Anda di halaman 1dari 6

AGENDA II

TUGAS MANDIRI SELF ACTIVITY KELOMPOK II ANGKATAN 5 GOLONGAN II


PESERTA LATSAR CPNS T.A 2022

Instansi : Pemerintah Kab. Pangandaran

Nama : Ahmad Faozi, A.Md.

Komponen Deskripsi / Uraian


Mata Pelatihan : RESUME MATERI HARMONIS DAN LOYAL
Deskripsi Mata :  Mata Pelatihan Harmonis dalam Latsar BerAKHLAK ini
Pelatihan mengembangkan pengetahuan dan pemahaman kepada setiap CPNS
Pokok 1 dalam Latsar ASN mengenai keberagaman berbangsa, rasa saling
menghormati, dan bagaimana menjad pelayan dan abdi masyarakat
yang baik
Deskripsi Mata :  Mata Pelatihan ini diberikan untuk memfasilitasi pembentukan nilai
Pelatihan Loyal pada peserta.
Pokok 2

Tujuan/Hasil :  Mata pelatihan ini bertujuan membentuk ASN yang mampu


Belajar mengaktualisasi kan nilai harmonis dalam pelaksanaan tugas dan
Pokok 1 jabatannya.

Tujuan/Hasil :  Setelah mengikuti pembelajaran ini, Peserta mampu


Belajar mengaktualisasikan nilai loyal dalam pelaksanaan tugas
Pokok 2
Indikator Hasil :  Menjelaskan keanekaragaman bangsa Indonesia serta dampak,
Belajar manfaat dan potensi konflik di dalamnya.
Pokok 1  Menjelaskan dan menerapkan harmonis secara konseptual teoritis
yang saling peduli dan meghargai perbedaan panduan perilaku kode
etik harmonis
 memberikan contoh perilaku dengan menghargai setiap orang
apapun latar belakangnya, suka menolong orang lain serta
membangun lingkungan kerja yang kondusiif.
 Menganalisis kasus atau menilai contoh penerapan harmonis secara
tepat
Indikator Hasil :  Menjelaskan loyal secara konseptual-teoritis yang berdedikasi dan
Belajar mengutamakan kepentingan Bangsa dan Negara
Pokok 2  Menjelaskan panduan perilaku (kode etik) loyal
 Mengaktualisasikan Loyal Dalam Konteks Organisasi Pemerintah
 Menganalisis kasus dan/atau menilai contoh penerapan loyal secara
tepat pada setiap materi pokok
Ringkasan Materi : KEANEKARAGAMAN BANGSA DAN BUDAYA
Pokok 1 Keanekaragaman Bangsa dan Budaya Indonesia, •Potensi dan Tantangan
dalam Keanekaragaman bagi ASN, •Sikap ASN dalam Keanekaragaman

Keanekaragaman Bangsa
• Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari
17.504 pulau. Nama alternatif yang biasa dipakai adalah Nusantara.
Dengan populasi mencapai 270.203.917 jiwa pada tahun 2020,
Indonesia menjadi negara berpenduduk terbesar keempat di dunia.
• Indonesia juga dikenal karena kekayaan sumber daya alam, hayati,
suku bangsa dan budaya nya. Kekayaan sumber daya alam berupa
mineral dan tambang, kekayaan hutan tropis dan kekayaan dari
lautan diseluruh Indonesia.

