Anda di halaman 1dari 3

BAB III

3.1 Pengertian PC Istilah komputer pribadi atau PC mempunyai beberapa arti:


Istilah umum yang merujuk pada komputer yang dapat digunakan dan diperoleh orang dengan mudah. Istilah umum yang merujuk kepada mikrokomputer yang sesuai dengan spesifikasi IBM. Komputer pribadi yang pertama kali dikeluarkan oleh IBM dan secara tidak langsung mencetuskan penggunaan istilah PC (Personal Computer) - lihat PC IBM.

3.2 Fungsi dan Cara Kerja Memori Fungsi Memori : Meskipun memori secara teknikalnya termasuk dalam bentuk simpanan elektronik, ia sebenarnya dikenali sebagai storan sementara yang berkelajuan tinggi. Jika CPU komputer anda kerap mengakses cakera keras (hard drive) untuk menerima setiap salinan data yang diperlukan, ia akan menyebabkan operasi menjadi perlahan. Apabila data disimpan di dalam ingatan memori, CPU boleh mengakses data dengan cepat. Kebanyakan bentuk memori disasarkan untuk menyimpan data secara sementara sahaja (temporary). Cara Kerja Memori : CPU boleh mengakses memori mengikut hirarki yang berbeza. Sama ada ia datang dari bentuk storan kekal (cakera keras) atau masukan (seperti papan kekunci), kebanyakan data akan menuju ke RAM terlebih dahulu. CPU kemudiannya akan menyimpan setiap data yang diperlukan untuk diakses ke dalam cache dan mengendalikan arahan (instruction) tertentu di dalam pendaftar (register). Kita akan bicara tentang ini kemudian. Semua komponen komputer anda seperti CPU, cakera keras dan sistem operasi (OS), bekerja bersama-sama sebagai satu pasukan, dan memori ialah satu daripada bahagian terpenting di dalam pasukan ini. Sebaik sahaja anda menghidupkan komputer sehinggalah saat komputer anda dimatikan, CPU sentiasa menggunakan memori. Mari kita lihat senario ini untuk dijadikan sebagai contoh: Komputer akan memuatkan (load) data dari ROM BIOS dan melaksanakan POST untuk memastikan semua komponen berfungsi dengan baik. Semasa pemeriksaan ini dijalankan, pengawal memori (memory controller) akan memeriksa semua alamat memori dengan melakukan operasi baca dan tulis (read/write) untuk memastikan tiada ralat di dalam cip memori. Baca dan tulis bermaksud data yang ditulis dengan bit dan membaca semula bit tersebut.

3.3 Fungsi dan Cara Kerja Matherboard Fungsi Matherboard : Secara umum, motherboard mempunyai fungsi berikut ini : * Organisasi, mengatur dan menentukan alat ( peripheral ) yang bisa dipasang pada komputer * Kontrol, di dalam motherboard terdapat chipset dan program BIOS yang berfungsi mengatur data komponen komputer lain * Komunikasi, hampir semua komunikasi harus melalui motherboard Cara Kerja Matherboard : Dalam system komputer, peripheral-peripheral akan saling terkoneksi didalam mainboard dan dapat meneruskan intruksi melalui jalur papan board. Seluruh peripheral yang terkoneksi akan menjadi sebuah system computer yang utuh. Sementara fungsi mainboard pada umunya adalah menyalurkan arus input dan arus data yang diperlukan pada jalanya proses di dalam komputer. Motherboard alias mainboard alias system board, ketiganya mengacu pada satu barang yang sama, yakni sebuah papan sirkuit dan panel-panel elektronik yang menggerakan system PC secara keseluruhan. Secara prinsip, sebuah motherboard terdiri atas beberapa bagian yakni system CPU (prosesor), sirkuit clock/timing, Ram, Cache, ROM BIOS, I/O port seperti port serial, port pararel, slot ekspansi, port IDE. Seperti yang kita tahu bahwa komponen hardware ada yang disebut Central Processing Unit (CPU). CPU merupakan otak dari komputer yang menjadi kendali utama komputer. Terdapat banyak komponen-komponen didalamnya, salah satunya adalah Mainboard atau Motherboard. 3.4 Fungsi dan Cara kerja Power Suplay Fungsi Power Suplay : berfungsi untuk mensupply power alias listrik ke komputer dan komponennya. supply listrik ini disimpan dulu sebagai persediaan kemudian bisa digunakan setelah memang dibutuhkan Cara Kerja Power Suplay : Perangkat elektronika mestinya dicatu oleh suplai arus searah DC (direct current) yang stabil agar dapat bekerja dengan baik. Baterai atau accu adalah sumber catu daya DC yang paling baik. Namun untuk aplikasi yang membutuhkan catu daya lebih besar, sumber dari baterai tidak cukup. Sumber catu daya yang besar adalah sumber bolak-balik AC (alternating current) dari pembangkit tenaga listrik. Untuk itu diperlukan suatu perangkat catu daya yang dapat mengubah arus AC menjadi DC. Pada tulisan kali ini disajikan prinsip rangkaian catu daya (power supply) linier mulai dari rangkaian penyearah yang paling sederhana sampai pada catu daya yang ter-regulasi.