Anda di halaman 1dari 6

TUGAS INDIVIDU AGENDA III HARI KE - 2

ANALISIS ISU UNTUK MEWUJUDKAN


SMART GOVERNANCE
MANAJEMEN ASN DAN SMART ASN

Yang diampu oleh Widya Iswara Agus Wahyudianto, S.Psi., SE., M.Bus.(Adv).

Disusun Oleh
Nama : Winda Purnamasari, A.Md.Keb.

NDH : 38

NIP : 19930612 202203 2 011


A. Identifikasi Masalah

Masalah – masalah yang ditemui di instansi sehubungan dengan good governance, di antaranya:

1. Perubahan Pendokumentasian dari Kertas menuju Digitalisasi (e-record)


Dengan adanya perubahan ini membuat banyak pegawai yang bisa dikatakan usianya
telah di atas 40 tahun bahkan yang akan menuju pension sulit untuk mengikuti
perubahan tersebut. Hal tersebut dibuktikan dengan sedikitnya pendokumentasian yang
dilakukan secara tepat dengan alasan mereka tidak mampu mengoperasikan
pendokumentasian secara elektronik.
2. Penggunaan Handphone yang Berlebihan Saat Sedang Bekerja
Masih adanya pegawai yang menggunakan handphone saat sedang bekerja. Dengan hal
tersebut berpotensi mengganggu pekerjaan, dampak yang terjadi adalah penurunan
kualitas pekerjaan pegawai yang bersangkutan, tidak focus dalam bekerja dan berisiko
dalam pemberian pelayanan yang tidak maksimal.
3. Ketidakpatuhan Hand Hygiene Tenaga Medis
Hand hygiene atau kebersihan tangan, merupakan salah satu hal penting dalam protocol
kesehatan. Yaitu dengan mencuci tangan pakai sabun atau handrub berbasis alcohol,
maupun hand sanitizer. Masih ada beberapa pegawai yang tidak patuh dengan hand
hygiene tersebut. Terdapat 5 waktu cuci tangan, yaitu sebelum bersentuhan dengan
pasien, sebelum melakukan tindakan aseptic, setelah bersentuhan dengan cairan tubuh
pasien, setelah bersentuhan dengan pasien, dan setelah keluar dari lingkungan pasien.

B. Teknik Tapisan Isu


Dalam menentukan prioritas masalah dengan metode USG (Urgency, Seriousness,
Growth). Urgency : seberapa mendesak suatu isu harus dibahas, dianalisis dan ditindaklanjuti.
Seriousness : Seberapa serius suatu isu harus dibahas dikaitkan dengan akibat yang akan
ditimbulkan. Growth : seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak
ditangani segera

Metode USG merupakan salah satu cara menetapkan urutan prioritas masalah dengan
metode tekhnik scanning dan dengan mempertimbangkan tiga kompinen dalam metode USG.
Skoring dengan menggunakan skala likert 1 s/d 5 dengan ketentuan :

1. Sangat tidak urgent


2. Kurang Urgent
3. Cukup Urgent
4. Urgent
5. Sangat Urgent
Berikut tabel penilaian kualitas Isu dengan menggunakan metode USG (Urgency,
Seriousness and Growth)

No Isu U S G Total Prioritas

1 Perubahan 4 5 4 13 3
pendokumentasian
dari kertas menuju
digitalisasi

2 Penggunaan 4 5 5 14 2
handphone yang
berlebihan saat
sedang bekerja

3 Ketidak patuhan hand 5 5 5 15 1


hygiene tenaga medis

C. Analisis Isu
a. Fish Bone
Fishbone diagram akan mengidentifikasi berbagai sebab
potensial dari satu efek atau masalah, dan menganalisis masalah
tersebut melalui sesi brainstorming. Masalah akan dipecah
menjadi sejumlah kategori yang berkaitan, mencakup manusia,
material, mesin, prosedur, kebijakan, dan sebagainya.
b. Metode SWOT
Dari sejumlah isu yang telah dianalisis dengan teknik tapisan, selanjutnya dilakukan
analisis secara mendalam isu yang telah memenuhi kriteria USG dengan
menggunakan alat bantu dengan teknik SWOT.
1. Strategi S-O (Strength-Opportunities)
Kategori ini mengandung berbagai alternatif strategi yang bersifat memanfatkan
peluang dengan mendayagunakan kekuatan/kelebihan yang dimiliki.
2. Strategi W-O (Weaknesses-Opportunities)
Kategori yang bersifat memanfaatkan peluang ekternal untuk mengatasi
kelemahan.
3. Strategi S-T (Strength-Threats)
Kategori alternatif strategi yang memanfaatkan atau mendayagunakan kekuatan
untuk mengatasi ancaman.
4. Strategi W-T (Weaknesses-Threats)
Kategori alternatif strategi sebagai solusi dari penilaian atas kelemahan dan
ancaman yang dihadapi, atau usaha menghindari ancaman untuk mengatasi
kelemahan.
Analisis Isu dengan metode SWOT

