Anda di halaman 1dari 10

Laporan Praktikum Kimia Polimer

Hari/tanggal: Rabu/ 20April 2011 Kelompok : D siang Asisten : Fachrurrazie Randi Abdurrahman PJP : Andriawan Subekti, S.Si, M.Si

POLIMERISASI ASAM LAKTAT

Kartika Sari Dewi (G44080063)

DEPARTEMEN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2011

PENDAHULUAN
Polimer berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari atas dua kata yaitu poly berarti banyak dan meros berarti bagian atau unit. Stuktur unit ulang biasanya hampir sama dengan senyawa awal pembentuk polimer yang disebut dengan monomer (Billmeyer 1984). Polimer adalah molekul yang mempunyai massa molekul besar yang dibangun oleh pengulangan kesatuan kimia yang kecil dan sederhana. Kesatuan-kesatuan berulang itu setara atau hampir setara dengan monomer, yaitu bahan dasar pembuat polimer (Cowd 1991). Asam Laktat Asam laktat merupakan zat yang

Poliasamlaktat (PLA) Poli asam laktat atau Poli laktida (PLA) dengan rumus kimia (CH3CHOHCOOH)n adalah sejenis polimer atau plastik yang bersifat biodegradable, thermoplastic dan

merupakan poliester alifatik yang terbuat dari bahan-bahan terbarukan seperti pati jagung atau tanaman tebu. Walaupun PLA sudah dikenal sejak abad yang lalu, namun baru diproduksi secara komersial dalam beberapa tahun terakhir dengan keunggulan kemampuan untuk terdegradasi secara biologi (Pandey 2004) Poliasamlaktat diproduksi pertama kali pada tahun 1932 oleh Wallace Carothers. Poliasamlaktat merupakan poliester

berbentuk cair, tidak berwarna, dan tidak berbau. Asam laktat memiliki titik didih 122C dan titik leleh 18C. Asam yang dapat menyebabkan rasa lelah pada tubuh ini memiliki densitas sebesar 1.21 g/cm3. Asam laktat bersifat asam dengan kekuatan pH 2.8 (10 g/L H2O pada suhu 20C). Asam laktat sepuluh kali lebih asam apabila dibandingkan dengan asam propanoat. Hal ini disebabkan adanya gugus hidroksi pada posisi . Asam

termoplastik linier yang mengandung ikatan ester dan diproduksi dari sumber yang dapat diperbaharui. Ikatan ester tersebut

menyebabkan PLA dapat terdegradasi secara hidrolisis baik secara reaksi kimia maupun secara enzimatik (Pandey 2004). PLA mempunyai titik leleh yang tinggi sekitar 175C dan dapat dibuat lembaran film yang transparan. Sifat fisik dan mekanik disajikan pada Tabel 1. Sifat fisik dan mekanik PLA dapat berkurang apabila dicampur

laktat akan melepaskan proton dan membentuk laktat apabila dalam suatu larutan asam dan netral. Asam laktat larut dalam air dan pelrut organik yang larut dalam air seperti etanol (Anonim 2009) Asam laktat merupakan asam karboksilat yang mempunyai rumus C3H6O 3, dengan rumus struktur :

polimer lain yang mempunyai sifat fisik dan mekanik yang lebih rendah. Suhu transisi gelas PLA turun apabila poliasamglikolat dicampur dengan poliasamlaktat (Rosida 2007). Polimer ini tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik seperti kloroform dan

diklorometana (Robbani 2004).

Gambar

Rumus struktur

asam laktat

(Anonim 2009)

Tabel 1 Sifat Fisik dan Mekanik PLA Sifat Fisik Suhu transisi kaca (C) Titik leleh (C) Kalor leleh (Jg-1) Densitas Elongasi (%) PLA 55-70 130-215 8.1-93.1 1.25 2.5

penentuan viskositas

suhu dapat

sangat berubah

penting sesuai

karena suhu.

