terkait rencana
aktualisasi

Tahap Kegiatan : 1. Menyiapkan bahan konsultasi


Tanggal Pelaksanaan : 17 Mei 2022
Output : Tersedianya bahan konsultasi
Dokumentasi (Proses dan Output)

Gambar 3 Menyiapkan bahan konsultasi

66
Gambar 4 Bahan Konsultasi

Keterkaitan dengan nilai- : a. Berorientasi Pelayanan


nilai dasar Saya menyiapkan bahan konsultasi secara
professional
b. Akuntabel
Saya menyiapkan bahan konsultasi dengan
cermat
c. Kompeten
Saya menyiapkan bahan konsultasi dengan
kualitas terbaik
d. Harmonis
Saya menyiapkan bahan konsultasi dengan
tujuan membantu atasan untuk lebih mudah
memahami rencana aktualisasi saya
e. Loyal
Saya menyiapkan bahan konsultasi dengan
mengutamakan kepentingan bersama.
f. Adaptif
Saya bersikap proaktif dalam menyiapkan bahan
konsultasi.
g. Kolaboratif
Saya bersikap terbuka dalam menyiapkan bahan
konsultasi.

67
Tahap Kegiatan : 2. Meminta jadwal pertemuan dengan pimpinan
Tanggal Pelaksanaan : 18 Mei 2022
Output : Tersedianya jadwal konsultasi dengan pimpinan
Dokumentasi (Proses dan Output)

Gambar 5 Screenshoot WA meminta jadwal pertemuan dengan pimpinan

Keterkaitan dengan nilai- : a. Berorientasi Pelayanan


nilai dasar Dalam meminta jadwal pertemuan pimpinan saya
mengedepankan responsivitas serta bersikap
ramah dan sopan.
b. Akuntabel
Saya disiplin tepat waktu dalam perjanjian
pertemuan dengan pimpinan
c. Kompeten
Saya meminta jadwal pertemuan dengan
pimpinan untuk keberhasilan proses konsultasi.
d. Harmonis
Dalam meminta jadwal petemuan dengan
pimpinan saya menyelaraskan waktu saya
dengan waktu pimpinan
e. Loyal
Saya memegang komitmen untuk mengikuti
jadwal yang telah disetujui pimpinan
f. Adaptif
Dalam meminta jadwal saya bertindak proaktif.
g. Kolaboratif
Saya membangun kerja sama yang sinergis
dengan pimpinan terkait penentuan jadwal
konsultasi.

68
Tahap Kegiatan : 3. Melaksanakan Konsultasi kepada pimpinan
Tanggal Pelaksanaan : 18 Mei 2022
Output : Dokumentasi foto
Dokumentasi (Proses dan Output)

Gambar 6 Melaksanakan konsultasi kepada pimpinan

Keterkaitan dengan nilai- : a. Berorientasi Pelayanan


nilai dasar Dalam berkonsultasi dengan pimpinan saya
menerima masukan dan saran guna perbaikan
rencana kegiatan aktualisasi saya.
b. Akuntabel
Dalam berkonsultasi dengan pimpinan saya
menyampaikan rencana kegiatan aktualisasi
secara transparan.
c. Kompeten
Saat konsultasi dengan pimpinan saya terus
belajar dengan saran dan masukan yang
diberikan
d. Harmonis
Saya menghargai pendapat pimpinan terkait
kegiatan aktualisasi yang saya sampaikan
e. Loyal
Dalam konsultasi kepada pimpinan saya
menyampaikan kontribusi yang akan saya
berikan bagi organisasi terkait kegiatan
aktualisasi
f. Adaptif
Saya bersikap proaktif saat berkonsultasi dengan
pimpinan
g. Kolaboratif

69
Saya bersikap terbuka untuk masukan dan saran
yang akan mendukung keberhasilan kegiatan
aktualisasi.

Tahap Kegiatan : 4. Melaksanakan konsultasi kepada mentor


Tanggal Pelaksanaan : 19 Mei 2022
Output : Dokumentasi foto, catatan arahan dari mentor
Dokumentasi (Proses dan Output)

Gambar 7 Melaksanakan konsultasi kepada mentor

Gambar 8 Catatan Bimbingan

70
Keterkaitan dengan nilai- : a. Berorientasi Pelayanan
nilai dasar Dalam berkonsultasi dengan mentor saya
menerima masukan dan saran guna perbaikan
rencana kegiatan aktualisasi
b. Akuntabel
Dalam berkonsultasi dengan mentor saya
menyampaikan rencana kegiatan aktualisasi
secara transparan.
c. Kompeten
Saat konsultasi dengan mentor saya terus belajar
dengan saran dan masukan yang diberikan
d. Harmonis
Saya menghargai pendapat mentor terkait
kegiatan aktualisasi yang saya sampaikan
e. Loyal
Dalam konsultasi kepada mentor menyampaikan
kontribusi yang akan saya berikan bagi
organisasi terkait kegiatan aktualisasi
f. Adaptif
Saya bersikap proaktif saat berkonsultasi dengan
mentor
g. Kolaboratif
Saya bersikap terbuka untuk masukan dan saran
yang akan mendukung keberhasilan kegiatan
aktualisasi.

Tahap Kegiatan : 5. Meminta persetujuan dan dukungan


Tanggal Pelaksanaan : 20 Mei 2022
Output : Adanya persetujuan yang dibuktikan dengan
adanya lembar persetujuan
Dokumentasi (Proses dan Output)

Gambar 9 Meminta persetujuan dan dukungan atasan

71
Gambar 10 Catatan Arahan dari Pimpinan

Gambar 11 Lembar pernyataan dukungan

Keterkaitan dengan nilai- : a. Berorientasi Pelayanan


nilai dasar Saya meminta persetujuan dan dukungan
pimpinan dengan ramah dan sopan.
72
b. Akuntabel
Saya bertanggung jawab atas persetujuan dan
dukungan yang diberikan pimpinan.
c. Kompeten
Saya akan mengusahakan keberhasilan kegiatan
aktualisasi.
d. Harmonis
Saya membangun lingkungan kerja yang
kondusif dengan meminta persetujuan dan
dukungan pimpinan.
e. Loyal
Saya berkomitmen dalam pelaksanaan kegiatan
aktualisasi sesuai dengan persetujuan dan
dukungan pimpinan.
f. Adaptif
Saya bersikap antusias dalam menerima
dukungan dari pimpinan
g. Kolaboratif
Saya bersedia bekerja sama untuk mencapai
tujuan bersama.