Konsep Nasionalisme
• Perspektif modernis melihat bahwa bangsa merupakan hasil dari
modernisasi dan rasionalisasi seperti di contohkan dalam Negara
Birokratis, ekonomi industry, dan konsep sekuler tentang otonomi
manusia.
• Aliran Primordialis dengan tokohnya Clifford Geertz (1963) melihat
bahwa bangsa merupakan sebuah pemberian historis, yang terus
hadir dalam sejarah manusia dan memperlihatkan kekuatan inheren
pada masa lalu dan generasi masa kini.
• Perspektif perenialis dengan tokohnya Adrian Hastings (1997) melihat
bahwa bangsa bisa ditemukan di pelbagai zaman sebelum periode
modern. Dengan demikian, dalam perspektif primordialis dan
perspektif modernis, bangsa modern bukanlah sesuatu yang baru,
karena dia muncul sebagai kelanjutan dari periode sebelumnya.
• Aliran etnosimbolis, seperti ditunjukkan dalam karya John Amstrong
(1982) dan Anthony Smith (1986)‘ aliran ini mencoba menggabung
ketiga pendekatan tersebut diatas. Aliran etnosimbolis melihat bahwa
kelahiran bangsa pasca abad ke-18, merupakan sebuah spesies baru
dari kelompok etnis yang pembentukannya harus dimengerti dalam
jangka panjang.

Beberapa Jenis Konflik


• Konflik antarsuku yaitu pertentangan antara suku yang satu dengan
suku yang lain. Perbedaan suku seringkali juga memiliki perbedaan
adat istiadat, budaya, sistem kekerabatan, norma sosial dalam
masyarakat. Pemahaman yang keliru terhadap perbedaan ini dapat
menimbulkan konflik dalam masyarakat.
• Konflik antaragama yaitu pertentangan antarkelompok yang memiliki
keyakinan atau agama berbeda. Konflik ini bisa terjadi antara agama
yang satu dengan agama yang lain, atau antara kelompok dalam
agama tertentu. • Konflik antarras yaitu pertentangan antara ras yang
satu dengan ras yang lain. Pertentangan ini dapat disebabkan sikap
rasialis yaitu memperlakukan orang berbeda-beda berdasarkan ras.
• Konflik antargolongan yaitu pertentangan antar kelompok dalam
masyarakat atau golongan dalam masyarakat. Golongan atau
kelompok dalam masyarakat dapat dibedakan atas dasar pekerjaan,
partai politik, asal daerah, dan sebagainya

Dampak Konflik
 Suasana Bekerja dan Lingkungan Tidak Nyaman
 Pekerjaan terbengkalai
 Kinerja Buruk
 Layanan Kepada Masyarakat Tidak optimal

Pengertian Harmonis
Kamus Webster: having a pleasing mixture of notes
KBBI: bersangkut paut dng (mengenai) harmoni; seia sekata
Wikipwedia: terikat secara serasi/sesuai
Harmoni adalah kerja sama antara berbagai faktor dengan sedemikian
rupa hingga faktor-faktor tersebut dapat menghasilkan suatu kesatuan
yang luhur

Pentingnya Suasana Harmonis


• Suasana harmoni dalam lingkungan bekerja akan membuatkan kita
secara individu tenang, menciptakan kondisi yang memungkinkan
untuk saling kolaborasi dan bekerja sama, meningkatkan produktifitas
bekerja dan kualitas layanan kepada pelanggan.

Dasar-dasar Nilai Etika ASN


• Etika:
• “the dicipline dealing with what is good and bad and with moral duty
and obligation”.
• “an idea or moral belief that influences the behaviour, attitudes and
philosophy of life of a group of people”.
• tujuan hidup yang baik bersama dan untuk orang lain di dalam
institusi yang adil
• Kode Etik adalah aturan-aturan yang mengatur tingkah laku dalam
suatu kelompok khusus, sudut pandangnya hanya ditujukan pada hal-
hal prinsip dalam bentuk ketentuanketentuan tertulis.