Viskositas menurun apabila suhu meningkat karena molekul memiliki energi kinetik lebih besar pada suhu yang tinggi dan gaya antar molekul dapat diatasi dengan mudah (Stevens 2007). Viskometer Ostwald Viskometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur viskositas suatu cairan. Salah satu jenis viskometer adalah viskometer

PLA adalah polimer bidegradabel turunan dari asam laktat. PLA mempunyai sifat biodegradabel artinya PLA dapat terdegradasi secara alami oleh panas, cahaya, bakteri maupun oleh proses hidrolisis. Selain itu, PLA juga mempunyai sifat biokompatibel, artinya polimer ini dapat terdegradasi dalam tubuh tanpa menimbulkan efek yang berbahaya. PLA dapat digunakan dalam industri medis karena PLA bersifat biokompatibel, tidak beracun, serta tidak menimbulkan alergi (Arches 2006). Viskositas

Ostwald atau viskometer kapiler gelas. (Jensen &Morgan 1991). Viskositas larutan polimer bergantung dari ukuran molekul polimernya. Dari pengukuran konsentrasi dan waktu alir dapat diturunkan beberapa besaran viskositas, yaitu viskositas relatif, viskositas spesifik, viskositas reduksi, dan viskositas intrinsik. Viskositas intrinsik diperoleh dari ekstrapolasi konsentrasi larutan terhadap sp dimana

konsentrasi larutan mendekati nol yang oleh Huggins dinyatakan dengan persamaan berikut :

Kekentalan (viskositas) adalah suatu sifat cairan yang berhubungan erat dengan

hambatan untuk mengalir, dimana semakin tinggi kekentalan maka hambatannya semakin besar. Kekentalan didefinisikan sebagai gaya yang diperlukan untuk menggerakkan secara berkesinambungan suatu permukaan datar melewati permukaan datar lain dalam kondisi konstan tertentu bila ruang diantara permukaan tersebut diisi dengan cairan yang akan

Lsp 2 ! ? A k ? A C L L C
dimana k merupakan konstanta polimer dalam pelarut tertentu. Dari data viskositas intrinsik dapat diperoleh massa molekul relatif.

Hubungan viskositas intrinsik dengan massa molekul relatif dapat dinyatakan [ ] = KM a dimana K dan a adalah konstanta pelarut dan polimer dimana untuk selulosa asetat nilai K=0,001330 dan a = 0,616. Kesederhanaan peralatan menyebabkan pengukuran viskositas larutan polimer merupakan suatu karakterisasi polimer yang mudah dilakukan. Untuk dengan

persamaan Mark Houwink Sakurada berikut :

ditentukan kekentalannya (Stevens 2007). Viskositas cairan berkaitan dengan gaya antar molekul yang menentukan seberapa mudah molekul dapat bergerak satu sama lain, dan juga tingkat dimana molekul dapat berhenti bergerak. Pada penetapan viskositas,

ketepatan pengukuran dilakukan pada suhu tetap (Anonim 2008). Prinsip pengukuran dengan menggunakan metode viskositas adalah meengukur waktu yang dipelukan pelarut atau larutan polimer untuk mengalir pada pipa kapiler di dalam viskometer. Volume cairan di dalam Percobaan

TUJUAN
bertujuan melakukan polimerisasi asamlaktat dan menentukan bobot molekul nisbi (Mv) dari poliasamlaktat secara viskosimeter.