4.2.2 Kegiatan 2 : Membuat Leaflet


Tahap Kegiatan : 1. Menyiapkan alat dan bahan materi
Tanggal Pelaksanaan : 23-24 Mei 2022
Output : Tersedianya alat dan bahan materi
Dokumentasi (Proses dan Output)

Gambar 12 Menyiapkan alat dan bahan materi

73
Gambar 13 Sumber materi leaflet berupa jurnal terkait

Keterkaitan dengan nilai- : a. Berorientasi Pelayanan


nilai dasar Saat akan menyiapkan materi leaflet sesuai
kebutuhan ibu pasca Sectio Caesarea.
b. Akuntabel
Saya akan menyiapkan alat dan bahan materi
dengan cermat.
c. Kompeten
Saya akan menyiapkan materi leaflet sesuai
bidang keahlian.
d. Harmonis
Saya akan menyiapkan materi leaflet dengan
menyelaraskan beberapa sumber.
e. Loyal
Saya akan berdedikasi menyusun materi leaflet
untuk kepentingan kesehatan ibu dan anak
f. Adaptif
Saya akan menyusun materi secara menarik dan
berinovasi
g. Kolaboratif
Saya akan memanfaatkan berbagai sumber
daya yang ada yang menunjang penyusunan
materi leaflet

74
Tahap Kegiatan : 2. Mendesain Leaflet
Tanggal Pelaksanaan : 24 Mei 2022
Output : Desain leaflet tersedia
Dokumentasi (Proses dan Output)

Gambar 14 Mendesain leaflet dengan menggunakan aplikasi Canva

Gambar 15 Desain leaflet

75
Keterkaitan dengan nilai- : a. Berorientasi Pelayanan
nilai dasar Saya mendesain leaflet dengan gambar yang
sopan
b. Akuntabel
Saya bertanggung jawab dengan desain leaflet
yang saya buat
c. Kompeten
Desain leaflet yang saya buat bertujuan untuk
membantu orang lain belajar
d. Harmonis
Saat mendesain leaflet saya menyelaraskan
berbagai sumber yang berbeda
e. Loyal
Saya mendesain leaflet dengan menggunakan
Bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai
bentuk nasionalisme
f. Adaptif
Saya mendesain leaflet yang berinovasi
g. Kolaboratif
Dalam mendesain leaflet saya terbuka dalam
bekerja sama untuk membentuk desain leaflet
yang lebih baik.

Tahap Kegiatan : 3. Melaksanakan konsultasi kepada mentor terkait desain leaflet


Tanggal Pelaksanaan : 25 Mei 2022
Output : Dokumentasi foto, catatan arahan dan masukan dari
mentor
Dokumentasi (Proses dan Output)

Gambar 16 Melaksanakan konsultasi kepada mentor terkait desain leaflet

76
Gambar 17 Catatan Bimbingan oleh Mentor

Keterkaitan dengan nilai- : a. Berorientasi Pelayanan


nilai dasar Dalam berkonsultasi dengan mentor saya
menerima masukan dan saran guna perbaikan
desain leaflet yang saya buat.
b. Akuntabel
Dalam berkonsultasi dengan mentor saya
menyampaikan desain leaflet secara transparan.
c. Kompeten
Saat konsultasi dengan mentor saya terus belajar
dengan saran dan masukan yang diberikan
d. Harmonis
Saya menghargai pendapat mentor terkait desain
leaflet yang saya buat
e. Loyal
Dalam konsultasi kepada mentor saya
berkomitmen untuk membuat desain leaflet
terbaik.
f. Adaptif
Saya bersikap proaktif saat berkonsultasi dengan
mentor
g. Kolaboratif
Saya bersikap terbuka untuk masukan dan saran
yang akan menjadi nilai tambah bagi desain
leaflet yang saya buat.
77
Tahap Kegiatan : 4. Mencetak Leaflet
Tanggal Pelaksanaan : 26 Mei 2022
Output : Leaflet tersedia
Dokumentasi (Proses dan Output)

Gambar 18 Mencetak Leaflet

Gambar 19 Leaflet yang telah dicetak

Keterkaitan dengan nilai- : a. Berorientasi Pelayanan


nilai dasar Saya mencetak leaflet dengan menggunakan alat
dan bahan yang berkualitas.
b. Akuntabel
Saya mencetak leaflet secara cermat sehingga
hasilnya baik.
c. Kompeten
Saya mencetak leaflet dengan kualitas terbaik

78
d. Harmonis
Saya mencetak leaflet sebagai bentuk kepedulian
penambahan sumber informasi bagi pasien
e. Loyal
Saya berkomitmen untuk mencetak leaflet
dengan mengutamakan kepentingan pasien.
f. Adaptif
Saya mencetak leaflet dengan menggunakan
teknologi informasi yang inovatif.
g. Kolaboratif
Dalam mencetak leaflet saya memanfaatkan
sumber daya yang tersedia untuk hasil
maksimal.

4.2.3 Kegiatan 3 : Membuat Banner

Tahap Kegiatan : 1. Mencari referensi gambar


Tanggal Pelaksanaan : 24 Mei 2022
Output : Hasil Gambar
Dokumentasi (Proses dan Output)

Gambar 20 Mencari referensi gambar

79
Gambar 21 Referensi gambar

Keterkaitan dengan nilai- : a. Berorientasi Pelayanan


nilai dasar Saya mencari referensi gambar sesuai dengan
kebutuhan masyarakat.
b. Akuntabel
Saya mencari referensi gambar dari sumber yang
dapat dipercaya
c. Kompeten
Saya mencari referensi gambar yang dapat
membantu orang lain belajar.
d. Harmonis
Saya mencari referensi dengan sumber yang
berbeda-beda
e. Loyal
Saya mencari referensi gambar banner dengan
mengutamakan kepentingan kesehatan ibu dan
anak.
f. Adaptif
Saya mencari gambar-gambar dengan referensi
terbaru dan inovatif
g. Kolaboratif
Saya memanfaatkan berbagai sumber daya
yang ada untuk mencari referensi gambar yang
sesuai

80
Tahap Kegiatan : 2. Mendesain banner
Tanggal Pelaksanaan : 24 Mei 2022
Output : Tersedianya desain banner
Dokumentasi (Proses dan Output)

Gambar 22 Mendesain banner

Gambar 23 Desain Banner

81
Keterkaitan dengan nilai- : a. Berorientasi Pelayanan
nilai dasar Saya mendesain banner dengan gambar yang
sopan
b. Akuntabel
Saya bertanggung jawab dengan desain banner
yang saya buat
c. Kompeten
Desain banner yang saya buat bertujuan untuk
membantu orang lain belajar
d. Harmonis
Saat mendesain banner saya menyelaraskan
berbagai sumber yang berbeda
e. Loyal
Saya mendesain banner dengan menggunakan
Bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai
bentuk nasionalisme
f. Adaptif
Saya akan mendesain banner yang berinovasi
g. Kolaboratif
Dalam mendesain leaflet saya terbuka dalam
bekerja sama untuk membentuk desain banner
yang lebih baik.