Penegakkan etika ASN


a. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan
berintegritas tinggi;
b. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin;
c. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan;
d. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan;
e. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau Pejabat
yang Berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan dan etika pemerintahan;
f. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara;
g. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung
jawab, efektif, dan efisien;
h. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan
tugasnya;
i. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada
pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan
Ringkasan Materi : Pengertian
Pokok 2 Makna Loyal dan Loyalitas Secara etimologis, istilah “loyal” diadaptasi dari
bahasa Prancis yaitu “Loial” yang artinya mutu dari sikap setia. Secara
harfiah loyal berarti setia, atau suatu kesetiaan. Kesetiaan ini timbul tanpa
adanya paksaan, tetapi timbul dari kesadaran sendiri pada masa lalu.
Dalam Kamus Oxford Dictionary kata Loyal didefinisikan sebagai “giving or
showing firm and constant support or allegiance to a person or institution
(tindakan memberi atau menunjukkan dukungan dan kepatuhan yang
teguh dan konstan kepada seseorang atau institusi)”. Sedangkan beberapa
ahli mendefinisikan makna “loyalitas” sebagai berikut:
a) Kepatuhan atau kesetiaan.
b) Tindakan menunjukkan dukungan dan kepatuhan yang konstan
kepada organisasi tempatnya bekerja.
c) Kualitas kesetiaan atau kepatuhan seseorang kepada orang lain atau
sesuatu (misalnya organisasi) yang ditunjukkan melalui sikap dan
tindakan orang tersebut.
d) Mutu dari kesetiaan seseorang terhadap pihak lain yang ditunjukkan
dengan memberikan dukungan dan kepatuhan yang teguh dan
konstan kepada seseorang atau sesuatu.
e) Merupakan sesuatu yang berhubungan dengan emosional manusia,
sehingga untuk mendapatkan kesetiaan seseorang maka kita harus
dapat mempengaruhi sisi emosional orang tersebut.
f) Suatu manifestasi dari kebutuhan fundamental manusia untuk
memiliki, mendukung, merasa aman, membangun keterikatan, dan
menciptakan keterikatan emosional.
g) Merupakan kondisi internal dalam bentuk komitmen dari pekerja
untuk mengikuti pihak yang mempekerjakannya.

Mengukur Loyalitas Pegawainya, Antara Lain:


a. Taat pada Peraturan Seorang pegawai yang loyal akan selalu taat
pada peraturan. Sesuai dengan pengertian loyalitas, ketaatan ini
timbul dari kesadaran amggota jika peraturan yang dibuat oleh
organisasi semata-mata disusun untuk memperlancar jalannya
pelaksanaan kerja organisasi. Kesadaran ini membuat pegawai akan
bersikap taat tanpa merasa terpaksa atau takut terhadap sanksi yang
akan diterimanya apabila melanggar peraturan tersebut.
b. Bekerja dengan Integritas Banyak asumsi menyebutkan bahwa
kesetiaan seorang pegawai dilihat dari seberapa besar ketaatan
mereka di organisasi. Pegawai yang taat dengan peraturan dan gaya
kerja organisasi, punya rasa loyalitas yang besar pula. Sesungguhnya
seorang pegawai yang loyal dapat dilihat dari seberapa besar dia
menunjukkan integritas mereka saat bekerja. Integritas yang
sesungguhnya adalah “melakukan hal yang benar, dengan
mengetahui bahwa orang lain tidak mengetahuinya apakah Anda
melakukannya atau tidak”. Secara konsisten mereka bekerja dengan
melakukan hal yang benar, tidak hanya sekedar mengikuti
paham/kepercayaan pribadi dan tanpa peduli orang lain tahu atau
tidak.
c. Tanggung Jawab pada Organisasi Ketika seorang pegawai memiliki
sikap sesuai dengan pengertian loyalitas, maka secara otomatis ia
akan merasa memiliki tanggung jawab yang besar terhadap
organisasinya. Pegawai akan berhati-hati dalam mengerjakan tugas-
tugasnya, namun sekaligus berani untuk mengembangkan berbagai
inovasi demi kepentingan organisasi.
d. Kemauan untuk Bekerja Sama Pegawai yang memiliki sikap sesuai
dengan pengertian loyalitas, tidak segan untuk bekerja sama dengan
anggota lain. Bekerja sama dengan orang lain dalam suatu kelompok
memungkinkan seorang anggota mampu mewujudkan impian
perusahaan untuk dapat mencapai tujuan yang tidak mungkin dicapai
oleh seorang anggota secara invidual.
e. Rasa Memiliki yang Tinggi Adanya rasa ikut memiliki pegawai
terhadap organisasi akan membuat pegawai memiliki sikap untuk ikut
menjaga dan bertanggung jawab terhadap organisasi sehingga pada
akhirnya akan menimbulkan sikap sesuai dengan pengertian loyalitas
demi tercapainya tujuan organisasi.
f. Hubungan Antar Pribadi Pegawai yang memiliki loyalitas tinggi akan
mempunyai hubungan antar pribadi yang baik terhadap pegawai lain
dan juga terhadap pemimpinnya. Sesuai dengan pengertian loyalitas,
hubungan antar pribadi ini meliputi hubungan sosial dalam pergaulan
sehari-hari, baik yang menyangkut hubungan kerja maupun
kehidupan pribadi.
g. Kesukaan Terhadap Pekerjaan Sebagai manusia, seorang pegawai
pasti akan mengalami masa-masa jenuh terhadap pekerjaan yang
dilakukannya setiap hari. Seorang pegawai yang memiliki sikap sesuai
dengan pengertian loyalitas akan mampu menghadapi permasalahan
ini dengan bijaksana.
h. Keberanian Mengutarakan Ketidaksetujuan Setiap organisasi yang
besar dan ingin maju pasti menciptakan suasana debat dalam
internalnya. Debat dalam hal ini kondisi dimana pegawai dapat
mengutarakan opini mereka masing-masing. Pemimpin yang hebat
pasti ingin pegawainya aktif bertanya, aktif beropini/berpendapat,
dan berhati-hati dalam bekerja. Bahkan tidak jarang mengijinkan
pegawai untuk mengutarakan ketidaksetujuan mereka terhadap hal
apapun di tempat kerja.