BAHAN DAN METODE


Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini adalah gelas piala 50 mL, termometer 200 C, penangas air, timbangan, labu ukur 10 mL, pipet tetes, gelas pengaduk, gelas ukur, stopwatch, dan viskometer Ostwald.Bahanbahan yang digunakan pada percobaan ini adalah asam laktat, etil asetat, dan akuades. Metode Percobaan ini diawali dengan Asam laktat sebanyak 5 mL dimasukkan ke dalam tiga buah gelas piala berbeda yang telah diketahui bobot gelas piala kosongnya. Masing-masing gelas piala yang telah berisi asam laktat dipanaskan hingga temperaturnya 120o C

viskometer harus dibuat tetap agar diperoleh waktu alir yang konstan. Viskositas merupakan suatu ukuran penolakan fluid terhadap

perubahan bentuk di bawah tekanan shear (Anonim 2008). Massa Molekul Nisbi Massa molekul nisbi sangat penting dalam menentukan karakteristik polimer yang

ditentukan secara akurat. Ketepatan penentuan massa molekul bergantung pada teknik yang digunakan (Cowd 1991). Setiap penentuan massa molekul akan menghasilkan harga ratarata. Dua harga rata-rata yang penting bagi polimer adalah rata-rata jumlah dan rata-rata bobot. Batasan rata-rata jumlah, Mn secara

selama satu jam hingga terjadi perubahan warna yaitu dari tidak berwarna menjadi agak

matematika ialah

Ni

Ni

Jika massa molekul ditentukan berdasarkan sifat koligatif, misalnya tekanan osmotik, maka harga rata-rata jumlah, Mn dapat diperoleh. Batasan matematika bagi rata-rata bobot, Mw, ialah

Mw

w M ! w
i i

Harga rata-rata bobot dapat diperoleh dengan merata-ratakan massa molekul menurut massa molekul tiap macam penyusun polimer (Cowd 1991).

kekuningan. Pemanasan tersebut dilakukan di dalam lemari asam. Pemanasan dilanjutkan selama 30 menit (A1), 60 menit (A2), dan 90 menit (A3) pda suhu 150
o

C (suhu dijaga

konstan agar PLA tidak berubah menjadi kecoklatan). Gelas piala dari hot plate

dipindahkan dan dibiarkan hingga mencapai suhu


i

kamar.

Bobot

masing-masing PLA

ditimbang dan diamati warnanya. Pengukuran bobot molekul dilakukan

dengan mengukur viskositasnya. Diambil PLA masing-masing sebanyak 0.2%, 0.3%, 0.4%, dan 0.5% (bobot/volume) dilarutkan dengan pelarut etil asetat dalam labu ukur 10 mL.

Dihitung laju alir untuk setiap konsentrasi masing-masing sebanyak 3 kali ulangan pada suhu 25 C dengan menggunakan viskometer Ostwald. Viskositas relatif ditentukan dengan cara membandingkan waktu alir pelarut dengan waktu alir larutan polimer. Viskositas intrinsik dicari dengan cara memplotkan viskositas reduktif sebagai sumbu y dan konsentrasi (%) PLA sebagai sumbu x. Bobot molekul (Mv) ditentukan Houwink: = k. (mV) k dan a merupakan tetapan yang bergantung pada pelarut, polimer, dan suhu. Nilai k dan a berturut-turut adalah1.58 10 dan 0.78.
-4

Polimer asamlaktat dapat dibentuk dengan cara polimerisasi kondensasi. Reaksi ini

termasuk kondensasi karena menghasilkan produk samping yaitu air. Polimerisasi

merupakan reaksi yang dapat balik dengan bantuan panas dan katalis. Oleh sebab itu, pembuatan polimer asam lakat dilakukan di dalam lemari asam agar hasil reaksi samping yaitu air (H2O) dapat langsung diserap oleh

exhaust fan serta agar PLA yang dihasilkan tidak terhidrolisis kembali menjadi asam laktat, molekul air yang dihasilkan harus dihilangkan melalui pemanasan. Molekul air harus dihilangkan karena dapat menggangu proses polimerisasi dan menurunkan laju polimerisasi sehingga bobot molekul polimer yang dihasilkan rendah (Kaitian et al. 1996).