Tahap Kegiatan : 3. Melaksanakan kosultasi kepada mentor terkait desain banner


Tanggal Pelaksanaan : 25 Mei 2022
Output : Dokumentasi foto, catatan arahan dan masukan dari
mentor
Dokumentasi (Proses dan Output)

Gambar 24 Melaksanakan kosultasi kepada mentor terkait desain banner

82
Gambar 25 Catatan Bimbingan oleh mentor

Keterkaitan dengan nilai- : a. Berorientasi Pelayanan


nilai dasar Dalam berkonsultasi dengan mentor saya
menerima masukan dan saran guna perbaikan
desain banner yang saya buat.
b. Akuntabel
Dalam berkonsultasi dengan mentor saya
menyampaikan desain banner secara transparan.
c. Kompeten
Saat konsultasi dengan mentor saya terus belajar
dengan saran dan masukan yang diberikan
d. Harmonis
Saya menghargai pendapat mentor terkait desain
banner yang saya buat
e. Loyal
Dalam konsultasi kepada mentor saya
berkomitmen untuk membuat desain banner
terbaik.
f. Adaptif
Saya bersikap proaktif saat berkonsultasi dengan
mentor
g. Kolaboratif
Saya bersikap terbuka untuk masukan dan saran
yang akan menjadi nilai tambah bagi desain
banner yang saya buat.

83
Tahap Kegiatan : 4. Mencetak dan memasang
Tanggal Pelaksanaan : 27 Mei & 30 Mei 2022
Output : Tersedianya Banner, foto dokumentasi saat
memasang banner
Dokumentasi (Proses dan Output)

Gambar 26 Mencetak banner di percetakan

Gambar 27 Memasang banner di ruang perawatan kebidanan

84
Keterkaitan dengan nilai- : a. Berorientasi Pelayanan
nilai dasar Saya memasang banner di tempat yang strategis
sehingga mudah dibaca.
b. Akuntabel
Saya mencetak banner secara cermat sehingga
hasilnya baik.
c. Kompeten
Saya mencetak banner dengan kualitas terbaik
d. Harmonis
Saya mencetak dan memasang banner sebagai
bentuk kepedulian agar setiap pasien dan
keluarga lebih mudah mendapatkan informasi.
e. Loyal
Saya berkomitmen untuk mencetak banner
dengan mengutamakan kepentingan pasien.
f. Adaptif
Saya mencetak banner dengan menggunakan
teknologi informasi yang inovatif.
g. Kolaboratif
Dalam mencetak banner saya memanfaatkan
sumber daya yang tersedia untuk hasil maksimal

4.2.4 Kegiatan 4 : Melakukan persiapan Pemberian KIE

Tahap Kegiatan : 1. Berkoordinasi dengan kepala ruangan Kebidanan


Tanggal Pelaksanaan : 30 Mei 2022
Output : Didapatkannya Dukungan
Dokumentasi (Proses dan Output)

Gambar 28 Berkoordinasi dengan kepala ruangan kebidanan

85
Keterkaitan dengan nilai- : a. Berorientasi Pelayanan
nilai dasar dalam berkoordinasi dengan kepala ruangan
kebidanan saya mengedepankan responsivitas
serta bersikap ramah dan sopan.
b. Akuntabel
Dalam berkoordinasi dengan kepala ruangan saya
menyampaikan rencana kegiatan aktualisasi
secara transparan.
c. Kompeten
Saat berkoordinasi dengan kepala ruangan saya
terus belajar dengan saran dan masukan yang
diberikan
d. Harmonis
Saya menghargai pendapat kepala ruangan
terkait kegiatan aktualisasi yang saya sampaikan
e. Loyal
Dalam berkoordinasi dengan kepala ruangan saya
menyampaikan kontribusi yang saya berikan
bagi ruangan perawatan kebidanan
f. Adaptif
Saya bersikap proaktif saat berkoordinasi dengan
kepala ruangan
g. Kolaboratif
Saya terbuka untuk masukan dan saran yang
mendukung keberhasilan kegiatan aktualisasi.

Tahap Kegiatan : 2. Menyiapkan kuesioner


Tanggal Pelaksanaan : 30 Mei 2022
Output : Kuesioner tersedia
Dokumentasi (Proses dan Output)

Gambar 29 Menyiapkan kuesioner

86
Gambar 30 Kuesioner

Keterkaitan dengan nilai- : a. Berorientasi Pelayanan


nilai dasar Menyiapkan kuesioner sesuai dengan kebutuhan
b. Akuntabel
Saya menyusun kuesioner yang efektif dan
efisien dalam mengukur pengetahuan
c. Kompeten
Saya menyusun kuesioner yang sesuai dengan
materi pemberian KIE
d. Harmonis
Saya menyelaraskan beberapa pertanyaan
berbeda yang mewakili masing-masing sub
materi KIE
e. Loyal
Saya menyusun kuesioner dengan menggunakan
Bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai
bentuk nasionalisme.
f. Adaptif
Saya menyusun kuesioner dengan
menyesuaikan perubahan materi yang terkini
g. Kolaboratif
Saya dalam menyusun kuesioner bersikap
terbuka untuk kerjasama guna perbaikan
kuesioner yang lebih baik

Tahap Kegiatan : 3. Melaksanakan konsultasi kepada mentor terkait kuesioner


Tanggal Pelaksanaan : 31 Mei 2022
Output : Dokumentasi foto, catatan arahan dan masukan dari
mentor
Dokumentasi (Proses dan Output)

87
Gambar 31 Konsultasi kepada mentor terkait kuesioner

Gambar 32 Catatan Bimbingan

Keterkaitan dengan nilai- : a. Berorientasi Pelayanan


nilai dasar Dalam berkonsultasi dengan mentor saya
menerima masukan dan saran guna perbaikan
kuesioner yang saya buat.

88
b. Akuntabel
Dalam berkonsultasi dengan mentor saya
menyampaikan rancangan kuesioner dengan
cermat.
c. Kompeten
Saat konsultasi dengan mentor saya terus belajar
dengan saran dan masukan yang diberikan
d. Harmonis
Saya menghargai pendapat mentor terkait
kuesioner yang saya buat
e. Loyal
Dalam konsultasi kepada mentor saya
berkomitmen menghasilkan kuesioner yang
sesuai dengan kebutuhan.
f. Adaptif
Saya bersikap proaktif saat berkonsultasi dengan
mentor
g. Kolaboratif
Saya bersikap terbuka untuk masukan dan saran
yang menjadi nilai tambah bagi kuesioner yang
saya buat.