Panduan perilaku:
a. Memegang teguh ideologi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia tahun 1945, setia kepada NKRI serta
pemerintahan yang sah;
b. Menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan instansi dan negara; serta
c. Menjaga rahasia jabatan dan negara.

Kata-Kata Kunci Perilaku Loyal


a) Komitmen
b) Dedikasi
c) Kontribusi
d) Nasionalisme
e) Pengabdian

Membangun prilaku loyal


a) Membangun Rasa Kecintaaan dan Memiliki
b) Meningkatkan Kesejahteraan
c) Memenuhi Kebutuhan Rohani
d) Memberikan Kesempatan Peningkatan Karir
e) Melakukan Evaluasi secara Berkala

Keterkaitan Mata : Mata pelatihan harmonis dan loyal adalah dua diantara tujuh
Pelatihan dalam nilai dasar ASN. Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami
Agenda calon ASN /CPNS untuk bekal memberikan pelayanan bagi
masyarakat. Dengan nilai ASN harmonis kita sebagai CPNS
dilatih agar menciptakan lingkungan yang kondusif dimanapun
kita berada. Benar kata pepatah dimana langit dijunjung disitu
bumi dipijak. Menjadikan harmoni dilingkungan sekitar kita
membuat kita merasa aman dan nyaman, hati tenang dan
diperoleh juga pikiran yang jernih. Dalam melayani msayrakat
kita dituntut untuk memberikan pelayanan yang prima.
Pentingnya pikiran yang jernih, rasa aman dan nyaman serta
hati yang tenang guna memberikan pelayanan terbaik bagi
masayarakat.
Membangun sikap dan perilaku loyal juga bagian dari nilai
ASN yang tak kalah berkontribusi bagi pelayanan yang prima.
Sebagai seorang abdi negara kita di tuntut untuk
mementingkan kepentingan negara diatas kepentingan kita.
Rasa memiliki negara menjadikan kita pribadi yang siap
melayani dengan sepenuh hati. Loyal juga berani
berkomitmen dengan apa yang menjadi tanggung jawabnya.
Peranan kita sebagai calon ASN dalam memberikan
pelayanan harus disertai sikap loyal terhadap negara.

Anda mungkin juga menyukai