berdasarkan

persamaan

Mark-

HASIL DAN PEMBAHASAN


PLA merupakan poliester yang dapat diproduksi menggunakan bahan baku

Pemanasan dalam pembuatan polimer asam laktat ini dilakukan sebanyak dua kali yaitu 120o C dan 150o C. Pemanasan pada suhu 120rC selama 1 jam dilakukan air untuk tersebut.

sumberdaya alam terbarui seperti pati dan selulosa melaui fermentasi asam laktat. untuk

menghilangkan

molekul

Polimerisasi

secara

kimiawi

Pemanasan kedua pada 150rC dilakukan untuk mempercepat reaksi polimerisasi asam laktat yang dikondisikan pada waktu yang berbeda. PLA mempunyai titik leleh yang tinggi yaitu sekitar 175o C sehingga jika dipanaskan lebih dari sekitar 150o C maka polimer yang terbentuk akan mengalami kerusakan dan warnanya pun akan berubah seperti karamel.

menghasilkan PLA dari asam laktat dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu secara langsung dari asam laktat dan secara tidak langsung melalui pembentukan laktida (dimer asam laktat) terlebih dahulu, dan diikuti dengan polimerisasi menjadi PLA. PLA mempunyai titik leleh yang tinggi sekitar 175C, dan dapat dibuat menjadi lembaran film yang transparan (Pranamuda 2009). Adapun reaksinya sebagai berikut :

Gambar 2 Reaksi pembentukan PLA dari asamlaktat

Tabel 2 Data bobot PLA sebelum pemanasan Bobot Gelas Piala gelas piala kosong (g) Gelas piala + bobot PLA (g) Bobot PLA (g)

memperbanyak rantai polimer yang terbentuk (semakin panjang rantai). Kekentalan (viskositas) adalah suatu sifat cairan yang berhubungan erat dengan

hambatan untuk mengalir, dimana semakin tinggi kekentalan maka hambatannya semakin

A1

63,73

69,7934

6,0634

besar. Kekentalan didefinisikan sebagai gaya yang diperlukan untuk menggerakkan secara

A2

61,71

67,7107

6,0001

berkesinambungan suatu permukaan datar melewati permukaan datar lain dalam kondisi

A3

62,72

68,7996

6,0796

konstan tertentu bila ruang diantara permukaan tersebut diisi dengan cairan yang akan

Tabel 3 Data bobot PLA setelah pemanasan Bobot Gelas Piala gelas piala kosong (g) Gelas piala + bobot PLA (g) Bobot PLA (g)

ditentukan kekentalannya. Melalui pengukuran viskositas suatu larutan dapat diketahui waktu alir larutan tersebut. Waktu alir larutan sangat dipengaruhi oleh konsentrasi larutan itu

sendiri, semakin besar konsentrasi larutan waktu alir akan semakin lama. Selain itu waktu

A1

63,73

65,2945

1,5645

alir juga ditentukan oleh besarnya suhu, semakin besar suhu akan menyebabkan gaya

A2

61,71

63,0169

1,3069

antar molekul semakin rendah sehingga waktu alir akan semakin rendah.

A3

62,72

63,8643

1,1443

Pengukuran

viskositas

dilakukan

dari

konsentrasi paling rendah, hal ini untuk Bobot poli(asamlaktat) yang terbentuk setelah proses pemanasan adalah 1,5645gram (A1), 1,3069 gram (A2), dan 1,1443gram (A3). Dari hasil di atas dapat diketahui persen air yang terbentuk sebagai hasil reaksi samping dari sintesis polimerisasi poli(asamlaktat) ini. Hilangnya molekul air pada PLA yang dihasilkan dapat dilihat dari PLA yang semakin pekat dan padat, terlihat bahwa pada pemanasan pada suhu 30 menit PLA yang dihasilkan lebih berwarna kecoklatan dan memiliki kekentalan yang lebih tinggi menghindari kontaminasi dari sisa-sisa larutan yang akan tertinggal dalam viskometer