Tahap Kegiatan : 4. Mendata ibu pasca Sectio Caesarea


Tanggal Pelaksanaan : 31 Mei 2022
Output : Tersedianya data ibu pasca sectio caesarea
Dokumentasi (Proses dan Output)

Gambar 33 Mendata ibu pasca Sectio Caesarea

89
Gambar 34 Data Ibu pasca Sectio Caesarea

Keterkaitan dengan nilai- : a. Berorientasi Pelayanan


nilai dasar Saya mendata ibu pasca sectio caesarea secara
responsif
b. Akuntabel
Sebagai penulis dalam pengambilan data saya
lakukan dengan jujur
c. Kompeten
Saya mengumpulkan data ibu pasca sectio
caesarea dengan sebaik mungkin.
d. Harmonis
Saya melakukan pendataan tanpa membeda-
bedakan pasien menurut latar belakangnya
e. Loyal
Saya tidak mempublikasikan data-data pasien
yang bersifat rahasia
f. Adaptif
Saya mendata ibu pasca Sectio caesarea
menyesuaikan dengan kondisi pasien terkini di
ruangan kebidanan.
g. Kolaboratif
Saat melakukan pendataan saya terbuka untuk
bekerjasama dengan rekan sejawat.

90
4.2.5 Kegiatan 5 : Melakukan Pemberian KIE

Tahap Kegiatan : 1. Melakukan pre-test


Tanggal Pelaksanaan : 31 Mei – 10 Juni 2022
Output : Hasil pengetahuan awal yang dibuktikan dengan
adanya daftar nilai
Dokumentasi (Proses dan Output)

Gambar 35 Melakukan pretest

Gambar 36 Daftar Nilai pretest

Keterkaitan dengan nilai- : a. Berorientasi Pelayanan


nilai dasar Dalam melakukan pretest kepada pasien saya
bersikap ramah
b. Akuntabel
Saya melakukan pretest secara transparan
c. Kompeten
Saya melaksanakan pretest sebaik mungkin
d. Harmonis
Saya melaksanakan pretest tanpa membeda-
bedakan pasien berdasarkan latar belakangnya
e. Loyal
Saya tidak mempublikasikan data responden
terkait data yang bersifat rahasia

91
f. Adaptif
Saya melakukan pretest menyesuaikan dengan
kondisi pasien
g. Kolaboratif
Saya bersinergis dengan rekan sejawat dalam
melakukan pretest

Tahap Kegiatan : 2. Melakukan Pemberian KIE


Tanggal Pelaksanaan : 31 Mei – 10 Juni 2022
Output : Pemberian KIE terlaksana yang dibuktikannya
dengan dokumentasi dan daftar hadir
Dokumentasi (Proses dan Output)

Gambar 37 Melaksanakan pemberian KIE

Gambar 38 Daftar Hadir Pasien

92
Keterkaitan dengan nilai- : a. Berorientasi Pelayanan
nilai dasar Pemberian KIE saya laksanakan berdasarkan
kebutuhan pasien
b. Akuntabel
Saya berintegritas dalam memberikan KIE yang
benar kepada pasien
c. Kompeten
Saya memberikan KIE sesuai dengan bidang
keahlian saya.
d. Harmonis
Dalam memberikan KIE saya tidak bersikap
menghakimi dan tidak membedakan pasien
terkait latar belakangnya/
e. Loyal
Saat memberikan KIE saya ber kontribusi untuk
meningkatkan kesehatan ibu dan anak
f. Adaptif
Saya memberikan KIE dengan menggunakan
sumber informasi yang inovatif.
g. Kolaboratif
Saat memberikan KIE saya bersinergi dengan
rekan sejawat.

Tahap Kegiatan : 3. Melakukan post-test


Tanggal Pelaksanaan : 31 Mei-10 Juni 2022
Output : Evaluasi akhir pengetahuan
Dokumentasi (Proses dan Output)

Gambar 39 Melaksanakan posttest

93
Gambar 40 Daftar Nilai Pretest dan Posttest

Keterkaitan dengan nilai- : a. Berorientasi Pelayanan


nilai dasar Saya melakukan posttest dengan ramah .
b. Akuntabel
Saya melakukan posttest secara transparan
c. Kompeten
Saya melaksanakan posttest sebaik mungkin
(kinerja terbaik)
d. Harmonis
Saya melaksanakan posttest tanpa membeda-
bedakan pasien berdasarkan latar belakangnya
e. Loyal
Saya tidak mempublikasikan data responden
terkait data yang bersifat rahasia.
f. Adaptif
Saat melakukan posttest saya bersikap proaktif
terhadap pasien
g. Kolaboratif
Saat melakukan posttest saya bersinergi dengan
rekan sejawat.

94
4.2.6 Kegiatan 6 : Evaluasi dan pelaporan

Tahap Kegiatan : 1. Menganalisis hasil pre-test dan post-test


Tanggal Pelaksanaan : 13 Juni 2022
Output : Tersedianya analisis hasil pre-test dan post-test
Dokumentasi (Proses dan Output)

Gambar 41 Menganalisis hasil pretest dan posttest

Gambar 42 Hasil analisis nilai pretest dan posttest

Keterkaitan dengan nilai- : a. Berorientasi Pelayanan


nilai dasar Saya menganalisis hasil kegiatan untuk
perbaikan pelayanan
95
b. Akuntabel
Saya menganalisis hasil pretest dan posttest
secara transparan
c. Kompeten
Saya menganalisis hasil kegiatan dengan
menampilkan kinerja terbaik.
d. Harmonis
Saya menghargai hasil evaluasi kegiatan yang
telah dievaluasi
e. Loyal
Saya menjaga kerahasiaan hasil analisis dengan
menggunakan inisial nama pasien.
f. Adaptif
Dalam mengevaluasi hasil kegiatan saya
bersikap antusias.
g. Kolaboratif
Saya terbuka terkait adanya saran dan masukan
untuk mencapai nilai tambah

Tahap Kegiatan : 2. Menyusun laporan hasil kegiatan


Tanggal Pelaksanaan : 14-16 Juni 2022
Output : Tersedianya laporan hasil kegiatan
Dokumentasi (Proses dan Output)

Gambar 43 Menyusun laporan hasil kegiatan

96
Gambar 44 Laporan Hasil Kegiatan

Keterkaitan dengan nilai- : a. Berorientasi Pelayanan


nilai dasar Laporan hasil kegiatan sangat efektif dalam
mengukur kegiatan untuk perbaikan
berkelanjutan
b. Akuntabel
Saya Menyusun laporan secara sistematis, jelas
dan jujur (Integritas)
c. Kompeten
Saya menyusun laporan hasil kegiatan dengan
kinerja terbaik.
d. Harmonis
Saya menyelaraskan beberapa data menjadi satu
kesatuan laporan yang utuh.
e. Loyal
Penggunaan bahasa yang baik dan benar sesuai
dengan keadaan/hasil sebenarnya sebagai wujud
nasionalisme
f. Adaptif
Saya menyesuaikan format laporan aktualisasi
dengan panduan sistematika penulisan yang
terbaru
g. Kolaboratif
Saya bersikap terbuka untuk bekerja sama dalam
menghasilkan laporan yang bernilai tambah.