Kekuatan Kelemahan Kesempatan Ancaman


(Strength) (Weaknesess) (Oppotunity) (Treat)
 SOP tentang  Kurangnya  Seiring  Pengabaian
hand hygiene pengawasan meningkatnya hand hygiene
 Tersedia langsung dan kasus covid- sebagai salah
tempat cuci berkala 19 dengan satu protocol
tangan dan  Pihak – pihak varian yang kesehatan oleh
sabun, serta yang dianggap terus tenaga
handrub yang berpengaruh berkembang kesehatan dan
memadai di juga meningkatkan kurangnya
berbagai titik melakukan hal kesadaran rasa takut
di rumah sakit yang sama tenaga medis terhadap risiko
 Tenaga medis untuk tertular dan
merupakan menjalankan menularkana
tenaga hand hygiene penyakit dapat
berpendidikan  Maraknya memicu
yang pemberian terbentuknya
berkualifikasi promosi cluster
kesehatan di  Meningkatkan
berbagai risiko HAIs
mssedia (Healthcare
Associated
Infections)

D. Gagasan Kreatif berdasarkan Manajemen ASN


Hand hygiene merupakan salah satu tindakan protocol kesehatan yang sangat penting untuk
dilakukan, apalagi di masa pandemic seperti sekarang ini. Sebagai seorang Smart ASN
tindakan hand hygiene adalah salah satu wujud pelayanan prima tidak hanya untuk pelanggan
tetapi untuk diri sendiri dan rekan kerja serta lingkungan. Dengan konsisten menerapkan hand
hygiene berarti kita menjadi pribadi yang bertanggungjawab, kompeten dan bekerja sesuai
aturan yang berlaku. Dengan menyempatkan waktu 20-30 detik pada setiap melakukan hand
hygiene kita dapat mencegah terjadinya penularan penyakit dari pegawai ke pelanggan, dan
sebaliknya atau yg lebih dikenal dg HAIs (Healthcare Associated Infections). Apapun
tindakan dan seperti apa lingkungan pasien, sebagai salah satu bentuk penyesuaian perilaku
baik di masa pandemic maupun ketika pandemi sudah berakhir.
Hand hygiene di rumah sakit lebih dikenal dengan 5 moments hand hygiene, yaitu sebelum
kontak dengan pasien, sebelum tindakan aseptic, setelah terkena cairan tubuh pasien, setelah
kontak dengan pasien, dan setelah kontak dengan lingkungan pasien.
Gagasan kreatif yang saya buat berupa upaya untuk semakin mengedapankan mutu pelayanan
sesuai motto “mantap melayani”. Gagasan ini bisa diimpementasikan dengan kerjasama
antara civitas hospitalia, mulai dari direktur sebagai pembuat kebijakan, sampai dengan
pelaksana kebijakan yaitu semua civitas hospitalia, karena hand hygiene merupakan tolok
ukur pertama upaya pencegahan infeksi.
Berikut gagasan kreatif penyelesaian dengan nilai-nilai Manajemen ASN dan Smart ASN:
1. Melakukan evaluasi secara berkala kepatuhan tenaga medis terhadap protocol
kesehatan, khususnya hand hygiene
2. Memberikan reward and punishment terkait pelaksanaannya
3. Evaluasi beban kerja di setiap unit
4. Penguatan pelaksanaan protocol kesehatan oleh tokoh-tokoh di dalam instansi
5. Membuat dan menempelkan stiker di tempat strategis bertuliskan “sudahkah jaga
hand hygiene mu?”, misalnya di ruang pengoplosan obat, di pintu masuk kamar
perawatan, atau bersandingan dengan stiker cara cuci tangan yang benar yang sudah
banyak tersedia di lingkungan rs.
6. Bekerja sama dengan UPKRS (Unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit) untuk membuat
media informasi dan kemudian melakukan sosialisasi ulang secara rutin baik secara
langsung maupun media komunikasi lainnya, seperti grup whatsapp, maupun media
social milik rumah sakit.

Anda mungkin juga menyukai