ostwald. Volume larutan yang dimasukkan ke dalam viskometer harus dibuat tetap karena ketika larutan mengalir ke bawah melalui pipa kapiler 1, ia harus mendorong larutan naik ke pipa kapiler 2. Akibatnya jika volume cairan berbeda pada beberapa percobaan, maka massa larutan yang didorong naik ke tabung 2 akan berubah pula, sehingga menghasilkan waktu alir yang tidak sesuai dengan yang seharusnya. Bobot terbentuk mengukur molekul dapat poli(asamlaktat) dengan yang cara

dibandingkan pada pemanasan sebelumnya. Tingginya nilai bobot molekul dari PLA ini karena semakin lama pemanasan, akan

diketahui

viskositasnya

menggunakan

viskometer Ostwald. Poli(asamlaktat) dengan

berbagai konsentrasi dilarutkan dalam etil asetat dan laju alirnya dihitung sebanyak 3 ulangan untuk masing-masing konsentrasi. Pelarut etil asetat memiliki sifat kepolaran menengah dan volatil (mudah menguap), tidak beracun, dan tidak hidroskopis. Bobot molekul (Mv) dapat ditentukan berdasarkan persamaan Mark-Houwink. PLA pada gelas piala pertama (A1) dengan konsentrasi 0.2%, 0.3%, 0.4%, dan 0.5% (bobot/volume) menghasilkan bobot molekul 108.317,3380 g/mol; 502.976,3676 g/mol; 2.455.408,5240 g/mol; dan

g/mol; 956.866,8850 g/mol; 1.057.340,3090 g/mol; dan 890.168,5510 g/mol. Pada gelas piala ketiga (A3) dengan konsentrasi 0.2%, 0.3%, 0.4%, dan 0.5% (bobot/volume)

menghasilkan bobot molekul 813.98,3070 g/mol; 609.258,8955 g/mol; 880.117,5819

g/mol; dan 629.887,9836 g/mol.

DAFTAR PUSTAKA
[Anonim]. 2008. Polimer [terhubung berkala]. http://bima.ipb.ac.id/~tpb-ipb/materi/ kimum/BAB%208%20Polimer.pdf. [20 Apr 2011]. [Anonim]. 2009. Lactic acid. [terhubung berkala].http://www.wikipedia.org/wik i/Lactic acid.htm. [20 Apr 2011] Arches. 2006. What is PLA?. [terhubung berkala].http://www.arches.uga.edu/%7 Edbagal/references.htm. [20 Apr 2011] Bilmeyer FA. 1984. Texbook of Polymer
nd

6.665.706,3620 g/mol. Pada gelas piala kedua (A2) dengan konsentrasi 0.2%, 0.3%, 0.4%, dan 0.5% (bobot/volume) menghasilkan bobot molekul 937.384,7897 g/mol; 956.866,8850 g/mol; 1.057.340,3090 g/mol; dan

890.168,5510 g/mol. Pada gelas piala ketiga (A3) dengan konsentrasi 0.2%, 0.3%, 0.4%, dan 0.5% (bobot/volume) menghasilkan bobot molekul 813.98,3070 g/mol; 609.258,8955

Science, 2 ed. New York: John Wiley & Sons Ltd. Cowd MA, Stark JG. 1991. Kimia Polimer. Firman H, penerjemah. Padmawinata K, editor. Bandung: ITB-Press. Terjemahandari: Polymer Chemistry. Jensen DP, Morgan LW. 1991. Polymer Chemical. New York: McGrill Ltd. Pandey JK. 2004. Degradability of polymer composite from renewable resources. [thesis]. Univercity of Pune Polymer Chemistry Division Pranamuda H. 2008. Plastik yang bisa hancur di alam (biodegradable). [terhubung berkala].http://www.duniasex.com/foru m/archive/index.php/t-288071.html. [20 Apr 2011]. Robbani MN. 2004. Biodegradasi struktur dan morfologi mikrosfer polilaktat. [skripsi]. Bogor: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor Rosida A. 2007. Pencirian Poliblend Poliasamlaktat dengan Poliprolakton. [skripsi]. Bogor: Fakultas Matematika

g/mol; 880.117,5819 g/mol; dan 629.887,9836 g/mol.

