Anda di halaman 1dari 2

KISAH NABI AYYUB AS

BY HUWAIDA ZARA MUGHNIYA AZIZAH

Nabi Ayub merupakan salah satu utusan Allah SWT dimuka bumi. Ia menjadi salah
satu contoh kesabaran yang patut diteladani umat Islam.Kisah teladan Nabi Ayyub
dikisahkan dalam beberapa tafsir. Dalam Al Bidayah wa An Nihaya, dan tafsir Al Baghawi,
dituliskan bahwa Nabi Ayyub dahulu merupakan seseorang yang sangat kaya dengan harta
melimpah.Mulai dari sapi, unta, kambing, kuda dan keledai ia miliki di peternakannya.
Bahkan, Nabi Ayyub juga memiliki area tanah yang luas hingga tak ada orang yang mampu
menyaingi.
Nabi Ayyub juga dikenal sebagai orang yang baik, bertakwa, dan menyayangi orang
miskin. Ia selalu bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan kepadanya.Namun,
suatu hari datang ujian untuk Nabi Ayub. Ia ditimpa penyakit judzam (kusta atau lepra) serta
musibah yang membuat harta serta anaknya hilang. Akibatnya, semua orang menjauh dari
dirinya. Namun, istri Nabi Ayyub masih sabar dan menemaninya. Sampai istrinya pun
merasa lelah dan mempekerjakan orang lain untuk mengurus Nabi Ayyub.Hanya saja, Nabi
Ayyub selalu berdzikir kepada Allah untuk diberikan keselamatan dan juga kesehatan.
Cobaan yang dialaminya tak hanya sebentar melainkan selama 18 tahun lamanya.
Berdasarkan Quran Surat Al Anbiya ayat 83 yang berbunyi :

Artinya :
“Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, (Ya Tuhanku),
sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yan Maha Penyayang dari
semua yang penyayang.”
Dengan kesabaran yang dilakukannya selama 18 tahun, Nabi Ayyub pun mendapat
mukjizat dari Allah AWT. Ia diberi kesehatan setelah mandi dan minum dari air yang
dianugerahi oleh Allah SWT.
Dalam Quran Surat Shaad ayat 41-44 Allah SWT berfirman

Artinya ;
“Dan ingatlah akan hamba kami Ayyub ketika dia menyeru Tuhannya. Sesungguhnya
aku diganggu setan dengan penderitaan dan bencana. Allah berfirman “Hentakkan lah
kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum’ dan kami anugerahi dia
(denganmengumpulkan kembali) keluarganya dan kami lipat gandakan jumlah mereka,
sebagai arahmat dari kami dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat. Dan
ambillah seikat (rumput) dengan tanganmu, lalu pukul lah dengan itu dan janganlah engkau
melanggar sumpah. Sesungguhnya kami dapati di (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik
baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (keoada Allah)”

Kehidupan Nabi Ayyub kembali diberkahi oleh Allah SWT, Istri, anak, serta hartanya
kembali melimpah, ia pun kembali bersyukur kepada Allah SWT.
Nah,kisah Nabi Ayyub bisa menjadi pembelajaran bagi kita agar terus bersyukur
kepada Allah SWT.