97
Tahap Kegiatan : 3. Melaporkan kepada pimpinan
Tanggal Pelaksanaan : 17 Juni 2022
Output : Pimpinan telah mengetahui hasil kegiatan
aktualisasi, dokumentasi foto
Dokumentasi (Proses dan Output)

Gambar 45 Melaporkan hasil kegiatan kepada pimpinan

Gambar 46 Surat Pernyataan Mentor

98
Keterkaitan dengan nilai- : a. Berorientasi Pelayanan
nilai dasar Saya menyampaikan hasil aktualisasi dengan
dengan ramah dan sopan
b. Akuntabel
Saya melaporkan hasil kegiatan dengan jujur dan
transparan sesuai dengan hasil yang
sesungguhnya
c. Kompeten
Saya melaporkan hasil aktualisasi dengan
menampilkan kinerja terbaik.
d. Harmonis
Saya melaporkan hasil kegiatan aktualisasi untuk
menciptakan lingkungan kerja yang kondusif
e. Loyal
Saya berdedikasi untuk melaporkan hasil
kegiatan aktualisasi kepada pimpinan
f. Adaptif
Saya bersikap proaktif dalam melaporkan hasil
kegiatan aktualisasi.
g. Kolaboratif
Saya terbuka untuk menerima masukan terkait
laporan hasil kegiatan aktualisasi.

99
4.3.Matrik Rekapitulasi Realisasi Habituasi NND ASN (BerAKHLAK)

Tabel 12 Matrik Rekapitulasi Realisasi Habituasi NND ASN (BerAKHLAK)

Kegiatan Jumlah
No Mata Pelatihan Ke 1 Ke 2 Ke 3 Ke 4 Ke 5 Ke 6 Aktualisasi
per MP
Rencana Realisasi Rencana Realisasi Rencana Realisasi Rencana Realisasi Rencana Realisasi Rencana Realisasi Rencana Realisasi
1 Berorientasi Pelayanan 5 5 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 23 23
2 Akuntabel 5 5 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 23 23
3 Kompeten 5 5 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 23 23
4 Harmonis 5 5 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 23 23
5 Loyal 5 5 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 23 23
6 Adaptif 5 5 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 23 23
7 Kolaboratif 5 5 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 23 23
Jumlah Aktualisasi per 35 35 28 28 28 28 28 28 21 21 21 21
Kegiatan

4.4. Capaian Penyelesaian Core Issue

Tabel 13 Capaian Penyelesaian Core Issue

No Aspek Kondisi Sebelum Kondisi Sesudah Keterangan


1 Pengetahuan Ibu Kurangnya pengetahuan ibu Terdapat peningkatan Peningkatan
pasca sectio caesarea tentang pengetahuan ibu pasca section pengetahuan diukur
praktik menyusui caesarea tentang praktik menggunakan
menyusui kuesioner
2 Sumber Informasi Tidak adanya sumber informasi Tersedianya sumber informasi
tentang praktik menyusui di tentang praktik menyusui di
ruang perawatan kebidanan ruang perawatan kebidanan
BLUD Rumah Sakit Konawe BLUD Rumah Sakit Konawe
Utara Utara berupa leaflet dan banner

100
4.5. Manfaat Terlesesaikannya Core Issue
Adapun manfaat terselesaikannya core issue melalui kegiatan aktualisasi yang telah dijalankan adalah sebagai berikut :
4.5.1 Individu Peserta
1 Menambah pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dalam mengamalkan nilai-nilai BerAKHLAK serta nilai-nilai
manajemen ASN dan Smart ASN dalam menjalankan tugas di rumah sakit.
2 Mengasah kreatifitas dan kemampuan bidan dalam menerapkan Pemberian KIE dengan media leaflet dan banner
3 Menjadi tenaga fungsional yang mampu menjalankan fungsinya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan
perekat pemersatu bangsa yang memiliki integritas dan profesional.
4.5.2 Instansi
Manfaat bagi BLUD Rumah Sakit Konawe Utara adalah tercapainya visi dan misi rumah sakit serta mengimplementasikan nilai-
nilai di BLUD Rumah Sakit Konawe Utara
4.5.3 Stakeholders
Manfaat Terselesaikannya core issue bagi stakeholder adalah data yang didapatkan dari aktualisasi ini dapat dijadikan rujukan
dalam pengambilan kebijakan selanjutnya terutama yang berkaitan dengan promosi kesehatan ASI Esklusif.

101
4.6. Rencana Tindak Lanjut Hasil Aktualisasi

Tabel 14 Rencana Tindak Lanjut Aktualisasi

No Kegiatan Output Durasi dan Para Pihak Sumber Biaya Keterangan


Waktu Terlibat
1 Sosialisasi penggunaan media Peningkatan 30 menit Kepala ruangan Dana Kas Ruang
leaflet dan banner kepada pengetahuan Perawatan Perawatan
Bidan di Ruang perawatan Bidan tentang Kebidanan, Kebidanan
Kebidanan BLUD Rumah Praktik menyusui Seluruh Bidan di
Sakit Konawe Utara pada ibu pasca ruang perawatan
section caesarea kebidanan

2 Penggandaan Leaflet sebagai Tersedianya Setiap bulan Promkes Rumah Dana


sumber informasi kepada jumlah leaflet sesuai kebutuhan Sakit Operasional
pasien yang sesuai Rumah Sakit
dengan jumlah
pasien
3 Penerapan penggunaan media Peningkatan 5-10 menit, Seluruh bidan di Dana
leaflet dan banner di Ruang pelaksanaan Setiap ada pasien Ruang Perawatan Operasional
Perawatan Kebidanan oleh pemberian KIE yang Kebidanan Rumah Sakit
seluruh bidan di ruang dengan membutuhkan
perawatan Kebidanan menggunakan KIE
media leaflet dan
banner
4 Monitoring dan evaluasi Adanya hasil Tiap 6 bulan Seluruh bidan di Dana
penerapan penggunaan media monitoring dan pelayanan Ruang Perawatan Operasional
leaflet dan banner di Ruang evaluasi Kebidanan Rumah Sakit
Perawatan Kebidanan