SIMPULAN
Poli(asamlaktat) dapat disintesis dengan memanaskan asam laktat pada suhu tinggi. Sementara bobot molekul PLA yang terbentuk dapat ditentukan laju dengan air dari menggunakan larutan PLA

menghitung

menggunakan viskometer Ostwald. PLA pada gelas piala pertama (A1) dengan konsentrasi 0.2%, 0.3%, 0.4%, dan 0.5% (bobot/volume) menghasilkan bobot molekul 108.317,3380 g/mol; 502.976,3676 g/mol; 2.455.408,5240 g/mol; dan 6.665.706,3620 g/mol. Pada gelas piala kedua (A2) dengan konsentrasi 0.2%, 0.3%, 0.4%, dan 0.5% (bobot/volume)

menghasilkan bobot molekul 937.384,7897

dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor. Stevens MP. 2007. Kimia Polimer. Sopyan I, penerjemah. Jakarta: PT Pradnya Paramita. Terjemahan dari: Polymer Chemistry: An Introduction.

Lampiran Tabel 4 Polimerisasi asam laktat Sampel A1 A2 A3 Bobot (gram) Gelas piala kosong 63,7300 61,7100 62,7200 Gelas piala kosong + PLA 65,2945 63,1600 63,8643 PLA 1,5645 1,4500 1,1443 Waktu pemanasan (menit) 30 45 60

Contoh perhitungan A1: Bobot PLA = (Gelas piala kosong + PLA)- Gelas piala kosong =65,2945-63,7300 =1,5645 Tabel 5 Pengukuran PLA dengan pelarut etil asetat Konsentrasi Larutan konsentrasi sebenarnya (g/ml) Etil asetat 0,2% A1 0,3% 0,4% 0,5% 0,2% A2 0,3% 0,4% 0,5% 0,2% A3 0,3% 0,4% 0,5% 0,0024 0,0036 0,0042 0,0054 0,0028 0,0034 0,0041 0,0054 0,0025 0,0031 0,0042 0,0056 1 36,80 37,09 38,80 40,15 40,69 38,50 37,19 39,40 38,64 37,70 39,20 37,55 41,47 Ulangan waktu alir (detik) 2 37,20 39,15 37,60 40,26 46,33 38,20 37,50 38,30 38,25 37,40 37,00 39,51 36,70 3 38,10 36,23 37,50 39,10 47,10 37,70 40,23 38,1 39,48 37,30 37,70 38,33 37,31 37,37 37,49 37,97 39,84 44,71 38,13 38,31 38,6 38,79 37,47 37,97 38,46 38,49 1,3358 4,4245 15,2389 33,2091 7,1904 7,3067 7,8985 6,9063 1,0689 5,1381 6,8454 5,2733 108.317,3380 502.976,3676 2.455.408,5240 6.665.706,3620 937.384,7897 956.866,8850 1.057.340,3090 890.168,5510 81398,3070 609258,8955 880.117,5819 629.887,9836 rerata [ ] Mv (gram/mol)

Contoh perhitungan PLA (A1) pada 0,0024 g/ml : Rerata waktu alir (detik) = y Konsentrasi PLA: [PLA] = = y


=

= 37,49 detik

= 0,0024 g/ml
= 1,3358

[ 1] =

[ 1] 1,3358 Ln
 

= k. Mva ( k= 0,02;a=0,76) = 1,58 10 -4 (Mv)0,78

= 0,78 Ln Mv
= 0,78 Ln Mv = 11,5928 = 108317,3380 gram/mol

9,0424 Ln Mv Mv