Anda di halaman 1dari 8

Dewasa ini, dunia sedang diguncang oleh

pandemik hebat bernama Covid-19 (Corona Virus

Disease). Peningkatan dari hari kehari jumlah pasien

terinfeksi virus Covid-19 sudah sulit dikendalikan

diperlukannya suatu perencanaan yang jelas dan

lugas dari pemerintah untuk menangulangi

permasalahan ini. Coronavirus sendiri merupakan

sekumpulan virus yang berasal dari subfamili

Orthocronavirinae dalam keluarga Coronaviridae dan

ordo Nidovirales. Virus ini dapat menyerang hewan

dan juga manusia dan pada manusia gejalanya


berupa infeksi yang serupa dengan penyakit SARS

dan MERS, hanya saja Covid-19 bersifat lebih masif

perkembangannya. Indonesia juga merupakan salah

satu negara yang terdampak wabah yang satu ini.

Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

terdapat lebih dari 2,3 Juta orang positif Covid 19

sampai tanggal 7 juli 2021. Oleh karena itu, perlu

tindakan pemerintah dan kesadaran penuh dari

masyarakat agar angka penyebaran virus ini dapat

ditekan. Pada tanggal 13 Juli 2021 tercatat sudah

ada 195 kasus yang terdeteksi di kecamatan Semen


selama pandemi dengan 2 kasus masih di rawat di

rumah sakit dan masih berpotensi untuk meningkat

mengingat . Pemerintah Indonesia sudah berupaya

melakukan berbagai hal untuk menangani masalah

ini baik yang bersifat promotif dan preventif maupun

kuratif. Bentuk nyata dalam promotif preventif yang

popular adalah adanya program vaksinasi,

Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

dan slogan 3M pada masa pandemi COVID-19

artinya Memakai Masker, Menjaga Jarak, dan

Mencuci Tangan (Menjaga Kebersihan). Kemudian


berkembang menjadi 6M yaitu disertakannya

Menghindari Keramaian, Menghindari Makan

Bersama, Mengurangi Mobilitas. Di fasilitias

Kesehatan kami gerakan 3M bahkan 6M sudah

sangat giat disosialisasikan tetapi baik dengan media

poster atau penyuluhan dalam gedung secara

langung tiap pagi, tetapi dengan adanya pembagian

SDM yang sedang melaksanakan program

vaksinasi, dan beberapa tenaga kesehaatan juga

harus istirahat maupun cuti program penyuluhan

dalam gedung menjadi tidak efisien. Penulis juga


masih menemukan beberapa pengunjung puskesmas

semen yang kurang benar dalam menerapkan

protokol Kesehatan tersebut terutama dalam hal

pemakaian masker dalam observasi pada

pengunjung di ruang pemeriksaan umum dalam satu

hari selalu ada yang salah dalam pemakaian masker

dengan jumlah yang cukup banyak bisa sampai 10

pengunjung hal ini ditakutkan dapat beresiko

penularan penyakit yang dapat menular melalui

droplet seperti Covid 19.

Oleh karena itu, berdasarkan permasalahan


di atas penulis tertarik untuk mengangkat

permasalahan yang ada di lingkungan kerja penulis

dengan judul “Penggunaan video sebagai sarana

edukasi cara pemakaian masker yang benar pada

pengunjung Puskesmas Semen.”

Covid 19 telah menjadi bencana nasional

bahkan internasional, penyebaran yang cepat serta

tingkat kegawatan dan kematian yang tinggi

meyebabkan sulitnya penanganan penyakit ini. Tentu

saja pemerintah telah berusaha maksimal untuk

mengentikan penyebaran virus ini, salah satunya


adalah dengan himbauan 3 M, 5 M, bahkan 6 M,

yang salah satu poinnya adalah memakai masker

secara benar. Tetapi kesadaran masyarakat kita

dalam meamkai masker secara benar masih kurang,

hal itu bisa dilihat bahwa masih ada beberapa

pengunjung yang tidak memakai masker secara

benar.

Maka, melalui analisis USG yang telah

dilakukan serta melalui konsultasi bersama kepala

Puskesmas isu prioritas yang akan dijadikan sebagai

dasar rancangan program aktualisasi adalah Masih


banyaknya pengunjung Puskesmas Semen yang

salah dalam memakai masker.

Pemilihan cara dan media yang tepat adalah

menggunakan media video edukasi. Diharapkan

pengunjung melihat media video dapat meningkatkan

pemahaman tentang cara memakai masker yang

benar dan meningkatkan kesadaran. Video tersebut

dapat diulang-ulang dapat menyelesaikan masalah

keterbatasan SDM di Puskesmas Semen dalam

melakukan edukasi secara langsung.