102
BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
1. Aktualisasi/Habituasi Mata Pelatihan
Seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam aktualisasi ini dilakukan
dengan menghabituasi nilai-nilai Ber-AKHLAK. Kegiatan aktualisasi berupa
pemberian KIE tentang praktik menyusui pada ibu pasca section caesarea dengan
menggunakan leaflet dan banner telah berhasil meningkatkan pengetahuan ibu pasca
sectio caesarea.
2. Gagasan Kreatif Penyelesaian Core Isu
Gagasan kreatif yang telah dilaksanakan terkait penyelesaian isu rendahnya
pengetahuan ibu pasca section caesarea tentang praktik menyusui, dengan merujuk pada
penyebabnya adalah “Peningkatan pengetahuan ibu pasca sectio caesarea dengan
dengan menggunakan leaflet dan banner”.
3. Capaian Hasil Penyelesaian Core Isu
Setelah dilaksanakannya kegiatan aktualisasi berupa “Peningkatan pengetahuan
ibu pasca sectio caesarea dengan dengan menggunakan leaflet dan banner” terjadi
peningkatan pengetahuan ibu pasca section caesarea tentang praktik menyusui menjadi
sangat baik. Selain itu, setelah pelaksanaan aktualisasi ini, telah tersedia sumber
informasi tentang praktik menyusui di ruang perawatan kebidanan BLUD Rumah Sakit
Konawe Utara berupa leaflet dan banner
5.2. Saran/Rekomendasi
1. Untuk Penyelenggara Pelatihan
Penulis menyarankan agar kegiatan aktualisasi ini terus berlanjut dan dapat terus
memberikan manfaat.
2. Untuk BLUD Rumah Sakit Konawe Utara
Penulis menyarankan agar BLUD Rumah Sakit Konawe Utara untuk terus
mendukung dan mengembangkan kegiatan aktualisasi ini dalam bentuk tindak lanjut
sehingga terjadi kesinambungan dalam hal peningkatan pengetahuan ibu tentang praktik
menyusui. Besar harapan penulis agar pemberian KIE dengan menggunakan leaflet dan
banner dapat berkembang ke isu-isu lainnya di BLUD Rumah Sakit Konawe Utara,
sehingga kedepannya BLUD Rumah Sakit Konawe Utara memiliki sumber informasi
yang kaya.

103
DAFTAR PUSTAKA

Keputusan Bupati Konawe Utara Nomor 202 Tahun 2016 Tentang Izin Operasional BLUD
Rumah Sakit Kabupaten Konawe Utara
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2021. Berorientasi Pelayanan : Modul
Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2021. Akuntabel: Modul Pelatihan Dasar
Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2021. Kompeten: Modul Pelatihan Dasar
Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2021. Harmonis: Modul Pelatihan Dasar
Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2021. Loyal: Modul Pelatihan Dasar Calon
Pegawai Negeri Sipil Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2021. Adaptif: Modul Pelatihan Dasar
Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2021. Kolaboratif: Modul Pelatihan Dasar
Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia.
Peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2018 Tentang
Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil.
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 36 Tahun
2019 tentang Jabatan Fungsional Bidan
Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Esklusif.
Undang Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.
Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.
Undang Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2019 tentang Kebidanan.
Wulandari, Dwi Retno.2014. Rendahnya Praktik Menyusui pada Ibu Post Sectio Caesarea dan
Dukungan Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit. Surabaya: Kesmas, Jurnal Kesehatan
Masyarakat Nasional Vol. 8, No. 8.

104
LAMPIRAN

105
Lampiran Bukti-Bukti
Dokumen

106
Lampiran 1 Lembar Komitmen Tidak Lanjut Aktualisasi dan Habituasi

107
BIMBINGAN COACH
NO TANGGAL/ CATATAN OUTPUT MEDIA KOMUNIKASI PARAF
WAKTU BIMBINGAN COACH
1. 13 Mei 2022 Sistematika Laporan
penulisan sesuai
laporan sitematika
Aktualisasi yang ada

2. 26 Mei 2022 Konsultasi Desain


tahapan banner &
kegiatan leaflet
Konsultasi
desain banner
dan leaflet

108
2. 8 Juni 2022 Mendapat Laporan
contoh tata hasil sesuai
cara penulisan dengan
Hasil contoh yang
Aktualisasi diberikan

109
3. 19 Juni 2022 Buat video dan Video
powerpoint kegiatan
untuk aktualisasi
presentasi dan
powerpoint

4. 20 Juni 2022 Tambahkan aktualisasi


lampiran foto sesuai
dan dokumen dengan
ikuti arahan yang
sistematika diberikan
penulisan dan sesuai
dengan
sitematika
yang telah
disepakati
dan berlaku

Peserta Coach

Yunita Andriani S.ST Dr. Drs. Ruslan, M.Si


NIP. 19920917 202012 2 010 NIP. 19650528 199403 1 007

110
Lampiran 2 Bukti Pengendalian Pembelajaran Aktualisasi oleh Mentor

111
112
Lampiran 3 Catatan Bimbingan Oleh Mentor

113
114
115
Kegiatan 1 : Melakukan konsultasi kepada atasan terkait
rencana aktualisasi

116
Lampiran 4 Catatan Arahan dari Pimpinan

117
Lampiran 5 Surat Pernyataan pimpinan Terhadap Pelaksanaan Aktualisasi

118
119
Lampiran 6 Surat Pernyataan Dukungan Atasan Langsung

120
Kegiatan 2 : Membuat Leaflet

121
Lampiran 7 Desain Leaflet

122
123
Kegiatan 3 : Membuat Banner

124
Lampiran 8 Desain Banner

125
Lampiran 9 Bukti Pembayaran Cetak Banner

126
Kegiatan 4 : Melakukan persiapan Pemberian KIE

127
Lampiran 10 Kuesioner Pengetahuan tentang Praktik Menyusui pada Ibu Pasca Sectio
Caesarea

KUESIONER PENGETAHUAN TENTANG PRAKTIK MENYUSUI PASCA SECTIO


CAESAREA
Nama :
Umur :
Pekerjaan :
Alamat :
Berikan tanda centang pada jawaban yang dianggap paling benar !
No Pernyataan Benar Salah
1 Ibu yang melahirkan dengan operasi
Caesar tidak perlu menyusui bayinya
2 Salah satu manfaat menyusui setelah
operasi Caesar bagi ibu adalah
mengurangi stres
3 Bayi yang diberi ASI akan lebih mudah
sakit
4 Ibu yang melahirkan dengan operasi
Caesar dapat menyusui bayinya
sesegera mungkin setelah kondisi stabil
5 Posisi menyamping adalah posisi yang
aman untuk menyusui setelah operasi
Caesar
6 Jika pada hari pertama setelah operasi
caesar ASI masih sedikit, ibu harus
memberikan susu formula pada bayi
7 Kebutuhan ASI bagi bayi usia 1-2 hari
adalah 5-7 ml
8 Jika ASI ibu belum keluar, ibu tidak
dapat menyusui bayinya.
9 Menyusui menciptakan ikatan
emosional bagi ibu dan bayi
10 Jika bayi dirawat terpisah, ibu dapat
menggunakan pompa ASI
11 Ibu membutuhkan bantuan dan
dukungan dari keluarga dan bidan
untuk menyusui setelah operasi caesar
12 Jika bayi baru lahir menangis, pasti
bayi sedang kelaparan.

128
Lampiran 11 Data Ibu Pasca Sectio Caesarea

DATA IBU PASCA SECTIO CAESAREA

NO NAMA UMUR ALAMAT PEKERJAAN


1 LINDAWATI 29 LANDAWE KARYAWAN HONORER
2 MIFTAHUL JANNAH 20 TADOLOIYO TRANS IRT
3 NURNANINGSIH 27 WATUKILA IRT
4 NI WAYAN SUPIANI 32 LANDAWE IRT
5 KUSMINA 35 LAROBENDE KARYAWAN SWASTA

129
Kegiatan 5 : Melakukan Pemberian KIE

130
Lampiran 12 Daftar Hadir Pemberian KIE

131
Kegiatan 6 : Evaluasi dan pelaporan

132
Lampiran 13 Laporan Hasil Kegiatan
PEMERINTAH KABUPATEN KONAWE UTARA
BADAN LAYANAN UMUM DAERAH
RUMAH SAKIT KONAWE UTARA
Jl. Poros Kendari-Asera, Desa Lahimbua, Kec. Andowia, 93353

LAPORAN HASIL KEGIATAN


PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU PASCA SECTIO CAESAREA TENTANG
PRAKTIK MENYUSUI DI RUANG PERAWATAN KEBIDANAN BLUD RUMAH
SAKIT KONAWE UTARA

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Indonesia salah satunya meliputi pelayanan
Kesehatan Ibu dan Anak. Ujung tombak pelayananan kesehatan ibu dan anak di wilayah
Indonesia adalah bidan. Bidan merupakan profesi PNS pada fasilitas pelayanan kesehatan yang
diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang
untuk melaksanakan pelayanan asuhan kebidanan sesuai dengan tugas dan kewenangannya
berdasarkan peraturan yang berlaku (Permenpan Nomor 3 tahun 2019). Menurut Undang –
Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2019 tentang Kebidanan pasal 1 bahwa kebidanan
adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan
kepada perampuan selama massa sebelum hamil, masa kehamilan, persalinan, pasca persalinan,
masa nifas, bayi baru lahir, bayi, balita dan anak prasekolah, termasuk kesehatan.
Salah satu asuhan kebidanan yang dilakukan bidan di rumah sakit adalah asuhan post natal
care atau asuhan kebidanan masa nifas. Praktik menyusui merupakan bagian dari masa nifas
yang penting dan perlu mendapat perhatian khusus. Berdasarkan PP No 33 Tahun 2012, Setiap
ibu yang melahirkan harus memberikan ASI Eksklusif kepada Bayi yang dilahirkannya. Hal itu
disebabkan karena Air susu ibu (ASI) merupakan makanan terbaik dan tidak tergantikan oleh
apapun untuk tumbuh kembang bayi, menunjang kesehatan bayi secara optimal, serta
mewujudkan ikatan emosional antara ibu dan bayinya.
Mengingat pentingnya pemberian ASI kepada bayi baru lahir, Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia mencanangkan target pemberian ASI eksklusif Indonesia sebesar 80%.
Sementara itu, angka cakupan Bayi yang mendapatkan ASI esklusif nasional hanya mencapai
71,5% pada tahun 2021. Angka Cakupan di Provinsi Sulawesi tenggara tahun 2021 adalah
62,5%. dan angka cakupan ASI Esklusif di Kabupaten Konut 52,7%. Angka tersebut masih
belum mencapai target nasional dan bahkan masih di bawah angka cakupan nasional.

133
Kewajiban memberikan ASI Esklusif tidak hanya berlaku bagi ibu yang melahirkan secara
pervaginam namun juga ibu yang melahirkan dengan sectio caesarea. Prevalensi sectio caesarea
yang terus meningkat dari tahun ke tahun perlu diwaspadai karena bayi yang lahir melalui sectio
caesarea mempunyai risiko lebih tinggi untuk tidak disusui oleh ibunya dibandingkan persalinan
pervaginam. Hal ini dapat disebabkan beberapa hal misalnya, kondisi post sectio caesarea
membuat ibu merasa nyeri dan menjadi sulit untuk menyusui bayinya, keterlambatan untuk
melakukan praktik menyusui dapat menurunkan sekresi prolactin. Oleh karena itu, praktik
menyusui pada awal masa nifas sangat menentukan keberhasilan dan keberlanjutan pemberian
ASI esklusif pada bayi baru lahir.
Sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Kabupaten konawe utara, BLUD Rumah Sakit
Konawe Utara menerima pasien kebidanan yang membutuhkan tindakan sectio caesarea. Ibu
yang bersalin dengan sectio caesarea selanjutnya mendapatkan perawatan nifas di ruang
perawatan kebidanan. Selama dirawat, seluruh ibu pasca sectio caesarea seharusnya menyusui
bayinya sejak hari pertama pasca sectio caesarea. Namun, berdasarkan data yang didapatkan
dari rekapan register pasien pada bulan Januari 5 dari 13 (38,4%) ibu pasca sectio caesarea,
bulan Februari 2022 sebanyak 5 orang dari 14 (35,7%) ibu pasca sectio caesarea serta pada
bulan Maret 2022 sebanyak 6 orang dari 13 (46,1%) ibu pasca sectio caesarea memberikan susu
formula ke bayinya dan tidak melakukan praktik menyusui. Berdasarkan isu tersebut, selaku
bidan yang bekerja di BLUD Rumah Sakit Konawe Utara saya merasa penting untuk
mengadakan kegiatan yang dapat menambah sumber-sumber informasi terkait praktik
menyusui khususnya pada ibu pasca sectio caesarea.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Meningkatkan pengetahuan ibu pasca section caesarea tentang praktik menyusui
2. Tujuan Khusus
a. Menyediakan sumber informasi tentang praktik menyusui bagi ibu pasca section caesarea
b. Meningkatkan praktik menyusui pada ibu pasca section caesarea.
C. Manfaat
Adapun manfaat dalam kegiatan ini adalah:
1. Mendukung tercapainya visi dan misi BLUD Rumah Sakit Konawe Utara
2. Sebagai tindakan promotif yang mendukung pemberian praktik menyusui dan pemberian
ASI Esklusif
II. METODE KEGIATAN
A. Pelaksana Kegiatan

134
Petugas yang melaksanakan ini adalah Yunita Andriani,S.S.T selaku bidan yang bertugas di
Ruang Perawatan Kebidanan BLUD Rumah Sakit Konawe Utara.
B. Proses Pelaksanaan
Adapun proses pelaksanaan kegiatan yaitu:
1. Melakukan konsultasi kepada pimpinan
2. Membuat leaflet
3. Membuat banner
4. Mempersiapkan kegiatan pemberian KIE
5. Melakukan pemberian KIE
6. Melakukan evaluasi kegiatan
C. Peserta Kegiatan
Peserta dalam kegiatan ini adalah ibu pasca section caesarea yang di rawat di ruang perawatan
Kebidanan BLUD Rumah Sakit Konawe Utara pada tanggal 31 Mei – 10 Juni 2022.
D. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Pelaksanaan ini dilakukan sejak tanggal 31 Mei -10 Juni 2022 di Ruang perawatan Kebidanan
BLUD Rumah Sakit Konawe Utara
E. Hasil Kegiatan
Evaluasi hasil kuesioner pre-test dan post-test setelah kegiatan pemberian KIE kepada Ibu
pasca Sectio Caesarea
Tabel 3.1 Evaluasi Kuesioner pre-test dan post-test
No Inisial Responden Nilai Pretest Nilai Posttest % Kenaikan
1 Ny MJ 58,3 91,6 33,3
2 Ny NWS 50 100 50
3 NY N 50 91,6 41,6
4 NY K 58,3 100 41,7
5 NY L 66,6 100 33,3
Rata-rata 56,4 96,6 40,2

135
Grafik Perbandingan Nilai Pretest dan Posttest
Pengetahuan Ibu Pasca SC Tentang Praktik
Menyusui
120

100
100 100 100 96.6
80 91.6 91.6

60 66.6
58.3 58.3 56.4
40 50 50
20

0
Ny MJ Ny NWS Ny N Ny K Ny L Rata-Rata

Pretest Posttest

IV. PENUTUP
Hasil pelaksanaan kegiatan aktualisasi pelatihan dasar CPNS tahun 2022, sebagai upaya
peningkatan pengetahuan ibu pasca Sectio Caesarea tentang praktik menyusui di ruang
perawatan kebidanan BLUD Rumah Sakit Konawe Utara, diperolah bahwa masih
diperlukannya peningkatan sumber informasi mengenai kesehatan reproduksi. Hal ini
berdasarkan dari hasil kuesioner awal sebelum diadakannya pemberian KIE tingkat
pengetahuan rata-rata 56.4 dan setelah dilakukan pemberian KIE naik menjadi rata-rata 96,6.
Hal tersebut menunjukkan kenaikkan pengetahuan ibu pasca Sectio Caesarea sebesar 40, 2 %.
Kegiatan ini merupakan pelayanan kesehatan dalam bidang promosi kesehatan yang bertujuan
untuk meningkatkan pengetahuan ibu pasca section caesarea tentang praktik menyusui yang
diharapkan dapat mengubah cara pandang dan prilaku kesehatan khususnya tentang praktik
menyusui dan pemberian ASI Esklusif. Demikian laporan hasil kegiatan ini dibuat dengan
sesungguhnya, semoga dapat digunakan sebagai mestinya dan memberi masukkan positif dalam
perbaikan pelayanan kesehatan.

Lahimbua, 13 Juni 2022

Direktur BLUD Rumah Sakit Konawe Utara Pelaksana Kegiatan

dr. Dewi Sarli Tombili, Sp.PD Yunita Andriani, S.S.T

136
Lampiran 14 Surat Pernyataan Mentor

137
Lampiran Bukti-Bukti Foto

138
Kegiatan 1 : Melakukan konsultasi kepada atasan terkait rencana aktualisasi
Tahap 1 :Menyiapkan bahan konsultasi

Tahap Kegiatan : 2. Meminta jadwal pertemuan dengan pimpinan

139
Tahap Kegiatan : 3. Melaksanakan Konsultasi kepada pimpinan

Tahap Kegiatan : 4. Melaksanakan konsultasi kepada mentor

140
Tahap Kegiatan : 5. Meminta persetujuan dan dukungan

Kegiatan 2 : Membuat Leaflet


Tahap Kegiatan : 1. Menyiapkan alat dan bahan materi

141
Tahap Kegiatan : 2. Mendesain Leaflet

Tahap Kegiatan : 3. Melaksanakan konsultasi kepada mentor terkait desain leaflet

142
Tahap Kegiatan : 4. Mencetak Leaflet

Kegiatan 3 : Membuat Banner


Tahap Kegiatan : 1. Mencari referensi gambar

143
Hasil Referensi Gambar

Tahap Kegiatan : 2. Mendesain banner

144
Tahap Kegiatan : 3. Melaksanakan kosultasi kepada mentor terkait desain banner

Tahap Kegiatan : 4. Mencetak dan memasang banner

145
Memasang banner

Kegiatan 4 : Melakukan persiapan Pemberian KIE


Tahap Kegiatan : 1. Berkoordinasi dengan kepala ruangan Kebidanan

146
Tahap Kegiatan : 2. Menyiapkan kuesioner

Tahap Kegiatan : 3. Melaksanakan konsultasi kepada mentor terkait kuesioner

147
Tahap Kegiatan : 4. Mendata ibu pasca Sectio Caesarea

Kegiatan 5 : Melakukan Pemberian KIE


Tahap Kegiatan : 1. Melakukan pre-test

148
Tahap Kegiatan : 2. Melakukan Pemberian KIE

149
Tahap Kegiatan : 3. Melakukan post-test

150
Kegiatan 6 : Evaluasi dan pelaporan

Tahap Kegiatan : 1. Menganalisis hasil pre-test dan post-test

Tahap Kegiatan : 2. Menyusun laporan hasil kegiatan

151
Tahap Kegiatan : 3. Melaporkan kepada pimpinan

152

Anda mungkin juga menyukai